cover
Contact Name
Radyana
Contact Email
rasdyana@gmail.com
Phone
+628529995952
Journal Mail Official
journal@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nature: National Academic Journal of Architecture
ISSN : 23026073     EISSN : 25794809     DOI : -
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
PERANCANGAN PUSAT PENGEMBANGAN METODE PENDIDIKAN KECERDASAN JAMAK DI MAKASSAR Rahman, St. Aisyah; Mutmainnah, Mutmainnah; Waspada, Dzulkarnaim
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i2a8

Abstract

Abstrak— Kurangnya pelatihan mengenai metode pendidikan kecerdasan jamak dan belum adanya pedoman operasional sebagai landasan mengajar dapat menjadi faktor kecerdasan jamak belum banyak diterapkan di Makassar. Untuk mengembangkan pengetahuan serta mengenalkan metode pendidikan kecerdasan jamak kepada masyarakat di Kota Makassar, dibutuhkan sarana atau tempat yang dapat mewadahi kegiatan pengembangan berupa pemberian informasi mengenai kecerdasan jamak ataupun pengembangan dan pelatihan metode-metode atau cara pengajaran agar para pendidik dapat merangsang dan mengaktifkan kecerdasan jamak kepada anak-anak di Makassar sesuai dengan potensi dan bakat yang mereka miliki. Tujuan perancangan ini mendesain   gedung   Pusat   Pengembangan   Metode Pendidikan Kecerdasan Jamak di Makassar dengak kosep Arsitektur Ekologis. Hasil dari perancangan ini mengurai hal-hal yang spesifik dari bangunan yaitu penentuan lokasi, pengolahan tapak, yang terdiri dari; analisis view, kebisingan, aksesibilitas tapak, sirkulasi dalam tapak, orientasi matahari dan angin, zoning, dan tata massa, konsep bentuk dan fasad bangunan, sistem struktur dan material bangunan, sistem utilitas, dan sistem teknologi terkhusus pemanfaatan energi surya sebagai salah satu bagian dari arsitektur   ekologis. Kata kunci: Pendidikan; Kecerdasan Jamak; Makassar; Arsitektur Ekologis  Abstract- Lack of training in recognizing plural intellegence of education methods and lack of operational guidelines as the basic for teaching can be a factor why plural intelligence has not been widely applied in Makassar yet. To develop the knowledge and introduce the educational methods of intelligence plural to the public in Makassar, needed a means or a place that can accommodate development activities by giving information about plural intelligence or developing and training of methods or thr way of teaching in order to the education can stimulate and activate the plural intelligence to Makassar’s children according to their potency and talent. The purpose of this report is to design the building of development center in plural intelligence educational methods in Makassar wih ecologics architecture concept. The results of this design explain specific things from building such as determining the location analyzing site like ; analysis view, the noise, the accessibility of the site, the circulation in the site, the orientation of the sun and wind, zoning, and the system mass, the concept of form and facades of buildings, structural systems and building materials, system utilities, and system technologies especially its use of solar energy as a part of ecologic architecture. Keywords: Education; Plural Intelligence; Makassar; Ecologic Architecture.
REDESAIN KAWASAN PONDOK PESANTREN SULTAN HASANUDDIN DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Arfan, Taufik; Ersina, Sriany; Irham, Irham
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i1a8

Abstract

Abstrak— Redesain pondok pesantren Sultan Hasanuddin di Kabupaten Gowa Sulawesi-Selatan  dilakukan dengan pertimbangan bahwa landscape pada kawasan tersebut yang tidak tertata   sehingga   diperlukan   pembenahan   agar   dapat   tercapai   elemen perancangan yang baik. Metode yang dilakukan dalam redesen pondok pesantren ini adalah studi literatur mengupulkan data, studi presentatif melalui internet, dan studi lapangan dengan melakukan survey langsung ke lapangan dan mengamati   lingkungan   objek   serta   faktor-faktor   pendukung   dengan meninjau langsung pada pondok pesantren . Langka awal yang dilakukan ialah dengan menganalisis tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi dan parkir, pedestrian, aktivitas pendukung, papan iklan, preservasi, dan konservasi. Kemudian dilakukan juga desain kembali bangunan mesjid, aula, gedung guru,  ruang kelas, gor, asrama, ruang praktikum, laboratorium bahasa arab dan bahasa inggris, perpustakaan, dapur, koperasi, warung internet, ruang kursus komputer, dan poliklinik. Kata kunci: Redesain, Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin, Landscape
GEDUNG KONVENSI DI MAMMINASATA KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Arfan, Taufik; Rahayu, Irma; Rahman, Abdul
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a4

Abstract

Abstrak_ Kabupaten Gowa memiliki prospek pembangunan dan komersial yang sangat potensial untuk pembangunan pusat pertemuan di Sulawesi Selatan. Adanya gedung konvensi  yang  berkonsep berkelanjutan (sustainable) yang memadai dan dikelolah secara professional akan mampu mewadahi kegiatan di kabupaten Gowa sesuai dengan peruntukannnya. Tujuan laporan perancangan ini adalah menyusun suatu konsep perancangan  melalui  studi literatur, survey  dan  studi  preseden dalam merencanakan dan merancang Gedung Konvensi di Mamminasata Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan ialah dengan metode destrikriptif, yaitu menguraikan, menjabarkan, dan menjelaskan tentang faktor-faktor yang dibutuhkan dalam perencanaan dan faktor yang menentukan desain. Hasil dari perancangan ini meninjau spesifik dari Gedung Konvensi di Mamminasata Kabupaten Gowa yang   merupakan syarat- syarat perencanaan yang meliputi: lokasi dan site, material dan struktur, Sirkulasi dan lingkungan, serta penampilan bangunan dan penataan ruang luar.Kata kunci:  gedung konvensi; berkelanjutan.Abstract­_ Gowa Regency has potential development anf commercial prospects for the development of a meeting center in South Sulawesi. The existence of convention building with sustainable concept that is  adequate and maganed in accordance with its allocaton. The purpose of this design report is to draft a design concept through the study of  literature,  survey andstudy precedents in planning and designing a conventional Abstract buildingat Mamminasata in Gowa Districk which is planning requirement that includes location and site, materials and stuctures, circulation and environment, and appearance of building and the arrangement of outher space.Keywords :  convention building; sustainable.
PENERAPAN KONSEP FUTURISTIK PADA PUSAT PACUAN KUDA DI JENEPONTO Wasilah, Wasilah; Burhanuddin, Burhanuddin; Ulmia, Nahda
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a4

Abstract

Abstrak_  Pusat Pacuan Kuda di Jeneponto merupakan kompleks kegiatan olahraga berkuda dimana didalamnya terdapat tiga kegiatan berkuda yaitu olahraga, pelatihan dan rekreasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini memaparkan fakta fenomena  dan keadaan kondisi eksisting tapak, kemudian disesuikan dengan data   dengan   studi   pustaka   dan  studi preseden yang berkaitan dengan arena berkuda serta Arsitektur Futuristik. Konsep ini mengahsilkan perancangan bentuk bangunan yang dibuat berdasarkan pengolahan tapak yang diolah dengan bentuk dinamis dan material yang maju di dukung oleh sistem teknologi masa depan.Kata kunci : Pusat Pacuan Kuda; Jeneponto; Arsitektur Fututristik.Abstract_ The Equestrian Center at Jeneponto is a complex of horse-riding activities where there are three riding activities that are sports, training and recreation.. The method used is qualitative descriptive method. This method describes the facts of the phenomenon and the condition of the existing site conditions, then adjusted to the data by literature study and study of precedents related to equestrian arena and Futuristic Architecture. This concept produces the design of building forms based on the processing of the treads processed with dynamic forms and advanced materials supported by future technology systems.Keywords :The Equestrian Center; Jeneponto; Futuristic Architecture. 
GEDUNG KOMUNITAS SASTRA FIKSI KREATIF DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTURE KUBISME Sulthan, Silmi; Rahayu, Irma; Mutmainnah, Mutmainnah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 1 No 1 (2014): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v1i1a4

Abstract

Planning and designing are aimed to the creative literary fiction community building in Makassar with Cubism architecture approach, this design is limited to a few problems such as the problem of architectural, location and footprint, the prospect physical design of the building, the need for space (layout), structure, materials, and equipment building so that, it can indicate the identity of what its contain, while the methods are literature studies, comparative studies, (Form obtained by comparing studies on similar projects or who have in common with creative literary fiction community building). The results of the design is creation of infrastructures to facilitate the public to channel their talents and interests in the field of literature, especially literary function and also facilitates and encourages reading by providing the quality of reading source which are cheap and reachable by all people.
TIPOLOGI BUKAAN PADA RUMAH TRADISIONAL BUGIS DI BENTENG SOMBA OPU MAKASSAR Marwati, Marwati; Andriani, Sri
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a3

Abstract

TIPOLOGI BUKAAN PADA RUMAH TRADISIONAL BUGIS DI BENTENG SOMBA OPU MAKASSARAbstrak_ Perkembangan zaman saat ini menyebabkan pengaplikasian penggunaan bukaan pada rumah-rumah masyarakat bugis mengalami perubahan, hal itu dapat dilihat pada bentuk, ukuran, bahan, dan ornamen pada bukaan seperti pintu, jendela dan ventilasi pada rumah-rumah masyarakat bugis saat ini yang mulai mengikuti zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi bentuk bukaan seperti pintu, jendela, dan ventilasi pada rumah tradisional bugis yang berada dalam kawasan Benteng Somba Opu sebelum mengalami perubahan bentuk.  Dari segi  ukuran, bahan dan ornamen yang digunakan pada rumah. Objek yang dikaji adalah sembilan rumah tradisional dari etnis bugis, meliputi rumah tradisional Bugis, Luwu, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Barru, dan dua rumah tradisional Soppeng dengan menggunakan metode deskriptif dengan analisis crosstabs. Sebagian besar ( 80 %) bukaan pada rumah bugis tidak mirip antar daerah . Adanya tipologi bentuk bukaan untuk  pintu dan jendela didominasi bentuk segiempat kombinasi panil dan krepyak dan bentuk ventilasi segiempat dengan model terbuka. Adanya Kesamaan bahan yang berasal dari material kayu. Terdapat Perbedaan dalam tipologi bentuk bukaan terlihat pada variasi ukuran dan ornament yang digunakanKata Kunci:Tipologi; Bugis; Bukaan; Tradisional Abstract_ The development of the current era led to the application of openings in homes of bugis people to change, it can be seen on the shape, size, materials, and ornaments at openings such as doors, windows and ventilation in homes of today's bugis people who started to follow the times . This study aims to identify the typology of openings such as doors, windows, and ventilation of traditional Bugis houses within the Somba Opu Fortress area before being transformed. In terms of size, materials and ornaments used at home. Objects studied are nine traditional houses of ethnic bugis, covering traditional Bugis, Luwu, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Barru, and two traditional Soppeng houses using descriptive methods with crosstabs analysis. Most (80%) openings in bugis homes are not similar across regions. The typology of openings for doors and windows is dominated by a rectangular combination of panels and blinds and a quadrilateral vent with an open model. The similarity of materials derived from wood materials. Differences in the typology of openings are visible on the size and ornament variations used.Keywords: Typology, Bugis, Openings, Traditional
HOTEL RESORT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS MODERN DI KAWASAN WISATA MALINO KABUPATEN GOWA Mutmainnah, Mutmainnah; Burhanuddin, Burhanuddin; Syammi, Syammi
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i2a2

Abstract

Abstrak— Kota Malino merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Sulawesi Selatan, yang   terletak   ±   80   km   dari   kota   Makassar. Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata menjelaskan pada tahun 2013  “minatnya wisatawan   yang   berkunjung   dan   menginap   di   Malino   terus   mengalami peningkatan yang cukup signifikan bahkan di hari-hari tertentu seperti hari libur dan   malam  pergantian   tahun   jumlah  pengunjung   yang  datang  di   Malino mengalami   peningkatan   hingga   dua   kali   lipat   di   banding   dengan   tahun sebelumnya” (travel.okezone.com).   Seiring dengan melonjaknya kunjungan wisatawan yang berkunjung membuat perkembangan pariwisata khususnya yang bergerak di jasa perhotelan dan resort semakin di perhitungkan untuk direncanakan demi memenuhi kebutuhan wisatawan yang hendak menghabiskan waktu untuk berlibur. Tujuan dari perencanaan ini adalah merancang hotel resort dengan pendekatan tropis modern,. Hasil dari perencanaan ini meninjau hal-hal spesifik dari bangunan yaitu pola pengolahan tapak, konsep kebutuhan ruang, material dan struktur serta utilitas bangunan yang mempertimbangkan iklim pegunungan serta sesuai dengan pola penataan bangunan yang tertata secara fungsional . Kata kunci: Malino, Hotel Resort, Arsitektur Tropis Modern.  Abstract- Malino city is one of the Tourism Destination Regions (DTW) in South Sulawesi, located ± 80 km from the Makassar City. Department of Culture and Tourism explained in 2013. "interest of tourists for visiting and staying in Malino increases continues in significant even on certain days such as holidays and New Year's Eve the number of visitors who come in Malino increasing two times in then the previous year "(travel.okezone.com). Along the of tourists, it makes tourism development, especially those engaged in  and resort service increase consideraly to being planned in full filling the of tourists who want to spend the time on vacation. The purpose of this planning is to design a hotel resort  with a modern tropical approach. The results of this planning is reviewing the specifics of the building such as that is processing the tread pattern, the concept of space requirements, material and structure and building’s utility which considering the mointans climate and also appropriate with the pattern of building’s arrangements which are arranged functionally. Keywords: Malino, Hotel Resort, Modern tropics Architecture
LOKALITAS STRUKTUR & MATERIAL KONSTRUKSI RUMAH ADAT SAPO BATTOA DESA KALUPPINI, KABUPATEN ENREKANG, SULAWESI SELATAN AS, Zulkarnain; Mutmainnah, Mutmainnah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a9

Abstract

Abstrak_ Pengaruh lingkungan dan interaksi sosial antara satu kelompok dengan yang lain menghasilkan aturan yang terwujud dalam sebuah tatanan nilai–nilai aturan budaya, tertuang dalam wujud fisik yang tentunya selalu menyesuaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Aturan nilai budaya dalam wujud fisik menghasilkan kebiasaan atau tradisi, dalam wujud kearifan berarsitektur terhadap bagian bagian konstruksinya dalam pemanfaatan teknologi berupa peralatan, sistem sambungan dan material konstruksi setempat. Kearifan lokal inilah yang tentunya memiliki nilai tradisi dan aturan yang selalu menjaga Desa Kaluppini yang kaya akan nilai budaya, sejarah, keragaman suku dan arsitektur rumah adat tradisionalnya. Arsitektur rumah adat Sapo Battoa merupakan salah satu cerminan lokalitas yang memiliki tatanan aturan nilai budaya setempat dan memiliki nilai keseimbangan antara lingkungan dan tempat tinggalnya. Lokalitas Arsitekturnya terlihat dari struktur dan konstruksi yang ada pada setiap bagian–bagian elemen konstruksi Sappo Battoa. Objek rumah adat ini yang dijadikan objek untuk di teliti terhadap bagian–bagian elemen Lokalitas struktur dan material konstruksinya. Kata kunci : Struktur Konstruksi; Lokalitas; Rumah Adat Tradisional.  Abstrac_The influence of environment and social interaction between one group with the other form embodied in a cultural value order, contained in a physical form that is always adapted to the surrounding environment. In the form of the wisdom of architecture to the part of its construction in the utilization of technology, equipment and construction. This local wisdom, of course, has a tradition and rules that always keep the village of Kaluppini rich in cultural values, history, ethnic diversity and architecture of traditional custom homes. The architecture of Sapo Battoa traditional house is one of the reflections of the locality that has the order of cultural rules and has a balance between the environment and the residence. Locality of Architecture seen from the structure and construction that exist in every part of construction elements of Sappo Battoa. Object of this custom house which is used as an object to be meticulously against the elements elements Lokalitas structure and construction materials.Keywords: Construction; Locality; Traditional House.
URBAN GREEN INFRASTRUCTURE FOR CLIMATE RESILIENCE: A REVIEW Tauhid, Fahmyddin Araaf
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a7

Abstract

Abstract: As the climate change affectingon coastal cities by increasing the intensity and frequency of climate related disasters such as flooding, sea level rise, drought etc., the need to explore other urban infrastructure strategies than conventional one is required. This alternative not only mitigate the impacts but also improve the urban climate resilience. In line with it, green infrastructure/GI can be sustainable alternative in that way combine with gray infrastructure. Therefore, this paper reviews the concept of GI to advance the urban resilience associated with climate related disasters. Some strategies based on the current literature and projects are also recommended including managing flood risk, building resiliency to drought, reducing the urban heat island effect, lowering building energy demands, improving coastal resiliency, and reducing energy needed to manage water.Key words: Green Infrastructure, Climate Resilience, Urban Resilience, Sustainability, Flood, Drought,Sea level Rise.
GEDUNG PARKIR VERTIKAL DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN PINTAR DI MAKASSAR Rahman, St. Aisyah; Burhanuddin, Burhanuddin; Az, Andi Nursani
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i1a4

Abstract

Abstrak— Salah satu penyebab kemacetan di kota Makassar adalah kurangnya lahan parkir di pusat-pusat perkantoran atau bangunan publik. Banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan menyebabkan luas jalan  yang berkurang berdampak pada kemacetan  yang parah. Kepala  Dispenda  Sulsel  Azikin  Sulthan  dalam  kutipan  jpnn.com diakses pada tanggal 26 Maret 2015 mengatakan, “pertumbuhan pengguna kendaraan di Sulawesi-Selatan, khususnya Makassar di atas 12-15 persen per tahunnya. Pada 2014 peningkatan kendaraan mencapai 10- 15 persen”. Tujuan Laporan ini adalah merancang sistem gedung parkir dengan kapasitas yang dapat mewadahi beberapa bangunan sekitar. Metode perancangan yang digunakan ialah studi lapangan dengan cara survey lansung dengan mengamati penggunan jalan Ahmad Yani yang sangat padat dengan sasaran pengguna utama ialah pegawai Balai Kota Makassar dan pegawai perkantoran yang berada di sekitar balai kota Makassar. Desain tapak dibuat dengan jalan masuk langsuk ke basemant agar tidak mengganggu aktifitas pada jalan Ahmad Yani. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk dari sebuah komponen computer yang terlihat dari double facade. Sistem bangunan pintar menggunakan sistem parkir mobil otomatis dengan mengguakan lift. Sistem  utilitas  bangunan  juga  menggunakan  sistem  bangunan  pintar.  Kata kunci: Macet, Gedung Parkir Vertikal, Bangunan Pintar.  

Page 6 of 23 | Total Record : 222