Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Minat dan Bakat Mahasiswa Dakwah Pada Kegiatan Khithabah Junaedi, Jujun
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jid.v6i1.330

Abstract

Khithabah as part of sermons, including one method of propagation in the context of mass communication that preachers often do. Khithabah become a popular paradigm that the escort mission dynamics of mass media propaganda with all kedakwahannya effectiveness. Often khithabah conducted limited spread Islamic ideology which incidentally is the transfer of ideas with a bunch of speeches recreational bandage which in turn offers the essence of propaganda about itself. However, the insertions are not rare in any recreational activity khithabah a bargaining power for their own propaganda and a lover of excellence in the Islamic world that in fact describe the nature of grace for the whole of nature.
Minat dan Bakat Mahasiswa Dakwah Pada Kegiatan Khithabah Jujun Junaedi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 6, No 1 (2012): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v6i1.330

Abstract

Khithabah as part of sermons, including one method of propagation in the context of mass communication that preachers often do. Khithabah become a popular paradigm that the escort mission dynamics of mass media propaganda with all kedakwahannya effectiveness. Often khithabah conducted limited spread Islamic ideology which incidentally is the transfer of ideas with a bunch of speeches recreational bandage which in turn offers the essence of propaganda about itself. However, the insertions are not rare in any recreational activity khithabah a bargaining power for their own propaganda and a lover of excellence in the Islamic world that in fact describe the nature of grace for the whole of nature.
Tarekat Da’wah through the Islamic Educational Institutions at Pesantren Suryalaya Jujun Junaedi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10708

Abstract

This study seeks to analyze the objectives and methods of da'wah tarekat through Islamic educational institutions at pesantren Suryalaya. The research was conducted by exploring the basic concepts, objectives, principles, ethics, and tarekat-based education methods applied in Islamic education institutions MTs-MA Serbia Bakti. This research uses a qualitative approach with descriptive-analytic methods. The data were collected through observation, interviews, and literature studies, while data analysis was carried out through phenomenological reduction, eidetic reduction, and transcendental reduction. The study results concluded that the basic concepts, principles, and ethics of tarekat da'wah applied in Islamic educational institutions were based on the teachings of TQN, Tanbih manuscripts, Pearl strands, and the exemplary figure of Abah Anom. The tarekat da'wah aims to form human beings who are Cageur-Bageur and Serba-Bakti. This goal is implemented into the vision, mission, and profile of the institution's graduates. Dzikir becomes the epicenter of the tarekat da'wah method as an effort of Tazkiyat al-Nafs. The research implication shows that the commitment and consistency of the teachings of TQN Suryalaya to form a perfect human (insan kamil) in various spheres of life.Penelitian ini berupaya untuk menganalisis tujuan dan metode dakwah tarekat melalui lembaga pendidikan Islam di Pesantren Suryalaya. Penelitian dilakukan dengan menggali konsep dasar, tujuan, prinsip, etika dan metode pendidikan berbasis tarekat yang diterapkan di lembaga pendidikan Islam MTs-MA Serba Bakti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi fenomenologis, reduksi eiditis dan reduksi transcendental. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep dasar, prinsip dan etika dakwah tarekat yang diterapkan di lembaga pendidikan Islam bersumberkan pada ajaran TQN, naskah Tanbih, Untaian Mutiara dan keteladanan dari sosok Abah Anom. Tujuan dakwah tarekat adalah membentuk manusia yang Cageur-Bageur dan Serba Bakti. Tujuan ini dimplementasikan ke dalam visi, misi dan profil lulusan lembaga. Dzikir menjadi episentrum metode dakwah tarekat sebagai upaya Tazkiyat al-Nafs yang pada prakteknya dilakukan untuk mengoreksi tindakan agar tilik pamilih dina nyiar jalan kahadean lahir batin, dunia akhirat, sangkan ngeunah nyawa betah jasad, memperhatikan tindakan dan niat tindakan agar sesuai dengan kebaikan sehingga mencapai kebahagiaan lahir batin, dunia dan akhirat. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan konsistensi ajaran TQN Suryalaya dalam upaya membentuk manusia sempurna (insan kamil) dalam berbagai ruang lingkup kehidupan.
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata Karya Chrisye Mohamad Faizal Agung; Jujun Junaedi; Heny Gustini Nuraeni
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v2i3.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah yang terdapat dalam lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata Karya Chrisye.Yang mencakup pesan akidah, akhlak, dan syariah. Dan mengetahui pesan dakwah apa yang paling dominan didalam lagu ini.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata karya Chrisye ini sangat jelas mengandung pesan dakwah, termasuk pesan akidah, pesan akhlak, dan pesan syariah didalamnya, karena lirik lagu yang dinyanyikannya sama sekali tidak bertentangan dengan Quran dan Hadis. Adapun pesan dakwah yang paling dominan adalah pesan akidah. Bahkan hal inipun dibuktikan dengan penulisan lirik lagu ini sendiri yang terinspirasi dari salah satu ayat didalam Quran. This study aims to find out the message of da'wah contained in the lyrics of the song Ketika Tangan dan Kaki Berkata by Chrisye. Which includes the message of faith, morals, and sharia. And find out what da'wah message is most dominant in this song. Research uses qualitative methods with content analysis approach. Data collection techniques used in this study are through observation and documentation. The results of this study indicate that the song Ketika Tangan and Kaki Berkata Chrisye's work clearly contains the message of da'wah, including the message of faith, moral messages, and sharia messages in it, because the song lyrics sung are in no way contrary to the Quran and Hadith. The most dominant message of da'wah is the message of faith. Even this is evidenced by the writing of the lyrics of this song itself, inspired by one of the verses in the Quran.
Dakwah Kemas Mahmud Melalui Kegiatan Training Motivasi Apud Dian; Jujun Junaedi; Nase Saepudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 4 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.528 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v3i4.715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dakwah yang disampaikan oleh Kemas Mahmud kepada Masyarakat. Secara lebih rinci tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui materi dakwah, metode dakwah dan media dakwah yang digunakan oleh Kemas Mahmus kepada masyarakat. Penelitian ini didasarkan pada asumsi teori Komunikasi yang dikembangkan oleh Harold Lasswell. Asumsi teori Komunikasi ini mengacu pada dakwah yang berimplementasi pada ceramah atau motivasi sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dan teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumntasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan dakwah sebagai komunikasi yang dilakukan oleh Kemas Mahmud dapat mengubah pola pikir para pendengarnya. Karena dakwah yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta serta materi yang disampaikan mudah dimengerti karena dibarengi dengan simulasi sehingga makna yang disampaikan bisa dirasakan langsung oleh peserta melaului simulasi. Kemudian metode yang digunakan Kemas mahmud juga beragam sesuai dengan usia dari pesertanya, dan untuk menunjang kegiatan Kemas Mahmud menggunakan media leptop, lcd utk menampilkan materi sehingga peserta bisa melihat langsung. Tidak hanya itu dalam kesehariannya Kemas Mahmud merupakan seorang trainer yang sederhana dan memiliki sikap yang ramah kepada keluarga juga masyarakat. Kata Kunci : Trainer; Training Motivasi. This research aims to find out the pattern of da'wah delivered by Kemas Mahmud to the Community. In more detail the purpose of this research is to find out the material of da'wah, the method of da'wah and the da'wah media used by Kemas Mahmus to the community. This research is based on the assumption of the Communication theory developed by Harold Lasswell. The assumption of the Communication theory refers to the da'wah that implements the lecture or motivation while the research method used is descriptive method, and the data collection technique uses interviews, observation, and documination. The results of this study indicate that da'wah activities as communication conducted by Kemas Mahmud can change the mindset of the listeners. Because the da'wah delivered using language that is easily understood by participants and the material presented is easy to understand because it is accompanied by simulations so that the meaning conveyed can be felt directly by the participants through the simulation. Then the method used by Kemas Mahmud also varied according to the age of the participants, and to support the Kemas Mahmud activity using computer, lcd media to display the material so that participants could see firsthand. Not only that in his daily life, Kemas Mahmud is a trainer which is simple and has a friendly attitude to the family as well as the community. Keywords: Trainer; Motivation training.
Respon Jama’ah Masjid Al-Hasan Terhadap Tema-Tema Ceramah Eskatologi Arief Ahmad Abidin; Jujun Junaedi; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 3 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.318 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i3.1000

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perhatian, Pemahaman, dan Penerimaan Jama’ah Masjid Al-Hasan Terhadap Tema-Tema Ceramah Eskatologi di Masjid Al-Hasan yang terletak di wilayah Bumi Panyawangan, Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini mengacu pada kerangka teori psikologi behavioristik S-O-R, yakni stimulus, Organisme, dan Respon. Adapun yang jadi stimulusnya adalah Ceramah dengan Tema-Tema Eskatologi, Organismnya adalah jama’ah Al-Hasan yang mengikuti Ceramah dengan Tema-Tema Ceramah Eskatologi Di Masjid Al-Hasan yang terletak di wilayah Bumi Panyawangan. Sedangkan responnya adalah perhatian, pemahaman dan penerimaaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif, pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan untuk menambah data yang di perlukan penelitian ini menggunakan angket sebagai cara untuk mengetahui lebih dalam mengenai Respon Jama’ah Masjid Al-Hasan terhadap Tema-Tema Ceramah Eskatologi, Dari hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kegiatan ceramah Eskatologi mendapatkan respon yang baik dari jama’ah Masjid Al-Hasan yang berjumlah 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa respon jama’ah perkotaan terhadap tema-tema ceramah eskatologi sangat baik. Dari respon perhatian, beberapa informan menyatakan mengikuti pengajian secara rutin, respon pemahaman menyatakan memahami terhadap Ceramah Eskatologi, dan respon penerimaan menyatakan menerima pengajian dengan Tema-Tema Eskatologi di Masjid Al-Hasan. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa dakwah adalah suatu kewajiban bagi umat muslim baik dari golongan manapun, secara garis besar dakwah dan Tabligh merupakan alat yang memiliki satu tujuan yaitu mengajak manusia kembali ke jalan yang benar dan Rahmatan Lila’lamin. Kata Kunci : Jama’ah, Ceramah, Eskatologi ABSTRACT The purpose of this study was to determine the Attention, Understanding, and Acceptance of Al-Hasan Mosque Community on Eschatology Lecture Themes at Al-Hasan Mosque located in Bumi Panyawangan area, Bandung, West Java. This study refers to the behavioristic S-O-R psychological theory framework, namely stimulus, organism, and response. The stimulus is Lecture with Eschatological Themes, his organism is Jamaah Al-Hasan who attended the Lecture with Eschatology Lecture Themes at the Al-Hasan Mosque located in the Bumi Panyawangan area. While the response is attention, understanding and acceptance. The method used in this study is Descriptive Method, data collection using interviews, observation, and documentation. And to add to the data needed, this study uses questionnaires as a way to find out more about the response of Al-Hasan Mosque Jama'ah to Eschatology Lecture Themes, From the results of this study illustrate that Eschatology lecture activities get a good response from the congregation Al-Hasan Mosque which numbered 20 people. The results of this study indicate that the urban response to the themes of eschatological lectures was very good. From the attention response, several informants stated that they took part in the recitation regularly, the understanding response stated understanding of the Eschatology Lecture, and the acceptance response stated that they received recitation with Eschatological Themes at the Al-Hasan Mosque. Based on these findings, it can be concluded that da'wah is an obligation for Muslims from any group, broadly speaking da'wah and Tabligh are tools that have one purpose which is to invite humans back to the right path and Rahmatan Lila'lamin. Keywords : Pilgrims, Lecture, Eschatology
Pesan Dakwah Minoritas dalam Vlog Citra Nurjanah; Jujun Junaedi; Uwes Fatoni
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i4.1485

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pesan dakwah minoritas tentang akidah, syariah, dan akhlak yang terdapat dalam vlog akun YouTube Gita Savitri Devi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori pesan dakwah dari Wahyu Ilaihi yaitu akidah, syariah dan akhlak dan teori fiqh minoritas dari Yusuf Al-Qardhawi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis isi kualitatif yakni dengan melakukan penyusunan data yang kemudian dijelaskan, dianalisis, yang dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah pesan dakwah minoritas tentang akidah yang terdapat dalam vlog Gita Savitri itu ditemukan pesan tentang keimanan kepada Allah dan kepada Kitab Allah, sedangkan pesan dakwah minoritas tentang syariah ditemukan pesan tentang ibadah shalat, ibadah puasa, makanan halal, dan mengenakan hijab, adapun Pesan dakwah minoritas tentang akhlak ditemukan pesan tentang akhlak terhadap manusia dan sedekah. Kata Kunci : Pesan dakwah; Minoritas; Vlog. The aim of this research is to find out a minority's message of da'wah regarding aqidah, sharia, and akhlaq in Gita Savitri Devi YouTube account's vlogs. The theory which was used in this research is da'wah message theory (obtained) from Wahyu Ilaihi which is aqidah, sharia, and akhlaq as well as fiqh of the minority theory from Yusuf Al-Qardhawi. The method used in this study is a qualitative content analysis method by compiling data which is then explained, analyzed, which is carried out simultaneously with data collection. The results obtained through this research is that a minority's da'wah message regarding aqidah includes faith in Allah and in Allah's holy books; da'wah message regarding sharia includes messages about prayer, fasting, halal food, and the use of hijab; and da'wah message regarding akhlaq includes akhlaq towards other people and sadaqah. keywords: da'wah message, minority, vlog
Pemahaman Bacaan Shalat pada Anak-anak Tunarungu Damar Retno Dhyanti; Tata Sukayat; Jujun Junaedi
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i1.1617

Abstract

Penyandang tunarungu memiliki hambatan pendengaran dan dalam proses bicara dan bahasanya terhambat pula. Penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat sehari-hari dalam berkomunikasi dengan orang lain. Materi yang diajarkan pun menggunakan bahasa isyarat oleh guru mereka. Materi pelajaran yang biasanya disampaikan lewat bahasa lisan, harus disampaikan lewat bahasa isyarat. Termasuk juga pelajaran agama Islam yang disampaikan oleh bahasa isyarat, seperti bacaan shalat yang disampaikan dengan bahasa isyarat di SLB Negeri Cileunyi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhatian, pemahaman dan penerimaan anak-anak tunarungu terhadap bahasa isyarat dalam memahami bacaan shalat. Serta mengenal bahasa isyarat sebagai komunikasi nonverbal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya yaitu observasi, angket dan wawancara. Terdapat respon antara bahasa isyarat yang digunakan anak-anak tunarungu dengan bacaan shalat yang diajarkan di sekolah. Bahasa isyarat membantu anak-anak tunarungu dalam memahami, mengikuti serta pada pengaplikasian bacaan shalat di sekolah maupun di rumah. Kata Kunci : Anak-anak Tunarungu; Bahasa Isyarat; Bacaan Shalat Deaf people have hearing impairments and are also hampered in the process of speech and language. Deaf people use daily sign language in communicating with others. The material taught also uses sign language by their teacher. The subject matter, which is usually delivered through oral language, must be delivered through sign language. It also includes Islamic lessons delivered by sign language, such as prayer readings delivered in sign language at SLB Negeri Cileunyi. The purpose of this study was to determine the attention, understanding and acceptance of deaf children to sign language in understanding prayer readings. And recognize sign language as nonverbal communication. This type of research is quantitative with descriptive methods. Techniques used in data collection include observation, questionnaires and interviews.There is a response between sign language used by deaf children and prayer readings taught at school. Sign language helps deaf children understand, follow along with the application of prayer readings at school or at home. Keywords : Deaf Children; Sign language; Prayer Readings
Bahasa Isyarat Dalam Memahami Bacaan Shalat Pada Anak-anak Tunarungu Damar Retno Dhyanti; Jujun Junaedi; Tata Sukayat
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i2.1775

Abstract

ABSTRAK Penyandang tunarungu memiliki hambatan pendengaran dan dalam proses bicara dan bahasanya terhambat pula. Penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat sehari-hari dalam berkomunikasi dengan orang lain. Materi yang diajarkan pun menggunakan bahasa isyarat oleh guru mereka. Materi pelajaran yang biasanya disampaikan lewat bahasa lisan, harus disampaikan lewat bahasa isyarat. Termasuk juga pelajaran agama Islam yang disampaikan oleh bahasa isyarat, seperti bacaan shalat yang disampaikan dengan bahasa isyarat di SLB Negeri Cileunyi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhatian, pemahaman dan penerimaan anak-anak tunarungu terhadap bahasa isyarat dalam memahami bacaan shalat. Serta mengenal bahasa isyarat sebagai komunikasi nonverbal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya yaitu observasi, angket dan wawancara. Terdapat respon antara bahasa isyarat yang digunakan anak-anak tunarungu dengan bacaan shalat yang diajarkan di sekolah. Bahasa isyarat membantu anak-anak tunarungu dalam memahami, mengikuti serta pada pengaplikasian bacaan shalat di sekolah maupun di rumah. Kata Kunci : Anak-anak Tunarungu; Bahasa Isyarat; Bacaan Shalat ABSTRACT Deaf people have hearing impairments and are also hampered in the process of speech and language. Deaf people use daily sign language in communicating with others. The material taught also uses sign language by their teacher. The subject matter, which is usually delivered through oral language, must be delivered through sign language. It also includes Islamic lessons delivered by sign language, such as prayer readings delivered in sign language at SLB Negeri Cileunyi. The purpose of this study was to determine the attention, understanding and acceptance of deaf children to sign language in understanding prayer readings. And recognize sign language as nonverbal communication. This type of research is quantitative with descriptive methods. Techniques used in data collection include observation, questionnaires and interviews.There is a response between sign language used by deaf children and prayer readings taught at school. Sign language helps deaf children understand, follow along with the application of prayer readings at school or at home. Keywords : Deaf Children; Sign language; Prayer Readings
KONFLIK INTERPRETASI FATWA MUI DALAM PELAKSANAAN IBADAH SELAMA PANDEMI COVID-19 Jujun Junaedi; Mukhlis Aliyudin; Dede Sutisna; Prita Priantini NC
AL-TADABBUR Vol 6, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia segala gerak dan aktivitas menjadi terbatas, termasuk beribadah, MUI berijtihad dengan mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan ibadah di masa pandemi Covid-19 ini. Namun, hal tersebut menuai pro dan kontra, khususnya tentang peniadaan shalat berjama’ah di masjid dan shalat Jum’at yang diganti menjadi shalat Dzuhur di rumah. Karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat menjadi penengah agar tidak terjadi perpecahan antar umat muslim di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus ekplanatori. Eksplanatori yang digunakan untuk mencari keterangan atas aspek-aspek dan argumentasi sebab akibat. Data yang dipelajari melalui dokumen tertulis digunakan untuk merekonstruksi dan menganalisis kasus. Konflik internal umat Islam dalam saat ini, didasarkan kepada kesalahpahaman dalam memahami fatwa MUI No. 14 tahun 2020. Hal yang harus dipahami adalah seseorang terkena virus Covid-19 maka dia tidak boleh berada di komunitas publik termasuk untuk kepentingan ibadah publik, bukan berarti meniadakan ibadah tapi semata kepentingan memberikan perlindungan agar tak menular kepada yang lain. Apabila seseorang dalam kondisi sehat dan berada di kawasan rendah terjangkit virus Covid-19 maka kewajiban ibadah tetap dilaksanakan, dengan catatan harus memperhatikan protokol kesehatan, sosial dan bermasyarakat