cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
Peran Self Compassion Terhadap Kecerdasan Emosi pada Remaja Tunadaksa Septiyani, Dyah Aprillia; Novitasari, Resnia
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan kecerdasan emosi pada remaja tuna daksa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebagai pengambilan sample subjek, remaja tunadaksa, baik yang memiliki disabilitas dari faktor bawaan maupun karena sebab lainnya (sakit, bencana, kecelakaan)baik laki-laki maupun perempuan dengan kriteria rentang usia 14-20 tahun, melibatkan 40 responden sebagai subjek. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan emosi yaitu Mayer Salovey Caruso Emotional Intelligence Test dan skala self compassion. Skala ini diadministrasikan kepada responden untuk mengungkap variable self compassion dan kecerdasan emosi. Hasil analisis menunjukan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara self compassion dan kecerdasan emosi.Kata kunci : kecerdasan emosi, remaja tunadaksa, self compassion
PSIKOPROFETIK DALAM PENANGGULANGAN KORBAN NAPZA Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4601

Abstract

Peredaran narkotika di Indonesia telah mencapai prevalensi 0.065% penduduk itu berarti 105.000 orang, padahal angka itu adalah baru sepersepuluh dari gunung es para korban. Berdasarkan logika mafia, perkembangannya seperti bisnis multi level marketing, dengan uang beredar 4.93 hingga 14.73 triyun rupiah hanya di pemakai saja belum yang beredar pada bisnis terkaitnya seperti prostitusi, judi, minuman keras dan juga kejahatan. Korban terus berjatuhan. Upaya terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, termasuk rehabilitasi. Salah satu metode rehabilitasi yang dikembangkan adalah terapi komunitas dengan basik psikoprofetik. Metode intergratif (syumuli), ilmiah-amaliyah, psikofisik, sosio-religi. Berbagai program implementasi dikembangkan seperti kegiatan ritual keagamaan, olah fikir, olah psiko-fisik, kreativitas dan hobi, psiko-sosial dan konseling. Asumsi dasar yang dipakai bahwa para korban narkotik adalah terbiarkannya potensi insaniyah dan potensi hidayah yang telah disediakan oleh Allah sang Pencipta baik melalui diri manusia (alam mikrokosmos: akal, hati, ruh, nafs, fitrah) dan juga alam raya (alam makrokosmos).
Identifikasi Faktor – Faktor Test 16 PF yang Mendasari Sifat – Sifat Kepribadian Karyawan Pemkot Surakarta Partini, Partini
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4637

Abstract

Identifikasi faktor – faktor kepribadian dari test 16 PF perlu dilakukan dengat teknik analisis faktor dan sebelum analisis faktor dilakukan, maka test 16 PF harus teruji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor test 16 PF yang mendasari sifat – sifat kepribadian karyawan Pemerintah Kota Surakarta yang mengikuti program “Human Flow Resource” pertama tahun 2000. Sebanyak 268 lembar jawaban subyek, digunakan untuk analisis faktor, sedangkan sebanyak 153 lembar jawaban subyek digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis butir menunjukkan bahwa dari 16 faktor primer, tiga faktor primer diantaranya: Faktor G, Faktor M, dan Faktor Q4, masing – masing terdapat satu butir yang gugur. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa, identifikasi terhadap faktor – faktor menghasilkan 6 faktor baru dengan presentase varians yang dapat dijelaskan 52,347%. Pemberian nama terhadap faktor – faktor baru berdasarkan faktor – faktor yang mendukungnya. Nama – nama faktor baru tersebut sebagai berikut: faktor I adalah progresif; faktor II adalah sosial unadaptive; faktor III adalah wawasan kreatif; faktor IV adalah labilitas emosi; faktor V adalah keyakinan diri; faktor VI adalah kewaspadaan.
KEPUASAN KERJA DITINJAU DARI KOMITMEN ORGANISASI DAN IKLIM ORGANISASI PADA KARYAWAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA. Satria, Yudhi
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi komitmen organisasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan dilingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Subjek yang dipilih sebagai sampel penelitian ini adalah karyawan tetap (dosen dan administrasi) pada Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang berusia 20-50 tahun, baik berjenis kelamin pria maupun wanita, secara random sampling berjumlah 300 orang. Hipotesis yang diajukan adalah hipotesis mayor yaitu ada hubungan antara komitmen organisasi dan iklim organisasi dengan kepuasan kerja karyawan yang bekerja pada amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan tinggi, sedang hipotesis minor yang diuji adalah (1) ada hubungan positif antara komitmen organisasi dengan kepuasan kerja karyawan yang bekerja pada amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan tinggi; (2) ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja karyawan yang bekerja pada amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan hipotesis mayor dan minor diterima.
SENSE OF HUMOR SEBAGAI LANGKAH MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI GURU PPL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Sungkar, Yuslam; partini, Partini
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sense of Humor yang dimiliki guru PPL terhadap tingkat kepercayaan diri mereka pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Di mana pada awal penelitian sebesar 80% dari 20 orang guru PPL menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Subjek penelitian adalah 338 mahasiswa FKIP UMS yang sedang menjalani proses PPL yang  dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling (Area Sampling) yaitu teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel bilamana subjek yang akan diteliti berbentuk kelompok. Penelitian ini menggunakan  instrument ukur berupa skala kepercayaan diri yang disusun berdasarkan Lauster (1997) dan skala Sense of Humor yang diadaptasi dari The Multidimensional Sense of Humor Scale (MSHS). Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPS dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara sense of humor dengan kepercayaan diri.  Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara Sense of Humor dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,512 dengan p=0,000 (p<0,01) artinya semakin tinggi Sense of Humor maka semakin tinggi kepercayaan dirinya atau sebaliknya semakin rendah Sense of humor maka semakin rendah pula kepercayaan diri seseorang. Bobot sumbangan efektif (SE) dari variabel Sense of humor terhadap kepercayaan diri sebesar 26,2 %, berarti masih terdapat 73,8 % variabel-variabel lain yang mempengaruhi kepercayaan diri di luar variabel Sense of Humor.
Keterlibatan Lansia dalam Pengajian: Manfaat Spiritual, Sosial, dan Psikologis Sulandari, Santi; Wijayanti, Mei; Pornamasari, Ria Dessy
Indigenous Vol. 1 No. 2, November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i2.2906

Abstract

Peningkatan jumlah lansia dari tahun ke tahun menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang harus dihadapi termasuk didalamnya masalah kesejahteraan psikologis. Aktivitas keagamaan adalah salah satu alternatif untuk mencegah masalah-masalah tersebut. Salah satu aktivitas keagaman yang sering dilakukan masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di Solo adalah pengajian. Penilitian ini bertujuan untuk memaparkan manfaat-manfaat yang diperoleh lansia dengan mengikuti pengajian. Adapun kriteria informan penelitian ini adalah individu yang berusia 60 tahun keatas, mengikuti pengajian, dan tinggal di Solo. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan pada saat pengajian meliputi: mendengarkan ceramah agama; bertadarus; kajian As-Sunnah; belajar tajwid; kajian tafsir; mengundang dan menyantuni anak yatim; dan membaca doa-doa. Lansia yang mengikuti pengajian tidak hanya mendapatkan manfaat spiritual (mendapatkan ilmu baru terkait pengetahuan agama) tetapi juga manfaat sosial (mempererat tali silahturami, menambah pertemanan, dan berbagi pengetahuan) serta manfaat psikologis (perasaan senang). Penelitian ini juga menekankan bahwa, pada beberapa informan, manfaat spiritual dan sosial juga dapat berujung pada manfaat psikologis. Kata kunci : aktivitas, keagamaan, manfaat, pengajian
GENERASI SHINCHAN Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 3, No. 2, November 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4557

Abstract

Hiburan bagi anak-anak adalah sebuah kebutuhan. Ia dapat dijadikan sarana untuk pendidikan, misalnya adalah film kartoon TV. Film adalah model tayangan yang bersifat multimedia, yang menempati bentuk hiburan yang disukai oleh anak-anak. Kualitas film yang ditentukan isi dan jenis informasinya. Sebagai sebuah hasil peradaban informasi yang dikemas dalam film tidak selalu bebas nilai. Perbedaan tujuan dari produser dengan pasar cukup memengaruhi hasil akhir film tersebut. Demikian juga perbedaan budaya asal pembuatan film tersebut dengan budaya pemirsa dapat menjadi sebab terjadinya perbenturan nilai, yang tidak jarang bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dianut oleh komunitas lain. Film kartoon Shinchan yang akhir-akhir ini mengundang komentar dan keprihatinan dipandang sebuah film hasil peradaban yang ditengarai berisi persoalan desakralisasi nilai-nilai agama. Hal ini terlihat misal dari kata-kata kotor, jorok, kasar dan asbun kepada orang tua. dalam makalah ini akan dikaji “Generasi Shinchan”, berdasarkan data-data polling Jawa Pos dengan pendekatan Cultivation analysis, yakni sebuah metode yang dapat digunakan untuk menganalisis akibat-akibat ideologis dan kultural dan informasi massal terhadap anak-anak.
MOTIVASI DAN NILAI HIDUP MASYARAKAT KAUMAN DALAM MELAKUKAN RITUAL ADAT BUKA LUWUR DI MAKAM SUNAN KUDUS Falah, Reynal; Ngemron, Moch; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan jalannya proses ritual adat buka luwur dimana ada motivasi yang sifatnya kolektif serta nilai hidup yang menjadi pegangan masyarakat kauman itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yang menjadi tempat pelaksanaan ritual adat buka luwur. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa yang menjadi motivasi masyarakat Kauman adalah motivasi beragama yang mana mempunyai tujuan sebagai sebuah bentuk penghormatan terhadap Sunan Kudus. Nilai hidup masyarakat Kauman yang melandasi ritual ini adalah nilai-nilai agama dalam hal ini adalah agama Islam yang menjadi pedoman dalam keseharian dari masyarakat Kauman. Dari ritual ini muncul dampak yang sifatnya lahiriah antara lain berupa  menjadi ringan dalam berderma dan sisi batiniah antara lain adalah kepuasan batin. 
MENGUNGKAP NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PERMAINAN TRADISIONAL GOBAG SODOR Siagawati, Moniqa; Prastiti, Wiwin Dinar; Purwati, Purwati
Indigenous Vol. 9, No.1, Mei 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v9i1.1620

Abstract

Nilai merupakan faktor yang mendukung untuk berbuat baik atau buruk, benar atau salah. Nilai mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk melakukan tindakan. Permainan lebih disukai anak dalam menanamkan nilai karena sifatnya yang bebas dan menyenangkan. Permainan tradisional seperti gobag sodor dianggap mampu menanamkan sejumlah nilai positif pada anak. Namun sayangnya permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam permainan tradisional gobag sodor Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Dari penelitian ini didapatkan wawasan yang lebih luas mengenai latar belakang permainan gobag sodor.Nilai-nilai dalam permainan gobag sodor dapat dirangkum menjadi tiga aspek, yaitu aspek jasmani, aspek psikologis, aspek sosial. Transfer nilai dalam permainan gobag sodordapat terjadi dalam beberapa cara yaitu, penghayatan langsung, terbiasa melakukan, menirukan orang yang lebih tua dan pengarahan dari guru dan orang tua. Transfer nilai melalui permainan gobag sodor juga memiliki keterbatasan seperti keterbatasan lahan atau kalah bersaing dengan permainan modern. Namun, permainan gobag sodor masihakan mampu bertahan dengan potensi yang dimilkinya.
PERAN MOTIVASI DALAM PENINGKATAN PERFORMANSI INDIVIDU Yunita, Rosana Dewi
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4777

Abstract

Pada dasarnya setiap individu memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu yang bertujuan. Hal tersebut biasa disebut motivasi. Motivasi merupakan salah satu faktor performansi yang menjadi perhatian masyarakat dalam memandang perbuatan atau perilaku individu atau kelompok. Bermacam studi atau teori membahas tentang kekompleksan motivasi yang dimulai dari “unsatisfied needs”. Faktor lingkungan juga sangat memengaruhi perilaku ini. Namun  dengan memengaruhi faktor environmental atau faktor motivation drives tertentu, dapat diprediksi pola perilaku yang dihasilkan. Hal ini dapat mendorong untuk memanage pola perilaku tertentu. 

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol 3, No 2 (2018): November Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue