cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MUDARRISA is an Indonesian journal of Islamic Education Studies published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Indonesia. MUDARRISA covers the study of Islamic education all over the world, especially at the primary and secondary (school) levels. The study should aim at gaining some new knowledge in the scope Islamic education (at those levels) or gaining any developmental advantages.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Factors determining students’ learning creativity in SMPN 9 Surakarta Ayu Nabila Akifah Noor
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.99 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.120-143

Abstract

The research aims at finding out the determinant factors of: 1) students’ learning creativity; 2) school quality; 3) students’ personality; 4) the correlation between school quality with the students’ learning creativity; 5) the correlation between students’ personality with students’ learning creativity; and 6) the correlation between school qualities with students’ personality. The data used data were derived from VIII students of SMP Negeri 9 Surakarta. The sample was 161 students out of 277 students of the population. The sample were from 9 classes and determined by proporsional random sampling technique. The data gathered thorugh questionnaire, measuring  the students’ learning creativity, the school quality, and the students’ personality. The analysis employed LISREL PROGRAM of 8.54 version.The results of the research showed that:1) there were five determinant factors of learning creativity, namely sensitivity toward problem, the fluency in producing a new idea, the flexibelity in expressing solution, the originality in formulating the idea, and the detail in analyzing the idea; 2) there were seven determinant factors of school quality, namely teacher quality, teaching quality, quality of administration services, students’ commitments, parents support, resources accessibility, and learning comfort; 3) there were eight determinant factors of students’ personality, namely self confident, initiative, competitive, adaptive, responsive, challenge lover, risk taker, and persistency; 4) there was a positive and significant correlation between school quality and students’ personality; 5) there was positive but not significant correlation between school quality and students’ learning creativity; and 6) there was positive and not significant correlation between students’ personality and students’ learning creativity. Keywords: determinant factors, learning creativity, junior high school AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penentu:1) kreativitas belajar siswa; 2) kualitas sekolah; 3) personalitas siswa; 3) hubungan kualitas sekolah dengan kreativitas belajar; 4) hubungan personalitas dengan kreativitas belajar; (5) hubungan kualitas sekolah dengan personalitas.Data bersumber dari siswa kelas VIII SMP Negeri 9 di Surakarta. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII berjumlah 277 siswa. Penentuan ukuran sampel menggunakan Tabel Isaac- Michael sejumlah 161 siswa yang terbagi dalam 9 kelas. Pengambilan sampel menggunakanproportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan mengukur indikator dari 3 variabel yakni kreativitas belajar, kualitas sekolah, dan personalitas. Analisis data menggunakan Program LISREL Versi 8.54. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) lima faktor penentu kreativitas belajar yakni sensitivitas terhadap masalah, kelancaran menghasilkan gagasan baru, keluwesan mengungkapkan solusi, keaslian merumuskan gagasan, dan kerincian menguraikan gagasan; 2) ada tujuh faktor penentu kualitas sekolah yakni kualitas guru, kualitas pengajaran, kualitas pelayanan administrasi, komitmen siswa, dukungan orangtua, aksesibilitas sumber, dan kenyamanan belajar; 3) ada delapan faktor penentu personalitas siswa yakni percaya diri, memiliki inisiatif, kompetitif, adaptif, responsif, menyukai tantangan baru, senang menghadapi risiko, dan memiliki daya bangkit; 4) ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas sekolah dengan personalitas siswa; 5) ada hubungan yang positif dan tidak signifikan antara kualitas sekolah dengan kreativitas belajar siswa; 6) ada hubungan positif dan tidak signifikan antara personalitas dan kreativitas belajar siswa.  Kata kunci: faktor penentu, kreativitas belajar, sekolah menengah pertama
Nilai-Nilai Edukatif dalam Karya Felix Y. Siauw Utami, Setya
MUDARRISA: Journal of Islamic Education Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.539 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v7i1.1-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai pendidikan karya Felix Y. Siauw, yaitu How to Master Your Habits, Yuk Berhijab, Udah Putusin Aja, dan Beyond the Inspiration. Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam karya felix Y. Siauw. Penelitian  merupakan penelitian kualitatif (library research) dengan pendekatan deskriptif. Analisis deskripsi bibliografi terdiri temuan fakta, hasil, dan gagasan pemikiran seseorang melalui bagaimana menemukan, menganalisis, menafsirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan pada buku Felix Y. Siauw adalah: 1) nilai-nilai individu: visioner, termotivasi, serius, sabar, rajin, memaafkan, bergerak, mudah beradaptasi, tabayyun, kepemimpinan, kelincahan, mempelajari sebab-sebab kemenangan, simpati, waspada, tidak terburu-buru, rasional, meluruskan niat, adil, optimis, amanah, tawadhu’, jujur, husnudzan, rindu pada kebaikan, kecerdasan emosional, keberanian,  tawakal, tegas, dan ketulusan; 2)  nilai-nilai sosial: kesetaraan gender dalam Islam, adab berpakaian, jihad, kekompakan, pendidikan prenatal, menjunjung hak asasi manusia, birrul walidain, tata tertib, etika pergaulan dalam Islam, etika terhadap musuh, keteladanan, toleransi, serta adab makan dan minum; 3) nilai-nilai praktis: langkah membentuk habits; 4) nilai-nilai dakwah: melembaga, menyampaikan kebaikan, dan kewajiban. The purpose of this research is to explore the educational values in Felix Y. Siauw opus, i.e. How to Master Your Habits, Yuk Berhijab, Udah Putusin Aja, and Beyond the Inspiration. The problem in this research is what are the educational values in the books. It is a qualitative research (library research) with descriptive analysis. The analysis of the bibliographic description comprise finding of fact, the results, and the idea of a persons thinking through how to find, analyze, interpret. The results show that educational values on the books of Felix Y. Siauw are: 1) individual values: visionary, motivated, serious, patient, diligent, forgive, move, adaptable, tabayyun, leadership, agility, study the causes of victory, sympathy, alert, unhurried, rational, straightening intentions, fair, optimistic, trustworthy, tawadhu, honest, husnudzan, longing for goodness, emotional intelligence, courage, trust, firm, and sincerity; 2) social values: gender equality in Islam, manners on dressing, jihad, compactness, prenatal education, uphold human rights, birrul walidain, rules, etiquette in Islam, ethics against the enemy, exemplary, tolerance, as well as table manners and drink; 3) practical values: the step to form habits; 4) propaganda values: institutionalized, convey kindness and obligations. Kata kunci: nilai-nilai edukatif, karya, Felix Y. Siauw
Kelainan Genetik Klasik: Tinjauan Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an Nur Patria Tjahjani; Anggun Zuhaida
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.887 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.222-250

Abstract

Allah telah menciptakan manusia dari tanah dan keturunannya diciptakan dari sel sperma dan ovum, untuk membentuk zigot, embrio dan kemudian menjadi janin dan akhirnya akan lahir manusia yang akan menjadi khalifah baru di bumi. Dalam penciptaannya, manusia akan menjadi manusia sempurna atau tidak sempurna dan itu menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah. Penyakit genetik atau kelainan genetik adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kelainan dari satu atau lebih gen yang menyebabkan kondisi fenotipe klinis. Hal ini dapat terjadi karena peristiwa nondisjunction, yaitu proses di mana sel telur dan sperma mereplikasi diri dan membagi. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan genetik pada manusia yang dilihat dalam tinjauan penciptaan manusia dalam perspektif al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode non interaktif. Kelainan genetik yang terjadi membutuhkan serangkaian pemeriksaan dan sitogenetik molekul yang lengkap. Meskipun masalah genetik dan fisik bagi orang-orang dengan kelainan kromosom tidak dapat diatasi, pendidikan dan perawatan yang tepat setelah berkomunikasi dengan seorang konselor genetik akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Allah has created man from the land and his descendants were created from the sperm cell and ovum, to form a zygote, embryo and then into a fetus and eventually be born human beings who will be the new caliph in the earth. In its creation, it would be a perfect or imperfect human being and it became the signs of Allah’s power. Genetic disease or genetic disorder is a condition caused by abnormalities of one or more genes that cause a clinical phenotype condition. The causes of genetic diseases are due to abnormalities of chromosome number. This can occur due to nondisjunction, which is a process in which egg and sperm self-replicate and divide. This study is focused to detect genetic abnormalities in humans is seen in the review of the creation of man in the perspective of the al-Qur’an. This research is a qualitative descriptive approach using non-interactive methods. Genetic disorder requires a series of checks and molecular cytogenetic complete. Although genetic and physical problems for people with chromosomal abnormalities can not be overcome, education and proper care after communicating with a genetic counselor will improve the quality of their lives. Kata kunci: kelainan genetik, penciptaan manusia, al-Qur’an
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Tunarungu Sri Sulastri; Roko Patria Jati
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.056 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i1.1-30

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden adalah Kepala Sekolah, guru PAI, dan guru kelas. Data dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan kemudian data ditranskip menjadi data yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa tunarungu di SMPLB Wantu Wirawan Salatiga berpedoman pada kurikulum KTSP SMP dengan modifikasi guru. Materi yang disampaikan ditekankan pada materi akhlak dan fiqih dengan bobot materi lebih ringan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, latihan demonstrasi, menggunakan bahasa yang sederhana, suara yang keras, pelan, jelas, menghadap ke siswa agar melihat gerak bibir guru, dan menggunakan alat peraga. Hasil pembelajaran PAI menunjukkan bahwa siswa tunarungu sudah menjalankan ritual keagamaan dalam keseharian dan berperilaku seperti tuntunan agama, yaitu siswa tunarungu sangat sopan, ramah dan terbiasa melakukan wudhu dan sholat wajib. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Islam diantaranya kurangnya jumlah guru PAI, kurangnya pemanfaatan media, kurang disiplinnya siswa. Guru SMPLB-B dalam mengajar menggunakan pendekatan individual, pembiasaan, latihan, dan pengulangan. Anak tunarungu sulit mengartikan konsep abstrak dan kurangnya kemampuan bahasa untuk berkomunikasi sehingga guru melatih dalam meningkatkan bahasa dengan menggunakan bahasa isyarat, menulis, berbicara dan pengejaannya, maupun campuran diantara keseluruhannya. It is a qualitative descriptive research approach. Data collected through interviews, observation, and documentation. The respondents are the Principal, Islamic religious (PAI) teachers, and classroom teachers. Data were collected by interviews, documentation and field notes. The results showed that the learning of Islamic Education of deaf students in SMPLB Wantu Wirawan, Salatiga based on the curriculum based competence (KTSP) with modification. Materials are presented by emphasis on material of morals and jurisprudence by lighter weight using lectures, discussion, and exercise demonstrations. SLMP-LB uses a simple language and its delivery should be with aloud, slowly, clearly, and face to face, so that students can see the teacher's lips move. Learning media employs more props. The learning results show that deaf students are already do a religious ritual in everyday life and behave like religious guidance, such as they act politely, friendly and used to perform ablution and prayer. Constraints experienced by the Islamic religious education teachers include lack of teachers of PAI, the lack of ability of teachers to use the media, lack of discipline students. SMPLB-B teachers are more patient, loving, and the individualized teaching approach, habituation, exercise, model, and repetition. Children with hearing impairment is difficult to interpret the abstract concept and the lack of language skills to communicate so that teachers train in enhancing language using sign language, writing practice, speaking practice, train justification speech, or a mixture of sign language, writing, speech and utterance justification.
Back Issue of Mudarrisa Volume 2 Issue 1 Authors, All Six (6)
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.261 KB)

Abstract

This is the back issue of Mudarrisa Volume 2 Issue 1. Table of contents of Mudarrisa Volume 2 Issue 1:Konsep Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Al Ghazali Aris Setiawan ................................................................................... 1 Pendidikan Adab Kepribadian Menurut Syekh Muhammad bin Umar Al Nawawi Al Bantani dalam Kitab Maroqiy Al-’Ubudiyah Zulfa Famaul Khusna ...................................................................... 29 Pendidikan Orang Tua pada Anak: Telaah pada Al-Qu’an Surat An-Nisā’ Ayat 9 dan At-Tahrīm Ayat 6 Dadang Kurniawan ......................................................................... 53 Nilai - nilai Pendidikan Akhlaq dalam al-Qur’an Jumico Randi Wirana ..................................................................... 75 Pengaruh Pola Asuh Otoriter Orang Tua Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa Eva Intan Sari .................................................................................. 117 Pola Pembinaan Keagamaan Anak Jalanan dalam Membentuk Kepribadian Sari Famularsih ............................................................................... 137
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Mata Pelajaran ISMUBA Mulyo no
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.992 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.114-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana implementasi pendidikan karakter ISMUBA ((Al - Islam, Muhammadiyah dan bahasa Arab) di sekolah-sekolah Muhammadiyah Salatiga pada tahun akademik 2012/2013. Dalam studi ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan beragam yaitu filosofis, fenomenologi, dan psikologi. Metode konten analisis digunakan sebagai metode analisis. Melalui metode, pendekatan dan analisis tersebut, ditemukan bahwa hal terpenting adalah implementasi pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah Salatiga, telah ada sejak lama, sebelum hal tersebut diutarakan oleh pemerintah Indonesia. Pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah diimplementasikan dalam karakter-karakter khusus mata pelajaran dengan nama ISMUBA (Al - Islam, Muhammadiyah dan bahasa Arab). Ini adalah mata pelajaran yang penting yang bertujuan dalam pembentukan karakters iswa, ini adalah karakter keislaman dalam nuansa Muhammadiyah. Saat ISMUBA sukses diaplikasikan, hal ini akan membentuk siswa yang Islami dengan semangat Muhammadiyah. This study is aimed to reveal about how the implementation of the character education of ISMUBA (Al - Islam, Muhammadiyah and Arabic) in Salatiga Muhammadiyah schools in the academic year of 2012/2013. In this study, the researcher used qualitative methods with multiple approaches namely philosophical, phenomenological, and psychological approaches. The content analysis method is utilized as its analytical method. Through those methods, approaches and analysis, it was found that the most important thing is the implementation of character education in Muhammadiyah schools, including Salatiga Muhammadiyah schools, was existed since long time ago, before it was proclaimed by the Indonesia’s government. Character education in Muhammadiyah schools was implemented on particular characteristics of subjects, namely ISMUBA (Al - Islam, Muhammadiyah and Arabic). This is a very significant subject which is essentially oriented in the students’ character building, it is religious character (Islamic) in Muhammadiyah nuance. When ISMUBA is successful applied, it will form Islamic students with Muhammadiyah spirit. Keywords: ISMUBA, Muhammadiyah, pendidikan karakter
Implementation of scientific approach and teacher affective learning strategy of PAI in increasing student learning achievement Zazinatul Basiroh
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.909 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i2.228-247

Abstract

This study aims to determine the application of scientific approach and affective learning strategy of Islamic education teachers in improving student achievement. This research used qualitative method, used observation, interview or document review. The data presented in verbal form was not in the form of numbers. Based on the results of research and discussion can be concluded the  application of scientific approach by teachers Islamic education in Sekolah Dasar Negeri Plumutan and Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Bancak was observing, asking, exploring, associate and communicate. Affective learning strategies in public primary Sekolah Dasar Negeri Plumutan and Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Bancak done in two ways, the pattern of habituation and modeling or modeling. Implementation of scientific approach and affective learning strategy of learning Islamic education strongly support the success in improving student achievement. The result of this research showed  that effectively  and efficiently in accordance with the stages of learning with scientific approach and affective learning, then the purpose of learning can be achieved.
Peningkatan Prestasi Belajar Membaca al-Qur’an dengan Metode Yanbu’a Choliyah, Siti Ayamil
MUDARRISA: Journal of Islamic Education Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.427 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v7i2.147-172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian belajar dengan menerapkan materi Yanbua untuk membaca al-Quran dalam semester ganjil siswa kelas VII-D dan VII-E SMP Negeri 3 Salatiga tahun akademik 2014/2015. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, pengamatan, dan tes evaluasi. Indikator kesuksesan dalam studi ini adalah ketika nilai rata-rata kelas sebesar 65 kelas dan presentase ketuntasan belajar sebesar 75%. Penelitian ini didahului oleh tahap pra-siklus untuk mencari informasi tentang masalah dan apa penyebabnya. Berdasarkan permasalahan yang ada, diberikan solusi untuk masalah-masalah dalam siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dalam siklus 1 dan siklus 2 diadakan masing-masing dua kali pertemuan. Nilai rata-rata penguasaan belajar klasik mencapai 60.78 dengan 36.84% sebelum melakukan tindakan. Pada tahap siklus 1 setelah langkah-langkah yang diimplementasikan nilai rata-rata siswa naik ke 73.70 dengan prosentase 73.68%. Kemudian dalam siklus 2 setelah evaluasi pelaksanaan langkah-langkah yang hasil siswa belajar telah meningkat 82.11, mencapai penguasaan 86.84% untuk belajar klasik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa belajar dengan menerapkan metode Yanbua dapat meningkatkan pencapaian untuk membaca al-Quran untuk siswa kelas VII-D dan VII-E SMP Negeri 3 Salatiga tahun akademik 2014/2015. This study aims to determine the achievement of learning by applying the material Yanbua to recite al-Qur’an in the odd semester students of class VII-D and VII-E SMP Negeri 3 Salatiga in the academic year 2014/2015. This study uses a Classroom Action Research. Data collection methods used was interviews, documentation, and observation as well evaluation tests. Indicators of success in this study were an average of class 65 and classical learning completeness percentage of 75%. Based on the existing problems analyzed by the pre-test, the solution is given to the problems in cycle 1 and cycle 2. Each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation and reflection and the meetings were held twice respectively. The average score on learning classical mastery is 60.78 with 36.84% before having action. In the cycle 1, after the treatment, the average learners’ score is 73.70 by 73.68% classical learning completeness. Then in cycle 2 after the evaluation, students’ learning outcomes has increased, reaching 82.11 to 86.84%. Based on the results, it can be concluded that learning by applying Yanbu’a method can improve students achievement to read al-Qur’an of VII-D and VII-E class of SMP Negeri 3 Salatiga in the academic year 2014/2015.  Kata Kunci: Yanbu’a method, al-Qur’an, Prestasi
BCCT learning management: Islamic education’s material in early childhood Nur Hasanah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.588 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.28-52

Abstract

AbstractThis research is aimed to know the BBCT (Beyond Center and Circle Time) learning management on Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC (Bina Citra Cendekia) Ungaran Kindergarten and to know the supporting and unsupporting management factors of Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC Ungaran Kindergarten. This research belongs to qualitative research which focuses on the BBCT learning management of Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC Ungaran Kindergarten.The subject of this research is the principal and teachers. The method of collecting data is observation, interview, and documentation. And data analysis technique used in this research is inductive analysis method.The results of this research show that BBCT learning management on Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC Ungaran Kindergarten is good, because it based on the regulation from Permendiknas (Regulation from the Ministry of Education Affairs of Indonesia) No. 58 Year 2009 of standard contents and evaluation, include: planning, actuating, and learning evaluation. The supporting factors of the BCCT learning management are facilities, such as: buildings, classrooms, teachers’ rooms, giving reward for the best achievement teachers (the funding comes from the institution); BCCT training for one week in Istiqlal, Jakarta. Then, unsupporting factors of BCCT learning management are the limited media of learning and the number of teachers, so that the learning process is still not maximal. Supporting games are limited too, so students do not have options to play with.Keywords: BCCT Learning Management, Islamic education, early childhood education AbstrakPenelitian ditujukan untuk mengetahui manajemen pembelajaran BCCT (Beyond Center and Circle Time) materi Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini di TK BCC (Bina Citra Cendekia) Ungaran serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen pembelajaran BCCT materi Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini di TK BCC Ungaran. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang fokus studinya pada manajemen pembelajaran BCCT materi Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini di TK BCC Ungaran. Subyek penelitiannya adalah Kepala sekolah dan guru. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis datanya adalah teknik analisis induktif. Hasil temuan penelitiannya menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran BCCT materi Pendidikan Agama Islam anak usia dini di Tk BCC Ungaran sudah baik karena sesuai dengan peraturan Permendiknas No. 58 Tahun 2009 tentang standar isi dan penilaian yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan,  dan evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung manajemen pembelajaran BCCT adalah sarana dan prasarana seperti: gedung, ruang kelas, ruang guru, jenis-jenis sentra serta pemberian reward bagi guru yang berprestasi dari lembaga yaitu pelatihan pembelajaran BCCT selama 1 minggu di Istiqlal Jakarta. Sedangkan faktor penghambat manajemen pembelajaran BCCT adalah jumlah guru dan media pembelajaran yang terbatas sehingga pembelajaran kurang maksimal, dan keterbatasan permainan pada setiap pijakan sehingga anak didik tidak banyak mempunyai pilihan dalam permainan yang dinginkan. Kata kunci: manajemen pembelajaran BCCT, pendidikan Islam, pendidikan anak usia dini
Peranan Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ) Anak dalam Perspektif Islam Zahrotul Badiah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.647 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.229-254

Abstract

Kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) merupakan penggabungan kecerdasan emosional untuk membentuk hubungan dengan sesama manusia, dan kecerdasan spiritual yang membentuk hubungan dengan Allah, sehingga pada akhirnya akan membentuk  hubungan dengan Allah dan sesama. Asmaul husna adalah kunci dari perkembangan emosional dan spiritual dalam membentuk akhlak yang mulia, karena sumber suasana hati manusia adalah asmaul husna itu sendiri. Selain hal tersebut peran orang tua dalam periode kehidupan seorang anak sangat penting, karena dapat menentukan lebih lanjut tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, orang tua harus memberi kesempatan kepada anak-anak untuk tumbuh dan mengeluarkan ide-ide bagus secara emosional dan spiritual pada anak-anak. Dengan demikian, orang tua turut berkembang untuk mengembangkan kecerdasan emosi dan spiritual pada anak-anak. Hal-hal yang mempengaruhi kecerdasan ESQ adalah hubungan dalam keluarga itu sendiri adapun hubungan yang bersifat spiritual bisa melalui ibadah-ibadah ritual semacam shalat, puasa, berdzikir selalu mengingat Allah. Selain itu orang tua juga harus menanamkan prinsip-prinsip kebajikan pada ruh anak. Dalam tulisan ini penulis memaparkan banyak hal-hal yang mempengaruhi ESQ. Emotional and spiritual intelligence (ESQ) is an amalgamation of emotional intelligence to form relationships with fellow human beings, and spiritual intelligence that formed a relationship with God, so that it can form a relationship with God and human beings. Asmaul Husna is a key of emotional and spiritual development in shaping ahlakul karimah, because the source of human mood is asma al-husnā itself. The roles of parents in the period of a child’s life are very important, because it can determine further developments. Therefore, parents should give an opportunity to children to grow and expend good ideas, in  emotional and spiritual ways to children. Thus, parents  should try to develop emotional and spiritual intelligence of children. ESQ is affected by the relationships within the family itself and the relationship for the spiritual nature  can be through some sort of ritual forms of worship prayer, fasting, always remember Allah. In addition parents should also inculcate principles of virtue in the spirit of the child. In this paper the author exposes many things that affect ESQ.           Kata kunci: kecerdasan, emosional, spiritual

Page 5 of 16 | Total Record : 156