cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Topik Perkara Pelanggaran Pasal 27 UU ITE di Wilayah Hukum Nusa Tenggara Timur: Analisis Wacana Kritis (Topics of Violations of Article 27 of the ITE Law in the East Nusa Tenggara Legal Territory: Critical Discourse Analysis) Salimulloh Tegar Sanubarianto; Winci Firdaus
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.11286

Abstract

This study aims to describe the topic of cases of violations of Article 27 of the ITE Law in the jurisdiction of East Nusa Tenggara through the corpus with the help of AntConc software. The results of the study show personal pronouns of the second-person singular and greeting words such as kau, kamu, saudara, lu, anjing, lelak, puki, nona, pukimai, babi, pelacur, mai, wanita, lonte, betina, situ, tolo, perempuan, ular, lasu, Yang Mulia, nyong, anak, dan laknat, predominately appear in the corpus. The second-person singular personal pronouns and greeting words that appear are mostly associated with women. The results of the collocation and concordance analysis show that the topic of infidelity is the main and very dominant topic, followed by the topic of inheritance rights and conflict at work. It is necessary to conduct research with a much larger corpus of data so that potential conflicts in the digital world can be mapped and mitigated.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan topik perkara pelanggaran Pasal 27 UU ITE di wilayah hukum Nusa Tenggara Timur melalui korpus dengan bantuan peranti lunak AntConc. Hasil dari penelitian menunjukkan pronomina persona orang kedua tunggal dan kata sapaan seperti kau, kamu, saudara, lu, anjing, lelak, puki, nona, pukimai, babi, pelacur, mai, wanita, lonte, betina, situ, tolo, perempuan, ular, lasu, Yang Mulia, nyong, anak, dan laknat, secara dominan muncul dalam korpus. Pronomina persona orang kedua tunggal dan kata sapaan yang muncul pun kebanyakan berasosiasi dengan perempuan. Hasil analisis kolokasi dan konkordansi menunjukkan bahwa topik perselingkuhan menjadi topik utama dan sangat dominan, disusul topik hak waris, dan konflik dalam pekerjaan. Perlu dilakukan penelitian dengan data korpus yang jauh lebih besar sehingga potensi konflik di dunia digital dapat dipetakan dan diredam.
The Campaign to Remove Si Kancil from Indonesian Schools (Kampanye Hapus Si Kancil dari Sekolah Indonesia) Dipa Nugraha; Suyitno Suyitno; Elisabeth Ashton
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10890

Abstract

In 2010, the Indonesian Corruption Eradication Commission (KPK) declared a campaign against the most well-known trickster fable or folktale in Indonesia, Si Kancil. They urged for Si Kancil’s removal from the reading materials for young children in schools. This article aims to provide a literature review relating to the arguments over the campaign to remove or preserve Si Kancil from Indonesian schools. A comparative literature review is used to compare the arguments over trickster folktales’ impact on children and how Si Kancil was put within this context. This article concludes that Si Kancil should not have been blamed for the difficulties of eradicating corruption in Indonesia. Si Kancil can benefit the cognitive and metacognitive development of Indonesian school children. It is also suggested that Si Kancil, as an Indonesian cultural artifact, should be preserved and indeed celebrated as reading material in Indonesian schools and bedtime storytelling.Pada tahun 2010, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeklarasikan kampanye melawan fabel atau cerita rakyat hewan cerdik yang paling terkenal di Indonesia, Si Kancil. Si Kancil mengajarkan manipulasi dan tipu muslihat kepada anak-anak Indonesia. KPK mendesak agar Si Kancil dihapus dari bahan bacaan untuk anak-anak di sekolah. Artikel ini bertujuan memberikan kajian pustaka berkenaan dengan argumen penghapusan atau pelestarian cerita Si Kancil di sekolah. Metode tinjauan pustaka komparatif dipergunakan dalam rangka membandingkan argumen tentang dampak Si Kancil pada anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa seharusnya Si Kancil tidak dipersalahkan atas sulitnya pemberantasan korupsi di Indonesia. Di sisi lain, dongeng Si Kancil justru dapat bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan metakognitif siswa di Indonesia. Malah disarankan agar Si Kancil sebagai artefak budaya Indonesia untuk dilestarikan dan dirayakan sebagai bahan bacaan di sekolah-sekolah Indonesia dan dongeng pengantar tidur.
Aktan dalam Novel The Maze Runner Karya James Dashner: Kajian Naratologi A. J. Greimas (Actants in James Dashner's The Maze Runner Novel: A Study of Narrative A. J. Greimas) Ayu Misriyani; Endry Boeriswati; Herlina Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.7028

Abstract

This study aims to describe the actant in The Maze Runner novel based on the scheme of the actant, and the structure of the story. Methods of data collection is done by reading notes technique. This study uses content analysis because it prioritizes the depth of appreciation of the interactions between concepts that are being studied empirically. The results of the research show that there are three acts which are divided into three chapters in this novel. The actant and functional structures in The Maze Runner novel are complex and have fulfilled all stages. This novel can be used as literature learning material, especially novels.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktan dalam novel The Maze Runner berdasarkan skema aktannya, dan struktur cerita. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Penelitian ini menggunakan analisis isi karena mengutamakan kedalaman penghayatan interaksi antar-konsep yang sedang dikaji secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aktan yang terbagi dalam tiga bab di novel ini. Struktur aktan dan fungsional dalam novel The Maze Runner sudah kompleks dan sudah memenuhi semua tahapan. Novel ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran sastra, khususnya novel.
Kakak: Kata Sapaan Netral dalam Komunikasi Transaksi Online di WhatsApp (Kakak: A Neutral Address Term in Online Transaction Communication on WhatsApp) Rina Marnita
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9326

Abstract

This study aims to investigate the use of address terms in non-face-to-face interaction, which is communication between sellers and buyers in an online transaction.  The study is limited to online communication using WhatsApp applications by online customers of different ages in Padang city. It employs a quantitative method for its data collection. Data was obtained through observation, questionnaires, and interviews with participants. A questionnaire was distributed to 70 male and female Andalas University students and lecturers of different ethnic backgrounds regardless of age. The results reveal the term of reference kakak, commonly used by the Malay and Minangkabau speakers, dominates the form of address term in online transaction communication. Its uses are independent of the age and gender of the counterpart.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan kata sapaan dalam interaksi non tatap muka, yaitu komunikasi antara penjual dan pembeli dalam transaksi online. Penelitian dibatasi pada komunikasi dengan menggunakan aplikasi WhatsApp oleh pelanggan berbagai usia di kota Padang. Pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Kuesioner dibagikan kepada 70 mahasiswa dan dosen Universitas Andalas pria dan wanita dari latar belakang etnis yang berbeda tanpa memandang usia. Hasil penelitian mengungkapkan istilah sapaan kakak yang biasa digunakan oleh penutur bahasa Melayu dan Minangkabau mendominasi bentuk sapaan dalam komunikasi transaksi online. Penggunaannya tidak bergantung pada usia dan jenis kelamin pasangannya.
Keefektifan Metode Practice Rehearsal Pairs dan Media Animasi Powtoon Pada Keterampilan Bercerita (The Effectiveness of the Practice Rehearsal Pairs Method and Powtoon Animation Media on Storytelling Skills) Arya Aqshal Prasetya; Rusnilawati Rusnilawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10959

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the practice rehearsal pairs method and Powtoon animation on storytelling skills. This quasi-experimental research has control and experimental classes. The experimental group received treatment in the form of a practice rehearsal pairs method with Powtoon media and the control group received treatment with a storytelling model with picture media. Both get pretest and posttest for. The prerequisite test uses SPSS 26. The result is a Sig. (2-tailed) 0.0000 <0.005 indicates that Ho is rejected. Storytelling skills in learning Indonesian for the two classes are slightly different. The experimental class pretest mean was 59.75 while the posttest was 82.25. The mean of the control class pretest was 57.50 while the posttest was 75.00. There are differences in the results of the experimental and control classes. The class that was given the treatment had higher results compared to the class that was not given the treatment.Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan metode practice rehearsal pairs dan animasi Powtoon pada keterampilan bercerita. Penelitian quasi experiment ini memiliki kelas kontrol dan eksperimen. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa metode practice rehearsal pairs dengan media Powtoon dan kelompok kontrol mendapatkan perlakuan dengan model story telling dengan media gambar. Keduanya mendapatkan pretes dan postes untuk. Uji prasyarat menggunakan SPSS 26. Hasilnya Diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,0000 < 0,005 menunjukkan bahwa Ho ditolak. Keterampilan bercerita dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap kedua kelas sedikit berbeda. Rerata pretes kelas eksperimen adalah 59,75 sedangkan postes 82,25. Rerata pretes kelas kontrol 57,50 sedangkan postes 75,00. Ada perbedaan hasil dari kelas eksperimen dan kontrol. Kelas yang diberi perlakuan, hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang tidak diberi perlakuan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15