cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
PERBEDAAN KETANGGUHAN PRIBADI (HARDINESS) ANTARA SISWA DAN SISWI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAERAH RAWAN ABRASI Mahmudah, Imroatul
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i2.1657

Abstract

Kecamatan Sayung Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah rawan abrasi. Banyak pelajar remaja kurang memiliki fasilitas belajar yang memadai karena kondisi ini. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui perbedaan ketangguhan pribadi antara siswa dan siswi di Sekolah Menengah Pertama daerah rawan abrasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu adaperbedaan ketangguhan pribadi antara siswa dan siswi di Sekolah Menengah Pertama daerah rawan abrasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII laki-laki dan perempuan di SMP N 1 Sayung, Demak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling cluster. Skala yang digunakan adalah skala ketangguhan pribadi yang disusun oleh Munawarah(2008) dengan beberapa perubahan berdasarkan teori Kobasa (1979). Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan fasilitas SPSS 15 for windows, dengan teknik analisis t-tes, menghasilkan nilai t = 1.190 (p = 0.327) atau p < 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan ketangguhan pribadi siswa dan siswi di sekolah menengah pertama daerah rawan abrasi. Akan tetapi hasil rerata menunjukkan rerata siswa laki-laki lebih rendah dibanding rerata siswa perempuan (62,89 < 64,24) artinya siswa perempuan mempunyai ketangguhan pribadi yang lebih tinggi.
Keputusan Menjadi Muslimah Amatullah, Muna Faiza; Rachmah, Nisa; Ariyanto, M. Darojat
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.5654

Abstract

Islam adalah agama terbesar kedua dunia setelah Kristen. Namun pada beberapa tahun terahir populasi muslim mengalami peningkatan yang cukup signifikan.Peningkatan ini tidak hanya disebabkan pertumbuhan penduduk namun juga perpindahan agama atau konversi agama.  Perpindahan tersebut membutuhkan proses pengambilan keputusan yang kompleks.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami proses pengambilan keputusan pada individu yang melakukan konversi agama atau disebut sebagai muallaf. Penelitian ini difokuskan pada muallaf perempuan usia dewasa awal.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan terdiri dari 4 muallaf dengan kriteria 1) perempuan berusia 20-40 tahun; 2) mengikrarkan syahadat tidak lebih dari 3 tahun lalu; 3) keputusan pribadi. Metode pengumpulan data adalah wawancara mendalam. Sedangkan metode analisis data menggunakan metode fenomenlogi Moustakes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pengambilan keputusan menggunakan pendekatan intuitif, karena cenderung cepat dan tidak melewati tahap pemilihan alternatif sedangkan faktor yang mendukung pengambilan keputusan yaitu a) kebermanfaatan untuk diri sendiri; b) keyakinan; (c) kesadaran. 3) Tipe konversi dikelompokkan menjadi 2 yaitu mendadak dan bertahap sedangkan motif konversi dikelompokkan menjadi 3 yaitu motif intelektual, afeksional dan spiritual.
BENTUK-BENTUK PRODUKTIVITAS ORANG LANJUT USIA (LANSIA) Sulandari, Santi; Martyastanti, Dicka; Mutaqwarohmah, Ridma
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.1624

Abstract

Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa dimana para orang lanjut usia (lansia) merasakan penurunan-penurunan yang terjadi pada dirinya baik secara fisik dan psikologis. Para lansia menjalani dan memaknai usia lanjut dengan cara yang berbeda-beda. Ada orang berusia lanjut yang mampu melihat arti penting usia tua dalam konteks eksistensi manusia, yaitu sebagai masa hidup yang memberi lansia kesempatan-kesempatan untuk tumbuh berkembang dan memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu atau berarti untuk orang lain. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji hal-hal yang dilakukan lansia sehingga mencapai kehidupan yang produktif dan memaparkan alasan-alasan lansia memilih untuk menjalani hidup yang aktif dan produktif. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini maka digunakan angket dan wawancara. Berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan angket maka dapat diketahui bahwa sebesar 57,5% subjek penelitian menjalani hidup yang aktif dan produktif. 39,1% diantaranya perempuan dan 60,9% laki-laki. Lansia yang tergolong aktif dan produktif 100% dari mereka menyatakan bahwa mereka merasa senang dengan kehidupan yang dijalaninya saat ini. Sedangkan yang tergolong tidak atau kurang produktif, hanya 52% dari mereka yang menikmati hidupnya saat ini. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa 1. lansia mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya dan selalu aktif dengan kegiatan yang meningkatkan kesehatan fisik dan mentalnya, 2. alasan lansia masih melakukan kegiatan atau aktivitas tersebut adalah karena lansia menganggap bahwa dengan bekerja akan membuat dirinya sehat dan menyumbangkan pengalaman yang dimilikinya untuk memotivasi para generasi penerus agar mencapai prestasi yang membanggakan, serta ingin mengabdikan diri dengan sesama dan membantu sesama yang membutuhkan untuk memanfaatkan usianya yang sudah lanjut agar masih bermanfaat untuk orang lain.
KOPING TERHADAP STRES PADA MAHASISWA LUAR JAWA YANG MENGALAMI CULTURE SHOCK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Niam, Erni Khoirun
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.1615

Abstract

Mahasiswa yang memilih kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan memiliki karakteristik sosial budaya yang sangat heterogen, yang tentu saja berbeda dengan sosial budaya kota Solo. Perbedaan-perbedaan antara kondisi di daerah asal dengan di daerah baru dapat memunculkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi seorang mahasiswa pendatang. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan skala Culture Shock untuk screening atau menentukan bahwa mahasiswa tersebut mengalami culture shock. Pengambilan data dilakukan dengan skala untuk menentukan informan, kemudian wawancara dan observasi. Kemudian akan diambil enam orang informan dari 78 orang yang dijadikan sampel dengan karakteristik: a) usia minimal 18 tahun (dewasa), b) mahasiswa laki-laki atau perempuan, c) kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta semester awal (semester dua), d) berasal dari luar Jawa, e) belum pernah tinggal di Jawa sebelum kuliah, f) sejak awal masuk kuliah tinggal di sekitar kampus (tidak tinggal di rumah saudara). Hasilnya ada 13 bentuk koping yang dilakukan mahasiswa luar Jawa untuk mengatasi culture shock yaitu: (a) mencari dukungan sosial, (b) penerimaan terhadap perbedaan, (c) keaktifan diri, (d) kontrol diri, (e) mencari hiburan, (f) tidakan instrumental, (g) religiusitas, (h) negosiasi, (i) pengurangan beban masalah, (j) harapan, (k) penghindaran terhadap masalah, (l) putus asa, (m) koping individual tidak efektif.
FAKTOR-FAKTOR ORGANISASIONAL SEBAGAI PENCETUS KECENDERUNGAN AGRESI DI TEMPAT KERJA : STUDI META-ANALISIS Harsanti, Intaglia
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i2.1662

Abstract

Artikel ini menyajikan studi meta-analisis dari literature eksperimen dan survey yang diujikan dengan menggunakan korelasi antara faktor-faktor organisasi dan agresi di tempat kerja. Jumlah subjek yang diteliti sebanyak 31 penelitian dari 20 artikel. Rangkuman analisis menunjang hipotesis bahwa faktor-faktor organisasi memiliki hubungan dengan agresi di tempat kerja. Analisis ini mengoreksi nilai kesalahan sampling dan pengukuran. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor organisasi diidentifikasikan sebagai prediktor terhadap agresi di tempat kerja.
KORELASI KECERDASAN EMOSI DAN STRES KERJA DENGAN KINERJA Hidayati, Reni; Purwanto, Yadi; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1605

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT.BRI Kebumen dengan teknik sampling acak purposive  dengan karakter- istik: usia minimum menandai 22 tahun, tingkat pendidikan minimal SLTA, tahun minimal layanan                  1 tahun. Alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data instrumen utama adalah kecerdasan emosional skala, skala stres kerja, dan skala appraissal kinerja. Berdasarkan hasil analisis den- gan dua teknik regresi prediktor, nilai R = 0.580 dan FRegresi = 11.909 dengan p <0.01. Hasil ini menunjukkan hubungan yang signi? kan antara kecerdasan emosional dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan. Artinya kecerdasan emosional dan stres kerja variabel dapat diterapkan menjadi prediktor untuk memprediksi prestasi kerja karyawan. Dari rx1y analisis korelasi parsial = 0.527 dengan p <0.01. Ini berarti ada hubungan positif  begitu signi? kan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja karyawan. Hasil yang lain, korelasi rx2y = -0.391, dengan p <0,01, berarti ada hubungan negatif  begitu signi? kan antara stres kerja dengan prestasi kerja karyawan.
COPING REMAJA AKHIR TERHADAP PERILAKU SELINGKUH AYAH Nahareko, Alfan
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.1629

Abstract

Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab ketidak harmonisan dalam keluarga. Remaja yang menjadi korban perilaku selingkuh ayah banyak sekali mengalami masalah psikologis dalam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pemilihan strategi Coping yang tepat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi remaja akhir terhadap perilaku selingkuh ayah. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui dinamika psikologis dan starategi Coping yang dilakukan remaja akhir dalam menghadapi perilaku selingkuh ayah. Adapun sampel penelitian ini adalah remaja akhir yang memiliki ayah dengan perilaku selingkuh dan bertempat tinggal di Jakarta Barat. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yaitu terdiri dari 4 orang informan utama dua pria dan dua wanita dengan berdasarkan karakteristik sebagai berikut; a) remaja akhir berusia antara 18 sampai 24 tahun; b). belum menikah; c). berdomisili di Jakarta Barat; 4 orang informan pendukung dan 2 orang remaja awal satu pria dan satu wanita berusia antara 12 sampai 15 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis remaja terhadap perilaku selingkuh ayah adalah marah dan sedih dengan perilaku selingkuh ayah. Strategi Coping yang digunakan remaja akhir dalam menghadapi perilaku selingkuh ayah adalah Problem Focused Coping, dimana remaja akhir bercerita dengan orang-orang terdekat, sedangkan pada remaja awal melakukan Emotional Focused Coping, dimana remaja awal hanya menangis dan merenung dalam menghadapi masalah.
“Saya bersyukur setiap saat” : Bagaimana Kebersyukuran Berhubungan dengan Aktualisasi Diri Nugroho, Indra Prapto; Fatiyyah, Titi
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7077

Abstract

Kondisi lingkungan yang bersifat heterogen terkadang memperhambat mahasiswa perantauan untuk melakukan aktualisasi diri. Pencapaian aktualisasi diri diduga memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri guna mencapai kesehatan psikologis. Salah satu indikator dalam proses aktualisasi diri ialah memberikan apresiasi dan pemaknaan arti hidup yang dapat diprediksikan oleh rasa bersyukur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada atau tidaknya hubungan rasa bersyukur dengan kemampuan mahasiswa perantuan melakukan proses aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi adalah mahasiswa perantauan yang berada disalah satu Universitas di Kota Palembang. Instrumen penelitian menggunakan Self-Actualization Activity Inventory (SAAI) dan The Inventory Of Undergraduates Gratitude (IUG). Hasil pengujian data menunjukan bahwa ada hubungan antara kebersyukuran dengan kemampuan aktualisasi diri pada mahasiswa perantauan (r = 0,460; p = 0,000). Kata Kunci : Aktualisasi Diri, Kebersyukuran, Mahasiswa Perantauan
STUDI KORELASI EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK : TELAAH PADA SISWA PERGURUAN TINGGI Kirana, Aulia; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara e? kasi diri dan dukungan sosial dengan prestasi akademik mahasiswa, peran e? kasi diri terhadap prestasi akademik serta peran dukungan sosial terhadap prestasi akademik. Subjek penelitian sebanyak 86 orang, diambil dari populasi mahasiswa fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala e? kasi diri dari Elias (2008), Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang dirumuskan oleh Zimet, Dahlem, Zimet & Farley (1988) dan dokumentasi nilai in- deks prestasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi dua predictor. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara e? kasi diri dan dukungan social dengan prestasi akademik dengan nilai koe? sien korelasi (R) sebesar 0,310; p = 0,015 (p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 9,6%. Peran e? kasi diri terhadap prestasi akademik sebesar 7,3% dengan dominasi aspek tingkatan dan kekuatan, sementara aspek keluasan tidak memberikan kontribusi signi? kan. Peran dukungan sosial terhadap prestasi akademik sebesar 7,1% dengan dominasi faktor dukungan teman dan dukungan keluarga, sementara dukungan orang lain yang dianggap penting tidak menunjukkan kontribusi yang signi?kan.
PERILAKU MENYONTEK DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI Kushartanti, Anugrahening
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i2.1658

Abstract

Kepercayaan diri adalah suatu bagian dari kehidupan yang unik dan berharga. Dengan kepercayaan diri yang dimiliki diharapkan ketika menyelesaikan tugas atau ujian di sekolah, siswa akan percaya pada kemampuan yang dimiliki sehingga perilaku menyontek dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Surakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini cluster non random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri dan skala perilaku menyontek. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 15.00 dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil analisis data menunjukkan ada koefisien korelasi (r) sebesar -0,425 dengan p = 0,000 (p<0,01), yang artinya terdapat hubungan negatif yang sangat sigifikan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Hal ini berarti variabel kepercayaan diri dengan segala aspek di dalamnya dapat digunakan sebagai prediktor untuk mengukur perilaku menyontek, artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin rendah perilaku menyontek.

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 3, No 1 (2018): May Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue