cover
Contact Name
Radyana
Contact Email
rasdyana@gmail.com
Phone
+628529995952
Journal Mail Official
journal@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nature: National Academic Journal of Architecture
ISSN : 23026073     EISSN : 25794809     DOI : -
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017): Nature" : 9 Documents clear
PASAR TRADISIONAL DENGAN PENATAAN MODERN DI KOTA MAKASSAR Wasilah, Wasilah; Rahman, St Aisyah; Misbahuddin, Muhammad
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a2

Abstract

Abstrak—Pasar Tradisional selama ini kebanyak terkesan kumuh, kotor, semraut dan setrusnya yang merupakan stigma buruk yang dimilikinya. Pasar Tradisional Lelong yang berada di Kecamatan Mariso (Jl. Rajawali) yang sudah lama dan masih aktif sampai sekarang selalu dipadati oleh pengunjung sehingga mengakibatkan kemacetan di kawasan sekitar pasar terlebih lagi pada waktu-waktu akhir pekan. Ruang parkir kendaraan dan ornag-orang tumpah menjadi satu memenuhi jalanan di kawasan sekitar tapak, mereka harus berbagi berebut space yang sudah sangat kecil yang tidak dapat menampung keseluruhan pedagang yang berada di pasar tersebut sehingga badan jalan juga digunakan sebagai tempat parkir maupun ajang transaksi. Tujuan perancangan ini adalah menyusun suatu acuan perancangan yang dapat menjadi panduan dalam merancang pasar tradisional dengan penataan modern yang efektif dan efisien yang siap ditransformasikan dalam program perancangan fisik bangunan. Hasil dari laporan ini  meninjau hal-hal yang spesifik dari bangunan, berupa syarat-syarat perencanaan yang meliputi konsep pengolahan tapak, bentuk bagunan, struktur bangunan, material bangunan, penataan ruang dalam dengan menganalisa permasalahan dan potensi yang ada pada pasar berdasarkan prinsip arsitektur modern.Kata kunci: Pasar Tradisional, Padat, Penataan Modern.  Abstract-During the time traditional markets is empressed dirty, filthy, disorganized and so on, which has a bad stigma. Traditional Market Lelong in Mariso (Jl. Rajawali) is still exist and active longer with always crowded by the visitors that caused traffic jam around the market especially on the weekend. Vehicle parking spaces and people spilled into the streets at around site, they should share the very small space that can not accommodate the all traders are in the market so that the road is also used as a parking lot or transaction event. The purpose of this design is to develop a reference design that can be a guide in designing traditional markets and modern structuring effectiving and efficienting that are ready to be transformed into the physical design of the building program. The results of this report reviews the specifics of the building, such as the terms of the planning involved in processing concept site, shape buildings, building structure, building materials, the arrangement of inside space with analyzing the problems and the potential that exists in the market based on the principles of modern architecture.Keywords: Traditional Market, Crowded, Modern Design
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TOL SUTAMI TERHADAP NILAI LAHAN DISEKITARNYA Harum, Muhammad; Sutriani, Sutriani
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a8

Abstract

Abstrak_ Luas lahan memiliki arti penting dalam sebuah tempat usaha yang berkaitan dengan kegiatan pergudangan. Semakin luas lahan maka semakin besar pemanfaatannya. Korelasi luas lahan dengan jalan tol diperoleh hasil yang menggambarkan bahwa nilai lahan memiliki keterkaitan jalan raya. Luas lahan akan mempengaruhi nilai jual lahan karena memiliki hubungan signifikan kerena semakin luas lahan maka besar pula pengaruh untuk mendapatkan lahan di sekitar jalan tol terutama untuk pergudangan karena lokasi yang strategis berupa jalan bebas hambatan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki korelasi terhadap perubahan harga di sekitar Jalan Tol Sutami adalah; jarak dari ruas jalan, kondisi jalan, luas lahan, lebar jalan, jaringan utilitas, jarak ke pusat kota dan aksesibilitas.Kata kunci : Nilai lahan, jalan.Abstract­_ Land area has significance in a place of business related to warehousing activities. The larger the land, the greater the utilization. The correlation of land area with toll road is obtained result which illustrates that the value of land has road linkage. Land area will affect the sale value of the land because it has a significant relationship because the greater the land area the greater the influence to obtain land around the toll road, especially for warehousing because of the strategic location of the highway. The results showed that variables that have correlation to price changes around Toll Road Sutami are; Distance from road segment, road condition, land area, road width, utility network, distance to city center and accessibility  Keywords :  land price, street  
EXPLORASI DESAIN PASAR AGROBISNIS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR DI KOTA MAKASSAR Marwati, Marwati; Amin, Burhanuddin; Umar, Abdul
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a3

Abstract

Abstrak_ Kota Makassar sebagai pusat perdagangan wilayah timur merancang strategi pembangunan di bidang ekonomi khususnya pasar. Berdasrkan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Makassar tahun 2010 – 2030 menyatakan bahwa Kelurahan Daya Kota Makassar termasuk dalam kawasan industri dan wisata belanja. Tujuan dari penulisan ini ialah merancang strategi Pasar Agrobisnis yang efektif dan efisien dengan pendekatan Arsitektur  vernakuler. Metode  pembahasan  yang  digunakan  adalah eksplorasi desain dengan menguraikan masalah yang ada melalui studi literatur dan survei lapangan, mengkaitkannya dengan beberapa variabel yang berpengaruh, sehingga dapat dirumuskan sebagai acuan untuk dijadikan bahan transformasi ke dalam desain. Hasil dari penulisan ini memberi model gagasan konsep perancangan Pasar Agrobisnis yang efektif dan efisien dengan pendekatan Arsitektur vernakuler.Kata kunci : Pasar Agrobisnis, Arsitektur Vernakuler, Desain Abstract_ Makassar city as an eastern trading center designed a strategy in developing economy especially market. Based on RTRW (Spatial Plan of the Region) Makassar City in 2010 – 2030, Daya District in Makassar city is included in the industrial and shopping areas. The purpose of this paper is to design an effective and efficient Agribusiness Market strategy with a vernacular architectural approach. The method of that has been used is the design exploration by analyzing the existing problems through literature studies and field surveys, relating them into several influential variables, so that can be formulated as a reference for transformation into the design. The results of this paper provided an idea in concept designing model of Agribusiness Market effectively and efficiently with the approach of vernacular architecture.Keywords: Market of Agribusiness, Vernacular Architecture, Design
GEDUNG KONVENSI DI MAMMINASATA KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Arfan, Taufik; Rahayu, Irma; Rahman, Abdul
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a4

Abstract

Abstrak_ Kabupaten Gowa memiliki prospek pembangunan dan komersial yang sangat potensial untuk pembangunan pusat pertemuan di Sulawesi Selatan. Adanya gedung konvensi  yang  berkonsep berkelanjutan (sustainable) yang memadai dan dikelolah secara professional akan mampu mewadahi kegiatan di kabupaten Gowa sesuai dengan peruntukannnya. Tujuan laporan perancangan ini adalah menyusun suatu konsep perancangan  melalui  studi literatur, survey  dan  studi  preseden dalam merencanakan dan merancang Gedung Konvensi di Mamminasata Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan ialah dengan metode destrikriptif, yaitu menguraikan, menjabarkan, dan menjelaskan tentang faktor-faktor yang dibutuhkan dalam perencanaan dan faktor yang menentukan desain. Hasil dari perancangan ini meninjau spesifik dari Gedung Konvensi di Mamminasata Kabupaten Gowa yang   merupakan syarat- syarat perencanaan yang meliputi: lokasi dan site, material dan struktur, Sirkulasi dan lingkungan, serta penampilan bangunan dan penataan ruang luar.Kata kunci:  gedung konvensi; berkelanjutan.Abstract­_ Gowa Regency has potential development anf commercial prospects for the development of a meeting center in South Sulawesi. The existence of convention building with sustainable concept that is  adequate and maganed in accordance with its allocaton. The purpose of this design report is to draft a design concept through the study of  literature,  survey andstudy precedents in planning and designing a conventional Abstract buildingat Mamminasata in Gowa Districk which is planning requirement that includes location and site, materials and stuctures, circulation and environment, and appearance of building and the arrangement of outher space.Keywords :  convention building; sustainable.
LOKALITAS STRUKTUR & MATERIAL KONSTRUKSI RUMAH ADAT SAPO BATTOA DESA KALUPPINI, KABUPATEN ENREKANG, SULAWESI SELATAN AS, Zulkarnain; Mutmainnah, Mutmainnah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a9

Abstract

Abstrak_ Pengaruh lingkungan dan interaksi sosial antara satu kelompok dengan yang lain menghasilkan aturan yang terwujud dalam sebuah tatanan nilai–nilai aturan budaya, tertuang dalam wujud fisik yang tentunya selalu menyesuaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Aturan nilai budaya dalam wujud fisik menghasilkan kebiasaan atau tradisi, dalam wujud kearifan berarsitektur terhadap bagian bagian konstruksinya dalam pemanfaatan teknologi berupa peralatan, sistem sambungan dan material konstruksi setempat. Kearifan lokal inilah yang tentunya memiliki nilai tradisi dan aturan yang selalu menjaga Desa Kaluppini yang kaya akan nilai budaya, sejarah, keragaman suku dan arsitektur rumah adat tradisionalnya. Arsitektur rumah adat Sapo Battoa merupakan salah satu cerminan lokalitas yang memiliki tatanan aturan nilai budaya setempat dan memiliki nilai keseimbangan antara lingkungan dan tempat tinggalnya. Lokalitas Arsitekturnya terlihat dari struktur dan konstruksi yang ada pada setiap bagian–bagian elemen konstruksi Sappo Battoa. Objek rumah adat ini yang dijadikan objek untuk di teliti terhadap bagian–bagian elemen Lokalitas struktur dan material konstruksinya. Kata kunci : Struktur Konstruksi; Lokalitas; Rumah Adat Tradisional.  Abstrac_The influence of environment and social interaction between one group with the other form embodied in a cultural value order, contained in a physical form that is always adapted to the surrounding environment. In the form of the wisdom of architecture to the part of its construction in the utilization of technology, equipment and construction. This local wisdom, of course, has a tradition and rules that always keep the village of Kaluppini rich in cultural values, history, ethnic diversity and architecture of traditional custom homes. The architecture of Sapo Battoa traditional house is one of the reflections of the locality that has the order of cultural rules and has a balance between the environment and the residence. Locality of Architecture seen from the structure and construction that exist in every part of construction elements of Sappo Battoa. Object of this custom house which is used as an object to be meticulously against the elements elements Lokalitas structure and construction materials.Keywords: Construction; Locality; Traditional House.
IDENTITAS ARSITEKTUR MANDAR PADA BANGUNAN TRADISIONAL DI KABUPATEN MAJENE Zamad, Nurmiati; Alfiah, Alfiah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a1

Abstract

Abstrak_ Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1). Identitas Arsitektur Mandar Pada Bangunan di Kelurahan Banggae Kabupaten Majene berdasarkan nilai arsitekturalnya, agar bangunan dipahami secara visual (identity), kesesuaian bangunan ditinjau dari bentuk, pola ruang (compatibility) serta kejelasan struktur fisik sebagai orientasi (view) dan diterapkan melalui pemakaian ragam hias tradisional pada bagian-bagian tertentu yang bersifat ornamentasi, agar sesuai dengan penempatannya berdasarkan perkembangan bangunan tahun 1960-2015. (2) Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan identitas Arsitektur Mandar masih digunakan pada bangunan. Lokasi penelitian di Kelurahan Banggae Kabupaten Majene. Metode digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan dengan mengidentifikasi 25 sampel bangunan tradisional dari 403 populasi di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari satu kelurahan yang mewakili lokasi penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan identifikasi dan perbandingan sesuai fakta dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen bentuk atap khas Mandar dari segi fisik berupa penggunaan teppang atap (butung-butung) sebagian besar masih digunakan dengan nilai (±52%). Ornamen yang bermakna simbolik ini sangat signifikan mengapa identitas arsitektur Mandar masih digunakan pada bangunan etnis Mandar tahun 1960-2010, terutama pada bangunan arsitektur Mandar kontemporer, dan dari segi non fisik dipengaruhi oleh faktor status sosial dan faktor lingkungan. Out-Put dari penelitian diharapkan dapat menjadi strategi pemanfaatan Identitas Arsitektur Mandar pada bangunan modern vernacular.Kata kunci : Identitas, Tradisional, Arsitektur Kontemporer, Ornamen, Simbol.Abstract­_ The study aims to determine (1). Identity of Mandar Architecture In Building in Kelurahan Banggae Majene Regency based on its architectural value, so that building is understood visually (identity), suitability of building in terms of shape, pattern of compatibility and clarity of physical structure as orientation (view) and applied through traditional decorative usage In certain parts of an ornamentation, to fit the placement based on the development of the building in 1960-2015. (2) Identify the factors that caused the identity of Mandar Architecture still used in buildings. Research location in Kelurahan Banggae Majene Regency. The method used in the research is a field survey by identifying 25 samples of traditional buildings from 403 populations in Banggae District Majene District. Sampling was done randomly from one kelurahan representing the research location. Data were analyzed using identification and comparison according to the facts in the field. The result of the research shows that the ornament of roof shape typical of Mandar from the physical aspect in the form of the use of teppang roof (butung-butung) is still mostly used with the value (± 52%). This symbolic meaningful ornament is so significant why Mandar architectural identity is still used in the Mandar ethnic buildings of 1960-2010, especially in contemporary Mandar architectural buildings, and in non-physical terms influenced by social status factors and environmental factors. Out-Put from the research is expected to be a strategy of utilizing Mandar Architectural Identity in modern vernacular buildings.Keywords :  Identity, traditional, contemporary architecture, ornament, symbolc
ARENA OLAHRAGA EKSTRIM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH TECH DI MAKASSAR Rahayu, Irma; Darmawan, Darmawan; Wasilah, Wasilah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a6

Abstract

Abstrak_ Kegiatan Olahraga Ekstrim di Makassar tersebar didaerah kampus, sekolah dan tempat-tempat publik yang ada di wilayah makassar. Maraknya pencinta olahraga ekstrim di Makassar ada beberapa kendala, mulai persoalan organisasi, lapangan, dan masalah teknis penyelenggaraan event. Maka dari itu perancangan adanya gedung untuk Arena Olahraga Ekstrim ini perlu untuk merankum dan mewadahi kemampuan dalam bidang olahraga ekstrem agar dedikasi mereka dapat membawa dampak positif untuk generasi muda lainnya. Tulisan ini mencoba menganalisis bangunan dengan  pendekatan arsitektur high tech. Pendekatan high tech dari fasilitas-fasilitas dan material bangunan yang serba pabrikan. Metode yang digunakan ialah studi Literatur, studi banding, dan observasi. Hasil penulisan ini berupa perancangan dengan konsep tata lansekap, pengolahan tapak, bentuk bangunan, material, dan sistem utilitas.Kata kunci : Olahraga Ekstrim;  Arsitektur High Tech; Makassar.
PERANCANGAN JALUR PEDESTRIAN DI JALAN PROF. ABDURAHMAN BASALAMAH MAKASSAR Ersina, Sriany; Rahayu, Irma; yuliana, Yuliana
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a7

Abstract

Abstrak— Pusat kota yang dirancang sebagai kota yang baik adalah kota yang harus memberikan kemudahan terhadap pergerakan bagi lalu lintas, baik itu lalu lintas pejalan kaki maupun lalu lintas kendaraan. Kenyataan bertolak dari pengalaman empiris, alokasi ruang bagi lalu lintas kendaraan lebih besar daripada ruang pejalan kaki. Salah satu jalan di Makassar yang sering dilalui pejalan kaki namun tidak memiliki jalur pedestrian yaitu Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah yang setiap harinya ramai dilalui oleh pejalan kaki baik itu dari kalangan mahasiswa, anak sekolah dan juga masyarakat umum lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah merencanakan jalur pedestrian sehingga dapat menunjang fungsi dari Jalan Prof. Abdurahman Basalamah, Makassar. Metode penelitian  dilakukan dengan metode deskriptif, kemudian dijabarkan dan dianalisa kemudian dibuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan jalur pedestrian yang mempertimbangkan lokasi tapak, material, kebutuhan sarana dan prasarana di Jalan Prof. Abdurahman Basalamahkata Kunci: Pedestrian; Pejalan Kaki; Jalan Prof. Abdurahman Basalamah
EXPLORASI DESAIN SIRKUIT BALAP MOBIL FORMULA SATU DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Mutmainnah, Mutmainnah; Wasilah, Wasilah; Rusli, Akbar
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a5

Abstract

Abstrak_ Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak atlet balap berprestasi dalam taraf internasional. Keberadaan sirkuit balap sangat dibutuhkan para atlet untuk menunjang kegiatan dan mengasah kemampuan balap yang dimiliki. Namun, ketersediaan sirkuit yang sesuai dengan standar internasional di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan ide desain sirkuit balap mobil formula satu di Makassar dengan pendekatan arsitektur modern. Melalui metode eksplorasi desain yaitu metode penjabaran ide dan gagasan yang dirumuskan dalam bentuk gambar. Hasil yang diperoleh berupa tata massa bangunan dipilih sistem terpusat, dimana lintasan yang menjadi pusatnya. Sehingga bangunan disekitarnya berorientasi ke lintasan. Sistem  sirkulasi dari dan menuju tapak dibagi menjadi dua dimana sirkulasi untuk pengunjung dipisah dengan sirkulasi untuk team balap. Jalur masuk dan keluar untuk pengunjung juga dipisah, dengan lebar masingmasing jalan 15 m. Sedangkan bentuk bangunan mengambil analogi bentuk dari mobil formula satu dan bentuk aerodinamika dari mobil formula satu. Aerodinamika adalah pergerakan udara ketika berinteraksi dengan benda padat. Dalam hal kendaraan, aerodinamika adalah kecepatan kendaraan dan hambatan udara ketika kendaraan itu melaju. Penerapan tema arsitektur modern pada bangunan dapat dilihat dari bidang-bidang kaca yang lebar, jenis material yang digunakan diekspos secara polos, dan dari bahan material yang digunakan.Kata kunci : Aerodinamika, Arsitektur Modern, Eksplorasi Desain, Sirkuit.Abstract­_ Indonesia is one of the countries that have many athletes of racing achievement in international level. The existence of a racing circuit is needed athletes to support activities and hone the ability of racing owned. However, the availability of circuits that comply with international standards in Indonesia is still very minimal. Therefore, this study provides the idea of the design of the formula one race circuit in Makassar with the approach of modern architecture. Through the method of exploration design is the method of elaboration of ideas and ideas formulated in the form of images. The results obtained in the form of building mass order selected centralized system, where the path to be the center. So the surrounding buildings oriented to the track. The circulation system from and to the tread is divided into two where the circulation for the visitor is separated by circulation for the racing team. Entrances and exits for visitors are also separated, each width by road 15 m. While the shape of the building takes the analogy of the form of the formula one car and the form of aerodynamics of the formula one car. Aerodynamics is the movement of air when interacting with solid objects. In terms of vehicles, aerodynamics is the speed of the vehicle and the air resistance when the vehicle is driving. The application of modern architectural themes in buildings can be seen from the wide glass fields, the type of material used is exposed innocently, and of the materials used. Keywords :  Aerodynamics, Modern Architecture, Design Exploration, Circuit

Page 1 of 1 | Total Record : 9