cover
Contact Name
Radyana
Contact Email
rasdyana@gmail.com
Phone
+628529995952
Journal Mail Official
journal@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nature: National Academic Journal of Architecture
ISSN : 23026073     EISSN : 25794809     DOI : -
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
PASAR TRADISIONAL DENGAN PENATAAN MODERN DI KOTA MAKASSAR Wasilah, Wasilah; Rahman, St Aisyah; Misbahuddin, Muhammad
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a2

Abstract

Abstrak—Pasar Tradisional selama ini kebanyak terkesan kumuh, kotor, semraut dan setrusnya yang merupakan stigma buruk yang dimilikinya. Pasar Tradisional Lelong yang berada di Kecamatan Mariso (Jl. Rajawali) yang sudah lama dan masih aktif sampai sekarang selalu dipadati oleh pengunjung sehingga mengakibatkan kemacetan di kawasan sekitar pasar terlebih lagi pada waktu-waktu akhir pekan. Ruang parkir kendaraan dan ornag-orang tumpah menjadi satu memenuhi jalanan di kawasan sekitar tapak, mereka harus berbagi berebut space yang sudah sangat kecil yang tidak dapat menampung keseluruhan pedagang yang berada di pasar tersebut sehingga badan jalan juga digunakan sebagai tempat parkir maupun ajang transaksi. Tujuan perancangan ini adalah menyusun suatu acuan perancangan yang dapat menjadi panduan dalam merancang pasar tradisional dengan penataan modern yang efektif dan efisien yang siap ditransformasikan dalam program perancangan fisik bangunan. Hasil dari laporan ini  meninjau hal-hal yang spesifik dari bangunan, berupa syarat-syarat perencanaan yang meliputi konsep pengolahan tapak, bentuk bagunan, struktur bangunan, material bangunan, penataan ruang dalam dengan menganalisa permasalahan dan potensi yang ada pada pasar berdasarkan prinsip arsitektur modern.Kata kunci: Pasar Tradisional, Padat, Penataan Modern.  Abstract-During the time traditional markets is empressed dirty, filthy, disorganized and so on, which has a bad stigma. Traditional Market Lelong in Mariso (Jl. Rajawali) is still exist and active longer with always crowded by the visitors that caused traffic jam around the market especially on the weekend. Vehicle parking spaces and people spilled into the streets at around site, they should share the very small space that can not accommodate the all traders are in the market so that the road is also used as a parking lot or transaction event. The purpose of this design is to develop a reference design that can be a guide in designing traditional markets and modern structuring effectiving and efficienting that are ready to be transformed into the physical design of the building program. The results of this report reviews the specifics of the building, such as the terms of the planning involved in processing concept site, shape buildings, building structure, building materials, the arrangement of inside space with analyzing the problems and the potential that exists in the market based on the principles of modern architecture.Keywords: Traditional Market, Crowded, Modern Design
KARAKTERISTIK HUNIAN PERMUKIMAN KUMUH KAMPUNG SAPIRIA KELURAHAN LEMBO KOTA MAKASSAR Amalia, Andi Annisa
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a2

Abstract

Abstrak_ Pemenuhan kebutuhan tempat tinggal bagi kaum migran yang seringkali menyewa rumah di bagian pusat kota karena dekat dengan lokasi mata pencaharian berdampak pada terjadinya proses perkembangan bangunan yang tidak terkendali dan menciptakan permukiman kumuh. Kampung Sapiria  merupakan salah satu permukiman di Kota Makassar yang didominasi oleh kaum migran. Hal ini karena nilai strategis lokasinya pada tepian air Bantaran Kanal Pannampu ,dekat dengan simpul-simpul jasa distribusi kota, terdapat fasilitas pendidikan, dan kemudahan akses menuju Pelabuhan Paotere serta Tol Reformasi. Kampung Sapiria yang terletak di Kelurahan Lembo merupakan salah satu dari 103 titik kumuh di Kota Makassar dengan luas kumuh 4,53 ha. Lokasi kumuh Kampung Sapiria Kelurahan Lembo berada di RW 002 dan RW 005 berkategori kumuh sedang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kumuh Kampung Sapiria dari aspek bangunan hunian meliputi ketidakteraturan bangunan, kepadatan bangunan hunian,  ketidaksesuaian dengan persyaratan teknis bangunan, dan legalitas bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Hasil identifikasi karakteristik hunian permukiman kumuh Kampung Sapiria diketahui bahwa 28 % bangunan yang memiliki ketidakteraturan, 85 % bangunan hunian yang memiliki luas lantai tidak sesuai standar, 22 % bangunan hunian tidak sesuai persyaratan teknis, 10 % bangunan hunian memiliki IMB dan 5 % dengan status lahan milik. Kata kunci : Migran ; Kekumuhan ; Ketidakteraturan ; Kepadatan ; Legalitas.  Abstract­_ Fulfilling residential needs for migrants who often rent houses in the downtown area as close to livelihood locations has an impact on uncontrolled development of buildings and creating slums. Kampung Sapiria is one of the settlements in Makassar City which is dominated by migrants. This is because of the strategic value of its location on the waterfront of Pannampu  Canal, close to the nodes of the city's distribution services, educational facilities, and easy access to Paotere Port and Reform Toll. Kampung Sapiria located in Lembo Village is one of 103 slum point in Makassar City with slum area of 4.53 ha. The slum location of Kampung Sapiria Kelurahan Lembo is located at RW 002 and RW 005 is categorized as slum. This study aims to identify the slum characteristics of Kampung Sapiria from the aspects of residential buildings including building irregularity, density of residential buildings, nonconformities with the technical requirements of the building, and the legality of the building. The research method used is quantitative descriptive. The result of identification of residential characteristics of Kampung Sapiria slums is known that 28% of buildings have irregularities, 85% of residential buildings with non-standard floor area, 22% of residential buildings are not in accordance with technical requirements, 10% of residential buildings have IMB and 5% property. Keywords :  Migrants; The slums; Irregularities; Density; Legality.
PUSAT PELATIHAN AUTODEKS DENGAN PENDEKATAN HEMAT ENERGI DI MAKASSAR Nawir, Muhammad Yahya; Rahayu, Irma; Mutmainnah, Mutmainnah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 1 No 1 (2014): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v1i1a1

Abstract

Autodeks as 2D and 3D software degsigners, for the construction industry, manufacturing, entertainment and education have formed the ATC (Autorizhed Training Centre) or training centers in each coutry. In Indonesia, the training center only be found in Java and Surabaya, but in the city of Makassar is not availablerepersentative. Makassar as the growing cities in Indonesia ideal be supported by ATC facility what a strategic, so that consumers in the city Makassar easier to obtain trsining and certification information. The designof commercial buildings such as ATC is necessary in large quantities, besides that, a great level of energy consumption for the building turned out to have devastating effect on the environment, therefore the design is focused on generating building Autodeks training center in Makassar are energy efficient.
OPTIMALISASI FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN MELIHAT POLA SEBARAN PENGUNJUNG STUDI KASUS: TAMAN TABEBUYA, JAGAKARSA Purwantiasning, Ari Widyati
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a4

Abstract

Abstrak_ Penyediaan ruang terbuka publik di dalam perkotaan terutama di kota metropolitan seperti Jakarta menjadi sebuah issue yang tidak pernah terselesaikan dengan baik. Terbatasnya lahan perkotaan dan juga area bebas yang seharusnya disediakan untuk ruang terbuka publik sangat sulit didapatkan.Saat ini sebagai salah satu solusinya, pemerintah daerah memiliki kemauan dalam memikirkan solusi masalah ini, dan mendorong otoritas daerah untuk menyediakan area ruang terbuka publik. Ruang terbuka public dapat didefinisikan sebagai taman, ruang terbuka hijau di dalam kota, yang menyediakan beberapa fasilitas di dalam area tersebut. Ruang terbuka public ini akan menjadi tempat yang penting bagi setiap orang yang tinggal di sekitarnya jika area ruang terbuka public tersebut dapat menyediakan fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat bersosialisasi, bertemu dengan orang baru (networking), sebagai titik kumpul ataupun untuk aktifitas lainnya. Ruang terbuka public ini juga dapat menjadi tempat yang menarik bila tempat tersebut menyediakan beberapa fasilitas pendukung bagi berbagai aktifitas baik untuk anak, dewasa maupun orang tua seperti fasilitas olahraga, fasilitas bermain anak, tempat pasif untuk relaksasi dan juga sebagai area konservasi untuk kawasan hijau.Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pola bagaimana orang-orang khususnya pengunjung ruang terbuka public tersebar di dalam area yang dikaitkan dengan posisi dari fasilitas-fasilitas tersebut. Taman Tabebuya yang berlokasi di Ciganjur Jagakarsa dipilih menjadi studi kasus, karena taman ini merupakan salah satu  ruang terbuka publik yang dianggap indah di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memberikan beberapa data yang dikumpulkan khususnya pada hari Sabtu dan Minggu sepanjang hari dengan waktu-waktu tertentu yaitu pagi, siang dan sore hari. Kata kunci : ruang terbuka publik, Tabebuya, pola sebaran Abstract. Providing public opening space inside city in Metropolitan city like Jakarta is becomes one of an issue. The limited land and area which should be provided for publicopening space, is very hard to find. Nowadays, local government is willing to think about this issue, and encourage local authority to provide the area for public opening space. Public opening space could be defined as a parks, green opening space within city which providing some facilities within the area. This public opening space will become an important place for people around if that area of public opening space can provide facilities than can be used as a place for socialization, for networking, for meeting point and for other activities. This public opening space will become more exciting place, if the place consists some of supporting facilities can be used for children, mature and elder people such as sport activities, playground facilities, passive place for relaxation, and as a conservation area for green area. This research is aimed to analyze the pattern of how people is distributed within area referring to the facilities existed. Taman Tabebuya which is located in Ciganjur Jagakarsa, has been chosen as a case study, because this place has been regarded as one of beautiful garden in South Jakarta. The method of this research is a quantitative method by providing some data which has been collected on Saturday and Sunday, during morning, noon and afternoon.Keywords :  public opening space, Tabebuya, distribution pattern
PERANCANGAN KAWASAN PELABUHAN PENUMPANG DI BODDIA KABUPATEN TAKALAR Ersina, Sriany; Burhanuddin, Burhanuddin; Haq, Mursyidul
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i2a3

Abstract

Abstrak— Kota Makassar berkembang lebih pesat, baik secara sosial ekonomi maupun prasarana fisik. Kabupaten  Takalar  akan  dititik  beratkan  pada  fungsinya  sebagai daerah penyangga dan pendukung kawasan Bisnis Terpadu Makassar, serta kawasan  permukiman  baru  dengan  nilai  prestase  yang  tinggi. (RTRW Kawasan Mamminasata, Faisal Hasan, Perumahan Dengan Konsep Islami Di Kawasan Mamminasata, 2012). Untuk itu, perancangan kawasan pelabuhan di Boddia Kabupaten Takalar dirasa sangat relevan untuk menunjang sosial ekonomi maupun sarana prasarana Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan ialah pengumpulan data untuk mendapatkan kriteria yang dianalisis dan diterapkan pada konsep yang dijadikan pedoman dalam melakukan simulasi penataan dan perancangan. Hasil dari penelitian membahas tentang  konsep pemanfaatan lahan, sirkulasi tapak, bentuk bangunan dan struktur bangunan. Kata kunci:, Pelabuhan Penumpang, Pelabuhan Penumpang, Kabupaten Takalar  Abstract- Makassar city grow more rapidly, both socio-economic and physical infrastructure. KabupatenTakalar will put emphasis on its function as a buffer zone and supporting Integrated Business district of Makassar, and also new residential areas with high prestase value. (RTRW Mamminasata Region, Faisal Hasan, Islamic Housing Concepts In Mamminasata Region, 2012). Therefore, the design of the port area in Boddia KabupatenTakalar is considered very relevant to support the socio-economic and infrastructure Takalar. The method used is to collect. In order to get criteria that will be analyzed and applied to the concept as guide in conducting the arrangement and design simulation. The results of the study is to discuss about the concept of land use, circulation site, form and structure building Key owrds ; passenger’s port, district Takalar
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TOL SUTAMI TERHADAP NILAI LAHAN DISEKITARNYA Harum, Muhammad; Sutriani, Sutriani
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i1a8

Abstract

Abstrak_ Luas lahan memiliki arti penting dalam sebuah tempat usaha yang berkaitan dengan kegiatan pergudangan. Semakin luas lahan maka semakin besar pemanfaatannya. Korelasi luas lahan dengan jalan tol diperoleh hasil yang menggambarkan bahwa nilai lahan memiliki keterkaitan jalan raya. Luas lahan akan mempengaruhi nilai jual lahan karena memiliki hubungan signifikan kerena semakin luas lahan maka besar pula pengaruh untuk mendapatkan lahan di sekitar jalan tol terutama untuk pergudangan karena lokasi yang strategis berupa jalan bebas hambatan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki korelasi terhadap perubahan harga di sekitar Jalan Tol Sutami adalah; jarak dari ruas jalan, kondisi jalan, luas lahan, lebar jalan, jaringan utilitas, jarak ke pusat kota dan aksesibilitas.Kata kunci : Nilai lahan, jalan.Abstract­_ Land area has significance in a place of business related to warehousing activities. The larger the land, the greater the utilization. The correlation of land area with toll road is obtained result which illustrates that the value of land has road linkage. Land area will affect the sale value of the land because it has a significant relationship because the greater the land area the greater the influence to obtain land around the toll road, especially for warehousing because of the strategic location of the highway. The results showed that variables that have correlation to price changes around Toll Road Sutami are; Distance from road segment, road condition, land area, road width, utility network, distance to city center and accessibility  Keywords :  land price, street  
RUMAH PANGGUNG SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN TERHADAP BENCANA BANJIR, LAHAN PARKIR, AREA BERMAIN DAN BERSOSIALISASI Alfiah, Alfiah; Said, Ratriana
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a9

Abstract

Abstrak_ Perumahan di perkotaan hakekatnya mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan. Permasalahan perumahan adalah perbaikan kualitas lingkungan tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas unit rumah. Perbaikan jalan lingkungan tiap tahun menyebabkan tinggi permukaan jalan lebih tinggi dari lantai unit perumahan tersebut. Pertambahan tinggi permukaan jalan menyebabkan terjadinya genangan air pada tiap unit rumah pada musim hujan. Pertumbahan ekonomi penghuni menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan fasilitas kendaraan atau garasi. Perencanaan garasi atau carport yang tidak terencana menyebabkan penguhi perumahan memarkir kendaraan di jalan lingkungan depan rumahnya. Perilaku tersebut sangat merugikan penghuni dan pelaku kegiatan dalam perumahan tersebut. Area bermain dan bersosialisasi pada perumahan yang jarang tersedia menyebabkan para penghuni dan anak-anak kerang peka terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pendekatan pada kedua metode ini berbeda. Pada metode kualitatif digunakan dengan cara mempelajari beberapa literatur berupa teori-teori penanggulangan banjir pada area perumahan serta standar-standar luas untuk parkir. Kuantitif untuk menghitung dan mengukur standar ketinggian bangunan terhadap banjir dan luas yang diperlukan untuk parkir pada tiap unit rumah. Perencanaan desain rumah panggung area perumahan menjadi salah satu alternative solusi dalam memecahkan bencana banjir, perparkiran, area bermain dan area soliasilsasi pada perumahan di perkotaan yang dapat mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutanKata-kunci : Rumah Panggung; Bencana Banjir; Lahan Parkir. Abstrac_Urban housing in nature embodies conditions that are habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, socially just and sustainable. The problem of housing is the improvement of environmental quality is not balanced with the improvement of the quality of housing units. Environmental road improvement each year causes the road surface height is higher than the floor of the housing unit. The increase in the height of the road surface causes the occurrence of water puddles in each unit of the house during the rainy season. The economic spill of the occupants caused an increase in the need for a vehicle or garage facility. Planning an unplanned garage or carport causes the housing to park in the street environment of his house. Such behavior is very detrimental to residents and actors in the housing. The area of play and socializing on rarely available housing causes residents and clam children to be sensitive to the environment. This research uses descriptive method with quantitative and qualitative approach where the approach in both methods is different. In qualitative methods used by studying some literature in the form of flood prevention theories on residential areas as well as wide standards for parking. Quantitative to calculate and measure the standard height of the building against the flood and area required for parking on each unit of the house. Housing stage design of residential area becomes an alternative solution in solving flood, parking, play area and soliasilsasi area in urban housing that can realize the condition of habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, social justice and sustainableKeywords: Stage House; Floods; Parking lot.
REDESAIN MONUMEN MANDALA DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN PINTAR Wasilah, Wasilah; Rahman, St. Aisyah; Abdul Kadir, Seriyati Binti
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i1a2

Abstract

Abstrak—Monumen Mandala merupakan salah satu bukti perlawanan rakyat    daerah    Sulawesi    Selatan    dalam    Menentang    keinginan nederlandsche Indesche Civil Administrate (NICA) yang membonceng tentara sekutu untuk mengukuhkan kembali kekuasaannya di Indonesia pada umumnya, dan Sulawessi Selatan khususnya. Namun, kondisi Monumen Mandala secara naturalis atau perlahan-lahan mulai hilang keberadaannya  sehingga  tidak  lagi  menjadi  sebuah  icon/land  mark Kota Makassar. Redesain Monumen Mandala di Makassar dengan penekanan bangunan pintar merupakan upaya memvitalkan kembali Monumen Mandala di Makassar yang memiliki nilai historis atau peringatan peristiwa bersejarah dengan melakukan perubahan pada bangunan maupun sistem melalui pendekatan bangunan pintar untuk menghasilkan bangunan dan fungsi yang lebih baik dari desain semula. Penerepan sistem bangunan pintar dengan pertimbangan   kemudahan, kenyamanan, efisiensi waktu serta efisien dalam penggunaan energi. Dimana segala sumber energi dalam pengoperasiannya diperoleh dari berbagai sumber (listrik, genset, serta panel surya). Sistem kerja bangunan pintar ini juga beroperasi dengan mekanisme kerja sensor gerak, panas, dan timing.  Kata kunci: Redesain,  Monumen Madala, Bangunan Pintar.  Abstract- Mandala Monument is one of the people's resistance proof in South Sulawesi against the wishes of the Nederlandsche Indesche Civil Administrate (NICA) which is collaborated with its allies for reinforcement their powers in Indonesia generally, and  and South Sulawessi particular. However, the conditions of Mandala Monument naturally or slowly begin to disappear so that its existence is no longer to become whether Makassar icon nor Makassar Landmark. Redesign Mandala Monument in Makassar with emphasis smart building is an effort in empowering Mandala Monument in Makassar that have historical value or historical event alerts by making changes to buildings and systems through smart building approach to produce buildings and function better than the original design. The application of smart smart building system with considerating of the ease, convenience, time efficiency and the efficient use of energy. Where the operation of all sources energy is obtained from various sources (electricity, generators, and solar panels). Smart building systems work is also operating with the working mechanism of motion sensors, heat, and timing. Keywords: Redesign, Mandala Monument, Smart Building
KRETERIA REDESAIN PASAR GROSIR DAYA BERBASIS RESPON DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT Mulia, Muhammad Ilham; Mubin, Fathan; Mutmainnah, Mutmainnah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 1 No 1 (2014): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v1i1a7

Abstract

Two year after the daya Wholesale Market habitation coustructed as from of reponse to market conditions traditionally imaged as a seedy place, dirty, muddy, poorly maintained, and has a very low accupancy level of cuality does not cause society to attract shopping in Daya WholesaleMarket. The this problem, we try to conduct research related to the tendency of the factors that keep people shopping at traditional market, trough this research, authours will try to offer the design criteria based on market data obtained from the results of research thourgh independent and dependent variables on the dependent variables is costumer satisfaction (society) Daya wholesale Market concept disegn that less thant the maximum, causing the need for the rehabilitation market. As result, after two years rehabilitation Daya wholesale Market is not run optimally during the rehabilitation process. So that, Daya Wholesale Market is not preffered by many visitoris, both costumers and producers.
PUSAT PELATIHAN DAN GELANGGANG OLAHRAGA TENIS LAPANGAN DI MAKASSAR Wasilah, Wasilah; Marwati, Marwati; Pratama, Azwar
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v3i2a7

Abstract

Abstrak— Berdasarkan data informasi yang dihimpun dari media cetak maupun elektronik banyak atlet berkualitas dengan prestasi nasional yang dimiliki oleh kota Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Salah satunya dari cabang olahraga tenis lapangan, seperti yang dilansir oleh pelti kota Makassar beberapa waktu yang lalu, dua atlet Sulawesi Selatan  meraih emas di kejuaraan nasional Yunior Piala Telkom Peltha. (Pelti Makassar tahun 2013, diakses 13 November 2014,10:00 Wita). Namun, dari beberapa klub tenis lapangan yang ada di kota Makassar tak ada satupun klub yang memiliki lapangan tenis dengan status kepunyaan sendiri melainkan menyewa dengan membayar iuran perbulan dikantor, instansi mapun kampus   terkait.   Hal   ini   menjadi   masalah   yang  serius   mengingat   untuk membentuk kualitas atlet yang professional diperlukan fasilitas-fasilitas yang maksimal, bukan hanya kondisi lapangan yang berstandar internasional melainkan penunjang penunjang. Tujuan Laporan ini adalah Untuk merancang desain bangunan Pusat Pelatihan dan Gelanggang Olahraga Tenis Lapangan di Makassar dengan menerapkan konsep arsitektur kontemporer. Hasil dari laporan ini meninjau hal spesifik bangunan, berupa syarat-syarat perencanaan yang meliputi perancangan tapak, bentuk, struktur layout ruang, serta kebutuhan ruang berdasarkan standar.    Kata kunci: Makassar, Tennis Lapangan, Arsitektur Konteporer  Abstract- Based on the data of information which is written in printed and electronic media that there are many national athletes in quality achievement that is owned by the city of Makassar and South Sulawesi in general. One of them from the courts sport, as reported by Makassar Pelti some times ago two athletes from South Sulawesi won gold from the Junior National Championships in Peltha Telkom Cup. (Pelti Makassar in 2013, accessed 13 November 2014.10: 00 pm). Fact from some of tennis club free Makassar City no oe of the club has their own twnnis courts but but rented by paying free monthly at the office, campus used also related campus. This becomes a serious problem considering to establish the quality of professional athletes who need maximum facilities, not only international standard field conditions but also another supporting tennis. The purpose of this report is to design the training centre building and circular area of tennis in Makassar by applying the concept of contemporary architecture. The results of this report reviews the specific buildings, such as the requirement of the planning like the tread design, form, structure, space layout and space requirements based on standards. Keywords: Makassar, Tennis Court, Contemporary Architecture

Page 4 of 23 | Total Record : 222