cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
MULTIKULTURALISME, AGAMA DAN PENDIDIKAN Khisbiyah, Yayah
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4623

Abstract

Pluralisme dan multikulturalisme telah menjadi keniscayaan didunia yang mengglobal, apakah dalam tingkatan komunitas internasional, nasional maupun lokal. Intoleransi terhadap kenyataan multikultural hanya akan membawa masyarakat majemuk mengembangkan prasangka dan kebencian. Hal ini semakin mengeskalasi ketegangan dan konflik kekerasan yang telah terjadi akibat dipicu oleh ketidakseimbangan dan ketidakadilan di dalam dan antar masyarakat. Penulis berargumentasi bahwa tingginya intoleransi terhadap pluralisme dan multikulturalisme dewasa ini berakar pada dua problem. Pertama, kegagalan sistem pendidikan yang lebih menekankan keseragaman daripada keragaman budaya. Kedua, hegernoni agama formal dengan fokusnya pada klaim pembenahan diri daripada penghormatan mutual dan dialog. Untuk mengatasi masalah ini, penulis merekomendasikan dekonstruksi paradigma lama dari sistem pendidikan dan pengajaran agama, kemudian merekonstruksi paradigma baru yang lebih toleran dan lebih apresiatif terhadap pluralisme dan multikulturalisme
HUBUNGAN ATARA SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MENJALANI DIET PADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE II Rahayu, Evi Purwaning; Lestari, Sri; Puwandari, Eny
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4651

Abstract

Kepatuhan menjalani diet adalah tindakan patuh terhadap terapi diet yang diberikan kepada individu dalam hal ini adalah bagi penderita diabetes militus tipe II (DM Tipe II). Sukses tidaknya penderita diabetes militus dapat memenuhi terapi diet dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah self efficacy. Self efficacy yaitu keyakinan seseorang bahwa dirinya melaksanakan tingkah laku yang dibutuhkan dalam suatu tugas. Tujuan enelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy denga kepatuhan menjalani diet para penderita DM Tipe II. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita DM Tipe II yang menjalani rawat jalan di poliklinik penyakit dalam di RSI Klaten yang berjumlah 50 orang. Pegambilan sampel menggunakan teknik quota non random sampling. Pengumpulan data meggunakan skala self efficacy dan skala kepatuhan menjalani diet. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan alat bantu  computer dengan program SPS 2005 dengan teknik analisis uji korelasi product moment. Dari hasil analisis diperoleh r = 0,560 dengan p = 0,000 dan r² = 0,313. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan yag sangat signifikan antara self efficacy drbgan kepatuhan menjalani diet pada penderita diabetes mellitus tipe II.
DINAMIKA PSIKOLOGI HARGA DIRI PADA WARIA Pahlawani, Novita; Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4755

Abstract

Harga diri adalah evaluasi individu terhadap dirinya sendiri yang dinyatakan sebagai perasaan mampu, berhasil dan berharga yang tidak dapat ditinggalkan individu dalam proses sosialnya. Waria adalah seorang laki-laki yang mengidentffikasikan dirinya sebagai perempuan. Mulai dari pakaian, penampilan bentuk tubuh, sifat, perilaku, dan naluriahnya pun hanya tertarik pada pria serta mempunyai keinginan untuk mengubah jenis kelaminnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika psikologis harga diri pada waria. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 4 orang waria yang berada di karisidenan Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi harga diri yang tinggi dan harga diri yang rendah. Harga diri yang tinggi mempunyai ciri-ciri yaitu sanggup mengatasi masalah-masalah kehidupan, merasa cocok dengan kehidupannya, tidak mengalami kesulitan dalam proses sosialisasi, dan ditunjukkan oleh sikap aktif, tidak mudah putus asa, mudah bergaul, semakin hormat terhadap orang lain. Harga diri yang rendah mempunyai ciri-ciri kurang aktif, kurang percaya diri, kesulitan dalam proses sosialisasi, dan ditunjukkan dengan sikap yang minder pasif, mudah putus asa, dan sukar bergaul.  
Cinderella Complex dalam Perspektif Psikologi Perkembangan Sosial Emosi Zain, Tsurayya Syarif
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.2222

Abstract

Cinderella Complex adalah kecenderungan perempuan untuk tergantung secara psikis, yang ditunjukan dengan adanya keinginan yang kuat untuk dirawat dan dilindungi orang lain terutama laki-laki, serta keyakinan bahwa suatu dari luarlah yang akan menolongnya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan cinderella complex dalam perspektif psikologi dalam perkembangan sosial dan emosional. Selain itu juga melihat bangaimana faktor-faktor penentu Cinderella Complex. Berdasarkan hasil pengkajian dari berbagai sumber mengenai Cinderella Complex munculnya Cinderella complex pada diri seorang perempuan tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain: Pola asuh orang tua, Kematangan Pribadi, dan Konsep Diri. Dalam perspektif perkembangan gender, Cinderella Complex pada perempuan dipengaruhi oleh budaya setempat yang mempersepsikan perempuan sebagai makhluk yang lemah dan tidak bisa mandiri.Kata kunci : cinderella complex, faktor-faktor, psikologi perkembangan
Coping Stres pada Caregiver Pasien Stroke Fajriyati, Yasrin Nur; Asyanti, Setia
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.5460

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Setiap tahunnya, hampir 6 juta orang dari seluruh dunia meninggal akibat stroke. Diperkirakan 25–74% penderita stroke di seluruh dunia membutuhkan bantuan seseorang untuk menjalankan kegiatannya, seseorang yang menyediakan bantuan bagi penderita penyakit kronis seperti stroke disebut caregiver. Dalam merawat pasien stroke muncul berbagai masalah yang harus dihadapi oleh caregiver dan mengakibatkan stres, untuk mengurangi atau menghilangkan stres, caregiver perlu melakukan coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi stres caregiver dan bagaimana bentuk coping caregiver. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan 4 informan utama dan 4 informan pendukung. Informan utama adalah keluarga inti ebagai caregiver utama pasien stroke, sedangkan informan pendukung adalah orang yang dekat dengan caregiver yang mengetahui kegiatan caregiver dalam merawat pasien stroke. Peneliti menggunakan metode wawancara sebagai alat pengumpul data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para caregiver mengalami stres berupa kelelahan fisik, kelelahan psikis, adanya tuntutan dari keluarga serta masalah finansial. Para caregiver menghadapi masalah yang muncul dengan berbagai cara. Terdapat tiga bentuk coping yang berhasil terungkap pada penelitian ini, antara lain coping religius, coping berdasarkan emosi dan coping berdasarkan masalah. Coping yang dipilih dipengaruhi oleh umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, suku & kebudayaan, status ekonomi serta dukungan sosial.Kata kunci : caregiver, stroke, coping stres
MEMBUKA TABIR KEHIDUPAN WARIA DI KOTA SOLO Prasetyowati, Indah
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab adanya penyimpangan perilaku waria dan untuk mengetahui kehidupan waria di Solo dengan segala problematikanya. Metode dokumentasi, interviu dan kuesioner digunakan untuk mengungkap apa dan bagaimana warna menghayati keberadaannya serta mengatasi cemoohan masyarakat. Tigapuluh waria anggota HIWASO menjadi subjek penelitian. Hasilnya diungkapkan secara deskriptif kualitatif tentang potret kehidupan kaum yang keberadaannya senantiasa menjadi cemoohan masyarakat. 
MEMORI IMPLISIT DAN MEMORI EKSPLISIT LANJUT USIA DITINJAU DARI AKTIVITAS DAN TINGKAT PENDIDIKAN Hakim, Siti Nurina; Nuryoto, Sartini
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4641

Abstract

Istilah memori implisit dan eksplisit merupakan konsep-konsep deskriptif yang berkaitan dengan pengalaman psikologis seseorang pada saat mengambil informasi dari memori. Untuk mengukur kedua bentuk ingatan tersebut, dipergunakan suatu bentuk instruksi yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi memori implisit dan memori eksplisit pada usia lanjut ditinjau dari aktivitas dan tingkat pendidikan, apakah kondisi kedua bentuk memori tersebut tetap sama atau terdapat perbedaan dengan aktivitas dan tingkat pendidikan yang berbeda. Subjek penelitian adalah 144 orang lanjut usia. Penentuannya dilakukan dengan cara purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes memori implisit (metode tes word-stem completion dan fragment completion) dan tes memori eksplitsit (metode tes recognition dan free-recall). Analisis data dilakukan dengan Analisis Variansi Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang sangat signifikan dalam memori implisit dengan metode word-stem completion maupun dengan metode fragment completion antara subjek yang beraktivitas rendah, sedang dan tinggi, juga antara subjek yang mempunyai tingkat pendidikan rendah, sedang dan tinggi, (2) ada perbedaan yang sangat signifikan dalam memori eksplisit dengan metode recognition maupun dengan metode free-recall antara subjek yang beraktivitas rendah, sedang dan tinggi, juga antara subjek yang mempunyai tingkat pendidikan rendah, sedang dan tinggi. (3) Tidak ada interaksi antara aktivitas dengan tingkat pendidikan terhadap memori implisit dengan metode word-stem completion maupun dengan metode fragment completion. Ada interaksi antara aktivitas dengan tingkat pendidikan terhadap memori eksplisit dengan metode recognition dan juga dengan metode free-recall. Kesimpulannya adalah bahwa memori implisit dan memori eksplisit lanjut usia performansinya sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan tingkat pendidikannya.
PELATIHAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENGURANGI GANGGUAN PENYESUAIAN DIRI Prihartanti, Nanik
Indigenous Vol. 2, No. 2, November 1995
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4746

Abstract

The satisfying adjustment can be achived if the individual has a problem solving skilll to cope with his tensionn, frustation and conflicts. The problem solving skill can be acquired through training. Besides, one of the determining factors to adjustments is the local culture.The purpose of this study is to find out whether the wayang and the teaching of Suryomentaram as the material of the problem solving training is effective to reduce adjustment disorder.          Twenty interested students of the Faculty of Psychology were involved in this study 10 students were the experimental group and the other 10 students were waiting list acted as the control group. The problem solving training was given to the experimental group about two hours per day for three days successicely. The problem solving training was also given to the control group but after the experiment had finished. The effectiveness of treatment was evaluated three times: pre-test, post-test and the follow up (three months later). The measurements used were M.E.test, Self Concept Scale and Live Satisfaction Scale. In addition, they were asked to answer the material and the treatment evaluation questionnaires.          The results of this research showed that problem Solving Training could reduce adjustment disorder and it retained after 3 months. Thus it can be effective to reduce adjustment disorder. In this respect, the material of the teaching of Suryomentaram had the biggest aplication value compered with other material in the problem Solving Training to reduce adjustment disorder. It suggests that to deal with the problem of adjustment, the most suitable intervention is something that which is is accordance with the local socio-cultural entities.
WHO MAKES ADOLESCENTS HAPPY? AN EXPLORATIVE STUDY USING THE INDIGENOUS PSYCHOLOGY APPROACH Hamka, Annisa Soleha; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed at discovering who the source of happiness is for adolescents and how he or she accomplishes his or her role in creating happiness. A number of 458 senior high school students completed an open-ended questionnaire developed by Kim and Park (2008). An indigenous approach is used to analyse respondents’ answers to the open-ended questionnaire. A categorization of respondents’ answers and cross tabulation is also conducted. Analysis results show that a majority of adolescences’ source of happiness derives from the family (50.1%), and friends (27%). Their role in creating happiness was by supporting (54.3). Acceptance of adolescents (20.8%) was also a source of happiness for adolescents. Providing facilities and prayers was also a role given for adolescents.
Kecenderungan Pembelian Impulsif Online Ditinjau dari Penjelajahan Website yang Bersifat Hedonis dan Jenis Kelamin pada Generasi Y Renanita, Theda
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4457

Abstract

Generasi Y merupakan generasi yang rentan terpapar oleh kemajuan teknologi informasi. Dalam proses transaksi jual beli, generasi Y begitu mudah mengakses informasi. Kondisi ini tentu dapat memberi dampak terhadap pola pembelian yang dilakukan remaja salah satunya adalah pembelian impulsive yang dilakukan secara online. Penelitian ini menguji dua hal yakni apakah pembelian impulsive pada remaja pria dan wanita berbeda. Tujuan kedua adalah menguji korelasi antara penjelajahan website yang bersifat hedonis dengan pembelian impulsive pada generasi Y. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala pembelian impulsif online dan skala penjelajahan website secara hedonis. Subjek yang terlibat berjumlah 84 orang. Analisis menggunakan analisis korelasional untuk menguji hubungan antara penjelajahan website hedonis dengan pembelian impulsive. Uji beda digunakan untuk menguji  perbedaan pembelian impulsif antara pria dan wanita. Dari hasil analisis menunjukkan jika kedua hipotesis diterima. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam pengembangan psikologi konsumen serta dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi pembelian impulsive online melalui penjelajahan website hedonis remaja.Kata kunci : hedonis, generasi y, online, pembelian impulsif 

Page 8 of 59 | Total Record : 589


Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 2 (2017): November Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue