cover
Contact Name
Amelia Rahmi
Contact Email
icjfakdakom@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
icjfakdakom@walisongo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Isamic Communication Journal
ISSN : 25415182     EISSN : 26153580     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Islamic Communication Journal, ISSN: P-2541-5182 E-2615-3580, published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Faculty of Da'wa and Communication UIN Walisongo Semarang. This journal has a scope of studies and research on the science of communication, media and da'wah. Incoming articles can be either research or conceptual results of classical or current scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025)" : 10 Documents clear
Interpersonal communication between students and gurèe in instilling Islamic values: A case study of Dayah Mudi Mesra in Aceh, Indonesia Arahman, Zulfikar; Abda, Yusfriadi; Bahri, Saipul; Darma, Satria
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.23773

Abstract

This study examines the interpersonal communication between students (santri) and teachers (gurèe) in instilling Islamic values at LPI Dayah Mudi Mesra, Aceh. The interpersonal communication between santri and gurèe is not limited to the transfer of knowledge but also involves a deep emotional relationship, playing a crucial role in the internalization of moral and spiritual values. This research uses a qualitative method with a case study approach, collecting data through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results show that intensive interpersonal communication serves as an effective medium in shaping the Islamic character of santri, with teachers acting as a role model and providing moral guidance through daily attitudes and behaviors. This relationship enables students to more easily internalize religious teachings in their daily lives. This study contributes to understanding the important role of interpersonal communication in dayah education, particularly in shaping santri with noble character and strong spirituality. Moreover, this study strengthens interpersonal communication rooted in Islamic values, setting it apart from conventional notions of interpersonal communication ***** Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal antara santri dan gurèe (guru) dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di Dayah Mudi Mesra. Komunikasi interpersonal antara santri dan Gurèe tidak hanya terbatas pada transfer ilmu, tetapi juga melibatkan hubungan emosional yang mendalam, yang berperan penting dalam internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang intensif menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter islami santri, dengan Gurèe bertindak sebagai teladan yang memberikan bimbingan moral melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Hubungan ini memungkinkan santri untuk lebih Mudih menginternalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang peran penting komunikasi interpersonal dalam pendidikan di dayah, khususnya dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia dan kuat secara spiritual. Lebih jauh, studi ini memperkuat komunikasi interpersonal yang berakar pada nilai-nilai keislaman, yang membedakannya dari konsep komunikasi interpersonal pada umumnya.
International Court Justice ruling for Palestine-Israel in Indonesian media: Discourse analysis in Kompas.com, CNNIndonesia.com, and Detik.com Nuraini, Fira Pujia; Mulyana, Deddy; Herawati, Maimon; Shaharoun, Awaluddin
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.23793

Abstract

This research analyzes the coverage of three major media in Indonesia, Kompas.com, CNNIndonesia.com, and Detik.com, regarding the ruling of the International Court of Justice in July 2024, which declared Israel's occupation of the Palestinian territories as illegal. Using a critical discourse analysis approach from Teun A. van Dijk, the research aims to reveal how these media report the ICJ ruling and represent their support for Palestine. Van Dijk's approach focuses on the relationship between discourse, power, and ideology, analyzing the news text's macrostructure (main themes and topics) and micro (choice of words, sentences, and rhetoric). Data were collected from articles published by Kompas.com, CNNIndonesia.com, and Detik.com following the ICJ ruling on 19 July 2024. The findings show that the three media support the ICJ ruling and strengthen the pro-Palestine narrative in Indonesia. Practically, the results of this research can be a reference for developing more effective media communication strategies in supporting international justice issues and building public solidarity. ***** Penelitian ini menganalisis pemberitaan tiga media utama di Indonesia, yaitu Kompas.com, CNNIndonesia.com, dan Detik.com, tentang putusan Mahkamah Internasional (International Court of Justice) pada Juli 2024 yang menetapkan pendudukan Israel di wilayah Palestina sebagai ilegal. Menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dari Teun A. van Dijk, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media-media tersebut memberitakan putusan ICJ dan merepresentasikan dukungan terhadap Palestina. Pendekatan van Dijk berfokus pada hubungan antara wacana, kekuasaan, dan ideologi, dengan analisis pada struktur makro (tema dan topik utama) serta mikro (pilihan kata, kalimat, dan retorika) dalam teks berita. Data dikumpulkan dari artikel-artikel yang diterbitkan oleh Kompas.com, CNNIndonesia.com, dan Detik.com setelah putusan ICJ pada 19 Juli 2024.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media tersebut mendukung putusan ICJ dan memperkuat narasi pro-Palestina di Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi komunikasi media yang lebih efektif dalam mendukung isu keadilan internasional dan membangun solidaritas publik.
Managing cultural diversity through communication: A face negotiation perspective on Muslim and Aboge interactions in Wonosobo Fabriar, Silvia Riskha; Nur Fitri, Alifa; Fitri, Fitri; Rachmawati, Farida
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25360

Abstract

This research discusses the communication between Muslims and Aboge adherents in Mudal Urban Village, Wonosobo, using the Face Negotiation theory. The main focus of this research is how effective communication creates social harmony in the midst of community diversity. This research uses a descriptive qualitative approach, with data obtained through observation, interviews, and documentation. The results show that harmonious communication patterns are realized through facework that prioritizes respect for other groups and mindfulness. Traditions such as selametan and community service become interaction spaces that strengthen emotional relationships with a collectivist approach and a combination of direct and indirect communication. Face negotiation strategies play an important role in maintaining group honour while managing differences without conflict. Effective communication allows Muslim and Aboge communities to coexist inclusively, strengthening social cohesion and making diversity an asset for community harmony. This study contextualizes the Face Negotiation Theory in a local context while emphasizing the role of communication in building social harmony based on cultural values. ***** Penelitian ini mengkaji komunikasi antara masyarakat Muslim dan penganut adat Aboge di Kelurahan Mudal, Wonosobo, dengan menggunakan teori negosiasi wajah. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana komunikasi efektif menciptakan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi harmonis terwujud melalui facework yang mengedepankan penghormatan terhadap kelompok lain dan mindfulness. Tradisi seperti selametan dan kerja bakti menjadi ruang interaksi yang memperkuat hubungan emosional, dengan pendekatan kolektivisme dan kombinasi komunikasi langsung dan tidak langsung. Strategi face negotiation memainkan peran penting dalam menjaga kehormatan kelompok sambil mengelola perbedaan tanpa konflik. Komunikasi yang efektif memungkinkan masyarakat Muslim dan Aboge untuk hidup berdampingan secara inklusif, memperkuat kohesi sosial, dan menjadikan keberagaman sebagai aset harmoni masyarakat. Penelitian ini berkontribusi untuk mengontekstualisasikan teori negosiasi wajah dalam konteks lokal sekaligus menegaskan peran komunikasi dalam membangun harmoni sosial berbasis nilai budaya.
The branding of Kota Santri as a da’wah strategy by the Bireuen government in shaping the religious character of the community Khaliluddin, Syeh; Arifin, Zainal; Rubino, Rubino
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25477

Abstract

This study aims to analyze the “Kota Santri (Santri City)” branding strategy initiated by the Government of Bireuen Regency as a cultural da'wah approach to shaping the religious character of society. This research employs a qualitative method with a field study approach, involving in-depth interviews with policymakers, community leaders, and direct observation of socio-religious phenomena. The findings reveal that the “Kota Santri” branding is not merely a visual symbol but is internalized through government policies, the religious-oriented culture of civil servants, and increased religious activities within the community. Behavioral transformation is evident in the growing adherence to Islamic norms, the strengthening of religious identity in public life, and the emergence of a social culture aligned with Islamic values. This study offers novelty as initial research that positions religious branding as a form of Islamic communication strategy within the framework of local governance. The findings contribute to the development of contemporary da'wah concepts that integrate symbolic, policy-based, and social movement dimensions. ***** Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding “Kota Santri” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen sebagai pendekatan dakwah kultural dalam membentuk karakter religius masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, serta observasi fenomena sosial keagamaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding “Kota Santri” tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga terinternalisasi dalam kebijakan pemerintahan, budaya ASN, hingga aktivitas keagamaan di masyarakat. Transformasi perilaku masyarakat terlihat dari meningkatnya kepatuhan terhadap norma-norma islami, penguatan identitas religius dalam kehidupan publik, serta terbentuknya kultur sosial yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memiliki kebaruan (novelty) karena menjadi studi awal yang memposisikan branding keagamaan sebagai strategi komunikasi Islam berbasis pemerintahan lokal. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep dakwah kontemporer yang integratif antara simbol, kebijakan, dan gerakan sosial.
The religious study gathering model of Maiyah Cahyo Sumebar as a form of inclusive communication in building religious harmony in Sukoharjo Khoiriyah, Khoiriyah
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25482

Abstract

The religious study gathering (pengajian) of Maiyah Cahyo Sumebar in Sukoharjo represents a model of religious gathering that adopts an inclusive communication approach to promote interreligious harmony within a pluralistic society. Set against a socio-religious backdrop populated by diverse Islamic organizations such as NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, alongside non-Muslim communities, this religious forum serves as an open spiritual dialogue space for all segments of society. This study aims to describe the Maiyah Cahyo Sumebar gathering model as a form of inclusive communication in strengthening religious harmony. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that this gathering model accommodates the principles of inclusivity through mutual respect, appreciation, cooperation, and interfaith solidarity. Mutual respect is reflected in the content of the sermons, which avoids triggering sectarian or theological conflicts. Collaboration involves residents, including non-Muslim figures, in organizing committees and event implementation. Social activities, such as charitable donations to the underprivileged, also play a significant role in fostering interfaith solidarity. This model embodies the principle of equality in socio-religious life, echoing the message of QS. Al-Hujurat (49:13), which encourages people to know one another amidst their differences. Therefore, Maiyah Cahyo Sumebar’s study gathering functions not only as a spiritual forum but also as a model of inclusive communication that nurtures interreligious harmony in a multicultural setting like Sukoharjo. ***** Pengajian Maiyah Cahyo Sumebar di Sukoharjo merupakan model pengajian yang mengusung pendekatan komunikasi inklusif dalam membangun kerukunan beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan latar sosial keagamaan yang dihuni oleh beragam organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, serta komunitas non-muslim, pengajian ini tampil sebagai ruang dialog spiritual yang terbuka bagi semua kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model Pengajian Maiyah Cahyo Sumebar sebagai wujud komunikasi inklusif dalam penguatan kerukunan umat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengajian ini mengakomodasi prinsip inklusivitas melalui sikap saling menghormati, menghargai, bekerjasama, dan tolong-menolong antarkelompok agama. Sikap saling menghormati tampak dalam materi pengajian yang tidak memicu konflik antarmazhab atau keyakinan. Kerjasama melibatkan warga lokal, termasuk tokoh non-muslim, dalam pembentukan panitia dan penyelenggaraan kegiatan. Kegiatan sosial seperti santunan kepada fakir miskin juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas lintas iman. Model pengajian ini mencerminkan prinsip kesetaraan dalam kehidupan sosial-keagamaan, sebagaimana semangat QS. Al-Hujurat (49:13), yang mendorong manusia untuk saling mengenal dalam perbedaan. Oleh karena itu, Pengajian Maiyah Cahyo Sumebar tidak hanya berfungsi sebagai ruang spiritual, melainkan juga sebagai model komunikasi inklusif dalam merawat kerukunan beragama di wilayah multikultural seperti Sukoharjo.
Engaging audiences: A critical reflection on the Kaba Festival 2014-2024, West Sumatera Khusairi, Abdullah; Nurhayati, Meysanda
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25529

Abstract

Effective communication is a key factor in the development of arts and culture, especially in traditional festivals involving community participation. This article explores the Kaba Festival organized by Nan Jombang Dance Company, founded by Indonesian dance maestro Ery Mefri. Using a critical reflection approach, the study analyzes communication dynamics in the festival by observing the participation and appreciation of artists, cultural figures, and academics. Findings show that participatory and community-based communication strategies enhance audience and participant engagement. Despite limited human resources, the festival successfully strengthens Nan Jombang’s reputation, evolving from modest beginnings into a nationally and internationally recognized cultural platform. Now entering its 40th year, Nan Jombang’s experience forms the basis for a strategic five-year plan (2025–2030) focused on cross-sector collaboration, digital media optimization, and training in cultural journalism. The study offers a model for building a sustainable, globally relevant art ecosystem while preserving local traditions. ***** Komunikasi efektif menjadi salah satu kunci dalam pengembangan seni dan budaya, terutama dalam konteks festival tradisional yang melibatkan partisipasi elemen masyarakat. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi penyelenggaraan Kaba Festival oleh Nan Jombang Dance Company, yang didirikan Maestro Tari Indonesia, Ery Mefri. Melalui pendekatan refleksi kritis, artikel ini menganalisis dinamika komunikasi dalam perjalanan Kaba Festival dengan meneliti partisipasi, dan apresiasi para seniman, sastrawan, budayawan hingga akademisi. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan strategi komunikasi partisipatif dan berbasis komunitas meningkatkan keterlibatan kehadiran peserta dan penonton. Efektivitas yang tinggi dengan keterbatasan human resource, telah mengantarkan Kaba Festival dalam posisi puncak eksistensi sebagai sebuah kegiatan seni menggerek nama Nan Jombang Dance; tumbuh dari keterbatasan dan terus berkembang tanpa batas. Nan Jombang berkembang sebagai platform kebudayaaan yang sangat diperhitungkan di kancah nasional dan internasional hingga berusia 40 tahun. Temuan ini menjadi dasar perumusan program strategis lima tahun (2025-2030) Kaba Festival yang mencakup penguatan kolaborasi lintas sektor, penggunaan media digital secara optimal dan pelatihan jurnalisme seni-budaya bagi pelaku seni dan jurnalis. Hasil penelitian bisa menjadi contoh dasar tumbuhnya ekosistem seni yang berkelanjutan dan relevan dengan dinamika global, sekaligus menjaga kekayaan tradisi lokal.
Delivering multi-dimensional da’wah in digital space: Experience from Gita Wirjawan’s YouTube channel A'yun, Fathimah Nadia Qurrota; ‘Ubudiyah, Farikhatul
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.26040

Abstract

The development of da'wah into the digital realm, especially through platforms such as YouTube, demands a multidimensional message, going beyond traditional ritual and legal aspects to include social, educational, economic, and cultural issues. This study aims to analyse the dimensions of the da'wah message contained in the content of Gita Wirjawan's YouTube channel, which implicitly conveys multidimensional good values. Using a qualitative approach with deductive content analysis on three selected podcast videos from 2025, this study identifies and interprets the multidimensional da'wah themes presented. The results of the analysis reveal that Gita Wirjawan's YouTube content implicitly contains multidimensional da'wah messages classified in aspects of theology, sharia, and muamalah principles, and Islamic ethics, which are discussed through dialogues with expert speakers on issues of faith, social justice, meritocracy, and human resource development. The findings have implications for the need for a strategic, interdisciplinary, and moderate digital da'wah approach, and highlight the crucial role of content creators and various elements of society in inclusively disseminating transformative Islamic values. ***** Perkembangan dakwah ke ranah digital, khususnya melalui platform seperti YouTube, menuntut adanya pesan yang multidimensi, melampaui aspek ritual dan hukum tradisional untuk mencakup isu sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi-dimensi pesan dakwah yang terdapat pada konten kanal YouTube Gita Wirjawan, yang secara implisit menyampaikan nilai-nilai kebaikan secara multidimensi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten deduktif pada tiga video podcast terpilih dari tahun 2025, studi ini mengidentifikasi dan menginterpretasikan tema-tema dakwah multidimensional yang disajikan. Hasil analisis mengungkapkan bahwa konten YouTube Gita Wirjawan secara implisit mengandung pesan dakwah multidimensi yang terklasifikasi dalam aspek teologi, syariah dan prinsip muamalah, serta etika Islam, yang dibahas melalui dialog dengan narasumber ahli mengenai isu-isu keimanan, keadilan sosial, meritokrasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pendekatan dakwah digital yang strategis, interdisipliner, dan moderat, serta menyoroti peran krusial kreator konten dan berbagai elemen masyarakat dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang transformatif secara inklusif.
Leveraging social media as avenues for da'wah among Muslim youths in Nigeria Abana, Amina
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.26054

Abstract

This paper reviews the usage and impact of social media in the society and how they can be leveraged for da'wah by youths in Nigeria. It explores the various meanings, uses and impacts of social media; and identified some of the advantages and disadvantages of social media on people and societies. The paper further examined literature and empirical data from scholars on da’wah, social media, and the usage of social media for da'wah and other Islamic propagation. Data revealed that social media have been used effectively for da'wah but can also be used to disseminate messages of dissent. However, this paper argues that since a significant portion of Nigeria’s population are Muslims and youths constitute the major users of social media; leveraging social media platforms for da'wah can be an effective way for Muslims youths to fulfil their religious duty by sharing Islamic teachings and values with others; reach wide audience and help in correcting misconception about Islam and Muslims. Hence, this paper clarified concepts, identified best practices, and contributed to a deeper understanding of Islamic communication in the age of digital media, particularly by providing insights and strategies on developing da’wah initiatives using different social media platforms. ***** Artikel ini mengulas penggunaan dan dampak media sosial dalam masyarakat dan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan untuk da'wah oleh kaum muda di Nigeria. Studi ini menggunakan pendekatan literatur dengan berfokus pada pemikiran para sarjana tentang dakwah, media sosial, dan penggunaan media sosial untuk dakwah dan penyebaran Islam, dan juga menggunakan beberapa data empiris dalam konteks Nigeria. Data mengungkapkan bahwa media sosial telah digunakan secara efektif untuk dakwah tetapi juga dapat digunakan untuk menyebarkan pesan perbedaan pendapat. Namun, makalah ini berpendapat bahwa karena sebagian besar penduduk Nigeria adalah Muslim dan kaum muda merupakan pengguna utama media sosial; memanfaatkan platform media sosial untuk dakwah dapat menjadi cara yang efektif bagi kaum muda Muslim untuk memenuhi kewajiban agama mereka dengan berbagi ajaran dan nilai-nilai Islam dengan orang lain; menjangkau khalayak luas dan membantu dalam mengoreksi kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim. Oleh karena itu, penelitian ini mengklarifikasi konsep, mengidentifikasi praktik terbaik, dan berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang komunikasi Islam di era media digital, khususnya dengan memberikan wawasan dan strategi dalam mengembangkan inisiatif da’wah menggunakan berbagai platform media sosial.
Critical discourse analysis of netizens’ comments on the 2024–2029 presidential and vice-presidential debate based on a corpus Handayani, Maya Rini; Rahmi, Amelia; Hilmi, Mustofa; Chairullah, Dimas
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.26055

Abstract

Presidential elections constitute a cornerstone of democratic governance, symbolizing the legitimacy and trust vested in government by the populace. The 2024 Indonesian presidential election provided a platform for public participation in shaping the nation's policy trajectory. Recognizing the pivotal role of social media, particularly YouTube, in contemporary campaigns, candidates leveraged these platforms to facilitate public discourse and gauge public sentiment towards presidential and vice-presidential candidates. This study employed a corpus-based approach to analyze netizens' comments during the debates. Through a qualitative methodology, 79,378 comments were collected from eight prominent YouTube channels: KPU RI, CNN Indonesia, INews, RCTI, TVRI, TVOne, Kompas TV, and Metro TV. The analysis draws upon Teun A. van Dijk's Critical Discourse Analysis (CDA) and Stewart L. Tubbs and Sylvia Moss' communication styles. Findings indicate that Anies Baswedan and Muhaimin Iskandar projected an image of academic prowess, intelligence, law-abidingness, and religiosity, while adopting a controlling communication style. In contrast, Prabowo and Gibran were associated with discourses of sincerity, millennial appeal, continuity of Jokowi's programs, and impressiveness. However, this pair exhibited a relinquishing communication style, characterized by passivity and a deferential approach. Finally, Ganjar Pranowo and Mahfud MD presented themselves as visionary, credible, and possessing integrity, employing an equalitarian communication style marked by respect and dialogue. ***** Pemilihan presiden (pilpres) adalah elemen vital dalam demokrasi yang mewakili legitimasi dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Melalui pilpres Indonesia 2024, masyarakat ikut menentukan kebijakan negara. Para kandidat menyadari pentingnya media sosial, terutama YouTube, dalam kampanye mereka, yang memungkinkan publik untuk menyampaikan pendapat dan mencerminkan sentimen terhadap calon presiden dan wakil presiden. Penelitian ini menggunakan dataset berbentuk korpus yang berisi komentar warganet saat debat berlangsung. Menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini mengumpulkan 79.378 komentar dari channel KPU RI, CNN Indonesia, INews, RCTI, TVRI, TVOne, Kompas TV, dan Metro TV. Kami mengimplementasikan teori Teun A van Djik untuk Analisis Wacana Kritis (AWK), Stewart L Tubbs dan Sylvia Moss untuk gaya komunikasi. Hasil studi ini, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menunjukkan pribadi yang akademis, cerdas, taat hukum, dan religius serta bergaya controlling style. Sedangkan ihlas, milenial, melanjutkan program Jokowi, dan impresif merupakan wacana yang terlihat pada Prabowo dan Gibran, namun pasangan ini mengadopsi gaya relinquishing style, yaitu bersikap lebih pasif dan menyerahkan inisiatif kepada lawan debat. Paslon terakhir, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dalam menyampaikan pendapatnya terlihat visioner, kredibel, dan memiliki integritas, selain itu pasangan ini menerapkan gaya equalitarian style, yang mencerminkan sikap saling menghargai dan dialogis dalam menyampaikan pendapat.
Negotiating the meaning of female genital mutilation and cutting: A symbolic interactionist approach among religious university students Hayati, Afita Nur; Wahyuni, Tri; Akhyar, Ramadiva Muhammad; Ahmed, Raya Qahtan; Marjuni, Kamaluddin Nurdin
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.26282

Abstract

The meanings attributed to Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) are shaped through complex negotiations within religious and socio-cultural frameworks, including those observed in Indonesia. Using a combined qualitative and quantitative (mixed methods)-ethnographic and survey approach, data from 109 students of religious tertiary institutions in East Kalimantan on their perspectives on FGM/C practices can be more comprehensively explored. The results of the study, which were analysed using the three principles of symbolic interactionism, showed that 72.5 per cent of religious college student families still practice FGM/C and 53.2 per cent stated that FGM/C practices are beneficial for women.  However, they are also willing, if asked, to help socialise FGM/C prevention with a percentage of 54.1 percent. This research contributes to revealing the constitutive communication owned by religious tertiary students with the emergence of negotiations on the meaning of FGM/C practices originating from the family environment and from the environment where they pursue higher education. Prevention efforts will have a greater impact when the Government collaborates with the parties according to their contribution. This research contributes to bridging the gap between the traditional understanding that lives in the cultural and religious values of the family and the critical perspective in the academic environment through an inclusive dialogue space to create zero tolerance for the practice of FGM/C, not only in East Kalimantan but also in Indonesia. ***** Pemaknaan seputar praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) terbentuk melalui negosiasi yang kompleks dalam kerangka keagamaan dan sosio-kultural, termasuk yang terjadi di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods), data yang berasal dari 109 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan di Kalimantan Timur tentang perspektif mereka terhadap praktik P2GP dapat lebih komprehensif dieksplorasi. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan tiga prinsip interaksionisme simbolik menunjukkan sebanyak 72,5 persen keluarga mahasiswa perguruan tinggi keagamaan masih melakukan praktik P2GP dan 53,2 persen menyatakan bahwa praktik P2GP bermanfaat bagi perempuan.  Namun mereka juga bersedia jika diminta untuk membantu sosialisasi pencegahan P2GP dengan prosentase sebesar 54,1 persen. Penelitian ini berkontribusi mengungkap komunikasi konstitutif yang dimiliki oleh mahasiswa perguruan tinggi keagamaan dengan munculnya negosiasi terhadap makna praktik P2GP yang berasal dari lingkungan keluarga dan dari lingkungan tempat mereka menempuh pendidikan tinggi. Upaya pencegahan akan memiliki dampak yang lebih besar ketika Pemerintah berkolaborasi dengan para pihak sesuai dengan kontribusi yang dimiliki. Penelitian ini berkontribusi untuk menjembatani adanya kesenjangan antara pemahaman tradisional yang hidup dalam nilai budaya dan agama keluarga dengan perspektif kritis di lingkungan akademis melalui ruang dialog yang inklusif untuk mewujudkan toleransi nol pada praktik P2GP tidak hanya di Kalimantan Timur tetapi juga di Indonesia.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10