cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017" : 15 Documents clear
PENERAPAN PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM MULTIMEDIA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXILAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH Rizqi Amalia MJ; Thamrin Kamaruddin; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.736 KB)

Abstract

 Penerapan Maxilab dalam pembelajaran merupakan sistem kontrol audio laboraturium bahasa yang bekerja di jaringan LAN komputer. Menggunakan audio streaming menghasilkan komunikasi suara yang jernih yang disertai sistem kontrol PC sehingga dapat juga digunakan sebagai alat pengajaran dalam sebuah laboraturium komputer biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dan 93% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,5 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 90,33% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STAD MENGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARANGEOGRAFI SISWA KELAS XI IS MAN DARUL ULUM KOTA BANDA ACEH Arif Rachman; Abdul Wahab Abdi; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.014 KB)

Abstract

Model pembelajaran koperatif tipe STAD merupakan model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Media ulartangga adalah sebuah permainan yang mengunakan dadu atau board game. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik;(2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif tipe STAD berbantuan media ulartangga. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IS MAN Darul Ulum Kota Banda Aceh dengan jumlah 22 orang. Pengambilan data diambil dengan menggunakan instrumen pembelajaran. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 19 siswa tuntas di siklus II, dan 21 tuntas pada siklus III, ketuntasan klasikal pun mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,53 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,00 di siklus II dengan kategori baik, dan 3,30 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon peserta didik, terhadap model pembelajaran koperatif tipe STAD berbantuan media ular tangga dapat dikatagorikan baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS MAN 3 BANDA ACEH Mardani Saputra1 Saputra; . Hasmunir; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.623 KB)

Abstract

Metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dilakukan untuk menunjang proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media kartu soal pada model pembelajaran (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal, untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Hal ini dilakukan untuk: (1) meningkatkan prestasi peserta didik; (2) Mengetahui kegiatan guru dan peserta didik; (3) Mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas X IS MAN 3 Banda Aceh, sebanyak 32 peserta didik. Pengambilan data diambil dengan instrumen pembelajaran. Hasilnya menunjukkan (1) pada siklus pertama ketuntasan secara individual yaitu 62%, di siklus kedua 78%, dan di siklus ketiga 93%. Persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% di siklus pertama, 80% di siklus kedua, dan 90% di siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus ke I dengar berkategori sedang, skor 3,1 pada siklus II berkategori baik, serta 3,4 pada siklus III berkategori baik; (4) persentase respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal dapat dikatakan baik yaitu 95 persen
PENGGUNAAN MULTIMEDIA SMARTPHONE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA LABORATORIUM UNSYIAH BANDA ACEH Suci Hardianti; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.032 KB)

Abstract

Smartphone adalah sebuah perangkat elektronik yang memiliki multi fungsi dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sebagai multimedia. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar geografi  siswa; (2) bagaimanakah aktivitas guru  dan siswa; (3) keterampilan guru dalam menggunakan multimedia smartphone pada saat pembelajaran dan (4)  respon siswa terhadap penggunaan multimedia smartphone. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah yang berjumlah 22orang.  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) soal pre-test dan post-test; (2) lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran dan (4) angket respon siswa. Analisis data menggunakan  statistik  deskriptif   persentase. Hasil penelitan menunjukan bahwa (1) persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 73% pada siklus II, dan 86% pada siklusIII, sedangkan persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III; (2) jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa dari 8 aktivitas, diperoleh 5 aktivitas sesuai disiklus I dan siklus II, serta 6 aktivitas sesuai pada siklus III dari 8 aktivitas yang ada; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran memperoleh skor 3,09 dengan kategori baik untuk siklus I, menjadi 3,77 dengan kategori sangat baik untuk siklus II dan 3,83 dengan kategori sangat baik pada siklus III dan (4) respon siswa terhadap penggunaan media smartphone 85% baik
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MURDER BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS I MAN 1 SIGLI Diah Ramadhani; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.581 KB)

Abstract

Kemendikbud. 2015. Panduan Penilaian Untuk Sekolah Menegah Atas.Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK-STRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS-TERPADU SISWA KELAS VIII-4 SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Muhammad Mirza; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.031 KB)

Abstract

Penerapan model pembelajaran picture and picture lebih inovatif karena dalam pelaksanaannya ditambahkan penggunaan media pembelajaran komik-strip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pree-test post_test; (2) Kesesuaian aktivitas guru siswa; (3) Lembar pengamatan ketrampilan guru; dan (4) angket respon sisw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Presentase ketuntasan secara individual meningkat dari 13 siswa menjadi 22 siswa yang tuntas belajar, presentase ketuntasan clasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%. (2) Jumlah Keseuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas yang sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II, lalu pada siklus III meningkat menjadi 10 aktivitas yang sesuai dari 10 aktivitas yang direncanakan. (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,57 dengan kategori sedang menjadi 3,29 dengan kategori baik, dan terakhir meningkat kembali menjadi 3,77 dengan kategori sangat baik dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip dapat dikatakan baik. 85 persen dari 24 siswa atau pada umunya berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.
PENERAPAN MODELPEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM . Suherlin; Syamsul Bardi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.247 KB)

Abstract

Model   mind   mapping   merupakan   suatu   model   pembelajaran   yang mempelajari  konsep  atau  teknik  mengingat  sesuatu  dengan  bantuan  mind  map (teknik   pembelajaran   menggunakan   peta   konsep,   pencatatan   materi   belajar dituangkan dalam bentuk diagram yang memuat simbol, kode, gambar dan warna yang saling berhubungan) sehingga kedua bagian otak manusia dapat digunakan secara maksimal. Media gambar merupakan suatu alat atau yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Tingkat hasil belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Kecakapan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post- test; (2) Lembar pengamatan kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan Kecakapan guru; dan (4) lembar tanggapan siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian ini menunjukkan (1) Skor ketuntasan secara individual naik dari 12 siswa yang tuntas pada siklus I, 13 siswa tuntas pada siklus II, dan 20 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) kegiatan guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Kecakapan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,46 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat dikatakan baik, 86 persen dari 21 siswa berpendapat dengan belajar melalui model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLOW CHART UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH Farisah Hawadah; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.768 KB)

Abstract

Model numbered heads togetherr merupakan modell pembelajaran yang memberikan kesemptan kepada siswa untk saling memmbagikan ide peemikiran dan prtimbangan jawaban yang paling tepat. Meedia flow chart adalah bagan proses yang menunjukkan suatu urutan, atau aliran proses. Model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan media flow chart dapat melibatkan  siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penelitiaan ini bertmaksud untuk mengetahui: (1) Pnigkatan hasill belajjar si,swa; (2) Aktivitas g/uru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3) Keterampilan  guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respn siiswa terhadap model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan meedia flow chart. Tindakan yang diterapkan dalam penelitiaan ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk PTK  (classroom process research). Subjek dalam penelitiaan ini ialah siswa kelas VIIIa SMP Inshafuddin Banda Aceh yang berjumlah 22 orang siswa. Analisiis daata mengunakan statiistik deskriftif prsentase. Hasill penelitiaan menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 19 siswa yang tuntas pada sklus I, 18 siswa tuntas pada sklus II, dan 20 siswa tuntas pada sklus III,  persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada sklus I, 70% pada sklus II dan 90% pada sklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,4 pada sklus I dengan kategorii sedang, skor 3,1 pada sklus II dengan kategorii baik, dan 3,2 pada sklus III dengan kategorii baik; (4) Pada umumnya atau sebanyak 89% siswa menyatakan bahwa pembelajaran berbantuan model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan media flow chart sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Melalui hasill penelitiaan ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatakan prestasi belajar siswa mulai dari sklus I hingg sklus III dengan menggunakan model numbered heads together berbangtuan media flow chart di kelas VIIIa SMP Inshafuddin Banda Aceh.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 UNGGUL DARUL IMARAH Putri Haryani; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.498 KB)

Abstract

Model pembelajaran merupakan deskripsi atau perilaku yang dilakukan oleh seorang guru ketika dalam kegiatan pembelajaran untuk mempresentasikan suatu yang akan diberikan dalam bentuk pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan bertujuan agar terjadi peningkatan terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang biasanya digunakan dalam pembelajaran di antaranya model pembelajaran rotating trio exchange dan model two stay two two stray yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. masalah yang dirumuskan   dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran rotating trio exchange lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran two stay two stray   pada mata pelajaran Geografi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran rotating trio exchange lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran two stay two stray mata pelajaran Geografi siswa SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah. Populasi pada   penelitian yang dilaksanakan ini siswa kelas perminatan X-IPS berjumlah 73 siswa, sampel yang diambil hanya dua kelas yaitu kelas X-IPS-2 dengan jumlah 23 siswa serta kelas X-IPS-3 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan   pemberian test kepada siswa, yakni tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Teknik yang digunakan untuk pengolahan data menggunakan teknik uji-t.  hasil  pengolahan     diperoleh     thitung=5,87  dan ttabel=1,68  pada taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 45, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan   yang   dapat   diambil   adalah   hasil   belajar   siswa   lebih   baik meggunakan model pembelajaran rotating trio exchange dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model two stay two stray pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah terutama pada materi pembentukan tanah dan pemanfaatannya
HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH Amelia Zahara; Muhammad Yusuf Harun; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.583 KB)

Abstract

Sikap merupakan suatu kecenderungan sesorang individu dalama merespon suatu objek, sikap spiritual merupakan suatu kepercayaan akan ada sesuatu yang lebih agung pada diri sendiri, sikap sosial merupakan sikap yang ada pada sekelompok orang yang menjadi perhatian seluruh anggota kelompok tersebut. Pembahasan mengenai sikap merupakan cakupan KI_1 dan KI-2 pada Kurikulum 2013. Adapun issue yang diangkat dalam penelitian yaitu, apakah terdapat adanya kemungkinan hubungan positif dan signifikan mengenai antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk dapat tahu hubungan posisitif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Objek populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh dengan total 104 siswa. Pengambilan sampel secara random sampling menggunakan teknik Slovin dan jumlah sampel dengan banyak 51 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda di peroleh sebesar 0,05 pada kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 25%. Hasil uji signifikansi juga menentukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung =8,12 dan Ftabel = 3,19 pada taraf signifikansi (α) 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (51-2-1), maka Fhitung Ftabel sehingga Ha diterima. Berdasarkan ketentuan ini disimpulkan, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh.

Page 1 of 2 | Total Record : 15