cover
Contact Name
Radyana
Contact Email
rasdyana@gmail.com
Phone
+628529995952
Journal Mail Official
journal@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nature: National Academic Journal of Architecture
ISSN : 23026073     EISSN : 25794809     DOI : -
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
IDENTITAS ARSITEKTUR MANDAR PADA BANGUNAN TRADISIONAL DI KABUPATEN MAJENE Zamad, Nurmiati; Alfiah, Alfiah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a1

Abstract

Abstrak_ Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1). Identitas Arsitektur Mandar Pada Bangunan di Kelurahan Banggae Kabupaten Majene berdasarkan nilai arsitekturalnya, agar bangunan dipahami secara visual (identity), kesesuaian bangunan ditinjau dari bentuk, pola ruang (compatibility) serta kejelasan struktur fisik sebagai orientasi (view) dan diterapkan melalui pemakaian ragam hias tradisional pada bagian-bagian tertentu yang bersifat ornamentasi, agar sesuai dengan penempatannya berdasarkan perkembangan bangunan tahun 1960-2015. (2) Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan identitas Arsitektur Mandar masih digunakan pada bangunan. Lokasi penelitian di Kelurahan Banggae Kabupaten Majene. Metode digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan dengan mengidentifikasi 25 sampel bangunan tradisional dari 403 populasi di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari satu kelurahan yang mewakili lokasi penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan identifikasi dan perbandingan sesuai fakta dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen bentuk atap khas Mandar dari segi fisik berupa penggunaan teppang atap (butung-butung) sebagian besar masih digunakan dengan nilai (±52%). Ornamen yang bermakna simbolik ini sangat signifikan mengapa identitas arsitektur Mandar masih digunakan pada bangunan etnis Mandar tahun 1960-2010, terutama pada bangunan arsitektur Mandar kontemporer, dan dari segi non fisik dipengaruhi oleh faktor status sosial dan faktor lingkungan. Out-Put dari penelitian diharapkan dapat menjadi strategi pemanfaatan Identitas Arsitektur Mandar pada bangunan modern vernacular.Kata kunci : Identitas, Tradisional, Arsitektur Kontemporer, Ornamen, Simbol.Abstract­_ The study aims to determine (1). Identity of Mandar Architecture In Building in Kelurahan Banggae Majene Regency based on its architectural value, so that building is understood visually (identity), suitability of building in terms of shape, pattern of compatibility and clarity of physical structure as orientation (view) and applied through traditional decorative usage In certain parts of an ornamentation, to fit the placement based on the development of the building in 1960-2015. (2) Identify the factors that caused the identity of Mandar Architecture still used in buildings. Research location in Kelurahan Banggae Majene Regency. The method used in the research is a field survey by identifying 25 samples of traditional buildings from 403 populations in Banggae District Majene District. Sampling was done randomly from one kelurahan representing the research location. Data were analyzed using identification and comparison according to the facts in the field. The result of the research shows that the ornament of roof shape typical of Mandar from the physical aspect in the form of the use of teppang roof (butung-butung) is still mostly used with the value (± 52%). This symbolic meaningful ornament is so significant why Mandar architectural identity is still used in the Mandar ethnic buildings of 1960-2010, especially in contemporary Mandar architectural buildings, and in non-physical terms influenced by social status factors and environmental factors. Out-Put from the research is expected to be a strategy of utilizing Mandar Architectural Identity in modern vernacular buildings.Keywords :  Identity, traditional, contemporary architecture, ornament, symbolc
AKADEMI DESAIN ANIMASI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA Rahman, St Aisyah; Afdillah, Kurnia; Arfan, Taufik
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a7

Abstract

Abstrak_ Penggunaan animasi saat ini telah mencakup ke seluruh bidang, mulai dari dunia hiburan seperti film, dunia  pendidikan  sebagai  media  pembelajaran  di  sekolah-sekolah,  hingga  ke  dunia  bisnis  sebagai  media promosi dan penjualan.  Kota  Makassar  yang  merupakan  kota  terbesar  di  kawasan Indonesia  Timur  dan merupakan wilayah metropolitan terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan, belum memiliki sekolah khusus di bidang animasi. Berdasarkan fenomena tersebut maka diperlukan adanya gagasan untuk penyediaan fasilitas edukasi yang mampu mencetak SDM berkualitas yang dapat bersaing di pasar internasional. Tujuan dari  penulisan ini  adalah  merancang sekolah animasi yang  memiliki  identitas  atau  ciri khas  dengan menggunakan  pendekatan  arsitektur  nusantara sehingga dapat menarik perhatian para calon animator dan juga perhatian industri animasi dunia. Metode pembahasan yang digunakan adalah eksplorasi desain dengan menguraikan masalah yang ada melalui studi literatur dan survei lapangan, mengkaitkannya dengan beberapa variabel yang berpengaruh, sehingga dapat dirumuskan sebagai acuan untuk dijadikan bahan transformasi ke dalam desain.Hasil dari penulisan ini adalah gagasan konsep perancangan sekolah animasi yaitu Akademi Desain Animasi yang menerapkan pendekatan Arsitektur Nusantara.Kata kunci : Akademi Animasi; Arsitektur Nusantara; Perancangan Abstract_At this time, The use of animation today has covered the whole sector, start from entertainment such as film, from education as a media of learning in schools, until to the business world as a media of promotion and sales. Makassar City which is the largest city in eastern Indonesia and is the second largest metropolitan area outside Java Island after Medan City does not have yet a special school in the sector of animation. Based on the phenomenon, it is necessary to have an idea for providing educational facilities that can be printed out the Quality of human resources that can compete in the international market. The purpose of this paper is to design an animation school that has the identity or characteristic by using the archipelago architecture approaching in order to attract the attention of the candidate animator and also the attention of the world animation industry. The method of discussion that has been used is design exploration by analyzing existing problems through literature studies and surveys, relating them to several influential variables, that cab be formulated as a reference for transformation material into design. The results of this paper is the idea of the concept design about animation school is the Academy of Design Animation that applies the approach of archipelago architecture.Keywords :  Academy of Animation; Archipelago Architecture; Design
BOLA PAKKA: RUMAH TRADISIONAL SUKU TOBALO DI KABUPATEN BARRU AS, Zulkarnain
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i2a9

Abstract

Abstrak— Perkembangan fungsi kegunaan bangunan khususnya bangunan tradisional itu bereneka ragam, sesuai dengan struktur masyarakat dan kebudayaan penduduk yang bersangkutan. Akan tetapi pada umumnya sebagai bangunan tradisional maupun bangunan modern mempunyai kegunaan dan fungsi yang sama. Penelitian dilakukan di Kabupaten Barru, Kecamatan Pujanannting, Desa Bulo-Bulo, Dusun Labaka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Secara makro dapat merujuk pada penggunaan batas kawasan berupa batu, kayu maupun vegetasi sebagai bentuk pembagian teritori, orientasi pembangunan rumah mengarah pada jalan, sungai dan mata perncaharian. Bola Pakka yang merupakan rumah milik Suku To Balo secara umummemiliki kesamaan bentuk pada rumah Bugis pada umumnya, hanya saja penggunaan serta cara merakit material (proses) yang sedikit berbeda. Bola Pakka  terbagi atas tiga tipe yakni Bola Sussa, Bola Sicandring dan Bola Amang. Kata kunci: To Balo, Bola Pakka, Tradisional Abstract — The development of utility functions of the building, especially the traditional building is various according to its societies structure and its population’s culture. Generally whether in traditional buildings and modern buildings have, it has utility and similar functions. The research is conducted in Barru, District Pujanannting, village of Bulo-Bulo, Hamlet Labaka. The method  of the research is descriptive qualitative with rationalistic approach. In macro, it refers to the use of area boundaries such as stone, wood and vegetation as a form of division of territory, the house development orientation which leads to the roads, rivers and ricefield Bola, only the function and the way in assembling material (process) that make them different. Pakka ball is divided into three types namely Bola Sussa, Bola Sicandaring dan Bola Amang. Key words ; To Balo, Bola Pakka, Architecture Local 
ADAPTIVE COMFORT PADA GRAND STUDIO PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Atthaillah, Atthaillah; Saputra, Eri; Iqbal, Muhammad
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a1

Abstract

Abstrak_ Ruang Grand Studio Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (GS-PAFT) merupakan satu ruang studio baru yang menggunakan penghawaan alami pada prodi Arsitektur universitas tersebut. GS-PAFT merupakan ruang studio yang paling luas yang dapat menampung 60 orang mahasiswa dengan luas 168.48 m2dan baru digunakan satu semester. Dalam penggunaannya, dirasakan kondisi termal yang tidak nyaman baik bagi mahasiswa maupun tenaga pengajar.Studi ini melakukan investigasi untuk membuktikan sensasi ketidaknyamanan subjektif tersebut dengan data sehingga bisa dipertanggung jawabkan secara objektif dengan pengukuran adaptive comfort.Tujuannya adalah untuk memberikan data sensasi termal sehingga pihak prodi arsitektur dapat mengambil langkah yang benar untuk penyelesaian masalah tersebut.Metode yang dipakai adalah metode simulasi komputer dengan teknik parametrik menggunakan Rhinoceros, Grasshopper dan Ladybug & Honeybee.Ruang GS-PAFT dibagi menjadi sembilan zona berdasarkan orientasi dan modul bangunan untuk memudahkan analisis.Simulasi dilakukan dari pukul 08.00 sampai 17.00 yang merupakan waktu pemakaian ruang pada hari kerja.Hasil menunjukkan kurang dari 40% waktu sepanjang tahun dirasakan nyaman.Zona yang paling nyaman dan paling tidak nyaman secara berurutan adalah zona 8 (Timur, tidak terpapar matahari) dan zona 20 (Barat Daya, terekspos matahari) dengan persentase waktu nyaman tahunan 39.23% dan 33.53%. Kata kunci : Adaptive Comfort; Sensasi Termal; Simulasi Kenyamanan Termal; Metode Parametrik; Ruang Studio.Kata kunci : Adaptive Comfort; Sensasi Termal; Simulasi Kenyamanan Termal; Metode Parametrik; Ruang Studio.Abstract_ Grand Studio Technic Faculty of Architecture Department in  Malikussaleh Uniersity (GS-PAFT) was a latest studio room using natural  ventilation on Architecture Department of Malikussaleh University.  GS-PAFT was the largest studio which accommodated 60 students with the area of 168.48 m2 and it had been utilized only for one semester.  The thermal sensation of the space was uncomfortable both for students and lecturers who had used the studio.  Thisinvestigation of this study is to prove the subjective of uncomfortable sensation that can become responsible objective using measurement of adaptive comfort.  The paper was aimed for providing data of thermal sensation, in order to guide the architecture department solving the thermal comfort problem.  This study used computer simulation method with parametric technic using Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug& Honeybee.  The GS-PAFT room was divided into nine zones based on its orientation and the building modular for easier analysis.  Simulation was conducted from 08:00 A.M. to 05:00 P.M. which was the time of the space was utilized within the working days.  The result showed that less than 40% of the time from the whole year was thermally comfortable.  The most comfortable and uncomfortable zones consecutively were zone 8 (East, no sun exposure) and zone 20 (South West, sun exposed) which revelead 39.23% and 33.53%  the comfortable time percentage of the whole year.Keywords : Adaptive Comfort; Thermal Sensation; Thermal Comfort Simulation; Parametric Method, Architecture Studio
MUSEUM TRANSPORTASI AIR INDONESIA DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KINETIK Rahman, St. Aisyah; Burhanuddin, Burhanuddin; Saputra, Sulkifli Syam
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i1a9

Abstract

Abstrak— Transportasi air di Indonesia terutama di Makassar merupakan salah satu yang diandalkan untuk bepergian antar pulau. Sarana penunjang di Pelabuhan Makassar masih kurang sehingga masyarakat hanya memanfaatkan tempat yang tersedia untuk menunggu waktu keberangkatan sambil istrahat. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang museum transportasi air Indonesia di Makassar dan memperhatikan ketentuan yang terdapat pada arsitektur kinetik dari segi fasad bangunan yang mendasari perwujudan kebutuhan dan fungsi museum sebagai tempat informasi, edukasi, dan rekreasi. Hasil dari perancangan meninjau hal-hal teknis bangunan yaitu penentuan site atau lokasi, tata massa bangunan, kebutuhan dan hubungan ruang, sirkulasi ruang, sistem fasad bangunan, konsep bentuk (penentuan suasana pada interior bangunan), sistem struktur, utilitas, dan material bangunan, penggunaan sistem teknologi bangunan (secondary skin).  Kata kunci: Museum, Tranpotasi Air, Makassar, Arsitektur Kinetik.
ARENA OLAHRAGA EKSTRIM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH TECH DI MAKASSAR Rahayu, Irma; Darmawan, Darmawan; Wasilah, Wasilah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a6

Abstract

Abstrak_ Kegiatan Olahraga Ekstrim di Makassar tersebar didaerah kampus, sekolah dan tempat-tempat publik yang ada di wilayah makassar. Maraknya pencinta olahraga ekstrim di Makassar ada beberapa kendala, mulai persoalan organisasi, lapangan, dan masalah teknis penyelenggaraan event. Maka dari itu perancangan adanya gedung untuk Arena Olahraga Ekstrim ini perlu untuk merankum dan mewadahi kemampuan dalam bidang olahraga ekstrem agar dedikasi mereka dapat membawa dampak positif untuk generasi muda lainnya. Tulisan ini mencoba menganalisis bangunan dengan  pendekatan arsitektur high tech. Pendekatan high tech dari fasilitas-fasilitas dan material bangunan yang serba pabrikan. Metode yang digunakan ialah studi Literatur, studi banding, dan observasi. Hasil penulisan ini berupa perancangan dengan konsep tata lansekap, pengolahan tapak, bentuk bangunan, material, dan sistem utilitas.Kata kunci : Olahraga Ekstrim;  Arsitektur High Tech; Makassar.
ANALISIS KONFLIK JALAN SEBAGAI RUANG PUBLIK PERKOTAAN (STUDI KASUS : JALAN LINGKUNGAN MENUJU DANAU MAWANG, KABUPATEN GOWA) Ersina, Sriany
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a5

Abstract

Abstrak_ Ruang publik yang ideal harus menjadi landasan bersama, terbuka dan dapat diakses untuk semua, termasuk bagi para penyandang cacat. Namun kenyataannya, di sepanjang jalan lingkungan menuju Danau Mawang tidak semua ruang publik yang dapat diakses. Idealnya, berbagai orang yang menggunakan dan melakukan interaksi di ruang publik harus diakomodasi dalam ruang. Potensi konflik ada kapan saja dan di mana pun orang-orang berinteraksi. Konflik bersifat wajar, normal, dan tidak dapat dihindari setiap kali orang berinteraksi bersama. Ketidaksepakatan dan perbedaan pada konflik nilai dapat diindikasikan oleh situasi tak terhindarkan dalam hubungan manusia. Oleh karena itu, mendefinisikan perbedaan dan strategi untuk mengelola konflik di ruang publik akan menjadi fokus dari penelitian ini. Sinergi, kompromi, tindakan akomodatif dan penggunaan kekuatan antara lain adalah strategi mengelola konflik untuk menciptakan lingkungan yang dibangun menuju tempat umum yang terbuka dan dapat diakses.Ruang publik adalah tempat bersama di mana orang melakukan kegiatan fungsional dan ritual yang mengikat komunitas, baik dalam rutinitas normal kehidupan sehari-hari atau dalam perayaan periodik (Bishop dan Krik R. 1989). Jalan Perkotaan yang berhubungan dengan sebagian besar ruang publik harus melayani masyarakat luas, masyarakat majemuk dan berbagai perilaku manusia.Dalam penelitian ini berlandaskan pada paradigma rasionalitik dengan pendekatan metode penelitian deskriptif yaitu; studi pustaka tentang teori dasar ruang publik perkotaan, observasi lapangan, dan menganalisis data dengan menggunakan ArchGIS program (program pemetaan digitalisasi).Dengan mengelola konflik di sepanjang Jalan Lingkungan menuju Danau Mawang sebagai ruang publik perkotaan sebaik mungkin akan dapat menciptakan ruang publik yang terbuka dan dapat diakses dengan baik oleh seluruh masyarakat setempat.Kata kunci : Ruang Publik; Konflik Ruang Publik; Jalan Perkotaan.
ANALISIS RESPON MASYARAKAT SUDIANG TERHADAP RENCANA REVITALISASI GELANGGANG OLAHRAGA SUDIANG SEBAGAI OBJEK WISATA BERBASIS KOMUNITAS Ardiansyah, Ardiansyah; Syukur, Idris; Mutmainnah, Mutmainnah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 1 No 1 (2014): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v1i1a5

Abstract

Sudiang sports center is one of the architectural masterpiece that is purposedly built to be used optimal by the local society, but thee reality is far from what is expected. Next problem is many street vendors who sell around the gymnasium building and road shoulders so that the building is supposed to be a place to exercise converted into a sale and purchase. The author tries ries to analyze and provide solutions through revitalization plan as a sports center attaractions based community efforts to address the problem. Through this research will be know apperenciation of the local society on the plan and will be know the factors cousing problem arise, trough a questionnaire which contains several points and sub questions that are  considerd related to the issue above the level of public enthusiasm and response plan as well as an opportunity to serve as a tourist destination. Then the data will be processed by presented using MS Excel based as the highest answer and lowets voting, the reslts of research state that the dominant factor that couses people rarel visit was the lack of free time due to the business of the work and the generally public to respond and respond positively on a revitalization plan. Therefor the relevant stakeholders such as the such as the society is expented to be more enthusiastic about building of Sudiang sports center as better an for the manager of the building with geverment in order to improve the quality of service and wise in making decisions in terms of regulating street vendors. 
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN WISATA KULINER DI KABUPATEN ENREKANG Burhanuddin, Burhanuddin; Rahman, St Aisyah; Sakinah, Intan
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a6

Abstract

Abstrak_ Potensi kuliner Kabupaten Enrekang menjadi perhatian pemerintah terhadap pengembangan  pariwisata sangat  besar  terutama pada jalur menuju Tanatoraja. Maka diperlukan sebuah perancangan taman wisata kuliner di Enrekang. Metode yang digunakan ialah metode desktriptif melalui studi literatur, studi preseden, dan studi lapangan dengan melakukan survey langsung ke lapangan untuk mengamati dan menganalisis lingkungan sekitar tapak. Perancangan menggunakan konsep Arsitektur Kontemporer berupa konsep  perancangan  dalam  merancang  kawasan  taman wisata kuliner, terdiri dari: zoning/ peruntukan lahan (land use), bentuk dan massa bangunan (building from and massing), sirkulasi dan parkir (circulation and parking), jalur pejalan kaki (pedestrian ways), ruang terbuka (open space), dan penanda (signage).Kata kunci : Wisata Kuliner, Konsep Koneporer, Enrekang. Abstract_Culinery’s Potency in Enrekang Regency is the government's attention to the enormous tourism development especially on the path to go to Tanatoraja. In this case, it is needed a design of culinary tourism area in Enrekang. The method used is descriptive method through literature study, precedent study, and field study by conducting direct survey to the field to observe and analyze the environment around the site. The design using the concept of Contemporary Architecture includedof design concept in designing culinary tourism area, consists of: zoning / land use (land use), shape and building mass (building from and massing), circulation and parking (circulation and parking), pedestrian path (pedestrian ways), open space (space), and signage (signage).Keywords: Culinary Tour, Concept of Koneporer, Enrekang.
MUSEUM SEJARAH KABUPATEN BERAU DI TANJUNG REDEB KALIMANTAN TIMUR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Wasilah, Wasilah; Burhanuddin, Burhanuddin; Rifai, Muhammad
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i2a4

Abstract

Abstrak— Tanjung Redeb sebagai Ibu kota Kabupaten Berau Kalimantan Timur memiliki banyak nilai sejarah dan budaya serta kekayaan alam dan. Tujuan Laporan perancangan ini adalah mendesain wadah Museum Sejarah Kabupaten Berau di Tanjung Redeb dengan Pendekatan Arsitektur Modern yang dapat memenuhi berbagai aspek di dalam desainnya, sehingga dapat menunjang kegiatan pelestarian, edukasi, penelitian dan rekreasi serta historial secara optimal sehingga menjadi monumen,  sehingga  masyarakat  dapat  menjiwai  dan  pada akhirnya  akan  menjadi  kebanggaan  masyarakat  yang  memiliki  identitas daerah. Pendekatan Arsirtektur modern diterapkan pada fasad serta fasilitas-fasilas yang dapat menjadi menunjang serta menjadi icon  atau  landmark Kabupaten Berau.  Kata kunci: Museum, Kabupaten Barau, Tanjung Redab , Arsitektur Moderen. Icon, Landmark  Abstract- Cape Redeb as the capital of East Kalimantan Berau District has many historical and cultural values as well as natural resources the purpose of this report is to design museum historical Berau in Redab cape in architecture modern approaching that can fill the various aspects of in design, so can support conservation, education, research and recreation and history optimally that become a monument, so that people can recognize well and at last will be the pride of the community who have a regional identity. Architecture modern approach to the façade and also the supporting facilities that can become icon and landmark apllied Berau District Keywords: Museum, Berau District, Redab Cape, Modern Architecture, Icon, Landmark

Page 7 of 23 | Total Record : 222