cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018" : 8 Documents clear
Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Krueng Raya, Aceh Besar, Provinsi Aceh Aldo R.F. Coheny; Edy Miswar; Rian Juanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.488 KB)

Abstract

ABSTRACT       Krueng Raya water is one area that is located in Aceh Besar District where the gill nets were widely used by Fisherman. The utilization of gill nets in Krueng Raya was still traditional. The fisherman usually performs the operation catching up on the day and the night. The information about composition of the catch in gill nets which are operated at night and during the day in Krueng Raya was still limited, but that pieces of information is urgently needed for the development of more advanced gill nets in Krueng Raya This study aims to know the composition, size, diversity, and dominance of the gill net catches in Krueng Raya. Composition and size of catches were analyzed in descriptive, the diversity was analyzed using the Shannon-Wienerindex, while dominance was analyzed using the Odum dominance index. Descriptive analysis showed that the largest composition of catches in gill nets that operating during the day was yellowtail fish(19.6%) and the least was whitetip shark(0.4%) and in gill nets that operating in the night, the largest composition of catches was queenfish(27.7%) and the least was scup fish (0.5%). Size of catches are the most often caught in gill nets that operating during the day was 21.28-25.03 cm  (160 unit of fish or 35.4%) and in gill nets that operating in the night was 34.20-41.14 cm (119 unit of fish or 30.2%). The results of the diversity and dominance analysis showed that the diversity index of catches in gill nets that operating in the day and in the night were in medium category (2.17/1.93) and the dominance index of catches in gill nets that operating in the day and in the night was in the low category (0.14/0.20).Keywords: Gill nets, Catches, Diversity index, Dominance index ABSTRAK       Perairan Krueng Raya merupakan salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Aceh Besar dimana alat tangkap jaring insang banyak digunakan di kalangan nelayannya. Penggunaan alat tangkap jaring insang di Perairan Krueng Raya terbilang masih sederhana. Nelayan jaring insang biasanya melakukan operasi penangkapan pada siang dan malam hari. Informasi mengenai jenis hasil tangkapan jaring insang yang dioperasikan pada malam dan siang hari di Perairan Krueng Raya secara umum masih sangat terbatas, akan tetapi informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk pengembangan jaring insang yang lebih maju di Perairan Krueng Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, ukuran, keanekaragaman serta dominansi hasil tangkapan jaring insang di Perairan Krueng Raya. Komposisi dan ukuran hasil tangkapan dianalisis secara deskriptif, keanekaragaman dianalisis dengan menggunakan Indeks Shannon-Wiener, sedangkan dominansi dianalisis dengan menggunakan indeks dominansi Odum. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan jaring insang siang yang paling banyak tertangkap adalah ikan ekor kuning (19,6%) dan yang paing sedikit adalah ikan hiu (0,4%), sedangkan pada jaring insang malam yang paling banyak tertangkap adalah ikan talang (27,7%) dan yang paling sedikit adalah ikan jarang gigi (0,5%). Ukuran hasil tangkapan yang paling sering tertangkap pada jaring insang siang adalah 21,28-25,03 cm sebanyak 160 ekor (35,4%) dan pada jaring insang malam adalah 34,20-41,14 cm sebanyak 119 ekor (30,2%). Hasil analisis keanekaragaman dominansi menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang berada pada kategori sedang baik siang ataupun malam hari (2,17/1,93), sedangkan indeks dominansi berada pada kategori rendah baik siang ataupun malam hari (0,14/0,20).Kata Kunci: Jaring insang, Hasil tangkapan, Indeks keanekaragaman, Indeksdominansi
Analisis Faktor-Faktor Produksi Terhadap Hasil Tangkapan Nelayan Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Sarwita Sarwita; Chaliluddin Marwan; Muklis Muklis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.743 KB)

Abstract

ABSTRACT       The fishing port of lampulo  located in waters north of Aceh, the dominant fishing gear used by fisherman is purse seine for catching pelagic in the schooling fish.This time the used fishing gear of purse seine is very rapidly while the factors of production not know yets, then it needs to make research about the effect of production factor through the catch of fisherman purse seine. The aims of this research is to know factors of influence through the catch result by using nine independent variables vessel  size (X1), engine power (X2), length of the net (X3), wide net (X4), total of crew (X5), total of fuel oil (X6), total of ice (X7), total of lamp (X8), long operation (X9) and dependent variable that is the result of catcth (Y) with multiple linear regression analysis using MINITAB application. This research also by analyzing NPV, IRR, NET B/C. The result of research show that factor of production which influence through the catch result of purse seine in The fishing port of lampulo ocean  such ship size (0,005), lengt of the net (0,000), total of fuel oil (0,003) and long operation (0,020). The analysis result from feseability ship size 16 GT as much NPV Rp. 1.368.011.860, IRR 51,72%, Net B/C 1,08. The ship size 21 GT as much NPV Rp. 2.040.778.550, IRR 63,53, Net B/C 1,06. The ship size 31 GT at as much NPV Rp. 2.621.737.643, IRR 72,57,  Net B/C 1.06. The ship size 60 GT as much Rp. 3.193.257.840 IRR 79,98, Net B/C 1.06. The ship size 120 GT as much NPV Rp. 4.514.707.485 IRR 89,24 and Net B/C 1.05. The ship size 16 GT, 21 GT, 31 GT, 60 GT and 120 GT is worth to continue (Go).Keywords: Purse seine, factors of production, appropriateness of business, Lampulo, BandaAceh.ABSTRAK       Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo terletak di Perairan Utara Aceh, alat tangkap yang dominan digunakan oleh nelayan adalah purse seine. Purse seine adalah alat tangkap digunakan untuk menangkap ikan pelagis yang berbentuk gerombolan, selama ini penggunaan alat tangkap purse seine  sangat pesat sementara fungsi produksi yang menentukan keberhasilan belum diketahui, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan nelayan purse seine yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan tersebut dengan menggunakan sembilan variabel bebas yaitu ukuran kapal (X1), daya mesin (X2), panjang jaring (X3), lebar jaring (X4), jumlah ABK (X5), jumlah BBM (X6), jumlah Es (X7), jumlah lampu (X8), lama pengoperasian (X9) dan variabel terikat yaitu hasil tangkapan (Y) dengan analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi MINITAB. Penelitian ini juga menganalisis NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan purse seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo yaitu ukuran kapal (0,005), panjang jaring (0,000), jumlah BBM (0,003) dan lama pengoperasian (0,020). Hasil analisis dari kelayakan usaha yang berukuran 16 GT di dapatkan NPV Rp1,368,011,  IRR 51,72% dan Net B/C 1,08. Kapal berukuran 21 GT di dapatkan NPV Rp 2,040,778,550, IRR63,53 dan Net B/C 1,06. Kapal yang berukuran 31 GT di dapatkan NPV Rp 2,621,737,648, IRR 72,57 dan Net B/C 1,06. Kapal yang berukuran 60 GT di dapatkan NPV Rp 3,193,257,842 IRR 79,98 dan Net B/C1,06. Kemudian kapal berukuran 120 GT di dapatkan NPV Rp 4,514,707,485 IRR 89,24 dan Net B/C1,05.   Kapal yang berukuran 16 GT, 21 GT, 31 GT, 60 GT dan 120 GT layak untuk dilanjutkan (Go).Kata kunci: Purse seine,faktor produksi, kelayakan usaha, Lampulo, Banda Aceh.
Identifikasi Ikan Hiu Yang Tertangkap di Perairan Barat Aceh dan Status Konservasinya Sutio Sutio; Maria Ulfah; Rizwan Rizwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.236 KB)

Abstract

ABSTRACT       Sharks are the top predators in the sea, and if the top predators disappear from a waters then the ecological balance in the waters will be disrupted. Ecologically, sharks play an important role in the food chain and as a balancer for ecosystem in the oceans. This study aims to determine the type of shark based on species located in the waters of West Aceh and the conservation status of shark species caught by the fishermen. The research was conducted in Rigaih fishing port (Aceh Jaya) and Ujong Baroh fishing port (West Aceh ) which is border by the Indian Ocean and has a high diversity in term of the biota. Sampling was conducted for 3 months, starting from February 2017 to April 2017. The method used was a survey with the identification of shark done by Rapid Assement (rapid estimation). Based on the results of the study found as many as 258 individuals consisting of 7 families, 9 genera and 11 species. From the shark data, there are several species included in the IUCN red list, is 1 species belonging to the EN (threatened) category of Sphyrna lewini species known as hammerhead sharks where the species are threatened and extinct, 2 species into VU ) species of Pelopicus or rat shark Alopias pelagicus or Squalus megalops or bottle sharks, where the category of this species is feared to have a high risk of extinction in the species, including the list of Appendix II CITES, then 4 species included in NT (almost threatened), and 3 other species in the category of Data Deficient.Keyword: Shark, Identification, CITES, IUCN Red List, West Aceh Sea ABSTRAK       Hiu merupakan top predator di suatu kawasan perairan, dan apabila hilangnya top predator dari suatu perairan maka keseimbangan ekologi dalam perairan akan terganggu.Secara ekologi, hiu memainkan peran yang penting dalam rantai makanan dan merupakan penyeimbang ekosistem di lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis hiu berdasarkan spesies yang berada di perairan Barat Aceh dan status konservasi spesies hiu yang tertangkap.Penelitian dilakukan di TPI Rigaih (Aceh Jaya) dan TPI Ujong Baroh (Aceh Barat) yang berbatasan dengan samudra hindia dimana memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi akan biota lautnya. Samplingdilakukan selama 3 bulan, dimulai dari bulan Februari 2017 hingga April 2017. Metode yang digunakan adalah survei dengan identifikasi hiu yang dilakukan secara Rapid Assement (pendugaan secara cepat). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 258 individu yang terdiri dari 7 famili, 9 genus dan 11 spesies. Dari data hiu tersebut terdapat beberapa yang termasuk kedalam IUCN red list, yaitu 1 spesies masuk dalam kategori EN (terancam) yaitu spesies Sphyrna lewiniatau yang dikenal dengan hiu martildimana spesies tersebut keberadaannya terancam dan memiliki resiko kepunahan, 2 spesies masuk kedalam VU (rawan) yaitu spesies Alopias pelagicus atau hiu tikus dan Squalus megalopsatau hiu botol, dimana kategori spesies ini dikhawatirkan memiliki resiko yang tinggi terhadap kepunahan dialam, spesies ini termasuk kedalam daftarAppendiks II CITES, kemudian 4 spesies termasuk dalam NT (hampir terancam), dan 3 spesieslainnya dalam kategori Minim informasi (Data deficient).Kata kunci : Hiu, Identifikasi, CITES,  IUCN red list, Perairan Barat Aceh .
Analisis Aspek Aktivitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Ba’u Kabupaten Aceh Selatan Kurniawan Fazri; Rizwan Rizwan; Zulkarnain Jalil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.694 KB)

Abstract

ABSTRACT       Sawang Ba’ufishing landing base (PPI) is one of fishery ports type D in South Aceh district with the biggest catchment growth from 2012 to 2016. This study aims to determine the management of landing activities, marketing, development of units catching from 2012 to 2016, the development of volume and production value from 2012 to 2016 , as well as the relative indeks value of marketing quality. The method toward landing activity and marketing of catch and for data analysis using descriptive data analysis. From the result of study that has been done the landing activity of PPI Sawang Ba’ushows the occurrence of obstacles during the landing process that is the lack of dock capacity, harbor pool and the depth of harbor ponds that experience siltation in some parts, so that only ship sized above 30 GT landing on the dock while ship under 30 GT can perform the landing activities in middle of the harbor pool with the help of a boat. The types of fish are landed in PPI Sawang Ba’umore dominant pelagic fish such asindian sad (Decapterus russellii), indian mackerel (Rastrelliger kanagurta), mackarel tuna (Euthynnus affinis), dholpin (Coryphaena hippurus), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), yellow fin tuna (Thunnus albacares), sardine (Sardine hasirm), sardinella (Sardinella longiceps). While the marketing activity is fairly smooth only the marketing procees is done not through the auction system in the places of fish sales so the fisherman’s income is not maximal. The relativeindex value of marketing quality in PPI Sawang Ba’u shows value equal to one which mean that the quality of marketing is some with the quality of marketing at the district level which means that the catch in PPI Sawang Ba’u is not homogeneus.Keywords:catch, Marketing, landing, PPI Sawang Ba'u.ABSTRAK       Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Ba’u merupakan salah satu pelabuhan perikanan tipe D yang ada di kabupaten aceh selatan dengan perkembangan jumlah tangkapan terbesar dari tahun 2012 – 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan aktivitas pendaratan, pemasaran, perkembangan unit penangkapan dari tahun 2012 – 2016, perkembangan volume dan nilai produksi dari tahun 2012 – 2016 serta nilai indeks relatif kualitas pemasaran. Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode kasus terhadap aktivitas pendaratan dan pemasaran hasil tangkapan dan untuk analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan Aktivitas pendaratan PPI Sawang Ba’u menunjukan terjadinya hambatan pada saat proses pendaratan yaitu kurangnya kapasitas dermaga, kolam pelabuhan serta kedalaman kolam pelabuhan yang mengalami pendangkalan di beberapa bagian. sehingga hanya kapal berukuran diatas 30 GT yang melakukan pendaratan di dermaga sementara kapal di bawah 30 GT dapat melakukan aktivitas pendaratan di tengah kolam pelabuhan dengan bantuan boat. Jenis ikan yang di daratkan di PPI Sawang Ba’u lebih dominan ikan pelagis seperti ikan layang (Decapterus russellii), ikan kembung (rastrelliger kanagurta), ikan tongkol (Euthynnus affinis), ikan lemadang (Coryphaena hippurus), ikan cakalang (katsuwonus pelamis), ikan tuna (Thunnus albacares), ikan sardin (Sardine hasirm)  dan ikan lemuru (Sardinella longiceps). Sementara pada aktivitas pemasaran terbilang lancar hanya saja proses pemasaran yang dilakukan tidak melalui sistem lelang di TPI sehingga pendapatan nelayan tidak maksimal. Nilai indeks relatif kualitas pemasaran di PPI Sawang Ba’u menunjukan nilai sama dengan 1 yang artinya kualitas pemasaran tersebut sama dengan kualitas pemasaran tingkat kabupaten yang artinya hasil tangkapan di PPI Sawang Ba’u tidak bersifat homogen.Kata kunci: Hasil tangkapan, Pemasaran, pendaratan, PPI Sawang Ba’u.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Tangkapan Bagan Apung di Perairan Krueng Raya, Aceh Besar, Provinsi Aceh Mulana Ikramullah; Edy Miswar; Ratna M. Aprilla
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.225 KB)

Abstract

ABSTRACTAceh is one of the higher potential provinces in fisheries that should be developed as possible. One of the potential utilization of fisheries is the operation of lift-nets. Recently, the factors affect the fishery catch by lift-nets are unknown. The information of production factors affecting the catch by lift-nets is required in order to optimize the operation capture. This study aims to find out the catching unit of lift-nets, the composition of the fishery catch, and the production factors that influence the fishery catch. This research was conducted from June to July 2017 at the waters of Krueng Raya, Aceh Besar. The data were collected through a distributed questionnaire to each of the owner of lift-nets of 30 people. The catching unit and the composition of the fishery catch were analyzed by using descriptive method. The production factors of fishery catch was analyzed by using a multiple linear regression model. The result of descriptive analysis shows that lift-nets consists of several fishery catch units; the boat, the lift-nets house which supported by 2 boats, a house for fisherman to take a rest, whereas the floor of the house is used for fishing operations. The fisherman consists of the fish handler, chef and crew. The fishing aids consist of lamp, roller, scoop, generator, and basket. The compositions of the catches from lift-nets are anchovy, mackerel, flying fish, and tuna. The multiple linear regression analysis results, Y = -498,667 + 5,302 (X1) – 23,643 (X2) + 19,661 (X3) – 20,478 (X4) – 0,130 (X5)indicate that the production factors; the lamp capacity is directly and significantly influenced on fishery catch, whereas the amount of the fuel is directly and insignificantly influenced on fishery catch.Keywords:Lift-nets, Optimization, Composition, Production factor ABSTRAKProvinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salah satu pemanfaatan potensi perikanan adalah dengan pengoperasian bagan apung. Sampai saat ini belum diketahui faktor apa yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan pada bagan apung. Informasi mengenai faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan bagan apung dibutuhkan agar kegiatan operasi penangkapan dapat berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit penangkapan bagan apung, komposisi hasil tangkapan, dan faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2017 bertempat di Perairan Krueng Raya, Aceh Besar. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada setiap pawang bagan apung yang berjumlah 30 orang. Unit penangkapan dan komposisi hasil tangkapan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, sedangkan faktor produksi hasil tangkapan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa bagan apung terdiri dari beberapa unit penangkapan yaitu kapal pengangkut, rumah bagan ditopang oleh 2 perahu yang pada bagian atasnya terdapat rumah bagan sebagai tempat istirahat nelayan dan lantai rumah bagan untuk melakukan operasi penangkapan ikan, nelayan terdiri dari pawang, juru masak dan ABK, sedangkan alat bantu penangkapan terdiri dari lampu, roller, serok, genset, dan keranjang. Komposisi hasil tangkapan pada bagan apung adalah ikan teri, ikan kembung, ikan layang, dan ikan tongkol. Hasil analisis regresi didapatkan persamaan fungsi linier berganda,Y = -498,667+ 5,302 (X1) – 23,643 (X2) + 19,661 (X3) – 20,478 (X4) – 0,130 (X5) yang menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata secara signifikan terhadap hasil tangkapan adalah kapasitas wattlampu dan faktor produksi yang berpengaruh nyata namun tidak signifikan terhadap hasil tangkapan adalah jumlah BBM.Kata kunci: Bangan apung, faktor produksi, optimalisasi
Kajian Aspek Sosial dan Ekonomi Terhadap Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut Berbasis EAFM (Ecosystem Approachto Fisheries Management) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh Dhea Natasya; Edy Miswar; Muhammad Irham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.308 KB)

Abstract

ABSTRACT       Ecosystem management of coastal and marine resources based on social economic aspect in EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) is one of balancing between fisheries management on fisherman's welfare. There is still a lack of community participation of fishermen on the importance of economic development as well as existing social conflicts. So far the attention to the development dimensions of the social and economic development stage has begun to become the attention of the local government. This study aims to review and assess economic and social domain indicators based on EAFM. The study was conducted from January to February 2018 located in Lampulo sub-district of Kuta Alam-Banda Aceh, Kampung Jawa, Aceh Province. Method of data retrieval is using primary data (interview and questionnaire) and secondary data (from related institution). Sampling using purposive sampling method with 15 respondents. Data analysis used ordinal-based likert score 1,2,3 to each indicator such as; economic domain, fishery household income (RTP), saving ratio and asset ownership, and social domain which is stakeholder participation, fishery conflict and local knowledge in management of fish resources. The overall average indicator scores is 2. The management of coastal and marine resources ecosystems in Banda Aceh city conducted precisely in Kampung Jawa, Lampulo village. The result showed that economic domain is classified with the acquisition of composite value 53.33, and social domain is classified very well with the composite value of 88 , 88.Keyword: EAFM; Social-Economic Domain; Fisheries Management ABSTRAK       Pengelolaan ekosistem sumberdaya pesisir dan laut berdasarkan aspek ekonomi sosial dalam EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) adalah salah satu penyeimbang antara pengelolaan perikanan pada kesejahteraan nelayan. Masih kurangnya partisipasi masyarakat nelayan terhadap pentingnya perkembangan ekonomi serta konflik sosial yang ada. Sejauh ini perhatian terhadap perkembangan dimensi tahap pembangunan sosial dan ekonomi sudah mulai menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menilai indikator domain ekonomi dan sosial berbasis EAFM. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2018 yang bertempat di Lampulo Kecamatan Kuta Alam-Banda Aceh, Kampung jawa, Provinsi Aceh.Metode pengambilan data yaitu menggunakan data primer (wawancara dan kuesioner) dan data sekunder (dari instansi terkait). Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan 15 responden. Analisis data menggunakan skor likert berbasis ordinal 1,2,3 terhadap masing-masing indikator yaitu domain ekonomi, pendapatan rumah tangga perikanan (RTP), rasio tabungan, dan kepemilikan aset serta domain sosial yaitu partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan dan pemanfataan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Rata-rata indikator memperoleh skor 2. Pengelolaan ekosistem sumberdaya pesisir dan laut di kota Banda Aceh ini tepatnya wilayah kampung Jawa, Lampulo pada domain ekonomi tergolong sedang dengan perolehan nilai komposit 53,33 serta tergolong sangat baik pada domain sosial dengan perolehan nilai komposit sebesar 88,88.Kata kunci: EAFM; Domain sosial-ekonomi; pengelolaan perikanan
Komunitas Bintang Laut (Filum Echinodermata) di Perairan Pantai Sabang Jufri Liadi; Sayyid A. el-Rahmi; Cut N. Defira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.692 KB)

Abstract

ABSTRAK       Penelitian tentang Komunitas Bintang Laut (Filum Echinodermata) di Perairan Sabang telah dilakukan pada bulan Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bintang laut (Echinodermata) di perairan sabang meliputi wilayah perairan pantai Ujung Sekendo, perairan pantai Gapang, perairan pantai Payah Kenekai, dan perairan pantai Pasir Putih, Kota Sabang. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling. Kawasan penelitian dibagi atas 4 stasiun, setiap stasiun terdiri dari tiga kali sampling sejajar garis pantai. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan petak kuadrat dengan ukuran 50 m x 10 m persegi pada setiap stasiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelimpahan Echinodermatadi kawasan perairan Sabang berkisar antara 0.009 individu/m2 sampai 0,029 individu/m2. Kata Kunci:Echinodermata Pisaster brevispinus, Linckia laevigataPerairan PantaiSabang ABSTRACT       Research on sea star community (phylum echinodermata) in Sabang waters has been conducted in March 2017. This study aims to determine the structure of sea star community (Echinodermata) in Sabang waters covering coastal areas of Ujung Sekendo, coastal waters of Gapang, coastal waters Payah Kenekai, and coastal waters of Pasir Putih, Sabang City. The method used is purposive sampling method. The research area is divided into 4 station, parallel to coastline. The data were collected using square plot with size 50 m x 10 m square on each station. The results of this study indicate that the abundance of Echinodermatain the waters of Sabang ranged from 0.009 individuals / m2to 0.029 individuals / m2. Key words:Echinodermata, Pisaster brevispinus, Linckia laevigataCoastal waters of Sabang
Pematangan Gonad Induk Ikan Depik Rasbora tawarensis dengan Pemberian Hormon PMSG + AD Melalui Pakan Muhammad Abrar; Cut N. Defira; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis hormon PMSG + AD yang efektif dalam mempercepat kematangan gonad  induk betina ikan depik (Rasbora tawarensis). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli tahun 2017. Tempat penelitian ini dilakukan yaitu  di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan (UPTD BBI) Lukup Badak Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan ulangan tidak sama. Susunan perlakuan yaitu perlakuan A (0 ml/kg ikan), B (0,25ml/kg ikan), C (0,50 ml/kg ikan), D (0,75 ml/kg ikan). Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot induk (W), gonadosomatic indeks (GSI), diameter telur dan fekunditas telur (F) ikan (P0,05). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan B (0,25 ml/kg ikan) merupakan dosis hormon yang paling efektif pada perlakuan ini menghasilkan pertumbuhan bobot induk 0,47 gr, gonadosomatic indek 3,37 %, tingkat kematangan gonad IV, diameter telur relatif 1,10 %, fekunditas relatif 39,02 %.Kata kunci: Pematangan gonad, Rasbora tawarensis, hormon PMSG+AD. ABSTRACT       This study aims to determine the dose of PMSG + AD hormone which is effective in accelerating the maturity of the female parent gonad depik (Rasbora tawarensis). This research was conducted in May to July 2017. The place of this research is conducted in Technical Implementation Unit of Fish Seed Seed Agency (UPTD BBI) Lukup Badak Fisheries Department of Regency of Aceh Tenggah. This research used a complete randomized design (RAL) method with 4 treatments and 3 replications ie treatment A (0 ml / kg fish), B (0.25ml / kg fish), C (0.50 ml / kg fish), D 0.75 ml / kg of fish). The result of ANOVA test showed that significantly different to growth of parent weight (W), gonadosomatic index (GSI), egg diameter and egg fecundity (F) fish (P 0.05). From the results of this study showed that treatment B (0.25 ml / kg fish) is the most effective dose of hormone in this treatment results in the growth of parent weight 0.47 gr, gonadosomatic indek 3.37%, maturity level gonad IV, relative egg diameter 1.10%, relative fecundity of 39.02%.Keyword :Gonad maturation, Rasbora tawarensis, PMSG + AD hormone.

Page 1 of 1 | Total Record : 8