cover
Contact Name
Deasy Arisanty
Contact Email
deasyarisanty@ulm.ac.id
Phone
+6281348260253
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeografi@gmail.com
Editorial Address
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
ISSN : 23565225     EISSN : 26856395     DOI : 10.20527
Core Subject : Science, Education,
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. This journal published twice a year in September and March.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Mitigasi Banjir Berbasis Masyarakat Pada Desa Rawan Banjir Di Kabupaten Barito Kuala Deasy Arisanty; Karunia Puji Hastuti; Herry Porda Nugroho Putro; Ersis Warmansyah Abbas; Yohanes Asmardin Halawa; Khairil Anwar
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v8i2.12604

Abstract

Sungai Lumbah Village and Bangkit Baru Village are two villages that experienced severe flooding in 2021. The flood events occur every rainy season and high tides. The purpose of this study was to analyze community-based flood mitigation in flood-prone villages, Barito Kuala Regency. The research was carried out in two villages, i.e., Sungai Lumbah Village and Bangkit Baru Village, with a total of 50 informants. The results showed that the pre-flood mitigation carried out by the community was by elevating the rice storage area. The community has never received socialization by the local government regarding flood prevention, but they did it on their own initiative and formed a flood alert team. When there was a flood, they set up a relief center to help the affected people. After the flood, the community cleaned up the flood marks in their respective homes and repaired the damaged agricultural land. Flood management is still carried out on the community's own awareness and is carried out voluntarily.
Studi Eksploratif Tentang Permintaan Wisatawan Mendukung Pengembangan Kawasan Eco-Geotourism Geopark Pegunungan Meratus Ellyn Normelani; Selamat Riadi; Muhammad Efendi; Rosalina Kumalawati; Nasruddin nasruddin; Norma Yuni Kartika; Arif Rahman Nugroho
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12577

Abstract

Geopark Pegunungan Meratus memiliki 36 geosite, yang lokasinya tersebar di 9 Kabupaten dan 1 kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permintaan wisatawan yang mendukung pengembangan kawasan eko-geowisata geopark Pegunungan Meratus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe eksploratif, data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang terdiri dari wisatawan, serta dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian mengambarkan keinginan wisatawan antaralain: melengkapi daya tarik alam yang ada dengan daya tarik wisata budaya dan wisata buatan, memperbaharui alat transportasi menuju kawasan geopark Pegunungan Meratus, menambah armada angkutan dan mengatur jadwal angkutan/manajemen waktu, membangun dan melengkapi restoran,
Dampak Bencana Banjir Terhadap Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Yaskinul Anwar; Mei Vita Romadon Ningrum; Iya' Setyasih
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12457

Abstract

Kecamatan samarinda utara merupakan salah satu kecamatan yang paling sering terkena dampak banjir baik karena banjir luapan sungai Karangmumus maupun setelah hujan lebat. Kondisi seringkali mempengaruhi kehidupan masyrakat samarinda utara sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh dampak bencana banjir terhadap perekonomian masyrakat di Kecamatan Samarinda Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada saat dan setelah banjir, dan juga wawancara kepada masyarakat yang terdampak banjir. Analisis data menggunakan trianggulasi data dari hasil observasi, wawancara dan data-data dari dinas terkait. Dampak banjir dari segi ekonomi dapat dilihat rusaknya rumah dan perkakasnya, tanaman pertanian, serta hilangnya hewan ternak. Selain itu banjir juga membuat terganggunya aktivitas perekonomian penduduk karena hilangnya akses penduduk karena terendamnya jalan utama maupun alternatif. Dampak terhadap perekonomian terbesar adalah dari akibat banjir Sungai Karangmumus yang lama waktu banjir bisa mencapai 1 minggu. Sedangkan dampak banjir akibat luapan drainase saat hujan lebat berdampak pada terganggunya akses maupun terendamnya permukiman dan fasilitas-fasilitas perekonomian masyarakat yang hanya beberapa jam saja. Kondisi inilah yang membuat terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat Samarinda Utara akibat seringnya banjir baik karena hujan lebat maupun sungai Karangmumus. 
Peran Pemerintah Kota Banjarmasin dalam Pengelolaan Lingkungan Hilir Sungai Barito – Kalimantan Selatan Eva Alviawati; Parida Angriani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12687

Abstract

Pengelolaan sungai memelukan sinergitas dari berbagai pihak. Pengelolaan sungai juga harus berkelanjutan dan dilakukan mulai dari hulu sampai ke hilir. Pemerintah dan masyarakat perlu saling bahu membahu dalam upaya pengelolaan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam pengelolaan lingkungan dan kondisi masyarakat hilir Sungai Barito. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi lapangan dan pemanfataan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif empirik. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan sungai yang dilakukan oleh pemerintah antara lain melalui program perbaikan sungai seperti inventarisasi ulang dan labelisasi sungai, normalisasi sungai besar dan kecil, pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase, revitalisasi dan penataan bantaran sungai, serta membangun fasilitas pendukung sungai lainnya. Selain pengelolaan secara fisik, program perbaikan sungai juga dilakukan pada aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat sekitar sungai, seperti melalui program PLPBK dan KOTAKU Kata Kunci: pengelolaan sungai, peran pemerintah, Sungai Barito
Pembangunan Perumahan di Desa Semangat Dalam dan Dampaknya terhadap Lingkungan dan Masyarakat Kaspul Anwar; Wahyu Wahyu; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12697

Abstract

AbstarctThe Village of Semangat Dalam is the most populous village in Barito Kuala Regency. The large number of residents of the village of Semangat Dalam is a result of the large number of housing developments. This study aims to determine how the impact of housing development in the village of Semangat Dalam in the environment and society. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study indicate that housing development has an impact on environmental and community conditions. Impacts on the environment such as change of land use, the number of shops and buildings, changes in road conditions, drainage problems, and waste problems. Impacts on society such as changes in population, changes in the types of community social activities, changes in people's living behavior, rising land prices, ease of work, progress in trade and competition in life.Keywords:housing developments, impact, environmental, communityAbstrakDesa Semangat Dalam merupakan desa yang paling banyak penduduknya di Kabupaten Barito Kuala. Banyaknya penduduk Desa Semangat Dalam akibat dari banyaknya pembangunan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pembangunan perumahan di Desa Semangat Dalam terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembangunan perumahan memberi dampak pada kondisi lingkungan dan masyarakat. Dampak terhadap lingkungan seperti alih fungsi lahan, banyaknya toko dan bangunan, perubahan pada kondisi jalan, permasalahan drainase, dan permasalahan sampah. Dampak terhadap masyarakat seperti perubahan jumlah penduduk, perubahan jenis kegiatan sosial masyarakat, perubahan perilaku hidup masyarakat, naiknya harga lahan, mudahnya pekerjaan, kemajuan perdagangan dan persaingan hidup.Kata kunci: pembangunan perumahan, dampak, lingkungan, masyarakat
Analisis Geomorfologi dan Oseanografi untuk Identifikasi Tipologi Pulau Kecil: Studi Kasus di Kepulauan Maluku Utara dan Karimunjawa Bachtiar Wahyu Mutaqin; Diki A. Amanatulloh; Taufik Budi Waskita; Muh Aris Marfai; Muhammad Nadafa Isnain; Mulyadi Alwi; M. Rokhis Khomarudin
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12459

Abstract

AbstractSmall islands in Indonesia have a vital role in developing social, economic, cultural, environmental, and national sovereignty. On the other hand, small islands are also very vulnerable to natural disasters and dynamics and/or human activities. Threats and disasters that exist on small islands can vary according to the characteristics and typology of the island. This study aims to identify the typology of small islands by utilizing geospatial data to analyze geomorphological parameters, including morphology, materials, processes, and oceanographic parameters such as the presence of coral reef ecosystems. The method in this research is divided into three stages, namely pre-field, field measurement, and post-field. Pre-field activities include formulating the characteristics of each island typology through literature studies and geospatial processing data, such as DEM and SPOT 7 satellite imagery, for the preparation of thematic maps. The field stage includes terrestrial surveys in the form of aerial photography, profiling, validation of interpretation results, and diving. The post-field step is carried out to process and analyze the results of the terrestrial survey conducted at the field stage. The analysis was carried out descriptively based on the results of data processing to determine the typology of the islands studied in this research case study. Based on the parameters that have been set and the results of field measurements, the islands of Mare and Tidore in the North Maluku Islands and Karimunjawa and Kemujan islands in the Karimunjawa Islands are categorized as small volcanic islands. Meanwhile, Cemara Besar Island in the Karimunjawa Islands is a small atoll island. Threats to small volcanic islands can be in the form of geological disasters such as earthquakes, volcanic eruptions, and tsunamis. On small atoll islands, the threat that lurks is related to the lack of freshwater and the physical-morphological dynamics of the island, which is strongly controlled by hydro-oceanographic characteristics.Keywords: geospatial, small volcanic island, small atoll island, morphology, disaster. AbstrakPulau-pulau kecil di Indonesia memiliki peranan vital dalam pengembangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan kedaulatan bangsa. Di sisi lain, pulau kecil juga sangat rentan terhadap bencana maupun perubahan alam dan/atau aktivitas manusia. Ancaman dan bencana yang ada di pulau kecil dapat berbeda-beda mengikuti karakteristik dan tipologi pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi tipologi pulau kecil dengan memanfaatkan data geospasial dalam analisis parameter geomorfologi yang meliputi morfologi, material, proses, serta parameter oseanografi seperti keberadaan ekosistem terumbu karang. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pra lapangan, pengukuran lapangan, dan pasca lapangan. Kegiatan pra lapangan meliputi perumusan karaketristik masing-masing tipologi pulau melalui studi literatur serta pengolahan data geospasial, seperti DEM dan citra satelit SPOT 7, untuk penyusunan peta tematik. Tahap lapangan meliputi survei terestris berupa pengambilan foto udara, profiling, validasi hasil interpretasi, dan penyelaman. Tahap pasca-lapangan dilakukan untuk mengolah dan menganalisis hasil survei terestris yang dilakukan pada tahap lapangan. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil pengolahan data untuk menentukan tipologi pulau-pulau yang dikaji dalam studi kasus penelitian ini. Berdasarkan pada parameter yang telah ditetapkan dan hasil pengukuran lapangan, maka Pulau Mare dan Tidore di Kepulauan Maluku Utara serta Pulau Karimunjawa dan Kemujan di Kepulauan Karimunjawa dikategorikan sebagai pulau kecil vulkan. Sedangkan Pulau Cemara Besar di Kepulauan Karimunjawa merupakan pulau kecil atol. Ancaman bagi pulau kecil vulkan dapat berupa bencana geologi seperi gempabumi, erupsi gunungapi, dan tsunami. Pada pulau kecil atol, ancaman yang mengintai berkaitan dengan minimnya sumberdaya air tawar dan dinamika fisik-morfologi pulau yang sangat dikontrol oleh karakteristik hidro-oseanografi.Kata kunci: geospasial, pulau kecil vulkan, pulau kecil atol, morfologi, kebencanaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6