cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
Kualitas Interaksi Sosial antara Penjual dan Pembeli di Taman Pintar Book Store Yogyakarta Panggabean, Amestia Prasinata
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4460

Abstract

Interaksi sosial antara penjual dan pembeli terjadi karenahubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan menguntungkan. Penjual membutuhkan pembeli untuk membeli barang dagangannya, dan pembeli membutuhkan penjual untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan kualitas interaksi sosial pada pagi, siang, dan sore hari. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif terhadap 8 subjek dengan usia antara 21 sampai 29 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Metode pengumpulan data adalahobservasi dan wawancara. Teknik pencatatan behavior tallying and charting selama 3 jam sebagai sampel berdasarkan 11 indikator dan 6 interval. Jenis wawancara yang dilakukan adalah wawancara survey. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan ada 11 indikator yang digunakan untuk menilai interaksi yang dilakukan oleh penjual dengan persentase interaksi sosial tertinggi terjadi pada siang hari yaitu 34,43%, serta 4 faktor utama yang mempengaruhi interaksi sosial antara penjual dan pembeli.Kata kunci : interaksi sosial, pembeli, penjual
PSIKOLOGI TRANSPERSONAL: KASUS SHALAT Wibisono Adi, Arif
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4614

Abstract

Psikologi Transpersonal merupakan integrasi dari hikmah tradisi dunia spiritual dan kajian psikologi modern. Dalam pandangan transpersonal, Shalat merangsang ruh seseorang (aku yang fana-mikrokosmos) untuk menemui Ruh Ilahiah (AKU yang kekal-makrokosmos). Hal ini mengembangkan suatu pengalaman puncak atau suatu taraf kesadaran yang lebih dalam. Ketika kita mendekati kondisi ini, berbagai kekuatan dari ruh mulai muncul: kedamaian, kegembiraan, cinta kasih, kebahagiaan, dan kekuatan. Masuknya kualitas-kualitas ruh ini ke dalam kehidupan kita memberikan solusi bagi kebingungan dan derita kita. Pertumbuhan, transformasi, dan kesehatan akan dibangkitkan. 
Kekerasan dalam Budaya: Pelajaran dari Madura Taufik, taufik
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4642

Abstract

Pengertian kekerasan selalu berbeda bila dihadapkan pada kelompok mana yang dinilai. Perbedaan pengertian kekerasan tersebut sangat terkait dengan budaya yang berlaku. Seperti halnya pada etnis Madura yang dikenal sebagai etnis yang dekat dengan  kekerasan. Berbagai bentuk kekerasan seperti kerusuhan antar etnis banyak didalamnya terkait denga etnis Madura, sehingga kekerasan seakan begitu melekat pada etnis Madura dan menjadi budaya tersendiri. Tulisan ini mencoba menguraikan tentang fenomena kekerasan dalam budaya etnis Madura, yang akan dikupas dalam pendekatan teori belajar sosial.
PENGARUH PELATIHAN ASERTIVITAS TERHADAP PENINGKATAN HARGA DIRI (EFFECTS OF ASSERTIVE TRAINING ON INCREASING THE LOW SELF ESTEEM) Iriani, Niken
Indigenous Vol. 2, No. 2, November 1995
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4747

Abstract

Assertive training is the procedural training for helping people acquire appropriate emotional ekpressiveness in social and interpersonal situation.          This study investigated the effects of assertive training on increasing self esteem of student in  Indonesia.          Fourteen students participated in this study, 7 in experimental group and 7 in the control group. Self esteem scale was administered before and after the training.          The analysis of covariance was used to find out whether the Self Esteem Scales score differed before and after training. Result of these analysis showed that SESs score difference on after the training (P,0.002).          The result of this study showed that assertive training was effective on increasing the low self esteem. This study support the notion that assertiveness results in increased self respect and self confidence. It enhances sense of dignity as human beings.
DINAMIKA PSIKOLOGIS NARAPIDANA ANAK PELAKU PEMBUNUHAN: STUDI KASUS DI LAPAS ANAK KUTOARJO Alifah, Arinal Maftukh; Prihartanti, Nanik; Rosyidi, Imron
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian kriminalitas remaja menyebutkan bahwa pelaku kejahatan kekerasan yang masih berusia anak-anak  banyak yang berasal dari rumah yang tidak harmonis, anak-anak dari latar belakang sosial-ekonomi rendah, anak-anak dengan akses senjata tanpa pengawasan yang cukup, anak-anak yang pernah mengalami kekerasan dan pengabaian, serta anak yang menggunakan atau menyalahgunakan zat adiksi terlarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika psikologis narapidana anak pelaku pembunuhan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 2 anak laki-laki narapidana pelaku pembunuhan, pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling. Karakterstik informan sebagai berikut : a) Seorang narapidana anak, b) laki-laki, c) Berusia antara 8-18 tahun, d) Belum menikah, e) Berada dalam pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Anak di Kutoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek psikologis yang mempengaruhi anak di bawah umur melakukan pembunuhan di antaranya kecemasan, kecenderungan gangguan patologis, frustasi, tertekan, konflik dan balas dendam. Adapun faktor eskternal yang mempengaruhi anak di bawah umur melakukan pembunuhan adalah kondisi keluarga yang tidak harmonis, pengaruh teman sebaya, dan diperberat oleh alkohol serta teradiksi judi online. Aspek psikologis dan faktor eksternal yang melatarbelakangi anak melakukan pembunuhan memiliki hubungan korelasional.
Pengaruh Trust Terhadap Berbagi Pengetahuan Melalui Mediasi Komitmen Organisasi pada Dosen Perguruan Tinggi Badar, Ery Faisal; Seniati, Ali Nina Liche
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4459

Abstract

Berbagi pengetahuan merupakan hal dasar dalam sebuah organisasi baik orgnasasi bisnis maupun pendidikan seperti pada Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi adalah organisasi pendidikan dimana knowledge (pengetahuan) banyak diciptakan dan digunakan secara terus menerus dan berkesinambungan. Berbagi pengetahuan tidak hanya dosen kepada mahasiswa tetapi juga kepada sesama kolega. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dosen dalam berbagi pengetahuan. Dosen sebagai salah satu sumber daya Perguruan Tinggi, memilik dua jenis pengetahuan yaitu explicit knowledge (data maupun dokumen) dan juga tacit knowledge (pengetahuan yang bersifat subjektif serta berbasis pengalaman). Dua jenis pengetahuan ini merupakan aset penting dalam organisasi yang harus dikomunikasikan antar individu ataupun organisasi. Hal ini dimaksud agar proses berbagi pengetahuan (knowledge sharing) berjalan baik untuk mendukung berbagai keputusan.  Penciptaan knowledge dalam sebuah organisasi tercapai melalui pemahaman terhadap hubungan proses mengubah tacit knowledge yang ada menjadi pengetahuan yang mudah dikomunikasikan dan mudah didokumentasikan, serta melalui desain proses sosial dengan mengalihkan tacit knowledge ke dalam explicit knowledge untuk menciptakan sebuah knowledge baru.Kegiatan berbagi pengetahuan di dalam sebuah organisasi pendidikan seperti Perguruan Tinggi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti trust dan komitmen organisasi. Trust dan komitmen organisasi mempengaruhi sejauh mana dosen akan berbagi pengetahuan sesama koleganya. Semakin tinggi trust antara dosen danrekan kerja serta komitmen organisasi dalam sebuah organisasi pendidikan, maka akan terdapat kecenderungan yangsangat besar bagi mereka untuk melakukan berbagi pengetahuan. Penelitian ini didasari oleh teori Hoff dan Weenan (2004) untuk berbagi pengetahuan, McAllister (1995) untuk trust, dan Meyer dan Allen (1997) untuk komitmen organisasi.Kata kunci : berbagi pengetahuan, komitmen organisasi, trust
HUBUNGAN ANTARA LATAR BELAKANG PSIKOLOGIS DAN LATAR BELAKANG EKONOMI DENGAN KECENDERUNGAN PSIKOPAT PADA ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH ANAK BANGSA SEMARANG Purwandari, Eny
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4590

Abstract

Latar belakang kehidupan anak akan berpengaruh pada sikap dan prilaku seseorang,khususnya pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara latar belakang psikologis dan latar belakang ekonomi dengan kecenderungan psikopat pada anak jalanan di rumah singgah Anak Bangsa Semarang. Penelitian ini dilakukan pada 75 anak jalanan yang menjadi binaan rumah singgah Anak Bangsa Semarang. Metode masing-masing variabel adalah normal dengan kai kuadrat secara berturut-turut 12,433;13,249; 8.70 dengan p>0,05. Uji linieritas latar belakang psikologi dengan kecenderungan psikopat diperoleh R= 0,001; F= 0,051 dengan p>0,005, sedangkan latar belakang ekonomi dengan kecenderungan psikopat diperoleh R=0,007; F=0,063 dengan berarti signifikan, ada hubungan antara latar belakang Psikologis dan latar belakang ekonomi dengan kecenderungan psikopat pada anak jalanan. 
DINAMIKA PSIKOLOGIS PENGABDIAN ABDI DALEM KERATON SURAKARTA PASKA SUKSESI Allimin, Fadzar; Taufik, Taufik; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4710

Abstract

Abdi dalem merupakan orang mengabdi pada Keraton, pengabdian abdi dalem ini telah dilakukan selama belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengabdian Abdi Dalem Keraton Surakata Hadiningrat, Dinamika Psikologis Abdi Dalem Paska Suksesi, dan Konsekuensi dari suksesi dua raja. Informan dalam penelitian ini adalah 4 orang, yang terdiri dari 3 orang abdi dalem dan 1 sentono dalem. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kebimbangan, was-was, tidak tenang pada abdi dalem paska suksesi yang menghasilkan dua raja, namun hal tersebut tidak berlangsung lama dikarenakan prinsip pengabdian. Pengabdian menurut abdi dalam adalah (1) sama dengan bertapa, tidak mengharapkan upah, pangkat atau kedudukan, (2) mengabdi juga harus ikhlas bukan karena uang, (3) pengabdian kepada Keraton adalah dengan setia kepada Keraton, melaksanakan tugas yang diberikan raja yaitu memancarkan budaya Jawa dikalangan masyarakat, (4) mengabdi yang pertama adalah kepada Keraton untuk mencari berkah, yang kedua adalah raja. Latar belakang abdi dalem memutuskan mengabdi kepada keraton adalah (1) mencari berkah keraton dengan cara mengabdi, (2) rasa bangga dan senang menjadi abdi dalem, (3) rasa berhutang budi pada salah satu pusaka Keraton (Kyai Selamet), (4) keinginan untuk memancarkan kebudayaan Jawa, (5) mendapatkan ajakan dari orang yang pernah mengabdi kepada Keraton Surakarta, (6) mendapatkan cerita dari orang yang menjadi abdi dalem Keraton, (7) mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Tidak ada konsekuensi yang berat akibat peralihan kekuasaan terhadap abdi dalem, walaupun abdi dalem sempat mengalami kecemasan, kebingungan dan keragu-raguan. Abdi dalem tetap mengabdi kepada Keraton Surakarta.
KECEMASAN PADA PENGANGGURAN TERDIDIK LULUSAN UNIVERSITAS Isnaini, Nikmah Sari Nur; Lestari, Rini
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh lulusan universitas yang menganggur dan mengetahui kondisi pengangguran terdidik lulusan universitas. Metode kuantitatif deskriptif dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini adalah lulusan universitas yang sedang aktif mencari pekerjaan di ACEC (Alumny Career & Employment Center) Universitas Muhammadiyah Surakarta, minimal 2 bulan dinyatakan lulus dan usia lebih dari 23 tahun. Penelitian ini menggunakan skala kecemasan TMAS dan menggunakan kuesioner terbuka tentang pengangguran terdidik lulusan universitas. Hasil menunjukkan bahwa pengangguran terdidik lulusan universitas tidak mengalami kecemasan dalam menghayati keadaannya sebagai pengangguran. Hal ini berdasarkan hasil prosentase yang menunjukkan bahwa 94% pengangguran terdidik lulusan universitas tidak mengalami kecemasan, 6% untuk kategori agak cemas, 0% cemas tinggi dan 0% sangat cemas. Pengangguran terdidik lulusan universitas yang aktif mencari lowongan pekerjaan 58% adalah laki-laki, 46% anak pertama dan 38% lulusan universitas yang jumlah penghasilan orang tuanya kurang dari 2,5 juta rupiah. Soft skill yang diperoleh sebagian besar lulusan universitas semasa kuliah, yaitu 94% memperoleh ketrampilan di bidang komputer dan Bahasa Inggris, 58% responden memperoleh pelatihan enterpreneurship, leadership dan ketenagakerjaan. Mayoritas lulusan universitas merasa cemas/khawatir saat saat melamar pekerjaan dengan prosentase 58%.
Status Ibu dan Pengaruhnya dalam Kecerdasan Moral Anak Pra-Sekolah Raihana, Permata Ashfi; Wulandari, Wiwik
Indigenous Vol. 1 No. 2, November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.2905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari apakah ada perbedaan status kecerdasan moral pra sekolah dengan status ibu yang bekerja dan ibu rumah tangga dalam. Subyek penelitian adalah anak pra sekolah yang berusia 5-6 tahun di salah satu TK di Klaten yang berjumlah 68 anak. Teknik sampling yang digunakan dengan studi populasi. Pengukuran kecerdasan moral di ukur menggunakan sebuah booklet dengan gambar situasi-situasi yang memerlukan tindakan moral. Analisis yang digunakan adalah dengan T-test. Hasil dari penelitian ini menyatakan tidak ada perbedaan kecerdasan moral anak ditinjau dari status ibu, baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai pekerja. Hal ini dibuktikan dengan ditolaknya hipotesis dengan nilai t = 1,080 dengan p=0,285 (p>0,05), yang berarti bahwa tidak ada perbedaan pada kecerdasan moral anak usia pra sekolah ditinjau dari status ibu.   Kata kunci : anak pra sekolah, ibu pekerja, ibu rumah tangga, kecerdasan moral, status ibu

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue