cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience" : 10 Documents clear
Perbandingan Kadar Kolagen Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dengan Cangkang Kerang Hijau (Mytilus viridis) di Bandengan, Kendal, Jawa Tengah Ariyanti Ariyanti; Melani Dewi; Alfenila Prasista Hapsari; Syukron Mashadi
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5795

Abstract

Kolagen merupakan komponen struktural utama jaringan ikat putih (white connective tissue) yang meliputi hampir 30% total protein pada organ tubuh vertebrata dan invertebrate. Kolagen adalah protein bermolekul besar, merupakan komponen utama penyusun kulit. Lebih dari 71% protein kulit adalah kolagen. Salah satu sumber kolagen yang dapat digunakan dan belum termanfaatkan adalah cangkang kerang darah dan cangkang kerang hijau. Adanya pendayagunaan kolagen yang berasal dari hewan yang hidup di air ini dapat menjadi alternatif yang menjanjikan, mengingat kolagen komersial biasanya diperoleh dari kulit sapi, kulit babi, atau kulit ayam. Populasi dalam penelitian ini adalah cangkang kerang darah (Anadara granosa)dan cangkang kerang hijau (Mytilus varidis) yang diambil dari tempat pelelangan ikan di Bandengan, Kendal. Sampel akan diberi perlakuan yang berbeda pada konsentrasi cairan penyari asam asetat dan waktu ekstraksi yang mana akan berpengaruh terhadap rendemen kolagen yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang dipakai adalah pra eksperimen berupa post only design/one shot case study yaitu perlakuan/intervensi telah dilakukan kemudian pengukuran. Penelitian dianalisa secara komparatif yaitu efektifitas asam asetat dan waktu perendaman dalam mempengaruhi hasil rendemen kolagen dari cangkang kerang darah dan cangkang kerang hijau. Data diolah dan dianalisa menggunakan spss dengan uji t-test. Kata Kunci:Anadara granosa, Mytilus varidis, kolagen Collagen is a major component of white connective tissue (white connective tissue) that covers nearly 30% of total protein in vertebrate organs and invertebrates. Collagen is a large molecular protein, a major component of the skin. More than 71% of skin protein is collagen. One source of collagen that can be used and not yet utilized is the shells of shells and shells of clam green. The use of collagen derived from animals that live in the air can be a promising alternative, given the usual commercial collagen of cowhide, pig skin, or chicken skin. The population in this study is the shell of blood clams (Anadaragranosa) and the shells of clam green (Mytilusvaridis) taken from the fish auction site in Bandengan, Kendal. Samples will be treated differently to the concentration of acetic acid dancer fluid and the extraction time which will affect the yield of collagen produced. The research design used was pre experiment. Only one case design/case study is treated/ intervened. The study was analyzed comparatively ie the effectiveness of acetic acid and the immersion time in yield of collagen yield from the shells and shells of clam greens. Data is processed and analyzed using spss with t-test. Keywords :Anadara granosa,Mytilus varidis, collagen
Uji Aktivitas Fraksi Petroleum Eter Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Sebagai Larvasida terhadap Nyamuk Aedes aegypti Desyana Nufus Sholeha; Muhamat Muhamat; Khoerul Anwar
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5790

Abstract

ABSTRAK Pemberantasan nyamuk Aedes aegypti merupakan solusi dalam mencegah penyakit demam berdarah (DBD). Penggunaan insektisida sintetik berdampak negatif terhadap lingkungan hidup. Masyarakat Marabahan Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) sebagai insektisida alami. Tujuan penelitian ini menjelaskan golongan senyawa yang ada pada fraksi petroleum eter daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.), menghitung LC 50 dan LC (Lethal Concentration) serta membuktikan aktivitas larvasida pada fraksi petroleum eter daun beluntas (Pluchea indica (L.)Less.) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Proses fraksinasi dengan pelarut petroleum eter melarutkan senyawa-senyawa yang bersifat kurang polar pada selubung sel dan dinding sel pada daun beluntas. Saponin dan tanin terdekteksi pada pengujian kualitatif kimia daun beluntas. Uji aktivitas larvasida dengan deretan konsentrasi 1500, 2000, dan 2500 ppm menggunakan larva Aedes aegypti instar III. LC50 fraksi petroleum eter daun beluntas sebesar 1907,83 ppm dan LC90 sebesar 2377,57 ppm. Fraksi petroleum eter daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) hanya dapat membunuh larva Aedes aegypti pada konsentrasi besar yang berarti tidak memiliki daya toksisitas sebagai larvasida. Kata kunci : Beluntas, Pluchea indica (L.) Less., petroleum eter, larvasida ABSTRACT Eradication of the mosquitoes Aedes aegypti is one of the solution to prevent dengue fever (DHF). The synthetic insecticides had a negative impact in the environment. Citizen of South Borneo, Barito Kuala, Marabahan applied beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) as a bioinsecticide. The aim of the research had to know the compounds in beluntas leaves petroleum ether fraction, calculate the LC50 and LC90 and authenticate the larvicidal activity of beluntas leaves petroleum ether fraction. The process of fractionation by petroleum ether dissolved the less polar compounds in the sheath cells and cell walls in leaves ofbeluntas. Saponins and tannins had detected in leaves at qualitative assay compounds. Larvicidal activity assay at III instar larvae of Aedes aegypti had gave the varians concentration 1500, 2000, and 2500 ppm. Beluntas leavespetroleum ether fraction had LC50 1907,83 ppm and LC90 2377,57 ppm. Petroleum ether fraction of leaves beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) againts the larvae of Aedes aegypti in a large concentration means no toxicity as larvicide. Keyword : Beluntas, Pluchea indica (L.) Less., petroleum ether, larvicidal
Identifikasi Kandungan Senyawa Kimia dan Uji Aktivitas Penghambatan Polimerisasi Hem dari Fraksi n-Heksana Daun Manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne) Asal Kotabaru Kalimantan Selatan Arnida Arnida; Sutomo Sutomo; Utsna Uhdatul Khoriah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5796

Abstract

Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne merupakan salah satu tumbuhan yang berasal dari Kotabaru, Kalimantan Selatan yang berpotensi sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa kimia dan aktivitas penghambatan polimerisasi hem dari fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valetona ex K. Heyne. Identifikasi kandungan senyawa kimia dilakukan dengan metode uji tabung sedangkan aktivitas penghambatan polimerisasi hem secara in vitro dilakukan dengan metode Basillico yang dimodifikasi. Hasil uji skrining fitokimia dan uji Kromatografi Lapis Tipis pada fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne mengandung senyawa steroid, terpenoid, flavonoid, dan antrakuinon. Persentase penghambatan polimerisasi yang didapatkan dari fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne dengan konsentrasi 20; 10; 5; 2,5; 1,25; 0,625; 0,3125 mg/mL secara beturut-turut yaitu 98,267; 97,530; 96,001; 93,274; 89,036%; 80,965; 50,322%. Rerata IC50 fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne sebesar 0,196 ± 0,009 mg/mL dan klorokuin difosfat sebesar 0,214 ± 0.012 mg/mL. Analisis dengan independent sample t-test menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan nilai signifikansi sebesar 0,110. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi hem. Kata Kunci : Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne, Polimerisasi hem, fraksi n-heksana, skrining fitokimia, KLT. Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne is one of the native plants Kotabaru, Kalimantan Selatan which has potential as antimalarial. This study aimed to determine the chemical content and heme polymerization inhibition activity of Manuran leaf n-hexane fraction. Identification of these compound contents used tube test while the inhibitory activity of heme polymerization in vitro did by Basillico modified method. The results of phytochemical screening test and Thin Layer Chromatography test on the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction in this study was positive steroid, terpenoid, flavonoid, and anthraquinone compounds. Percentage polymerization inhibition obtained from the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction with concentration 20; 10; 5; 2.5; 1.25; 0.625; 0.3125 mg/mL, respectively, i.e. 98.267; 97.530; 96.001; 93.274; 89.036%; 80.965; 50.322%. The average of IC50 on C. tomentosa Valeton ex K. Heyne n-hexane fraction was 0.196 ± 0.009 mg /mL, and chloroquine diphosphate was 0.214 ± 0.012 mg/mL. Analysis with independent sample t-test declare, there is no difference between both of them with a significance value is 0,110. This result showed C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction and chloroquine had heme polymerization inhibitory activity as well. Keywords: Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne, Heme polymerization, n-hexane fraction, phytochemical screening, TLC.
Gambaran Penerapan Konsep Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk Mastin® (Capsul Ekstrak Kulit Manggis) di Apotek Wilayah Banjarmasin Tengah Jhudi Bonosari Soediono; Taufik Abidin
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5791

Abstract

Dewasa ini penggunaan obat herbal cenderung terus meningkat, baik dinegara yang sedang berkembang maupun negara-negara maju, dimana 80% penduduk dunia telah menggunakan obat herbal. Buah kulit manggis merupakan salah satunya yang dijadikan alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam, salah satu produknya yang cukup pesat berkembang di Indonesia adalah Produk Mastin® (Capsul Ekstrak Kulit Manggis). Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan konsep bauran pemasaran yang meliputi Produk, Harga, Distribusi, dan Promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Produk Mastin® (Capsul Ekstrak Kulit Manggis) di Apotek wilayah Banjarmasin Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dimana Populasi yang digunakan adalah Konsumen yang mengenal serta memakai Produk Mastin® (Capsul Ekstrak Kulit Manggis) yang mendatangi beberapa Apotek yang ada di wilayah Banjarmasin Tengah, teknik pengumpulan sampel dengan Accidental Sampling yang tentunya disesuaikan dengan karateristik sampel yang ditentukan oleh peneliti. Di dapatkan ada 30 Responden dari apotek yang berbeda di wilayah Banjarmasin Tengah lalu dilakukan Analisa Data dengan perhitungan persentase untuk nantinya dapat memberikan gambaran pada hasil penelitian. Hasil penelitian menggambarkan bahwasanya bauran pemasaran yang meliputi Produk, Harga, Distribusi, dan Promosi menjadi pertimbangan konsumen terhadap keputusan pembelian pada Produk Mastin® (Capsul Ekstrak Kulit Manggis) di Apotek wilayah Banjarmasin Tengah. Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian Konsumen, Produk Mastin® (Capsul Ekstrak Kulit Manggis) ABSTRACT Nowadays, the usage of herbal medicine is incresing not only in developed countries but also in developing countries. For about 80% of worl population using herbal medicine. The skin/ peel of mangosteen fruit is one example of medicine that coming from nature, which of the well known product in Indonesia is Mastin® (Extract of Mangosteen skin/ peel capsule) This research is aimed to examine the profile of marketing mix applied concept include the Product, Price, Distribution, and Promotion that may influence the consument to buy Mastin in Pharmacy store located in Middle Banjarmasin. This research is conducted descrptively where area the population are the consument that know and use Mastin®, then come to the Pharmacy stores in Middle region of Banjarmasin. The sampling is done by accidentaly sampling technique that characterized personally by researcher. Data obtained from 30 respondents coming from several Pharmacy stores in Middle region of Banjarmasin and continued to data analysis with precentage calculation so thatcan give pofile. The result showed that marketing mix include Product, Price, Distribution, and Promotion considered the consument to buy Mastin® product in several Pharmacy stores in Middle region of Banjarmasin. Keywords : Marketing Mix, Considered the consument to buy, Mastin® (Extract of Mangosteen skin/ peel capsule)
Evaluasi Karakteristik Fisika Kimia dan Nilai SPF Sediaan Gel Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L) Anita Dwi Puspitasari; Dyah Ayu Setyowati
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5797

Abstract

Selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sinar matahari juga dapat menyebabkan masalah kulit mulai dari yang ringan sampai yang berat. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yanitu dengan menggunakan tabir surya. Salah satu sediaan tabir surya yaitu berupa gel. Daun kersen (Muntingia calabura L ) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagan bahan dasar pembuatan gel tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisika, kimia dan nilai SPF sediaan gel tabir surya ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura). Ekstraksi daun kersen (Muntingia calabura L) menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Gel tabir surya ekstak etanol daun kersen dibuat menggunakan basis HPMC. Dibuat 4 formula dengan perbedaan pada konsentrasi ekstrak etanol daun kersen, yaitu 0, 1, 2, dan 3 gram. Keempat formula gel ekstrak etanol daun kersen diuji karakteristik fisika, kimia dan nilai SPFnya menggunakan metode Mansur. Keempat formula gel esktrak etanol daun kersen memenuhi semua persyaratan karakteristik sifat fisika dan kimia yaitu organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Nilai SPF untuk formula 1, 2, 3, dan 4 yaitu sebesar 0,38; 7,17; 11,15 dan 18,92. Kata kunci: gel, muntingia calabura, SPF, tabir surya Besides having many health benefits, sunlight can also cause skin problems ranging from mild to severe. One way to protect the skin from the sun is by using sunscreen. One of the sunscreen preparations is gel. Kersen leaves (Muntingia calabura L) have a high phenolic and flavonoids which can be used as a basic ingredient in making sunscreen gel. The purpose of this study was to determine the physical, chemical and SPF values of the gel preparation of sunscreen ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura). Muntingia calabura L. leaf extraction using maceration method with 70% ethanol solvent and concentrated using rotary evaporator. Sunscreen gel extracts from kersen leaf ethanol made using HPMC base. Four formulas were made with differences in the concentration of kersen leaves ethanol extract, namely 0, 1, 2 and 3 grams. The four gel formulas of kersen leaf ethanol extract were tested for physical, chemical and SPF values using the Mansur method. The four gel formulas of kersen leaf ethanol extract fulfilled all the requirements of physical and chemical characteristics, namely organoleptic, homogeneity, dispersion, stickiness, pH, and viscosity. SPF values for formulas 1, 2, 3 and 4 are 0.38; 7.17; 11,15 and 18,92. Keywords: gel, muntingia calabura, SPF, sunscreen
Penggunaan Obat Rasional (POR) dalam Swamedikasi pada Tenaga Kesehatan di STIKES Sari Mulia Banjarmasin Dewi Susanti Atmaja; Aprillia Rahmadina
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5792

Abstract

Swamedikasi merupakan kegiatan umum yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang sakit. Swamedikasi yang tepat dengan pemberian informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan akan membantu proses penyembuhan pasien dengan mengoptimalkan terapi. Tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan tentang penggunaan obat rasional seharusnya memiliki perilaku positif dalam swamedikasi untuk dirinya sendiri dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran swamedikasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di STIKES Sari Mulia terkait Penggunaan Obat Rasional (POR). Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode explanatory survey. Responden adalah tenaga kesehatan (dokter, apoteker, perawat dan bidan) yang bekerja sebagai pengelola di STIKES Sari Mulia berjumlah 75 orang. Responden diminta untuk mengisi kuesioner suervei penggunaan obat rasional. Gambaran dari pengisian kuesioner tersebut terdapat 62,7% responden yang melakukan swamedikasi ketika sedang sakit dan responden yang mengetahui tentang penggunaan obat rasional hanya 80,0% dari total keseluruhan responden. Kata kunci: Penggunaan Obat Rasional (POR), swamedikasi, tenaga kesehatan Self-medication is common thing to do by someone if he or she gets sick. Right self medication with proper information given by health-workers can help patient’s healing process with optimizing therapy. Health-workers who have knowledge about rational use of medicine should have positive behavior in self-medication for themselves and patient’s. This research aimed to see how self-medication is done by health-workers at STIKES Sari Mulia with rational use of medicine. The design of this research is descriptive using explanatory survey method. Respondents are health-workers (doctor, pharmacist, nurse and midwife) who work at STIKES Sari Mulia with total of 75 persons. Respondents will be asked to fill a questionnaire about rational use of medicine. Questionnaire result shows about 62,7% of respondents do self-medication when they get sick and total respondents who know about rational use of medicine is only 80,0% of all respondents. Keywords: Rational use of medicine, self-medication, health-workers
Kajian Administratif, Farmasetis, dan Klinis Resep Obat Batuk Anak di Apotek Kota Yogyakarta Yosi Febrianti; Bondan Ardiningtyas; Esti Asadina
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5798

Abstract

Batuk adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering diderita anak. Pengkajian peresepan obat batuk yang meliputi kajian administratif, farmasetis dan klinis penting dilakukan karena ketidaksesuaian dalam peresepan obat dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian peresepan obat batuk pada anak yang ditinjau dari aspek administratif, farmasetis dan klinis resep obat batuk di Apotek Wilayah Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta periode Januari 2015-Desember 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif non experimental dengan rancangan cross-sectional retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek administratif yang tidak terpenuhi adalah berat badan 99,7%, tanggal penulisan resep 50,4% dan umur 35,4%, pada aspek farmasetis bentuk sediaan yang diresepkan adalah puyer 71,4%, sirup 15,5% dan tablet 13,1% serta ketersediaan informasi kekuatan sediaan pada resep 0,3%. Pada aspek klinis sebagian besar resep sudah tepat dosis 84,2%, 100% tepat frekuensi pemberian obat dan tidak terdapat polifarmasi serta 0,3% berpotensi terjadi interaksi obat Kata kunci : batuk, anak-anak, peresepan obat batuk, resep, apotek Cough is a common symptom that often affect in children. Assessment of prescribing include administration, pharmacetic and clinical aspect is a way to prevent errors in drug administration. The purpose of this study was to find and observe prescription of children cough medicine from administrative, pharmacetic and clinical pharmacy aspects of cough medicine in Sub-district Umbulharjo Yogyakarta City from January 2015 to December 2015. This study was conducted by using non-experimental descriptive method with cross-sectional retrospective. The results showed from administrative aspects that most are not fulfilled is on weight 99,7%, date prescription 50,4% and on age 35,4%. In pharmacetic aspect, medicine stock available are powder drug 71,4%, syrup 15,5% and pills 13,02% and recipes are not available dosage strength 0,3%. In clinical aspect, most recipes are correct in dossage 84,2% and 100% correct in frequency of administration drugs and there are no polypharmacy and drug interactions found 0,3%. Keywords : cough, children, prescription of cough, recipe, medicine store
Analisis Jenis dan Penyebab Ketidaksesuaian Pengobatan pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Hipertensi Agnes Christie Rinda; Mustaqimah Mustaqimah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5793

Abstract

Transisi pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ketidaksesuaian dalam pengobatan (medication discrepancies) yang menjadi tantangan bagi keselamatan pasien. Ketidaksesuaian pengobatan dapat terjadi akibat adanya perubahan regimen pengobatan pasien tanpa koordinasi secara lengkap di antara tenaga kesehatan yang menangani pasien yang menyebabkan informasi yang terputus. Penelitian deskriptif dengan metode observasional ini melibatkan 30 orang pasien hipertensi untuk menganalisis jenis dan penyebab ketidaksesuaian pengobatan pada pasien tersebut di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin sebagai salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Data mengenai jenis dan penyebab ketidaksesuaian pengobatan dianalisis berdasarkan data rekam medik pasien dan observasi langsung kepada pasien di rumah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data jenis ketidaksesuaian pengobatan yang paling banyak terjadi adalah kelalaian yaitu sebesar 42,85%, diikuti dengan penambahan sebesar 21,43%, ketidaksesuaian dosis sebesar 12,5%, penggantian terapi dan ketidaksesuaian frekuensi pemberian masing-masing sebesar 8,93%, ketidaksesuaian waktu pemberian sebesar 3,57%, serta ketidaksesuaian bentuk sediaan sebesar 1,79%. Ketidaksesuaian pengobatan dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penyebab di level pasien dan di level sistem. Berdasarkan hasil penelitian, ketidaksesuaian pengobatan paling banyak disebabkan di level pasien, yaitu ketidakpatuhan yang disengaja sebesar 32,14%, diikuti oleh pengobatan sendiri sebesar 25%, tidak memiliki waktu untuk menebus resep sebesar 17,85%, reaksi obat yang tidak dikehendaki dan ketidakpatuhan yang tidak disengaja sebesar 1,79%. Pada level sistem, ketidaksesuaian pengobatan paling banyak terjadi akibat adanya informasi yang saling bertentangan dari berbagai sumber informasi yang ada yaitu sebesar 8,92%, diikuti dengan masalah ketersediaan obat/dosis obat sebesar 7,14%, instruksi kepada pasien pada saat transisi pelayanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca sebesar 3,58% dan instruksi di antara penulis resep pada saat transisi pelayanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca sebesar 1,79%. Kata kunci: hipertensi, jaminan kesehatan nasional, ketidaksesuaian pengobatan Healthcare transition is one of the risk factor of medication discrepancies that become a challenge for patient safety. Medication discrepancies can happen because the changes of drug regimen of the patient without a complete coordination between healthcare professionals that cause misinformation. This descriptive research with observational method involved 30 national health coverage or Jaminan Kesehatan Nasional patient with hypertension to analyze the type and the cause of medication discrepancies in Puskesmas Kelayan Timur as a first line healthcare facilities that give a health service for patient. The type and the cause of medication discrepancies will be analyzed by the patient medical report in Puskesmas and direct observation to the patient in their house. Based on the research, the most widely of the type of medication discrepancies is omission (42,85%), followed by addition (21,43%), dosage (12,5%), therapeutic substitution and frequency of administration each 8,93%, time of administration (3,57%) and drug form (1,79%). Medication discrepancies can happen by many causes, that divided into two group, the causes in the patient level and system level. Based on the research, the most widely of the cause of medication discrepancies in patient level is intentional non-adherence (32,14%), followed by self medication (25%), didn’t have time to fill the prescription (17,58%), adverse drug event and unintentional non-adherence each 1,79%. In the system level, the most widely of the cause of medication discrepancies is conflicting information from different informational sources (8,92%), followed by drug or drug dose availability (1,79%), instructions to pastient at transfer incomplete/inaccurate/illegible (3,58%) and instructions between prescribers at transfer incomplete/inaccurate/illegible (1,79%). Keywords: hypertension, medication dicrepancy, national health coverage
Analisis Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kulit Buah Cempedak pada Tikus Galur Wistar Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5799

Abstract

Kulit buah Cempedak yang digoreng (Manday) merupakan salah satu makanan yang umum dikonsumsi masyarakat di Kalimantan Selatan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa masyarakat, keluhan yang sering terjadi adalah perut terasa perih dan kepala pusing. Evaluasi sifat toksik dari bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh masyarakat sangat penting untuk dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat karena paparan senyawa kimia dari bagian tumbuhan yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia dan efek toksisitas akut dari ekstrak etanol kulit buah cempedak. Kulit buah cempedak dikeringkan dengan menggunakan oven. Ekstraksi kulit buah cempedak menggunakan cara maserasi dengan cairan penyari etanol. Tikus uji diberi larutan kontrol Na CMC dan ekstrak dengan dosis 300 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB. Hasil identifikasi senyawa kimia didapatkan positif mengandung triterpenoid, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik. Tikus uji yang menerima ekstrak dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB terjadi perubahan pada tikus uji berdasarkan pengamatan fisik yaitu mengalami peningkatan detak jantung atau takikardi, pernapasan cepat, tremor, dan agresif. Kata kunci: Kulit buah cempedak, senyawa kimia, toksisitas akut Rind of Cempedak fruit (Manday) is one of the foods commonly consumed by people in South Kalimantan. Based on the experience of several communities, complaints that often occur are sore stomach and headache. Evaluation of the toxic properties of plant parts consumed by the community is very important to be done by considering public health protection due to exposure to chemical compounds from parts of plants that can cause undesirable effects on the community. This study aims to identify chemical compounds and acute toxicity effects of ethanol extract rind of cempedak fruit. Rind of Cempedak fruit has dried using an oven. Extraction of cempedak fruit skin using maceration method with ethanol. Test rats were given Na CMC as a control and extract with dose 300 mg / kgBB, 1000 mg / kgBB, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBB. The results of the identification of chemical compounds were obtained positively containing triterpenoids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds. The test rats that received extracts at a dose of 1000 mg / kgBW, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBW were changed in the test rats based on physical observations that experienced an increase in heart rate or tachycardia, rapid breathing, tremor, and aggressive. Keywords: acute toxicity, chemistry compounds, rind of cempedak fruit
Kajian Farmakoekonomi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi yang Dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya Ilham Alifiar; Keni Idacahyati
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5794

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit menahun yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, seringkali seumur hidup. Banyak pasien kemudian mengeluhkan mengenai biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian dan pengobatan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengobatan yang paling cost minimal pada pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Data dikumpulkan pada periode bulan April sampai dengan September, Data yang dihimpun kemudian dianalisa secara farmakoekonomi. Total jumlah pasien yang bersedia untuk mengikuti penelitian ini sebanyak 100 orang pasien, namun yang termasuk dalam criteria inklusi sebanyak 32 pasien. Hasil analisa cost effective analysis untuk obat golongan ACEI sebesar 1,320.397.5, untuk golongan CCB 435,230.5, untuk golongan ARB 1,113.380.5, dan untuk golongan B-Bloker sebesar 556,411.5. Oleh karena itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa golongan obat Calcium Channel Blocker merupakan obat yang paling cost minimal terhadap golongan obat hipertensi yang lain. Kata kunci : Farmakoekonomi, Cost Minimalize Analysis, Obat Antihipertensi

Page 1 of 1 | Total Record : 10