cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR TARI TRADISIONAL GUEL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN TANPA AUDIO-VISUAL DI SMP N 1 DARUSSALAM Susi Triani; Aida Fitri; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Tari Tradisional Guel Dengan Menggunakan Media Audio-visual dan Tanpa Audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Mengangkat masalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa media audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Darussalam yang berjumlah 297 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 21 siswa/i dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol beranggotakan 26 siswa/i. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling).Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan tes praktik. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data dalam daftar distribusi frekuensi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dengan menggunakan media audio-visual tidak lebih meningkat dikarenakan pemutaran audio-visual yang sulit dihenti-hentikan ketika sedang berlangsung, dibandingkan siswa kelas VIII-2 yang tanpa menggunakan media audio-visual dengan perbandingan nilai yaitu 76 77. Dengan kriteria pengujian hipotesis, yaitu “terima H0, jika thitung ttabel dan dalam hal lain H0 ditolak”. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terima H0 karena thitung ttabel yaitu 0,0002 2,05 dengan derajat kebebasan 25 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil penelitian belajar menggunakan media audio-visual tidak sama dengan siswa yang tanpa menggunakan media audio-visual. Kata kunci: hasil belajar, media Audio-Visual.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI INEN MAYAK PUKES KARYA IBRAHIM KADIR Siner Mentari; Tri Supadmi; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “kajian koreografi Tari Inen Mayak Pukes karya Ibrahim Kadir” ini mengangkat masalah bagaimana sejarah, proses penggarapan, dan alasan mengapa pencipta menciptakan tari Inen Mayak Pukes. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis, mendeskripsikan, mengkaji, dan mengetahui koreografi tari Inen Mayak Pukes, serta ciri khas atau gaya tarian yang berkembang di kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitataif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang proses penggarapan tari Inen Mayak Pukes. Subjek penelitian ini adalah kajian koreografi tari oleh Ibrahim Kadir dan objek dalam penelitian ini adalah tari Inen Mayak Pukes di kabupaten Aceh Tengah oleh Ibrahim Kadir. Data pada penelitian ini dikumpulan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan koreografi tari Inen Mayak Pukes adalah tari kreasi baru yang berpolakan tradisi karena tarian ini menggunakan iringan baik musik maupun lagu khas daerah Gayo, pakaian adat Gayo, dan gerakan tarian ini juga menyesuaikan kepada kebiasaan kehidupan masyarakat Gayo. Tari Inen Mayak Pukes diciptakan pada tahun 1975, tari ini termasuk tari literer karena tarian ini disusun berdasarkan cerita asli, lalu dibuat menjadi tarian yang bercerita seperti sendratari. Kata Kunci: Koreografi, Tari Inen Mayak Pukes
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NGUTEP KOPI OLEH MUHAMMAD ICHSAN S.Pd Ashya Aulia Febrila; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Kajian Koreografi Tari Ngutep Kopi Karya Muhammad Ichsan. S.Pd”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah  koreografer atau pencipta tari Ngutep Kopi, yang menjadi objek penelitian yaitu koreografi tari Ngutep Kopi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Ngutep Kopi merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Muhammad Ichsan Gerak pada tari Ngutep Kopi merupakan gerak kebiasaan masyarakat melakukan aktivitas dalam memetik Kopi. Pada awal penciptaan tari Ngutep Kopi, koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak (pencarian gerak), improvisasi evaluasi dan komposisi tari. Dilihat dari gerak tari Ngutep Kopi ini memiliki 18 belas gerak yang memiliki makna, Tari Ngutep Kopi juga memiliki pola lantai dalam setiap pertunjukannya. Iringan musik pada tari Ngutep Kopi sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata busana tari Ngutep Kopi disesuaikan dengan  tema tari, dalam hal ini koreografer mengunakan baju berwarna hijau dengan celana hitam polos serta selendang warna hijau sebagai penutup kepala untuk penari wanita, sedangkan untuk penari pria mengunakan baju  kerawang Aceh. Tata rias tari Ngutep Kopi adalah makeup karakter cantik namun terlihat sederhana dan tidaklah berlebihan, sehingga sesuai dengan tema dan karakter seorang petani Kopi Kata Kunci: kajian koreografi, tari Ngutep Kopi
BUAI DI LUAN SORIP KAMPUNG AIR SIMEULUE TENGAH Irma Yulinanda; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.481 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Buai di Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah” mengangkat masalah bagaimana perkembangan Buai di Luan Sorip Kampung Aie simeulue tengah, dan makna syair Buai di Luan Sorip Kampung Aie Simeulue Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan dan makna syair Buai di Luan Sorip Kampung Aie Simeulue tengah. Sumber data dalam penelitian adalah pencipta syair Buai, Penlantun Buai, masyarakat desa Luan Sorip. Penelitian dilakukan di desa Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verivikasi/drawing conclusion. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Buai adalah bermula dari sebuah tradisi mengayunkan anak sambil menyanyi hingga anak tertidur pulas. Pada tahun 1783 Buai diciptakan menjadi sebuah seni tradisi yang menggabungkan antara seni vokal dan syair sebagai unsur utamanya. Syair di dalam Buai ini terdapat banyak nasehat-nasehat dan wejangan untuk para pendengarnya. Buai dimainkan pada acara mallaulu yaitu malam sebelum akat nikah berlangsung. Pada awal penciptanya Buai dimainkan pada acara pernikahan Kajo (pernikahan besar) saja, perkembangan selanjutnya Buai sudah dimainkan di acara apasaja yang meminta Buai ini ditampilkan termasuk mallaulu pernikahan, mallaulu sunat rasul, jamuan makan dan sebagainya. Buai ini juga mempunyai banyak makna dalam syairnya karena syair Buai ini menggunakan bahasa perumpamaan yang mempunyai arti tentang pentingnya kehidupan. Biasanya saat Buai ditampilkan orang yang mendengarkanya akan berlinang air mata.Kata kunci: Buai, Simeulue Tengah
FUNGSI DAN PENYAJIAN TARIAN RATOH DUEK PADA SANGGAR SENI SEULAWEUET Nurul Husna; Taat Kurnita; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet” mengangkat masalah bagaimana Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif   dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pelatih dan penari Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyajian Tarian Ratoh Duek   pada Sanggar Seni Seulaweuet meliputi gerak, iringan berupa syair, pola lantai, tata rias, busana, dan pentas pertunjukan. Secara keseluruhan Fungsi Penyajian Tarian Ratoh Duek adalah sebagai media untuk memperkenalkan  tarian  Aceh  di  kancah  Nasional  dan  sebagai  sarana  hiburan  serta sarana  pertunjukan  untuk  dapat  dipertontonkan  pada  suatu  acara  atau  pentas  seni lainnya dan dapat menciptakan sebuah kesinambungan sosial  dalam masyarakat. Kata Kunci: fungsi, penyajian tari Ratoh Duek
PROSESI TRADISI SEMANOE PUCOK DI DESA IE DINGEN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Muhammad Naufal Syahputra; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Prosesi Tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana prosesi tradisi Semanoe Pucok dan apa makna yang terkandung dalam prosesi tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan prosesi tradisi Semanoe Pucok dan mendeskripsikan makna prosesi Semanoe Pucok di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Seletan. Sumber data dalam penelitian adalah anggota Semanoe Pucok desa Ie Dingen. Lokasi penelitian bertempat di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Semanoe Pucok adalah sebuah adat dalam pesta perkawinan dan khitanan yang dilaksanakan sehari sebelum acara. Prosesi Semanoe Pucok memiliki lima tahapan yaitu (1) shalawat badar, (2) syair berkisah/jak kutimang, (3) tron tajak manoe, (4) peusijuk, (5) siraman calon pengantin. Makna yang terkandung dalam prosesi Semanoe Pucok adalah perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya yang akan menikah, sedangkan makna yang terkandung dalam syairnya adalah nasihat-nasihat yang disampaikan kepada calon pengantin dan ungkapan kesedihan sang ibu yang sedih karena akan ditinggal oleh anaknya.Kata Kunci: prosesi, tradisi, Semanoe Pucok
SYAIR DAN MAKNA SALI-WALE PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Saharani Saharani; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.223 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Syair dan Makna Sali-Wale pada Upacara Adat Perkawinan di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie” Rumusan masalah ini bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga kecamatan Glumpang Tiga kabupaten Pidie. Pendekataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Sali-Wale terdari dari 7 bait dimulai dengan salawat kepada nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan isi-isi syair dan penutup dengan makna secara garis besar adalah pesan-pesan kepada kedua calon mempelai agar dalam mengarungi rumah tangga harus saling menerima dalam keadaan apapun tetap kuat apabila ada badai menerpa dalam. Sali-Wale merupakan syair yang diciptakan oleh Teungku Syiek Di Lapang dengan tujuan memberikan semangat kepada pengantin baru yang hendak melangkah ke rumah calon Peurumoh (calon istri), syair Sali-Wale ini sekilas terlihat seperti Hikayat karena menggunakan bahasa Aceh Endatu. Syair tersebut berupa pujian kepada aulia Allah dan panglima prang dan berisikan pesan-pesan tersirat yang di dalamnya mengandung semangat jiwa ulama pada zaman dahulu pada saat perang sabi.  Kata kunci: syair, makna, Sali-Wale, adat perkawinan.
RAGAM MOTIF DAN MAKNA YANG TERDAPAT PADA KUPIAH RIMAN DI DESA ADAN MEUNASAH DAYAH KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Zakiati Am; Ismawan Ismawan; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian yang berjudul Ragam Motif dan Makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie ini, mengangkat masalah apa saja ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik atau semiologi dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Badriah sebagai pemilik tempat produksi Kupiah Riman sekaligus pengrajin. Murniati juga sebagai salah satu pengrajin Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah, ia juga memasarkan hasil kerajinan Kupiah Riman tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik semantik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ragam motif dan makna yang terdapat pada Kupiah Riman di desa Adan Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie yaitu, motif Pinto Aceh (terbuka), Bungong Kupula (kesuburan), Bungong Jeumpa (keharuman), Gareh Peulangi (keindahan), Pucok Reubong (adat istiadat), Pucok Meuriya (kedudukan tinggi), Mutiara (keindahan), Bintang (keindahan), Petak (keindahan), Awan (keindahan), Taloe Ie (penjaga), dan Bata Meususon (keindahan).Kata Kunci: ragam motif, makna, Kupiah Riman
BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK ALUN DI DESA TELENGAT PAGAN KABUPATEN ACEH TENGGARA Hikma Afnia Sara; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara”. Mengangkat masalah bagaimana Bentuk Penyajian Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara dan bagaimana Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan seluruh penari tari Landok Alun dan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tarian Landok Alun ini disajikan pada acara adat pernikahan, sunat Rasul dan acara Adat dan Kebudayaan. Tema dari tari Landok Alun ialah kegembiraan dari para petani yang mendapatkan lahan pertanian yang baru dengan kondisi tanah yang baik. Tari Landok Alun diartikan sebagai tarian yang lembut atau lambat, dalam hal ini yang perlu ditekankan arti alun yaitu lembut atau lambat bukan dalam gerak tarinya saja, akan tetapi alun diartikan lambat dalam hal ruang gerak tarinya yang tidak jauh berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain. Tari Landok Alun hanya menggunakan pola lantai horizontal. Instrumen musik pengiring adalah lantunan syair yang dilantunkan seperti melagam (bersenandung) dan alat musik pengiring lainnya yaitu canang. Rias penari hanya menggunakan rias natural. Busana yang digunakan adalah busana khas Alas yang disebut baju mesikhat dengan dilengkapi penutup kepala yang disebut dengan bulang buluh. Tempat pementasan tari Landok Alun di ruangan tertutup atau di halaman terbuka (lapangan). Kata Kunci: bentuk penyajian, makna gerak, tari tradisional Landok Alun. 
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER GITAR DI SEKOLAH TEUKU NYAK ARIF FATIH BILINGUAL SCHOOL (LADIES) Cut Maulinda; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKJudul penelitian ini adalah kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School (ladies). Rumusan masalahnya yaitu: bagaimana kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di SMP dan SMA Fatih Bilingual School. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswi SMP dan SMA Teuku Nyak Arif  Fatih Bilingual School, sedangkan objek penelitiannya adalah proses kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitiannya adalah kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan November sampai bulan Desember. Tahapan- tahapan yang dilakukan pada pembelajaran ini adalah mula-mula siswi mengenal open string pada senar gitar 1 sampai 6, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Nazande sevgilim, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan chord lagu Nazande Sevgilim. Sambil siswi belajar chord tersebut guru juga ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan membagikan menjadi 2 kelompok. kelompok 1 yaitu kelompok rhythm dan kelompok 2 kelompok arpeggio. Kelompok ini dipilih berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswi. Untuk latihan pada lagu Nazande sevgilim ini juga dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik rhythm, arpeggio dan dinamika staccato. untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik arpeggio, rhythm, dinamika staccato, serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata Kunci: kegiatan ekstrakurikuler, gitar.

Page 11 of 24 | Total Record : 232