cover
Contact Name
Rifky Ananda
Contact Email
fkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentino.ulm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi
ISSN : 23375310     EISSN : 25274937     DOI : 10.20527
Core Subject : Health,
Dentino [P-ISSN 2337-5310 | E-ISSN 2527-4937] is the journal contains research articles and review of the literature on dentistry which is managed by the Faculty of Dentistry, Lambung Mangkurat University. Dentino published twice a year, every March and September.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 42 Documents clear
EFEK ANTIBAKTERI SEDIAAN TUNGGAL DAN KOMBINASI AIR PERASAN JERUK NIPIS DAN MADU TERHADAP Streptococcus mutans Kajian In Vitro SediaanTunggal dan Kombinasi Air Perasan Jeruk Nipis dan Madu dengan Klorheksidin Glukonat 0,2% Fitriani, Alfia; Dewi, Nurdiana; Budiarti, Lia Yulia
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Streptococcus mutans is a species of gram positive bacteria dominantly residing in oral cavity and also acts as the most common pathogen causing caries. Lime juice and honey are herbal medicine which has been proven to possess antibacterial effect. Purpose: The aim of this study was to verify that lime juice and honey in combined preparation had more favorable inhibitor potency compared to single preparation against Streptococcus mutans. Methods: This were an experimental study which using random sampling, with 26 treatment groups : 25%, 50%, 75%, 100% lime juice in single preparations and 6,25%, 12,5%, 25%, 50% honey in single preparations, combined preparations of lime juice and honey, also 0,2 chlorhexidin gluconate and aquadest as negative control group. Antibacterial activity test was performed using diffusion method.Result: Data observed showed that there were combined preparations with better inhibitor potency compared to single preparations. Conclusion:One Way ANOVA and LSD tests with confidence interval of 95% presented that antibacterial activity of lime juice and honey in combined preparation was better than its single counterpart against Streptococcus mutans.   Keywords :  antibacterial, lime juice, honey, Streptococcus mutans, inhibition zone  ABSTRAK  Latar Belakang: Streptococcus mutans merupakan salah satu spesies bakteri gram positif yang dominan dalam mulut dan merupakan bakteri penyebab karies patogen paling banyak menyerang manusia. Air perasan jeruk nipis dan madu merupakan tanaman obat yang terbukti mempunyai efek antibakteri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa sediaan kombinasi air perasan jeruk nipis dan madu mempunyai daya hambat lebih besar daripada sediaan tunggal dalam menghambat Streptococcus mutans. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 26 perlakuan, yaitu sediaan air perasan jeruk nipis konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%, dan madu konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, sediaan kombinasinya, serta klorheksidin glukonat 0,2% dan akuades sebagai kontrol negatif. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah metode difusi.Hasil: Data yang didapat menunjukkan bahwa terdapat beberapa perlakuan sediaan kombinasi lebih baik dari sediaan tunggal. Kesimpulan:Hasil uji One Way ANOVA dan LSD dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri sediaan kombinasi air perasan jeruk nipis dan madu lebih baik dari sediaan tunggalnya dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.  Kata-kata kunci : antibakteri, air perasan jeruk nipis, madu, Streptococcus mutans, zona hambat
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP ANGKA KARIES GIGI DI SMPN 1 MARABAHAN Ramadhan, Azhary; Cholil, Cholil; Indra Sukmana, Bayu
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Knowledge of oral health is one of the efforts to prevent and control dental health problems through education of oral health. Dental health education delivered is expected to change the behavior of an individual or community dental health of unhealthy behaviors towards healthy behaviors. Purpose: The research aimed to determine the correlation between oral  health level knowledge of the number of dental caries in SMPN 1 Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Method: The method used analytic observational with cross-sectional design and the sample was 100 students of SMP 1 Marabahan. Results: The results obtained samples with a good level of knowledge had the DMF-T index of 19 repondence was very low, low 9 repondence, medium 1 person, 2 repondence high, very high 0 repondence. The sample had an index level of knowledge was very low DMF-t 23 repondence, low 10 repondence, medium 20 repondence, 3 repondence high, very high sample rate 0 repondence and poor knowledge of the index was very low DMF-t 0 repondence, low 3 repondence, medium 1 repondence, 7 repondence high and very high 2 repondence. Conclusion: Using spearmen significant value of (0.00). It can be concluded that there was a correlation between level of knowledge of oral and dental health dental caries figures.   Keywords: Knowledge of oral health, dental caries, DMF-T index scores  ABSTRAK  Latar belakang: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu usaha untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi melalui pendekatan pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi yang disampaikan diharapkan mampu mengubah perilaku kesehatan gigi individu atau masyarakat dari perilaku yang tidak sehat ke arah perilaku sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadap angka karies gigi di SMPN 1 Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional yang menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan 100 sampel yang terdiri dari siswa-siswi SMPN 1 Marabahan. Hasil: Hasil penelitian diperoleh sampel dengan tingkat pengetahuan yang baik memiliki indeks DMF-t sangat rendah 19 orang, rendah 9 orang, sedang 1 orang, tinggi 2 orang, sangat tinggi 0 orang. Sampel tingkat pengetahuan sedang memiliki indeks DMF-t sangat rendah 23 orang, rendah 10, sedang 20 orang, tinggi 3 orang, sangat tinggi 0 orang dan sampel tingkat pengetahuan buruk memiliki indeks DMF-t sangat rendah 0 orang, rendah 3 orang, sedang 1 orang, tinggi 7 orang, dan sangat tinggi 2 orang. Kesimpulan: Hasil uji spearman diketahui nilai signifikan sebesar (0,00). Sehingga di ambil kesimpulan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap angka karies gigi.   Kata kunci: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, karies gigi, indeks skor DMF-t
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS IN VITRO Ramadhinta, Talitha Maghfira; Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar; Budiarti, Lia Yulia
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Lime (Citrus aurantifolia) is one of the plants which have antimicrobial activity. Acid substance in lime juice is coagulant source. Citric acid in lime juice has the quality to prevent bacterial and fungal growth. Enterococcus faecalis is known as the most resistant species in oral cavity and commonly found in post-root canal treatment cases. E.faecalis was reported in 20 of 30 persistent infected endodontic teeth after root canal treatment. The aim of this study to assess lime (Citrus aurantifolia) juice’s in vitro inhibition activity against Enterococcus faecalis. Purpose: This study used laboratory experimental method with postest only control group design using total random sampling; consisted of 6 treatments and 5 times repetition. Methods: Antibacterial activity test was performed using diffusion method. Data was analyzed using one way anova with confidence interval of 95% and the result presented that there’s a significant difference between β5%, 50%, 75%, 100% lime juice treatment groups and 3% hydrogen peroxide treatment group. Result:Based on the result of post hoc LSD, the conclusion of this study was 100% lime juice has better inhibition activity than 25%, 50%, 75% lime juice and 3% hydrogen peroxide. Conclusion: There was a difference of antibacterial effectiveness between lime juice and 3% H2O2 on Enterococcus faecalis bacterial growth observed from their inhibition zones.  ABSTRAK Latar Belakang: Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas antimikroba. Kandungan asam pada air perasan jeruk nipis merupakan sumber koagulan. Senyawa asam sitrat dalam air perasan jeruk nipis mampu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Enterococcus faecalis dikenal sebagai spesies yang paling resisten pada rongga mulut dan paling sering ditemukan pada kasus setelah perawatan saluran akar. E.faecalis ditemukan sebanyak 20 dari 30 kasus infeksi endodontik yang persisten pada gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis secara in vitro. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metoda eksperimental laboratorium; postest only control group design dengan rancangan acak lengkap menggunakan 6 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi. Analisis data menggunakan uji one way anova 95% menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara perlakuan air perasan jeruk nipis konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% dan perlakuan hidrogen peroksida 3%. Hasil: Pada hasil uji post hoc LSD diambil kesimpulan perlakuan air perasan jeruk nipis konsentrasi 100% memiliki efek daya hambat lebih baik dibandingkan  konsentrasi di bawahnya dan dibandingkan dengan perlakuan hidrogen peroksida 3%. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antibakteri dari air perasan jeruk nipis dan H2O2 3% terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dilihat dari zona hambat.
PENGARUH EKSTRAK SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP PANJANG LUKA MUKOSA LABIAL MENCIT SECARA KLINIS Hairi, Melinda; Dewi, Nurdiana; Khatimah, Husnul
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Background: Lemongrass is one of the most widely used plants for traditional medicine. Lemongrass has bioactive substances such as phenolic acid, flavonoid, and tannin which act as anti-inflammatory and antioxidant agent which could affect the wound healing process. Purpose: The aim of this study was to assess the effects of 25%, 50%, and 100% lemongrass extract on mice labial mucosa clinical wound length by measuring the wound length. Methods: This study was a true experimental with post test-only with control design. 30 mice were used in this study, which were divided into 5 groups, patent drug containing Aloe vera extract as positive control group, 100% lemongrass extract group, 50% lemongrass extract group, 25% lemongrass extract group, and aquadest as negative control group. Results: One-way ANOVA and Post-hoc LSD tests showed significant difference between Aloe vera extract group, 100% lemongrass extract group, and 50% lemongrass extract group with aquadest group. There was no significant difference between Aloe vera extract group, 100% lemongrass extract group, and 50% lemongrass extract group. There was also no significant difference between 25% lemongrass extract group with aquadest group. Conclusion: Based on the conducted study, it can be concluded that 100% and 50% lemongrass extract could accelerate wound healing process on mice labial mucosa by measuring length of the wound.  Keywords: lemongrass extract, wound healing, wound length, oral mucosa, mice  ABSTRAK   Latar Belakang:Sereh adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional.  Sereh mengandung zat bioaktif seperti phenolic acid, flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang berpengaruh dalam proses penyembuhan luka.Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak sereh 25%, 50%, dan 100% terhadap panjang luka mukosa labial mencit secara klinis dengan mengukur panjang luka. Metode:Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif yang menggunakan obat paten mengandung ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%,  kelompok ekstrak sereh 50%, kelompok ekstrak sereh 25%, dan kelompok kontrol negatif menggunakan akuades.Hasil:Hasil uji One-way ANOVA dan Post-hoc LSD menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%, dan kelompok ekstrak sereh 50% dibandingkan dengan kelompok akuades. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%, dan kelompok ekstrak sereh 50% serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak sereh 25% dan kelompok akuades.Kesimpulan:Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak sereh 100% dan 50% dapat mempercepat penyembuhan luka mukosa labial mencit dilihat dari panjang luka.  Kata-kata kunci:ekstrak sereh, penyembuhan luka, panjang luka, mukosa mulut, mencit
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana Linn.) TERHADAP JUMLAH MAKROFAG PADA INFLAMASI PULPA Studi In Vivo Pada Gigi Molar Rahang Atas Tikus (Rattus norvegicus) Wistar Jantan Dwintanandi, Cindy; Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar; Dwi Raharja, Suka
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK  Background: Treatment of dental pulp is a basic treatment in dentistry. Nowadays dental pulp treatment used adhesive resin substance, but adhesive resin substance is irritative and expensive thus alternative substance is needed to use. Pericarp of mangosteen containing to be rich in various pharmacys and antioxidant activity so that called queen of fruits. Xanthone, flavonoid, tanin, and saponin compound can working as antiinflammatory that very important in open dental pulp healing. Purpose: This research to investigate the effect pericarp of mangosteen extract to amount of macrophag on pulp response inflammatory and compare with calcium hydroxide. Methods: This study used true experimental method with post-test only group design and simple random sampling, consist of 39 male wistar rats were divided into 3 groups.  Perforated each dental pulp rats were treated with pericarp of mangosteen extract as treatment group, with calcium hydroxide as positive control group, and no treatment indeed (no medicine) as negative control group. On the day 1 to day 7, sampels for hystological analysis should be done after treatment, inflammatory reactions occured in all of groups. Result: Inflammatory reactions reckoned from scoring of macrophage. Two way Anova and Post Hoc LSD test indicated that pericarp of mangosteen extract more effective than calcium hydroxide in decrease scoring of macrophage. Based on research could be concluded that significantly the treatment process pericarp of mangosteen extract could be usefull to decrease scoring of macrophage in pulp inflammatory.  Keywords: open dental pulp, pulp inflammatory, macrophage, pericarp of mangosteen, calcium hydroxide  ABSTRAK   Latar Belakang: Perawatan pulpa terbuka merupakan perawatan dasar dalam kedokteran gigi. Perawatan pulpa terbuka pada saat ini dengan menggunakan bahan resin adesif, namun  resin adesif bersifat iritatif dan  mahal sehingga diperlukan bahan alternatif yang lebih aman digunakan. Kulit manggis mengandung senyawa yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi dan antioksidan sehingga disebut queen of fruits. Senyawa golongan xanton, flavonoid, tanin, dan saponin dalam kulit buah manggis dapat berfungsi sebagai antiinflamasi yang penting dalam penyembuhan pulpa terbuka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis terhadap jumlah makrofag pada inflamasi pulpa dan membandingkannya dengan kalsium hidroksida. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan post-test only group design, menggunakan Rancangan Acak Sederhana, terdiri dari 39 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Pulpa gigi tikus diperforasi yang kemudian diberi perlakuan ekstrak kulit manggis sebagai kelompok perlakuan, dengan diberikan kalsium hidroksida sebagai kelompok kontrol positif, dan tidak diberikan aplikasi apapun (tanpa obat) sebagai kelompok kontrol negatif. Sampel dianalisis secara histologis pada hari ke -1 hingga hari ke -7 setelah aplikasi, reaksi inflamasi terjadi pada seluruh kelompok. Hasil: Reaksi inflamasi dihitung dari jumlah makrofag. Uji two way Anova dan uji Post Hoc LSD menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis lebih efektif menurunkan jumlah makrofag dibandingkan kalsium hidroksida. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis secara bermakna dapat menurunkan jumlah makrofag pada inflamasi pulpa. Kata-kata kunci: pulpa terbuka, inflamasi pulpa, makrofag, kulit manggis, kalsium hidroksida
ANGKA KEJADIAN DIATEMA SENTRAL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DISERTAI KEBIASAAN MENGHISAP IBU JARI Hadi, Rizki; Adhani, Rosihan; Widodo, Widodo
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Finger sucking habit is oral habbit most common, the incidence of finger sucking habit is reported at between 13% to 100%. According Muthu and Sivakumar prevalence of this practice decreases with age, especially at the age of 3.5-4 years. The central diastema is a malocclusion that often appear with the characteristic form of a gap that exists between the maxillary central incisor. This study aims to calculate the incidence of children with special needs as thumb-sucking, calculate the incidence of central diastema on boys and girls with special needs children and large knowing the incidence of central diastema at the age of children with special needs. This study was a descriptive study by total sampling metode. The population in this study were students SDLB C Dharma Wanita Banjarmasin. The results showed 34 (53.96%) children who had a central diastema with 14 men, 20 women and 29 people who did not have a central diastema of a total of 63 students were examined. The habit of thumb sucking 28 people (44.44%).The central diastema thumb sucking habit with no male 11 people (17.46%) and 9 women (14.29%). The incidence of central diastema by age 6-8 years who had a central diastema as many as 15 (44.12%), 9-10 years who had diastema as many as 8 (23.53%), 11-14 years old who have a diastema as many as 11 (32 , 35%) of the total of 34 (53,96%). Thumb sucking by age found that children aged 6-8 years who had a habit of thumb sucking has 9 children (32.15%), 9-10 years amounted to 8 children (28.57%), 11-14 years amounted to 11 children (39.28%) of the total of 28 children.  Keyword:Central Diastema, With Special Needs, Thumb Sucking ABSTRAK  Kebiasaan menghisap jari merupakan oral habbit yang paling sering terjadi, insidensi kebiasaan menghisap jari dilaporkan mencapai antara 13% sampai 100%. Menurut Muthu dan Sivakumar prevalensi kebiasaan ini menurun seiring pertambahan usia, terutama pada usia 3,5-4 tahun. Diastema sentral merupakan suatu maloklusi yang sering muncul dengan ciri khas berupa celah yang terdapat diantara insisif sentral rahang atas.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung angka kejadian anak berkebutuhan khusus menghisap ibu jari, menghitung angka kejadian diastema sentral pada siswa laki-laki dan perempuan pada anak berkebutuhan khusus dan mengetahui besar angka kejadian diastema sentral pada usia anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi SDLB C Dharma Wanita Banjarmasin. Hasil penelitian didapatkan 34 orang anak (53,96%) yang memiliki diastema sentral dengan 14 laki-laki, 20 perempuan dan 29 orang yang tidak memiliki diastema sentral dari total 63 siswa yang diperiksa. Kebiasaan menghisap ibu jari sebanyak 28 orang (44,44%). Diastema sentral disertai kebiasaan menghisap ibu jari laki-laki sebanyak 11 orang (17,46%) dan perempuan sebanyak 9 orang (14,29%). Angka kejadian diastema sentral berdasarkan umur 6-8 tahun yang memiliki diastema sentral sebanyak 15 (44,12%), 9-10 tahun yang memilki diastema sebanyak 8 (23,53%) , 11-14 tahun yang memiliki diastema sebanyak 11 (32,35%) dari total 34  orang (100%). Menghisap ibu jari berdasarkan umur didapatkan anak yang berumur 6-8 tahun yang memiliki kebiasaan menghisap ibu jari berjumlah 9 anak (32,15%) , 9-10 tahun berjumlah 8 anak (28,57%), 11-14 tahun berjumlah 11 anak (39,28%) dari total 28 anak.  Kata-kata kunci: Diastema Sentral, Anak Berkebutuhan Khusus, Menghisap Ibu Jari
PENGARUH PAPARAN BATUBARA TERHADAP JUMLAH MIKRONUKLEUS MUKOSA BUKAL PADA PEKERJA TAMBANG BATUBARA DI KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Renita Rahmad, Renita; Dewi, Nurdiana; Rosida, Lena
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Continuous exposure of genotoxic substance such as coal dust can cause DNA damage. Micronucleus is DNA damage caused by genotoxic substance that manifest on buccal mucosa cell. Micronucleus is cytoplasmic chromatic mass with round shaped located close to nucleus and microscopically visible. Purpose: The purpose of this study was to identify effect of coal exposure on the number of micronucleus buccal mucosa on coal miner. Methods: The method of this study was analytic observational with cross-sectional approach. The total sample of this study was 60 respondents divided into 2 groups, each group contained 30 respondents. The data was primary data which was the result of swabbed of buccal mucosa epithelial cells. Results: The result showed the average number of buccal mucosa micronucleus on coal miners was 25,83  13,28 and non-coal miner is 11,10  3,45. Data analyzed with T test Independent and obtained significant different on the number of micronucleus between coal miners and non-coal miner (p=0,000). Conclusion: Based on this study can be concluded that coal dust exposure affected on the number of micronucleus buccal  mucosa on coal miners in Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. ABSTRAKLatar belakang: Paparan terus menerus dari suatu substansi genotoksik, seperti debu batubara akan menyebabkan suatu kerusakan DNA. Kerusakan  DNA akibat zat genotoksik yang dapat dilihat pada sel mukosa bukal adalah mikronukleus. Mikronukleus merupakan massa kromatik sitoplasmik berbentuk bulat/oval terletak dekat dengan nukleus dan tampak secara mikroskopik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh paparan batubara terhadap jumlah mikronukleus mukosa bukal pada pekerja tambang batubara di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 60 orang dengan tiap-tiap kelompok masing-masing 30 orang. Data yang diperoleh adalah data primer, yaitu hasil apusan sel epitel mukosa bukal.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah mikronukleus mukosa bukal pada pekerja tambang batubara adalah 25,83  13,28 dan pada bukan pekerja tambang batubara adalah 11,10 3,45. Data dianalisis menggunakan T test Independent dan didapatkan perbedaan bermakna pada rata-rata jumlah mikronukleus antara kelompok pekerja tambang batubara dan bukan pekerja tambang batubara (p=0,000). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan batubara berpengaruh terhadap jumlah mikronukleus mukosa bukal pada pekerja tambang batubara di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong.
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL PADA INFLAMASI PULPA Studi In Vivo pada Tikus Wistar Jantan Lutfiyah, Lutfiyah; Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar; Raharja, Suka Dwi
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK  Background:Indonesia has various numbers of plants with medicinal contents; one of them is mangosteen (Garcinia mangostana L.). Mangosteen pericarp which is regarded as waste turns out to have benefits to health. Mangosteen pericarp extract contains chemical substances such as saponin, tannin, flavonoid, steroid, quinon, and xanthone. These substances have many benefits, one of them is antiinflammatory properties.Purpose: The aim of this study was to assess the effect of mangosteen pericarp extract on neutrophils count in wistar rats’ pulp inflammation. Methods:This study was true experimental with post-test only with control design. Samples used were 39 male wistar rats divided into 3 treatment groups: no treatment group (negative control), mangosteen pericarp extract treatment group, and calcium hydroxide treatment group (positive control). Samples were analyzed histopathologically on day 1, 3, 5, and 7.Result: The result presented mean scoring of neutrophils in mangosteen pericarp extract treatment group as 13,33 on day 1, 10,00 on day 3, 4,33 on day 5 and 2,33 on day 7. Two way ANOVA and Post Hoc LSD tests indicated that there was a significant difference between mangosteen pericarp extract treatment group and no treatment group and calcium hydroxide treatment group with p value of < 0,05. Conclusion:There was a significant effect of mangosteen pericarp extract on neutrophils count in wistar rats’ pulp inflammation compared to calcium hydroxide in decreasing neutrophils count.  Keywords: mangosteen pericarp extract, Garciniamangostana L., anti-inflammatory, neutrophils, pulp inflammation,pulp capping.  ABSTRAK  Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis tanaman yang berguna sebagai tanaman obat, salah satunya adalah buah manggis (Garcinia mangostana L.). Kulit buah manggis yang selama ini dibuang ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kulit buah manggis mempunyai kandungan kimia berupa saponin, tanin, flavonoid, steroid, kuinon, dan xanthone. Kandungan tersebut memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antiinflamasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap jumlah neutrofil pada inflamasi pulpa gigi tikus wistar.Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan post-test only with control design. Sampel terdiri atas 39 tikus Wistar dengan jenis kelamin jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok tanpa obat (kontrol negatif), kelompok ekstrak kulit manggis (perlakuan) dan kelompok kalsium hidroksida (kontrol positif). Sampel dianalisis secara histologis pada hari ke-1, 3, 5 dan 7. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata jumlah neutrofil ekstrak kulit manggis adalah 13,33 pada hari ke- 1, 10,00  pada hari ke-3, 4,33 pada hari ke-5 dan 2,33 pada hari ke 7.Hasil: Hasil two way ANOVA dan Post Hoc LSD menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak kulit manggis dengan kelompok tanpa obat dan kelompok kalsium hidroksida dengan nilai p<0,05.Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap jumlah neutrofil pada inflamasi pulpa gigi tikus wistardibandingkan kalsium hidroksida yaitu terjadi penurunan jumlah neutrofil pada kelompok ekstrak kulit manggis dibanding kelompok kalsium hidroksida.Kata-kata kunci:  ekstrak kulit manggis, Garcinia mangostana L. antiinflamasi, neutrofil, inflamasi pulpa,pulp capping
HUBUNGAN KADAR pH DAN VOLUME SALIVA TERHADAP INDEKS KARIES MASYARAKAT MENGINANG KECAMATAN LOKPAIKAT KABUPATEN TAPIN (Studi Observasional dengan Pengumpulan Saliva Metode Spitting) Pradanta, Yazid Eriansyah; Adhani, Rosihan; Husnul Khatimah, Ika
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background:Betel chewing is the process of concocting ingredients such as betel, lime and other traditional additions, wrapping them in a betel leaf and then chewing it. This habit can affect caries formation. pH and volume of saliva are some of the factors affecting caries formation. Purpose:The aim of this study was to assess the relation of pH and volume of saliva on caries index in betel chewing community. Methods:This study used analytic observational method with case control approach and total sampling. Samples chosen were 15 female subjects with betel chewing habit and controls in the same amount with no betel chewing habit. Data were analyzed using Chi-Square test and Kolmogorov-Smirnov alternative test to assess the difference of pH and volume of saliva between betel chewing subjects and controls; Somersd correlation test was performed to assess the relation of pH and volume of saliva on caries index in betel chewing subjects. Results: Chi-Square test result presented p value of pH as 0.143 and Kolmogorov-Smirnov test presented p value of volume of saliva as 0.028. Result of Somersd correlation test showed p value of pH as 0.000, and p value of volume of saliva as 0.014. Conclusion:In conclusion, there was no significant difference of pH between betel chewing subjects and controls, but there was a significant difference of volume of saliva. Subsequently, there was a positive correlation of pH and volume of saliva on caries index in betel chewing subjects.  Key Words :betel chewing, saliva pH, volume of saliva  ABSTRAK   Latar Belakang: Menginang merupakan proses meramu seperti pinang, kapur dan tambahan lain yang dibungkus dalam daun sirih kemudian dikunyah. Kebiasaan ini dapat mempengaruhi karies.pH dan volume saliva adalah beberapa komponen yang mempengaruhi karies.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar pH dan volume saliva terhadap indeks karies masyarakat menginang. Metode:Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control dan pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Sampel berjumlah 15 wanita dengan kebiasaan menginang dan kontrol tidak menginang dengan jumlah yang sama. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji alternatif Kolmogorov-Smirnov untuk melihat perbedaan pH dan volume saliva masyarakat menginang dan tanpa menginang serta uji korelasi Somers’d untuk melihat hubungan pH dan volume saliva terhadap indeks karies masyarakat menginang. Hasil:Berdasarkan hasil uji Chi-Square pada pH didapatkan hasil p = 0,143, dan uji Kolmogorov-Smirnov pada volume saliva didapatkan hasil p = 0,028. Sedangkan berdasarkan hasil uji korelasi Somers’d didapatkan hasil p = 0,000, dan volume saliva dengan hasil p = 0,014.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada pH masyarakat menginang dan tanpa menginang dan terdapat perbedaan bermakna pada volume saliva. Kemudian terdapat korelasi pada pH dan volume saliva terhadap indeks karies masyarakat menginang.  Kata-kata kunci :Menginang, pH saliva, volume saliva
KEBOCORAN MIKRO AKIBAT EFEK SUHU TERHADAP PENGERUTAN KOMPOSIT NANOHYBRID Permata Sari, Gusti Gina; Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar; Widodo, Widodo
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Composite is broadly used by dental practitioners as restoration material to treat caries. Nanohybrid composite is a type of composite composed of nano-sized filler combined with larger filler. Polymerization shrinkage commonly occurs in every restoration using composite, resulting in a gap between cavity margin and teeth structure, which eventually leads to microleakage. Purpose: The purpose of this study was to assess and measure the rate of nanohybrid composite microleakage as a result of temperature change from 5ºC to 60ºC. Methods: This study was true experimental with post test-only with control design. Specimens used were 20 maxillary premolars, divided into 2 groups: 5ºC to 60ºC temperature change treatment group and control group (without temperature change, sitting idly at 37ºC).  Results: Mean scoring of treatment group was 3 and control group was 1,9. Conclusion: It can be concluded that independent samples T-test presented significant difference between treatment group and control group.  ABSTRAKLatar Belakang: Komposit merupakan suatu bahan restorasi yang biasa digunakan oleh dokter gigi untuk menumpat gigi yang karies. Komposit nanohybrid merupakan salah satu jenis komposit yang memiliki komposisi filler berukuran nano dan digabung dengan filler yang berukuran besar. Pengerutan polimerisasi merupakan hal yang selalu terjadi pada setiap penumpatan dengan bahan komposit. Akibat dari pengerutan adalah terbentuknya celah antara tepi kavitas dan struktur gigi, hal tersebut akan menyebabkan kebocoran mikro. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kebocoran mikro pada komposit nanohybrid akibat perubahan suhu 5ºC ke 60ºC serta mengukur besar kebocoran mikro yang terjadi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control design. Penelitian ini menggunakan gigi premolar rahang atas sebanyak 20 buah yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan perubahan suhu 5ºC ke 60ºC, dan kontrol yang tidak dilakukan perubahan suhu atau didiamkan pada suhu 37ºC. Hasil: Rata-rata skor untuk kelompok perlakuan adalah 3 dan kelompok kontrol adalah 1,9. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa hasil uji T-test tidak berpasangan  menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.