cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
PROSES PEMBELAJARAN PADA SENTRA MUSIK BIOLA DI TK KHALIFAH BANDA ACEH Azwar Fajar; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Proses Pembelajaran pada Sentra Musik biola di TK Khalifah Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran pada sentra alat musik biola di TK Khalifah Banda Aceh, serta kendala-kendala yang dialami dalam proses pembelajaran sentra alat musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pada sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh, serta kendala-kendala yang dialami dalam proses pembelajaran sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Guru dan siswa pada TK Khalifah Banda Aceh, objek penelitian ini yaitu Sentra Musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran musik biola di TK Khalifah Banda Aceh yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memainkannya. Kendala-kendala yang dialami ketika proses pembelajaran musik biola di TK Khalifah Banda Aceh terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta didik tidak fokus pada saat latihan, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap gesekan nada yang telah diberikan. Proses pembelajaran sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh pada dasarnya sama dengan pembelajaran pada TK lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik biola, dan mempersiapkan tempat pembelajaran. Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik biola
EKSISTENSI TARI RATEB MEUSEKAT DI GAMPONG MEUDANG ARA BARO KECAMATAN BLANG PIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Badril Ummir; Taat Kurnita; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.543 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Eksistensi Tari Rateb Meusekat di Gampong Meudang Ara Baro Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya”, dengan mengangkat masalah bagaimana eksistensi tari Rateb Meusekat di Gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya dan untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 orang tuha lapan, 11 orang tuha peut, 1 orang ketua sanggar, keuchik dan 10 orang masyarakat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meusekat sudah jarang dipertunjukkan pada acara pernikahan dan acara keagamaan. Saat ini hanya dipertunjukkan pada acara yang bentuknya bersifat formal sehingga tidak semua masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan tari tersebut. Faktor yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat yaitu konflik yang terjadi di Aceh menghambat beberapa aktivitas masyarakat baik dari segi ibadah, aktivitas adat dan juga tari Rateb Meusekat sehingga mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat ini. Faktor selanjutnya yaitu: tari kreasi baru juga mempengaruhi tari Rateb Meusekat masyarakat lebih tertarik pada tari kreasi baru dibandingkan dengan tari Rateb Meusekat.   Keyword: eksistansi, tari Rateb Meusekat
PERANAN SANGGAR PUTROE JEUMPA KEUBIRU DALAM MELESTARIKAN TARI PHO DI DESA BLANG KUALA KECAMATAN MEUKEK ACEH SELATAN Mizanul Fhata; Tri Supadmi; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Peranan sanggar Putroe Jumpa Keubiru dalam melestarikan tari Pho di desa Blang Kuala Kecamatan Meukek Aceh Selatan”. Penelitian ini mengangkat masalah Bagaimana peranan Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru dalam melestarikan Tari Pho di Desa Blang Kuala Kecamatan Meukeuk Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mendekripsikan perananan Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru Desa Blang Kuala Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, display dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan sanggar Putroe Jumpa Keubiru dalam melestarikan tari Pho yaitu dengan cara mengikuti event-event, undangan acara resmi (adat-istiadat, Perkawinan, Sunat Rasul) dan hari-hari besar daerah lainnya. Sanggar Putroe Jeumpa Keubiru adalah salah satu sanggar yang mengajarkan dan memperlajari banyak tarian yang lebih bersifat tradisi salah satunya tari Pho.Kata kunci: peranan, sanggar, melestarikan, tari Pho
PROSES PEMBELAJARAN TARI BATOK DI TAMAN KANAK-KANAK BUNGONG SELEUPOEK Sekar Ratih; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.539 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Proses Pembelajaran Tari Batok di Taman Kanak-Kanak Bungong Seleupoek” Mengangkat masalah bagaimanakah proses yang diterapkan pada pembelajaran tari Batok di Taman Kanak-kanak Bungong Seleupoek, dan kendala apa saja yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak di Bungoeng Seleupoek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Seleupoek, dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Seleupoek. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan awal proses pembelajaran tari di Taman kanak-kanak Bungoeng Seleupoek, biasanya guru terlebih dulu dituntut untuk lebih aktif dalam memotivasi peserta didik agar mau mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar adanya hubungan keterikatan antara siswa dengan guru nya dalam mempelajari materi yang diajarkan serta dapat melihat sejauh mana peserta didik siap mengikuti proses belajar dengan baik. Langkah awal yang dilakukan guru dalam memotivasi peserta didik, biasanya guru terlebih dahulu memperlihatkan serta mempertontonkan beberapa jenis video/rekaman tari yang nantinya akan dipelajari. Kemudian guru menjelaskan/menceritakan asal usul tari tersebut. Setelah selesai, guru perlahan-lahan mengajak peserta didik untuk mengikuti gerak tari tersebut. Meskipun masih ada beberapa peserta didik yang sama sekali tidak perduli dengan ajakan guru. Penerapan pembelajaran seni tari di Taman Kanak- kanak Bungoeng Seleupoe kini guru lebih mengarahkan peserta didiknya pada kegiatan praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak- kanak masih ada kendala, itu semua dikarenakan guru yang melatih bukan guru lulusan jurusan seni tari, dan juga disebabkan sarana dan prasarana kurang mendukung serta yang diajarkan kepada anak-anak. Akan tetapi pembelajaran yang diterapkan memiliki pengaruh bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan potensiyang ada pada dirinya sesuai dengan bakat dan minat ketika anak-anak tersebut beranjak remaja. Kata Kunci: pembelajaran tari Batok, taman kanak-kanak. 
PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL ACEH PADA SANGGAR DI KOTA BANDA ACEH Intan Intan; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Tari Tradisional Aceh Pada Sanggar di Kota Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan kendala-kendala apa saja yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi yang digunakan yaitu lima sanggar yang ada di Kota Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah sanggar yang mengikuti pembelajaran tari tradisional Aceh yaitu sanggar Budaya Aceh Nusantara, sanggar Geunta Nanggroe, sanggar Putroe Phang, sanggar Radat, dan sanggar Seulaweut. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu pembelajaran tari tradisional Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik. Walaupun diantaranya masih ada sanggar yang belum menggunakan komponen pembelajaran dengan sepenuhnya. Namun, dengan adanya usaha pelatih dalam meningkatkan kemampuan penari, maka kelima sanggar ini menerapkan beberapa tahapan kegiatan pembelajaran diantaranya dengan melakukan (1) kegiatan pra instruksional, (2) kegiatan instruksional, serta (3) kegiatan evaluasi/tindak lanjut. Pembelajaran tari tradisional Aceh ini juga terdapat kendala. Adapun kendala yang dialami ketika pembelajaran yaitu dari faktor (1) pelatih, (2) penari, dan (3) tempat. Kata Kunci: pembelajaran, tari tradisional Aceh  
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI TRADISIONAL MEUSAREE-SAREE DI SDIT AL-FITYAN LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Dawati Amalia Hadi; Tri Supadmi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar” ini mengangkat masalah bagaimana pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pelatih, siswa dan guru, objek penelitian ini adalah tari Tradisional Meusaree-saree. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree dilaksanakan empat kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki 3 tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree di ikuti oleh kelas 4 dan kelas 5 yang dengan jumlah 8 orang penari perempuan yang dilaksanakan secara langsung di ruang aula sekolah. Properti yang digunakan dalam menari yaitu tali jaring untuk menangkap ikan. Adapun metode yang diajarkan pada pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional adalah metode demonstrasi. Guru juga menerapkan metode pemberian tugas berupa latihan secara individu agar pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tercapai. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Kegiatan Tari Tradisional Meusaree-saree yaitu evaluasi secara pengulangan setiap pertemuan agar siswa dapat mengingat pembelajaran yang sudah diajarkan. Kata Kunci: pembelajaran, ekstrakurikuler, tari Meusaree-saree
MAKNA SIMBOLIK PROPERTI TARI JATHILAN DI DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH Nurbiyanti Nurbiyanti; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.192 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Makna Simbolik Properti Tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana makna simbolik properti tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik properti tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaen Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Pujowarsono, dan penari tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Jathilan di Desa Damar Mulyo merupakan tari yang dirintis sejak tahun 1983 hingga saat ini. Tari Jathilan menceritakan kisah prajurit pada zaman dahulu. Tari ini ditarikan menggunakan properti yaitu jaranan (kuda-kudaan), pedang, pecut, sesajen yaitu nasi tumpeng, pisang dua sisir, ayam panggang, jajan pasar, rokok gudang garam merah dan kinang, beras kuning, bunga mawar, minuman kopi dan teh, kemenyan, ayam hidup, minyak wangi, dan uang. Properti tari ini memiliki makna simbolik yaitu jaran menyimbolkan kekuatan dan kekuasaan, pedang memiliki simbol senjata perang, pecut simbol mulai pertunjukan, sesajen simbol kehidupan dan hubungan manusia dengan Tuhan, tumpeng simbol kekuasaan Tuhan, pisang dua sisir melambangkan cita-cita manusia, simbol bayi yang belum dilahirkan dengan begitu belum mempunyai kesalahan apa-apa atau masih suci, jajanan pasar melambangkan hubungan kemasyarakatan, rokok gudang garam dan kinang melambangkan perasaan manusia, beras kuning melambangkan kemakmuran dan rejeki, bunga mawar dan air melambangkan ibu, minuman kopi dan teh melambangkan persaudaraan, ayam hidup melambangkan manusia, kemenyan melambangkan doa, minyak wangi lambang keharuman dan ketentraman, uang melambangkan Asat “ habis” dan Atus “bersih”. Kata Kunci: makna simbolik, properti, tari Jathilan
PERUBAHAN BENTUK PADA BUSANA TRADISIONAL ADAT PERKAWINAN ACEH BESAR Siti Hawa; Taat Kurnita; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Perubahan Bentuk pada Busana Tradisional Adat Perkawinan Aceh Besar” mengangkat masalah tentang bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh  Besar,  dan faktor  apa  yang  menyebabkan  terjadinya  perubahan  bentuk  pada  busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lam Alu Raya Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar.  Subjek penelitian ini adalah  Manfarisyah  sebagai  orang  yang  menjaga  perlengkapan  adat,  Muhammad  Yatim sebagai tuha pheut, Tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui tentang perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, objek penelitian ini yaitu busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ragam hias pada baju dan celana  busana  tradisional adat perkawinan Aceh Besar  memiliki  bentuk  dan  nama  yang berbeda-beda yaitu Bungoeng Djohang, Bungoeng Puetjok Reubong, Bungoeng Keupula, Bungoeng Mantjang, Bungoeng Seumang,  Bungoenng  Pueta  Taloe Dua, Bungoeng  Aneuk Ablek, dan Bungoeng Dada Limpeun. Perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan  Aceh  Besar  terlihat  pada  bagian  warna  baju  pengantin  yang  dulunya  hanya memakai warna hitam, merah, kuning sekarang sudah memakai berbagai jenis macam warna lainnya, dan juga busana yang dulunya tidak menggunakan penutup kepala/kerudung bagi wanita  sekarang  sudah  memakainya.  Faktor penyebab  terjadinya  perubahan  bentuk  pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar disebabkan karena adanya faktor kebudayaan dan juga faktor globalisasi. Kata Kunci : Bentuk, Busana Tradisional, Adat Perkawinan.
UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) PADUAN SUARA MAHASISWA (PSM) SUARA AKADEM UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH Muhammad Alfath; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian yang berjudul “Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Suara Akadem Universitas Syiah Kuala Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses kegiatan latihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh, dan kendala apa saja yang dihadapi pada saat proses latihan paduan suara Akademia Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kegiatan latihan paduan suara Akademia Unsyiah, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi pada saat proses latihan paduan suara Akademia Unsyiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Pelatih dan Anggota paduan suara akademia Unsyiah, objek penelitian ini yaitu Sentra UKM Paduan Suara Mahasiswa Suara Akademia Unsyiah Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses latihan paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh meliputi pemilihan latihan, pengenalan lagu Aneuk Nanggroe dan pembagian nada suara lagu Aneuk Nanggroe. Kendala-kendala yang dialami ketika proses latihan paduan suara akademia universitas syiah kuala Banda Aceh terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta anggota tidak fokus pada saat latihan, pelatih tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman anggota terhadap lagu Aneuk Nanggroe yang telah diberikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses latihan paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh pada dasarnya sama dengan latihan pada UKM paduan suara mahasiswa lainnya. Sebelum pelatih melakukan latihan, pelatih mempersiapkan hal-hal penting dalam proses latihan paduan suara, yang meliputi perencanaa latihan, mempersiapkan lagu, partitur dan mempersiapkan tempat latihan.Kata Kunci: Proses latihan, Unit Kegiatan Mahasiswa, paduan suara
INSTRUMEN JANGKA SEBAGAI WUJUD KREASI MUSIKAL AR. MOESE SEBAGAI SENIMAN LEGENDARIS TANOH GAYO Teguh Mulyana; Ari Palawi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.247 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “instrumen Jangka sebagai wujud kreasi musikal Ar. Moese sebagai seniman legendaris tanoh Gayo” mengangkat masalah bagaimana proses kreatif dan konsep yang dikembangkan dari sebuah penciptaan alat musik Jangka, dan keterJangkauan pengembangan teknik maupun konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif dan konsep yang dikembangkan oleh Ar. Moese dalam penciptaan alat musik Jangka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa seniman dan keluarga dari Ar. Moese yang mengetahui tentang informasi dari instrumen musik Jangka. Penelitian dilakukan di desa Blang Mersa yaitu di rumah Alm. Ar. Moese. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekreatifan dan inovasi Ar. Moese bersumber dari pengalaman dan pendidikannya sehingga tercipta karya-karya dalam bentuk lagu-lagu seperti Tawar Sedenge yaitu lagu wajib masyarakat Gayo, dan dalam bentuk alat musik yaitu Gerantung, Perajah, dan Jangka yang terinspirasi dari alat tradisional pengiris tembakau. Kata Kunci: instrumen, alat musik Jangka.  

Page 9 of 24 | Total Record : 232