cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX A pada Materi Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar di MTsN Hulu Sungai Utara Elya Sukaisih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5124

Abstract

Permasalahan pada pembelajaran matematika di sekolah, khususnya MTsN 1 Hulu Sungai Utara adalah hasil belajar siswa yang rendah, demikian juga efektivitas guru dalam pembelajaran yang belum optimal. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan karena kegiatan belajar mengajar matematika di kelas tidak melibatkan siswa, siswa terbiasa hanya mendengarkan dan mencatat penje­lasan dari guru. Kurang bervariasinya metode dan model pembelajaran yang digu­nakan guru menyebabkan siswa tidak aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran TGT diharapkan dapat menjadi salah satu solusi guna mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di MTsN 1 Hulu Sungai Utara dengan subjek penelitian kelas IX A yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 12 perempuan.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Terdapat dua kali pertemuan dalam setiap siklus. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru serta tes tertulis. Tes hasil belajar dan teknik observasi digunakan untuk mengumpulkan data, sedangkan teknik persentase digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan mengajar guru lebih aktif dan kreatif, serta keaktifan belajar siswa semakin meningkat. Selain itu terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan mengggunakan model TGT. Hasil ini diketahui dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 70,58 pada siklus I menjadi 75,77 pada siklus II, serta meningkatnya ketuntasan belajar siswa dari 69% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Kata Kunci: Model Pembelajaran TGT, hasil belajar siswa
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Adobe Flash Cs3 pada Materi Bangun Ruang Balok untuk Siswa SMP/MTS Kelas VIII Harja Santanapurba; Devy Hidayanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5097

Abstract

Dunia pendidikan Indonesia dituntut menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Namun, masih banyak pembelajaran yang belum menggunakan media berbasis teknologi yang diharapkan dapat membantu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran matematika berbasis Adobe Flash CS3 pada materi bangun ruang balok pada siswa SMP/MTs kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development. Kelayakan Media Pembe­lajaran dinilai oleh dua orang ahli materi dan ahli media, serta 13 siswa kelas VIII. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran matematika berbasis Adobe Flash CS3 yang dikembangkan bisa dikatakan sangat layak. Hal ini bisa dilihat dari hasil penilaian ahli materi, ahli media, dan respon siswa mengenai tingkat kelayakan media berdasarkan kriteria/indikator yang telah ditentukan. Penilaian oleh: 1) ahli materi pada aspek kualitas instruksional memperoleh skor 79,17% dan aspek kualitas isi dan tujuan adalah 87,08% dengan kategori masing-masing sangat layak, 2) ahli media mencapai skor 82,81% yang termasuk dalam kategori sangat layak, dan 3) penilaian respon siswa memperoleh skor 83,83% yang termasuk kategori sangat layak. Proses pengembangan media pembelajaran mate­matika melalui tiga tahapan yaitu: 1) pendefinisian (define) berupa analisis kuri­kulum, analisis karakteristik peserta didik, analisis materi, dan merumuskan tujuan, 2) perancangan (design) berupa menyusun materi, menyusun kisi-kisi instru­men penilaian kelayakan media, serta membuat media pembelajaran, dan 3) pengem­bangan (development) berupa validasi yang dilakukan oleh sejumlah vali­dator dan siswa dengan menyerahkan angket untuk mengetahui penilaian media pembe­lajaran yang dikembangkan.
Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Pendekatan Matematika Realistik Angga Putra Priatmoko; Karim Karim; R. Ati Sukmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5125

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut peran pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan intelektual tinggi. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika adalah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2006 yang menekankan bahwa melalui pembelajaran matematika dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan dapat mengembangkan kemam­­­puan berpikir kreatif siswa adalah pendekatan matematika realistik. Pene­litian ini bertujuan untuk mengetahui melalui pendekatan matematika realistik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek siswa kelas VII SMP Negeri 21 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pene­rapan pendekatan matematika realistik dalam pembelajaran matematika dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa.  Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif, pendekatan matematika realistik
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik Zulkipli Zulkipli; Hidayah Ansori
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5118

Abstract

Pemecahan masalah di sekolah merupakan suatu kemampuan yang harus dikuasai agar siswa dapat menuju kepada pemahaman matematika yang memung­kinkan mereka untuk melihat hubungan antar konsep agar dapat memilih strategi untuk merancang solusi. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) kemampuan peme­cahan masalah matematis peserta didik yang belajar menggunakan pendekatan matematika realistik (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran langsung (3) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan pende­katan pendidikan matematika realistik dan siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini  adalah semua siswa kelas VII A dan kelas VII B SMP Muham­madiyah 1 Banjarmasin. Teknik analisis yang digunakan melalui uji beda terhadap hasil posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan pendekatan matematika realistik berada pada kategori baik (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung berada pada kategori cukup (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemam­puan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan pendekatan matematika realistik dan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran langsung.Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, matematika realistik.
Pengembangan Buku Siswa dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Juhairiah Juhairiah; Agni Danaryanti; R. Ati Sukmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5129

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku siswa dalam bentuk modul pada materi persamaan linear satu variabel dengan pendekatan kontekstual dengan kriteria valid. Metode peneitian yang digunakan adalah penelitian pengem­bangan dengan model pengembangan oleh Thiagarajan, Semmel, and Semmel, dengan 4 fase yaitu pendefinisian, pendesainan, pengembangan, dan penye­baran produk. Penelitian ini terbatas sampai fase ketiga yaitu pengembangan, tanpa penyebaran produk. Kriteria kevalidan buku siswa didasarkan pada penilaian validitas oleh 5 orang ahli dalam bidang pendidikan matematika. Selain validitas, respon siswa terhadap buku yang dikembangkan juga dinilai menggunakan kuesioner yang diberi­kan kepada 6 orang siswa dengan kemampuan yang berbeda. Hasil penilaian validitas oleh validator menunjukkan bahwa buku yang dikembangkan valid dan berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa buku yang dikembangkan menda­patkan respon positif dari siswa. Kata kunci: buku siswa, pendekatan kontekstual, persamaan linear satu variabel, valid
Pengembangan Media “Card 24” pada Siswa SD Kelas V dalam Operasi Hitung Bilangan Bulat Alfian Mucti; Maharani Izzatin; Nurmala R
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5119

Abstract

Media “Card 24” merupakan media pembelajaran matematika pada operasi hitung campuran. Metode yang digunakan adalah metode R&D: (1) studi penda­huluan yang meliputi: potensi dan masalah, pengumpulan informasi, (2) tahap studi pengembangan meliputi: desain, validasi, revisi desain serta uji coba, dan (3) tahap evaluasi. Media “Card 24” dinyatakan valid yang ditunjukkan dengan penilaian isi oleh ahli media untuk aspek penyajian dengan rata-rata skor 3,21 pada kategori “valid”, aspek grafik skor 2,92 kategori “valid”. Selanjutnya respon positif siswa dengan skor 3,63 dan presentase 90,74% sehingga produk termasuk kategori sangat baik.Kata Kunci : Media Card ”24”, R&D, operasi hitung
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation dalam Pembelajaran Matematika untuk Membina Karakter Kreatif dan Tanggung Jawab Chairil Faif Pasani; Fista Damayanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5094

Abstract

Sekarang ini nilai-nilai karakter semakin memudar, sehingga pendidikan karakter perlu diterapkan salah satunya melaui pendidkan sekolah khususnya karakter kreatif dan tanggung jawab. Model pembelajaran group investigation adalah model yang dapat membina karakter kreatif dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah membina karakter kreatif dan tanggung jawab serta memperbaiki hasil belajar siswa dengan mengunakan penerapan model pembelajaran group investi­gation dan menganalisis hubungan antara karakter kreatif dan tanggung jawab dengan hasil belajar. Metode penelitiannya adalah quasi eksperimen. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIIIB SMPN 1 Banjarmasin. Teknik mengumpulkan data dengan observasi kelas dan tes uraian. Teknik penyelidikan data fakta dengan memakai statistika penjabaran dan inferensial. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran group investigation dapat membina karakter kreatif dan tanggung jawab siswa serta bisa memperbagus nilai siswa, ada kaitan antara perilaku  kreatif dan tanggung jawab dengan nilai siswa.Kata Kunci: group investigation; kreatif; tanggungjawab
Implementasi Model Pembelajaran Visual-Auditori-Kinestetik (VAK) pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas VII E MTsN Mulawarman Banjarmasin Rahmita Noorbaiti; Noor Fajriah; R. Ati Sukmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5130

Abstract

Setiap siswa adalah unik atau berbeda satu sama lain. Salah satu keunikan tersebut yaitu gaya belajar masing-masing siswa. Gaya belajar merupakan kecen­derungan seseorang dalam memperoleh dan menciptakan pengalaman dan terkait dengan indera yang dimiliki. Gaya belajar dibagi menjadi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik atau dikenal dengan VAK. Oleh karena itu, di antara tugas guru adalah merancang pembelajaraan yang dapat mengakomodasi ketiga gaya belajar VAK. Atas dasar tersebut, maka dilaksanakan penelitian mengenai implementasi (penerapan) model pembelajaran VAK dengan tujuan mengetahui respon dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran dengan model VAK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang terdiri dari 6 kali pertemuan pem­belajaran dan 1 kali pertemuan untuk evaluasi hasil belajar yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajarannya, hasil belajar siswa, serta respon siswa terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII E MTsN Mulawarman Banjarmasin sejumlah 34 orang. Objek dalam pene­litian adalah hasil belajar serta respon siswa terhadap model pembelajaran VAK pada pokok bahasan perbandingan dan aritmatika sosial. Teknik pengumpulan data meng­gunakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa dan angket untuk mengukur respon siswa. Teknik analisis data meng­gunakan perhitungan nilai rata-rata hasil belajar sis­wa dan persentase. Data yang diperoleh selama pene­litian menunjukkan bahwa melalui imple­mentasi model pembelajaran VAK hasil bela­jar siswa pada pelajaran matematika di kelas VII E MTsN Mulawarman Banjarmasin berada pada kualifikasi amat baik. Subjek penelitian yang dalam penelitian ini siswa kelas VII memberikan respon positif terhadap pembe­lajaran matematika dengan menggunakan model VAK. Kata kunci: gaya belajar VAK, model pembelajaran VAK, hasil belajar, respon siswa
Kemampuan Komunikasi Matematis dan Karakter Tanggung Jawab Siswa dalam Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Quick on The Draw di Kelas VIII R. Ati Sukmawati; Nesvihani Nesvihani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5120

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi mate­matis dan karakter tanggung siswa kelas VIII dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw, serta menganalisis ada atau tidaknya hubungan antara karakter tanggung jawab dengan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw di kelas VIII. Penelitian menggunakan metode pree­­ksperimen, dengan populasi siswa kelas VIII, sedangkan sampelnya siswa kelas VIII-B.Teknik mengumpulan data memakai tes, dokumentasi serta observasi. Ana­lisis data memakai persentase, rata-rata, dan uji korelasi. Hasil penelitian mem­perlihatkan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw  memiliki kemampuan komunikasi matematis dalam kualifikasi cukup, sedangkan karakter tanggung jawabnya berada dalam kualifikasi sudah ber­kembang. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara karakter tanggung jawab dan kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw, kemampuan komunikasi matematis, karakter tanggung jawab
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dalam Pembelajaran Matematika untuk Membina Karakter Kreatif dan Tanggung Jawab Siswa Normakiyah Normakiyah; Chairil Faif Pasani; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5096

Abstract

Pendidikan karakter perlu diterapkan di sekolah khususnya karakter kreatif dan tanggung jawab. Model Pembelajaran kooperatif tipe scramble merupakan salah satu model yang dapat membina karakter kreatif dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk membina karakter kreatif dan tanggung jawab serta mendeskrip­sikan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble. Metode penelitiannya adalah quasi eksperimen dengan desain equivalent time series. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII I SMPN 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan  observasi dan tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe scramble dapat membina karakter kreatif dan tanggung jawab serta dapat mengubah hasil belajar menjadi lebih baik dan terdapat hubungan antara karakter kreatif dan tanggung jawab dengan hasil belajar.Kata kunci: scramble; kreatif; tanggung jawab

Page 1 of 2 | Total Record : 12