cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
COPING (Community of Publishing in Nursing)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031298     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
COPING (Community of Publishing in Nursing) adalah E-Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal keperawatan ini akan menjadi salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Jurnal ini terbit tiga kali setahun dan menerima artikel atau publikasi penelitian-penelitian di bidang keperawatan dari berbagai kalangan yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Inggris. Tim Redaksi akan melakukan analisis dan memilih naskah publikasi atau artikel yang akan diterbitkan setelah mendapat hasil evaluasi dari Tim Penyunting. Tim Redaksi berhak menolak, menerima atau meminta penulis melakukan revisi pada naskah yang dikirim
Articles 611 Documents
Supervisi Berbasis Akamedik kepada Petugas Kesehatan dalam Kepatuhan Mencuci Tangan Ike Hesti Pratiwi; Husnul Khotimah; Bagus Supriyadi
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.51 KB)

Abstract

Mencuci tangan yang tidak sesuai standart akan mengakibatkan penularan infeksi HAIs. Peningkatan HAIs dapat mengakibatkan lama rawat dan bahkan bisa mengakibatkan kematian pasien. Hal ini dapat menyebabkan mutu pelayanan rumah sakit menjadi turun dan citra rumah sakit menjadi buruk. Sehingga perlu dilakukan supervisi berbasis akademik yang dapat meningkatkan kepatuhan dalam mencuci tangan. Metode penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest – Posttest. Dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden yang diambil secara simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan observasi, yang selanjutnya dilakukan uji Analisa wilcoxon dengan derajat kemaknaan p ?0,01. Didapatkan p value 0,000, p < 0,01. Hasil, Ada pengaruh supervisi berbasis akademik terhadap kepatuhan mencuci tangan. Supervisi berbasis akademik yaitu dengan memberikan bimbingan atau pengajaran, dukungan pada petugas kesehatan dalam melakukan cuci tangan sesuai dengan prosedur, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan cuci tangan. Kata kunci: cuci tangan kepatuhan, supervisi berbasis akademik ABSTRACT Washing hands that are not in accordance with standards will result in transmission of HAIs infection. Increased HAIs can result in long hospitalization and can even result in the death of the patient This can cause the quality of hospital services to go down and the image of the hospital to be bad. So it is necessary to conduct academic-based supervision that can improve compliance in hand washing. Pre-experimental research methods with the pretest-posttest One Group research design. With a total sample of 29 respondents taken by simple random sampling. The measuring instrument used was a questionnaire and observation, which then carried out the Wilcoxon Analysis test with a significance level of ?0.01. Obtained p value 0,000, p <0.01. Results, There is an influence of academic based supervision on compliance with hand washing. Academic-based supervision is by providing guidance or teaching, supporting health workers in washing their hands in accordance with the procedure, so that they can improve the knowledge and compliance of health workers in doing hand washing. Keywords: academic based supervision, compliance, hand hygiene
Gambaran Tingkat Ansietas, Stres, dan Depresi pada Pengungsi Gunung Agung Pasca Mengungsi Restu Pratama Aryanata
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.701 KB)

Abstract

Desa Sibetan merupakan desa yang paling banyak dipilih sebagai tempat pengungsian di Kabupaten Karangasem. Kondisi tempat pengungsian yang padat menyebabkan pengungsi rentan mengalami gangguan fisik dan psikologis. Ansietas, stress, dan depresi merupakan gangguan psikologis yang ditemukan pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ansietas, stress, dan depresi pada pengungsi Gunung Agung pasca mengungsi di Desa Sibetan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan retrospective (tujuh bulan sejak peningkatan status pertama kali terjadi). Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 137 orang. Hasil penelitian yaitu mayoritas responden berumur 31-59 tahun, berjenis kelamin laki-laki, memiliki tingkat pengetahuan lulus SD, serta bekerja sebagai wiraswasta/ petani/ peternak. Sebanyak 14,60% responden mengalami ansietas; 10,95% responden mengalami stress; serta 13,87% responden mengalami depresi. Ansietas paling banyak dan berat terjadi pada kelompok umur 31-59 tahun, responden perempuan, tingkat pendidikan lulus SD, dan pekerjaan sebagai wiraswasta/ petani/ peternak. Sedangkan stress dan depresi paling banyak dan berat terjadi pada kelompok umur 31-59 tahun, tingkat pendidikan lulus SD, pekerjaan sebagai wiraswasta/ petani/ peternak, dan paling berat terjadi pada responden perempuan. Simpulan dalam penelitian ini yaitu masyarakat masih mengalami ansietas, stress, dan depresi walaupun sudah tujuh bulan sejak peningkatan status terjadi. Disarankan untuk mengkaji kondisi psikologis masyarakat secara berkelanjutan pada penelitian selanjutnya. Kata kunci: ansietas, depresi, erupsi gunung agung, pasca mengungsi, pengungsi, stres ABSTRACT Sibetan Village is the most selected place to become shelter in Karangasem Regency. Crowd in shelter’s environment causes refugees to suffer physical and psychological problems. Anxiety, stress, and depression are found in the other researches. The aim of this research is to know the characteristic of anxiety, stress, and depression on Mount Agung’s refugee post evacuated at Sibetan Village with descriptive method and retrospective (seven month since the first raised status) approach. The samples were 137 which obtained by purposive sampling technique. The result of this research is most of respondents are 31-59 years old, male, passed elementary school, and worked as entrepreneur / farmer/ cattleman. 14.60% respondents suffer anxiety, 10.95% respondents suffer stress, and 13.87% respondents suffer depression. Anxiety mostly occur and severest in the age 31-59 years, female, passed elementary school, and worked as entrepreneur/ farmer/ cattleman. Meanwhile, stress and depression are mostly occur and severest in the age 31-59 years, passed elementary school, worked as entrepreneur/ farmer/ cattleman, and severest on female. This research conclude that people still suffer anxiety, stress, and depression even the raised status was seven month ago. Future research about people’s psychological condition should be done continuously. Keywords: anxiety, depression, mount agung’s eruption, post evacuated, refugee, stress
Hubungan dukungan sosial kelompok ODHA LSL dengan persepsi ODHA LSL tentang HIV/AIDS Cucu Rokayah; Elisabeth Dyah Yulianti; Siti Sugih Hartiningsih
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.44 KB)

Abstract

WHO menyebutkan bahwa di akhir tahun 2017 sebanyak 36,9 juta orang hidup dengan HIV. Sebanyak 3.5 juta jiwa diantaranya ada di Asia tenggara. Seseorang yang menderita HIV AIDS sering mengalami masalah-masalah psikologis terutama kecemasan, depresi, rasa bersalah (akibat perilaku seks dan penyalahgunaan obat), sehingga menimbulkan dorongan untuk bunuh diri. Tergambar bahwa persepsi ODHA terhadap penyakit yang diderita cenderung negatif dan berpotensi menimpulkan sikap yang negatif pula. Sarafino menyatakan bahwa adanya dukungan sosial berarti adanya penerimaan dari orang tua atau sekelompok orang terhadap individu yang menimbulkan persepsi dalam dirinya bahwa ia disayangi, diperhatikan, dihargai dan ditolong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial kelompok ODHA terhadap persepsi ODHA LSL tentang HIV/AIDS di LSM Puzzle Indonesia Kiara Condong Kota Bandung. Jenis penelitian berupa deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 119, dengan metode pengumpulan data accidental sampling sehingga diperoleh 46 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan sosial dan keusioner persepsi. Analisa univariate menggunakan distribusi frekuensi, dan analisa bivariate menggunakan Spearman Range. Hasil penelitian menunjukan, ODHA LSL menyatakan mendapat dukungan dari LSM puzzle Indonesia sebanyak 71.7% dan sebanyak 76.1% ODHA LSL memiliki persepsi positif. Hubungan dukungan sosial kelompok dengan persepsi memiliki p-value 0.026. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial kelompok ODHA LSL dengan persepsi ODHA LSL tentang HIV/AIDS di LSM Puzzle Indonesia Kota Bandung. Kata kunci: dukungan sosial, HIV/AIDS, ODHA LSL, persepsi ABSTRACT WHO states that at the end of 2017 as many as 36.9 million people lived with HIV. 3.5 million of them are in southeast Asia. Someone who suffers from HIV AIDS often experiences psychological problems, especially anxiety, depression, guilt (due to sexual behavior and drug abuse), giving rise to suicidal ideation. It is illustrated that their perception of the illness suffered tends to be negative and has the potential to lead to negative attitudes. Sarafino states that the existence of social support means the acceptance of a parent or group of people towards an individual who gives rise to a perception in him that he is loved, cared for, valued and helped. This study aims to determine the relationship between social support for PLWHA MSM (People Living With HIV/AIDS, Men sex to Men) groups towards the perceptions of PLWHA MSM about HIV / AIDS in the NGO (Non-Governmental Organizations) Puzzle Indonesia Kiara Condong, Bandung. This type of research is descriptive correlation with cross sectional approach. The study population was 119, with accidental sampling data collection methods so that 46 respondents were obtained. The instruments in this study used a social support questionnaire and perceptual questionnaire. This research uses a frequency distribution as univariate analysis, and uses a Spearman Range as bivariate analysis. The results showed that PLWHA MSM stated that they received support from the Indonesian puzzle NGO as many as 71.7% and as many as 76.1% of PLWHA MSM had positive perceptions. The relationship of the social support group with perception has a p-value of 0.026. The conclusion is that there is a significant relationship between the social support of PLWHA MSM groups with the perception of PLWHA MSM about HIV / AIDS in the Puzzle Indonesia NGO, Bandung City. Keywords: HIV/AIDS, perception, PLWHA MSM, social support
Hubungan Intensitas Pengasuhan Cucu dengan Kualitas Hidup Lansia Ni Putu Riskia Narayani; Made Rini Damayanti S; Komang Menik Sri Krisnawati
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.814 KB)

Abstract

Pengasuhan cucu berdampak pada kehidupan lansia tergantung pada intensitas atau banyaknya waktu yang dihabiskan dalam menjalankan peran ini. Pengasuhan cucu yang dilakukan oleh lansia dapat memberikan dampak secara fisik, psikologi dan sosial bagi lansia yang selanjutnya dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kualitas hidup lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan teknik purposive sampling pada 36 lansia. Intensitas pengasuhan cucu diukur dari banyaknya waktu yang digunakan saat mengasuh cucu dalam satu minggu dengan kategori non-intensive (1-39 jam/minggu) dan intensive (?40 jam/minggu). Kualitas hidup terdiri dari empat domain yaitu kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial dan lingkungan yang diukur menggunakan instrumen World Health Organization Quality Of Life-Bref. Hasil analisis data menggunakan Spearmen Rank mendapatkan hasil bahwa intensitas pengasuhan cucu mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan kualitas hidup domain kesehatan fisik (nilai p 0,011), domain kesehatan psikologis (nilai p 0,000), dan domain hubungan sosial (nilai p 0,004). Kualitas hidup domain lingkungan pada penelitian ini mendapatkan nilai p 0,478>0,05. Hal ini berarti semakin intens pengasuhan cucu yang dilakukan, maka kualitas hidup lansia akan semakin baik. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi lansia untuk ikut lebih terlibat dalam pengasuhan cucu mereka. Kata kunci: intensitas pengasuhan cucu, kualitas hidup, lansia ABSTRACT Grandparenting could give an impact to physical, psychological, and social aspect of elderly life, which then could affect their quality of life. The aim of this study was to know the correlation between grandparenting and quality of life of elderly. This study used cross-sectional design and purposive sampling technique that involved 36 elders as participants. Grandparenting intensity was calculated by hours spent caring for a grandchild per week that divided into two categories: non-intensive (1–39 hour) and intensive (?40 hour), while quality of life of elderly that divided into four domains (physical, psychological, social, and environment) was measured by World Health Organization Quality of Life-Bref instrument. Spearman Rank Test show that there is a positive and significant correlation between grandparenting intensity and physical domain (p=0.011), psychological domain (p=0.000), and social domain (p=0.004), but show no correlation with environmental domain (p=0.478, p>0.05). These results also show that the higher intensity of grandparenting associates with better quality of life of elderly. Based on these results, elderly suggested to actively involve on grandparenting. Keywords: elderly, grandparenting intensity, quality of life
Hubungan Self-Efficacy dengan Self-Management Behaviour pada Pasien Hipertensi I Made Cahyadi Agastiya Agastiya; Putu Oka Yuli Nurhesti; Meril Manangkot
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.43 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi perhatian utama karena morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Self-management behaviour mempunyai peranan penting untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi secara efektif. Self-efficacy merupakan konsep dasar self-management behaviour yang akan berpengaruh terhadap keyakinan pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan self-management behaviour pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian jenis correlational dengan design cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 61 pasien hipertensi yang dipilih dengan teknik non-probability yaitu total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner Self-efficacy to Manage Hypertension-Five Item Scale dan Hypertension Self-management Behaviour Questionnaire. Hubungan self-efficacy dengan self-management behaviour dianalisis menggunakan Spearman Rank karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management behaviour tingkat sedang dan self-efficacy tingkat buruk. Uji Spearman Rank menunjukkan hasil yang signifikan dengan hasil p-value yaitu 0,000 (p<0,05), r=0,794, R=63,04 dengan tingkat kesalahan 5%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara self-efficacy dengan self-management behaviour pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan self-efficacy pada pasien dengan hipertensi sehingga berdampak pada self-management behaviour. Kata kunci: hipertensi, self-efficacy, self-management behavior ABSTRACT Hypertension is one of chronic diseases and the main concern because of its high morbidity and mortality. Self-management behaviour has an important role to control blood pressure among hypertensive patients in effective way. Self-efficacy is the basic/main concept of self-management behaviour which give an impact to confidence of hypertensive patients. This study aimed to investigate the correlation between self-efficacy and self-management behaviour among hypertensive patients in Puskesmas III Denpasar Utara. This study was a correlational study with cross sectional design. Non-probability sampling with total sampling was used to recruit 61 hypertensive patients. The research instruments included Self-efficacy to Manage Hypertension-Five Item Scale and Hypertension Self-management Behaviour Questionnaire. In order to determine the correlation between self-efficacy and self-management behaviour, Spearman Rank was used because the data weren’t normally distributed. The results of this study show that most of hypertensive patients have moderate level of self-management behaviour, while for self-efficacy have a bad level. Spearman Rank test shows the significant result with p-value=0,000 (p<0,05), r=0,794, R=63,04, error level 5%. In conclusion, there is a strong and positive correlation between self-efficacy and self-management behaviour among hypertensive patients in Puskesmas III Denpasar Utara. Based on the result of this study, it is suggested to develop nursing intervention to improve self-efficacy among hypertensive patients to affect the self-management behaviour. Keywords: hypertension, self-efficacy, self-management behavior
Edubuzi : Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makanan Bergizi pada Balita Nonik Eka Martyastuti; Dewi Nugraheni Restu Mastuti; Santoso Tri Nugroho
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.863 KB)

Abstract

Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", yaitu usia 0 hingga lima tahun. Dalam periode ini asupan gizi yang baik dan cukup sangat diperlukan guna mendukung perkembangan otak anak tersebut. Perilaku pemberian makan yang dilakukan orang tua berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Media promosi kesehatan berupa buku saku Edubuzi yang berisikan pengetahuan asupan balita dalam pemenuhan kebutuhan gizi, dirasa perlu untuk diperkenalkan kepada ibu yang mempunyai balita sehingga mereka mampu menyiapkan makanan yang bisa memenuhi kebutuhan gizi balitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan edubuzi terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam pemberian makanan bergizi pada balita di Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest design dengan sampel sejumlah 48 orang ibu yang mempunyai balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Batang IV. Mayoritas responden adalah berusia antara 20-35 tahun (72,2%) dengan pendidikan setingkat SMP (75%), dan tidak memiliki pekerjaan (83,3%). Pengetahuan responden tentang gizi balita sebelum diberi perlakuan adalah: kategori pengetahuan kurang sebanyak (100%), dan kategori pengetahuan baik (0%). Setelah diberi perlakuan, kategori pengetahuan kurang, turun menjadi (33,3%) dan kategori pengetahuan baik, naik menjadi (66,7%). Uji analisis data menggunakan Wilcoxon didapatkan p-value : 0,000. Ada pengaruh pemberian Edubusi terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita di Puskesmas wilayah kerja Batang IV. Kata kunci: edubuzi, pengetahuan, gizi. ABSTRACT About 80 percent of a child's brain develops in a period called the "golden age", which is the age of 0 to five years. During this period good and adequate nutrition is needed to support the child's brain development. Feeding behavior by parents plays an important role in meeting the nutritional needs of children. The health promotion media in the form of Edubuzi's pocket book containing knowledge of toddlers intake in fulfilling nutritional needs, it is felt necessary to be introduced to mothers who have toddlers so that they are able to prepare food that can meet the nutritional needs of their toddlers. This study aims to determine the effect of the use of edubuzi on increasing the knowledge of mothers in providing nutritious food to toddlers in Batang District. This study used a pre-experimental method with one group pretest and posttest design with a sample of 48 mothers who had malnutrition children in the work area of ??Puskesmas Batang IV. The majority of respondents were aged between 20-35 years (72.2%) with junior high school education (75%), and did not have a job (83.3%). Respondents' knowledge about toddlers nutrition before being given treatment are as many as (100%) less knowledge categories, and good knowledge categories (0%). After being treated, the category of insufficient knowledge fell to (33.3%) and the category of knowledge was good, rose to (66.7%). Test data analysis using Wilcoxon obtained p-value: 0,000. There is an influence of giving Edubusi to increase mother's knowledge about toddlers nutrition in Puskesmas working area Batang IV. Keywords: edubuzi, knowledge, nutrition
Pengaruh Pelatihan dan Video Keselamatan Pasien terhadap Penerapan Keselamatan Pasien pada Perawat Asih Devi Rahmayanti; Ni Putu Emy Darma Yanti; Kadek Cahya Utami
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.913 KB)

Abstract

Keselamatan pasien merupakan sistem di rumah sakit yang membuat asuhan pasien lebih aman meliputi pengkajian risiko, pelaporan, analisis insiden, tindak lanjut, implementasi solusi untuk meminimalkan risiko dan mencegah cedera. Membangun keselamatan pasien harus didukung oleh pengetahuan dan sikap perawat dalam mengenal masalah dan melakukan perbaikan. Program pengembangan staf melalui pelatihan yang dikombinasikan dengan video reminder dipilih untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap perawat lebih cepat dan secara terus menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan video keselamatan pasien terhadap penerapan keselamatan pasien pada perawat di Rumah Sakit Balimed Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental one group pretest-posttest design yang dilakukan terhadap 40 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap perawat tentang keselamatan pasien. Hasil uji Wilcoxon untuk pengetahuan perawat dengan p value 0,000, artinya ada pengaruh pelatihan dan video keselamatan pasien terhadap pengetahuan perawat. Sikap perawat dengan uji dependent t-test didapatkan p value 0,000, artinya ada pengaruh pelatihan dan video keselamatan pasien terhadap sikap keselamatan pasien pada perawat di Rumah Sakit Balimed Karangasem. Berdasarkan hasil penelitian ini pelatihan dan video keselamatan pasien dapat dijadikan standar untuk penerimaan perawat baru di rumah sakit sebelum terjun ke pasien. Kata kunci: keselamatan pasien, pelatihan, video reminder ABSTRACT Patient safety is a system at the hospital make care safer covering study risk, reporting, analysis incident, follow-up, the implementation of a solution to decrease the risks and prevent injury. Build patient safety must be supported by knowledge and attitude nurse in know problems and make improvements. Staff development program through training that combined with video reminder chosen to increase knowledge and attitude nurses faster and continuously. The purpose of this research is to analyze the effect of training and video patient safety on nurses implementation of patient safety at Balimed Karangasem Hospital. The research is quantitative research with the pre-experimental one group pre test-post test design was done with 40 respondents by applying the purposive sampling technique. To receipt of the result knowledge and attitude use of questionnaires nurse about patient safety. Wilcoxon test shows for knowledge nurse with p value 0,000, that mean patient safety training and video effects on nurses knowledge. Nurse attitude test by dependent t-test obtained p value 0,000, that mean there are the influence of training and video patient safety to the nurses attitudes of patient safety at Balimed Karangasem hospital. Based on the results of this research training and video patient safety could become standard for the new nurses in the hospital before into patients. Keywords: patient safety, training, video reminder
Hubungan Manajemen Diabetes dengan Kejadian Luka Kaki pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Desak Putu Indradewi; I Gusti Agung Ayu Sherlyna Prihandhani; Anak Agung Kompiang Ngurah Darmawan
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.639 KB)

Abstract

Luka kaki diabetes merupakan komplikasi serius pada diabetes melitus tipe 2. Luka kaki diabetes dapat meningkatkan risiko amputasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen diabetes dengan kejadian luka kaki diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan retrospektif. Adapun jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 62 pasien diabetes melitus tipe 2 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel ditetapkan secara consecutive sampling. Berdasarkan hasil analisis terhadap data penelitian diketahui bahwa sebanyak 72,6% responden memiliki manajemen diabetes yang baik dan sebanyak 71% tidak mengalami luka kaki. Terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen diabetes dengan kejadian luka kaki diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Interna RSD Mangusada (nilai lambda = 0,6; p = 0.005). Hasil penelitian ini memiliki implikasi bahwa manajemen diabetes yang teratur sangat penting dilakukan oleh pasien dan perawat di Poliklinik harus memberikan edukasi kepada pasien mengenai manajemen diabetes serta luka kaki diabetes. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, manajemen diabetes, kejadian luka kaki ABSTRACT Diabetes foot injury is a serious complication of diabetes mellitus type 2. Diabetes foot injury can increase the risk of amputation and reduce the quality of life of patients. This study aims to analyze the relationship between diabetes management and the incidence of diabetic foot injuries in diabetes mellitus type 2 patients. The design of this study is descriptive correlational with a retrospective approach. The number of samples involved in this study was 62 diabetes mellitus type 2 patients who had fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The sample is determined by consecutive sampling. Based on the analysis of research data, it is known that 72.6% of respondents have good diabetes management and 71% do not have foot injuries. There is a significant relationship between diabetes management and the incidence of diabetic foot injuries in patients with diabetes mellitus type 2 at the Mangusada Internal Hospital Polyclinic (lambda value = 0.6; p = 0.005). The results of this study have implications that regular diabetes management is very important for patients and nurses in the Polyclinic to educate patients about diabetes management and diabetes foot injuries. Keywords: type 2 diabetes mellitus, diabetes management, foot injury
Perilaku Penggunaan Masker pada Pasien TB Paru Yulia Susanti; Muhammad Khabib Burhanudin Iqomh; Fendi Wicaksono
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary TB is an air-borne disease. Pulmonary TB transmission to someone through phlegm in the form of droplets that spread into the air. One of the prevention of transmission of pulmonary TB is the use of masks. Good behavior in pulmonary TB patients is required to wear respiratory protection when leaving the house and when in direct contact with people because the mask can filter out submicron-sized particles. Respiratory protection if not used for pulmonary TB patients in contact with people, it will increase the risk of transmitting the disease. This study aims to determine the behavior of the use of masks for pulmonary TB patients in Dr. H. Soewondo Kendal. This research is a non-hypothesis descriptive study with cross sectional approach, a sample of 78 respondents with accidental sampling technique. The results of this study indicate that the characteristics of respondents based on the average age of 44.63 years with an age range of 17-78 years, the majority of male sex 43 (55.1%) respondents, educated high school 31 (39.7%) respondents , has a job as a laborer 15 (19.2%) of respondents, low income of 45 (57.7%) respondents, average length of illness for 6.69 months with a range of 1-60 months. The behavior of using masks in the majority of pulmonary TB patients is good as many as 64 (82.1%) respondents and the behavior of using masks is not good as many as 14 (17.9%) respondents. One's actions in carrying out health activities, especially in the use of masks, are in addition to being influenced by knowledge and attitudes. There are several factors that influence it, including the physical environment and the socio-cultural environment. Someone who has good knowledge and attitude can still be at risk of taking unfavorable health measures because of the influence of the surrounding environment, habits and activities of people with pulmonary TB.
Hubungan Masa Kerja dan Posisi Tubuh Saat Bekerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Perawat Ni Putu Widya Sulasmi; Komang Ayu Mustriwati; I Komang Widarma Atmaja
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.43 KB)

Abstract

Gangguan muskuloskeletal adalah penyakit akibat kerja. Masa kerja dan posisi tubuh saat bekerja merupakan salah satu faktor terjadinya gangguan muskuloskeletal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan posisi tubuh saat bekerja dengan gangguan muskuloskeletal pada perawat yang bekerja di ruang IGD BRSU Tabanan. Penelitian ini termasuk desain non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 34 orang menjadi teknik pemilihan sampel nonprobability dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner Nordic Body Map untuk mengukur gangguan muskuloskeletal dan masa kerja perawat, serta lembar observasi REBA untuk mengukur posisi tubuh saat bekerja yang tidak ergonomis. Analisis data menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk dan kemudian data diolah dengan menggunakan Korelasi Rank Spearman. Hasil yang diperoleh ada hubungan antara masa kerja dan gangguan muskuloskeletal (p = 0,031) posisi tubuh saat bekerja dan gangguan muskuloskeletal saat perawatan luka (p = 0,002), penjahitan luka (p = 0,002), kateter intravena (p = 0,015), dan phlebotomy (p = 0,001). Semua posisi tubuh saat bekerja dalam empat intervensi keperawatan menggunakan berdiri dan membungkuk. Kata kunci: posisi tubuh saat bekerja, gangguan muskuloskeletal, perawat, masa kerja ABSTRACT Musculoskeletal disorders is the occupational disease Working period and body position while working is one factor in the occurrence of musculoskeletal disorders. The purpose of this study was to determine the relationship between work period and position of the body when working with musculoskeletal disorders in nurses working in the IGD room BRSU Tabanan. This study includes Non Experimental design with cross sectional approach. The samples used in this study amounted to 34 people to be nonprobability sample selection technique with purposive sampling. Measuring instruments used in this study was a questionnaire sheet Nordic Body Map to measure musculoskeletal disorders and working lives of nurses, as well as the observation sheet REBA to measure body position while working that is not ergonomic. Data analysis using Saphiro Wilk normality test and then data processed by using Spearman Rank Correlation. Results obtained there are correlation between work period and musculoskeletal disorders (p = 0,031) body position while working and musculoskeletal disorders while wound care ( p = 0,002), wound suturing (p = 0,002), intravenous catether (p = 0,015), and phlebotomy (p = 0,001). All of body position while working in four nursing intervention used standing and bending. Keywords: body position while working, musculoskeletal disorders, nurses, working period

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023 Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023 Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023 Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2023): April 2023 Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022 Vol 10 No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022 Vol 10 No 2 (2022): April 2022 Vol 10 No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021 Vol 9 No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2021): April 2021 Vol 9 No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8 No 4 (2020): Desember 2020 Vol 8 No 3 (2020): Oktober 2020 Vol 8 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 8 No 1 (2020): April 2020 Vol 7 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7 No 1 (2019): April 2019 Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 6 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 6 No 1 (2018): April 2018 Vol 5 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 5 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 5 No 1 (2017): April 2017 Vol 4 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 4 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 4 No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 3 No 3 (2015): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2015 Vol 3 No 2 (2015): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2015 Vol 3 No 1 (2015): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2015 Vol 2 No 3 (2014): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol 2 No 2 (2014): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2014 Vol 2 No 1 (2014): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2014 Vol 1 No 2 (2013): JURNAL EDISI JULI-DESEMBER 2013 Vol 1 No 1 (2013): JURNAL EDISI JANUARI-JUNI 2013 More Issue