cover
Contact Name
Uwes Fatoni
Contact Email
kanguwes@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmudakwah@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
ISSN : 16930843     EISSN : 25488708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies is a journal that publishes current original researches on da'wah phenomenon and da'wah studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies are : 1. Islamic communication/public speaking (Tabligh) 2. Islamic counseling (Irsyad ) 3. Da’wah management (Tadbir) 4. Islamic community development (Tamkin).
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Stress-Cultural Democracy Da'wah at the Mosque Syarifudin Syarifudin; Baiti Ren; Fitri Fitri
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.7967

Abstract

This study examines the collision of democratic systems through the election of village heads and the process of the resilience of cultural da'wah at mosques, which has an impact on the weakening of dakwah in Kampung Baru and Lonthor Banda Neira villages. The issue of the discussion examines the da'wah experience of mosque administrators regarding the encounter of democracy through the process of cultural da'wah at the mosque. This research uses a case study method with a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews, and focus discussion groups. This study's results indicate that the adaptation of a democratic culture through village head elections occurs cultural stress between mosque administrators who maintain the resilience of the dakwah culture with a democratic system through the voting of the village head in Banda Neira. The cultural stress process goes through three stages: the cultural meeting stage, cultural clash action, cultural assimilation, and artistic collaboration. Due to social stress, social reality creates a feeling of shame, underappreciation, and a weakening of the solidarity of mosque administrators. Penelitian ini mengkaji benturan sistem demokrasi melalui pemilihan kepala desa dan proses ketahanan dakwah kultural pada masjid, yang berdampak terhadap pelemahan dakwah di desa Kampung baru dan Lonthor Banda Neira. Isu pembahasannya mengkaji pengalaman dakwah pengurus masjid terhadap perjumpaan demokrasi melalui proses dakwah kultural di Masjid. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan focus discussion group. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adabtasi budaya demokrasi melalui pemilihan kepala desa terjadi stress cultural antara pengurus masjid yang menjaga ketahanan cultural dakwah dengan sistem demokrasi melalui pemilihan kepala Desa di Banda Neira. Proses stress cultural melalui tiga tahap yakni; tahap meeting cultural, aksi benturan cultural, cultural asimilation, dan collaboration cultural. Realitas sosial akibat stress cultural memunculkan rasa malu, kurang dihargai, dan melemahnya solodaritas pengurus masjid.
The Tholiban Brigade Political Da'wah Movement in Tasikmalaya Dadang Kuswana
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10218

Abstract

This study aims to analyze the existence of the Tholiban Brigade movement in Tasikmalaya as a socio-religious movement. The research aims to answer the existence, motives, and transformation of the Tholiban Brigade da'wah movement in the political field. The research was conducted through a qualitative approach through descriptive methods. Data collection was carried out through observation, interviews, and literature study. The results showed that the legalization of Islamic law in the state's formal law was carried out by the Tholiban Brigade to actualize Islamic da'wah towards Islamic daulah. The legalization of Islamic law is carried out in aspirations, participation, coalitions, and regional political bargaining. The motive of the Tholiban Brigade political da'wah movement is the spirit of amar maruf nahi munkar both in individual and social spheres. This is an effort to change the social order towards Islamic life as a whole (kaffah). The transformation of the da'wah movement towards the Brigade Tholiban political movement is based on religious teachings that view Islam as a religion and state. The implication of this research is expected to map the existence of the Tholiban Brigade political da'wah movement in the national political constellation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi gerakan Brigade Tholiban di Tasikmalaya sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan. Penelitian diarahkan pada upaya menjawab eksistensi, motif dan transformasi gerakan dakwah Brigade Tholiban dalam bidang politik. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi syariat Islam dalam hukum formal negara dilakukan oleh Brigade Tholiban sebagai upaya aktualisasi dakwah Islam menuju daulah Islamiyyah. Legalisasi syariat Islam dilakukan dalam bentuk aspirasi, partisipasi, koalisi dan bargaining politik daerah. Motif gerakan dakwah politik Brigade Tholiban adalah spirit amar maruf nahi munkar baik pada lingkup individual maupun sosial. Transformasi gerakan dakwah menuju gerakan politik Brigadi Tholiban didasarkan pada doktrin ajaran agama yang memandang Islam sebagai agama dan negara. Implikasi penelitian ini diharapkan mampu memetakan eksistensi gerakan dakwah politik Brigade Tholiban dalam konstalasi politik nasional.
Tarekat Da’wah through the Islamic Educational Institutions at Pesantren Suryalaya Jujun Junaedi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10708

Abstract

This study seeks to analyze the objectives and methods of da'wah tarekat through Islamic educational institutions at pesantren Suryalaya. The research was conducted by exploring the basic concepts, objectives, principles, ethics, and tarekat-based education methods applied in Islamic education institutions MTs-MA Serbia Bakti. This research uses a qualitative approach with descriptive-analytic methods. The data were collected through observation, interviews, and literature studies, while data analysis was carried out through phenomenological reduction, eidetic reduction, and transcendental reduction. The study results concluded that the basic concepts, principles, and ethics of tarekat da'wah applied in Islamic educational institutions were based on the teachings of TQN, Tanbih manuscripts, Pearl strands, and the exemplary figure of Abah Anom. The tarekat da'wah aims to form human beings who are Cageur-Bageur and Serba-Bakti. This goal is implemented into the vision, mission, and profile of the institution's graduates. Dzikir becomes the epicenter of the tarekat da'wah method as an effort of Tazkiyat al-Nafs. The research implication shows that the commitment and consistency of the teachings of TQN Suryalaya to form a perfect human (insan kamil) in various spheres of life.Penelitian ini berupaya untuk menganalisis tujuan dan metode dakwah tarekat melalui lembaga pendidikan Islam di Pesantren Suryalaya. Penelitian dilakukan dengan menggali konsep dasar, tujuan, prinsip, etika dan metode pendidikan berbasis tarekat yang diterapkan di lembaga pendidikan Islam MTs-MA Serba Bakti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi fenomenologis, reduksi eiditis dan reduksi transcendental. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep dasar, prinsip dan etika dakwah tarekat yang diterapkan di lembaga pendidikan Islam bersumberkan pada ajaran TQN, naskah Tanbih, Untaian Mutiara dan keteladanan dari sosok Abah Anom. Tujuan dakwah tarekat adalah membentuk manusia yang Cageur-Bageur dan Serba Bakti. Tujuan ini dimplementasikan ke dalam visi, misi dan profil lulusan lembaga. Dzikir menjadi episentrum metode dakwah tarekat sebagai upaya Tazkiyat al-Nafs yang pada prakteknya dilakukan untuk mengoreksi tindakan agar tilik pamilih dina nyiar jalan kahadean lahir batin, dunia akhirat, sangkan ngeunah nyawa betah jasad, memperhatikan tindakan dan niat tindakan agar sesuai dengan kebaikan sehingga mencapai kebahagiaan lahir batin, dunia dan akhirat. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan konsistensi ajaran TQN Suryalaya dalam upaya membentuk manusia sempurna (insan kamil) dalam berbagai ruang lingkup kehidupan.
Analysis of Muallaf ‘Aisyiyah Da’wah Strategy Casmini Casmini
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.9238

Abstract

Muallaf has psychological and social problems, so he needs adequate proselytizing. The assistance of Muallaf requires management in a systematic, planned, and carried out by gradually. This study aims to explore the analysis of Muallaf 'Aisyiyah's da'wah was carried out to see the precision and speed of service according to the characteristics of the problems facing Muslim convert and strength Strengthening given by 'Aisyiyah to optimize the guidance and counseling services to convert to Islam. The study subjects numbered 55 muballighat from 23 provinces which were excavated through a self-report written in the preachers' training of Aisyiyah, a companion to a Muslim muallaf with instruments prepared as worksheets in the training. The research results describe that SWOT analysis be one solution in formulating appropriate planning and prompt assistance following the problems faced by muallaf. Strengthening the preachers' competence in implementing the mentoring strategy planning is important in efforts to set goals and targets according to the needs of converts. Steps in building of Islamic faith and Islamic, psychological and spiritual strengthening, strengthening family resilience and economic empowerment and well-being executed based on a thorough analysis. Muallaf memiliki permasalahan ideologis, psikologis dan sosial, maka dirinya membutuhkan bantuan yang memadai. Proses memberikan bantuan kepada muallaf membutuhkan pengelolaan secara sistematis, terencana dan dilakukan dengan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan menggali  analisis dakwah muallaf ‘Aisyiyah yang dilakukan untuk melihat ketepatan dan kecepatan layanan sesuai karakteristik masalah yang dihadapi muallaf serta penguatan yang diberikan oleh ‘Aisyiyah dalam upaya optimalisasi layanan bimbingan dan konseling kepada muallaf. Subyek penelitian berjumlah 55 muballighat dari 23 provinsi yang digali melalui self-report yang dituliskan dalam pelatihan muballighat ‘Aisyiyah pendamping muallaf dengan instrumen yang disiapkan sebagai lembar kerja dalam pelatihan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa analisis SWOT menjadi salah satu solusi dalam memformulasikan perencanaan pendampingan yang tepat dan cepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh muallaf. Penguatan kompetensi muballighat dalam melaksanakan perencanaan strategi pendampingan menjadi  penting dalam upaya menyusun tujuan dan target sesuai kebutuhan muallaf.  Langkah-langkah dalam penguatan aqidah dan keislaman, penguatan psikologis dan spiritualitas, penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan dijalankan berdasarkan pada analisis yang matang.
Branding Identity as Da’wah Strategy: Islamic Business Ethics Chairiawaty Chairiawaty; Kiki Zakiah
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10595

Abstract

This study aims to analyze the branding identity used as a da'wah strategy. Besides, the research is directed to find the concept of Islamic business ethics as a branding identity. This study used the descriptive qualitative method. The object of research is the slogan as one of the branding identities carried out in 10 companies. The results showed that branding identity as a da'wah strategy was carried out in two ways: Qolam (oral and written). Six institutions use Islamic business ethics in their slogans directly and clearly, while four institutions do not state business ethics. The slogan as an Islamic branding identity refers to the principles of communication in Islam, namely Qawlan Sadidan, Qawlan Balighon, Qawlan Karieman, and Qawlan Layyinan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas Branding digunakan sebagai strategi dakwah. Selain itu, penelitian diarahkan untuk menemukan konsep etika bisnis Islam sebagai identitas Branding. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. objek penelitian adalah Slogan sebagai salah satu identitas branding yang dilakukan pada 10 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identias branding sebagai strategi dakwah dilakukan dalam dua cara yaitu secara Qolam (lisan maupun tulisan). Sebanyak 6 institusi menggunakan etika bisnis Islam dalam slogan mereka secara langsung dan jelas, sedangkan 4 institusi tidak menyatakan etika bisnis secara langsung dan jelas. Penggunaan slogan sebagai identitas branding Islam merujuk pada prinsip komunikasi dalam Islam yakni Qawlan Sadidan, Qawlan Balighon, Qawlan Karieman dan Qawlan Layyinan.
Youth Religiosity and Da'wah Development in The LPKA Class II Detention Sukamiskin Bandung Hikmat Hikmat
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.8816

Abstract

The purpose of this study, first to obtain empirical data on the level of adolescent religiosity of assisted residents in Rutan LPKA Class II Sukamiskin Bandung. Secondly, to obtain data on the development of da'wah and religious formation towards adolescent Guidance residents in the LPKA Class II Detention Center Sukamiskin Bandung. This study uses the Research and Development (R&D) method or research and development with a qualitative approach. The results showed that the religiosity of the assisted residents in the LPKA Prison was categorized into three, namely: the level of religion was very good, good enough and less, of the three categories determined the da'wah program and religious coaching at the Prison for Youth LPKA Sukamiskin Bandung. The development of da'wah and patterns of religious guidance for youth assisted residents at the Class II Sukamisnin Bandung Prison LPKA is carried out by involving various parties. As an institution, collaborating with the Ministry of Religious Affairs in Bandung and MUI in Bandung is carried out periodically and on a scheduled basis. Then with the local cleric figure, the leader of the Sukamiskin boarding school in developing da'wah about child worship and morals.Tujuan penelitian ini, pertama untuk mendapartkan data empirik tingkat religiusitas remaja warga binaan di Rutan LPKA Kelas II Sukamiskin Bandung. Kedua untuk mendapatkan data tentang pengembangan dakwah dan pebinaan keagamaan terhadap remaja warga Binaan di Rutan LPKA kelas II Sukamiskin Bandung. Penelitian ini menggunakan Metode Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, religiusitas warga binaan di Rutan LPKA dikatagorikan menjadi tiga yaitu: tingkat keagamaan sangat baik, cukup baik dan kurang, dari tiga katagori tersebut ditentukan program dakwah dan pembinaan kegamaan di Rutan remaja LPKA Sukamiskin Bandung. Pengembangan dakwah dan pola pembinaan keagamaan terhadap remaja warga binaan di Rutan LPKA kelas II Sukamisnin Bandung dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak. Secara kelembagaan bekerja sama dengan Kementrian Agama kota Bandung, dan MUI kota Bandung, dilaksanakan secara periodik dan terjadwal. Kemudian dengan tokoh ulama setempat yakni pimpinan pesantren Sukamiskin dalam pengembangan dakwah tentang ibadah dan akhlak anak.
The Transformation of the Leadership of the Santi Asromo Majalengka Islamic Boarding School: From Personal Authority to Impersonal Syamsuddin Syamsuddin
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10709

Abstract

This article aims to analyze the transformation of the kyai's leadership at Pesantren Santi Asromo Majalengka. The research is focused on exploring the leadership system, the factors causing the shift in the style of leadership, and the authority of the kyai in the organizational structure of the pesantren. The research was conducted using a qualitative approach through the descriptive analysis method. The research data were collected through observation, interviews and documentation. The results of the study concluded that the leadership system of the Santi Asromo pesantren transformed personal to impersonal, from paternalistic to bureaucratic, from a single authority to a collective. The pesantren leadership system is based on a prototype of lifelong leadership and a kinship system. The shift in leadership styles can be categorized into two periods, namely the leadership period of Kyai Abdul Halim and Kyai Abdul Qohar who tend to be charismatic, and the leadership of Kyai Amas Turmudzi who tends to be rational. The authority of the kyai in the organizational structure of the pesantren has changed along with changes in social society, the education system, and the legalization of the role of the family.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kepemimpinan kyai di Pesantren Santi Asromo Majalengka. Penelitian difokuskan menggali sistem kepemimpinan, faktor penyebab pergeseran dan otoritas kyai dalam struktur organisasi pesantren. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kaulitatif melalui metode analisis deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan sistem kepemimpinan pesantren mengalami transformasi dari yang bersifat personal menjadi impersonal, dari paternalistik menjadi birokratik, dari otoritas tunggal menjadi kolektif. Sistem kepemimpinan pesantren didasarkan pada prototipe kepemimpinan seumur hidup dan sistem kekerabatan. Pergeseran corak kepemimpinan dapat dikategorisasikan ke dalam dua periode, yakni kepemimpinan Kyai Abdul Halim dan Kyai Abdul Qohar yang cenderung kharismatik dan kepemimpinan Kyai Amas Turmudzi yang cenderung rasional. Otoritas kyai dalam struktur organisasi berubah disebabkan perubahan sosial, sistem pendidikan dan legalisasi peranan keluarga.
Sayyid Qutb’s Concept of Da’wah in His Fi Zilal al Quran Ahmad Zabidi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.9660

Abstract

This research aims to describe concept and method of da’wah in Sayyid Qutb’s perspective specially in his work on tafsir, Fi Zilal al-Qur'an. The research was conducted by exploring the concept of da’wah theoretically and its implications in dealing with contemporary problem of da’wah. This study employs qualitative approach with content analysis technique and library study method. The result shows that according to Sayyid Qutb understanding, Da’wah is an effort of the believers to realize the Islamic teaching in daily life. Also, da’wah is interpreted as a believer's effort to strengthen Allah SWT's teachings in human life. Sayyid Qutb’s Da’wah method is based on the interpretation of normative sources and historical facts that refer to efforts to preach based on human nature through tenderness, compassion, and good morals. This kind of da’wah conception has impact at the individual, family, community, and community levels in achieving happiness in this world and the hereafter.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep metode dakwah Sayyid Qutb dalam tafsir fī Zilāl al-Qur’an. Penelitian dilakukan dengan menggali konsep dakwah secara teoritik dan implikasinya dalam menjawab problematika dakwah kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyid Qutb memahami dakwah sebagai usaha orang beriman untuk mewujudkan sistem ajaran Islam dalam kehidupan. Selain itu, dakwah dimaknai sebagai usaha orang beriman untuk mengokohkan ajaran Allah Swt dalam kehidupan. Metode dakwahnya didasarkan pada penafsiran terhadap sumber normatif dan fakta historis yang merujuk pada fitrah manusia melalui kelembutan, kasih sayang dan akhlakul karimah. Implikasi praktis dakwah Islam berlangsung baik pada level individu, keluarga, masyarakat dan umat untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
The Da’wah Communication Strategy of Jamaah Tabligh in Sub-district of Tondo, Palu City Nuraedah Nuraedah; Mutawakkil Mutawakkil
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10220

Abstract

This study aims to analyze the da'wah communication strategy of Jamaah Tabligh that includes planning, implementing and identifying agents of change in the Jamaah da’wah in sub-district of Tondo, Palu. The research used phenomenological method with interviews and observations as data collection techniques. The results showed that Jamaah Tabligh da’wah communication strategies include; first, planning with tafakud which means ensuring readiness. Second, the implementation of da'wah through khuruj emphasizes the practice of Intiqoli (Amal Intiqoli) and the practice of maqami (Amal maqami). Third, the agents of change in the da'wah communication process are individuals and groups. The Agents referred to are ahbab karkun and amir. The role of the changer is to change morals to be praiseworthy according to the guidance of the Prophet Muhammad SAW.Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan mengidentifikasi agen perubahan dakwah Jamaah Tabligh di Tondo, Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah Jamaah Tabligh meliputi; pertama perencanaan dengan tafakud yaitu memastikan kesiapan. Kedua pelaksanaan dakwah melalui khuruj, dengan memperhatikan amalan Intiqoli dan amalan maqami. Ketiga, agen pengubah dalam proses komunikasi dakwah Jamaah Tabligh yakni individu dan kelompok. Agen pengubah yang dimaksud adalah ahbab karkun dan amir. Peran pengubah ialah merubah akhlak menjadi terpuji sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Moderate Islam in Indonesia: Activities of Islamic Da'wah Ahmad Syafii Maarif Suhaimi Suhaimi; Raudhonah Raudhonah
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.8657

Abstract

This study aims to observe the activities of the preaching of Ahmad Syafii Maarif as a manifestation of Islamic moderation in the frame of humanity and Indonesian-ness. Ahmad Syafii Maarif in his various ideas always presents a portrait of Islam in Indonesia that is inclusive and tolerant. Where the construction of Islamic da'wah is based on Islamic doctrine as a religion of enlightenment that rahmatan lil alamin. The research was conducted through a literature approach by examining various ideas of Ahmad Syafii Maarif. Data collection techniques are done through a discourse analysis and interview approach. The results of this study indicate that the figure of Buya Syafii Maarif runs moderate Islamic da'wah activities or persuasive Islamic da'wah by interpreting makruf as something known and accepted by reason and by the public. while evil is something that is rejected by common sense. Syafii Maarif's moderate da'wah activities were conceptualized into three main Islamic ideas, namely Islam, humanity, and Indonesian-ness. Ahmad Syafii Maarif consistently carried out persuasive and rational Islamic da'wah, not intimidation propaganda. Besides, the existence of the Maarif Institute aims to smooth activities to voice his thoughts about the teachings of Islam so that the character and characteristics of moderate Indonesian Islam are socialized.Penelitian ini bertujuan meneropong aktivitas dakwah Ahmad Syafii Maarif sebagai manifestasi moderasi Islam dalam bingkai kemanusiaan dan keindonesiaan. Ahmad Syafii Maarif dalam berbagai gagasannya selalu menampilkan potret Islam di Indonesia yang inklusif dan toleran. Dimana konstrusi dakwah Islam didasarkan pada doktrin Islam sebagai agama pencerahan yang rahmatan lil alamin. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kepustakaan dengan mengkaji berbagai gagasan Ahmad Syafii Maarif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan analisis wacana dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan sosok Buya Syafii Maarif menjalankan aktivitas dakwah Islam moderat atau dakwah Islam persuasif dengan memaknai makruf sebagai sesuatu yang dikenal dan diterima oleh akal maupun oleh masyarakat. sedangkan munkar adalah sesuatu yang ditolak oleh akal sehat. Aktivitas dakwah moderat Syafii Maarif dikonsepsikan ke dalam tiga gagasan keislaman utama, yakni keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan. Ahmad Syafii Maarif konsisten melakukan dakwah Islam persuasif dan rasional, bukan dakwah intimidatif. Selain itu, keberadaan Maarif Institute bertujuan untuk kelancaran kegiatan menyuarakan pemikirannya tentang ajaran Islam sehingga tersosialisasikannya watak dan ciri khas Islam Indonesia yang moderat.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19 No 2 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 19 No 1 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 18 No 2 (2024): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 17, No 1 (2023): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 16, No 2 (2022): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 16, No 1 (2022): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 2 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 1 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 13, No 2 (2019): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2) Vol 13, No 1 (2019): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2) Vol 12, No 2 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2) Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2) Vol 11, No 2 (2017): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2) Vol 11, No 1 (2017): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2) Vol 10, No 2 (2016): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 10, No 1 (2016): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 9 No 2 (2015): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 9, No 1 (2015): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 9 No 1 (2015): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 8 No 2 (2014): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 8 No 1 (2014): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 6, No 2 (2012): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 6, No 1 (2012): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 18 (2011): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 17 (2011): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 16 (2010): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 15 (2010): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 14 (2009): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 13 (2009): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 12 (2008): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 11 (2008): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 1, No 1 (2002): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies More Issue