cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016" : 10 Documents clear
PROBLEMATIKA BELAJAR YANG DIHADAPI OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2010-2011 Ita Ani Sara; Bahrun Bahrun; Muhammad Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.827 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “problematika belajar yang dihadapi oleh mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling” bertujuan untuk mendeskripsikan tentang problem studi yang dihadapi oleh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling FKIP UNSYIAH angkatan 2010/2011. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling berjumlah 55 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat 92 masalah belajar yang umum dihadapi mahasiswa. Sedangkan untuk mutu kegiatan belajar mahasiswa secara keseluruhan pada umumnya mahasiswa berada dalam kategori tinggi, sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Dalam aspek Prasyarat penguasaan materi pelajaran pada umumnya mahasiswa berada pada kategori tinggi dan sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek keterampilan belajar pada umumnya mahasiswa berada pada kategori tinggi dan sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek sarana belajar sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek keadaan diri sendiri sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan sedikit sekali kategori rendah. Dan untuk aspek keadaan lingkungan fisik dan sosio-emosional sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan sedikit sekali berada pada kategori rendah. Kata Kunci: Problema studi mahasiswa fkip unsyah 2010-2011
Dampak Konflik Orangtua-Anak Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMAN 1 Lhoksukon Aceh Utara Rizal Fuzari; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.057 KB)

Abstract

ABSTRACTKey word: parents and children conficts –  students’  achievementThe successfulness of teenagers goes through his transition period to gain the optimal development influenced by whether he/she has a good relationship with his/her parents and his/her friends or do not.  The aim of this study is to reveal the impact of the conflicts towards the achievement of the students in SMAN 1 Lhoksukon, North aceh. Particularly, the study describes the factors that trigger the conflict between  teenagers and parents, how to resolve a conflict between  parents and children, the impact of the conflicts towards the students’ achievement, descriptions of the students’  achievement  experienced conflict between parent and children. The approach used in this study is descriptive qualitative. The data of this study obtained by conducted direct  interview with the theachers and students and documentary analysis of the addressed subject. The result of the study suggests that (1) the conflict triggered by daily activities betwee parents and children, (2) Apology is the way to resolve the the conflict between parents and children they are aware that they are mistaken. (3) The impact of the conflict lowers the students motivation while studying so that it will influence.(4) the achivement of students who experience the conflict lower rather than before the conflict occured. The reseacher suggest that parents and childrent are supposed to have a matual believe so that the conflict among them will be able to settled.
IDENTIFIKASI MASALAH BELAJAR MAHASISWA PAPUA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Julia Mayora; M. Nazir Basyir; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.06 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbedaan kultur menjadi salah satu penyebab berlangsungnya proses belajar yang dilakukan oleh individu mahasiswa yang belajar di tempat dan budaya yang berbeda tentunya mengalami persoalan-persoalan yang dapat mempengaruhi keefektifan belajarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat masalah apa saja yang dihadapi oleh mahasiswa Papua dalam proses pembelajaran di kampus Universitas Syiah Kuala dan mencari penyebab kesulitan yang dialami oleh mahasiswa Papua dalam menerima materi perkuliahan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa Papua di Universitas Syiah Kuala sebanyak 28 responden. Hal ini didapat dari data Biro bagian kerjasama yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa Papua memiliki IPK yang rendah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed methods. Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian yang menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Data penelitian bersumber dari hasil AUM PTSDL dan hasil wawancara yang ditujukan kepada mahasiswa Papua. Hasil penelitian menunjukkan mutu kegiatan beajar yang beragam. Hasil AUM PTSDL menunjukkan mutu kegiatan belajar mahasiswa Papua berada pada kategori rendah 64,29%, kategori sedang 35,72% dan kategori tinggi 0%. Kata Kunci: Masalah Belajar, Mahasiswa Papua
PROGRAM SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI SMAN 13 DAN SMAN 7 BANDA ACEH Erna Juita; Bahrun Bahrun; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.193 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Program Sekolah dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program yang dilaksanakan di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan untuk mendeskripsikan pandangan siswa SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh mengenai narkotika. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, kepala sekolah dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang sedang terjadinya perilaku penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar  khususnya di sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan data dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah kepala sekolah membuat tata tertib sekolah dengan sanksi yang tegas dan memaksimalkan tugas guru. Guru bimbingan konseling  melakukan razia secara intensif, bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, memasukkan materi tentang narkotika kedalam kurikulum pengajaran. Siswa di sekolah banyak yang mengetahui tentang dampak dan akibat yang timbul jika memakai narkotika sehingga siswa menolak untuk menggunakannya. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Pelajar.
DESKRIPSI PERASAAN, MINAT, SIKAP DAN MOTIVASI REMAJA DI PANTI SOSIAL ASUHAN (PSAA) DARUSSA’ADAH ACEH Cut Erini Noviyani; Abu Bakar; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.498 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Deskripsi Perasaan, Minat, Sikap dan Motivasi Remaja di panti sosial asuhan (PSAA) Darussa’adah Aceh”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perasaan, minat, sikap dan motivasi remaja di panti sosial asuhan (PSAA) Darussa’adah Aceh. Subjek dari penelitian adalah seluruh remaja yang tinggal dipanti khususnya remaja pada usia SMP. Adapun objeknya adalah perasaan, minat, sikap dan motivasi remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kondisi perasaan, minat, sikap dan motivasi remaja di panti sangat beragam. Pada aspek perasaaan, remaja merasa mendapatkan kasih sayang dari pihak pengasuh dan PEKSOS (Pekerja Sosial) panti namun kasih sayang tersebut tidak bisa menggantikan kasih sayang kedua orang tua mereka. Mereka pun merasa senang tinggal di panti karena memiliki banyak teman. Permusuhan terjadi ketika ada anak yang “mengejek” antara satu remaja dengan remaja lainnya. Kondisi minat pada remaja cukup beragam. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor usia, teman sebaya dan juga lingkungannya. Terdapat juga motivasi yang berbeda antara remaja panti, beberapa dari mereka mempunyai keinginan dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Namun sebagian juga acuh-tak acuh terhadap kegiatan belajar mereka. Sikap remaja antara sesamanya dan pengasuh juga tergolong baik. Remaja menganggap pengasuh membantu mereka dalam menghadapi masalah dan memahami mereka. Namun pandangan atau sikap mereka terhadap panti cenderung berbeda, mereka menganggap panti sebagai tempat singgah yang penuh dengan aturan, sementara beberapa yang lainnya menganggap bahwa panti menjadi salah satu tempat yang akan membantu mewujudkan cita-cita mereka.Kata Kunci  : Perasaan, Minat, Sikap, Motivasi, Remaja.
UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI KEJENUHAN BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI BANDA ACEH Mailita Mailita; M. Nazir Basyir; Dahliana Abdullah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.943 KB)

Abstract

The study, entitled ‘Efforts of Counseling Teacher to Address Learning Overload of Student at SMP Negeri (State Junior High School) in Banda Aceh’ aimed to determine the learning overload level faced by students and measure counseling teachers took in dealing with them. The subjects were 6 counseling teachers and 130 students drawn randomly from three state junior high school in Banda Aceh. This study employed mixed methods combining both qualitative and quantitative methods. The data were collected through questionaires and interviews. The results indicated the students’ learning overload was in the medium category. This can be observed from frequinces of their answers in which 68 students, equivalent to 52,3%, were in the medium category. Teacher’ effort in handling the students has been very well through preventive, curative and development measure. The teachers have given group counseling for preventive effort, and individual counseling, direct and close communication with students for curative efforts. Development measure, on the other hand, was handled through psychological and mental development, personality development and intensive learning assistance.Keywords : Efforts of Counseling teachers, student learning overload
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA (Suatu Studi Penelitian Pada MAN Darussalam) Safraturrina Safraturrina; Said Nurdin; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.017 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study entitled "The correlation between students’s self efficacy and student’s self-reliance in learning (A Study on students of MAN Darussalam)". This study is aimed to figure out the description of self-efficacy and students’ autonomous learning as well as to describe the relationship between self-efficacy and the independence learning of students. This descriptive correlational research used a quantitative approach to determine the relationship between both of issues. It took place in MAN Darussalam (Islamic senior high school of Darussalam) Aceh Besar.  The population of research was students grade X and XI with 436 members in total. Meanwhile,  the research sample was gathered by using simple random sampling technique through Slovin formula and it came out with 186 samples in total. The data collection of study involved a questionnaire with 1-4 of scale and a technique of descriptive percentage analysis. Based on the data analysis, the result bears out that there are no respondents in the variable of self-efficacy in low category. While the medium category only has 70 respondents (37.6%) and 116 respondents (62.4%) in the high category. Accordingly,  the students’ self-efficacy mostly stands on the high category. Besides, the autonomous learning variable shows no respondents in the low category. Then in  the medium category there are  only 78 respondents (41.93%) and 108 respondents (58%) are in the high category. By means that more than half students of MAN Darussalam have a high category of independence learning. To make the correlation between both variables clear, the data were analyzed by using the correlation test; Product moment. The study resulted that the value of correlation between self-efficacy and students’ autonomous learning stands at r (xy) = 0.729 with a significant level of P 0.05 (0.000 0.05). Thus, the hypothesis is received and it can be concluded that there is a strong and significant correlation between self-efficacy and students’ autonomous learning. Therefore, the positive correlation value indicates that the higher and better self-efficacy, the higher and better autonomous learning it will be. Keywords: Students’ self efficacy, Students’ autonomous learning  ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Hubungan Efikasi Diri dengan Kemandirian Belajar pada Siswa (Suatu Studi Penelitian Pada Siswa MAN Darussalam)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efikasi diri dan kemandirian belajar pada siswa, serta hubungan antara  efikasi diri dengan kemandirian belajar pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian bertempat di MAN Darussalam Aceh Besar dengan populasi kelas X dan kelas XI yang berjumlah 436 siswa. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin, sampel sebanyak 186 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan skala  1-4, dan untuk mengetahui gambaran data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar pada siswa  MAN Darussalam diketahui gambaran variabel efikasi diri menunjukkan bahwa pada skala katagori rendah tidak memiliki responden, untuk katagori sedang terdapat 70 responden (37,6%), dan untuk katagori tinggi memiliki 116 responden (62,4%), artinya efikasi diri siswa MAN Darussalam sebagian besar berada pada katagori tinggi. Sedangkan pada gambaran variabel kemandirian belajar menunjukkan bahwa pada katagori rendah tidak terdapat responden, katagori sedang memiliki 78 responden (41,93%), dan untuk katagori tinggi memiliki 108 responden (58%) yang berarti lebih setengah dari siswa MAN Darussalam memiliki kemandirian belajar pada katagori tinggi. Dalam mengetahui korelasi, data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai korelasi antara efikasi diri dengan kemandrian belajar pada siswa MAN Darussalam dengan r(xy) = 0.729 dengan tingkat signifikan p 0.05  (0,000 0.05). Dengan demikian hipotesis didalam penelitian ini diterima, artinya terdapat korelasi yang kuat dan signifikan antara efikasi diri dengan kemandirian belajar, nilai korelasi yang positif menunjukkan semakin tinggi dan baik efikasi diri siswa maka akan semakin tinggi dan baik juga kemandirian belajarnya. Kata kunci: Efikasi diri Siswa , kemandirian belajar
THE RELATIONSHIP BETWEEN NEEDS FOR DOMINANCE WITH INTENSITY ORGANIZING STUDENT IN FACULTY DA’WAH INSTITUTION (LDF) ALMUDARRIS FKIP AT SYIAH KUALA UNIVERSITY Wahyuni Wahyuni; Dahliana Abdullah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.936 KB)

Abstract

The study entitled "The Relationship Between Needs For Dominance with intensity Organizing student in faculty da’wah institution (LDF) Almudarris FKIP At Syiah Kuala University" aimed to describe about  the needs for dominance with the intensity of association and relationship needs for dominance with the intensity of the association. The populations in this study were 154 people. The researcher used total population sampling technique. This study was a quantitative study with descriptive and correlational. The data collection that was used by researcher using distributing instrument in the form of scale. Those items were favorable and unfavorable, they were responded by study participants in five large-scale response. The results of the analysis of research data showed that the needs for dominance in more than half the students at the high category (58%), a small portion in middle category (32%), and a few was in the category of very high (10%). While the intensity of the association for more than half were in the high category (51%), a small portion was in the category of very high (30%), and a few are in the medium category (18%). The results of data analysis using product moment correlation test showed that the correlation between the needs for dominance with the intensity of a student association with r (xy) = 0.355 with a significant level of p 0.05 (0.210 0.05). Thus the alternative hypothesis was accepted, it meant there was a significant correlation between the needs for dominance with the intensity of the student organization, the positive correlation value indicated the higher and better the student needs for dominance tended to be higher and better organize student intensity. It could be concluded that there was a relationship between the needs for dominance with the intensity of the student organization at the faculty da’wah institution (LDF) Almudarris FKIP at Syiah Kuala University. Keywords: needs for dominance, intensity Organizing
DINAMIKA MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA MANDIRI DI SMPN 10 BANDA ACEH Nurhayati Nurhayati; Nurhasanah Nurhasanah; Dahliana Abdullah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.353 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci : Dinamika, Motivasi belajar, Siswa Mandiri SMPN 10 Banda AcehDinamika merupakan beragam cara dalam memotivasi siswa. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang dapat menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi seseorang akan meningkat apabila terlihat adanya hubungan antara kegiatan yang dilakukan dengan tujuan yang ingin dicapai. Mandiri adalah dimana seseorang mau dan mampu mewujudkan kehendak/keinginan dirinya yang terlihat dalam tindakan/perbuatan nyata guna menghasilkan sesuatu. Gambaran dinamika motivasi belajar pada siswa kelas inti SMPN 10 Banda Aceh memilki perbedaan dimana siswa kelas inti lebih aktif dibandingkan siswa kelas lainnya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran dinamika motivasi belajar pada siswa kelas inti SMPN 10 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas inti. Sampel penelitian adalah 5 orang siswa pada masing-masing kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat gamabaran motivasi belajar yang baik pada SMPN 10 Banda Aceh khususnya di kelas inti, yang mana gambarannya  adalah tekun menghadapi tugas, ulet , dapat mempertahankan pendapatnya, cepat bosan pada tugas rutin, dan lebih senang bekerja sendiri. Akan tetapi yang lebih menonjol dari semua gambaran motivasi belajar tersebut pada SMPN 10 Banda Aceh adalah tekun menghadapi tugas dan ulet menghadapi kesulitan.
Upaya Teungku Dayah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Santri Di Dayah Thalibul Huda Gampoeng Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Syaiful Bahri; Amsal Amri
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.308 KB)

Abstract

Fakhrurrazi. 2016. Upaya Teungku Dayah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Santri Di Dayah Thalibul Huda Gampoeng Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Skripsi, Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1)   Drs. Syaiful Bahri, M.Pd., (2) Drs. Amsal Amri, M.Pd Kata Kunci: Upaya, Teungku Dayah, Kedisiplinan Belajar Santri Pendidikan Dayah berfungsi untuk mendalami ilmu agama Islam sebagai pedoman hidup dengan menekankan kepentingan dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. Sumber ilmu rujukan adalah dari ulama bermazhab Syafi'i dan beraliran Ahlussunnah wal Jama'ah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya Teungku Dayah dalam meningkatkan kedisiplinan belajar Santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Teungku Dayah dalam meningkatkan kedisiplinan belajar Santri. Penelitian ini juga bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga pendidikan Dayah dalam mengembangkan Dayahnya. Bagi Santri agar dapat meningkatkan kedisiplinan dalam belajar. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan jenis/metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Dayah Thalibul  Huda Gampoeng Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Subjek penelitian adalah 5 orang Teungku dayah dan 30 orang Santri. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan  mendeskripsikan semua hasil wawancara dengan Teungku dan Santri selanjuntnya diambil kesimpulan. Hasil penelitian adalah 1) setiap selesai shalat lima waktu, Teungku memberikan nasihat kepada santri untuk tetap menjaga kedisiplinan dalam belajar, misalnya tepat waktu masuk kelas dan aktif dalam pembelajaran, 2) santri juga di ajarkan adab-adab dalam belajar. Dengan demikian santri akan disiplin dalam belajar, 3) jika santri melakukan masalah atau tidak disiplin terhadap waktu belajar, shalat berjamaah dan mengulang pelajaran, maka dilakukan peringatan dan diberikan sangsi sesuai peraturan dayah yang telah di tetapkan, 4) santri dilatih dalam kepemimpinan, misalnya mengontrol santri ketika masuk waktu shalat. Diberikan tugas untuk dapat mengingatkan dirinya dan temannya dalam melaksanakan shalat berjamaah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10