cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA SEBUKU BEGURU DALAM KONTEKS SOSIAL MASYARAKAT ETNIK GAYO Nantuhateni Arda; Ismawan Ismawan; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Penelitian ini berjudul “Nilai-nilai Pendidikan pada Sebuku Beguru dalam Konteks Sosial Masyarakat Etnik Gayo”. Mengangkat masalah tentang nilai-nilai pendidikan pada adat beguru dalam konteks sosial masyarakat etnik Gayo. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan pada adat beguru dalam konteks sosial masyarakat etnik gayo. metode penelitian ini adalah Deskriptif, dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adat sebuku beguru merupakan salah satu dari proses upacara adat sebelum perkawinan Etnik Gayo yang dimulai dari Munginte, Mujule Emas, dan  Beguru. Nilai-nilai pendidikan dan kehidupan sosial yang terkandung di dalam adat Sebuku Beguru yaitu nilai pendidikan aqidah, nilai pendidikan ibadah, dan nilai pendidikan akhlak.Kata Kunci: Sebuku Beguru, Etnik Gayo, Nilai-nilai Pendidikan.
BENTUK PENYAJIAN TARI KEMEURUI PADE PADA SANGGAR LAM PEUNANGKE KABUPATEN ACEH UTARA Titin Lida Agustin; Tri Supadmi; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peungke Kabupaten Aceh Utara” adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Kemeurui Pade di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Baktia Kabupaten Aceh Utara dan Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Batia Kabupaten Aceh Utara. hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajiannya. Di Sanggar Lam Peunangke, mengungkapkan ciri spesifik bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke yang diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008, serta nama tarian ini diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008. Tari Kemeurui Pade ditarikan oleh 6-8 penari. Tari Kemeurui Pade memiliki 6 ragam gerak dengan pengulangan gerak yang sama. Dan diiringi dengan alat musik Rebana dan Biola dengan mengunakan tampi sebagai properti tari. Tata rias yang digunakan adalah rias cantik, serta tata busana adat Aceh. Tari ini dipentaskan di ruang terbuka dan juga di ruang tertutup.  Kata kunci: Bentuk Penyajian, tari Kemeurui Pade
PROSES PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI SISTEM SHIFT DI MAN 2 KABUPATEN BIREUEN DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Baroqah Sabri Yonda; Tengku Hartati; Samsuri Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul proses pembelajaran Seni Budaya Melalui Sistem Shift di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen dalam Masa Pandemi Covid-19 mengangkat masalah bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya menggunakan sistem shift dalam masa pandemi Covid-19 di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran seni budaya pada materi seni rupa dua dimensi sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan menggunakan Metode penelitian pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dan menerapkan model pembelajaran luring method . Sistem Shift yang dilakukan adalah pembagian siswa ke dalam dua bagian yaitu Shift a yang berjumlah 12 orang dan Shift b yang berjumlah 11 orang dengan alokasi waktu 30 menit perjam. Setiap Shift masing-masing dibagi perminggu untuk satu Shift persub-materi pembelajarannya. Langkah pembelajaran juga mengikuti protokol kesehatan seperti anjuran untuk siswa agar mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker untuk menghindari penularan virus dan saling menjaga jarak dengan menerapkan sistem Shift didalam proses pembelajaran tersebut termasuk semua siswa, guru dan seluruh orang yang berada diruang lingkup sekolah harus melaksanakan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam masa pandemi Covid-19. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan guru menunjukan bahwa capaian dari target pembelajaran untuk siswa tercapai namun tidak sebaik dari pembelajaran yang normal (tidak memakai Shift).Kata Kunci: Pembelajaran, Seni, Shift, Pandemi Covid-19.
ANALISIS PERUBAHAN RAGAM GERAK TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT Talitha Wafa Qodoma; Tri Supadmi; Ahmad Syai
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian tentang “Analisis Perubahan Ragam Gerak Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat” ini mengangkat masalah bagaimana analisis bentuk gerak tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang sudah baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat, yang bertujuan untuk mendeskripsikan ragam gerak dalam bentuk notasi laban sebagai saran pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Subjek penelitian adalah tari Rateb Meuseukat, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah analisis perubahan ragam gerak tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan notasi laban tari Rateb Meuseukat, penari juga melakukan gerakan secara berselang seling yaitu level tinggi dan rendah. Tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa memiliki 2 versi yaitu tari Rateb Meuseukat Nazar yang mempunyai 7 ragam gerak, sedangkan tari Rateb Meuseukat yang baku mempunyai 12 ragam gerak. Perbedaan dari kedua tarian tersebut terletak pada bagian tangan, syair, level dan temponya.Kata kunci: Perubahan, Notasi Laban, Rateb Meuseukat, Ragam gerak
PARTISIPASI ANAK DALAM MEWARNAI DI LAPAK TIARA MIFTAHUL JANNAH (STUDI KASUS LAPANGAN BLANG PADANG, BANDA ACEH) Alya Rifqah Mulya; Rida Safuan Selian; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Partisipasi Anak dalam Mewarnai di Lapak Tiara Miftahul Jannah (Studi Kasus Lapangan Blang Padang, Banda Aceh)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah. Subjek pada penelitian ini adalah Tiara Miftahul Jannah, anak, dan orang tua anak, sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah. Data diperoleh dengan tehnik wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah masih belum maksimal, karenakan kegiatan mewarnai dilakukan pada masa pandemi, sehingga keikutsertaan anak berkurang. Terlihat ada 77% anak yang masih mewarnai secara asal-asalan dan ada 62% beberapa anak yang sudah terbiasa dalam memegang kuas dan menggunakan cat air. Partisipasi anak di lapak Tiara pada bulan April peningkatan persentase yang ditunjukkan diperkirakan sebesar 88% kemudian peningkatan persentase yang kurang baik ditunjukkan pada bulan Mei menjadi 69 % dikarenakan kegiatan mewarnai dilakukan pada masa pandemi, sehingga keikut sertaan anak berkurang.Kata kunci: partisipasi, mewarnai, seni rupa
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA MASA COVID 19 DI SMP FATIH BILINGUAL SCHOOL PUTRI BANDA ACEH Raysa Hiyal Ulya; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pembelajaran Seni Budaya pada Masa Covid 19 di SMP Fatih Bilingual School Putri Banda Aceh”. Dengan rumusan masalah bagaimana efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya di SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) SMP Teuku Nyak Arief  Fatih Bilingual School Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Fatih Bilingual School Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian ini adalah SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingal School Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Art dan peserta didik kelas VIII-A SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh, dan objek dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi non partisipan, angket, dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu tidak memenuhi standar pembelajaran seni. Sehingga menjadi tidak efektif. Hal ini menyebabkan guru tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara utuh, akan tetapi batas ketuntasan minimal (KKM) bisa dicapai.Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran, Seni Budaya.
INSTRUMEN SARON SEBAGAI MUSIK IRINGAN TARI GEDRUK PADA SANGGAR KRIDHA MUDA DI JAGONG JEGET Dwi Artika Sari; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Instrumen Saron Sebagai Musik Iringan Tari Gedruk Pada   Sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget”. Pada kesenian jawa dikenal salah satu bentuk kesenian Gedruk yang berkembang di Jagong dari dulu hingga saat ini,seni Gedruk merupakan seni tari yang diiringi musik secara langsung. Pada musik iringan terdapat salah satu alat musik tradisional yaitu alat musik Saron yang menjadi simbol/ikon pada kesenian ini, dengan suaranya yang keras dan nyaring menjadikan alat musik ini berperan penting dalam pertunjukan kesenian ini. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk pada sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah seniman/pemain alat musik Saron yaitu Tuparji Saputra dan Rejo selaku ketua sanggar Kridha Muda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa instrument Saron memiliki pola irama yang sangat sederhana, ada 3 bentuk pola irama dalam pertunjukan kesenian ini yaitu, irama lancar, irama tanggung dan irama dados. Pada pertunjukan ini terdapat tiga pemain alat musik Saron yakni masing-masing pemain memakai Saron yang ukurannya berbeda-beda yakni Saron demung yang berukuran besar, Saron barung yang berukuran sedang dan Saron penerus/peking yang berukuran kecil.adapun alat musik pengiring lainnya yaitu, gong, kempul, bende, kendang, drum, keyboard, gitar bass, gitar melodi dan properti yaitu kerincingan/klintingan. Kesenian ini berfungsi sebagai hiburan rakyat .Kata kunci: Saron, Iringan Tari, Tari Gedruk.
PENYUTRADARAAN PERTUNJUKAN TEATER KOLABORASI “SUATU KETIKA DI BANDAR LAMURI” Anisa Fitri; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Penyutradaraan Pertunjukan Teater Kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri” ini mengangkat masalah begaimanakah proses peyutradaraan dalam pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah sutradara pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Objek penelitian ini yaitu proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pertunjukan  teater  kolaborasi  “Suatu  Ketika  di Bandar Lamuri” ini disutradarai oleh Fauzan Santa, dibantu oleh asisten sutradara yaitu  Djamal  Syarif,  dan  kepala  bidang-bidang  artistik.  Fauzan Santa adalah sutradara yang memiliki tipe demokratis yaitu membebaskan para crew dalam berimajinasi dan mawujudkan imajinasinya terhadap naskah. Oleh karenanya, terdapat langkah-langkah yang dilakukan dalam penyutradaraan, yaitu sebagai berikut; 1). Pembuatan naskah yang dilakukan oleh Fauzan Santa, Thompson HS dan Azhari Aiyub dengan membaca novel dan pengadaptasian cerita, 2). Memilih aktor yang dilakukan Fauzan Santa dan melatih aktor yang dilakukan oleh sutradara dan asistennya yaitu Djamal Syarif, 3). Melakukan penataan artistik bersama kepala bidang artistik dan 4). Pertunjukan teater. Pertunjukan ini telah sukses ditayangkan di channel youtube Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh dan banyak mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kata Kunci: Penyutradaraan, Teater Kolaborasi
TARI PHO DALAM ADAT PERKAWINAN DI ACEH BAGIAN BARAT Muhammad Edi; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat, mengangkat masalah baimanakah tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah Juhani selaku Ketua sanggar Cupeng Ilop Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, Cut Asiah selaku Ketua sanggar Pocut Baren Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dan Rohani selaku Ketua sanggar seni Cempala Kuneng Kecamatan krueng sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan secara keseluruhan terlihat pada bentuk gerak, tata busana, dan tata rias. Tari Pho ditarikan oleh wanita dan diiringi dengan syair-syair yang dilantunkan oleh seorang syahi. Penarinya berjumlah genap (8-12 orang). Tari Pho ini biasanya ditampilkan pada acara perkawinan dan khitanan dengan maksud menghibur penonton dan tuan rumah. Seorang syahi berada di samping panggung sambil melantunkan syair sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara biasanya menggunakan syair yang bernuansa sejarah dan Islami. Tari Pho pada sanggar Cupeng Ilop, Pocut Baren, dan Cempala Kuneng ditarikan sehari sebelum hari resepsi perkawinan. Tari Pho pada setiap sanggarnya memiliki perbedaan. Tari Pho di sanggar Cupeng Ilop memiliki 8 gerakan, di sanggar Pocut Baren memiliki 9 gerakan, sedangkan di sanggar Cempala Kuneng memiliki 8 gerakan. Di sanggar Cupeng Ilop menggunakan gerak seulawet sebagai pembuka, sedangkan di sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan gerak saleum sebagai pembuka. Busana yang digunakan pada sanggar Cupeng Ilop menggunakan baju gamis dan jilbab kurung, pada sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan pakaian adat Aceh yang memiliki perbedaan pada bagian aksesoris kepala. Tata rias yang digunakan pada sanggar Cupeng Ilop menggunakan rias natural, pada sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan rias cantik. Persamaan yang terlihat disetiap sanggar ialah pada bentuk pola lantai dan bentuk panggung yang digunakan. Kata kunci: Perbedaan, Bentuk Penyajian, Tari Pho.
KONTEKS SOSIAL TARI HASYEM MEULANGKAH DALAM UPACARA MANOE PUCOK DI ACEH BARAT DAYA Nensy Ardiani; Ramdiana Ramdiana; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian berjudul Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya mengangkat masalah bagaimanakah perubahan Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dipergunakan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Narasumber dalam penelitian ini adalah Asyiah selaku staf majelis adat Aceh (MAA), syeh Salmi selaku syeh tari Hasyem Meulangkah sekaligus pembina grub tari di desa Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Aceh Barat Daya, masyarakat dan para penari tari Hasyem Meulangkah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perubahan tari Hasyem Meulangkah dapat disebabkan oleh 7 unsur budaya yang dianggap kultul dan universal yaitu Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (teknologi), mata pencarian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan (organisasi sosial), bahasa (lisan atau tertulis), kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari, dll), sistem pengetahuan, religi (kepercayaan). Tari Hasyem Meulangkah adalah tari yang dilaksanakan pada acara pesta perkawinan dan acara sunat rasul yaitu memandikan  pengantin baru (Dara Baroe) dan Linto Baro (Linto Ubit) yang disunat rasulkan, yang pada intinya adalah tari Manoe Pucok. Penyebutan Hasyem Meulangkah dikarenakan dalam syair-syair nya menceritakan tentang hikayat Saidina Husein pergi berjihat ke medan perang. Fungsi tari Hasyem Meulangkah sebagai Ritual yaitu untuk mendapatkan keberkahan bagi Dara Baroe (pengantin baru) dan juga linto baroe yang disunat rasulkan untuk kemeriahan. Kata Kunci: kontek sosial, perubahan, fungsi, tari Hasyem Meulangkah,