cover
Contact Name
Badrun Ahmad
Contact Email
badrun@unkhair.ac.id
Phone
+6281382878027
Journal Mail Official
badrun@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Pertamina, Kampus II Gambesi, Kec. Ternate Selatan, Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL SAINS
Published by Universitas Khairun
Core Subject : Social, Engineering,
Teknik Sipil, Konstruksi, Jalan dan jembatan, Beton, Mekanika Tanah, Irigasi, Transportasi, SIG, lingkungan, keairan, struktur, dan geoteknik.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2023)" : 16 Documents clear
KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA EKOSISTEM PERAIRAN DI MALUKU UTARA : SEBUAH TINJAUAN Badrun Ahmad; Muh. Faedly H.Tidore; Arbain Tata; Sudirman Hi. Umar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6391

Abstract

Abstrak: Beberapa peneliti saat ini telah melakukan penelitian mikroplastik di Maluku Utara. Artikel ini bertujuan untuk meninjau analisis sebelumnya. Tujuannya adalah sebagai referensi singkat bagi para peneliti yang ingin melakukan penelitian mikroplastik di Maluku Utara. Selain itu, tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis secara kuantitatif beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan. Metode pencarian jurnal dan penelitian dilakukan dengan mencari kata kunci “Mikroplastik di Laut Maluku Utara” pada mesin pencari Google Scholar dan Science Direct. Penelitian mikroplastik sebelumnya di Pulau Mare meneliti kadar mikroplastik pada beberapa jenis teripang dan kelompok mikroplastik pada sedimen di perairan Pulau Mare. Pada teripang ditemukan total 272 partikel mikroplastik. Pada saat yang sama, penelitian endapan dilakukan di dua stasiun. Stasiun pertama di Maregam menemukan mikroplastik berkisar antara 17.000 - 37.000 partikel/kg berat sedimen kering. Di Marekofo ditemukan 13.839-30.666 partikel/kg sedimen. Dipelajari juga di Pulau Ternate, dan hasilnya ditemukan mikroplastik pada ikan cakalang sebanyak 948 partikel yang diperoleh dari 16 sampel ikan yang beredar di pasaran. Penelitian mikroplastik pada ikan jenis lain, seperti Epinephelus Fuscogutattus, E. coioides, dan E. Suillus, ditemukan 594 partikel mikroplastik di saluran pencernaan ikan. Kata kunci: mikroplastik, laut, ikan, mare, ternate  Abstract: Several researchers have now carried out microplastic research in North Maluku. This article aims to review the previous analysis. The aim is to serve as a brief reference for researchers wishing to conduct microplastic research in North Maluku. In addition, the purpose of this article is to analyze quantitatively some of the results of the study that has been done. Journal and research search methods were carried out by searching for the keywords "Microplastics in the North Maluku Sea" on Google Scholar and Science Direct. Previous microplastic research on Mare Island examined microplastic levels in several types of sea cucumbers and microplastic groups in sediments in Mare Island waters. In sea cucumbers, a total of 272 microplastic particles were found. At the same time, research on deposits was carried out at two stations. The first station in Maregam found microplastics ranging from 17,000 - 37,000 particles/kg of dry sediment weight. In Marekofo found 13,839-30,666 particles/kg of sediment. It was also studied on the island of Ternate, and the results found microplastics in skipjack tuna, as many as 948 particles obtained from 16 fish samples in the market. Microplastic research on other types of fish, such as Epinephelus Fuscogutattus, E. coioides, and E. Suillus, 594 microplastic particles were found in the digestive tract of fish. Keywords: microplastics, marine, fish, mare, ternate
STUDI PERLAPISAN BATUAN DENGAN METODE GEOLISTRIK DI JALAN LINTAS HALMAHERA SELATAN DESA MATUTING KECAMATAN GANE TIMUR TENGAH Abriandi H. Lahia; Firman La Ada; Badrun Ahmad
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6580

Abstract

Abstrak: Metode geolistrik merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika yang kompleks karena metode geolistrik digunakan untuk eksplorasi barang tambang, persediaan air, pendugaan di bawah permukaan dan panas bumi. Metode geolistrik dirancang untuk memberikan informasi dari formasi batuan yang mempunyai anomali konduktivitas listrik. Pada penelitian ini diukur lintasan 1 pada jalan lintas Matuting dan ditemukan terdapat 5 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m. Jenis materialnya pada lapisan 1 terdapat pasir, lapisan 2 terdapat batupasir, lapisan 3 terdapat batugamping, lapisan 4 terdapat batulempung dan lapisan 5 terdapat lempung, dengan nilai resistivitas antara 0,203Ω-2.821Ω. Pada lintasan 2 terdapat 6 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m, jenis materialnya pada lapisan 1 terdapat lempung, lapisan 2 terdapat napal, lapisan 3 terdapat lempung, lapisan 4 terdapat napal dan lapisan 5 terdapat batu lanau, di lapisan 6 terdapat batulempung, dengan nilai resistivitas antara 0,11Ω-65,9Ω. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa kondisi perlapisan batuan di sekitar jalan lintas matuting-saketa atau lokasi kerja praktek harus dilakukan pengeboran pada titik pengukuran Kata kunci: geolistrik, jalan, lapisan, material, batuan.  Abstract: The geoelectric method is a complex geophysical exploration method because the geoelectric method is used for mining exploration, water supply, subsurface, and geothermal estimation. The geoelectric process is designed to provide information from rock formations that have electrical conductivity anomalies. In this study, track 1 on the Matuting causeway was measured, and it was found that there were five layers with a depth of up to 25 m. The type of material in layer 1 is sand, layer 2 is sandstone, layer 3 is limestone, layer 4 is claystone, and layer 5 is clay, with a resistivity value between 0.203Ω-2.821Ω. On track 2, there are six layers with a depth of up to 25 m; the type of material in layer 1 is clay, layer 2 is marl, layer 3 is clay, layer 4 is marl, and layer 5 is siltstone, layer 6 is claystone, with a resistivity value between 0.11Ω-65.9Ω. This research proves that the condition of the rock layers around the Matuting-Saketa causeway or practical work location must be drilled at the measurement point. Keywords: geoelectricity, roads, layers, materials, rocks.
Statik Grafiti Tanah Keras (Bedrock) Dengan Metode Geolistrik Nini Hasriyani Aswad; Tachrir Tachrir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.4122

Abstract

Statik grafiti  tanah dibawah permukaan yang bertujuan untuk mengetahui kedalaman tanah keras bedrock berdasarkan metode geolistrik.  Lokasi pengambilan data berada desa Wawatu Moramo Utara Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan dengan jarak sekitar 30 KM dari Kendari ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini berbatasan dengan Desa Tanjung Tiram di sebelah Utara, Desa Mata Wawatu di sebelah Selatan, sebelah timur Laut dan di sebelah Barat Kelurahan Tobi Maeta (Abeli). Tepatnya di titik kordinat 40 3’ 35“ S dan 1220 38’ 52” T dengan elevasi 0 m dari permukaan laut. Metode geolistrik ini bertujuan mengetahui hambatan dan  arus listrik di dalam bumi dengan mendeteksinya di permukaan bumi dengan alat georesit, berdasarkan hasil deep boring, maka hasil gambaran geolistrik akan memvalidasi data deep boring pada area penelitian. Tujuan dari metode ini  untuk mendapatkan sebuah penampang 1D serta dapat menginterpretasi dari hasil penampang. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan software Progress V.3 , terdapat 3 lapisan bawah permukaan. nilai resistivitas yang tinggi yaitu 12.16 Ωm, kedalaman 16 – 24 m (tebal 8 m) dengan nilai resistivitas antara lain  10 Ωm dengan kedalaman 10 – 18 m di indikasikan juga sebagai lapisan lempung berpasir.
ANALISIS VARIASI KANDUNGAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN AGREGAT PUMICE DAN MATERIAL LOKAL Mardewi Jamal; Muhammad Indra; Fachriza Noor Abdi
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5055

Abstract

Abstrak: Beton sebagai bahan bangunan sudah lama digunakan dan diterapkan secara luas oleh masyarakat sebab memiliki keunggulan-keunggulan dibanding material struktur lainnya yakni memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta relatif mudah dalam pengerjaan. Oleh karena itu, inovasi teknologi beton selalu dituntut guna menjawab tantangan akan kebutuhan, diantaranya bersifat ramah lingkungan dan memiliki berat jenis yang rendah (beton ringan). Beton ringan dapat diproduksi dengan menggunakan agregat ringan alami salah satunya adalah pumice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton ringan dengan menggunakan agregat kasar pumice dan agregat halus yang berasal dari material lokal pasir mahakam dan juga apakah material tersebut layak digunakan sebagai bahan pengisi beton. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Variabel bebas yang digunakan adalah perbedaan kandung semen yaitu 300kg/m3, 350kg/m3, 400kg/m3, dan 450kg/m3 . Faktor air semen yang digunakan adalah 0,50. Ukuran butir maksimum agregat kasar (pumice) 20 mm dan menggunakan bahan tanbah berupa Sikament LN. Dalam penelitian ini benda uji dibuat sebanyak enam buah untuk setiap komposisi campuran dengan ukuran cetakan silinder benda uji 15cmx30cm. Pengujian tekan dilakukan pada saat beton berumur 7 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh perbedaan kandungan semen dalam campuran beton ringan terhadap kuat tekan beton ringan berbanding lurus dengan banyaknya semen yang digunakan dalam campuran. Dalam penelitian ini kuat tekan rata-rata beton ringan dengan kandungan semen 300kg/m3 adalah 12.80 MPa; 350kg/m3 menghasilkan kuat tekan 13.24 MPa; 400kg/m 3 menghasilkan kuat tekan 13.44 MPa; dan pada 450kg/m 3 menghasilkan kuat tekan 15.09 MPa. Pengaruh perbedaan kandungan semen dalam campuran beton ringan terhadap kuat tekan beton ringan berbanding lurus dengan banyaknya semen yang digunakan dalam campuran. Kata kunci: Pumice, Kuat Tekan Beton, Beton Ringan. Abstract: Concrete as a building material has long been used and widely applied by the community because it has advantages compared to other structural materials, namely having good strength, fire resistance, resistance to weather changes, and relatively easy to work with. Therefore, concrete technological innovation is always required to answer the challenges of needs, including being environmentally friendly and having low specific gravity (lightweight concrete). Lightweight concrete can be produced using natural lightweight aggregates, one of which is pumice. This study aims to determine the compressive strength of lightweight concrete using pumice coarse aggregate and fine aggregate derived from local Mahakam sand materials and whether these materials suit concrete fillers. In this study, the method used is the experimental method. The independent variables used were differences in cement content, namely 300kg/m3, 350kg/m3, 400kg/m3, and 450kg/m3. The cement water factor used is 0.50. The maximum grain size of coarse aggregate (pumice) is 20 mm and uses additional Sikament LN material. This study made six specimens for each mixture composition with a cylindrical mould size of 15cmx30cm. Compressive testing was carried out when the concrete was seven and 28 days old. The research results found that the effect of differences in cement content in lightweight concrete mixtures on the compressive strength of lightweight concrete is directly proportional to the amount of cement used in the mixture. In this study, the average compressive strength of lightweight concrete with a cement content of 300kg/m3 was 12.80 MPa; 350kg/m3 gives a compressive strength of 13.24 MPa; 400kg/m 3 gives a compressive strength of 13.44 MPa; and at 450kg/m 3 produces a compressive strength of 15.09 MPa. The effect of differences in cement content in lightweight concrete mixtures on the compressive strength of lightweight concrete is directly proportional to the amount of cement used in the mixture. Keywords: Pumice, Concrete Compressive Strength, Lightweight Concrete.
Kebutuhan Lahan Parkir Kendaraan Bermotor Roda Dua di Pasar Tradisional Ngumpakdalem Kabupaten Bojonegoro Mrabawani Insan Rendra
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5132

Abstract

Lahan parkir merupakan tempat untuk memberikan rasa aman terhadap pemilik kendaraan bermotor. Perlu adanya kajian terkait dengan kebutuhan lahan parkir di Kawasan Pasar Pradisional Tradisional. Hal tersebut untuk menunjang aktivitas dalam berdagang dikawasan datersebut dan memberikan rasa aman terhadap penjual dan pembeli. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung kebutuhan lahan parkir di Kawasan Pasar Tradisional Ngumpakdalem. Untuk menghitung kebutuhan lahan parkir metode yang digunakan yaitu pengamatan langsung dengan menghitung Volume parkir, Durasi, Kapasitas, Indeks. Hasil menunjukkan bahwa Volume parkir paling tinggi 245 pengunjung, sedangkan durasi parkir paling tinggi rata-rata 1,40/jam. Kemudian kapasitas statis parkir cukup menampung 60 unit kendaraan, dan kapasitas dinamis paling tinggi dengan nilai 311,45 pada hari sabtu dan kamis. Untuk indeks parkir presentase paling tinggi pada hari minggu dengan presentase 111,66 %. Kebutuhan lahan parkir di Pasar Tradisional Ngumpakdalem sesuai dengan perhitungan yaitu 200 m2
ANALISIS VARIASI JUMLAH TUMBUKAN PADA KARAKTERISTIK ASPAL BERONGGA YANG MENGGUNAKAN SUBSTITUSI LIMBAH BETON Maraden Yosua Hutapea
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.3711

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rentan mengalami bencana seperti gempa dan banjir, yang mana gempa menghasilkan limbah beton akibat keruntuhan konstrusi. Daur ulang limbah beton meningkat sebagai respons terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan pertimbangan ekonomi. Substitusi agregat kasar merupakan sesuatu yang dapat menggantikan suatu benda utama tanpa mengubah fungsi dan kegunaan utamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah Kadar Aspal Optimum (KAO) pada campuran aspal berongga ATB menggunakan agregat alam dan untuk menganalisis variasi jumlah tumbukan pada campuran aspal berongga ATB menggunakan substitusi agregat kasar limbah beton 90% terhadap nilai stabilitas dan terhadap nilai ketahanan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Bina Marga 2018 untuk Campuran Asphalt Treated Base (ATB) Bina Marga. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil pengujian kadar aspal campuran aspal berongga ATB Bina Marga, berdasarkan kinerja Marshall diperoleh data bahwa adalah kadar aspal 5,5% sampai 6,5% memenuhi seluruh spesifikasi, kemudian setelah ditarik garis tengah sesuai hasil perhitungan didapatkan nilail Kadar Aspal Optimum yaitu 6%. Pengujian Cantabro pada campuran ATB Bina Marga substitusi agregat limbah beton 90% diperoleh hasil bahwa seluruh jumlah variasi tumbukan memenuhi spesifikasi SNI dengan persyaratan maksimal kehilangan campuran yaitu 20% dari 100% jumlah benda uji. Untuk nilai ketahan terbaik didapatkan pada jumlah tumbukan 2x75.
Pengarug Volume Kendaraan Terhadap Kerusakan Perkerasan Jalan Dinar Tuakia; Raudha Hakim; Nurmaiyasa Marsaoly
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5789

Abstract

Volume lalu lintas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan jalan. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan kemungkinan akan mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh volume kendaraan terhadap kerusakan jalan dan hubungan volume kendaraan dengan tingkat kerusakan jalan. Sehingga dapat diperkirakan lebih awal nilai kerusakan yang akan terjadi, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis tingkat kerusakan volume kendaraan dengan metode regresi, yaitu untuk mendapatkan hubungan fungsi dengan nilai R (koefisien determinasi) yang menunjukan pengaruh perubahan variasi volume kendaraan terhadap perubahan nilai kerusakan. Penelitian dilakukan di ruas Jl. Inpres Ubo- ubo, Jl. Perumnas, dan Jl. Jati lurus. Ada hubungan antara volume kendaraan tersebut dengan nilai kerusakan jalan. Dengan hasil R = 0,974 menunjukan bahwa kerusakan dipengaruhi volume kendaraan ringan, kendaraan berat (X2), sepeda motor (X3) dan nilai kerusakan jalan (Y) adalah Y= -45,595 + 0,007 X1 + 0.134 X2 + 0,0003 X3.
Perilaku Struktur Rangka Baja Dengan Sistem Breising Konsentrik Tipe-X Akibat Variasi Perbandingan L/H Nyoman Indra Kumara
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6114

Abstract

Breising yang memilki kekuatan paling tinggi adalah breising tipe-X. Semakin besar rasio lebar bentang dengan tinggi tingkat (L/H) maka kemiringan sudut pada breising akan semakin landai. Analisis perilaku struktur dengan rasio L/H dilakukan untuk mengetahui perilaku struktur yang menggunakan analisis linear respon spekrum dan kinerja struktur dengan menggunakan analisis nonlinear statik pushover (ETABS 2016) untuk mengetahui target perpindahan yang terjadi pada struktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa simpangan maksimum dan simpangan antar lantai tingkat terbesar berada pada tipe L/H=2, dengan gaya geser dasar terbesar pada analisis nonlinear pushover di setiap tingkat terjadi pada L/H=1. Hasil dari penelitian ini bahwa semakin besar tipe L/H pada struktur breising maka target perpindahan yang dihasilkan semakin besar. Apabila sudut breising semakin landai, maka simpangan dan target perpindahan yang terjadi semakin meningkat.
Analisis Pemanfaatan Plastik Polystyrene (PS) senagai Bahan Tambahan Aspal AC-WC dan AC-BC dengan Metode Marshall Andi - Sulfanita
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5792

Abstract

ABSTRACT : Availability of Polystyrene (PS) type plastic waste in various surrounding environments, added to the hot asphalt mixture to improve road pavement performance. This study aims to determine the effect of adding Polystyrene (PS) plastic to the Marshall characteristics of AC-WC and AC-BC asphalt based on the 2018 General Highways Specifications. The test results on Marshall characteristics with a mixture of normal asphalt content of 5% and 6% obtained Optimum Asphalt Content (KAO) of 5.5% for each asphalt AC-WC and AC-BC. Marshall testing on AC-WC asphalt with polystyrene materials using 4% and 5% levels. Then the Stability, VMA, VIM, Flow, and Marshall Quotient values increase, while the VFA value decreases with each addition of Polystyrene (PS) content, this indicates the low density of the asphalt mixture against water and air. However, all variations in the levels of plastic additives on AC-WC asphalt met the specifications, while the Marshall test on AC-BC asphalt with polystyrene materials used levels of 4% and 5%. Then the Stability, VFA, Flow, and Marshall Quotient values have increased, while the VMA, and VIM values have decreased with each addition of Polystyrene (PS) content, this indicates that the voids in the aggregate and voids in the mixture are getting smaller, and causing the asphalt to not be able to fill the empty space too much. and aggregate binding. However, only the VIM value at 5% with a value of 2.58% does not meet the specifications between 3% -5%. So, apart from that, all the added ingredients of asphalt plastic AC-BC meet the specifications. Utilizing Polystyrene (PS) type plastic waste in hot asphalt mixtures can improve the quality of Marshall characteristics and can be used as an additive in asphalt flexible pavement. Keywordsi : AC-WC, AC-BC, Marshall, KAO, Polystyrene (PS).
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM Studi Kasus : Persimpangan Bersinyal Pagar Alam Gilang Wahyu Kurnia Novanto
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5834

Abstract

Tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat untuk menjalani aktifitas khususnya dibidang transportasi yang berujung pada kemacetan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan hasil analisis dengan metode MKJI dan software vissim, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja simpang, dan membuat perencanaan alternatif berupa perubahan ukuran geometri jalan untuk meningkatkan tingkat pelayanan simpang pada persimpangan bersinyal Pagar Alam Bandar Lampung. Metode penelitian dengan cara menghitung langsung volume kendaraan. Hasil kinerja persimpangan pada kondisi eksisting belum baik pada weekday hari senin pagi dan sore lengan barat (Jalan Pagar Alam Barat), dikarenakan derajat kejenuhan melebihi 0,75, dan level of service adalah F (60 detik) paling buruk. Nilai panjang antrian weekday hari senin sore pukul 16.15-17.15 sebesar 631,02 m, tundaan rata – rata sebesar 273,3 detik. Volume kendaraan sebesar 655,07 smp/jam. Hasil analisis dengan software vissim menghasilkan panjang antrian 437 m, nilai tundaan 20 detik, dan volume lapangan (data collection) sebesar 609 smp/jam. Hasil survei di lapangan menghasilkan nilai panjang anrian 602 m, dan tundaan 187 detik. Kesimpulan menunjukkan analisis menggunakan metode MKJI 1997 lebih mendekati kondisi di lapangan. Perubahan ukuran geometri jalan, menghasilkan penurunan pada panjang antrian dan tundaan sehingga kinerja pelayanan dari simpang Pagar Alam lebih baik dari kondisi eksisisting. Kata kunci: Derajat Kejenuhan, Kinerja Persimpangan, Level Of Service, Simpang Bersinyal, Vissim.

Page 1 of 2 | Total Record : 16