cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
HUBUNGAN ANTARA LATAR BELAKANG PSIKOLOGIS DAN LATAR BELAKANG EKONOMI DENGAN KECENDERUNGAN PSIKOPAT PADA ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH ANAK BANGSA SEMARANG Purwandari, Eny
Indigenous Vol. 3, No. 2, November 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4552

Abstract

Latar belakang kehidupan anak akan berpengaruh pada sikap dan prilaku seseorang,khususnya pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara latar belakang psikologis dan latar belakang ekonomi dengan kecenderungan psikopat pada anak jalanan di rumah singgah Anak Bangsa Semarang. Penelitian ini dilakukan pada 75 anak jalanan yang menjadi binaan rumah singgah Anak Bangsa Semarang. Metode masing-masing variabel adalah normal dengan kai kuadrat secara berturut-turut 12,433;13,249; 8.70 dengan p>0,05. Uji linieritas latar belakang psikologi dengan kecenderungan psikopat diperoleh R= 0,001; F= 0,051 dengan p>0,005, sedangkan latar belakang ekonomi dengan kecenderungan psikopat diperoleh R=0,007; F=0,063 dengan berarti signifikan, ada hubungan antara latar belakang Psikologis dan latar belakang ekonomi dengan kecenderungan psikopat pada anak jalanan.
Pelatihan Berpikir Optimis untuk Meningkatkan Harga Diri Pelacur yang Tinggal di Panti dan Luar Panti Sosial Lestari, Rini; Koentjoro, Koentjoro
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  sejauhmana pelatihan berpikir optimis efektif untuk meningkatkan harga diri pelacur yang tinggal di panti dan luar panti sosial. Subjek penelitian ini adalah perempuan yang tinggal di panti ataupun luar panti sosial, berusia 15 sampai 30 tahun dan berpendidikan minimal SD. Jumlah pelacur yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 42 orang. Pelatihan berpikir optimis diberikan dalam 5 sesi dan setiap sesi berlangsung selama 120 menit. Adapun data mengenai harga diri diperoleh dari skala harga diri. Analisis data yang digunakan adalah anava gain score. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang sangat signifikan antar kelompok subjek dalam hal peningkatan Harga diri dan (2) tidak ada perbedaan antara subjek yang tinggal di panti dan luar panti sosial dalam hal peningkatan harga diri. Simpulan penelitian ini adalah pelatihan berpikir optimis efektif untik meningkatkan harga diri pelacur yang tinggal di panti dan di luar panti sosial, tetapi harga diri pelacur yang tinggal di panti sosial tidak lebih tinggi daripada harga diri pelacur yang tinggal di luar panti.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA HAFIDZUL QUR’AN Husnawati, Aula Sari; Nur Anganthi, Nisa Rachmah; partini, partini
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4683

Abstract

Every normal people basically wants to be useful and has value for himself, his family, and his society. They describe basic desire from human being, that is desire to have meaningful life. The meaningful life will give effects happiness, and if the desire can not be fulfilling, it will give effect like disappointed life and unmeaningful life, and if this condition always happens, it will make so many feelings and adaption that will hamper his self-development and the self-value. Praying is one of the methods that can be used to open someone’s mind about the potential values and the meaningful life inside and outside. Khidmat and Khusyu’ praying actually can bring peace, stable and able to endure, and also it causes feeling as if he got guidance to do important things. So, he can live in religion way that will give him happiness and meaning. Hifdzul Qur’an (memorizing Al Qur’an) is one of the praying shape so it can open someone’s mind about potential values and the meaningful life inside and outsideThe aims of this reasearch are to understand and describe clearly about the dimension of meaningful life for Hafidzul Qur’an. The informan of this research are 2 person who can memorize 30 juz of Al Qur’an, male and female, and have reminded for 1 year. The collecting data methods are interview and observation, and the data analysis used descriptive analysis. Based on the analysis, can be conclused that the comprehending of life meaningfully for the hafidzul qur’an always can be fulfilling by life experiences with development and actualization of the potention that someone’s has., especially by hifdzul Qur’an activity, the life goal in the world or in the here-after, also the implementation of religion values and human values in the lifetime. 
PENGARUH BUDAYA PADA ORGANISASI DAN DUNIA KERJA Dwiatmoko, Ermanto
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4772

Abstract

Budaya organisasi atau budaya perusahaan merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan iklim atau suasana yang diduga ada dalam suatu organisasi yang merupakan dampak dari pikiran, perasaan dan perilaku orang-orang yang ada didalamnya. Orang pada umumnya telah mempelajari hukum-hukum dalam lingkungan budayanya, sejak dilahirkan. Budaya organisasi mungkin lebih berhubungan dengan kebiasaan yang mereka ungkapkan/perlihatkan setiap hari di tempat kerja daripada pengungkapan nilai-nilai kehidupannya. Semua karyawan dalam suatu perusahaan belajar untuk mengikatkan diri dengan struktur organisasi atau budaya organisasi di mana mereka berada, untuk sementara. Budaya yang secara temporer mereka pelajari di tempat kerja, tidak akan mampu mengubah kebiasaan yang muncul dalam kesehariannya. 
Pola Keluarga Remaja Berisiko Penyalahgunaan Napza Zulfa, Khamimatuz; Purwandari, Eny
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.3716

Abstract

Pola keluarga berpengaruh pada pembentukan kepribadian dan perilaku anak, terutama anak remaja yang berisiko penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pola keluarga remaja berisiko penyalahgunaan NAPZA. Informan utama dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia tahun 15-18 tahun di kota Sragen dan berisiko penyalahgunaan NAPZA. Metode pengambilan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner tertutup, kuesioner terbuka dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa secara umum pola keluarga harmonis memiliki risiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja. Mengenai relasi antar anggota keluarga, kesan terhadap keluarganya adalah harmonis, anggota keluarga yang paling dekat adalah ibu, dengan alasan ibu adalah pengertian, baik, penyayang,  perhatian. Peran orang tua dalam keluarga dengan pandangan yang positif, prinsip dan budi pekerti yang diajarkan dalam keluarga yaitu perilaku positif dan sopan santun, yang berperan mengajarkan prinsip dan budi pekerti adalah ibu, serta kebiasaan atau kegiatan yang dilakukan bersama-sama keluarga adalah makan dan nonton TV dirumah.Kata kunci: pola keluarga, remaja, berisiko penyalahgunaan napza
Pengaruh Metode Psikoedukasi Terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Putri Kusumastuti, Wanodya
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4461

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh psikoedukasi seks Islami dan kesehatan reproduksi untuk menurunkan perilaku seksual pranikah pada remaja putri. Perilaku seksual pranikah adalah indikator perilaku berkencan, berciuman dan eksplorasi daerah genital. Subjek penelitian adalah siswi yang gaya berpacarannya mengarah pada indikator perilaku seksual pranikah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan skala perilaku seksual pranikah. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap perubahan perilaku seksual pranikah serta uji beda untuk mengetahui besarnya pengaruh psikoedukasi terhadap perubahan perilaku seksual pranikah. Hasil analisis uji ANOVA menunjukkan kedua psikoedukasi tidak mampu mengubah perilaku seksual pranikah. Namun, berdasarkan uji beda menunjukkan bahwa psikoedukasi seks Islami lebih efektif menurunkan salah satu indikator perilaku seksual pranikah yaitu perilaku berciuman daripada psikoedukasi kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi seks Islami lebih efektif menurunkan indikator perilaku berciuman pada siswi. Kata kunci : islami, psikoedukasi, seks
KEMAMPUAN KOMUNIKASI IBU-ANAK TENTANG SEKSUALITAS DITINJAU DARI TINGKAT PENGETAHUAN IBU Lestari, sri; purwandari, eny
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4620

Abstract

Kajian mengenai pendidikan seksualitas terhadap remaja menunjukkan bahwa peran keluarga masih rendah. Hambatan utama yang dialami oleh orangtua dalam menjalankan peran sebagai pendidik seksualitas adalah kurangnya informasi yang akurat tentang seksualitas dan kurangnya kemampuan dalam mengkomunikasikannya dengan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat pengetahuan ibu tentang seksualitas dengan kemampuannya mengkomunikasikan seksualitas pada anak. Tingkat pengetahuan ibu diukur dengan skala pengetahuan seksualitas, dan kemampuan komunikasi dengan skala kemampuan komunikasi. Subjek penelitian berjumlah 78 orang ibu yang diambil dengan teknik purposive random sampling. Ciri-ciri yang diberlakukan untuk subjek adalah berpendidikan SMA ke atas dan memiliki anak yang masih bersekolah di SD. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan alat bank komputer program SPS 2000 dengan teknik analisis uji korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh nilai r = 0.266, r2 = 0.071 dan p = 0.017. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan komunikasi. 
Adegan Dewaruci Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Purwa: Tinjauan Aspek Pembentukan Kepribadian Sehat Setiawan, Heru
Indigenous Vol. 7, No. 2, November 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4647

Abstract

Tokoh bima merupakan salah satu tokoh cerita wayang kulit purwa yang saling populer. Salah satu alasannya yang menaikkan popularitas bima adalah adanya citra spiritualitas yang disebabkan oleh adanya lakon carangan berjudul Dewaruci. Inti dari cerita dewaruci adalah pada adegan bima bertemu dengan dewaruci. Tujuan dalam penelitian ini adalah menggali nilai yang terkandung dalam adegan Dewaruci serta penggambaran citra pribadi sehat ideal yang ditawarkan. Dari hasil analisis naskah dan wawancara dengan narasumber terpilih, terungkap bahwa peningkatan spiritual merupakan hal terpenting dalam cerita pribadi ideal dalam adegan dewaruci. Peningkatan spiritualitas tersebut merupan proses untuk terus menerus bertumbuh dalam membentuk kualitas kesucian hati sebagai sarana mencapai tujuan hidup, yaitu kebahagiaan sejati setelah kematian. Proses peningkatan spiritual disini didasarkan pada tiga hal pokok, yaitu pemahaman tujuan, pengenalan dan pengendalian diri secara menyeluruh meliputi aspek fisik, psikis dan spiritual serta orientasi spiritual dalam perilaku. 
PERII.AKU ABORSI PRANIKAH Pembayun, Sari Ratih; Lestari, Rini
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4752

Abstract

Aborsi merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai-nilai sosial, budaya dan agama yang hidup di masyarikat Indonesia. Aturan normatif sosial, budaya dan agama juga menolak adanya aborsi. Di Indonesia aborsi ilegal dan tidak aman ternyata masih menjadi pilihan bagi banyak perempuan yang hamil karena hubungan seksual pranikah, padahal tidak sedikit pelaku aborsi yang paham bahwa sebenarnya aborsi memiliki resiko berbahaya dari segi medis, fisik maupun psikis.  Alasan yang seringkali dikemukakan oleh pelaku aborsi justru merupakan alasan yang bersifat non medis terutama bagi aborsi pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan periiaku aboisi pranikah dan bagaimana dinamika psikologisnya. Subyek utama pada penelitian ini adalah perempuan yang belum menikah, berusia 17 - 25 tahun dan pernah melakukan aborsi. Data-data penelitian diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis dengan menggunakan induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek penelitian melakukan aborsi pranikah disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rasa cemas, malu kepada teman, tetangga dan keluarga karena telah mencemarkan nama baik keluarga, belum menikah dan kalau melahirkan tak akan ada bapaknya, takut, belum siap karena masih sekolah atau belum bekerja sehingga tak bisa merawat anak. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi subyek sehingga melakukan aborsi pranikah adalah pacar mengelak perilakunya dan tak bertanggungjawab, ada dorongan dari orangtua untuk melakukan aborsi, dukungan dari pacar dan teman, kemudahan dalam mendapatkan obat atau jamu untuk membantu proses aborsi, kebijakan dikeluarkan dari sekolah dan adanya dukun atau dokter yang mau membantu proses aborsi. Kedua faktor tersebut (internal dan eksternal) tidak berdiri sendiri tetapi saling berinteraksi dalam mewujudkan perilaku aborsi pranikah. 
DEPRESI PADA DIFABEL AKIBAT KECELAKAAN Setyowati, Rini; Anganthi, Nisa Rachmah Nur; Asyanti, Setia
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i2.2621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis yang terjadi pada difabel akibat kecelakaan yang mengalami depresi, sehingga dapat disusun sebuah program sebagai upaya untuk mengatasi depresi pada difabel akibat kecelakaan. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 6 difabel akibat kecelakaan yang tergolong dewasa awal (berusia 22-29 tahun), dan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) untuk mengukur tingkat depresinya. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa kejadian traumatis (kecelakaan) dan perubahan kondisi fisik akibat kecelakaan menyebabkan difabel memiliki reaksi emosi negatif seperti sedih dan mudah marah, sehingga mengalami depresi. Selain itu, depresi pada difabel akibat kecelakaan terkait dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi yang dimilikinya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah program pelatihan ketrampilan regulasi emosi sebagai upaya untuk mengatasi depresi pada difabel akibat kecelakaan.

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue