cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): April 2016" : 16 Documents clear
DISTRIBUSI DAN KEPADATAN KERANG DARAH (Anadara sp. ) BERDASARKAN TEKSTUR SUBSTRAT DI PERAIRAN ULEE LHEUE BANDA ACEH Lindawaty Lindawaty; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.792 KB)

Abstract

This research to was carried out determine the distribution and density of shell  (Anadara sp.) and its relations to the substrate texture at Ulee Lheue coastal Banda Aceh. This research was conducted on November 2016. The distribution was calculated using index  Morisita. and The substrate texture was analyzed using a pipette method it was calculated using a triangular diagram Millar and organic material was the analyzed at the Laboratory Agriculture Faculty Syiah Kuala. It was obtained the texture of the the substrate at station I and III were sand argillaceous while the station II and IV in the form of sandy clay loam. three types of Anadara sp. Found in this study A. Granossa with the density ranged from 6-50 ind/m2, A. maculosa 3 - 43 ind/m2 and A. inflata 3-29 ind/m2 respectively. Keywords: Anadara, density, distribution, Ulee Lheue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kepadatan kerang darah Anadara sp. serta hubungannya dengan tekstur substrat di perairan Ulee Lheu Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016.Pola sebaran dihitung menggunakan indeks Morisita. Tekstur tanah dianalisis menggunakan metode pipet dan dihitung dengan menggunakan diagram segitiga Millar dan bahan organik di analisis di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Unsyiah. Tekstur substrat pada stasiun 1 dan III didapati pasir berlempung sedangkan stasiun II dan IV berupa lempung liat berpasir.Diperoleh 3 jenis kerang Anadara sp. pada A. granossa dengan kepadatan berkisar 6-50 ind/m2, untuk A. maculosa dengan kepadatan  berkisar 3-43 ind/m2 dan A. inflata 29 ind/m2.   Kata kunci : Anadara, kepadatan, distribusi, Ulee Lheue.   
KEBIASAAN MAKANAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN JULUNG - JULUNG (Dermogenys sp.) DI SUNGAI ALUR HITAM KECAMATAN BENDAHARA KABUPATEN ACEH TAMIANG Zuliani Zuliani; Zainal A. Muchlisin; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.91 KB)

Abstract

The objectives of the present study were to evaluate the food habit and lenght weight relationships of Dermogenys sp. The study was conducted from April to June 2015. The fish were sampled in Alur Hitam River, Bendahara Subdistrict, Aceh Tamiang using hand nets. The sampled fishes were preserved in 10% formalin for further analysis. A total of 136 fish samples were catched during the study. The stomach analysis showed that Formica sp. was predominant food item for Dermogenys sp. (52.53%), followed by Dolichoderus sp. (38.38 %), indicate that Formica and Dolichoderus are the primary foods for Dermogenys sp. Therefore, Dermogenys is classified as an insectivorous food habit. The length of alimentary tract ranged between 1.54 cm to 1.67 cm. The length - weight relationships and condition factor showed that the average b value was 2.753 displayed an allometric negatif growth pattern, while the condition factor value was 103.10 indicate that the water condition in term of prey and predator availability are in balance condition.Penelitian tentang kebiasaan makan dan hubungan panjang berat ikan Dermogenys sp. telah dilakukan pada bulan April-Juni 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan dan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Dermogenys sp.. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey, sampel ikan di tangkap di Sungai Alur Hitam Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang dengan menggunaan serok dan langsung diwetkan dengan larutan formalin 10%. Selama penelitian tertangkap 136 ekor ikan Dermogenys sp.. Hasil analisis kebiasaan isi lambung diperoleh semut merah Formica sp. ditemukan pada 71 ekor sampel ikan (52,53%) dan diikuti oleh semut hitam Dolichoderus sp. pada 52 ekor sampel (38,38%) dan kedua jenis makanan tersebut tergolong  kedalam makanan utama dan makanan yang tidak teridentifikasi terdapat pada 19 ekor sampel ikan (14,29%). Panjang rerata usus ikan Dermogenys ±1,54-1,67 cm, sehingga dengan demikian ikan Dermogenys sp. dapat digolongkan sebagai ikan insektifora (pemakan insekta). Hasil analisis hubungan panjang-berat diperoleh nilai koefisien b= 2,753 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negative dan nilai faktor kondisi 103,10 menunjukkan kondisi perairan masih tergolong baik atau stabil.
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN YANG TERTANGKAP DI KRUENG SIMPOE, KABUPATEN BIREUN, ACEH Zahrul Fuadi; Irma Dewiyanti; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.175 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang hubungan panjang berat dan factor kondisi ikan yang ditemukan di Krueng Simpoe, Kabupaten Bireun, Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui distribusi ukuran ikan dan menganalisis hubungan panjang berat ikan yang didapat di Krueng Simpoe. Ikan yang didapat yaitu ikan Rasbora sp dan Puntius brevis. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2015, dengan menggunakan jarring dan jala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Rasbora sp dan Puntius brevis memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Selain itu, factor kondisi berat relative menunjukkan angka diatas 100. Faktor kondisi fulton perairan Krueng Simpoe mengindikasikan secara relatif dalam keadaan baik.  Kata kunci : hubungan panjang berat, factor kondisi, allometrik  The research is about the length weight relationships and condition factor of the freshwater fishes which were found in Simpoe River, Bireun, Aceh. The research purpose is to know the distribution of sizes fishes and to analyze length weight relationships fishes found in Simpoe River. The fishes are Rasbora sp and Puntius brevis. The sampling was conducted on November, 2015 by using net and castnet. The results revealed that Rasbora sp and Puntius brevis have allometric negative growth pattern. In addition, the relative weight condition factor’s was over 100. And the Fulton’s condition factor were not different significantly among fishes. It means that the Fulton’s condition at Krueng Simpoe indicating good condition and well growth.Keywords : length weight relationships, condition factor, allometric
IDENTIFIKASI JENIS IKAN DI PERAIRAN LAGUNA GAMPOENG PULOT KECAMATAN LEUPUNG ACEH BESAR Fitrah, Syawal Syah; Dewiyanti, Irma; Rizwan, Thaib
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.481 KB)

Abstract

Lagoon waters at the Pulot Village is a new ecosystem that is formed because of the tsunami disaster that occurred on December 26, 2004, followed the earthquake in March 2005 that led to the formation of a new coastal wetland ecosystem called lagoons. Laguna is a puddle of water that resembles a lake / pond is located near the beach that used to be part of the (united with) the sea but because of geological events, then it is separate from the marine ecosystem and establish a new coastal wetlands. Fish fish found in the lagoon waters Pulot village is 11 species representing 10 families. The species of fish caught is Caranx melampygus, Carangoides caeruleopunctatus, Diodon liturosus, Stolephorus heterolubus, Platax batavianus, Plectorhinchus lineatus, Lutjanus russelli, Karalla daura, Crenimugil crenilabis, Epinephelus coiodes, and Toxotes jaculatrix. Fish dominate in lagoon waters in terms of number of individuals is kind Stolephorus heterolubus and Crenimugil crenilabis. Fish caught from the time data is based on foraging habits of each, there are 4 types of fish are caught in nocturnal (active at night) and 7 species caught during the diurnal (active during the day). Keywords: lagoon, fish, nocturnal, diurnal, Aceh  Kawasan perairan laguna di Gampoeng Pulot merupakan suatu ekosistem baru yang terbentuk karena terjadinya bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, lalu diikuti gempa bumi pada Maret 2005 yang menyebabkan terbentuknya suatu ekosistem lahan basah pesisir baru yang disebut laguna. Laguna adalah suatu genangan air yang menyerupai danau/telaga berada dekat pantai yang dulunya merupakan bagian dari (bersatu dengan) laut tapi karena peristiwa geologis, kemudian ia terpisah dari laut dan membentuk eksosistem lahan basah pesisir yang baru. Jumlah ikan yang ditemukan di perairan laguna desa Pulot adalah 11 jenis yang mewakili 10 keluarga. Spesies ikan yang ditangkap adalah Caranx melampygus, Carangoides caeruleopunctatus, Diodon liturosus, Stolephorus heterolubus, Platax batavianus, Plectorhinchus lineatus, Lutjanus russelli, Karalla daura, Crenimugil crenilabis, Epinephelus coiodes, dan Toxotes jaculatrix. Ikan mendominasi di perairan laguna dalam hal jumlah individu jenis Stolephorus heterolubus dan Crenimugil crenilabis. Ikan yang ditangkap dari data waktu didasarkan pada mencari makan kebiasaan masing-masing, ada 4 jenis ikan yang tertangkap di nokturnal (aktif di malam hari) dan 7 spesies tertangkap selama diurnal (aktif di siang hari).
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DAN BIVALVIA BEDASARKAN KARATERISTIK SEDIMEN DAERAH INTERTIDAL KAWASAN PANTAI UJONG PANCU KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Ziaul Maula; Syahrul Purnawan; Muhammad Ali Sarong
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.647 KB)

Abstract

Penelitian Keanekaragman Gastropoda dan Bivalvia Berdasarkan Karakteristik Sedimen  Daerah  Intertidal  di  Pantai  Ujung  Pancu  Kecamatan  Peukan  Bada Kabupaten Aceh Besar ini dilakukan pada bulan Januari 2016. Tujuan penelitian ini adalah   untuk   mengetahui   keanekaragaman   berdasarkan   karakteristik   sedimen. Metode yang digunakan adalah metode Purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada saat surut terendah. Stasiun terdiri dari 5  stasiun, dimana setiap stasiun diletakkan plot berukuran 5 x 5 m dan diletakkan transek kuadrat berukuran 1 x 1 m didalamnya  dengan jarak sampling 30 m. Analisis data menggunakan rumus keanekaragaman dan Mean grain size. Hasil penelitian ditemukan 19 total spesies yang terdiri dari 12 spesies kelas Gastropoda dan 7 spesies kelas Bivalvia. Keanekaragaman berkisar antara 3,652-3,984. Dan ukuran butiran berkisar antara 0,294-0,403. Kesimpulannya adalah (1) Keanekaragamannya tinggi (2) Ukuran butirannya pasir halus.  Kata Kunci : Ujong Pancu, Keanekaragaman, Sedimen,  Gastropoda, Bivalvia Study  about  diversity  of  Gastropods  and  Bivalves  based  on  characteristics  of sediment in intertidal area in Ujung Pancu Beach Peukan Bada subdistrict Aceh Besar  district  was  conducted  on  January  2016.  The  aim  of  this  study  was  to determine the diversity based on characteristics of sediment. The methode used was purposive sampling method. Sampling were conducted while the water had low recede. Station consisted of 5 stations where each station placed plot 5 x 5 m and placed 1 x 1 m2 of square transects in it with 30 m sampling space. Data analyzed by diversity formula and mean grain size. The result showed that 19 species were found which consisted of 12 species of Gastropods and 7 species of Bivalves. Diversity ranged between 3,652 to 3,984. And grain size ranged between 0,294 to 0,403. The conclusions were (1) Diversity was high (2) Grain size was fine sand  Keyword : Ujong Pancu, Diversity, Sediment, Gastropods, Bivalves
PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) DALAM PAKAN SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK UNTUK BENIH IKAN SEURUKAN (Osteochilus vittatus) Mayana Mayana; Zainal Abidin Muchlisin; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.446 KB)

Abstract

The objective of the present study was to determine the optimum dosage of onion extract (Allium cepa) in the diet of seurukan fish (Osteochilus vittatus). The research was conducted in Drieng Beurembang Hatchery, Kuala Batee District, in Aceh Barat Daya and the onion was extracted at Department of Chemistry, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University on September to November 2015. The Completely Randomized Design Methods was in this study. The tested dosage of onion were 0 (control), 1%, 2%, 3% and 4% in the formulated diet. The fish were fed three times a day at (08:00 AM, 12:00 AM and 16:00 PM) for 70 days. The results showed that weight gain ranged  from 2.32 g to 3.21 g, the Specific growth rate ranged from 1.24 % day-1 to 1.41 % day-1, feed conversion ratio were 3.57 – 3.03, feed efficiency  ranged  33.40% - 39.25%, and the survival rates were reached up to 100%. The highest values for all measured parameters were obtained at dosage 4% of onion extract in the formulated diet. The Anova test showed that the different dosage of onion extract (Allium cepa) in the formulated diet gave significant affect on weight gain of (P0.05), but did not give a significant affect on the length gain, specific growth rate, feed conversion ratio, feed efficiency and survival rate of seurukan fish (O. vittatus) (P 0.05). It is concluded that the optimum dosage of onion extract in the formulated diet is 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa) yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan seurukan (Osteochilus vittatus). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Desa Drieng Beurembang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya dan pembuatan esktrak bawang merah dilaksanakan di jurusan Kimia FKIP Unsyiah,  pada bulan September hingga November 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Faktor yang diuji adalah perbedaan konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan dengan 5 taraf perlakuan masing-masing 4 kali ulangan, yaitu; 0 (control), 1%, 2%, 3% dan 4% ekstrak bawang merah dalam pakan. Pakan diberikan 3 kali sehari pada pukul 08:00, 12:00 dan 14:00 WIB selama 70 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot berkisar antara 2,32 g – 3,21 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 1,24 % per hari – 1,41 % hari, pertambahan panjang berkisar antara 2,45 cm – 2,57 cm, rasio konversi pakan 2,57- 3,03, Efesiensi pakan berkisar antara 33,40 % – 39,25 %, dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Nilai tertinggi untuk semua parameter yang diukur didapatkan pada perlakuan E (4%) ekstrak bawang merah dalam pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot mutlak, (P0.05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup benih ikan seurukan (O. vittatus) (P0.05). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dosis terbaik adalah 4%.  

Page 2 of 2 | Total Record : 16