Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020"
:
10 Documents
clear
KENDALA-KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 7 TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE
Nurita Nurita;
Nurhaidah nurhaidah.;
M. Yamin M. Yamin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.016 KB)
Implementasi Kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengorganisasikan pembelajaran secara efektif. Ada lima hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pengorganisasian pembelajaran dalam implementasi Kurikulum 2013, yaitu pelaksanaan pembelajaran, pengadaan dan tenaga ahli, pendayagunaan lingkungan dan sumber daya masyarakat, serta pengembangan dan penataan kebijakan. Penelitian ini melihat kendala-kendala dan usaha guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Adapun tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala-kendala dan mengetahui usaha guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SD Negeri 7 Teupah Barat Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian adalah seluruh guru kelas SD Negeri 7 Teupah Barat Kabupaten Simeulue yang berjumlah 6 orang. Data diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu kumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kendala-kendala guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SD Negeri 7 Teupah Barat Kabupaten Simeulue yaitu mengalami kendala berbeda-beda seperti minimnya buku panduan guru dan siswa, sulitnya menyesuaikan metode pembelajaran, kurangnya penguasaan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, minimnya waktu dalam proses belajar mengajar, kurangnya pembinaan dari dinas pendidikan dalam kurikulum 2013. Sehingga guru hanya mampu mengikuti jadwal yang di berikan oleh pihak sekolah.
PENGARUH METODE PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN DI KELAS V SD NEGERI 40 BANDA ACEH
Putri Pratiwi;
Alfiati Syafrina;
Israwati Israwati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.893 KB)
Siswa sekolah dasar masih sangat erat hubungannya didalam dunia bermain, sedangkan belajar untuk siswa sekolah dasar sangat dituntut. Dalam proses belajar pada siswa sekolah dasar sangat bisa dihubungkan antara belajar dan bermain. Salahsatu alternatif yang dilakukan untuk dapat meningkattkan hasil belajar adalah dengan menerapkan metode permainan Ular Tangga, yaitu proses pembelajaran sambil bermain. Penelitian ini berupaya meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan penilain pada pembelajaran kurikulum 2013. Sehingga penelitian inikkah bertujuuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode permainan Ular Tangga terhadap hasil belajjar siswwa pada Subtema Orggan Tubuh Maanusia dan Hewwan di kelas Vb SD Negerii 40 Banda Aceh. Pendekkatan yang akan diggunakandidalam penelitian ini kuanttitatif. Teknik pengolahan data digunakan uji-t. Jenis penelitian eksperimen semu atau Pre Experimental Designs dengan model One Grroup Pretest Posttest Design. Poppulasipada dalam peenelitian ini adalah kelas V SD Negeri 40 Banda Acehh yang terrdiri dari dua kelas yaitu Va 28 siswa dan Vb 26 siswa sehingga jumlah populasi adalah 54 siswa. Teknik untuk menngambill sampelnya adallah dengan Sampling Purposive. Sampel di dalam penelitian ini sebanyak 26 siswa di kelas Vb. Teeknik pegumpulan data tersebut akan dilakukan denggan memberikan tes soal berbentuk choice berjumlah 25 butir pada subtema organ tubuh manusia dan hewan pembelajaran 2 dan pembelajaran 5. Hasil penelitian menunjukkaaan bahwa pada taaaraf signnifikan α = 0,05 dan dk = n₁ + n₂ - 2 = 26 + 26 – 2 = 50 maka daftar dalam distribussi t dengan = sehingga diperolehkan = 1,67 karena ˃ , yaitu 12,4 ˃ 1,67. Dengan demikian ditolak dan H₁ diterima, sehingga metode permainan Ular Tangga yang diajarkan subtema organ tubuh manusia dan hewan pembelajaran 2 dan pembelajaran 5 di kelas Vb dapat mempengaruhi haasil belajar peserta diddik ini. Dengan demiikian dapat disimpulkan bahwasannya penerapan metode permainan Ular Tangga ini berpengaruh terhadap hasiil belajjar siswanya pada subtema orgganan tubuh manusiia dan hewan dii kelas V SD Negeri 40 Banda Aceh.
UPAYA GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS I SD NEGERI 1 LAMCOT KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
Raudatul Islami;
Muhammad Idham;
Adnan Adnan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.567 KB)
Upaya guru meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD Negeri 1 Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD Negeri 1 Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD Negeri 1 Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini ialah 2 orang guru kelas I. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada guru kelas I. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Berdasarkan analisis data yang ditemukan, dapat dikemukakan bahwa setelah melakukan observasi kepada 2 orang guru kelas I yang terdiri atas 16 aspek observasi terlihat bahwa guru kelas I/a hanya melakukan 12 aspek dan 4 aspek lainnya tidak dilakukan. Kemudian setelah melakukan observasi kepada guru kelas I/b yang terdiri atas 16 aspek observasi terlihat bahwa guru kelas I/b hanya melakukan 11 aspek dan 5 aspek lainnya tidak dilakukan. Hal ini akan mengakibatkan tidak semua siswa mampu membaca. Adapun simpulan dari upaya guru meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I/a adalah dengan menggunakan metode alfabet saja yaitu dengan menggunakan media kartu huruf dan kartu kata. Kemudian upaya guru kelas I/b meningkatkan kemampuan membaca adalah dengan menggunakan buku bacaan, buku cerita bergambar serta memberikan arahan dan masukan kepada orang tua siswa supaya dapat membimbing siswa dalam membaca.
PERANAN PUSTAKAWAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS IV SD NEGERI 56 BANDA ACEH
Nurfadhillah Nurfadhillah.;
M. Yamin M.Yamin.;
Bukhari Bukhari.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.053 KB)
Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana peranan pustakawan sekolah dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas IV melalui perpustakaan SD Negeri 56 Banda Aceh. Bertujuan mengetahui peranan pustakawan sekolah dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas IV melalui perpustakaan sekolah.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Datanya dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik observasi dilakukan kepada siswa untuk melihat peranan pustakawan dalam meningkatkan minat membaca siswa di kelas IV yang berjumlah 30 orang siswa dan teknik wawancara dilakukan kepada siswa kelas IV dan 1 orang pustakawan sekolah yang dipilih secara purposive sampling. Selanjutnya data diolah dengan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan persentase.Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa pustakawan telah melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan minat membaca siswa sehingga minat membaca siswa kelas VI di perpustakaan SD Negeri 56 Banda Aceh dapat dikategorikan baik. Hal ini dapat dilihat dari keseluruhan hasil wawancara dan observasi yang menunjukkan 66% siswa yang berminat membaca buku di perpustakaan sekolah dan 34% siswa yang tidak berminat membaca buku di perpustakaan sekolah. Simpulan penelitian ini adalah peranan pustakawan sekolah dalam meningkatkan minat membaca siswa di SD Negeri 56 Banda Aceh sudah maksimal dengan melakukan upaya-upaya yang membuat siswa termotivasi untuk membaca buku. Disamping itu siswa kelas VI di SD Negeri 56 Banda Aceh termasuk kategori baik yaitu berminat membaca buku di perpustakaan sekolah.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MATERI SENI RUPA MELALUI TEKNIK MONTASE KELAS IV DI SD NEGERI 3 SAMADUA ACEH SELATAN
Khalida zia Citra Pratiwi;
Nurmasyitah Nurmasyitah;
Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada materi seni rupa melalui teknik montase merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kreativitas peserta didik materi seni rupa teknik montase kelas IV di SD Negeri 3 Samadua Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini berdasarkan hasil karya montase peserta didik yang berada di lokasi penelitian. Kemudian karya montase tersebut dinilai untuk mengetahui pengembangan kreativitas peserta didik.Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik observasi dengan cara melihat proses pembelajaran berlangsung di lokasi penelitian, melakukan wawancara dengan guru kelas, kemudian mengambil dokumentasi hasil karya montase yang dibuat oleh peserta didik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perlu adanya pengembangan kreativitas anak yaitu khususnya seni rupa teknik montase supaya peserta didik lebih bebas mengembangkan kemampuan dan kreativitas yang mereka miliki, bebas mengembangkan ide-ide yang menarik, dan tidak lupa motivasi serta bimbingan dari gurunya agar peserta didik mampu menciptakan suatu karya montase yang lebih baik.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kreativitas siswa pada seni rupa melalui teknik montase di sekolah ini sangat berkembang dengan baik. Karena guru menuntun kegiatan pengembangan krativitas sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, minat dan berekspresi menggunakan berbagai media seni rupa. Guru juga memberikan bimbingan dan motivasi agar peserta didik senang melakukan kegiatan berkarya yang berkaitan dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya.
Upaya Guru dalam Menerapkan Karakter Cinta Damai pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh
Arifa Rizki Halim;
Mislinawati Mislinawati;
awaluddin Awaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan karakter sejak usia dini merupakan bagian yang paling penting untuk membentuk karakter seseorang. Untuk mencegah siswa melakukan tindak kekerasan dan kerusuhan, maka guru akan menerapkan karakter cinta damai. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam menerapkan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang digunakan guru dalam menerapkan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh. Pendekatan yang dilakukan selama penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas sebanyak 7 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dengan partisipasi terbatas dan wawancara mendalam. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh dilakukan dengan cara (1) Guru menunjukkan keteladanan yang baik yang dapat diteladani oleh siswa (2) Guru melaksanakan pembelajaran yang menerapkan karakter cinta damai yang meliputi suasana kelas yang nyaman, tenteram dan harmonis, anti kekerasan, tidak bias gender, dan peduli terhadap sesama. (3) Lingkungan sekolah yang cinta damai yang dilaksanakan melalui kegiatan di sekolah. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan karakter cinta damai di Sekolah Dasar Negeri 51 Kota Banda Aceh sudah sangat baik.
KEMAMPUAN ANAKDIDIK MEMAHAMI MATERI GAYA PADA SUBTEMA LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DIKELAS 4 SDN 57 BANDA ACEH
Irmania Sablia Dianti;
Alfiati Syafrina;
Adnan Adnan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan itu daya serap yang dipunyai anakdidik terhadap apa yang sudah dipelajarinya dan bagaimana mengaplikasikannya terhadap materi tersebut, untuk itu penelitian ini berjudul “kemampuan anakdidik memahami materi gaya pada subtema lingkungan tempat tinggal di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan anakdidik memahami materi gaya pada subtema lingkungan tempat tinggal di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami materi gaya pada subtema lingkungan tempat tinggal di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anakdidik kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh yang berjumlah 29 orang yang teridir dari 12 orang perempuan dan 17 orang laki-laki.Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan pengolahan data menggunakan statistik dalam bentuk hitungan nilai rata-rata (Mean).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam memahami materi gaya secara keseluruhan memperoleh nilai 67,9. Menurut tabel konversi nilai dalam buku Kurikulum 2013, nilai 67,9 berada pada rentang 66-80 dengan kategori B (Baik). Sedangkan berdasarkan presentase hasil test terdapat 14 orang anakdidikyang memperoleh nilai diatas KKM yaitu 48% dan 15 orang anakdidik yang memperoleh nilai dibawah KKM 52%, maka dari itu dapat dikategorikan nilai cukup (51-65), dan dapat dikatakan belum mencapai Kkm.
PERBEDAAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA SD NEGERI 54 BANDA ACEH DENGAN SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR
Catur Sintia Dewi;
Bukhari Bukhari;
Awaluddin Awaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar diterapkan pembelajaran literasi seperti membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Semakin banyak membaca semakin meningkat pula pengetahuan kosakatanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia siswa SD Negeri 54 Banda Aceh dengan SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif.Sampel penelitian menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh siswa SD Negeri 54 Banda Aceh berjumlah 30 dan siswa SD Negeri Lampeuneurut berjumlah 30. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes soal (30 butir pilihan berganda).Analisis data dengan menggunakan Uji-t dua pihak, diperoleh hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung ttabel atau thitung = 0,84 ttabel = 2,04 dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 29, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia siswa SD Negeri 54 Banda Aceh dengan SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.
IMPLEMENTASI KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 67 PERCONTOHAN KOTA BANDA ACEH
Irfan Juliandy;
Sudirman Sudirman;
Israwati Israwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini berjudul “Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 67 Percontohan Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di SDN 67 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini juga bertujuan Untuk Mengetahui Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di SDN 67 Percontohan Banda Aceh.Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. subjek penelitian yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah 2 guru, 1 kepala sekolah, dan 8 peserta didik pada kelas IV-A dan IV-B. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, dan wawancara. Analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil observasi pada Kelas IV-A dan IV-B adalah mengenai sikap karakter disiplin selama pengumpulan data yaitu peserta didik dan guru sangat terlihat sikap karakter disiplin waktu maupun menaati peraturan. walaupun ada peserta didik yang tidak melalukan sikap karakter disiplin waktu atau menaati peraturan. Pada disiplin sikap, mereka menunjukkan sikap yang bagus. peserta didik menunjukkan sikap yaitu tidak mudah tersinggung atau marah, dan mendengarkan nasehat dari guru.Simpulan dari penelitian ini yaitu guru selalu melakukan bimbingan, dan arahan untuk bersikap karakter disiplin mematuhi tata tertib di SD tersebut, karakter disiplin waktu dan disiplin sikap baik didalam proses pembelajaran maupun diluar. guru juga menkondisikan peserta didik dengan cara memberikan contoh teladan bagi peserta didik, seperti guru harus lebih awal datang kesekolah dari pada peserta didik datang, tepat waktu dalam mengajar, teladan dalam berpakaian dan juga cara bersikap serta bertutur kata yang sopan sehingga peserta didik dapat mencontoh perilaku yang dilakukan oleh guru.
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS V SDN 1 ALUE DUA KECAMATAN LANGSA BARO
Fona Farah Diba;
Bukhari Bukhari.;
Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan membaca merupakan salah satu standar kemampuan dalam bahasa dan sastra Indonesia yang harus dicapai pada semua jenjang pendidikan, termasuk di jenjang SD. Melalui kemampuan membaca siswa diharapkan mampu membaca dan memahami teks bacaan dengan kecepatan yang memadai. Dengan membaca bagaikan membuka jendela dunia dengan membaca akan memperoleh berbagai pengetahuan dan informasi, karena semakin banyak membaca maka semakin banyak pula hal yang diketahui, sehingga untuk membantu dan untuk mempermudahkan mengetahui segala sesuatu, salah satu cara adalah melalui kegiatan membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca cepat pada siswa kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro. Hipotesis Penelitian ini adalah Tidak ada kemampuan membaca cepat siswa kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro, Ada Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro berjumlah 55 siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan post tes, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari 55 siswa, yang mempunyai kecepatan efektif membaca terdapat 8 orang siswa (14,8 %) di kategorikan sedang, dan 47 orang siswa (87,3 %) di kategorikan lambat. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada bab sebelumnya dan berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Dari Hasil tes kecepatan kelas V, Dari 55 siswa kelas V mempunyai kecepatan efektif membaca di antaranya 8 orang siswa (14,8 %) di kategorikan sedang dan 47 orang siswa (87,3 %) di kategorikan lambat. Jumlah siswa seluruhnya 55 siswa, dan hasil persentase seluruhnya 100 %.