cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH PENYELESAIAN POLYA Nur Rofi'ah; Hidayah Ansori; Siti Mawaddah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7379

Abstract

Soal cerita matematika seringkali dianggap sulit oleh para siswa, sehingga seringkali terdapat banyak kesalahan yang dibuat oleh siswa dalam menjawab soal cerita matematika. Tujuan dari penetian ini adalah menganalisis jenis kesalahan yang dibuat oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjarmasin Tengah merupakan Populasi dari penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling sehingga diambil sampel dari lima sekolah dengan jumlah 422 siswa. Teknik pengumpulan data memakai tes soal uraian serta dianalisis berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Data dianalisis menggu­nakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Tengah dalam menyelesaikan soal cerita materi Aritmatika Sosial berdasarkan langkah penyelesaian Polya yaitu kesalahan memahami masalah termasuk ke dalam kesalahan dengan kategori kecil. Sedangkan, kesalahan menyu­sun rencana, kesalahan menyelesaikan perencanaan, dan kesalahan memeriksa kembali termasuk ke dalam kesalahan dengan kategori cukup tinggi.Kata kunci: analisis kesalahan, soal cerita matematika,langkah penyelesaian Polya.Abstract: Mathematical word problems are often considered difficult by students, so there are many mistakes made by students in answering mathematical word problems. The research aim is to analyze the types of errors made by students in solving mathematical word problems based on Polya's completion steps. This research uses descriptive research method with quantitative approach. VII grade students of SMP Negeri in Central Banjarmasin District are the population of this study. Simple random sampling technique was used in the research so that five schools with a total 422 students had been choosen. Data collection techniques used test (essay questions) and it was analyzed based on Polya's completion steps. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that there were four types of errors made by VII grade students of SMP Negeri in Central Banjarmasin District in solving mathematical word problems about Social Arithmetic based on Polya's completion steps, namely error in understanding problems included in errors with small categories. Meanwhile, error in planning, error in completing plans, and error in re-checking are included in the errors with a fairly high category. Keywords: error analysis, mathematical word problems, Polya's completion steps
PENGARUH PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP MENGGUNAKAN PERMASALAHAN OPEN-ENDED Nadya Rizky Amalia; Noor Fajriah; Asdini Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7378

Abstract

Salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan pada zaman sekarang adalah berpikir kreatif. Kenyataannya, siswa enggan menyampaikan penyelesaian selain yang dicontohkan oleh guru ketika diberi masalah. Salah satu pendekatan yang dirancang dengan melibatkan siswa langsung untuk menyampaikan alternatif-alternatif jawaban dalam menyelesaikan masalah adalah Pendekatan Scientific Berbasis Masalah Open-Ended. Penelitian ini ditujukan untuk (1) mendeskripsikan  kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas yang diterapkan pendekatan scientific berbasis masalah open-ended, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas yang diterapkan pendekatan scientific, dan (3) menganalisis pengaruh pendekatan scientific terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan permasalahan open-ended. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment Design dengan teknik purposive sampling. Populasi yang digunakan ialah seluruh siswa kelas 8 SMP Negeri 14 Banjarmasin, sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas VIII-D dan kelas VIII-E sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan berpikir kreatif siswa yang diterapkan pendekatan scientific berbasis masalah open-ended di SMP Negeri 14 Banjarmasin berada pada tingkat cukup kreatif, (2) Kemampuan berpikir kreatif siswa yang diterapkan pendekatan scientific di SMP Negeri 14 Banjarmasin berada pada tingkat kurang kreatif, dan (3) Pendekatan scientific dengan menggu­nakan masalah open-ended berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Banjarmasin. Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, pendekatan scientific, masalah open-ended. Abstract: One of the skills that needs to be developed today is creative thinking. In fact, students are reluctant to present solutions that were different with the teacher’s examples when they were given problems. One of the approaches designed by involving students directly to present alternative solutions in solving problems is the Open-Ended Scientific Problem-Based Approach. This study aims to (1) describe the students’ creative thinking ability in the classroom that applied an open-ended problem-based scientific approach, (2) describe the students' creative thinking ability in the classroom that were applied a scientific approach, and (3) analyze the influence of scientific approaches to students’ creative thinking ability by using open-ended problems. This research uses Quasi Experiment Design method with purposive sampling technique. The population used was all 8th grade students of SMP Negeri 14 Banjarmasin, while the samples were grade VIII-D and grade VIII-E students as the experimental and the control group respectively. The results of the research show that: (1) students’ creative thinking ability  in the classroom that applied an open-ended problem-based scientific approach in SMP Negeri 14 Banjarmasin were at a sufficiently creative level, (2) the students' creative thinking ability in the classroom that were applied a scientific approach in SMP Negeri 14 Banjarmasin were at a less creative level, and (3) the scientific approach using open-ended problems has an effect on students' creative thinking ability in SMP Negeri 14 Banjarmasin. Keywords: creative thinking abilities, scientific approach, open-ended problems.
ANALISIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS SISWA SMP DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Mardhiyah Nur Afifah; Firdha Nor Septiarini; Firyal Hasna Afifah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP yang ditinjau dari perbedaan gender dengan mengukur beberapa kemampuan HOTS diantaranya menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasikan. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verivikasi. Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa dengan kategori 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan cenderung melakukan kesalahan dalam menganalisis dan mengkreasikan dalam menjawab pertanyaan dengan persentase menganalisis sebesar 70%, dan mengkreasikan dengan persentase 66%, sedangkan pada siswa laki-laki cenderung melakukan kesalahan dalam mengevaluasi pertanyaan yang ada dengan persentase sebesar 60%, dikarenakan banyak dari sebagian siswa laki-laki salah dalam menjawab pernyataan dari soal yang diberikan. Kata Kunci: HOTS, Gender, Siswa SMPAbstract: This study aims to describe the higher order thinking skill of junior high school students in terms of gender differences by measuring some HOTS abilities including analyzing, evaluating and creating. This type of research is descriptive qualitative research and uses data analysis techniques by data reduction, data presentation, and verification. The subjects of this study were 20 students in the category of 10 male students and 10 female students. The results showed that female students tended to make mistakes in analyzing and creating answers to questions with a percentage of analysis of 70%, and created with a percentage of 66%, while male students tended to make mistakes in evaluating existing questions with a percentage of 60%, because many of the male students are wrong in answering statements from the questions given. Keywords: HOTS, Gender, Junior High School Students
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA MATAKULIAH ALJABAR LINIER Siti Inganah; Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.7496

Abstract

Pembelajaran pada perguruan tinggi perlu memberikan banyak ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide dan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu tolak ukur ketercapaian terhadap pembelajaran mahasiswa adalah hasil belajar. Oleh karena itu, peningkatan hasil belajar mahasiswa merupakan fokus tujuan yang akan dicapai melalui guided discovery learning pada matakuliah aljabar linier. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar mahasiswa melalui guided discovery learning. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah kualitatif berjenis Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: melakulan analisis permasalahan, studi literatur, pelaksanaan penelitian, analisis data, kesimpulan dan pelaporan. Subjek penelitian ini adalah satu kelas mahasiswa angkatan tahun kedua Jurusan Pendidikan Matematika yang berjumlah 40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan guided discosvey learning, jumlah mahasiswa yang mendapatkan minimal nilai tuntas pada siklus kedua mengalami peningkatan dibandingkan jumlah mahasiswa yang mendapatkan minimal nilai tuntas pada siklus kedua. Peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai di atas nilai yang telah ditetapkan, yaitu 70, adalah sebanyak 10 % atau sejumlah 4 mahasiswa. Temuan penelitian tidak menunjukkan peningkatan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa, namun berdasar pengamatan observer dan peneliti, mahasiswa menunjukkan respon yang baik dan sikap kolaboratif dalam kegiatan kelompok pada pelaksanaan guided discovery learning. Kata kunci: Guided Discovery Learning, Hasil Belajar, Aljabar Linier Abstract: Learning in higher education also needs to provide plenty of space for students to develop ideas and be always active in learning activities. One of the benchmarks for the achievement of student learning is learning outcomes. Therefore improving student learning outcomes is the focus of the goal to be achieved through guided discovery learning in linear algebra courses. The purpose of this study is to improve student learning outcomes through guided discovery learning. The research approach taken is a qualitative Classroom Action Research. The research was carried out with the following steps: carrying out problem analysis, literature study, research implementation, data analysis, conclusions, and reporting. The subjects of this study were a class of second-year students of the Department of Mathematics Education totaling 40. The results showed that by using guided discovery learning, the number of students who received a minimum grade point completion in the second cycle had increased compared to the number of students who received a minimum grade point score in the first cycle. Increasing the number of students who get a value above the predetermined value, which is 70, is as much as 10% or a number of 4 students. The findings of the study did not show a significant increase in student learning outcomes, but based on observer's and researchers' observations, students showed good responses and collaborative attitudes in group activities on guided discovery learning.Keywords: Guided Discovery Learning, Learning Outcomes, Linear Algebra
MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ngesti Handayani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.6931

Abstract

Kurang percaya diri merupakan salah satu hambatan dalam pembelajaran yang dapat berimbas pada kurang aktifnya siswa selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangan nilai percaya diri; dan 2) perkembangan hasil belajar siswa kelas XII Akuntansi 1 dalam pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyeknya adalah siswa kelas XII Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari Tahun Pelajaran 2018/2019 sebanyak 36 orang. Data penelitian ini diperoleh melalui pengamatan dan tes. Data kualitatif dari hasil pengamatan dianalisa dengan teknik deskriptif secara naratif di samping teknik prosentase, sedangkan data kuantitatif hasil test dianalisa dengan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada materi Logika Matematika, terdapat peningkatan nilai percaya diri siswa di setiap pertemuan, baik di Siklus I maupun Siklus II. Ini menunjukkan adanya perkembangan nilai percaya diri siswa; (2) Rata-rata hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan di siklus I mencapai 58,33 dengan kualifikasi cukup, sedangkan di siklus II rata-rata hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan mencapai 71,33 dan pada ranah keterampilan mencapai 67,53, keduanya berada pada kualifikasi baik. Pencapaian ini telah memenuhi indikator keberhasilan dalam penelitian ini.  Kata Kunci: Percaya Diri, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share, Logika Matematika.Abstract:  Lacking of confidence is one of obstacles in their experiences that exert influence at less activation of students in learning activities. The goals of this research are to know: 1) the progress of confidence value; and 2) the progress of learning outcomes grade XII Accounting-1 students in mathematics subject by method Cooperative Learning type Think Pair Share. This survey applied classroom action research undertaken in two cycles. Research subjects are XII Accounting-1 students in SMK N 1 Pelaihari school period 2018/2019, totaling 36 persons. The datas has been collected through observation and test. Qualitative datas from observation were naratively analized by either descriptive or procentage techniques, whereas qualitative datas from test were analized by descriptive statistics. The research showed that (1) by method Cooperative Learning type Think Pair Share on Logic Math subject, the students confidence value increased in every session, both at cycle I and cycle II. This method had proven the progress of students confidence value; (2) the average cognitive learning outcomes of students at cycle I as given 58,33 in sufficient qualification, the average cognitive learning outcomes of student at cycle II as given 71,33 and psychomotor learning outcomes as given 67,53, both are in good qualification. This achievement had fulfilled research  indicators.  Keywords: Confidence, Cooperative Learning type Think Pair Share, Math Logic.
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA MASTER TRIGONOMETRI TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Ichda Nur Fitria Fatmi; Wiwin Sri Hidayati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.8325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dengan media master trigonometri terhadap pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pre-experimental the one group pretest-posttest design. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar tes pretest-posttest. Teknik analisis data hasil tes yaitu menggunakan uji-t. Hasil penelitian pretest-posttest siswa menunjukkan nilai thitung= –2,812 dengan taraf signifikansi 5% dan batas penolakan hipotesis nol adalah ttabel = 2,0452, sehingga |-2,812| > 2,0452 atau |thitung| > ttabel. Oleh karena itu, H0 ditolak atau ada perbedaan kemampuan menyelesaikan masalah matematika siswa antara sebelum dan sesudah menerapkan model PBL dengan media master trigonometri. Oleh karena itu, penerapan PBL dengan media master trigonometri efektif terhadap kemampuan menyelesaikan masalah matematika siswa. Kata kunci: Model Problem Based Learning, Media Master Trigonometri, Pemecahan Masalah Matematika Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model with trigonometric masters media on students' mathematical problem solving. The type of research is a quantitative study with a pre-experimental the one group pretest-posttest design. The data collection method is the test method. The research instrument used the pretest-posttest test sheet. The data analysis technique is the t test. The results pretest-posttest of students showed the value of tcount = -2,812 with a significance level of 5% and the rejection limit of the null hypothesis is ttable = 2,0452, so |-2,812| > 2,0452 atau |tcount| > ttable. Therefore H0 is rejected or there is differences in students' mathematical problem solving abilities between before and after applying the PBL model with trigonometric master media. Therefore, the application of PBL with trigonometry master media is effective on students' mathematical problem solving abilities. Keywords: Problem Based Learning Model, Trigonometry Media Master, Mathematical Problem Solving
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS WINDOW SHOPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KONSEP HIMPUNAN PADA KELAS VII C SMPN 3 HULU SUNGAI TENGAH Rusnida Erliyanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7205

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena aktivitas saintifik peserta didik dalam kegiatan pembelajaran belum optimal (70% aktif) dan hasil belajar konsep himpunan belum tuntas klasikal (65% tuntas). Alternatif pemecahan masalah dalam penelitian ini melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis Window Shopping dapat memacu aktivitas saintifik peserta didik. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah menerapkan pendekatan saintifik berbasis Window Shopping untuk meningkatkan hasil belajar konsep himpunan dan aktivitas saintifik peserta didik, serta mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan saintifik berbasis Window Shopping. Subjek penelitian ini adalah 24 orang peserta didik kelas VII C SMPN 3 HST Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan berlangsung dalam 2 siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil belajar diperoleh melalui evaluasi, aktivitas peserta didik diperoleh dari lembar observasi aktivitas saintifik peserta didik, dan pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan saintifik berbasis Window Shopping dapat meningkatkan hasil belajar konsep himpunan, meningkatkan aktivitas saintifik peserta didik dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru. Kata kunci: Pendekatan saintifik, window shopping, hasil belajar, himpunan Abstract: This research was conducted because the scientific activities of students in learning process were not optimal (70% active) and the students’ learning achievement of set concept is incomplete classically (65% complete). Alternative solution for the problems in this research is through the application of a window shopping-based scientific approach that can stimulate students’ scientific activities. The purposes of this classroom action research are to apply a window shopping-based scientific approach to improve the students’ learning achievement of set concept and student’s scientific activities, as well describe the implementation of learning through a window shopping-based scientific approach. The subjects in this study were 24 students of grade VII C  SMPN 3 HST in the academic year 2019/2020. This research is a classroom action research in 2 cycles with four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. Students’ learning achievement data are obtained through evaluation, students’ activities are obtained from students’ scientific activity observation sheet, and learning activities are obtained from learning implementation observation sheets. The results showed that scientific approach based on window shopping can improve the students’ learning achievement of set concepts, increase students’ scientific activity and improve the implementation of learning by the teachers. Keywords: Scientific approach, window shopping, learning achievement, set
Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Siswa melalui Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Number Head Together Sumartono Sumartono; Heza Sridevi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2579

Abstract

Membina karakter tanggung jawab terhadap peserta didik dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika. Pada penelitian ini peneliti menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) yang diharapkan dapat mengembangkan karakter tanggung jawab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengembangkan karakter tanggung jawab siswa menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT), (2) hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran Number Head Together (NHT), (3) hubungan antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang tidak sebenarnya (Pre Experimental Design). Jenis design yang digunakan adalah One-Shot Case Study sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X B Tata Niaga SMK Negeri 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014 yang berjumlah 75 siswa, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X B Tata Niaga SMK Negeri 1 Banjarmasin yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis persentase lalu dilanjutkan dengan analisis varians, uji tukey, uji Normalitas, uji t dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) efektif dalam mengembangkan karakter tanggung jawab siswa, (2) penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,947 antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Adapun persamaan regresinya adalah Y = 11,441 + 0,929X dengan X menyatakan nilai karakter tanggung jawab siswa dan Y menyatakan hasil belajar siswa.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI SISWA SMP NEGERI DI KECAMATAN BANJARMASIN UTARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 R. Ati Sukmawati; Syefira Salsabila
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4632

Abstract

Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika yaitu memiliki kemam­puan memecahkan masalah suatu masalah. Salah satu pelajaran yang dipercaya dapat meng­ukur kemampuan pemecahan masalah siswa adalah geometri karena banyak membahas tentang benda-benda, definisi, simbol dan gambar yang dapat dijadikan ide atau gagasan oleh siswa. Penelitian yang dilakukan guna untuk menge­tahui bagai­­mana kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam matema­tika pada siswa SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara dan mendapatkan gam­ba­ran ten­tang kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini memakai metode des­kriptif. Populasi penelitiannya yaitu seluruh SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara, sedangkan sampel penelitiannya adalah SMP Negeri 27 Banjar­masin dan SMP Negeri 32 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik sampel acak bertujuan, yakni dengan memilih sekolah yang memiliki kurikulum KTSP dan KKM matematika sama yaitu 75. Pengumpulan data dilakukan dengan mengguna­kan tes, yakni beru­pa soal uraian dan dianalisis. Hasil dari penelitian memperlihatkan (1) kemampuan pe­me­cahan masalah geometri siswa SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara tahun pelajaran 2016/2017 berada pada kualifikasi baik (2) rata-rata nilai akhir dari seluruh siswa berada di atas nilai KKM yang ditentukan sekolah (3) dari hasil uji beda satu arah dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh kesimpulan tidak ada perbe­daan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara.Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, geometri
IMPLEMENTASI MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI KELAS X MIA-1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Rahimmiptahuddin Rahimmiptahuddin
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5684

Abstract

Penelitian penggunaan model guided discovery learning pada materi trigo­no­metri bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, peningkatan akti­vitas siswa, peningkatan hasil belajar kognitif siswa, peningkatan hasil belajar afektif sis­wa, dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian yang dila­ku­kan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Masing-ma­sing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan eva­luasi, serta analisis dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA-1 dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan strategi pembelajaran guided discovery learning dapat meningkatkan: (1) aktivitas guru dari kategori baik pada siklus I menjadi kategori sangat baik pada siklus II; (2) aktivitas siswa dari kategori cukup aktif pada siklus I menjadi kategori sangat aktif pada siklus II; (3) hasil belajar siswa kognitif siswa dari 68,26 pada siklus I menjadi 80,97 pada siklus II; (4) hasil belajar afektif siswa dari kategori kurang baik pada siklus I menjadi kategori baik pada siklus II; (5) kemampuan pemecahan masalah siswa dari kategori cukup baik pada siklus I menjadi baik pada siklus II. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menggunakan model guided discovery learning pada materi trigonometri dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kata kunci: guided discovery learning, hasil belajar siswa, pemecahan masalah, trigonometri.