cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Analisis Kualitas Sifat Fisik Tanah Pada Lahan Subak di Bali Widyalis Rani Tamara; Sumiyati Sumiyati; I Made Anom S. Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.594 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p21

Abstract

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang ada di Bali yang khusus mengatur sistem pembagian air secara tradisional di sawah untuk bercocok tanam padi. Dengan perkembangan jaman yang pesat ini, keberadaan subak terancam karena adanya alih fungsi lahan ke penggunaan lain di luar sektor pertanian yang menyebabkan ruang terbuka hijau akan semakin berkurang. Jasa lingkungan merupakan jasa yang diberikan oleh fungsi ekosistem yang memiliki manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas tanah yang ada di subak pada saat sebelum tanam dan sesudah panen untuk melihat kontribusi subak terhadap lingkungan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik dan kimia tanah. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan lokasi subak sampel yaitu Subak Kerdung, Subak Jatiluwih dan Subak Lotunduh. Kualitas tanah dinilai dengan menggunakan teknik penilaian berdasakan parameter fisik dan kimia tanah. Parameter yang diamati yaitu sifat fisik tanah yang meliputi tekstur, porositas, kapasitas lapang, berat jenis dan berat volume. Sifat kimia tanah yang dianalisis meliputi pH, N-total, K-tersedia, P-tersedia, KTK dan C-Organik. Hasil analisis menunjukkan perubahan kualitas tanah pada lahan subak sangat baik. Dari segi sifat fisik tanah yaitu meningkatnya porositas menjadikan meningkatnya kemampuan tanah dalam mengikat air. Penurunan berat volume tanah pada masing – masing subak sampel menjadikan tanah lebih gembur sehingga tidak menghambat proses perakaran. Kontribusi subak bagi lingkungan yaitu mampu memberikan stok karbon bagi lingkungan melalui kandungan C-organik yang tersimpan dalam tanah. Subak is a social organization in Bali that specifically regulates traditional water distribution system in rice fields to grow rice. With the rapid development of this epoch, the existence of subak is threatened because of the conversion of land to other uses outside the agricultural sector which causes open green space to be increasingly reduce. Environmental services are the services provided by the ecosystem functions that have direct and indirect benefits to human well being. This research analyzed to changes in soil quality in subak, in the conditions before planting and after harvest an to saw subak contribution to the environment. This study used survey method, physical and chemical soil test in the Laboratory of Soil Science and Environment. The samples were taken by purposive sampling, from Subak Kerdung, Subak Jatiluwih and Subak Lodtunduh. The soil qualities were assessed using scoring technique based on the physical parameters and chemical parameters. The soil physical parameters observed were texture, porosity, roomy capacity and bulk density. The soil chemical parameters observed were pH, N-total, P-available, K-available, CEC and C-Organik. The result of research showed that the change in soil quality on the subak land was very good. In terms of the physical of the soil, the increase in porosity makes the soil ability to bind water increased. Reduction in soil volume weight makes the soil more loose, it does not distrub the rooting process. Contribution of subak to the environment is being able to provide carbon stock to the environment through the C-Organic content stored in the soil as well as meritorius in regulating watter systems and preventing soil erosion.
Model Perencanaan Produksi untuk Memenuhi Permintaan Pasar dan Pengendalian Persediaan Produk Jadi pada Perusahaan Penghasil Minuman Ringan Ni Made Darmayanti; I Wayan Widia; I. B. Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.341 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola historis penjualan masing-masing varian produk, indeks special event yang berpengaruh terhadap permintaan dan model peramalan (forecasting) yang paling sesuai digunakan sebagai dasar perencanaan produksi produk Coca-Cola 200 ml, Sprite 295 ml di PT. CCBI Balinusa. Dari penelitian tersebut diperoleh pola penjualan bulanan pada masing-masing produk tahun 2015 mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Data penjualan tertinggi produk Coca-Cola 200 ml terjadi pada bulan September dan Sprite 295 ml terjadi pada bulan Desember. Sedangkan data penjualan terendah pada produk Coca-Cola 200 ml dan Sprite 295 ml terjadi pada bulan Juli. Indeks special event tertinggi untuk produk CocaCola 200 ml yaitu pada Natal dan tahun baru (I=2,43), terendah yaitu Idul Adha (I=1,42) dan Sprite 295 ml tertinggi pada Natal dan tahun baru (I=2,17), terendah pada Waisak (I=1,47). Model peramalan terbaik untuk produk Coca-Cola 200 ml adalah eksponential smoothing eventbased (ESEB) dengan ?=0,3 dan untuk produk Sprite 295 ml adalah eksponential smoothingevent based (ESEB) dengan ?=0,1. This research aims to determine the historical pattern of sales of each product variant, the index of special events that influence the demand and forecasting models are most appropriate to use as the basis for planning the production of Coca-Cola 200 ml and Sprite 295 ml in PT. CCBI Balinusa. From these studies obtained pattern on the monthly sales of each product in 2015 fluctuated from time to time. The highest sales of Coca-Cola 200 ml occurred in September, and Sprite 295 ml occurred in December. While the lowest sales data on Coca-Cola 200 ml and Sprite 295 ml occurred in July. Index top special event for Coca-Cola 200 ml is on Christmas and New Year (I=2.43), the lowest was Idul Adha (I=1.42) and Sprite 295 ml highest at Christmas and New Year (I=2.17), the lowest in the Waisak (I=1.47). The best forecasting model for Coca-Cola 200 ml is an exponential smoothing event based (ESEB) with ? = 0.3 and for Sprite 295 ml is an exponential smoothing event based with ? = 0.1.
Karakteristik Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) Hasil Destilasi pada Suhu yang Berbeda Kadek Rahayu Swandewi; Pande Ketut Diah Kencana; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.789 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah agar mengetahui densitas, rendemen, serta senyawa kandungan kimia (pH, total asam, total fenol) yang terdapat didalam destilat asap cair hasil pirolisis batang bambu tabah pada suhu 125oC dan 150oC. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu menggunakan suhu (suhu 125oC dan 150oC). Analisis sidik ragam menunjukkan jika perbedaan suhu antara 125oC dan 150oC berpengaruh nyata terhadap hasil analisis destilasi asap cair pirolisis bambu tabah. Adapun hasilnya ialah densitas tertinggi 1,0245 g/ml pada suhu 150oC dan terendah 1,02004 g/ml pada suhu 150oC, pH tertinggi 3,20 pada suhu 125oC dan terendah 3,14 pada suhu 150oC, total asam tertinggi 10,94% pada suhu 150oC dan terendah 7,70% pada suhu 125oC, total fenol tertinggi 0,65% ada suhu 150 oC dan terendah 0,61% pada suhu 125oC. Analisis beda nyata terkecil menunjukkan perbedaan suhu 125oC dan 150oC berpengaruh nyata terhadap pH, total asam, dan total fenol. Hasil menunjukkan adanya perbedaan karakteristik asap cair sebelum dan sesudah distilasi. Kata kunci: asap cair, bambu tabah, destilasi
Analisis Pemakaian Air Irigasi Pada Budidaya Padi Beras Merah dengan Sistem Tanam Legowo Nyisip(Studi Kasus di Subak Sigaran) Komang Adi Dipayana; I Wayan Tika; Sumiyati Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.085 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemakaian air irigasi pada budidaya padi beras merah dengan sistem tanam legowo nyisip dan membandingkan produktivitas pada setiap perlakuan. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan, yaitu: K0 (konvensional, sesuai kebiasaan petani setempat), K1 (sistem tanam legowo 4:1), K2 (sistem tanam legowo 4:1 nyisip), K3 (sistem tanam legowo 6:1), K4 (sistem tanam legowo 6:1 nyisip). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah: kebutuhan air irigasi, efisiensi penggunaan air irigasi, jumlah anakan berbuah, panjang malai, jumlah biji padi per malai, berat gabah per rumpun, persentase gabah isi basis jumlah, persentase gabah isi basis berat, berat 1000 butir gabah isi dan hasil produksi tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan perbedaan sistem budidaya sesuai perlakuan tidak berpengaruh terhadap kebutuhan air irigasi tiap perlakuan dan efisiensi relatif. Pada produktivitas K0 menghasilkan 5.4 ton/ha, K1 menghasilkan 7.8 ton/ha, K2 menghasilkan 7.2 ton/ha, K3 menghasilkan 7.7 ton/ha, dan K4 menghasilkan 6.5 ton/ha. This researce is conducted to compare the usage of irrigation water to the cultivation red rice plants by using planting sytem of legowo nyisip and compare productivity on every action. This research was consist of five treatments, they were : K0 (the treatment which appropriated to local farmers custom), K1 (planting system of legowo 4:1), K2 (planting sytem of legowo 4:1 nyisip), K3 (planting sytem of legowo 6:1), K4 (planting system of legowo 6:1 nyisip). Parameters that observed in this research are: the requirement of irrigation water, the efficiency of irrigation water using ,the number of plants produce grains, the stalks length, the weight of rice in a clump, percentage pure rice , the percentage of rice based on its amount, the percentage of rice based on its weight , the weight of 1000 grains and the result rice plants production. The research results show significant differences with cultivation technique between the treatments is no influence to the requirement of irrigation water and efficiency relative in every treatments. To productivity KO produced 5.4 ton/ha, K1 produced 7.8 ton/ha, K2 produced 7:2 ton/ha, K3 produced 7:7 ton/ha, and K4 produced 6:5 ton/ha.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ.) I Kadek Wirawan; Pande Ketut Diah Kencana; I Made Supartha Utama
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.121 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia dan sensorik teh daun bambu Tabah. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50o C dan 60o C) dan faktor waktu pengeringan (1 jam, 2 jam, dan 3 jam). Perlakuan diulang tiga kali untuk mendapatkan 18 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, total asam, total fenol, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suhu dan lama pengeringan daun teh bambu Tabah memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air, pH, total asam, total fenol, warna, penerimaan keseluruhan, tetapi tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata terhadap aroma dan rasa, dengan perlakuan terbaik ini, kadar air, pH, asam total, fenol total, warna, aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan ditemukan kadar air 6,881%, pH 6,6, total asam 0, 73%, total fenol 84,01mg / 100g, warna 4,33, aroma 4,40, rasa 3,93, dan penerimaan keseluruhan 4,07. This study aimd to determine the effect of temperature and drying time on the chemical and sensory characteristics of Tabah bamboo leaf tea. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely the drying temperature factor (50oC and 60oC) and the drying time factor (1 hour, 2 hours, and 3 hours). The treatment was repeated three times to obtain 18 experimental units. The parameters observed were water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste, and overall acceptance tested organoleptically. The results showed that the interaction of temperature and duration of drying of Tabah bamboo tea leaves had significantly different effects on water content, pH, total acid, total phenol, color, overall reception, but did not have a significantly different effect on aroma and taste. with this combained best treatment, the water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste and overall acceptance were found water content 6,881 %, pH 6,6, total acid 0, 73%, total phenol 84,01mg / 100g,color 4,33, aroma 4.40, taste 3,93, and overall acceptance 4,07.
ANALISIS NERACA AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI PADA SUBAK JAKA SEBAGAI SUBAK NATAK TIYIS I Putu Riadi Handika; Sumiyati Sumiyati; I Made Anom S. Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.758 KB)

Abstract

Sumber air sistem irigasi Subak Natak Tiyis berasal dari hulu air drainase subak. Kondisi tersebut menyebabkan neraca air irigasi tidak menentu di Subak Natak Tiyis, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan keseimbangan air irigasi yang sesuai dengan ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di Subak Natak Tiyis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis dan menentukan keseimbangan air irigasi di Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Analisis ketersediaan debit dilakukan dengan mengukur debit di inlet Subak Jaka. Kebutuhan air irigasi dianalisis menggunakan perangkat lunak CROPWAT 8.0. Neraca air irigasi diperoleh dengan membandingkan debit air irigasi dengan availabilitis dan kebutuhan air irigasi sehingga didapatkan defisit air irigasi pada Subak Jaka. Analisis ketersediaan debit menunjukkan debit tinggi terjadi pada musim hujan yaitu 115,72 liter / detik dalam setahun. Debit terkecil terjadi pada musim kemarau yaitu 19,01 liter / detik dalam setahun. Kebutuhan air irigasi di MT I dan MT II rata-rata debit yang dibutuhkan berkisar antara 11,0 hingga 98,5 liter / detik selama 15 hari. Hasil neraca air irigasi Subak Jaka terjadi defisit air irigasi tiga periode yaitu 35,2 liter / detik pada periode Juni I yang tertinggi selama 15 hari, 16,8 liter / detik pada periode Juni II dan 30,7 liter / detik pada Januari saya yang tertinggi 15 hari. Water source of Subak Natak Tiyis irrigation system comes from the upstream of subak drainage water. Those condition was causing uncertainly irrigation water balance in Subak Natak Tiyis, thus it requires further research to determine appropriate irrigation water balance according to the availabilitiy and requirement of irrigation water in Subak Natak Tiyis. The purposes of this research were to analyze the availabilities and requirement of irrigation water of Subak Jaka as Subak Natak Tiyis and determine the water balance irrigation in the Subak Jaka as Subak Natak Tiyis. The analysis of discharge availabilities was carried out by measuring discharge at inlet Subak Jaka. Irrigation water requirement was analyzed using CROPWAT 8.0 software. irrigation water balance was obtained by comparing the discharge of irrigation water was availabilitis and irrigation water requirement so get irrigation water deficit on Subak Jaka. The analysis of discharge availabilities showed high discharge occur at rainy season that was 115.72 liter/second within a year. The smallest discharge occurs in dry season that was 19.01 liter/second within a year. Irrigation water requirement in MT I and MT II average required discharge ranged from 11.0 to 98.5 liter/second for 15 days. The result of irrigation water balance the Subak Jaka occurrence irrigation water deficit three period that was 35.2 liter/second on period June I that highest for 15 days, 16.8 liter/second on period June II and 30.7 liter/second on January I that highest for 15 days.
Kebutuhan Air Irigasi pada Budidaya Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Sistem Polybag yang Menggunakan Berbagai Jenis Media Tanam I Made Surya Adnyana Putra; I Wayan Tika; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.077 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p11

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola kebutuhan air irigasi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dari usia tanam sampai tanaman berbunga dengan sistim polybag dan (2) mengetahui pola kebutuhan air irigasi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan berbagai tingkat kandungan organik tanah yang sejalan dengan usia tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap masing-masing terdiri dari lima perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu perlakuan menggunakan tanah sawah 100%, perlakuan menggunakan tanah sawah 80% dan pupuk kandang 20%, perlakuan tanah sawah 60% dan pupuk kandang 40%, perlakuan tanah sawah 40% dan pupuk kandang 60%, perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80%. Data kebutuhan air irigasi yang diperoleh diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel untuk memperoleh grafik dan dilanjutkan analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian jumlah kebutuhan air irigasi pada perlakuan menggunakan tanah sawah 100% rata-rata 25,29 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 80% dan pupuk kandang 20% rata-rata 24,26 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 60% dan pupuk kandang 40% rata-rata 22,06 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 40% dan pupuk kandang 60% rata-rata 21,27 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80% rata-rata 19,32 ml/hari. Pada perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80% menunjukkan kebutuhan air paling sedikit diantara perlakuan yang lainnya. Kata kunci : irigasi, cabai rawit, tanah sawah, pupuk kandang.
Studi Kasus Tentang Pengolahan Tanah Dengan Bajak Singkal Dan Rotary Terhadap Sifat Fisik Tanah Pada Budidaya Tanaman Padi Sawah Ade Purba Yuda; I Wayan Tika; I G. N.Apriadi Aviantara
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.983 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisik tanah yang diolah dengan bajak yang berbeda. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tekstur, porositas tanah, berat jenis, berat volume, dan produktivitas. Luas masing-masing demplot adalah 20-40 are. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan bajak singkal dan bajak rotary pada tekstur memiliki kelas tekstur yang sama yaitu lempung liat berdebu. Perlakuan menggunakan bajak singkal memiliki nilai porositas tanah lebih tinggi dari bajak rotary pada setiap fasenya, perlakuan menggunakan bajak rotary memiliki berat jenis lebih tinggi dari bajak singkal pada setiap fasenya Untuk berat volume pada perlakuan bajak singkal memiliki nilai lebih tinggi dari bajak rotary pada setiap fasenya, Untuk produktivitas pada perlakuan bajak singkal memiliki hasil yang lebih tinggi dari bajak rotary yaitu pada beras merah 6,9 ton/ha, padi cigeulis 7,8 ton/ha,dan 8,8 ton/ha untuk padi ketan sedangkan untuk perlakuan bajak rotary pada beras merah 6,6 ton/ha, cigeulis 6 ton/ha,dan ketan 6,8 ton/ha. This study was conducted to compare some soil physical properties in two different rotary. The variables measured in this study are: texture, soil porosity, density, volume weight, and productivity. The results showed that the treatment using ordinary plow and rotary plow texture hisher the same texture class silty clay loam. The treatment using the rotary plow has a porosity namely than rotary plow. The width of each sampling area is 20- 40 are. The mass volume on ordinary plow was higher than the rotary plow. The productivity of ordinary plow treatment has higher than rotary plow. The productivity of the ordinary plow treatment were 6,9 ton/ha, 7,8 ton/ha and 8,8 ton/ha for red rice, cigeulis variety and qluti nous rice respectively. The productivity of the rotary plow treatment were 6,6, 6 and 6,8 ton/ha for red rice, cigeulis variety and qluti nous rice.
Tingkat Kepuasan Petani Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) terhadap Penggunaan Pupuk Organik di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Ni Luh Rani Sulasti; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p01

Abstract

Bawang prei merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Candikuning sejak 10 tahun terakhir. Salah satu pupuk organik yang di gunakan oleh petani bawang prei adalah pupuk organik Postal yang terbuat dari campuran kotoran ayam dan sekam (kulit gabah). Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan petani sebagai konsumen pupuk. Data yang dikumpulkan melalui survei acak mengunakan kuisioner dan wawancara pada 50 orang petani bawang prei yang menggunakan pupuk organik Postal di Desa Candikuning pada bulan April-Mei 2019. Analisis dilakukan dengan metode Deskriptif, Importance-Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna pupuk organik postal didominasi oleh petani kelompok umur produktif (58%), tingkat pendidikan setingkat SD-SMP (84%), Pekerjaan sampingan di bidang pertanian (66%). Rata-rata tingkat kesesuaian antara harapan dan kinerja produk sebesar 100,17 %. Petani merasa puas (CSI : 72,27%) pada kinerja pupuk organik Postal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepuasan petani pengguna pupuk organik pada tanaman bawang prei sebesar 72,27 % yang berarti petani merasa puas. Kepuasan petani dipengaruhi oleh kemampuan meningkatkan hasil, harga produk dan kemasan produk. Leek is one of the horticultural crops that is widely cultivated by farmers in Candikuning Village since the last 10 years. One of the organic fertilizers used by leek farmers is postal organic fertilizer made from a mixture of chicken manure and husks (grain husks). The research aims to analyze the level of satisfaction of farmers and identify the factors that influence the satisfaction of farmers as consumers of fertilizer. Data collected through a random survey using questionnaires and interviews with 50 farmers of leeks using organic fertilizer Postal in Candikuning Village in April-May 2019. Analysis was conducted using descriptive methods, Importance-Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index ( CSI). The results of this study indicate that postal organic fertilizer users are dominated by productive age farmers (58%), elementary-junior high school level education (84%), side jobs in agriculture (66%). Farmers were satisfied (CSI: 72.27%) on the performance of Postal organic fertilizer. The conclusion of this study is the satisfaction of farmers who use organic fertilizer on leek plants by 72.27%, which means farmers are satisfied. Farmer satisfaction is influenced by the ability to increase yields, product prices and product packaging.
Kajian Tentang Perlakuan Jarak Antar Elektroda Tembaga Terhadap Kinerja Sensor Konduktivitas Listrik Tanah Tipe Kapasitif Gede Andri; I Made Anom S. Wijaya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.168 KB)

Abstract

The measurement of EC can be conducted in two ways, namely electromagnetic induction and direct contact. This study using capacitive direct contact. The aims of this study were to determine the relationship between distance, shape and electrode materials to the measurements performance, and to determine to treatment that has the best performance. The study was started by designing the electrodes then continued by functional test and performance test. The treatments used was electrodes distances of 3, 6, 9, 12 & 15 mm. The electrode probe was inserting into the soil with the depth of 20 cm to get the frequency and at the same time soil sample was collected for analyzed in the laboratory to get the EC values. Based on those data the relationship of between soil frequency and EC were then analyzed. The results indicated that the best performance electrode with distance 3 mm. The equation of soil frequency and EC was EC = 0.186875 Fsoil - 10.5695 with R2 = 0.861, RMSE = 0.04, stability = 0.04 and respond time = 37.35 second.

Page 9 of 35 | Total Record : 344