cover
Contact Name
Nyoman Gunantara
Contact Email
gunantara@unud.ac.id
Phone
+6281558140279
Journal Mail Official
gunantara@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik - Universitas Udayana d/a. Kampus Bukit Jimbaran Bali - 80364 Phone/ Fax: +62 361 703315
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal SPEKTRUM
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23023163     EISSN : 26849186     DOI : -
Jurnal SPEKTRUM is peer review journal, published four times a year by the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Udayana. This journal discusses the scientific works containing results of research in the field of electrical, include: power systems, telecommunications, computers, informatics, controls, and electronics. Authors are expected to include original scientific papers in accordance with the scope of the discussion of this journal including all aspects of the theory and practice are used.
Articles 677 Documents
OPTIMASI INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENERATION (DG) PENYULANG PAYOGAN MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHMS (GA) UNTUK MEMPERBAIKI DROP TEGANGAN I Kadek Adiasa; Ngakan Putu Satriya Utama; I Nyoman Setiawan
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 1 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.989 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i01.p02

Abstract

Distributed Generation (DG) merupakan pembangkit listrik skala kecil yang umumnya terhubung langsung dengan jaringan distribusi dan dekat dengan pusat beban. Penyulang Payogan merupakan salah satu penyulang yang dekat dengan potensi DG yaitu berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sungai Ayung yang berada di Wilayah Ubud. Penelitian ini tentang optimasi interkoneksi Distributed Generation ke penyulang Payogan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interkoneksi Distributed Generation pada jaringan distribusi tenaga listrik dan untuk memperbaiki drop tegangan penyulang Payogan menggunakan load flow analysis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebelum pemasangan Distributed Generation drop tegangan pada bus 109 sebesar 1,80 V, bus 111 sebesar 1,49 V, bus 113 sebesar 2,56 V dan bus 115 sebesar 2,40 V. Setelah PLTMH dioptimasi menggunakan metode Genetic Algorithms diperoleh hasil pada Bus 107. Dengan kapasitas PLTMH sebesar 2,34 MW berhasil memperbaiki tegangan penyulang Payogan sebesar 0,05%, sehingga drop tengangan pada bus 109 menjadi 1,76 V, bus 111 menjadi 1,45 V, bus 113 menjadi 2,49 V dan bus 115 menjadi 2,35 V.Kata Kunci:Drop Tegangan, Load Flow Analysis, Genetic Algorithms
PERBAIKAN KONTRAS CITRA MENGGUNAKAN TEKNIK BRIGHTNESS ADJUSTMENT UNTUK SISTEM EKSTRAKSI GARIS PANTAI I Made Rai Putera Yasa; I Made Oka Widyantara; NMAE Dewi Wirastuti
Jurnal SPEKTRUM Vol 4 No 2 (2017): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.578 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2017.v04.i02.p06

Abstract

This study has evaluated the application of brightness adjustment technique to improve image contrast in the framework of coastline extraction on video-based shoreline monitoring system. In this monitoring system, the shoreline detection mechanism is done by introducing the land and sea objects in the video image. Changes in sea conditions due to weather changes cause a change in the contrast in the coastal image. The change in contrast will lead to inaccurate coastline detection. The brightness adjustment technique is applied to the image pre-processing to produce stable contrast in all conditions so that the coastal monitoring system can extract the coastline accurately. The brightness adjustment technique can adjust the brightness of the coastal image by setting the upper and lower threshold values of each pixel intensity. This study used 3 (three) sample video test images taken on morning, noon and afternoon to obtain different video image characteristics. The simulation results show that the application of brightness adjustment technique can increase the accuracy of shoreline extraction when using the threshold value of each at -20% for morning image condition, -40% for daytime image condition, and -35% for afternoon image condition .
Perencanaan Sistem Long Term Evolution di Wilayah Kota Denpasar Memanfaatkan Bale Banjar untuk Menempatkan Base Station Yoel Sthefianus; Pande Ketut Sudiarta; Gede Sukadarmika
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.94 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p11

Abstract

Perencanaan sistem jaringan LTE dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor kontur wilayah yang berbeda. Kontur permukaan wilayah berpengaruh terhadap cakupan area yang dihasilkan suatu base station. Perencanaan jaringan berdasarkan analisis perhitungan, tidak mempertimbangkan kontur wilayah, maka untuk menunjang hal tersebut diperlukan simulasi menggunakan software Atoll. Metode pada penelitian ini menggunakan perhitungan dan simulasi software Atoll. Penempatan base station memanfaatkan 385 Bale Banjar sebagai titik site menara rooftop. Penempatan ini dilakukan di Bale Banjar dikarenakan mudahnya akses perijinan tempat, seperti base station pada Bale Banjar Balun. Berdasarkan hasil perhitungan dan pemodelan simulasi jarak jangkauan antena base station dengan model propagasi Cost-231 Hatta frekuensi 1800 MHz, diperoleh jarak sebesar 1,186 km. Simulasi perencanaan sistem LTE di wilayah kota Denpasar memerlukan 55 site, terdiri dari 54 site yang memanfaatkan Bale Banjar untuk menempatkan base station dan 1 site di luar kawasan Bale Banjar, serta diperlukan pengaturan electrical tilt sebanyak 40 site untuk mengatasi permasalahan cakupan area.
ANALISA KINERJA MIMO CDMA DENGAN SPREADING CODE YANG BERBEDA PADA KANAL FADING RAYLEIGH Rezamal Ilham; I.G.A.K. Diafari Djuni; Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti
Jurnal SPEKTRUM Vol 3 No 2 (2016): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.54 KB)

Abstract

Perkembangan dunia telekomunikasi dan informasi kini semakin pesat seiring bertambahnya jumlah user. Kualitas performansi yang baik dibutuhkan dalam mengirim dan menerima data informasi. Saat ini yang sedang diimplementasikan yaitu CDMA (Code division Multiple Access) dengan menggunakan jumlah antena yang berbeda baik antena pengirim maupun penerima (2Tx2Rx) atau MIMO (Multiple Input Multiple output) dan dengan menggunakan kode penebar (Spreading Code) yang berbeda. Sehingga dapat meningkatkan kualitas unjuk kerja performansi data informasi. Penelitian ini dilakukan analisa unjuk kerja sistem SISO (Single Input Single Output) dan MIMO CDMA dengan membandingkan kode penebar yang berbeda pada kanal fading rayleigh, melalui simulasi program bantu software Matlab. Tolak ukur keberhasilan sistem diamati berdasarkan hubungan antara nilai BER (Bit Error rate) dengan SNR (Signal Noise to Ratio). Hasil simulasi unjuk kerja kode penebar Walsh pada sistem SISO dan MIMO CDMA dengan jumlah 1 user untuk spreading factor = 8 terjadi nilai perubahan signifikan ketika SNR mulai dari 4 dB nilai BER SISO sebesar 0.0507 dan nilai BER MIMO sebesar 0.0391. Sehingga pada SNR mulai dari 4 dB keatas kinerja MIMO CDMA lebih baik daripada SISO, ini diakibatkan terjadi penambahan antenna pada sisi penerima 2Tx dan 2Rx. Hasil simulasi dengan pengaruh kode penebar pada nilai spreading factor yg berbeda dalam sistem MIMO CDMA dengan jumlah 1 user yaitu kode penebar Walsh spreading factor = 4, 8, 16. Untuk kode Walsh Spreading Factor = 4, 8, 16 terjadi nilai perubahan signifikan ketika SNR mulai dari 9 dB keatas nilai BER = 0.0012, 0.0009, 0.0006. Spreading factor 16 lebih baik unjuk kerja dibandingkan spreading factor lainnya, karena semakin panjang nilai spreading factor maka kinerja sistem MIMO CDMA semakin baik.
Rekonfigurasi Saluran Distribusi 20kV Pada Penyulang Menjangan Untuk Mengatasi Jatuh Tegangan I Made Alim Subawa; Anak Agung Gede Maharta Pemayun; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 3 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.358 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i03.p14

Abstract

Jatuh Tegangan adalah permasalahan yang paling sering terjadi pada saluran distribusi 20kV. Faktor yang mempengaruhi Jatuh Tegangan adalah panjang dan beban dari saluran distribusi 20kV. Penyulang Menjangan merupakan Saluran Distribusi 20kV yang mempunyai nilai Jatuh Tegangan paling besar di wilayah kerja PT.PLN (Persero) Area Bali Utara. Penyulang Menjangan memiliki beban sebesar 3400kVA dengan panjang saluran utama adalah 40,3 km. Penyulang Menjangan memiliki nilai tegangan 17,3kV atau mengalami Jatuh Tegangan sebesar 10,6 %. Rekonfigurasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi Jatuh Tegangan pada Penyulang Menjangan. Dalam penelitian ini, Penyulang Menjangan di bagi menjadi 2 yaitu Penyulang Menjangan 1 yang disuplai dari Trafo 1 GI Gilimanuk dan Penyulang Menjangan 2 yang disuplai dari Trafo 2 GI Gilimanuk. Setelah dilakukan simulasi Rekonfigurasi pada Penyulang Menjangan di dapat nilai tegangan pada Penyulang Menjangan 1 adalah 19.8kV dan nilai tegangan Penyulang Menjangan 2 adalah 19,6kV.
Studi Optimasi Reposisi Recloser Untuk Meningkatkan Keandalan Pada Penyulang Blahkiuh Menggunakan Metode Algoritma Genetika I Ketut Ariek Astana Adi; I Gede Dyana Arjana; Widyadi Setiawan
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.711 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p34

Abstract

Keandalan pada dasarnya merupakan kemampuan suatu peralatan atau komponen dalam menjalankan fungsinya dengan baik pada suatu sistem dalam kondisi operasi tertentu. Indeks keandalan penyulang Blahkiuh berdasarkan penelitian tahun 2016 adalah SAIDI 35,894 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI 16,534 kali/pelanggan/tahun. Keandalan suatu penyulang harus perlu ditingkatkan guna menunjang tujuan PT. PLN (Persero) mencapai WCS dan WCC yaitu dengan indeks keandalan SAIDI 100 menit/pelanggan/tahun dan SAIFI 3 kali/pelanggan/tahun. Salah satu cara yang dapat dipakai yaitu dengan mereposisi recloser saluran ke tempat yang lebih tepat dengan mempertimbangkan jumlah pelanggan dan panjang saluran penyulang tersebut. Algoritma Genetika digunakan untuk mendapatkan letak reposisi recloser yang optimal yaitu pada load point-load point yang sudah ditentukan dengan meminimalkan indeks keandalan berupa nilai SAIDI dan SAIFI. Metode ini dapat mudah diimplementasikan dalam berbagai persoalan pengoptimasian karena memberikan solusi yang lebih baik di setiap iterasinya. Dengan menggunakan metode algoritma genetika, didapatkan nilai fitness tertinggi mencapai 0,560 dengan letak recloser yang paling optimal yaitu di load point 11, 21, 48, 78 serta nilai SAIDI 0,919 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI 0,864 kali/pelanggan/tahun. Bila dibandingkan dengan penelitian tahun 2016 maka dengan menggunakan metode algoritma genetika didapatkan hasil keandalan berupa indeks SAIDI dan SAIFI yang sudah memenuhi standar WCS dan WCC.
ANALISIS PEMELIHARAAN SALURAN DISTRIBUSI 20 KV DALAM KEADAAN BERTEGANGAN DI RAYON KUTA I N Tidi Wahyunitya S; A A Gede Maharta Pemayun; Antonius Ibi Weking
Jurnal SPEKTRUM Vol 4 No 1 (2017): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.578 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2017.v04.i01.p07

Abstract

Pemadaman yang dilakukan untuk pekerjaan pemeliharaan, menyebabkan kerugian bagi konsumen dan PLN. Kerugian yang dialami adalah diskontinuitas pelayanan penyaluran energi listrik dan kWH yang diproduksi oleh PLN tidak dapat tersalurkan, maka dari itu perlu dilakukan pemeliharaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Sebelum melakukan pekerjaan bertegangan, perlu dilakukan studi kelayakan investasi peralatan bertegangan dari aspek ekonomis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio (NET B/C), sehingga dapat diketahui besar nilai tingkat keuntungan melalui pemeliharaan bertegangan. Pemeliharaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) di PT PLN (Persero) Rayon Kuta dapat menyelamatkan rupiah kWh sebesar Rp.8.941.763.694/ tahun. Sistem Average Interruption Duration Index (SAIDI) yang ditekan adalah 991,812243 menit/ pelanggan, untuk System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) adalah 14.60000046 kali/ pelanggan, Net Present Value bernilai positif sebesar Rp.27.347.312.169, Internal Rate Of Return diperoleh sebesar 18,111%, sedangkan Net Benefit Cost Ratio diperoleh 6,462 lebih besar dari 1. Dengan demikian pekerjaan pe-meliharaan bertegangan secara teknis dan ekonomis sangat layak untuk dilaksanakan.
Analisis Prediktif Pemeliharaan Minyak Transformator Menggunakan Metode Markov I.G. Surya Subaga; I.B.G. Manuaba; I.W. Sukerayasa
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 4 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.219 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i04.p14

Abstract

As one of the main assets that play an important role in the distribution of electricity, the performance of the transformer must be maintained in prime condition. Damage to the transformer insulation oil often causes failure of the transformer. Damage to transformer oil is very difficult to predict, therefore monitoring its condition is very important to do. Dissolved Gas Analysis (DGA) is one og the method to determine the condition of transformer oil, where this method can analyze the condition of the transformer based on the concentration of gas dissolved in oil. A reguler maintenance of transformer oil can prevent the transformer oil from damage or failure of insulation. However, sometimes maintenance is carried out not in a right time that results in a decrease in transformer’s lifetime. In this analysis the value of Total Dissolved Combustible Gas (TDCG) was used to calculate transfomer’s reliability and availability value. Those value then processed using the Markov method to determine the possibilities of proper maintenance time. From the calculation results in this analysis the transformer reliability value in 30 days is 0.886, then the probability of decreasing the reliability value every month is 11.4%. And the value of the availability of the transformer is 0.803 or equal to 293 days. Based on this analysis, in one year the transformer operated properly for 293 days while 72 days the transformer was in an unfavorable condition. So that maintenance should be carried out in 293 days transformer’s condition can be maintained properly.
Analisis Pengaruh Harmonisa terhadap Rugi-Rugi Daya pada Sistem Tegangan Rendah dan Transformator GR088 di Penyulang Menjangan Salim Afif; I W. Sukerayasa; W. G. Ariastina
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.529 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p01

Abstract

Menjangan feeder is a medium-voltage network system which distributes electricity throughout Gilimanuk and some areas in Buleleng. It has 69 distribution substations, which one of them, substation GR088, contributes to the highest value of the total harmonic distortion (THDi). In this research, the effect of harmonic distortions on losses at low voltage system of substation GR088 will be evaluated.The method used in this study is direct measurement of harmonic distortions at each low-voltage costumer whose electricity is generated by substation GR088 at Menjangan Feeder. Software is also used to perform harmonic load flow analysis and simulations. The total value of losses on transformer and low voltage system of substation GR088 Menjangan feeder, in a no-harmonic condition is 1481,7 Watt. On under-harmonic condition, the total value of losses is 1552,5 Watt. Therefore there is a 70,8 Watt difference between the two conditions. At this case, beside the heat created by the harmonic distortion that can affect the performance of transformers, it also cause a quite great value of losses, which is 1,7 kWh per day, or approximately 620 kWh per year. It means the harmonic distortion in substation GR088 can cause PT PLN (Persero) lose Rp.910.018,8 per year.
ANALISIS KUAT SINYAL DAN KUALITAS PANGGILAN JARINGAN GSM INDOOR DENGAN TEMS INVESTIGATION DAN G-NETTRACK PRO Ida Bagus Ari Budiarta; Pande Ketut Sudiarta; IGAK. Diafari Djuni H.
Jurnal SPEKTRUM Vol 3 No 1 (2016): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.916 KB)

Abstract

Kebutuhan akan teknologi GSM merupakan tantangan bagi provider untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna layanannya. Dalam proses layanan tersebut kemungkinan besar terdapat masalah yang terjadi. Pihak provider biasanya melakukan walk test untuk mengecek kekuatan sinyal yang dipancarkan oleh antena pemancar di dalam ruangan. Kebanyakan pihak provider menggunakan TEMS Investigation dalam melakukan walk test. Biaya walk test dengan TEMS Investigation bisa dikatakan cukup mahal. Namun dengan berkembangnya teknologi, walk test juga bisa dilakukan menggunakan smartphone Android dengan menggunakan G-NetTrack Pro. Dalam penelitian ini dibandingkan kualitas hasil pengukuran parameter kuat sinyal yaitu RSL dan parameter kualitas panggilan yaitu RxQual, CSSR, dan DCR antara software TEMS Investigation dengan G-NetTrack Pro berdasarkan metode walk test pada jaringan GSM indoor 1800 MHz di Matahari Duta Plaza. Secara keseluruhan, G-NetTrack Pro mampu menampilkan data yang dibutuhkan pada penelitian tetapi tidak sedetail TEMS Investigation, sehingga untuk pengenalan awal walk test, software G-NetTrack Pro bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran.

Page 11 of 68 | Total Record : 677