cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies
ISSN : 24611468     EISSN : 25481959     DOI : -
Core Subject : Social,
GENDER EQUALITY : International Journal of Child and Gender Studies, a journal focuses on issues related to child and gender studies, is published by Center for Child and Gender Studies, State Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. The scope of article received can be approached from multidisciplinary context linking to child and gender studies. Hence, this journal appreciate contribution of knowledge from different perspectives such as education, law, social, political, religion, culture, economic, psychology, science and technology. This journal appears 2 (two) numbers in a year, March and September
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
LINGKUNGAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DILIHAT DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI Mutmainnah, Mutmainnah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5586

Abstract

Early childhood education is part of the application of lifelong education (life long education) which is the main portal towards the next level of education. There are 3 different environment that is very influential for the psychology and development of children. That is; first, the family environment is the main pillar to form the good and bad of the human person to develop well in ethics, morals, and morals, if not guarded properly, the effect can be prolonged. the family environment is also the initial formation of the person and character. Children's education requires an environment where he can develop the strengths he has brought from birth. Second, PAUD environment which is a place of education for children, PAUD environment should be fun for children and also provide opportunities for the development of the potential of each individual. Third, the environment of the wider community has a major influence on the successful planting of aesthetic values and ethics for character building. In the psychology of physical growth, cognitive development and psychosocial development of children from an early age are very important to be stimulated, so that children can develop according to their capacity.
RELASI SUAMI ISTERI DALAM AL-QURAN DITINJAU DARI DIMENSI PENDIDIKAN (Metode Tafsir Maudhu’i) Afriati, Intan
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5599

Abstract

Al-Quran telah menetapkan hak-hak bagi suami dan istri. Hak suami dan istri menurut al-Quran adalah hak memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, merasa senang kepada pasangannya, hak saling mencintai dan dicintai antara suami dan istri, hak memperoleh keturunan dan hak isteri untuk memiliki pemberian suami meskipun telah bercerai. Al-Quran telah mengatur kewajiban bagi suami dan istri. Menurut al-Quran, suami wajib memberi nafkah kepada istrinya. Suami dan istri wajib mentaati Allah swt. Istri wajib memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Pasangan suami istri wajib memiliki sifat sabar atas cobaan yang diberikan Allah swt kepadanya.
PEMENUHAN GANTI KERUGIAN ANAK SEBAGAI KORBAN PEMERKOSAAN DALAM KASUS JINAYAT ACEH Rizkal, Rizkal; Mansari, Mansari
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5587

Abstract

Secara yuridis, korban pemerkosaan berhak meminta restitusi (ganti kerugian) kepada kepada pelaku, namun fakta empiris menunjukkan masih adanya pihak korban maupun keluarganya yang belum menuntut restitusi. Beberapa contoh putusan yang tidak diberikan ganti kerugian yaitu Nomor 0003/JN/2016/MS.Ttn. di mana perempuan tidak diberikan restitusi kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan restitusi dalam penanganan kasus jarimah pemerkosaan bagi anak, apa faktor-faktor yang menghambat perealisasian ganti kerugian bagi korban dan perlindungan hukum bagi anak sebagai korban dalam kasus pemerkosaan di Aceh?. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris yakni mengkaji penerapan aturan restitusi dalam kenyataan empiris. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Selain itu juga dilakukan wawancara dengan hakim yang pernah mengadili perkara pemerkosaan. Penelitian dilakukan di Mahkamah Syar’iyah Takengon dan Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan restitusi dalam Qanun Hukum Jinayat kurang memprioritaskan kepentingan korban, karena korban harus meminta terlebih dahulu baru bisa dikabulkan oleh hakim dan berkoordinasi lebih lanjut dengan JPU. Faktor penghambat perealisasian restitusi yaitu kesadaran hukum rendah, penegak hukum kurang teliti memahami konsep restitusi, korbannya anak-anak, stigma merendahkan martabat perempua dan kelemahan finansial pelaku. Perlindungan hukum bagi anak korban yaitu adanya restitusi, anak didampingi oleh P2TP2A, dan hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku berupa penjara agar pelaku tidak bertemu lagi dengan anak korban.
KETIDAKADILAN SUAMI YANG BERPOLIGAMI DALAM MEMBERI NAFKAH SEBAGAI ALASAN CERAI GUGAT (ANALISA PUTUSAN MAHKAMAH SYARIAH BENTONG PAHANG NOMOR KASUS MAL NO.04300-076-0217) Aziz, Nasaiy; Ramlan, Nor Syahida Binti Ahmad
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5600

Abstract

   Ketidakadilan suami yang berpoligami dalam memberi nafkah adalah salah satu macam permasalahan dari ketentuan hukum Islam terhadap ketidakadilan suami dalam berpoligami dan bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Syariah Bentong Pahang dalam memutuskan perkara cerai gugat Kasus Mal Nomor 04300-076-0217 tentang ketidakadilan suami dalam berpoligami sebagai alasan cerai gugat. Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka dengan sumber sekunder yaitu putusan hakim yang berkaitan secara langsung bertempat di Mahkamah Syariah Bentong, Pahang. Manakala sumber primer yaitu sumber yang mampu atau dapat memberikan informasi atau data tambahan yang dapat memperkuat perbahasan data yang diambil penulis dalam skripsi ini adalah buku-buku standard, kitab-kitab dalil dan hadist, al-Quran dan Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam di Malaysia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan hakim dalam memutuskan perkara Ketidakadilan Suami yang berpoligami antaranya adalah tergugat telah lalai dalam pemberian nafkah kepada penggugat dan anak-anak, tergugat tidak adil dalam berpoligami dan tergugat tidak menjalankan tanggungjawabnya sebagai seorang suami berdasarkan dalil-dalil Hukum Syarak dan Undang-Undang Keluarga Islam maka, Mahkamah mengabulkan permintaan tergugat. Oleh karena itu, seorang laki-laki yang poligami harus adil dalam materi atau lahiriah, karena untuk hal tersebut dapat dikelola dengan baik dan normal oleh suami yang poligami, seperti pengaturan nafkah lahiriah, yakni kebutuhan sandang, pangan, papan, termasuk pengaturan waktu gilir.
MANAJEMEN KONFLIK KELUARGA POLIGAMI DAN MONOGAMI Tri Utami, Rini; Mawarpury, Marty
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5588

Abstract

Family conflict is a natural and common thing whether in polygamous or monogamous families. How to manage conflict can determine the impact of the conflict. The purpose of this study was tofind out the differences in conflict management between polygamous and monogamous families.This study used a quantitative approach with a non-probability sampling method using purposivesampling technique with 60 respondents (30 respondents from polygamous families and 30respondents from monogamous families). data was collected using conflict management scale, thatdeveloped by the researcher based on the theory of family conflict resolution. The result of ManWhitney Test showed that a significant value 0.358, which mean that there were no differencesbetween polygamous and monogamous families in managing conflict.
PERSEPSI PEKERJA WANITA SEBAGI PEDAGANG DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Pasar Aceh Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh) Armiadi, Armiadi; Sari, Sartika Indah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5601

Abstract

Berdagang merupakan usaha yang banyak ditemukan dalam konteks kehidupan masyarakat. Profesi berdagang tentu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Biasanya, peran yang biasa digeluti dalam profesi berdagang ini adalah laki-laki. Namun demikian, pekerja wanita juga sangat banyak dijumpai salah satunya di Pasar Aceh. Dalam konteks hukum, pekerja wanita sebagai pedagang dilakukan dengan syarat, yaitu harus adanya izin dari wali atau suami. Permasalahan yang ingin diteliti adalah bagaimana persepsi pekerja wanita Pasar Aceh tentang hukum wanita bekerja sebagai pedagang dan jenis perdagangan apa saja yang mereka geluti, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pekerja wanita sebagai pedagang di Pasar Aceh Kecamatan Baturrahman Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus (case study). Data-data yang dikumpulkan akan dianalisis melalui cara analisis-normatif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa menurut pekerja wanita di Pasar Aceh Kecamatan Baturrahman Kota Banda Aceh, hukum wanita bekerja sebagai pedagang dibolehkan dengan syarat harus mendapat izin suami dan wali bagi yang belum menikah. Adapun jenis perdagangan apa saja yang mereka geluti di antaranya menjual kebutuhan rumah tangga seperti peci, sandal, usaha jahit baju dan kain, kosmetik, baju dan jilbab anak-anak, alat memasak dan pedagang es campur. Menurut hukum Islam, pekerja wanita sebagai pedagang dibolehkan. Dilihat dari sisi normatif, terdapat beberapa ketentuan ayat Alquran yang menyeru agar manusia berusaha dan mendapatkan hasil dari usahanya, seperti ketentuan al-Nisā‟ ayat 29 dan ayat 32, surat al-Aḥzāb ayat 33. Dalam HR. Bukhari dan HR. Abu Dawud disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah mempekerjakan perempuan sebagai tenaga medis atau perawat sahabat yang terluka pada saat peperangan. Dari sisi historis, isteri Rasulullah saw yaitu Khadijah merupakan pedagang dan saudagar kaya yang menunjukkan bahwa wanita juga bekerja pada masa Rasulullah. Dari sisi logis, perempuan yang bekerja sebagai pedagang merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ekonomi yang menurun mengharuskan perempuan untuk bekerja.
PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU DALAM PENGEMBANGAN KONSEP MODEL SEKOLAH RAMAH ANAK Fakriah, Nurul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5585

Abstract

Salah satu komponen penting dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak adalah persentase jumlah Sekolah Ramah Anak. Beberapa indikator telah dikembangkan dalam mengembangkan Sekolah Ramah Anak. Sekurang-kurangnya terdapat dua faktor yang berpengaruh dalam mengindikasikan sebuah sekolah ramah anak. Yaitu faktor proses pembelajaran dan infrastruktur yang tersedia. Kajian ini mencoba menemukan sebuah konsep model Sekolah Ramah Anak melalui pendekatan arsitektur perilaku di dalam perancangan infrastrukturnya. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku, maka sekolah ramah anak yang diharapkan pemerintah dapat terwjud sesuai dengan namanya yaitu ramah terhadap anak.
Perlindungan Anak dalam Perspektif Hukum Islam dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2008 Friatna, Ida
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5589

Abstract

This paper aims to study child protection in Islamic law perspective, and how the perspective has derived into the Qanun Aceh on child protection. Islamic law discusses child protection as childnurture/safeguards (hadhanah) and custodian (walayah). Child protection means fulfillingchildren's rights and protection from the harmful situation or things that could be a danger to theirphysics, soul, and property. On the national level, the Indonesian government stipulated theUndang-Undang Number 35 Year 2014 on Child Protection, so at the regional level, theGovernment of Aceh followed up by stipulating the Qanun Number 11 Year 2008 on ChildProtection. The Qanun states that child protection aims to ensure the right for life, grow, develop,and participate optimally as well as humanistic value and dignity, and children get protection fromexploitation, violence, and discrimination. Those all protections toward to realize the good quality ofchildren in Aceh, good morality, and wealth. Child protection is conducted through religion, custom,socio-cultural development. It puts forward basic principles, namely anti-discrimination, the child'sneeds-response, the right to live, and appreciation. Substantially, the Qanun contains all rights inprotecting the child. But there are needs in socializing and optimizing the law enforcer in protectingchildren. This study found many indicators on the less of child protection in Aceh. Recently, Acehstands as the third-highest rank province in Sumatera with the number of child violence.Furthermore, children's sexual harassment becomes the most reported case.
KONSTRUKSI MAKNA NUSYUZ DALAM MASYARAKAT ACEH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Kecamatan Ingin Jaya) Analiansyah, Analiansyah; Nurzakia, Nurzakia
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5602

Abstract

Setelah menikah, isteri diperintahkan untuk patuh kepada perintah suaminya. Isteri yang tidak mau patuh kepada perintah suami dianggap berbuat “nusyuz” (durhaka kepada suami). Dalam kitab fikih makna ini dianggap tunggal. Namun, karena dinamika sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Aceh, makna tersebut turut mengalami perubahan, yaitu perbuatan nusyuz dapat pula dilakukan oleh suami terhadap isterinya. Atas dasar ini, yang menjadi tujuan pembahasan dalam tulisan ini adalah penjelasan makna nusyuz dalam masyarakat Aceh dan dampaknya terhadap pelakuan KDRT dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sumber data diperoleh dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Selanjutnya, data dianalisis dengan teori perubahan hukum karena perubahan waktu dan tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kalangan masyarakat terdapat tiga kategori makna nusyuz. Pertama, nusyuz adalah durhaka yang dilakukan oleh suami atau isteri kepada pasangannya. Kedua, nusyuz adalah sikap tidak patuh yang dilakukan oleh isteri terhadap suaminya. Ketiga, tidak mengetahui istilah nusyuz, namun hanya mengetahui bahwa isteri wajib mematuhi semua perintah isteri. Terbentuknya pemaknaan nusyuz dalam masyarakat bersumber dari pendidikan yang didapatkan. Selanjutnya, pemaknaan konsep ini memberikan dampak yang besar terhadap munculnya sikap sewenang-wenang atau kekerasan dalam rumah tangga yang menjadikan isteri sebagai korban.
EARLY CHILDHOOD CHARACTER EDUCATION PRACTICES BASED ON LOCAL WISDOM IN ACEH: CHALLENGES AND EFFORTS MADE IN GLOBALIZATION ERA Munawwarah, Munawwarah; Astuti, Sri
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v5i2.5598

Abstract

This study was aims to reveal the challenges and efforts in implementing early childhood character education based on local wisdom in Aceh society This study has been conducted using qualitative approach. Its result indicates several challenges faced by Acehnese in implementing character education based on Acehnese local wisdom, including: (a) the impact of technological development; (b) changes in the physical environment such as natural disasters and natural resources; (c) contact with other communities and the culture of the community replaces local culture; (d) modernity promises ease and speed so that the tradition of local wisdom is seen as complicated and slow so that the summarization of tradition is carried out. Therefore, Aceh local wisdom is not only ritual but also contains Islamic values that have become a culture in Aceh.

Page 1 of 1 | Total Record : 10