cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017" : 16 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS-1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Yayah Rodyah; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725 KB)

Abstract

Model pembelajaran learning cycle 7e merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian siswa sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Audiovisual merupakan media berupa alat yang menggabungkan pengunaan suara dan penglihatan dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah  bagaimana peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran serta respon siswa terhadap model pembelajaran.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 18 siswa yang tuntas pada siklus I dan 24 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2 pada siklus I dengan kategori sedang dan skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat dikatakan baik. 96% dari 25 siswa berpendapat  bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
PENERAPAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 KOTA BANDA ACEH Hammad Muhajir . Muhajir; Thamrin . Kamaruddin; Muhammad Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.979 KB)

Abstract

Istilah media berasal dari kata latin yang merupakan bentuk kata medium yang berarti perantara atau pengantar pesan. Media film merupakan media yang dipergunakan untuk memvisualisasikan atau menyalurkan pesan dari sumber ke penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar Peserta didik; (2) Kegiatan guru dan Peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan (4) Respon siswa terhadap penerapan media film. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 10 Banda Aceh yaitu 25 orang. Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah potensi dan pemanfaatan sumber daya alam. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual mengalami peningkatan dari 19 siswa yang tuntas pada siklus I, 22 pada siklus II dan 24 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% di siklus I, 80% di siklus II dan 90% di siklus III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik meningkat dari siklus I hingga siklus III, pada siklus I dari 8 aktivitas 3 aktivitas yang belum tuntas, 2 aktivitas pada siklus II, dan pada siklus ke III semuanya sudah tuntas; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I berkategori sedang, skor 2,66 di siklus II berkategori baik dan 3,49 di siklus III dengan berkategori baik; (4) Respon siswa terhadap penerapan media film bisa dikategorikan baik  yaitu 96 persen.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Ricki Maulizar Sahputra; . Hasmunir; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.108 KB)

Abstract

 Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tipe kartu arisan adalah menjalankan prinsip arisan dimana setiap pesertanya mendapat giliran menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil undian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 20 siswa yang tuntas pada siklus I, 25 siswa tuntas pada siklus II, dan 30 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat dikatakan baik. 95 persen dari 32 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI SISWA KELAS XI SMAN 1 SIMEULUE CUT Yogi Farmesa; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.673 KB)

Abstract

Motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua dapat meningkatkan minat peserta didik untuk melanjutkan pendidikan. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi memiliki harapan dan keinginan untuk berhasil. Adanya dukungan materi yakni dengan penghasilan tinggi maka orang tua akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Hipotesis penelitian yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut yang berjumlah 45 peserta didik. Teknik pengumpulan data mengunaka teknik angket. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan korelasi ganda dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi ganda 0,6124 atau 61,24%. Koefisien korelasi ganda motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah 0,782 yang berarti terdapat korelasi yang kuat. Hasil pengujian hipotesis menunjukan Fhitung Ftabel atau 33,88 3,21 sehingga terima Ha, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar dan satatus sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN BERBANTUAN MEDIA QUICK ON THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TANAH JAMBO AYE Rivatul Savera; Abdul Wahab Abdi; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.597 KB)

Abstract

Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Quick on the draw merupakan aktivitas riset untuk kerja tim agar menyelesaikan satu set soal dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media quik on the draw. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, dan 23 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 3,00 pada siklus I dengan kategori baik, dan 3,33 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media quick on the draw dapat dikatakan baik. 95 persen dari 25 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran STAD berbantuan media quick on the draw dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
HUBUNGAN ESQ DAN LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 UNGGUL DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Aulia Lutfiani; Abdul Wahab Abdi; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.979 KB)

Abstract

Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menghadapi tantangan hidup secara tepat dan efektif. Kecerdasan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah terdapat hubungan positif dan signifikan ESQ dan lingkungan keluarga dengan hasil belajar geografi siswa kelas XI IS SMA Negeri I Unggul Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS SMA Negeri I Unggul Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 78 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus dari Taro Yamane yaitu sebanyak 44 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan angket. Teknik pengolahan data menggunakan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda diperoleh sebesar 0,46 pada kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 21,2%. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini telah dibuktikan dengan nilai Fhitung = 5,50 dan Ftabel = 3,22 pada taraf signifikansi (α) 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (44-2-1) maka Fhitung  Ftabel sehingga Ha diterima. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan ESQ dan lingkungan keluarga dengan hasil belajar geografi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
PENERAPAN MEDIA ANIMASI AUDIO VISUAL MENGGUNAKAN SOFTWARE POWTOON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Zee Trina; Thamrin Kamaruddin; Dyah Rahmani Purnomowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.649 KB)

Abstract

Software animasi powtoon adalah software berbasis web untuk membuat sebuah paparan yang memiliki fitur animasi, diantaranya animasi tulisan tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang lebih hidup serta pengaturan timeline yang sangat mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan  (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan software animasi powtoon. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 79% pada siklus II dan 92% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,6 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,3 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 93,3% siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan software animasi powtoon sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GALLERY WALK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X-B SMA NEGERI 7 TAKENGON Maulida . Yani; Abdul Wahab Abdi; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.03 KB)

Abstract

Model pembelajaran kooperatif Gallery Walk adalah model  pembelajaran yang dapat merangsang serta memperkuat daya ingat siswa dalam proses pembelajaran karena apa yang siswa pelajari dilihat dan dianalisis secara langsung, bukan hanya dilihat melalui gambar semata. Model Gallery Walk dapat meningkatakan aktivitas siswa dan dapat meminimalisir kelas yang jenuh dan bosan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa kelas X-B SMAN 7 Takengon melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Gallery Walk; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif Gallery Walk; (3) Keterampilan guru  mengelola pembelajaran model pembelajaran kooperatif Gallery Walk; dan (4) Respon siswa. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk classroom process research. Subjek penelitian siswa kelas X-B SMAN 7 Takengon yang berjumlah 23 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriftif persentase. Hasil penelitian yaitu (1) persentase ketuntasan secara individual meningkat setiap siklus, 15 yang tuntas pada siklus I, 19 tuntas pada siklus II,  22 tuntas pada siklus III,  ketuntasan klasikal pun naik tiap siklus dari 40%, 60% dan 90%. (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,4 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 baik dan 3,2 kategori baik; (4) Pada umumnya atau sebanyak 94% siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Gallery Walk sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAN PERILAKU BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IS SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Veradillah Yuliya Ningsih; Syamsul Bardi; Muhammad Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.751 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul hubungan keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 31 orang dengan kriteria pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi ganda, koefisien determinasi ganda, uji F dan regresi ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien korelasi ganda antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi sebesar 0,72 yang berarti terdapat korelasi positif dengan tingkat hubungan sedang. Nilai koefisien determinasi ganda sebesar 51,84% sisanya 48,16% ditentukan faktor lain. Hasil pengujian signifikansi diperoleh Fhitung  Ftabel  yaitu 21 4,27 yaitu terima Ha. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Artinya semakin baik keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar maka semakin baik pula hasil belajar geografi.
KORELASI NILAI MATA KULIAH GEOLOGI UMUM DAN MITIGASI BENCANA DENGAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH Cut Fairuz Sajidah; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.206 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul korelasi nilai mata kuliah Geologi Umum dan Mitigasi Bencana dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa dan tsunami pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi yang positif dan signifikan pada nilai mata kuliah Geologi Umum dan Mitigasi Bencana dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa dan tsunami pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang positif dan signifikan pada nilai mata kuliah Geologi Umum dan Mitigasi Bencana dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa dan tsunami pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi  penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan ciri yaitu mahasiswa yang sudah lulus mata kuliah Geologi Umum dan Mitigasi Bencana dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan teknik slovin yaitu sebanyak 60 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, test, dan angket. Teknik pengolahan data menggunakan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda sebesar 0,49 kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 24%. Telah dibuktikan dengan nilai Fhitung= 8,86 dan Ftabel= 3,16 pada taraf signifikansi (α) 5% maka Fhitung  Ftabel sehingga Ha diterima. Yang artinya hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara nilai mata kuliah Geologi Umum dan Mitigasi Bencana dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa dan tsunami mahasiswa Program Studi Geografi FKIP Unsyiah.

Page 1 of 2 | Total Record : 16