cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017" : 13 Documents clear
Analisis Hasil Tangkapan Jaring Insang di Kuala Baru Kabupaten Aceh Singkil Nelci Sylvia; Chaliluddin Marwan; Ratna M. Aprilla
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Jaring insang merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di Kuala Baru Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknologi penangkapan ikan dan komposisi hasil tangkapan, keanekaragaman, dominansi serta ukuran hasil tangkapan alat tangkap jaring insang di Kuala Baru Kabupaten Aceh Singkil.Analisis dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik distribusi frekuensi hasil tangkapan yang diperoleh. Jaring insang yang digunakan nelayan berukuran 20 set atau 1000 m dengan lebar 7 dan 14 m yang terbuat dari bahan PA multifilament mesh size 5 inci. Nelayan jaring insangKuala Baru Kabupaten Aceh Singkil tidak menggunakan alat bantu penangkapan. Komposisi hasil tangkapan jaring insang di dominansi oleh ikan tenggiri (Scombiromorus sp 54,80%) sebagai hasil tangkapan utama, dan hasil tangkapan sampingan berupa ikan parang – parang (Chirocentrus sp. 11,02%)  dan hiu (Charcharias sp 34,16%).Selama penelitian diperoleh indeks keanekaragamanjaring insang adalah 1,01, yang berarti keanekaragaman relatif sedang. Indeks dominansi0,39, yang berarti relatif rendah. Ukuran hasil tangkapan pancing selama penelitian sangat bervariasi.       Gill ne tare included as fishing gears which are extensively utilized by fisherman in Kuala Baru of Aceh Singkil Regency. The objective of this research is to know the fishing technology and the composition of catches, the diversity, dominance, and catch size of fishing line and gillnet in Kuala Baru of Aceh Singkil regency. The analysis is conducted descriptively in the form of tables and the distribution graph of the catch frequency obtained. Gillnets used by the fishermen are about 20 sets or 1000 m wide with a width of 7 and 14 m made of 5-inched PA multifilament mesh size material. Those Fishermen who use gillnets and fishing line in Kuala Baru of Aceh Singkil regency do not use any fishing aids. The dominance catches of gillnet are mackerel fish (Scombiromorus sp, 54.80%) as main catch, and by-catches is Herring fish (Chirocentrus sp 11.02%) and shark (Charcharias sp 34.16%).During the research, the index of diversity of gillnet were1.01, which means that the diversity is relatively moderate. The dominance index of gillnets is 0.39, which means relatively low. The size of catches from fishing line and gill nets during this study varied considerably.
Kebiasaan Makan Ikan Lemeduk (Barbonymus Schwanenfeldii) di Sungai Tamiang, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh Raja H. Gunawan; Zainal A. Muchlisin; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Study on feed habit of lemeduk (Barbonymus schwanenfeldii) was conducted in Aceh Tamiang district on October, 2016. The objective of the present study was to determine feed habit of lemeduk (Barbonymus schwanenfeldii) as the basis for the development of aquaculture. Purposive sampling method was conducted by investigating river based on 3 different habitats include natural habit, oil palm plantation area and settlements region. Cast net (mesh size of 1 inch) were used to catch the fish samples, then samples were preserved using 10% formalin. Lemeduk caught during the study amounted to 152 samples, where 140 samples filled food and 12 samples were empty. The results of the analysis of stomach found lemeduk eat grass, lichens, seeds, worms and insects. Based on the analysis of IP (index of prepoderance) value of all types of feed and analytical results between the length of the colon compared to the total length of the body showed that lemeduk classified omnivore. The results of the analysis based on the length of the class can be concluded that there is no difference in the composition of the food in all classes of length. The results of the analysis based on the location of this study concluded that there is no difference in the type of food.       Penelitian tentang kebiasaan makan ikan lemeduk (Barbonymus schwanenfeldii) telah dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang pada bulan Oktober 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan lemeduk (Barbonymus schwanenfeldii) sebagai dasar pengembangan budidaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey purposive, dimana lokasi penyamplingan dibagi atas 3 habitat yang berbeda meliputi habitat alami, kawasan perkebunan sawit dan kawasan pemukiman penduduk. Penangkapan ikan dilakukan menggunakan alat tangkap jala (ukuran mata jaring 1 inch), kemudian ikan yang tertangkap diawetkan menggunakan larutan formalin 10%. Ikan lemeduk yang tertangkap selama penelitian berjumlah 152 ekor, dimana 140 ekor ikan terisi makanan dan 12 ekor kosong. Hasil analisis isi lambung ditemukan ikan lemeduk memakan rumput-rumputan, lumut, biji-bijian, cacing dan serangga. Berdasarkan analisis nilai IBT dari semua jenis makanan dan hasil analisis antara panjang usus berbanding panjang total tubuh menunjukkan bahwa ikan lemeduk tergolong jenis omnivora. Hasil analisis berdasarkan kelas panjang dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan komposisi makanan pada semua kelas panjang. Hasil analisis berdasarkan lokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan jenis makanan.
Studi Hasil Tangkapan Ikan Layang (Decapterus Sp) Dengan Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse Seine) Yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (Pps) Lampulo Resi N. Sari; Edy Miswar; Chaliluddin Marwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

The production of Decapterus fish catches (Decapterus sp) in Samudera fishing port (PPS) Lampulo which is largely undergone by the Purse Seine fleet, leads to the need for sustainable and effective fishery resources utilization. Therefore, it requires information on CPUE (Catch Per unit Effort) tren and the Decapterus sp fishing season in the land of PPS Lampulo. This research was conducted in February to March 2017 which was located in Lampulo fishing port. The data were obtained by using two methods: primary data (Catching trip, catching season, operational catching distance). Secondary data (the series of fish catching  production time in 2011 to 2016), Furthermore data from  the istitution associated with the material research and of the publication of research ever in doing, the analysis is undergone with CPUE method by comparing the catches gathered with the catching effort and then by using seasonal catching analysis carried out by time series analysis (moving averagely) from 2011 to 2016. The results obtained show that the CPUE trend of the high this Decapterus sp fish in 2015 932,51 kg/trip, trend the low in 2011 440,32 kg/trip, faced decreasing fluctuation caused by the difference in fish catches and catching efforts, if the effort is greater, the value of fluctuations will decrease. The peak of catching fish season occurred in July (211.59), August (132.24), September (227.53), October (243.47), November (186.84), and December (167.17) and the season of the least fish catching occurred in February (3.49), March (3.97), April (3.65), and May (3.79).       Produksi hasil tangkapan ikan layang (Decapterus sp) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo sebagian besar didaratkan oleh armada tangkap purse seine. Mendorong perlunya pemanfaatan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan dan efektif, maka perlunya informasi mengenai tren CPUE dan Indek Musim Penangkapan ikan layang yang di daratkan di PPS Lampulo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2017, berlokasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo. Data penelitian diperoleh dengan dua cara yaitu data primer meliputi (Trip penangkapan, Jarak pengoperasian dan Musim Penangkapan) dan data sekunder (Data time series hasil tangkapan ikan layang dan data trip  kapal Purse seine tahun 2011 sampai 2016 serta Jurnal, literatur terkait dengan penelitian). Analisis yang digunakan menggunakan analisi CPUE dengan membandingkan hasil tangkapan terhadap upaya penangkapan dan Analisis Musim Penangkapan dilakukan dengan analisis rata-rata bergerak (moving average) dari data time series ikan layang tahun 2011 -2016. Hasil penelitian yang diperoleh CPUE tertinggi ikan layang (Decapterus sp) terjadi pada tahun 2015 sebesar 932,51 kg/trip, CPUE terendah terjadi pada tahun 2011 sebesar 440,32 kg/trip. Rata-rata tren CPUE ikan layang tahun 2011-2016 mengalami fluktuatif semakin meningkat karena rata-rata upaya trip tahun 2011-2016 mengalami penurunan. Musim Puncak penangkapan ikan layang (Decapterus sp) dengan kriteria diatas 100% terjadi pada bulan Juli (211,59), Agustus (132,24), September (227,53) ,Oktober (243,47), November (186,84), Desember (167,17) dan musim paceklik penangkapan dengan kriteria dibawah 50% terjadi pada bulan Februari (3,490), Maret (3,97), April (3,65), Mei (3,79). 
Pengaruh Kombinasi Enzim Papain dan Enzim Bromelin Terhadap Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nilem Ostheocillus vittatus Eliza P.A. Nasution; Zainal A. Muchlisin; Cut Yulvizar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

This aims of this research were to determine the optimum combination of papain and bromelin enzymes in feed to increase the growth performance of nilem fish (Osteochillus vitattus). The research was conducted in three places, namely the Laboratory of Faculty Agriculture Syiah Kuala University, Brackish Water Aquaculture Center, Aceh Besar, and Laboratory of Faculty Marine and Fisheries Syiah Kuala University in December 2016 until February 2017. The research consisted of 6 treatments and 4 replications. The tested treatments were the differences of the combination of papain and bromelin enzymes in the feed i.e, 100% papain + 0% bromelin, 75% papain + 25% bromelin, 50% papain + 50% bromelin, 25% papain + 75% Bromelin, and 0% Papain + 100% bromelin.  Fish was fed three times for at feeding level of 5% biomass for 70 days. The result showed that the absolute growth was 4,26 g to 6,65 g, specific growth rate was 0.05%/ day – 0.75%/ day, daily growth rate was 8.51-10.88 g/day, survival rate was 90% -100%, feed conversion ratio was 4.60-5.32, and feed efficiency was 18.94% - 24.70%. The highest values all parameters were found at 75% papain + 25% bromelin treatment. The ANOVA test showed that of the combination of papain and bromelin enzymes in feeding had the significant effect on weight gain, specific growth rate, daily growth rate, feed conversion ratio, and feed efficiency of nilem fish. The best combinations of papain and bromelin enzymes in this study were 75% papain + 25% bromelin.       Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum kombinasi enzim papain dan enzim bromelin dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nilem (Osteochillus vitattus) . penelitian ini dilakukan di tiga tempat yaitu, Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Balai Budidaya Air payau, Aceh Besar, dan Laboratorium Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2016 sampai Februari 2017. Penelitian ini terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perbedaan konsentrasi kombinasi enzim papain dan enzim bromelin dalam pakan yaitu, pakan tanpa uji, 100% papain + 0% Bromelin, 75% papain + 25% bromelin, 50% papain+ 50% bromelin, 25% papain + 75% bromelin, , dan 0% Papain + 100% bromelin. . Ikan diberi pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari biomassa selama 70 hari penelitian. Hasil penelitian diperoleh pertambuhan bobot berkisar 4,26 g-6,56g, laju pertumbuhan spesifik 0,05% per hari- 0,75% per hari, laju pertumbuhan harian 8,51 g per hari-10,88g per hari, tingkat kelangsungan hidup 90%-100%, rasio konversi pakan 4,60-5,32, dan efesiensi pakan 18,94%-24,70%. Nilai tertinggi pada setiap parameter yang diuji terdapat pada perlakuan 75% papain + 25% bromelin. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan kombinasi enzim papain dan enzim bromelin dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertambuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan harian, ratio konversi pakan, nilai efisiensi pakan, dan koefisiensi keragaman ikan nilem akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi enzim papain dan enzim bromelin dalam pakan meningkatkan pertumbuhan ikan nilem (Osteochillus vitattus). Konsentrasi kombinasi enzim papain dan enzim bromelin terbaik pada penelitian ini adalah 75% papain + 25% bromelin
Analisis Faktor-Faktor Produksi Terhadap Hasil Tangkapan Purse Seine di TPI Ujong Baroh, Aceh Barat, Aceh Teuku Z. Arifin; Chaliluddin Chaliluddin; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

This study was conducted to determine the influence of production factors consisting of (size of the ship, engine power, length nets, width nets, the number of trip, and amount of fuel and number of crew) on the purse seine catches. The method used in this research was interview and survey method. Data were analyzed by multiple linier regressions. Partial analysis results indicated that there were four variables that affected catches of purse seine which is engine power (p-value 0.008 0.005) length nets (p-value 0.0020.05), the number of trips (p-value 0.0000.05), and the amount of fuel (p-value of 0.000 0.05),while simulate analysis results showed that all the independent variables affected catches of purse seine. Based on these results it can be concluded that the variable length of the nets, the number of trips and the amount of fuel had a significant effect on purse seine catches partially while simultaneously all the independent variable (free) significantly affected the variable of catches.       Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi hasil tangkapan purse seine yang terdiri dari ukuran kapal, daya mesin, panjang jaring, lebar jaring, jumlah trip, bahan bakar minyak dan jumlah ABK terhadap hasil tangkapan purse seine. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode wawancara dan survey. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat empat varibel yang mempengaruhi hasil tangkapan purse seine yaitu variabel daya mesin (p-value 0,008 0,05) panjang jaring (p-value 0,002 0,05), jumlah trip (p-value 0,000 0,05), dan jumlah BBM (p-value 0,000 0,05). Sedangkan hasil analisis secara simultan semua variabel independen (bebas) mempengaruhi variabel hasil tangkapan (terikat). Bedasarkan dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel daya mesin, panjang jaring, jumlah trip, dan jumlah BBM berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan purse seine, sedangkan secara simultan semua variabel independen (bebas) berpengaruh signifikan terhadap variabel hasil tangkapan (terikat).
Pemanfaatan Kerang Air Tawar (Anodonta Woodiana) Sebagai Biofilter Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Reviendra Safaringga; Sayyid A. El Rahimi; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Quantity and quality of water supply are the main factor that determines the success of tilapia cultivation. One of the best ways to maintain water quality is by applying the recirculation system and use of freshwater shell filter media. This research aimed to determine growth rate and survival rate of tilapia (Oreochromis niloticus) seeds cultivated in recirculation system with filter media of freshwater mussles (Anodonta woodiana). The method used was completely randomized design with four treatments and 3 replications. This research was conducted for 42 days in December-February 2017 at Lueng Bata district, Banda Aceh. The treatments were the implementation of freshwater mussels as the filter density with 5, 10 and 15 freshwater mussel's fish per liter. The results of ANOVA test indicated that the implementation of freshwater mussels as biofilter gave significant effect on growth rate, weight rate and specific growth rate of tilapia cultivation. Duncan's test showed that the highest result was found at treatment D (15 freshwater mussels). However, this value did not give significant effect on the survival rate of tilapia seeds.       Kuantitas dan kualitas suplai air yang baik merupakan faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan nila. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air adalah dengan mengaplikasikan sistem resirkulasi dan penggunaan media filter kerang air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara dalam sistem resirkulasi dengan media filter menggunakan kerang air tawar (Anodonta woodiana). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 42 hari pada bulan Desember-Februari 2017 di Gampong Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Perlakuan yang digunakan berupa penambahan kerang sebagai filter dengan kepadatan 5, 10 dan 15 ekor kerang air tawar per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kerang air tawar sebagai biofilter pada budidaya benih ikan nila berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik dengan hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan D (15 ekor kerang air tawar). Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila.
Dominansi Makrozoobenthos di Kawasan Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie Jamaliah Syukri; Muhammad A. Sarong; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

This research was about the Dominance of Macrozoobenthos related to factor of physics-chemical in Kuala Pidie Subdistrict, Sigli city. The research was conducted during Mei 2016, based on purposive sampling method. Data collection was done on three stations with three repetitions in each location. The result of research showed 7 macrozoobenthos species which was classified into 2 classes, namely Gastropoda and Malacostraca. The highest density was found at station 2 behind in village with value of 18 ind/m2. The dominance index was classified as low category.Penelitian tentang  Dominansi Makrozoobenthos Di Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makrozoobenthos yang mendominansi di kawasan Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di Kawasan Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Terdapat 3 lokasi  stasiun penelitian yaitu di stasiun 1 di belakang pasar ikan kota sigli, stasiun 2 di kawasan perumahan warga, dan stasiun 3 di  kawasan pesisir pantai. Pengambilan sampling ini dilakukan dengan metode purposive random sampling dan didasarkan pada tujuan yang diinginkan dan pemanfaatan di sekitar Pantai Alun-alun Kecamatan Kota Sigli, pada setiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali secara acak. Hasil penelitian ditemukan 7 spesies makrozoobenthos yang tergolong dalam 2 kelas yaitu Gastropoda, Malacostraca. Nilai  kepadatan tertinggi pada  stasiun  2 dengan jumlah 18 ind/m2 dipadati oleh Nerita linnaeus sedangkan terendah pada stasiun 1dan 3. Nilai indek dominansi pada ketiga stasiun penelitian tergolong dalam kategori rendah.
Hubungan Panjang Alat Tangkap Purse Seine Dengan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera (Pps) Lampulo, Aceh Khairul Anwar; Chaliluddin Chaliluddin; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

PPS Lampulo is the only ocean fishing port in the province of Aceh, with the number of purse seine vessels that landed catch of 259 unit purse seine vessels. This research took place at lampulo fishing port during is 1st of February, 2017 - 28th of February, 2017. The purpose of this study is to investigate the correlation between long fishing gear with the catch. The samples of this study were 18 with the size of fishing equipment 800 meters, 1000 meters and 1200 meters. The result of this study showed that the value of “r” is 0,62, which mean that the correlation between long fishing gear and catch is quite closely. Thus, it can be concluded that by extending the fishing gear will increase the catch. The most caught fish from the three sizes of fishing gear were skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) as much as 106.919 kilogram, followed by tuna fish (Euthynnus affinis) of 49.740 kilogram, scads (Decapterus sp) 20.460 kilogram and the least caught fish is rainbow runner (Elagatis bipinulata) of 4.177 kilogram.       Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo merupakan satu-satunya pelabuhan samudera yang ada di Provinsi Aceh, dengan jumlah kapal purse seine yang mendaratkan hasil tangkapan sebanyak 259 unit kapal purse seine. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan mulai dari tanggal 1 Februari sampai dengan tanggal 28 Februari 2017 bertempat di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo dengan  tujuan untuk mengetahui hubungan panjang alat tangkap dengan hasil tangkapan. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 18 kapal dengan ukuran alat tangkap 800 meter, 1000 meter, dan 1200 meter. Hasil analisis hubungan panjang jaring dengan hasil tangkapan diperoleh nilai “r” sebesar 0,62 yang berarti hubungan antara panjang jaring dengan hasil tangkapan cukup erat, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya penambahan panjang alat tangkap maka hasil tangkapan juga akan semakin banyak. Jenis ikan yang paling banyak tertangkap dari ketiga ukuran alat tangkap adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 10.6919 kg , kemudian disusul ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 49.740 kg, layang (Decapterus sp) sebanyak 20.460 kg dan jenis ikan yang paling sedikit tertangkap adalah ikan sunglir (Elagastis bipinulatus) sebanyak 4.177 kg.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Penangkapan Ikan Dengan Jaring Insang (Gillnet) di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil Yuli Yarni; Edy Miswar; Chaliluddin Marwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Gillnet is a rectangular fish catching tool with the same mesh size and is the most widely used equipment in Singkil. This study aims to determine the enterprise feasibility of gillnet used by fishermen in Singkil sub-district of Aceh Singkil. This research was conducted in February 2017 and the data was collected using census or total cover by means of questionnaire technique. The method of analysis employed is the method of business financial feasibility analysis that is NPV, IRR, and Net B/C ratio. From the financial analysis studied for this enterprising business of gillnet in Singkil Sub-district, the result was obtained with the NPV of Rp. 15.386.36, - and IRR of 42.28% with B/C ratio of 1.85. The result of this study indicates that the business of gillnet in Singkil sub-district of Aceh Singkil Regency is feasibly worthy to be continued.Jaring insang adalah alat tangkap yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang sama dan merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan di Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha dari alat tangkap jaring insang yang digunakan oleh nelayan di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2017. Pengambilan data menggunakan sensus atau sampel total dengan cara melakukan teknik kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kelayakan finansial usaha yaitu NPV, IRR, dan  Net B/C ratio. Dari analisis finansial yang diteliti untuk usaha perikanan tangkap jaring insang  Kecamatan Singkil  diperoleh hasil sebagai berikut NPV dengan nilai Rp.15,386,346-, IRR 42,28% dengan nilai B/C 1,85. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha perikanan tangkap jaring insang di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil dikatakan layak dilanjutkan.
Keanekaragaman Plankton di Estuari Sungai Gapui Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar Muhammad Iqzan; Syahrul Purnawan; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Gapui River is an area that has economic potential for local community in Gapui Village. This study aims to determine the composition and abundance, diversity and dominance of plankton. This research was conducted in January 2017 in three stations. Sampling of plankton was conducted at morning and noon in every station. Samples of plankton were taken by using a plankton net size of 25. Phytoplanktons found in this study were Bacillariophyceae (34%), Dinophyceae (21%) and Euglenophyceae (2%), while zooplanktons were crustaceans (25%), Rotifera (8%), and Protozoa (8%). The highest abundance at morning time (11508.9 ind/L) and noon time (9507.3 ind /L) were at station 1 and the lowest abundance at morning time (8506.6 ind/L) and noon time (6004.6 ind/L) were at station 3. Diversity at morning time ranged from 2.17-2.43 as the medium category, at noon time ranged from 1.56-1.99 with as medium category. Dominance at morning time ranged from 0.10-0.15 and noon time ranged from 0.17-0.30, both are categorized as low dominance.Kawasan Sungai Gapui merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan plankton serta keanekaragaman dan dominansi plankton yang ada di estuari Sungai Gapui. Penelitian ini telah dilakukan pada Januari 2017 menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun pengamatan. Pengambilan sampel plankton dilakukan pada saat pagi dan siang hari di tiap-tiap stasiun. Pengambilan sampel plankton dengan menggunakan plankton net nomor 25. Fitoplankton yang ditemukan berasal dari kelas Bacillariophyceae (34%), Dinophyceae (21%) dan Euglenophyceae (2%) dan zooplankton dari kelas Crustacea (25%), Rotifera (8%), dan Protozoa (8%). Kelimpahan tertinggi pada saat pagi hari (11508,9 ind/L) dan siang hari (9507,3 ind/L) terdapat pada stasiun 1 dan kelimpahan terendah pada saat pagi (8506,6 ind/L) dan siang (6004,6 ind/L) terdapat pada stasiun 3. Keanekaragaman pada saat pagi berkisar antara 2,17-2,43 dengan kategori sedang, pada saat siang 1,56-1,99 dengan kategori sedang. Dominansi pada saat pagi berkisar antara 0,10-0,15 dengan kategori rendah dan pada saat siang berkisar antara 0,17-0,30 dengan kategori rendah.

Page 1 of 2 | Total Record : 13