cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 20, No. 2, Desember 2019" : 20 Documents clear
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 WONOGIRI DAN SMP NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN 2019 Mualim, Rojif; Anshori, Ari; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9956

Abstract

Abstract: A curriculum is a container to determine the direction of education. Success and failure of education, are highly depended on the curriculum. The curriculum is the spearhead for the implementation of education. The curriculum is a container to determine the direction of education. Success and failure of education, are highly depended on the curriculum. The curriculum is the spearhead for the implementation of educational activities. The  curriculum 2013 divides attitude competencies into two, namely spiritual attitudes and social attitudes. The purpose of this study is to describe the natural findings regarding the implementation of the curriculum 2013 toward PAI subjects at SMP Negeri 1 Wonogiri and SMP Negeri 1 Surakarta, as well as the constraints and their carrying capacity. This study used qualitative research methods or field type research (field research), which is a research procedure that produces descriptive data sourced from written or oral words from people and observable behavior directed at the background and individuals as a whole. The subjects of this study were students and teachers of Islamic Religious Education, data collection techniques used observation, interviews and documentation. The results of this study indicated that the process of implementing the Curriculum 2013 in SMP Negeri 1 Wonogiri and SMP Negeri 1 Surakarta has been implemented by applying patterns or types determined by the government. However, from the implementation process there are obstacles, including: the distribution of the teacher and student handbooks, both textbooks from subject teacher deliberations (MGMP) and directly from the government, the assessment system were very complicated so that some teachers did not understand the assessment of the Curriculum 2013, some students did not have complete facilities such as laptops. In carrying capacity, students were always given direction on the tasks they have to complete, teachers were enthusiastic in implementing the Curriculum 2013, school programs namely school missions, determining the value of students was not only obtained from test scores but also from values of politeness, religion, practices, attitudes and others, the other teachers?s support excepting PAI subject, complete school facilities such as a comfortable class, LCD, white board, etc. Abstrak: Kurikulum merupakan sebuah wadah yang akan menentukan arah pendidikan. Berhasil dan tidaknya pendidikan, sangat bergantung dengan kurikulum. Kurikulum adalah ujung tombak bagi terlaksanya kegiatan pendidikan. Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan temuan-temuan alamiah perihal implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Wonogiri dan di SMP Negeri 1 Surakarta, serta kendala dan daya dukungnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau berjenis field reseach (penelitian lapangan) yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang bersumber dari kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa dan guru Pendidikan Agama Islam, teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Wonogiri dan SMP Negeri 1 Surakarta sudah dilaksanakan dengan menerapkan pola atau tipe yang ditentukan oleh pemerintah, Akan tetapi dari proses implementasi itu ada kendalanya, antara lain: belum terdistribusinya buku pegangan guru dan siswa dengan baik, baik buku paket dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) maupun langsung dari pemerintah, sistem penilaian sangat rumit sehingga tidak semua guru mengerti dan faham penilaian pada kurikulum 2013, tidak semua siswa memiliki fasilitas yang lengkap seperti laptop. Daya dukung, peserta didik selalu diberi pengarahan terhadap tugas-tugas yang harus mereka selesaikan, guru semangat dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, program sekolah yaitu misi sekolah, penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai ujian saja tetapi juga didapat dari nilai kesopanan, religi, praktik, sikap dan lain-lain, Dukungan dari semua guru selain guru mapel PAI. Fasilitas Sekolah yang lengkap seperti misalnya kelas yang nyaman, LCD, White Board, dll.
NILAI–NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB AL-ADAB AL-MUFRAD KARYA AL-IMAM ABU ABDILLAH MUHAMMAD IBN ISMAIL AL-BUKHARI Nurseha, Muchlis; Shobron, Sudarno; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9952

Abstract

Abstract: Character education has become a hot topic discussed by the community and the world of education lately, phenomena that have arisen in the community are the cause of such discussions, including; the spread of liquor and narcotics among adolescents, pornographic photos and videos that can be accessed by anyone without limits so that it has an impact on free sex, corruption cases of some unscrupulous state officials, from the lower levels to the state elite and other criminal cases. This kind of situation causes the Indonesian nation to experience moral degradation and a crisis of character, so it is necessary to look for solutions and solutions. Considering that the majority of Indonesian people are Muslim, al-Adab al-Mufrad is a book written by the expert of al-Imam al-Bukhari's hadith which specifically discusses adab, morals and character, is expected to provide a solution to the character crisis that is in the midst of society. The purpose of this study was to determine the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad and analyze the relevance of the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad with the values of the Ministry of National Education character. This type of research is a library research study that uses a qualitative paradigm with a philological or semantic approach. Research data were analyzed using content analysis methods. The results showed that the Book of al-Adab al-Mufrad by al-Imam al-Bukhari had mentioned all the values of character education contained in the Ministry of National Education, but the values of character education in the book of al-Adab al-Mufrad were more specific in the mention of these values, so they need to be grouped in order to be compatible with the values of the Ministry of National Education character. The character education values in the al-Adab al-Mufrad book are still relevant to the character education values developed by the Ministry of National Education, this is because the character education values developed by the Ministry of National Education have all been mentioned in the al-Adab al-Mufrad book.Abstrak: Pendidikan karakter menjadi tema yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan akhir-akhir ini, fenomena yang muncul di tengah masyarakat menjadi sebab perbincangan tersebut, di antaranya; tersebarnya minuman keras dan narkotika di kalangan remaja, foto dan video porno yang dapat di akses siapa saja tanpa batas sehingga berdampak pada seks bebas, kasus korupsi beberapa oknum pejabat negara, mulai tingkat bawah sampai elit negara dan kasus-kasus kriminal lainnya. Keadaan semacam ini menyebabkan bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan krisis karakter, sehingga perlu dicarikan solusi dan jalan keluar. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama islam, kitab al-Adab al-Mufrad merupakan kitab karangan pakar hadis al-Imam al-Bukhari yang khusus membahas seputar adab, akhlak dan karakter, diharapkan memberikan salah satu solusi krisis karakter yang ada di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian library research yang menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan philologis atau semantik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; pertama, Kitab al-Adab al-Mufrad karya al-Imam al-Bukhari telah menyebutkan semua nilai-nilai pendidikan karakter yang tertuang dalam Kemendiknas, akan tetapi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad lebih spesifik dalam penyebutan nilai-nilai tersebut, sehingga perlu dikelompokkan agar dapat sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Kedua, nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad masih relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter  kemendiknas, karena nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas yang berjumlah delapan belas butir sudah disebutkan semua oleh  al-Imam al-Bukhari  dalam kitab al-Adab al-Mufrad.
تكفير أهل الشهادتين وعلاقتها بقاعدة اليقين لا يزول بالشك والآثار الدينية المترتبة عليهم Syam, Dzulfikar; Rosyadi, Imron; Muinudinillah, M.
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9957

Abstract

Abstract: There is no doubt that the science of qowaid fiqh is a different science from that of aqidah, because the contents of the former are different. Aqidah knowledge discusses matters of iman and ghaib, as for the science of qowaid fiqh is about the case of rules or dhowabit and laws of Shariat. But it is undeniable that there are some principles of fiqh relating to matters of iman, including the laws about takfir (sentencing kaafir). Among the basic principles of fiqh is "Al Yaqinu Laa Ya Zuulu Bi Syak" which means something convincing cannot be lost only by doubt, in which this rule correlates with the matters of iman and takfir, because we have no right to exclude someone convinced of his faith from his iman except if there is convincing evidence. Due to the importance of this discussion, the writer is compelled to investigate this issue titled ?Sentencing kaafir for those saying shahada dan its relation to the rules of al yaqinu la yazulu bi syak and its influence in religious matters.? This research is a type of library research because it refers to the data and sources of knowledge from various books, magazines, journals and articles that are related to the discussion of this paper, both those that are basic (main) and which is tsanawi (additional). Whereas, the type of research method conducted by the writer is descriptive qualitative method. The results obtained by the writer in this paper is that the law of origin for those who say the two sentences of the shahada is that he is still a Muslim, but if he falls in an act of disbelief, it needs to be clarified in advance, if he does so. Because of his denial of the Shari'a of Allah and the conditions of disbelief he had fulfilled, he was therefore unbeliever and caused him to exclude from Islam. Thus, with the authentic arguments, the agreement of the ulama on this case, and the fulfilled conditions in sentencing kaafir, then this shows a convincing case, in addition to that case we punish this by kafir and murtad using the principles of fiqh of "Maa tsabata bi yakiin laa yurtafa illa bi yakiin" which means everything that is established by belief cannot be lost except by belief, and this is a branch of the rule: "Al yakiinu laa yazuulu bi syak", and vice versa. The effect on religion, if he has been convicted of infidels is, among other things, that he could have been sentenced to riddah or killed, among other things, if he dies, the Islamic Shari'a will not be applied to him, including other matters that have been agreed upon by the ulama as a result of their kafir and murtad.  Abstrak: Sesungguhnya ilmu tentang kaidah-kaidah fiqh merupakan ilmu yang berbeda dengan ilmu akidah, karena isi kandungan didalamnya berbeda. Ilmu akidah membahas perkara iman dan perkara yang ghaib, namun ilmu kaidah fiqh membahas kaidah atau dhowabit dan hukum-hukum seputar syariat. Dalam perjalanannya, ada beberapa kaidah fiqh yang memiliki hubungan dengan perkara akidah, diantaranya adalah hukum seputar pengkafiran. Diantara kaidah yang pokok dalam fiqh tersebut adalah "Al Yaqinu Laa Ya Zuulu Bi Syak" yang artinya sesuatu yang meyakinkan tidak dapat hilang hanya dengan keraguan. Kaidah ini memiliki hubungan dengan perkara iman dan takfir, sehingga barang siapa yang yakin dengan imannya, maka tidaklah pantas bagi seseorang untuk mengkafirkan orang lain kecuali adanya bukti yang meyakinkan. Maka dari itu, penelitian ini dapat mengetahui permasalahan pengkafiran terhadap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan kaitannya dengan kaidah fiqh al yaqinu la yazulu bi syak serta pengaruhnya dalam urusan agama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library), karena penelitian ini mengacu pada data-data dan sumber-sumber ilmu dari berbagai buku, majalah, jurnal dan artikel-artikel yang ada hubungannya dengan pembahasan di dalam tulisan ini, baik itu yang sifatnya asasi(pokok) maupun yang sifatnya tsanawi(tambahan). Adapun jenis metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian pustaka yang bersifat kualitatif deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah bahwa hukum asal bagi seseorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat adalah dia masih seorang muslim, adapun jika ia terjatuh dalam perkara kekafiran, maka perlu diperjelas terlebih dahulu, jika ia melakukannya karena pengingkaran terhadap syariat Allah dan telah terpenuhi syarat-syarat pengkafiran atas dirinya maka dengan sebab itu ia kafir dan menyebabkan ia keluar dari islam. Dengan adanya dalil-dalil yang shahih, sepakatnya ulama atas perkara tersebut, terpenuhinya syarat-syarat dalam pengkafiran, dan tidak adanya kontraindikasi, maka perkara ini dihukumi kafir dan murtad dengan menggunakan kaidah fiqh "Maa tsabata bi yakiin laa yurtafa' illa bi yakiin" yang artinya apa yang ditetapkan dengan keyakinan maka ia tidak bisa hilang kecuali dengan adanya keyakinan, dan ini merupakan cabang dari kaidah: "Al yakiinu laa yazuulu bi syak", demikian pula sebaliknya. Adapun pengaruhnya terhadap agama jika ia telah divonis kafir adalah: diantaranya, bisa saja ia mendapatkan hukuman had riddah yaitu dibunuh, diantara yang lain juga adalah jika ia meninggal dunia, maka tidak diberlakukan hak-hal muslim atas dirinya, termasuk juga hal-hal lain yang telah disepakati ulama akan akibat yang ditimbulkan bagi orang yang kafir atau murtad.  ??????: ?? ??? ??????? ??????? ??? ????? ?? ??? ???????? ?? ?? ???????? ?????? ??? ??? ??????? ???? ?????? ??????? ?????????? ??? ??? ??????? ??????? ?? ??? ?? ????? ?????? ??????? ???????? ???? ???? ???????? ??????? ???????? ?? ??????????. ???? ?? ???? ?? ???? ???? ??????? ??????? ?????? ?? ???? ???????? ????? ????? ????? ????????, ??? ??????? ??????? ??????? ?????: (?????? ?? ???? ?????)? ???? ??????? ??? ????? ?????? ????? ????????? ??? ?? ??? ?????? ?????? ??? ??? ??? ?? ????? ??? ??? ????? ????. ??? ??? ????? ??? ???? ??????? ?? ????? ??? ????????? ???????? ?????? ?????? ?? ???? ????? ??????? ??????? ???????? ?????. ???? ????? ???? ???? ?????? ?? ??? ??? ?????? ??? ???????? ?????????? ???????? ?? ????? ???????? ??????? ??? ????? ?????? ?????. ????? ????? ???? ????? ?????? ?? ?????? ???????? ??????????. ???????? ???? ??? ????? ?????? ?? ??? ????? ?? ????? ?? ????? ???? ????????? ??? ????, ???? ??? ?? ????? ???????, ?????: ?? ??? ???? ????? ?????? ????, ????? ???? ??????? ?????? ??????? ???? ??? ???? ?? ?????. ?????? ?????? ??????? ??????? ??????? ??? ????? ?? ?????, ?????? ???? ??????? ??????? ??????? ??? ??? ??????, ?????? ?????? ?? ????? ???????? ????? "?? ??? ????? ?? ????? ??? ?????" ???? ?? ???? ????? "?????? ?? ???? ?????". ???? ?????? ??????? ??? ?? ??? ????, ????: ?? ???? ?? ????? ??????, ???? ??? ?? ????? ?? ???? ????????? ???? ??? ??? ??? ???? ???? ???????.??????? ???????: ?????, ??? ?????????, ?????? ?? ???? ?????
METODE PEMBELAJARAN TAHFĪŻUL QUR’ᾹN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH TAHFĪŻUL QUR’ᾹN AL-MA’SHUM SURAKARTA DAN ISY KARIMA KARANGAYAR JAWA TENGAN Hasan, Moh. Abdul Kholiq; Muthoifin, Muthoifin; Abdurrohim, Ali
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9953

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtida'iyyah (MI) is an educational institution under a religious ministry that has a special characteristic to deliver learners into a broad-minded generation, proficient in scholarship and noble character. MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar, these two madrasahs have a role in educating the students, the family and the life of the nation by conducting educational programs with the national education curriculum (diknas), the Ministry of Religion (kemenag) and the flagship program of tahfîzul Qur?n. Both institutions are trying to get the maximum target of education, especially in Tahf??ul Qur'?n learning which became the focus of research, this research was conducted to find out what method applied in MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar and how far the effectiveness and efficiency of learning in it. Abstrak: Madrasah Ibtida?iyyah (MI) merupakan sebuah lembaga pendidikan dibawah kementrian agama yang mememiliki ciri khusus untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan luas, cakap dalam keilmuan dan berakhlak mulia. MI al-Ma?shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar, kedua madrasah ini memiliki peran dalam mencerdaskan peserta didik, keluarga dan kehidupan bangsa dengan menyelengarakan program pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional (diknas), kementrian agama (kemenag) dan program ungulan berupa tahfîzul Qur?n. Kedua lembaga ini berupaya mendapatkan target pendidikan yang maksimal terutama dalam pembelajaran Tahf??ul Qur??n yang menjadi fokus penelitian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode apa saja yang diterapkan di MI al-Ma?shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar dan sejauh mana efektifitas dan efisiensi pembelajaran didalamnya. 
اختيارات مجلس ترجيح محمدية ولجنة بحث مسائل دينيةنهضة العلماء مع المقارنة بالمذاهب الأربعة في مسائل تحرير المرأة Setyawan, Beni; Rosyadi, Imron; Muinudinillah, M.
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9958

Abstract

Abstract: This study is focused on the option of either Majelis Tarjih Muhammadiyah or Lajnah Bahsul Masaail Nahdatul Ulama about Women Freedom, taken from the book of collected-tarjih verdicts, ajkamul Fuqoha? and others. It is to describe clearly Fiqh or Islamic jurisprudence related  to Women freedom according to the both from similar and different sides, four opinion of imam madzhab, correct reasons and responses to different opinions. This is a descriptive qualitative literature research using the comparison method.The findings showed that Majelis tarjih (mubah)  permits women to wear veils and to be leaders, and tawaqquf in the matter of travelling without mahram, obliged to limit the validity of talaq in court. As well as forbidden to marry a scribe. Meanwhile, Bahsul Masaail Lajnah stated that it is obligatory to wear the veil according to mu?tamad, permit the women as leaders, traveling without mahram and legitimated divorce out of court and forbidden to marry a scribe. Tarjih councils agreed with Lajnah bahsul masail in three issues but different from two. Lajnah bahsul masaail had different choices with four madzab in four issues, but the same as one issue. In the mean time, Lajnah bahsul masaail had similar choices with four madzab in two issues, but agreed with madzab syafi?I and hanbali on one issue.The reasons of different of opinions are the differences to understand text of proposition , the application of Islamic jurisprudence based on time and place, maslahah mursalah, saddu dzari?ah, and maqashid asy-shari?ah. The right attitude to face differences are that it is ijtihadiyah problem which should not be the causes of dissension, fanatics, and denial since all agreed that the women freedom is muthlaq, but limited to sharia requirements so that they have different opinions in the application of the shari?.  Abstrak: Penelitian ini berfokus pada pilihan Majelis Tarjih Muhammadiyah dan Lajnah Bahsul Masaail Nahdlatul Ulama dalam masalah kebebasan wanita. Yang diambil dari kitab himpunan putusan tarjih, ahkamul Fuqoha? dan selainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran yang jelas tentang masalah fiqih yang berkaitan dengan kebebasan wanita menurut keduanya, sisi persamaan dan perbedaannya, pendapat empat imam madzhab, sebab dan sikap yang benar dalam perbedaan pendapat. Penelitian ini adalah penelitian pustaka yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode perbandingan..Temuan-temuan dalam masalah ini adalah bahwa majelis tarjih berpendapat mubah dalam masalah memakai cadar, menjadikan wanita sebagai pemimpin, dan tawaqquf dalam masalah bepergian tanpa mahram dengan kecenderungan boleh, dan wajibnya membatasi sahnya talaq di pengadilan, dan haramnya menikah dengan ahli kitab. Sedangkan lajnah bahsul masail berpendapat wajibnya memakai cadar menurut pendapat yang mu?tamad, mubah dalam masalah menjadikan wanita sebagai pemimpin, bepergian tanpa mahram, dan berpendapat sahnya perceraian di luar pengadilan, dan haramnya menikah dengan ahli kitab. Majelis tarjih sependapat dengan lajnah bahsul masail dalam tiga masalah dan berbedapendapat pada duamasalah.Pilihan majelis tarjih tidak sependapat dengan empat madzhab dalam empat masalah, dan sependapat dalam satu masalah. Sedangkan pilihan lajnah bahsul masail sependapat dengan empat madzhab dalam dua masalah dan tidak sependapat dalam dua masalah, dan sependapat dengan madzhab madzhab syafi?i dan hanbali pada satu masalah.Adapun sebab perbedaan pendapat dalam masalah tersebut adalah perbedaan dalam memahami teks dalil, penerapan kaidah fiqih perubahan hukum sesuai dengan perubahan waktu dan tempat, maslahah mursalah, saddu dzari?ah, dan maqashid asy-syari?ah. Dan sikap yang benar dalam perbedaan pendapat tersebut adalah bahwasanya itu termasuk masalah ijtihadiyah yang tidak sepantasnya menjadi sebab perpecahan, fanatik, dan pengingkaran, karena semua sepakat bahwa kebebasan wanita dalam islam tidaklah bersifat muthlaq, akan tetapi dibatasi rambu-rambu syari?at. Sehingga hanyaberbeda pendapat dalam penerapan dalil syari?.Kata kunci: kebebasan wanita,majelis tarjih,lajnah bahsul masail,empat imam madzhab.   ??????: ????? ??? ????? ?? ???????? ???? ????? ??????????? ??? ????? ????????? ??????? ?? ????? ????? ??????? ?? ???? ?????? ?????? ???????? ?????? ??????? ???????? ????? ??? ????? ??? ????? ?????? ??????? ?? ???????? ???? ??????? ???? ??????? ?? ????? ????? ??????? ???? ???????? ?? ????? ?? ?????? ??????????? ????? ??????? ???????? ?????? ???????? ??????? ?????? ???. ???? ????? ??? ????? ???? ????? ????? ????? ??????? ??????.???????? ???? ??? ????? ?????? ??? ????? ???? ??????? ??????? ?? ??? ??????? ????? ?????? ???????? ??????? ?? ????? ???? ???? ?? ????? ??? ??????? ??????? ?? ????? ??? ?????? ?? ???????? ??????? ?? ?????? ??????. ?????? ???? ??? ??????? ??????? ?? ??? ?????? ??? ????? ???????? ??????? ?? ???? ?????? ???????? ?????? ???? ????? ???? ?????? ???? ???????? ??????? ?? ?????? ??????. ????? ???? ??????? ????? ??? ??????? ?? ???? ????? ??????? ?? ??????. ????????? ???? ??????? ?? ????? ??????? ??????? ?? ???? ???????? ?????? ?? ????? ?????. ???? ???????? ???? ??? ??????? ????? ??????? ??????? ?? ??????? ??? ??????? ?? ??????? ?????? ???????? ????????? ?? ????? ?????.???? ????? ???????? ?? ????? ????? ?????? ???? ???????? ?? ??? ????? ?????? ??????? ??????? ????? ????? ????? ?????? ???????? ???????? ???????? ??? ???????? ?????? ???????. ??????? ?????? ??? ???? ?? ??????? ??????????? ??? ????? ?? ???? ????? ???????? ??????? ???????? ????? ?????? ??? ?? ????? ?????? ?? ??????? ??? ????? ?? ?????? ????? ???????? ????? ??????? ?? ??????? ????? ??????? ????? ???? ?????? ???????.??????? ???????: ????? ??????? ????? ???????? ????? ??? ???????? ??????? ???????.
KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN Agustiar, Ahsanul Buduri; Mustajib, Mustajib; Amin, Fadlilatul; Hidayatullah, Ahmad Fauzan
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9949

Abstract

Abstract: The views of nature created for human prosperity to make exploration of natural resources increasingly often. Forest fire one of the exact sizes caused by certain non-responsible people, the forest of the jungle occurring in Kalimantan and Sumatra has very impact on ecosystem, social and economy. In this journal, will be studied by the problem of forest fire banded from the aspects of the fire forest that is the same as the effect of the efficiency of the environment of nation is anthropocentrism and biocentrism in which the two expositors are not contradicted associated with exploits to the khalifate fil fil. This journal uses the method of religious prevention using journals, scientific and third articles, from the two paradigms about the ethical theory of environmental studies will result in the right perspective in this era of human relationships with nature, so that people's perspective, in general, can change and can take advantage of this nature according to the portion. Because in the Qur?an has been explained that some of the damage that the earth is in the earth & derived from the human being.Abstrak: Pandangan mengenai alam  yang diciptakan untuk kesejahteraan manusia membuat eksplorasi terhadap alam semakin sering terjadi. Kebakaran hutan salah satu contoh yang disebabkan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Kebakaran hutan yang terjadi di kalimantan dan sumatra sangat berdampak pada ekosistem, sosial maupun ekonomi. Dalam jurnal ini, akan dikaji masalah kebakaran hutan yang dipandangi dari aspek teori etika lingkungan yaitu Antroposentrisme serta Biosentrisme dimana dua pandangan tersebut saling bertentangan terkait dengan eksploitasi yang tidak semestinya dilakukan oleh manusia sebagai kholifatul fil Ard. Jurnal ini menggunakan metode telaah pustaka menggunakan jurnal, artikel ilmiah dan skripsi. Dari kedua paradigma tentang teori etika lingkungan kajian ini akan menghasilkan perspektif yang tepat  di era ini mengenai hubungan manusia dengan alam, sehingga perspektif masyarakat pada umumnya dapat berubah dan dapat memanfaatkan alam ini sesuai porsinya. Karena Dalam al-Qur?an telah dijelaskan bahwa sebagian kerusakan yang ada dimuka bumi berasal dari manusia.
ḤIKMAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TEMATIK TERHADAP TAFSIR AL-MIZĀN Nurrohim, Ahmad; Nur Sidik, Ihsan
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9954

Abstract

?ikmah adalah lafazh yang terdapat di dalam Al-Qur?an, disebutkan sebanyak 18 kali di dalam 12 surahnya. ?ikmah merupakan kata yang di dalamnya terkandung makna yang mendalam. Hikmah sebagai lafazh Al-Qur?an memiliki implikasi teologis terhadap struktur makna kata, yang secara konseptual menjadikan definisi ?ikmah bersifat transendental. Tab??ab??i adalah seorang mufassir sekaligus filosof yang memiliki minat dan perhatian tinggi  kepada persoalan-persoalan mistik dan filsafat. Tulisan ini bermaksud menggali makna ?ikmah perspektif Tab??ab??i, dalam kitab tafsirnya al-Miz?n fi Tafsir al-Qur?an. Tulisan ini berbasis penelitian kualitatif, dengan pendekatan filosofis, yang data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan dianalisa dengan analisa isi (content analysis). Hasil penelitian adalah kata ?ikmah memiliki dimensi arti berbeda-beda dalam setiap ayat-ayatnya. makna itu dapat dikategorikan menjadi tiga  dimensi, yaitu: (a) secara ontologis, hikmah adalah anikmat Allah;(b) pemahaman mendalam agama adalah makna epistimologis hikmah; dan (c) hikmah sebagai ajaran kebaikan sebagai makna aksiologis.
APLIKASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PROSES PEMBELAJARAN RUMPUN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Zaman, Badrus
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9950

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the concept of a contextual approach and the application of a contextual approach to the learning process of the Islamic Education Group in Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali. This research is a field research (Field Research), namely research conducted directly with the object of research and carried out data collection in the field. This type of research is a descriptive qualitative study conducted at MTs Negeri 4 Boyolali in August-November 2019, data collected through observation, documentation, and interview methods. The analysis was carried out using interactive analysis with three components namely data reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study are contextual approaches are learning concepts that help teachers link material taught with real-world situations and encourage students to connect the knowledge they have with their application in their lives as family and community members. While the application of a contextual approach to the learning process of PAI Clump in Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali Madrasah is by Implementing seven main components in its application, namely 1. Constructivism (Contructivism), 2. Finding (Inquiry), 3. Asking (Questioning), 4. Learning Community (Learning Community), 5. Modeling, 6. Reflection and 7. Authentic Assessment. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendekatan kontekstual dan aplikasi pendekatan kontekstual pada proses pembelajaran Rumpun PAI di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung dengan objek penelitian dan dilaksanakan pengumpulkan data di lapangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di MTs Negeri 4 Boyolali pada bulan Agustus-November 2019, data dikumpulkan melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis yang dilakuakan menggunakan analisis interaktif dengan tiga komponen yakni reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru dalam mengaitkan materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Sedangkan aplikasi pendekatan kontekstual pada proses pembelajaran Rumpun PAI di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali yaitu  dengan Melaksanakan tujuh komponen utama dalam pengaplikasiannya, yaitu 1. Konstruktivisme (Contructivisme), 2. Menemukan (Inquiry), 3. Bertanya (Questioning), 4. Masyarakat Belajar (Learning Community), 5. Pemodelan (Modelling), 6. Refleksi (Reflection) dan 7. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assesment).
HUBUNGAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP KEMAJUAN BANGSA: DITINJAU DARI PERKEMBANGAN BUDAYA Susilawati, Nofa Nur Rahmah
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9955

Abstract

Abstract: The progress of a nation dependent to the human resources quality, and the quality of human resources influence by culture of the nation that formed individual character. Social condition of society in a region will appear from education reality. Virtue value and morality that instilling at that very early stage, from family education until formal education or non formal education is the first step to implant a local culture as an Indonesian identity. The individual character that believe in themselves and be own master in every aspect of life, and never feel inferior with the Western civilization is a hope going to nation progress. This paper aims to describe the influence of education as a filter to foreign culture that comes together with the globalization  The result from this role relationship in this case is a man with virtual value and morality to the progress of nation, such as economic independent, political justice, and the social wisdom. That is held by the root of aqidah. Overall, the citizens sovereign that reached by the people is truely  a progress of civilitation.Abstrak: Kemajuan sebuah bangsa bergantung dari Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya, dan kualitas dari SDM itu sendiri  dipengaruhi oleh budaya yang membentuk karakter individunya.  Bagaimana kondisi generasi masyarakat dalam sebuah daerah tertentu akan tampak dari gambaran pendidikannya. Nilai dan moral yang ditumbuhkan sejak dini, baik dari pendidikan keluarga (utama) maupun pendidikan formal serta nonformal merupakan langkah awal penanaman budaya lokal sebagai identitas sebuah negri. Karakter individu yang percaya diri dan tertanam mental kemandirian dalam jiwanya serta tidak silau akan kemajuan asing hanya pada satu sisi dan mengingkari sisi lainnya (hingga membuat diri lupa terhadap tanah air yang memiliki budi perkerti) merupakan salah satu titik terang menuju kemajuan bangsa. Makalah sederhana ini akan membahas bagaimana hubungan pendidikan dapat menjadi filter dengan tingkat sensitif lebih peka terhadap budaya asing yang masuk bersamaan dengan derasnya arus globalisasi. Hasil dari peranan pendidikan dalam masalah ini adalah manusia yang bernilai dan bermoral menuju kemajuan bangsa, baik dalam kemandirian ekonomi,  keadilan berpolitik, serta kebijaksanaan sosial yang dibangun dari akar akidah yang kokoh. Sehingga kedaulatan rakyat yang dicapai adalah sebuah bentuk kemajuan peradaban.
IMPLEMENTASI PERPADUAN KURIKULUM TAHFIDZUL QUR’AN DAN KURIKULUM FORMAL PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU IBNU ABBAS KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2018 Muqoyyadi, Imam; Anshori, Ari; Narimo, Sabar
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9951

Abstract

Abstrak: Peranan kreatif perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa terjadi setiap saat peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi perpaduan kurikulum Tahfidzul Qur?an dan kurikulum formal pada Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ibnu Abbas Klaten Tahun 2018 dan mendeskripsikan kendala dalam implementasi perpaduan kurikulum Tahfidzul Qur?an dan kurikulum formal pada Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ibnu Abbas Klaten Tahun 2018. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian diskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah MudirMa?had, Wakil Mudir Ma?had, Asatidz dan siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ibnu Abbas Klaten. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisisdata dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu pengumpulan data sekaligus reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAIT Ibnu Abbas Klaten dalam mengimplementasikan perpaduan kurikulum tahfidzul qur?an dan kurikulum formal dilakukan dengan mengintegralkan beberapa kurikulum, yaitu Kurikulum Nasional, Kurikulum Kementrian Agama, serta Kurikulum istimewa yang merupakan kurikulum yang disusun oleh pengelola dengan dipadukan secara sistematis yang disajikan dalam program boarding school plus tahfidzul qur?an. Kendala dalam implementasi kurikulum adalah padatnya aktivitas siswa, perbedaan kemampuan hafalan siswa, sehingga dibutuhkan waktu belajar yang efektif dan bimbingan yang intensif. Abstract: The creative role of the development of science and other aspects always occur every time the creative role emphasizes that the curriculum must be able to develop something new in accordance with the developments that occur and the needs of society in the present and future. The purpose of this study is to describe the implementation of a combination of the Tahfidzul Qur'an curriculum and formal curriculum at Ibnu Abbas Klaten High School in 2018 and describe the obstacles in implementing a combination of the Tahfidzul Qur'an curriculum and formal curriculum at Ibnu Abbas Klaten High School in 2018. This research classified as qualitative descriptive research. Informants in this study were Mudir Ma'ad, Deputy Mudir Ma'had, Asatidz and Ibn Abbas Klaten High School students. Data collection methods are observation, interviews and documentation. Data analysis in this study used qualitative descriptive analysis consisting of three activities, namely data collection as well as data reduction, data presentation and conclusions or verification. The results of the study show that SMAIT Ibnu Abbas Klaten in implementing a combination of the Tahfidzul Qur'an and formal curriculum is done by integrating several curricula, namely the National Curriculum, the Ministry of Religion Curriculum, and the Special Curriculum which is a curriculum compiled by the manager with systematically integrated in boarding school program plus tahfidzul qur'an. Constraints in the implementation of the curriculum are the density of student activity, differences in rote learning abilities, so that it requires effective learning time and intensive guidance. 

Page 1 of 2 | Total Record : 20