cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
EKSPOLORASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM OLAHRAGA TRADISIONAL DUDENGO DI DESA GAMKONORA RISTO A. IDRIS; SAFRUDIN AMIN; BAHTIAR HAIRULAH
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4094

Abstract

.
“TOKUWELA” PERMAINAN RAKYAT PADA ORANG GALELA ISRAH SOLEMAN; ANDI SUMAR KARMAN; DEWI APRIANI ACO
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4095

Abstract

Tokuwela merupakan satu permainan orang Galela yang biasanya dimainkan  dengan jumlah pemain yang banyak dari 20 sampai 40 0rang dan berpasang-pasangan antar laki-laki dan perempuan yang saling berpegangan tangan sehingga bisa menopang seorang anak dan berjalan diatasnya, permainan tokuwela adalah permainan  yang diwariskan secara turun temurun yang mengandung nilai-nilai peradaban. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui eksistensi seni tradisi permainanTokuwela pada orang Galela Desa Igobula, 2). Untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan Tokuwela pada orang Galela di Desa Igobula Kecamatan Galela selatan. Sedangkan manfaat dari penelitian ini yaitu secara teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemikiran dalam dunia akademik dan menambah khazanah keilmuan kita di bidang karya tulis ilmiah dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sehingga lebih menekankan kepada masyarakat Desa Igobula tentang pentingnya merawat tradisi Permainan Tokuwela. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa tradisi Permainan Tokuwela yang ada pada orang Galela khususnya di desa Igobula mengandung  makna  tentang  semangat  kebersamaan,  persaudaraan, tanpa membeda-bedakan kelompok dan golongan dalam setiap kegiatan yang dilakukan pada orang Galela. Saat ini permainan Tokuwelasudah jarang di pertunjukan oleh masyarakat Galela lebih khususnya masyarakat Desa Igobula yang merupakan tempat asal lahirnya Permainan Tokuwela ini.Eksistensi Tokuwela saat ini pada orang Galela telah hilang mereka sudah tidak menampilkan lagi pada setiap acara-acara adat seperti pelantikan kepala Desa dan penyambutan tamu. Kedua faktor yang mempengaruhi kepunahan permainan tokuwela pada orang Galela adalah kurangnya respon masyarakat untuk melestarikan permainan ini khususnya generasi muda saat ini disebabkan karena pengaruh sosial budaya yang terjadi saat ini. Kata Kunci :Permainan, Tokuwela, Orang Galela
REPRESENTASI BUDAYA DALAM FESTIVAL TELUK JAILOLO M. IDHAR BAKRI; ARLINAH MADJID; HUDAN IRSYADI
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4092

Abstract

Festival Teluk Jailolo (FTJ) adalah agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Festival ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya lokal Halmahera Barat yang semakin memudar. Pengaruh globasisasi yang semakin meningkat telah menjadikan generasi muda hampir lupa akan budaya daerah. Pelaksanaan Festival Teluk Jailolo juga ditujukan untuk menetralisir kondisi birokrasi yang dianggap kaku pasca konflik horizontal, yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat pada tahun 1999. Dalam festival ini disajikan beragam kuliner, tarian, seni pertunjukan, dan tekstil tradisional. Penelitian ini mendeskripsikan budaya masyarakat Halmahera Barat yang direpresentasikan melalui Festival Teluk Jailolo serta pandangan masyarakat terhadap representasi budaya tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Teori yang digunakan adalah teori representasi dan teori simbol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Teluk Jailolo memiliki implikasi dalam bidang sosial, budaya dan ekonom bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Halmahera Barat. Kata kunci: budaya lokal, festival teluk jailolo, halmahera barat
FASILITAS SANITASI PADA OBJEK WISATA JIKO MALAMO RAHMA DO SUBUH; FITRIA SOAMOLE
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4091

Abstract

Sanitasi diartikan sebagai suatu cara  atau upaya manusia dalam mengelola lingkungan (fisik) yang dapat menjamin kesehatannya.  Dengan kata lain sanitasi juga berarti  sebagai upaya prefentif yang dilakukan untuk mencegah atau terhindar dari penyeakit dengan cara menjaga kebersihan terutama kebersihan air. Jadi dapat dikatakan bahwa fasilitas  Sanitasi merupakan prasarana penunjang kenyamanan pada suatu objek wisata tidak terkecuali objek wisata Jikomalamo. Semakin baik fasilitas sainitasi semakin tinggi tingkat kenyamanan wisatawan.  Objek wisata Jikomalamo sendiri saat ini menjadi destinasi wisata favorit di kota Ternate dengan jumlah pengunjung terbanyak dibandingkan dengan tempat wisata lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang fasilitas sanitasi pada objek wisata Jiko malamo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan   teknik survey, wawancara serta dokumentasi,  diperoleh hasil penelitian bahwa sistem sanitasi pada objek wisata jiko malamo masih jauh dari standar sanitasi yang ditentukan oleh WHO maupun Kementerian Kesehatan RI. Terdapat empat tempat yang masih memperhatikan kebersihan dan hamper memenuhi standar sanitasi. Sistem sanitasi yang diterapkan antara lain meliputi  sanitasi dasar; penyediaan air bersih, Pembuangan air limbah, ketersediaan tempat sampah, jarak toilet serta penerangan. Sedangkan sanitasi bangunan meliputi konstruksi bangunan, bahan bangunan serta kelembaban, belum ada yang memenuhi kriteria UU Sanitasi Kementerian Kesehatan RI. Kata kunci: sanitasi, fasilitas, objek wisata 
RESPONS MASYARAKAT TIDORE TERHADAP KEBERADAAN OBJEK WISATA HATIJA ADAM; ANDI SUMAR KARMAN; DEWI APRIANI ACO
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4093

Abstract

Objek Wisata Ake Sahu adalah jenis wisata alam, dan terdapat air panas yang tersedia secara alami di bibir pantai. Sejak tahun 2006 Pemerintah kota Tidore bersama masyarakat Kelurahan Tosa memulai mengembangkan potensi wisata Ake Sahu. Adapun aktivitas wisatawan seperti berenang di laut, berendam air panas, piknik keluarga, duduk bersama teman-teman sambil menikmati kopi.Selain dari itu tempat tersebut juga sering di gunakan oleh mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan wisata ilmiah. Studi yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui 1). aktivitas kepariwisatawan di Objek Wisata Ake Sahu, 2). Respons masyarakat lokal terhadap keberadaan Objek Wisata Ake Sahu. Diharapkan studi ini secara teoritis dapat memperkaya studi dalam kajian-kajian antropologi terkait dengan pariwisata. Secara praktis diharapakan dapat bermanfaat bagi peneliti-peneliti yang berkeinginan untuk melakukan studi dengan kajian serupa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan oleh wisatawan di Objek Wisata Ake Sahu, yang diantaranya berupa Batobo pante (mandi air laut), Batobo Ake Sahu (mandi air panas), makan-makan, memotret (foto-foto), ikat tali di pohon beringin, kumpul bersama keluarga dan pasangan. Masyarakat setempat merespons kehadiran pariwisata terlihat pada partisipasi mereka dalam kerja sama dalam membersihkan lokasi wisata, menyediakan barang-barang untuk kebutuhan wisatawan yang untuk di sewakan dan untuk dijual. Kata kunci: Pariwisata, Respons, Masyarakat Lokal, Ake Sahu, Tidore.

Page 1 of 1 | Total Record : 5