cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Holistik: Journal For Islamic Social Sciences
ISSN : 25277588     EISSN : 25279556     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and December. This Journal is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
HIKMAH POLIGAMI NABI MUHAMMAD SAW: TELAAH PENAFSIRAN ALI AL-SHABUNI DALAM KITAB RAWAI’ AL-BAYAN TAFSIR AYAT AL-AHKAM Zulfikar, Eko
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 8, No 1 (2024): June 2024
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v8i1.15418

Abstract

This article aims to find out the wisdom of the Prophet Muhammad's polygamy according to Ali al-Shabuni in his book Rawai' al-Bayan. By using a qualitative-descriptive method, this article concludes that: First, Ali al-Shabuni views marriage as a form of sunnah, while for men who are polygamous with more than four wives it is forbidden. In other words, al-Shabuni allows polygamy as long as it meets the terms and conditions set by Islam. Second, the polygamous marriage practiced by the Prophet Muhammad according to Ali al-Shabuni contains four lessons that deserve attention, namely the teaching aspect, the legal aspect, the social aspect and the political aspect. From the four wisdoms mentioned by al-Shabuni, it appears that the Prophet's goal of polygamy was for the sake of religion and explaining religious law, especially to subdue the hearts of human opponents so that they could be attracted to embrace Islam and be able to establish good relations. In each of his marriages, the Prophet showed concrete evidence indicating his intelligence and courage, the height of his ideals and the beauty of his behavior. The Prophet's marriage was also not based on the satisfaction of sexual desire, because the Prophet when he was polygamous was not in his teens and the ones he married were not even girls
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA PEKANBARU TERHADAP LAYANAN DIGITAL PERBANKAN SYARIAH Pradina, Muhammad Arie; Zulhadi, Trian; Nurnasrina, Nurnasrina
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 8, No 1 (2024): June 2024
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v8i1.14012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk layanan digital yang tersedia pada perbankan syariah, layanan digital yang dominan digunakan, serta persepsi masyarakat Kota Pekanbaru terhadap layanan digital tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 100 responden di Kecamatan Binawidya. Data dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan digital perbankan syariah mencakup Phone Banking, SMS Banking, Mobile Banking, dan ATM. Layanan yang paling banyak digunakan adalah Mobile Banking. Persepsi masyarakat terhadap layanan digital perbankan syariah tergolong baik, dengan hasil uji menunjukkan bahwa variabel pengalaman, kebutuhan yang searah, minat, perhatian, dan fisiologis berpengaruh signifikan terhadap pelayanan digital. Dengan demikian, peningkatan pengalaman dan kebutuhan nasabah yang selaras dengan inovasi teknologi dapat memperkuat kepercayaan terhadap perbankan syariah di era digital
USLUB AL-ITHNAB PADA AYAT-AYAT AL QURAN SURAH AR-RAHMAAN Rizieq, Dhea Ratu
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 8, No 1 (2024): June 2024
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v8i1.14915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi uslub al-ithnâb dalam Surah Ar-Rahman dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teks dan studi pustaka. Data diperoleh dari ayat-ayat Surah Ar-Rahman dan literatur balaghah klasik serta modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Ar-Rahman mengandung berbagai bentuk ithnâb, di antaranya at-takrīr littaukīd (pengulangan untuk penegasan), al-īḍāḥ ba‘da al-ibhām (penjelasan setelah makna samar), dzikr al-khāṣ ba‘da al-‘ām (penyebutan khusus setelah umum), dan tadzyīl (penegasan di akhir ayat). Setiap bentuk berfungsi memperkuat pesan teologis, memperindah struktur bahasa, serta meningkatkan efek emosional dan spiritual pada pembaca. Pengulangan ayat “Fa bi ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân” menjadi simbol utama dari gaya ithnâb yang memperlihatkan ritme retoris dan keindahan ilahiah. Kesimpulannya, uslub al-ithnâb bukan hanya bentuk keindahan sastra, melainkan bukti kemukjizatan Al-Qur’an dalam menyampaikan pesan universal melalui bahasa yang padat makna dan estetis
PEMIKIRAN SOSIAL DAN HARAKI DALAM TAFSIR FI ZILAL AL-QUR’AN Amir, Ahmad Nabil
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 8, No 1 (2024): June 2024
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v8i1.19379

Abstract

Artikel ini menganalisis metodologi esensial yang diadopsi oleh Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur'an dan peran instrumentalnya dalam memproyeksikan pandangan Islam modern berdasarkan orientasi eksegetis sosial dan dinamisnya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi aliran eksegetis yang dia kemukakan dan perannya dalam membentuk pandangan dunia Islam modern berdasarkan interpretasi sosialnya. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif berupa survei literatur. Temuan ini menunjukkan bahwa Sayyid Qutb telah merumuskan metode interpretasi filosofis Al-Qur'an yang inklusif yang menetapkan prinsip-prinsip sosio-linguistik dan ethico-legal sebagai akar dan dasar ideologis intinya. Pola pemikiran dan interpretasi dipengaruhi oleh gagasan ini yang mencerminkan kerangka dinamis (haraki) yang dikandungnya dalam pengembangan tafsirnya. Ini secara kategoris membentuk dasar filsafat dan idealismenya yang mendasari pandangan sosial-religiusnya dan relevansinya dalam pembentukan generasi Islam modern untuk merevitalisasi aspek budaya-linguistik dan nilai-nilai abadi tauhid dalam narasi modern dakwah.
PENGARUH MENONTOM FILM ANIMASI NUSSA DALAM EPISODE “JANGAN KALAH SAMA SETAN”, TERHADAP PENANAMAN AKHLAK PADA ANAK Saviola, Saviola; Wijayanti, Rani Ika; Rachman, Arief
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 9, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v9i2.22777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh film animasi Nussa, khususnya episode “Jangan Kalah Sama Setan”, terhadap penanaman akhlak pada anak. Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas anak dalam mengonsumsi tayangan audiovisual, sehingga media berperan ganda sebagai sarana edukasi sekaligus berpotensi menjadi sumber perilaku negatif apabila tidak diarahkan dengan tepat. Serial Nussa diproduksi sebagai animasi edukatif bernuansa Islam yang menggabungkan nilai-nilai moral dengan alur cerita visual yang menarik, sehingga banyak dimanfaatkan orang tua dan pendidik sebagai media penunjang pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah tiga puluh enam anak yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari populasi lima puluh enam anak di RW 10 Kelurahan Pekalipan Kota Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas serta linearitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa menonton film animasi Nussa berpengaruh signifikan terhadap penanaman akhlak anak, dengan nilai t hitung 4,419 dan signifikansi 0,000 serta nilai R Square 0,365. Temuan tersebut menegaskan bahwa film animasi Nussa dapat menjadi media edutainment efektif dalam pembentukan akhlak anak apabila didukung dengan pendampingan dan arahan yang tepat dari orang tua
REKONSTRUKSI PEMIKIRAN DAKWAH K.H. ACHMAD SJAICHU DALAM KONTEKS PENDIDIKAN PESANTREN AL-HAMIDIYAH Setiadi, Budi; Murodi, Murodi; Yakin, Syamsul
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 9, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v9i2.22797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekonstruksi pemikiran dakwah K.H. Achmad Sjaichu dalam konteks pendidikan Pesantren Al-Hamidiyah di era digital. Berbasis pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian literatur. Pemikiran dakwah Sjaichu dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan pendidikan kritis Paulo Freire dengan kerangka konstruksi, dekonstruksi, dan rekonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Sjaichu berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang dikonstruksikan melalui simbol-simbol pesantren, kemudian direkonstruksi agar relevan dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya modern. Pesantren Al-Hamidiyah sebagai wujud konkret pemikiran tersebut memadukan kitab klasik, teknologi, dan nilai karakter dalam kurikulumnya. Implementasi dakwah berbasis digital, penguatan akhlak, dan integrasi kurikulum salaf-modern menjadikan pesantren sebagai ruang rekonstruksi nilai-nilai Islam yang adaptif dan transformatif
ANALISIS MAKNA TANDA REPRESENTASI BUDAYA PESANTREN DALAM PROGRAM XPOSE UNCENSORED TRANS7: STUDI SEMIOTIKA CHARLES PIERCES Hawani, Mayadah El
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 9, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v9i2.22781

Abstract

Representasi pesantren dalam media massa menjadi isu yang semakin penting dikaji karena media memiliki kekuatan dalam membentuk persepsi publik dan memproduksi realitas sosial. Kontroversi tayangan Xpose Trans7 yang menampilkan pesantren dengan pendekatan investigatif memicu perdebatan publik dan kritik luas karena dinilai mendistorsi nilai budaya pesantren dan menghasilkan stigma negatif terhadap institusi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna tanda visual dan verbal dalam tayangan tersebut menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang mencakup hubungan antara representamen, objek, dan interpretan melalui kategori ikon, indeks, dan simbol. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis mendalam terhadap adegan—serta diperkuat dengan telaah terhadap respons publik pada media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan Xpose memproduksi makna yang bias melalui pemilihan visual, sudut pengambilan gambar, dan narasi yang mengeksploitasi aspek sensasional, sehingga membentuk pemaknaan konotatif yang berbeda dari realitas budaya pesantren. Selain itu ditemukan adanya pertarungan makna antara framing media dan interpretasi publik yang menolak representasi tersebut sebagai bentuk delegitimasi pesantren. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literasi media kritis dan menunjukkan perlunya etika jurnalisme yang sensitif terhadap simbol budaya dan institusi keagamaan.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBANTUAN PLATFORM TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PAI TERHADAP KEMAMPUAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Nurika, Nurika; Laily, Ida Faridah; Binasdevi, Misbah
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 9, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v9i2.22305

Abstract

Berpikir kreatif adalah kompetensi mendasar dalam pendidikan abad ke-21 dan penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar seringkali tetap berpusat pada guru, membatasi kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas. Penelitian ini menyelidiki efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) yang dibantu oleh platform TikTok dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif di PAI. Dengan menggunakan desain pretest-posttest kuantitatif pra-eksperimental satu kelompok kuantitatif, penelitian ini melibatkan 20 siswa kelas lima SDN Dukuh Semar 1, Kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui pengujian, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan dan N-Gain. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kreatif siswa, ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dan skor N-Gain 0,6708 (kategori tinggi). Hasil ini menegaskan bahwa PjBL yang dibantu TikTok meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa secara efektif.
JEJAK SOSIAL KEAGAMAAN MUMA A. GANY MASYKUR Mardiah, Dwi Ghina; Murodi, Murodi; Yakin, Syamsul; Amalia, Rizky
Holistik: Journal for Islamic Social Sciences Vol 9, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v9i2.22788

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sosial-keagamaan Muma A. Gany Masykur sebagai tokoh lokal Muhammadiyah yang memiliki pengaruh signifikan dalam proses transformasi sosial keagamaan masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi makna untuk menemukan pola kontribusi dan dampak kepemimpinan keagamaan yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muma A. Gany Masykur tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang aktif mendorong modernisasi pendidikan Islam serta membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui gerakan dakwah dan pemberdayaan umat. Pengaruhnya terlihat dalam penguatan jaringan organisasi Muhammadiyah, pembinaan generasi muda, pengembangan institusi pendidikan Islam, dan penguatan karakter religius masyarakat Bima. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menawarkan perspektif baru mengenai dinamika peran tokoh lokal dalam perubahan sosial keagamaan dan menegaskan pentingnya kepemimpinan kultural berbasis nilai agama sebagai strategi pembangunan masyarakat. Implikasi penelitian ini membuka ruang bagi kajian lebih lanjut tentang model kepemimpinan Islam berbasis komunitas dan relevansinya dalam konteks modern.