cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi (JIMPBIO) terbit emapat kali setahun pada bulan Pebruari, Mei, Agustus dan Nopember, berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang pendidikan biologi dan ilmu biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): November 2016" : 13 Documents clear
Uji Palatabilitas Pakan Pada Burung Rangkong di Penangkaran Taman Rusa Nanda Yustina; Abdullah .; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.709 KB)

Abstract

Tingkat palatabilitas pakan pada hewan sangat penting, karena hal ini akan mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya hewan, serta keberhasilan suatu penangkaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat palatabilitas pakan pada Burung Rangkong di penangkaran Taman Rusa sangat . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis data palatabilitas pakan dihitung menggunakan selection index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat palatabilitas pakan pada masing-masing Burung Rangkong menunjukkan tingkat palatabilitas yang berbeda-beda. Palatabilitas pakan pada Burung Rangkong 1 adalah tomat dengan nilai selection index 0,94, Burung Rangkong 2 pepaya dengan nilai selection index 0,93, Burung Rangkong 3 tomat dengan nilai dengan nilai selection index 0,97, dan Burung Rangkong 4 tomat dengan nilai selection index 0,92. Simpulan dari  penelitian ini menunjukkan tiga Burung Rangkong menunjukkan kesukaan pakan yang paling tinggi pada pakan tomat, dan satu burung Rangkong menunjukkan pakan yang paling disukuai adalah pepaya. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka pemberian pakan untuk masing-masing burung rangkong lebih baik dibedakan kuantitasnya antara satu dengan yang lain.Kata kunci: Palatabilitas, Pakan, Burung Rangkong.  Feed palatability level of animals is very important, as this will affect the growth and development of animals, and also for  the success of captivity animal itself. The aim of this study is to determine feed palatability level on hornbill in Taman Rusa. This study used descriptive method. Analysis of the data calculated using the feed palatability index selection. The results showed that the level of palatability of feed on each hornbill shows the level of palatability different. Palatability of feed on tomato hornbill 1 is a selection index with a value of 0.94, hornbill 2 papaya with a selection index value of 0.93, hornbill 3 tomatoes with Unmatched value with an index of 0.97, and a hornbill 4 tomatoes with value selection index 0.92. The conclusions of this study indicate three favorite feed hornbill showed the highest feed on tomatoes, and a hornbill shows favorite feed is papaya. Based on the research that has been done, then feeding for each hornbill better differentiated quantity between one another.Keywords: Palatability, feed, hornbill.
Pengaruh Perendaman dalam Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Karakteristik Organoleptik Daging Ayam Kampung (Gallus domesticus) Nurlia Kirnanda; Asiah M.D; Laili Suhairi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging ayam kampung merupakan daging yang banyak disukai masyarakat karena rendah kandungan lemak serta kolesterolnya. Salah satu kelemahan dari daging ayam kampung adalah dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai bobot badan yang cukup untuk dipotong, hal ini mengakibatkan daging ayam kampung menjadi lebih keras dan diperlukan waktu yang lebih lama untuk dimasak hingga menjadi empuk. Agar daging ayam kampung lebih empuk, maka perlu diberikan perlakuan dengan menggunakan enzim protease dari buah mengkudu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perendaman dalam ekstrak buah mengkudu terhadap karakteristik organoleptik daging ayam kampung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (volume 0 ml/100 g daging ayam kampung) sebagai kontrol, P1 (volume 10 ml/100 g daging ayam kampung), P2 (volume 20 ml/100 g daging ayam kampung), P3 (volume 30 ml/100 g daging ayam kampung) dan P4 (volume 40 ml/100 g daging ayam kampung). Parameter penelitian ini adalah karakteristik warna, tekstur, aroma dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANAVA (Analisis Varian) dan Uji Lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) serta Uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dan pada taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil uji organoleptik daging ayam kampung goreng menurut panelis menunjukkan bahwa perendaman daging ayam kampung dalam estrak buah mengkudu berpengaruh terhadap karakteristik warna dengan Fhitung=39,4, aroma dengan Fhitung=10,9, tekstur dengan Fhitung=52,72 dan karakteristik rasa dengan Fhitung=11,7 sedangkan Ftabel=3,06, artinya Fhitung Ftabel. Dapat disimpulkan bahwa perendaman daging ayam kampung dalam ekstrak buah mengkudu berpengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik daging ayam kampung. Perendaman dalam volume ekstrak 40 ml/100 g daging ayam kampung (P4) menghasilkan karakteristik tekstur yang terbaik. Kata Kunci: ekstrak buah mengkudu, karakteristik organoleptik, daging ayam kampung
Persepsi Masyarakat Sekitar Kawasan Konflik Gajah-Manusia Terhadap Konservasi Gajah dan Habitatnya di Gampong Panca Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar Putri Hilmayanti; Abdullah .; M Ali Sarong
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan tentang persepsi masyarakat pada daerah konflik gajah-manusia yang berdampak kepada konservasi gajah dan habitatnya di Gampong Panca Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan subjek proportional sampling. Pada proses pengamatan, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan seperti pendeskripsian gangguan habitat gajah sumatera di lokasi penelitian, tingkat kerusakan yang disebabkan oleh gajah sumatera, dan bagaimana persepsi masyarakat disekitar kawasan konflik gajah-manusia terhadap konservasi gajah. Jenis gangguan yang disebabkan oleh konflik gajah-manusia bervariasi, dari gangguan ringan sampai gangguan sedang dengan tafsiran kerugian yang besar. Hasil analisis data menunjukan bahwa persepsi masyarakat pada lokasi penelitian terhadap konflik gajah-manusia memiliki tingkat persepsi yang baik.Kata Kunci: gajah sumatera, konservasi, aceh besar, persepsi, konflik gajah-manusiaABSTRACT The aim of this research is to observations on public perception on human-elephant conflict area that affect the conservatio of elephants and their habitats in the district of Gampong Panca, Lembah Seulawah District, Aceh Besar Region. Type of research is descriptive research with used quantitative approach and used the subject of proportional sampling. In the process of observation, there are several aspects that must be considered such as the description habitat disturbance of the sumatran elephant in the conflict area, the level of damage caused by Sumatran elephants, and how the public perception around the area of human-elephant conflict towards elephant conservation. This type of disorder that is caused by human-elephant conflict varies, from mild impairment to moderate interference with the interpretation of a large loss. The results of data analysis showed that the public perception of research sites against human-elephant conflict have good levels of perception.     Keywords: sumatran elephants, conservation, aceh besar, perception, human elephant conflict.
Perilaku Harian Kupu-kupu Papilio polytes di Perkebunan kopi Gampong Hakim Wih Ilang Kabupaten Bener Meriah Ridha Mahyani; Khairil .; abdullah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Perilaku Harian Kupu-kupu Papilio polytes di Perkebunan Kopi Gampong Hakim Wih Ilang Kabupaten Bener Meriah”telah dilakukan pada bulan Januari 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian kupu-kupu Papilio polytes di perkebunan kopi Gampong Hakim Wih Ilang Kabupaten Bener Meriah.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif  dalam bentuk observasi dengan mengamati perilaku harian kupu-kupu Papilio polytes. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik scan sampling yaitu pengumpulan data mengamati dan mengikuti Papilio polytes kemudian dicatat perilaku harian. Kawasan penelitian dibagi dalam 3 (tiga) areal yaitu areal dekat sungai, areal dekat perumahan penduduk dan areal dekat semak. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 7 (tujuh) hari. Waktu pengamatan dilakukan dari pagi mulai dari pukul 07.00 - 18.00 WIB.Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 (sepuluh) menit dengan interval waktu satu jam. Hasil penelitian ditemukan perilaku terbang merupakan aktivitas terbanyak dan dominan yang dilakukan Papilio polytes yaitu 34% danyang paling sedikit adalah istirahat yaitu 1%.Simpulan adalah (1) Perilaku harian kupu-kupu Papilio polytes di perkebunan kopi gampong hakim wih ilang meliputi areal dekat sungai tercatat aktivitas terbang adalah aktivitas paling tinggi yaitu 33% dan yang paling rendah aktivitas istirahat yaitu 1%, di areal dekat perumahan penduduk aktivitas paling tinggi adalah terbang yaitu 24% dan yang paling rendah adalah reproduksi yaitu 4%, kemudian di areal dekat semak aktivitas paling tinggi adalah terbang yaitu 34% sedangkan yang peling rendah reproduksi dan istirahat yaitu masing-masing 3%.Kata Kunci :Perilaku Harian, Perkebunan Kopi, Kabupaten Bener Meriah The study titled "Daily Behavior butterfly Papilio polytes in Plantation Coffee  Gampong Judge Wih Ilang Bener Meriah" was conducted in January 2016. This study aims to determine the daily behavior of the butterfly Papilio polytes coffee plantations Gampong Judge Wih Ilang Bener Rousing.The approach used in this study is a quantitative approach in the form of daily observation by observing the behavior of the butterfly Papilio polytes. The data collection was done by using scan sampling of data collection observe and follow Papilio polytes then recorded daily behavior.                Regions were divided into three (3) areas are areas near the river, near a residential area of population and areas near bush. Observations were made every day for seven (7) days. Time observations were made on the morning starting at 7:00 to 18:00 pm.               Time used in this study is 10 (ten) minutes at intervals of one hour. The research found a fly behavior and the most dominant activity undertaken Papilio polytes to 34%, and the least is the break is 1%.               The conclusions are: (1) Conduct daily butterfly Papilio polytes on a coffee plantation village judge wih ilang covers the area near the river recorded the activity of flying is the most activity as high as 33% and the lowest activity break is 1%, diareal near the residential population of the activity of the highest is a fly that is 24% and the lowest is the reproduction of which is 4%, then in areas near bush highest activity is the fly that is 34% lower while peling reproduction and resting respectively 3%. Keywords: Behavior Daily, Coffee Plantation, Bener Meriah
Amphibian Diversity in altitude 1440 meters above sea level in the district Kebayakan of Central Aceh Muzakiruddin Muzakiruddin; Abdullah Abdullah; Dahlian Oesman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amphibians are one of the components of the ecosystem which has a very important role, both ecologically and economically. Research on amphibians in Indonesia is still very limited. Forest communities to change the area into other uses. This study aims to: (1) Knowing what types of amphibians found at an altitude of 1440 meters above sea level. (2) Determine the level of amphibian diversity in every altitude 1440 meters above sea level. This research was conducted in the District Kebayakan Central Aceh. The method used in obtaining data amphibian is Visual Encounter Survey by purposive sampling at different heights, with sampling using line transect along 500 meters. Analysis of descriptive data. The physical characteristics of the study sites showed a corresponding value to the lives of amphibians in general. The water temperature ranges from 18 to 20 ° C and air temperatures ranging from 18 ° to 24 ° C while the relative humidity ranges from 37% to 44% with a pH of 7 is relatively neutral and the salinity of the water is worth 0. The conclusion of research is the diversity of amphibians found in the District Kebayakan Central Aceh moderate.
Perilaku Makan Rusa Totol (Axis Axis) Dalam Kawasan Konservasi Ex-Situ Di Wisataalam Taman Rusa Lamtanjong Kabupaten Aceh Besar Tia Novenda Sari; Abdullah .; Mimie Saputri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Status rusa di Indonesia hingga saat ini masih merupakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang.  Selain itu International Union for Conservation of Nature (IUCN) juga menyebutkan bahwa rusa dikategorikan dalam jenis yang rentan akibat populasinya yang terus menurun tiap tahunnya (IUCN, 2015). Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian, keseimbangan ekosistem dan potensi satwa liar melalui upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan Rusa Totol di kandang habituasi dalam kawasan konservasi ex-situ di Wisata Alam Taman Rusa Lamtanjong Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Alam Taman Rusa Lamtanjong Kabupaten Aceh Besar pengamatan dilakukan selama 14 hari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, pendekatan pada penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan waktu aktif makan pada Rusa Totol yaitu 6 jam dalam 12 jam pengamatan selama 14 hari dalam rentan waktu yang berbeda. Simpulan penelitian adalah waktu aktif makan Rusa Totol selama 14 hari yang dilakukan dipenangkaran Desa Lamtanjong Kabupaten Aceh Besar adalah 6 jam dalam 12 jam pengamatan. Kata kunci : Rusa Totol (Axis axis), Perilaku Makan Abstract In Indonesia, the deers are classified in the protected animal and belong under the jurisdiction of the legal law. Furthermore, the international union for conservation of nature or as known as IUCN stated that the deer is categorized as the rare and endangered animal because it population been down and down years to years (IUCN 2015). The conservation acts as the real action in order to preserving the nature and to prevent the animal extinction. The goal of this research is to find out the results of palatability test and also to find it how high does the percentage of the nutrition that contained in the spotted deer’s forage in habituation cage in ex-situ conservation area in Lamtanjong Aceh Besar. The research took place in Taman Rusa Park, Lamtanjong Aceh Besar. This observation in this research was held in 14 days. This is a descriptive research which used the qualitative approach. Based on the results during the observation in Lamtanjong, the data shown that the active time for spotted deer to eat  was 6 hours from 12 hours that chosen in sequentially time. The conclusion is, based on the observation that had been done in 14 days shown that the spotted deer’s mealtime is 6 hours in 12 hours observation. Keywords : spotted deer (axis axis). Feeding behavior
Efektivitas Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Kelas VIII di SMP Negeri 18 Banda Aceh MELI ANDANI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.65 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran Biologi di  kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Siswa tidak dibiasakan untuk berani mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat selama pembelajaran berlangsung, hal ini terjadi karena suasana pembelajaran sering membuat siswa bosan dan jenuh. Oleh karena itu, guru berupaya untuk menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) sebagai model pembelajaran agar suasana pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan mendeskripsikan aktivitas siswa dengan menggunakan model Team Assisted Individualization (TAI) materi sistem ekskresi pada manusia di kelas VIII1 SMP Negeri 18 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dalam dua kali pertemuan pada semester genap Tahun Ajaran 2015/2016 pada bulan Maret.            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 sebanyak 32 siswa yang terdiri dari perempuan 15 orang dan laki-laki berjumlah 17 orang. Teknik Pengumpulan data adalah lembar tes, lembar observasi aktivitas siswa selama penelitian, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran.            Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa melalui pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) rata-rata nilai pretes 52,9375 postes 76,4375 peningkatan hasil pretes dan postes adalah 23,5 Hasil uji t diperoleh 14,6 2,039  (thitung ttabel). Dari data aktivitas siswa diperoleh nilai 2,6 dengan kategori baik. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Kata Kunci:  Team Assisted Individualization  (TAI), Aktivitas Siswa, Hasil Belajar,  Sistem Ekskresi pada Manusia.
Hubungan antara Pengetahuandengan Sikap Siswa SMA Negeri di Kota Banda Aceh terhadap Pemanasan Global Farrah Fitria; Cut Nurmaliah; Djufri .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to find out the correlation between knowledge and attitude of high school students in Banda Aceh toward global warming. The research was conducted on a class XI student of second semester of the school year 2015/2016 with the sample size 86 students selected by using a random sampling. The data was collected by using questionnaires, interviews and observation. The data was analyzed by using statistical test product moment correlation and to test the hypothesis by using t-test. The results showed that (1) the average knowledge of high school students in Banda Aceh is enough (11.89 or 59.45%), (2) the average attitude of high school students in Banda Aceh is enough (56.93, or 71.16%), (3) knowledge has a high correlation (r = 0.611) with the students attitudes toward global warming. The conclusions of this study showed that (1) knowledge of high school students class XI in Banda Aceh toward global warming is enough, (2) the attitude of high school students class XI in Banda Aceh toward global warming is enough, (3) there is a significant correlation between knowledge and attitude of high school students in Banda Aceh toward global warming.Key words: knowledge, attitude, student, global warming
Karakteristik Tumbuhan Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Di Desa Riting Kawasan Hutan Krueng Jreu, Kabupaten Aceh Besar Food Composition Plant of Long Tail Macaque (Macaca fascicularis) In The Riting Village of Krueng Jreu Forest, Aceh Besar Yasmanijar Yasmanijar; Hasanuddin Hasanuddin; Abdullah Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kerusakan habitat akibat aktivitas manusia seperti penebangan hutan, pembakaran hutan, pembukaan lahan menjadi perkebunan menyebabkan kesulitan bagi monyet ekor panjang dalam  menemukan pakan di kawasan Hutan Krueng Jreu, Kabupaten Aceh Besar. Kerusakan habitat  akibat aktivitas manusia berpengaruh terhadapat jenis, karakteristik, dan ketersediaan tumbuhan pakan di daerah tersebut, monyet ekor panjang tidak lagi mengkonsumsi pakan yang ada di hutan tetapi lebih memilih mencari tumbuhan budidaya yang ada di perkebunan masyarakat. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian  ditemukan 16 jenis tumbuhan pakan monyet ekor panjang di kawasan tersebut, 9 jenis tumbuhan budidaya dan 7 jenis tumbuhan yang hidup di hutan. Karakteristik tumbuhan pakan monyet ekor panjang berupa tumbuhan yang memiliki buah dengan warna mencolok, beraroma dengan rasa manis, memiliki daun muda yang lunak dengan tekstur perkamen serta bunga yang memiliki kandungan nektar banyak. Tingkat ketersediaan pakan monyet ekor panjang  di desa Riting kawasan hutan Krueng Jreu, Aceh Besar tergolong sedikit dengan presentase rata-rata 0-4.5%. Kata kunci: Habitat, Monyet Ekor Panjang, Karakteristik Pakan. ABSTRACT             Habitat destruction due to human activities such as deforestation, forest burning, land clearing for plantations cause difficulty for the long-tailed macaques in finding food in the forest area Krueng Jreu, Aceh Besar. Habitat destruction by human activities affect the types, characteristics, and availability of food plants in the area, long-tailed monkeys no longer consume food in the forest but rather look for the cultivation of plants in plantation communities. The approach used in this study is a qualitative approach to observation and interview techniques. The research found 16 species of long-tailed monkeys feed plants in the region, 9 species of plants cultivated plant and 7 species that live in the forest. Characteristics of long-tailed monkeys feed plants in the form of plants that have fruit with striking colors, scented with a sweet taste, the young leaves have a soft texture and interest parchment that contains nectar. The level of long-tailed monkeys availability of food in the Riting village of Krueng Jreu Riting forest area, Aceh Besar with a relatively small percentage of average 0-4.5%. Keywords: Habitat, Long Tailed Monkey, Characteristics Feed. 
Penerapan Media Prezi pada Materi Sistem Respirasi Terhadap Ketuntasan Belajar Siswa di SMA Negeri Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues Yuliani Fitri; Khairil .; Safrida .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam proses pembelajaran, adakalanya guru dan siswa mengalami suatu hambatan dan permasalahan. Hambatan bagi siswa misalnya, siswa kesulitan dalam menangkap penjelasan dari guru tentang konsep atau materi yang bersifat sukar dengan metode mengajar konvensional, sehingga berpengaruh terhadap ketuntasan belajar siswa. Prezi adalah perangkat lunak (Software) untuk presentasi sebagai alat ukur untuk mengeksplorasi berbagai ide diatas kanvas virtual, Software ini memiliki fitur unggul yaitu menggunakan Zooming User Interface, yang memungkinkan pengguna untuk memperbesar dan memperkecil tampilan media persentasi. Kelebihan dari software Prezi ini juga dapat mengintegrasikan obyek berupa teks, gambar, vidio serta media persentasi lainnya yang ditempatkan dalam sebuah media persentasi, sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami isi materi presentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media prezi terhadap ketuntasan belajar siswa pada materi sistem respirasi di SMA Negeri Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain pretest-postest. Parameter dalam penelitian ini adalah hasil tes dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah diterapkan yaitu ≥ 80 dengan persentase ketuntasan 85%. Data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan rumus Uji-t untuk melihat peningkatan hasil belajar dan persentase ketuntasan klasikal untuk melihat persentase ketuntasan siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan hasil belajar dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa pada kelas eksperimen 95% sedangkan pada kelas kontrol 25%. Simpulan penelitian ini adalah penerapan pembelajaran melalui media prezi yang diterapkan pada materi sistem respirasi dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa di SMA Negeri Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues.Kata Kunci : Media Prezi, Sistem Pernapasan, Ketuntasan Belajar

Page 1 of 2 | Total Record : 13