cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
KEMAMPUAN NUMBER SENSE SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI BANJARMASIN TIMUR BERDASARKAN GAYA BELAJAR Luthfia Niswah; Siti Mawaddah; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5680

Abstract

Number sense dapat dideskripsikan sebagai kepekaan seseorang terha­dap bilangan. Number sense akan meningkat pada diri seseorang seiring bertam­bahnya pengetahuan dan pengalaman dalam belajar. Belajar akan meningkatkan pengetahuan kita tentang suatu hal, dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar siswa memiliki cara yang berbeda-beda. Ada yang mudah menerima informasi ada juga yang sulit.  Hal ini berkaitan dengan cara belajar siswa yang satu dengan siswa lainnya berbeda. Cara belajar ini yang dimaksud gaya belajar. Gaya belajar ialah satu diantara karakteristik individu. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur tahun pelajaran 2017/2018, (2) mengetahui adanya perbedaan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur berdasarkan gaya belajar tahun pelajaran 2017/2018. Metode deskriptif merupakan metode yang dipilih peneliti. Seluruh siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur merupakan populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga diambil tiga sekolah yaitu SMPN 14 Banjarmasin, SMPN 22 Banjarmasin, dan SMPN 30 Banjarmasin. Data dikumpulkan dengan cara memberikan tes serta angket. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif serta statistika inferensial. Hasil dari penelitian adalah (1) kemampuan number sense siswa kelas VII SMP Negeri di Banjarmasin Timur tahun pelajaran 2017/2018 berada pada kualifikasi cukup, (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur yang memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: kemampuan number sense, gaya belajar
Kecerdasan Logika-Matematika Berdasarkan Multiple Intelligences terhadap Kemampuan Matematika Siswa SMP di Banjarmasin Gilang Zulfairanatama; Sutarto Hadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v1i1.549

Abstract

Pengembangan kecerdasan hingga tingkat kompetensi yang memadai merupakan kunci utama multiple intelligences. Hal tersebut menjadi solusi bagi siswa dengan kecerdasan logika-matematika yang rendah agar dapat meningkatkan kemampuan matematikanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logika-matematika berdasarkan multiple intelligences terhadap kemampuan matematika pada siswa SMP di Banjarmasin tahun 2013. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan populasi yaitu kelas VIII pada SMPN 2, SMPN 9, SMPN 31, SMP Islam Sabilal Muhtadin, dan MTsN Mulawarman di Banjarmasin. Sampel dipilih satu kelas dari tiap sekolah secara acak. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) kecerdasan logika-matematika dalam kategori cukup,(2) kemampuan matematika dalam kategori cukup,(3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kecerdasan logika-matematika dan kemampuan matematika siswa. Kata kunci: multiple intelligences, kecerdasan logika-matematika, kemampuan matematika
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII A MTS RAHMANIYAH DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI LINGKARAN Heppi Sudarmawan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6825

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Number Heads Together (NHT) di kelas VIII A MTs Rahmaniyah pada materi lingkaran dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan meng­gunakan model spiral Kemmis dan McTaggart. Subjek dari penelitian ini sebanyak 20 orang siswa. Soal tes dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengambil data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa mencapai 65,00 % pada siklus I. Ketuntasan meningkat menjadi 80,00 % pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model pem­belajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A MTs Rahmaniyah pada materi lingkaran. Kata Kunci: Number Heads Together, Hasil Belajar, Lingkaran Abstract: The purpose of this study was to describe learning by applying the Number Heads Together (NHT) learning model in VIII A grade of MTs Rahmaniyah on circle material and to determine the improvement of student learning outcomes. The research conducted was classroom action research using the spiral model Kemmis and McTaggart. The subjects of this study were 20 students. Test questions and observation sheets are instruments used to retrieve research data. The results showed that the percentage of student completeness for circle material reached 65.00% in cycle I. The completeness increased to 80.00% in cycle II. These results indicate that the use of the NHT learning model can improve the learning outcomes of class VIII A MTs Rahmaniyah in circle material. Keywords: Number Heads Together, Learning outcomes, Circle.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII Hidayah Ansori; Lusyiana Wiwandari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.591

Abstract

: Pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan untuk menghadapi kehidupan di era modern dengan segala tuntutannya. Berpikir kreatif adalah proses atau kegiatan mendapatkan ide baru atau menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk mendapatkan pemahaman baru. Salah satu cara untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa adalah dengan pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Menurut Rusman (2012:232) model pembelajaran yang  menjadikan permasalahan sebagai starting point adalah model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari di kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Kata kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah Terstruktur dengan Bantuan LKS bagi Siswa Kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Pelaihari Riyanto Riyanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i1.624

Abstract

Pembelajaran yang perlu dikembangkan guru dan diminati siswa pada saat ini adalah pembelajaran yang inovatif dan kreatif.   Sehingga perlu diupayakan suatu model pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan semangat dan kreativitas siswa serta pembelajaran yang menyenangkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Berdasarkan pengamatan dan pengalaman bahwa hasil belajar matematika siswa kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran  di SMKN1 Pelaihari dari tahun ke tahun relatif rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat melalui metode pemberian tugas pekerjaan rumah terstruktur dengan bantuan LKS.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam adalah teknik  tes dan observasi. Instrumen yang digunakan berupa tes dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase dan rat-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dengan metode pembelajaran pemberian tugas PR terstruktur dengan bantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa, dan (2) penggunaan lembar kerja untuk membawa siswa agar aktif dalam belajar merupakan langkah yang efektif  untuk peningkatan hasil belajar bagi siswa yang mengambil program administrasi perkantoran.  Kata kunci : metode pembelajaran, PR terstruktur, LKS
Implementasi Model Pembelajran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Iskandar Zulkarnain; Kurnia Kurnia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2285

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika pada pendidikan menengah adalah agar siswa memiliki kemampuan penalaran matematis. Semakin tinggi tingkat penalaran yang dimiliki siswa, akan lebih memperlacar proses pembelajaran. Namun saat ini permasalahan yang dihadapi adalah siswa masih bergantung kepada apa yang diberikan oleh guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga siswa jarang menggunakan penalaran matematisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik dari  peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. 
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Quantum pada Materi Garis dan Sudut di SMPN 13 Banjarmasin Elli Kusumawati; Manopo Manopo
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2575

Abstract

Salah satu peran penting matematika adalah sebagai alat komunikasi. Matematika adalah bahasa. Sebagai bahasa, kemampuan komunikasi matematika sangat penting untuk menyampaikan ide, gagasan, dan pendapat. Hasil wawancara dengan guru pengajar mata pelajaran matematika kelas VII di SMPN 13 Banjarmasin, menunjukan bahwa pada materi garis dan sudut siswa sering melakukan kesalahan dalam penulisan simbol dan pengukuran sudut. Hasil observasi, peneliti menemukan terjadi banyak kesalahan penulisan simbol dan penyampaian ide/gagasan matematis di kelas VII A. Sebagai upaya perbaikan, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi garis dan sudut dengan model pembelajaran quantum dan untuk meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran di kelas VII A SMPN 13 Banjarmasin. Salah satu karakteristik pembelajaran quantum adalah memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna. Karena itu komunikasi dan aktivitas siswa menjadi sangat penting dalam model pembelajaran quantum. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMPN 13 Banjarmasin yang berjumlah 32 siswa dan objek penelitian adalah kemampuan komunikasi matematis siswa dan aktivitas siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, dokumentasi, dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes kemampuan komunikasi matematis. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif untuk menentukan keberhasilan penelitian berdasarkan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran quantum dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan aktivitas siswa pada materi garis dan sudut di kelas VII A SMPN 13 Banjarmasin tahun pelajaran 2015/2016.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP ALJABAR SISWA KELAS VII SMPN 1 GAMBUT Aulia Akhwan; Iskandar Zulkarnain; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7377

Abstract

Matematika berperan penting dalam kehidupan, karenanya perlu mengajarkannya kepada siswa di sekolah. Setiap siswa juga harus dapat memahami pelajaran matematika dengan benar. Pemahaman konsep dapat diartikan sebagai kompetensi dalam memahami dan melakukan prosedur secara efisien dan akurat. Tujuan penelitian ini untuk (1) memperoleh deskripsi kemampuan pemahaman konsep (KPK) aljabar siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Gambut; (2) memperoleh deskripsi kemampuan pemahaman konsep (KPK) aljabar siswa perempuan kelas VII SMPN 1 Gambut. Metode deskriptif digunakan pada penelitian ini dan siswa kelas VII SMPN 1 Gambut sebagai sampel penelitian. Dokumentasi dan tes digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis dengan persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) skor rata-rata KPK siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Gambut berada pada kategori kurang; dan (2) skor rata-rata KPK siswa perempuan kelas VII SMPN 1 Gambut berada pada kategori kurang. Kata kunci: pemahaman konsep, aljabar, siswa SMP Abstract: Mathematics plays an important role in life, so it is necessary to teach it to students in school. Every student must also be able to understand mathematics. Understanding the concept can be interpreted as competence in understanding and carrying out procedures efficiently and accurately. The aims of this study were to (1) obtain a description about concept comprehension ability (KPK) in algebra of male students in grade VII of SMPN 1 Gambut; (2) obtain a description about concept comprehension ability (KPK) in algebra for female students in grade VII of SMPN 1 Gambut. Descriptive method was used in this study and seventh grade students of SMPN 1 Gambut as a research sample. Documentation and test are used as data collection techniques. Data were analyzed with percentages and averages. The results showed that (1) the average score of the KPK for male students of grade VII in SMPN 1 Gambut was in the poor category; and (2) the average score of the KPK for female students in grade VII of SMPN 1 Gambut is in the poor category. Keywords: conceptual understanding, algebra, junior high school students
CLASSROOM MATHEMATICAL QUESTIONING SKILL (CMQS) MAHASISWA PRAKTIKAN MICRO TEACHING Febrian Febrian; Puji Astuti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah salah satu aspek kemampuan mengajar dikenal sebagai Classroom Mathematical Questioning Skill (CMQS) mahasiswa praktikan pada mata kuliah Micro Teaching semester genap tahun 2018 di Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini menggunakan observasi langsung sebagai teknik pengumpulan data pada aspek keterampilan mengajar. Untuk dapat mengukur CMQS sebagai satu dari banyak aspek keterampilan mengajar yang diteliti, digunakan teknik penilaian dengan lembar penilaian yang diisi pakar setelah melakukan observasi langsung. Data mentah dari lembar penilaian keterampilan mengajar diolah menggunakan analisis model RASCH pada aspek item measure, dan person-map item. Hasil analisis menunjukkan bahwa CMQS merupakan aspek mengajar tersulit bagi mahasiswa praktikan dengan item measure bernilai logit 2,52. Hanya 14,5% praktikan yang mampu menunjukkan kemampuan memuaskan dalam CMQS. Selanjutnya hasil analisis dan observasi langsung dijadikan landasan dalam mendeskripsikan CMQS mahasiswa praktikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa praktikan memiliki keterbatasan dalam memberikan pertanyaan bertipe high level dan sangat kurang sekali memberikan ruang bagi siswa untuk menjelaskan dan mengelaborasi secara mendalam jawaban atas pertanyaan yang diberikan praktikan. Kata kunci: CMQS, RASCH, analisis Abstract: This study aims to examine one aspect of teaching ability known as Classroom Mathematical Questioning Skills (CMQS) of practicing students on the Micro Teaching course on even semester of year 2018 in the Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Research with a descriptive qualitative approach used direct observation as a data collection technique on aspects of teaching skills. To be able to measure CMQS as one of the many aspects of teaching skills studied, an assessment technique was used with an assessment sheet that was filled in by experts after direct observation. The raw data from the teaching skills assessment sheet was processed using the RASCH model analysis on the item measure and person-map items. The analysis showed that CMQS is the most difficult aspect of teaching for practicing students with 2.52 logit measure items. Only 14.5% of the students were able to demonstrate satisfying abilities in CMQS. Furthermore, the results of the analysis and direct observation were used as a basis in describing the students practice CMQS. This study showed that practicing students have limitations in giving high level type questions and gave very little space for students to explain and elaborate in depth the answers to questions given by the practicing students themselves.. Keywords: CMQS, RASCH, analysis
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Eko Rahmad Bahrudin
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.6408

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman siswa SMP memahami konsep bangun datar ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Konsep yaitu ide abstrak untuk pengklasifikasian objek atau kejadian. Individu yang paham dengan konsep dapat menyatakan apakah objek tersebut termasuk dalam konsep yang dipahaminya atau tidak. Sikap individu dalam mengambil keputusan dipengaruhi oleh kebiasaan yang ada pada diri individu itu sendiri. Oleh karena itu, kepribadian memiliki peran dalam proses belajar siswa. Teori APOS merupakan teori konstruktivis yang mempelajari bagaimana konsep matematika terjadi. Teori APOS merupakan elaborasi dari konstruksi struktur mental yang disebut  Action, Process, Object, dan Schema. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian yaitu 2 siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Teknik pemilihan subjek dengan memberikan angket kepribadian dan tes penyelesaian soal. Instrumen utama adalah peneliti, sedangkan instrumen pendukung yaitu angket kepribadian dari Eysenck Personality Inventory (EPI) dan tes penyelesaian soal. Terdapat perbedaan antara tipe kepribadian ekstrovert dan introvert dalam memahami konsep bangun datar berdasarkan teori APOS, yaitu subjek ekstrovert hanya berhasil pada tahap Aksi. Sedangkan introvert berhasil pada tahap Aksi, Proses, dan Skema. Ekstrovert mudah menyerah dalam menyelesaikan permasalahan dan tidak menuliskan jawaban secara rinci. Introvert terlihat berhati-hati dalam menyelesaikan permasalahan dan mampu menuliskan jawaban secara lengkap. Kata kunci: konsep, kepribadian, APOS Abstract: This study aims to describe the understanding of Junior High School students on concept of plane figures based on extrovert and introvert personality types. Concepts are abstract ideas for classifying objects or events. Individuals who understand the concept can state whether the object is included in the concept that is understood or not. The attitude of the individual in making decisions is influenced by the habits that exist in the individual itself. Therefore, personality has a role in the learning process of students. APOS theory is a constructivist theory that studies how mathematical concepts occur. APOS theory is an elaboration of the construction of mental structures called Action, Process, Object, and Scheme. This Study is a qualitative descriptive study. Subjects in the study were two students with extrovert and introvert personality types. Subject selection techniques by providing personality questionnaires and problem solving tests. The main instrument is the researcher, while the supporting instrument is the personality questionnaire from the Eysenck Personality Inventory (EPI) and the problem solving test. There is a difference between extrovert and introvert personality types in understanding the concept of plane figures on APOS theory, extrovert subject only succeed at the Action stage. While introvert succeed at the Action, Process, and Scheme stages. Extrovert give up easily in solving problem and did not write down answers in detail. Introvert appear to be careful in solving problem and are able to write complete answers. Keywords: consepts, personality types, APOS