cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017" : 20 Documents clear
PENERAPAN DISIPLIN BELAJAR PADA SISWA DI SD NEGERI 08 BANDA ACEH Rahmi Zulyana; Hajidin Hajidin.; Mahmud HR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.882 KB)

Abstract

Jika seseorang tunduk dan patuh pada peraturan yang berlaku, maka orang tersebut dapat dikatakan sudah disiplin. Hal ini merupakan kunci keberhasilan, karena dalam disiplin tumbuh sikap patuh saat belajar, tidak ada sifat menyerah dalam suatu kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat cara penerapan disiplin belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Banda Aceh, untuk mengetahui faktor pendukung penerapan kedisiplinan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Banda Aceh dan untuk melihat kendala dalam melakukan kedisiplinan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 08 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian deskriptif. Seluruh wali kelas menjadi sumber penelitian sebanyak 10 guru. Datanya dikumpulkan menggunakan observasi dan wawancara dan data tersebut dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Penelitian ini menjelaskan penerapan kedisiplinan dilakukan oleh guru dengan cara membiasakan siswa disiplin dalam belajar dan memberikan keteladanan bagi siswa. Guru mengarahkan siswa untuk tertib dalam belajar, mempersiapkan peralatan yangdibutuhkan dalam belajar, mengerjakan tugas tepat waktu, mengarahkan siswa berpakaian rapi dan sopan, mengarahkan siswa disiplin dalam menggunakan waktu dan tidak bermain-main saat jam belajar dansiswa tidak diperbolehkan keluar masuk kelas tanpa seizin guru. Terdapat beberapan faktor pendukung bagi guru dalam melakukan peningkatan kedisiplinan siswa yaitu adanya sikap siswa yang mau terbuka terhadap nasehat guru, tidak ada yangmemotivasi dalam hal belajar disiplin ketika berada dirumah dan kondisi lingkungan dan teman yang belum memberikancontoh yang baik bagi siswa lainnya terhadap arti tata tertib sekolah dengan baik.Simpulan penelitian ini adalah bahwa guru telah menerapkan kedisiplinan belajar pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 08 Banda Aceh. Sikap disiplin siswa dapat berkembang dengan baik karena adanya keteladanan yang ditunjukkan guru.
PENGARUH PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK PADA USIA SEKOLAH DASAR DI SDN 20 KOTA BANDA ACEH Ti dahlia; Intan Safiah; Soedirman Soedirman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.171 KB)

Abstract

Di era gobalisasi ini kemajuan media informasi dan teknologi sudah dirasakan hampir seluruh masyarakat. Dengan terbukanya informasi, timbul kecendurungan untuk bebas melakukan apa saja. Oleh karena itu maka harus di waspadai agar tidak terpengaruh berbagai macam teknologi dan informasi karena dapat  berpengaruh terhadap perkembangan anak. Penelitian ini mengangkat masalah Apakah ada pengaruh Penggunaan handphone terhadap perkembangan karakter anak pada usia Sekolah Dasar di SDN 20  Kota Banda Aceh. Tujuandiadakan penelitian ini ialah untuk mencari tahu bagaimana pengaruh penggunaan handphone pada perkembangan karakter anak pada usia sekolah dasar di SDN 20 Kota Banda Aceh.Penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI yang berjumlah 244 siswa. Sampel penelitiannya berjumlah 79 Siswa. Pengumpulan data dilakukandengan kuesioner (angket). Kuesioner (angket) dibagikan kepada siswa dengan menggunakan teknik “Purposive sampling”dengan kriteria kelas yang membawa handphone ke sekolah.Berdasarkandari hasil penelitian yang telah di lakukan maka di ketahui bahwa tingkat penggunaan handphone pada siswa SDN 20 Kota Banda aceh dalam katerogi Sedang. Dapat dilihat bahwa sebagian siswa telah membawa dan menggunakan Handphone disekolah yaitu dari jumlah 244 orang siswa kelas  IV, V, dan VI ternyata ada 79 orang siswa diantaranya menggunakan handphone di sekolahHasil dari pengujian hipotesis dengan menggunakan Regresi linier sederhana di peroleh persamaan yaitu Y = 25.566 + 0,137X. Hasil terakhir diperoleh yaitu sebesar 1,594 sedangkan  yaitu sebesar 3,97. Dengan demikian,  maka  dinyatakan diterima dan  dinyatakan ditolak.Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan handphone terhadap perkembangan anak pada usia sekolah dasar di SDN 20 Kota Banda Aceh. 
PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUDAYA SEKOLAH DI SD NEGERI LAM ILIE KABUPATEN ACEH BESAR Mudassir Mudassir.; Bakhtiar Hasan; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.646 KB)

Abstract

Pengimplementasian pendidikan karakter pada budaya sekolah merupakan hal penting untuk menciptakanberkarakter peserta didik.Pembentukan karekter sangat tepat jika dimulai dari usia dini. Begitu pula pada jenjang pendidikan,penerapan nilai karakter memang lebih difokuskan pada jenjang sekolah dasar. Hal tersebut sangat sejalan dengan tujuan pendidikan di SD sebagai usaha dalam membentuk dasar kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan spiritual siswa.Bertujuan untuk mengetahui  gambaran  pendidikan  karakter dalam  budaya sekolah SDN Lam Ilie, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan karakter.Menggunakan jenis penelitian  deskriptif  kualitatif. Dengan subjeknya yaitu kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan warga di sekitar sekolah. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dianalisis dengan cara  reduksi data, model data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam budaya SDN lam Ilie terimplementasikan pada lapisan artifak, nilai dan keyakinan.  Perencanaannya terdiri dari penetapannilai karakteryaitu religius, disiplin, semangat kebangsaan, dan menghargai prestasi. Pelaksanaannya melalui penyediaan fasilitas kegiatan dalam membentuk karakter siswa melalui aktivitas pembiasaan. Secara keseluruhan, SDNlam Ilie sudah mencapai indikator keberhasilan sekolah dalam mengimplementasikan 4 nilai karakter utama dan nilai peduli lingkungan. Pengevaluasian dilakukan dengan monitoring dan evaluasi  akhir  semester  menggunakann  instrumen  catatan  pelanggaran  serta  hasil observasi monitoring. Aspek evaluasinya yaitu perencanaan, kelengkapan fasilitas, pelaksanaan,   ketercapaian target dan perbandingan kondisi.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI GAROT GEUCEU ACEH BESAR Ridha Sabrina; Fauzi Fauzi.; M. Yamin M. Yamin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.901 KB)

Abstract

Keinginan/dorongan dan ketertarikan siswa dalam belajar merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Tinggi rendahnya keinginan dalam belajar tersebut bisa saja dipengaruhi oleh beberapa penyebab/faktor diantaranya harapan, kesanggupan, keadaan fisik, lingkungan, serta tata cara guru dalam membimbing siswa.Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika di kelas V SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar?. Dengan bertujuan untuk mendeskripsikanfaktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika di kelas V SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar. Menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yaitu deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket yang dibagikan kepada seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 22 orang, observasi kegiatan pengajar dan peserta didik dalam proses pembelajaran matematika dan wawancara peserta didik kelas V yang berjumlah 22 orang. Data diolah melalui analisis kualitatif.Temuan hasilnya dapat diketahui bahwa yang menjadi faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa pada proses pembelajaran matematika di kelas V SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar ada tiga, yaitu: (1) kemampuan siswa, (2) kondisi lingkungan siswa, dan (3) tata cara guru dalam membimbing siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Ilsadiati Ilsadiati.; Mislinawati Mislinawati.; Tursinawati Tursinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.461 KB)

Abstract

Aspek pengetahuan sains, aspek aplikasi sains, aspek proses sains dan aspek sikap ilmiah adalah aspek yang akan dibahas dalam konteks literasi sains pada pembelajaran IPA, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam literasi sains di kelas V padamata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan penelitiannya deskriptif, datanya diambil dari murid Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Yang akan diteliti adalah murid kelas V Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan dokumentasi. Peneliti mengamati siswa selama proses belajar oleh guru, sedangkan dokumentasinya adalah soal tes yang diberikan guru kepada siswa. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan persentase.Hasil dari observasi dan dokumentasi mengatakan bahwa siswa belum mampu melaksanakan aspek proses sains dan aspek sikap ilmiah sains dengan baik, adapun indikator aspek proses sains yang mampu dilaksanakan siswa yaitu mampu mengetahui perubahan yang akan terjadi, mampu menerapkan ilmu sains yang diperoleh, ilmu sains yang digunakan pada kondisi tertentu, mengetahui penemuan yang ilmiah untuk menarik suatu kesimpulan, sedangkan pada aspek sikap ilmiah sains, indikator yang mampu dilakukan siswa yaitu siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap sains, siswa menampakkan minat belajar terhadap sains, siswa peduli terhadap lingkungan sekitar dan memperhatikan keberlangsungan kehidupan, siswa memiliki jiwa besar dalam melaksanakan dan mengajak pada tindakan yang menjaga lingkungan. Namun pada aspek pengetahuan sains dan aspek aplikasi sains telah terlaksanakan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa mampu melaksanakan aspek pengetahuan sains dan aspek aplikasi sains dengan sangat baik (88.6%) dibandingkan aspek proses sains berada pada kategori kurang baik (40.4%) dan aspek sikap ilmiah sains berada pada kategori kurang baik (47.3%). Diharapkan guru lebih meningkatkan literasi sains pada aspek proses sains dan sikap ilmiah sains.
HUBUNGAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 26 BANDA ACEH Aisyah Sukma; Bukhari Bukhari.; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.211 KB)

Abstract

Kemampuan pemahaman siswa terhadap menyimak dan berbicara masih tergolong rendah. Kurangnya kemampuan menyimak dan berbicara siswa SD ini harus segera diatasi, karena akan berakibat fatal untuk dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu” adakah hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara. Hipotesis penelitiannya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Dilaksanakannya penelitian di SD Negeri 26 Banda Aceh dengan populasinya 29 siswa dan sampelnya 29 siswa. Menggunakan Instrumen tes berbentuk soal uraian dan tes lisan. Hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa. Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik korelasi Product Moment.Hasil analisis data diperoleh diketahui menyimak siswa pada kategori baik dengan rata-rata 70,3 dan kemampuan berbicara pada kategori baik dengan rata-rata 69,6. Dari hasil analisis korelasi antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara diperoleh nilai korelasi r hitung sebesar 0,370 yang termasuk kriteria rendah dan diperoleh r tabel sebesar 0,367. Dengan demikian, r hitung lebih besar dari r tabel, maka  dinyatakan ditolak dan  dinyatakan diterima kebenarannya, artinya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas SDN 26 Banda Aceh
PENDIDIKAN KARAKTER PADA PROSES PEMBELAJARAN IPA OLEH GURU SDN UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Dian retnosari; suid suid.; Mahmud Mahmud.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.667 KB)

Abstract

Dalam konteks pendidikan karakter guru dapat melaksanakannya dalam proses pembelajaran IPA. Penelitian ini berupaya mengungkapkan proses pendidikan karakter melalui pembelajaran IPA oleh guru di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Bertujuan mendeskripsikan proses pendidikan karakter melalui pembelajaran IPA oleh guru yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilakukan di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar dengan subjek 13 orang guru kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Selanjutnya diolah dengan analisis data kualitatif yaitu mereduksi, mendeskripsikan, dan pengambilan kesimpulan.Bedasarkan hasil analisis data, proses pendidikan karakter melalui pembelajaran   IPA   oleh   guru   di   SDN   Unggul   Lampeuneurut   Aceh   Besar dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu (1) Perencanaan yang telah dipersiapkan dengan baik berdasarkan silabus yang dikembangkan dalam bentuk RPP dan bahan ajar (2) Pelaksanaan yang meliputi 3 tahapan yaitu kegitan awal, inti dan kegitan akhir serta (3)  Evaluasi untuk melakukan penilaian terhadap karakter yang telah dicapai oleh siswa. Terdapat beberapa karakter yang sering di masukkan oleh pendidik  dalam pelajaran IPA yaitu religius, rasa ingin tahu, kerja keras, daya cipta, mandiri, kerja sama, menghargai, peduli lingkungan, kreatif, tekun, ketelitian, tanggung jawab dan gemar membaca. Sedangkan karakter yang jarang dikembangkan oleh guru meliputi jujur, rasa hormat dan disiplin.Simpulan penelitian ini adalah proses pendidikan karakter di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar telah berjalan dengan baik. Guru telah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang sesuai dengan ketentuan pendidikan karakter. Sehingga karakter yang ditanamkan pada siswa dapat berkembang dalam proses pembelajaran. 
PELAKSANAAN KETERAMPILAN GURU DALAM KEGIATAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN DI KELAS IV SD NEGERI LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Muhammad Sauki; M Hussen M. Hussen.; Hasmiana Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.987 KB)

Abstract

Keterampilan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada proses pembelajaran agar menjadi optimal. Sebagai seorang guru hendaknya guru harus mampu menguasai keterampilan membuka dan menutup pelajaran baik secara teori maupun pelaksanaannya. Keterampilan tersebut nantinya akan sangat berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa pada setiap proses pembelajaran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini bagaimana pelaksanaan keterampilan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran dan apa saja yang dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan tersebut pada kelas IV SD Negeri  Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri  Lampeuneurut Aceh Besar dengan subjek penelitian 4 orang guru kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara, data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara diolah dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran masih memiliki kekurangan dalam beberapa komponen baik pada kegiatan membuka maupun kegiatan menutup pelajaran, dari pelaksanaan dalam keterampilan tersebut hanya satu orang guru yang hampir melaksanakan keseluruhan kegiatan membuka dan menutup pelajaran tersebut, sedangkan ketiga orang guru lainnya kurang mampu melaksanakan dengan baik pada keterampilan membuka dan menutup pelajaran tersebut.Simpulan penelitian ini yaitu pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran masih terbilang tidak baik. Maka masih diperlukannya banyak bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Disarankan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi pengadaan bimbingan mengenai keterampilan membuka dan menutup pelajaran melalui pelatihan, seminar, bahkan lokakarya, sehingga  pelaksanaan pada kegiatan membuka dan menutup pelajaran  lebih optimal pada proses pembelajaran di kelas.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 3 BANDA ACEH Riska Faradilla; Fauzi Fauzi.; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.742 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis mengandung makna sebagai kesiapan dalam pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan. Berpikir kritis meliputi kemampuan memberi penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberi penjelasan lanjut serta mengatur strategi dan taktik. Semua aspek tersebut merupakan aspek-aspek yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran matematika. Penelitian ini mengangkat masalah adakah pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari tahu adanya pengaruh yang signifikan keahlian berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Banda Aceh. Hipotesis penelitian yaitu ada pengaruh yang signifikan kemahiran berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Dengan jenis penelitian kausal komparatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SDN 3 Banda Aceh yang berjumlah 90 siswa. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va yang berjumlah 30 orang.Pengelompokan bahan menggunakan angket/ kuesioner dengan skala Likert dan dokumentasi nilai hasil belajar kognitif matematika. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas, dan uji linieritas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung F tabel atau 10, 398 4,20, maka tolak Ho dan terima Ha, artinya terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Banda Aceh.  
EFEKTIVITAS METODE PEMBERIAN TUGAS PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD NEGERI GAROT GEUCEU ACEH BESAR Inda Devianti; suid AB; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.844 KB)

Abstract

Dalam konteks mengajar di kelas, seorang guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi untuk menarik perhatian siswa, salah satu metode yang sering di gunakan oleh guru kepada siswa adalah metode pemberian tugas. Dalam penelitian ini mendeskripsikan jenis tugas yang diberikan oleh guru pada pembelajaran IPA di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar dan untuk megetahui efektifitas tugas yang yang diberikan oleh guru pada pembelajaran IPA di  SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Yang menjadi subjek guru kelas II,III,V dan VI di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru kelasdi SD Negeri Garot Guceu Aceh Besar dalam menerapkan metode pemberian tugas pada pembelajaran IPA dalam bentuk bermacam-macam diantaranya ada tugas secara berkelompok juga tugas secara mandiri. Tugas tersebut diberikan kepada siswa berupa pertanyaan pilihan ganda, essay, uraian, pengamatan/percobaan, dan tabel/grafik. Dengan tujuan untuk melatih siswa dalam memahami dan menguasai materi yang berhubungan dengan pelajaran IPA.Simpulan penelitian ini adalah metode pemberian tugas efektif diterapkan dalam pelajaran IPA, karena siswa dapat lebih memahami materi juga melaksanakan semua kegiatan yang diberikan oleh guru.Dengandemikian,siswa terlatih untuk berpikir dan mengolah informasi secara mandiri. Sehingga, siswa dapat menyimpulkan sendiri makna yangterdapat dalam pembelajaran khususnya pada materi pelajaran IPA. Tugas yang diberikan juga melibatkan keaktifan, percaya diri, tanggungjawab dan disiplin. Pada akhirnya siswa dapat menguasai materi dengan baik. 

Page 2 of 2 | Total Record : 20