cover
Contact Name
Uwes Fatoni
Contact Email
kanguwes@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmudakwah@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
ISSN : 16930843     EISSN : 25488708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies is a journal that publishes current original researches on da'wah phenomenon and da'wah studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies are : 1. Islamic communication/public speaking (Tabligh) 2. Islamic counseling (Irsyad ) 3. Da’wah management (Tadbir) 4. Islamic community development (Tamkin).
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Pluralistic Da'wah Model in Maintaining Religious Tolerance in Bekasi Deden Sumpena; Adon Nasurullah Jamaludin
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10219

Abstract

This article aims to explore perceptions of religious pluralism, identify the models of da'wah being carried out, and describe the community's efforts in building harmony between muslims and christians in Kampung Sawah Bekasi. This study uses a qualitative descriptive method. From the study results, it can be explained that the community interprets pluralism as an awareness of mutual respect. There are three da'wah models, namely, preaching that is wise, transformative, and inclusive preaching. Meanwhile, the community's efforts to maintain harmony include avoiding conflict, dialogue, cooperation, and holding the Ngariung Bareng Forum. The practical implications of this research impact efforts to build harmony and harmony between religious communities in Bekasi. Besides, research is expected to become a model for the development of da'wah in a pluralistic society.Artikel ini bertujuan menggali persepsi pluralisme agama, mengidentifikasi model dakwah yang dilakukan dan mendeskripsikan upaya masyarakat dalam membangun kerukunan umat Islam dan umat Kristen di Kampung Sawah Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa masyarakat memaknai pluralisme sebagai kesadaran saling menghargai. Terdapat tiga model dakwah pluralistik yaitu; dakwah yang arif, dakwah transformatif dan dakwah inklusif. Sedangkan upaya masyarakat dalam menjaga kerukunan, yaitu dengan menghindari konflik; berdialog; gotong royong; dan menyelenggarakan Forum Ngariung Bareng. Implikasi praktis penelitian berdampak pada upaya membangun keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Bekasi. Selain itu, penelitian diharapkan dapat menjadi model pengembangan dakwah pada masyarakat pluralistik.
Productive Zakat Management through the Zakat Community Development Program in Bengkulu Province Hariya Toni
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10676

Abstract

This study analyzes the productive zakat management carried out by BAZNAS Bengkulu Province to solve poverty problems. Research is directed by exploring the Zakat Community Development (ZCD) program's planning, implementation, and supervision. This research was conducted with a qualitative approach through case studies. The data was collected through observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The results showed that productive zakat management had been carried out well by BAZNAS Bengkulu. This is measured from the realization of the ZCD program from planning to monitoring. In the planning aspect, the ZCD program's realization is carried out by mustahiks through developing business capital, developing competencies, and improving service to consumers. In the implementation aspect, the ZCD program can increase mustahik's income to achieve empowerment in forming a prosperous and independent society. Meanwhile, in the aspect of supervision in the ZCD program, it still needs to be improved so that supervision is carried out to mentor and coach mustahik periodically and continuously.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen zakat produktif yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Bengkulu dalam upaya penyelesaian permasalahan kemiskinan. Penelitian menggali proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program Zakat Community Development (ZCD). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen zakat produktif telah dilaksanakan dengan baik oleh BAZNAS Bengkulu. Hal ini diukur dari realisasi program ZCD dari mulai perencanaan sampai dengan pengawasan. Pada aspek perencanaan, realisasi program ZCD dilakukan oleh para mustahik dengan cara pengembangan modal usaha, pengembangan kompetensi dan peningkatan palayanan konsumen. Pada aspek pelaksanaan, program ZCD dipandang mampu meningkatkan penghasilan mustahik sehingga tujuan caturdaya dapat tercapai. Sementara pada aspek pengawasan dalam program ZCD ini masih perlu ditingkatkan, pengawasan dilakukan dengan pendampingan dan pembinaan mustahiq secara berkala dan berkelanjutan.
Dakwah Bil Hal: Empowering Muslim Economy in Garut Bahtiar, Ace Toyib; Ghazali, Bahri; Nasution, Yunan Yusuf; Shonhaji, Shonhaji; Yanti, Fitri
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.9122

Abstract

The problems that occur to Muslims in the world including Indonesia are somewhat complex. Muslims are still in a circle of poverty. At the same time there is a gap between the lives of elite, Muslim leaders and the fate of most Muslims. This research was conducted to find out how important the role of dakwah bil hal (preaching by action) compared to oral preaching by preachers, preachers in Indonesia. This study uses descriptive qualitative methods that collect data by observation, in-depth interviews and focus group discussions (FGD). From the research conducted, it was found that dakwah bil hal must be done in a balanced manner and in tandem with oral preaching, does not need to be dichotomized between the two. Both methods of da'wah must go hand in hand. Dakwah bil hal the case especially in the economic field increases the ability and independence of Muslims. Henceforth will increase the human resources of Muslims, away from backwardness. This has relevance to the theory of uses and gratification theory proposed by Elihu Katz, Jay G. Blumler and Michael Gurevitch. More serious and systematic efforts are needed by Muslim leaders, Muslim organizations in carrying out preaching activities. So that there is no gap between the lives of Muslim leaders, administrators of Islamic organizations and Muslims generallyPersoalan yang terjadi pada kaum muslim di dunia termasuk Indonesia terbilang komplek. Kaum muslim masih berada di dalam lingkaran kemiskinan. Pada saat yang sama ada jarak antara kehidupan elit, tokoh muslim dengan nasib sebagian besar kaum muslim. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa penting peran dakwah bil hal dibandingkan dengan dakwah bil lisan oleh para dai, pelaku dakwah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengumpulkan data dengan observasi, wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa dakwah bil hal harus dilakukan secara seimbang dan beriringan dengan dakwah bil lisan, tidak perlu didikotomikan antara keduanya. Kedua metode dakwah tersebut harus seiring sejalan. Dakwah bil hal khususnya di bidang ekonomi meningkatkan kemampuan dan kemandirian kaum muslim. Untuk selanjutnya akan meningkatkan sumber daya manusia kaum muslim, menjauh dari ketertinggalan. Hal ini memiliki relevansi dengan teori penggunaan dan kepuasan (uses and gratification theory) yang dikemukakan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumler dan Michael Gurevitch. Diperlukan upaya lebih serius dan sistematis yang dilakukan oleh tokoh muslim, organisasi muslim di dalam melakukan kegiatan dakwah bil hal. Sehingga tidak ada jurang (gap) antara kehidupan tokoh muslim, pengurus organisasi Islam dengan kaum muslim secara umum.
“Humor in Da’wah”: Socio-linguistic Analytic of Kyai Ishaq Latif Da’wah from Pesantren Tebuireng Jombang Asep Abbas Abdullah; Abdul Muhid; Winarto Eka Wahyudi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.9053

Abstract

This article aims to describe the anatomy of humor exercised consistently by one of Islamic preachers and teachers from Pesantren Tebuireng, Jombang. This article employs qualitative approach. Kyai Ishaq Latif humor in his sermon analyzed by socio-linguistic perspective. This article found that the Islamic teaching containing theology, family relationship, and social interaction was delivered by him with humor such as anecdotes, acronym., codes, limerick, and satire. Humor has been developed within certain social context. Preacher use humor to be more understood by broader audiences. This article thus suggests that the usage of humor in religious sermons will generate intimacy which enable audience accepted the message without being coerced or offended or intimidated. Humor in religious sermon shows social dialect (sociolect) of the preacher that has integrated with his audiences. The usage of humor is an alternative instrument in delivering holy messages (act sequences) to be accepted effectively by the audiences.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui anatomi humor dalam dakwah yang dikembangkan oleh Kiai Ishaq Latif dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Melalui pendekatan kualitatif, paper ini dianalisis menggunakan perspektif sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa metode humor Kiai Latif antara lain anekdot, akronim, alih kode, pantun dan sindirian. Selain itu, metode humor merupakan “bahasa” yang lahir dari ruang dan konteks sosial tertentu. Bahasa lelucon yang diselipkan dalam dakwah merupakan bentuk guyub tutur yang jamak berlaku di masyarakat awam. Implikasi praksis penelitian ini adalah humor yang ditunjukan oleh seorang pendakwah akan melahirkan keakraban (intimate) yang memungkinkan seseorang menerima ajaran Islam tanpa tekanan, paksaan dan intimidasi. Pada posisi tertentu, humor juga menunjukan dialek sosial (sosialek) seorang pendakwah yang lebih menyatu dengan psikologi masa. Humor diadopsi sebagai instrument untuk membawa amanat suci (act sequences) ajaran agama Islam agar tersampaikan secara efektif bagi masyarakat.
The Cohesiveness of Veiled Women's Da’wah Communication Group Arianto Arianto
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i2.10674

Abstract

The purpose of this study was to understand the cohesiveness of the da'wah communication of veiled women in the guidance of Islamic teachings. It closely relates the perception of cohesiveness to the sensation component of the collectivity of group members. For example, communication, collectivity, cooperation, common goals, and interdependence of group members. The research method used is descriptive qualitative, case study research type. The subject of the study were 6 female informants, representatives of Hasanuddin University students who wore a veil in their daily life. The collected data were analyzed inductively. The result that the cohesiveness of veiled women's dakwah communication includes aspects of interpersonal communication cohesiveness, commitment cohesiveness, and cohesiveness aspects of achieving common goals. This aspect of cohesiveness focuses his life on life after death. This also makes them have a strong, cooperative, and sincere character together. The cohesiveness of da'wah communication to continually learn with Islam. It veils the research implication of the cohesiveness of women on equality for preaching, da'wah is the purpose of life so it unites them in da'wah efforts.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kohesifitas komunikasi dakwah kelompok wanita bercadar dalam tuntunan ajaran Islam. Persepsi kohesifias sangat terkait dengan komponen sensasi kolektifitas anggota kelompok. Seperti, komunikasi, kolektifitas, kerjasama, tujuan bersama, dan saling ketergantungan anggota kelompok.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, tipe penelitian studi kasus (case study). Subjek penelitian wanita bercadar sebanyak 6 informan, representatif mahasiswi Universitas Hasanuddin yang mengenakan cadar dalam keseharian. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis secara induktif. Hasil penelitian bahwa kohesivitas komunikasi dakwah wanita bercadar meliputi aspek kohesifitas berkomunikasi interpersonal, aspek kohesifitas berkomitmen, dan aspek kohesifitas pencapaian tujuan bersama. Aspek kohesifitas ini memfokuskan kehidupannya untuk kehidupan sesudah mati. Hal ini juga menjadikan mereka memiliki karakter bersama yang kuat, bekerjsama, dan ikhlas. Kohesifitas komunikasi dakwah dalam upaya keinginan belajar bersama Islam secara terus menerus. Impilikasi penelitian kohesifitas wanita bercadar pada kesamaaan untuk berdakwah, dakwah adalah tujuan hidup sehingga mereka disatukan dalam usaha dakwah.
The Identity Construction of Da'wah Leadership on Jama'ah Tabligh Movement Dudy Imanuddin Effendy; Dudi Rustandi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v14i1.9210

Abstract

The presence of religious social groups is driven by the process of leadership emergence. The purpose of this study is to find (1) the concept of leadership of the Tablighi Jamaah from various perspectives; Sufism, jurisprudence, laity, and religious authority; (2) Construction of the identity of the religious leaders of the Jamaah Tabligh. The research paradigm uses virtual ethnographic methods with social identity construction theory. The results showed that (1) the concept of leadership in the Tablighi Jamaah emphasized more on religious authority and charismatic leadership (2) The construction of the religious identity of the leadership dimension of the Tablighi Jama'at was a combination of charismatic and transformational authority. This research can have an impact on the leadership model of social and religious institutions in Indonesia as a model that is quite effective in creating observance of pilgrims.Kehadiran kelompok sosial keagamaan didorong oleh proses munculnya kepemimpinan. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menemukan (1) konsep kepemimpinan Jamaah Tabligh dari beragam perspektif; sufistik, yurisprudensi, awam, dan otoritas keagamaan; (2) Konstruksi identitas kepemimpinan agama Jamaah Tabligh. Paradigma penelitian menggunakan metode etnografi virtual dengan teori konstruksi identitas social. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep kepemimpinan pada Jamaah Tabligh lebih menekankan pada otoritas keagamaan dan kepemimpinan yang bersifat kharismatik (2) Konstruksi identitas keagamaan dimensi kepemimpinan Jama’ah Tabligh merupakan perpaduan antara otoritas kharisma dan transformasional. Penelitian ini dapat berdampak terhadap model kepemimpinan instusi social maupun keagamaan di Indonesia sebagai model yang cukup efektif dalam menciptakan ketaatan jamaah.
Digital Da'wah Communications for The Prosperous Justice Party During The Covid-19 Pandemic Khoiruddin Muchtar; Marlida Maulidawati
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 1 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v15i1.13047

Abstract

This study aims to identify da'wah messages on the TikTok @pksejahtera account during the Covid-19 pandemic related to denotative, connotative, and mythical meanings in da'wah content on the TikTok @pksejahtera account limited to tausyiah content from da'i to mad'u with the hashtag #tausyiah , #habib, #Islam, #pkspelayanrakyat, #remembrance, #PKS, #Bertualangrasa, #tausyiahislam, #minitausyiah, #tausyiahhabibsalim, #ramadhan2021, and #syekhalijaber. This study uses a semiotic analysis method with a qualitative approach. The results showed that denotative Meaning could be observed from the choice of words and the arrangement of sentences in the text; connotative Meaning can be observed from the video images displayed in each scene. In contrast, the Meaning of myth can be found in the da'wah content on the TikTok @pksejahtera account by observing the preacher when delivering tausyiah.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pesan dakwah pada akun TikTok @pksejahtera selama pandemi Covid-19 terkait dengan makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam Konten dakwah pada akun TikTok @pksejahtera dibatasi pada konten tausyiah dari da’i kepada mad’u dengan tagar #tausyiah, #habib, #Islam, #pkspelayanrakyat, #zikir, #PKS, #Bertualangrasa, #tausyiahislam, #minitausyiah, #tausyiahhabibsalim, #ramadhan2021, dan #syekhalijaber. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, makna denotatif dapat diamati dari pemilihan kata dan penyusunan kalimat dalam teks, makna konotatif dapat diamati dari gambar video yang ditampilkan dalam tiap adegan, sedangkan makna mitos dapat ditemukan dalam konten dakwah pada akun TikTok @pksejahtera dengan mengamati da’i saat menyampaikan tausyiah.
Response of Cireundeu Indigenous Community to Modernization and Islamic Da’wah Yusuf Zainal Abidin
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 1 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v15i1.12659

Abstract

This article describes the dynamics of the indigenous people of Cireundeu in Cimahi with their specific systems in responding to the current modernization and Islamic da’wa activities. Using a qualitative approach, this article argues that the encounter of their traditions with modernization and Islamic da’wa activities which are new traditions, has made indigenous peoples syncretize through parochalization and universalization. Parochialization is carried out by adjusting outside traditional values through their symbols, while universalization is carried out by promoting their local values or practices such as food security into a broader norm. However, interactions with various other traditions have shown continuity in customary preservation and at the same time have shown discontinuity in symbolic matters, their norms, and practices as indigenous people.Artikel ini menguraikan tentang dinamika masyarakat adat Cireundeu di Cimahi dengan berbagai sistem spesifik yang dimilikinya dalam merespon arus modernisasi dan aktivitas dakwah Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini berargumen bahwa perjumpaan tradisi mereka dengan modernisasi dan aktivitas dakwah Islam yang merupakan tradisi-tradisi baru telah membuat masyarakat adat melakukan sinkretitasi melalui parokialisasi dan universalisasi. Parokialisasi dilakukan dengan penyesuaian nilai-nilai tradisi luar melalui simbol-simbol mereka dan universalisasi dilakukan dengan mempromosikan nilai-nilai atau praktik-praktik lokal mereka seperti ketahanan pangan menjadi norma yang lebih luas. Namun demikian, interaksi dengan berbagai tradisi lain ini telah memperlihatkan kontinuitas dalam dalam pelestarian adat dan pada saat yang sama telah pula mempelihatkan gejala diskontinuitas pada hal-hal yang bersifat simbolik, norma dan praktik mereka sebagai masyarakat adat.
Social Media Da'wah Literacy on the West Java Saber Hoaks Program Imron Rosyidi; Zaenal Mukarom; Rif'at Fatkhurrohman Jaelani
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 1 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v15i1.12596

Abstract

Hoax or false information is a problem and one of the impacts of the unwise use of social media. The spread of hoaxes on social media can potentially break the unity and trigger religious conflict. In response to these problems, West Java Saber Hoaks was formed to suppress and prevent the spread of hoaxes on social media. The purpose of this study is to reveal: (1) Jabar Saber Hoaks' efforts in preventing hoaxes; and (2) literacy of social media da'wah by Jabar Saber Hoaks. This study uses a case study method with a qualitative approach. Based on the study results, the following findings were obtained: (1) There were four efforts made by West Java Saber Hoaks to prevent hoaxes, namely opening a complaint service and monitoring content that has the potential to be a hoax, clarifying information, and providing literacy. (2) Social media da'wah literacy by West Java Saber Hoaks is carried out using preventive measures and information verification. From the results of this study, there are significant and recommendations, namely: (1) There is a need for mainstreaming social media literacy. (2) There is a need for preventive da'wah efforts on social media to ward off hoax information.Hoaks atau false information merupakan problematika dan salah satu dampak yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial yang kurang bijak. Penyebaran hoaks di media sosial dapat berpotensi memecah persatuan dan memicu konflik keagamaan. Menyikapi persmasalahan tersebut, Jabar Saber Hoaks dibentuk untuk menekan dan menangkal penyebaran hoaks di media sosial. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengungkap: (1) Upaya Jabar Saber Hoaks dalam menangkal hoaks; dan (2) Literasi dakwah media sosial oleh Jabar Saber Hoaks. Studi ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil studi, didapatkan temuan berikut: (1) Ada empat upaya yang dilakukan Jabar Saber Hoaks dalam menangkal hoaks, yaitu membuka layanan aduan, memantau konten yang beprotensi hoaks, mengklarifikasi informasi dan memberikan literasi. (2) Literasi dakwah media sosial oleh Jabar Saber Hoaks dilakukan dengan cara upaya preventif dan verifikasi informasi. Dari hasil studi ini ada signifikasi dan rekomendasi, yaitu: (1) Perlu adanya mainstreaming literasi media sosial. (2) Perlu adanya uapaya dakwah preventif di media sosial untuk menangkal informasi hoaks.
Da’wah and Culture: Islamic Value in Sorong Serah Aji Krama in Padamara Village, East Lombok Siti Nurul Yaqinah; Daeng Sani Ferdiansyah; Andri Kurniawan
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 1 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v15i1.12556

Abstract

Sorong serah aji krama is one of the processions in the marriage custom of the Sasak people in Padamara Village, East Lombok, which is still preserved today. This study aims to explain the implementation and meaning of Islam in the sorong handover aji krama procession. This study uses a descriptive qualitative approach to the perspective of symbolic interaction through a case study research design. The results of this study revealed that there are Islamic meanings in sorong serah aji krama such as being a leader, close relations between religion and customs, husband's responsibility, affection and courtesy. The symbols in this procession are also seen in its implementation, each part reflecting self-awareness and the role of the family as heirs of values. This tradition also displays a close relationship between culture and religious teachings for the Sasak people in West Nusa Tenggara. This research has implications for the internalization of Islamic values in culture. thus strengthening the relation between religion and culture in the theological and sociological scope.Sorong serah aji krama merupakan salah satu prosesi yang ada dalam adat pernikahan masyarakat suku Sasak di Desa Padamara Lombok Timur yang masih dilestarikan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang cara pelaksanaan dan pemaknaan secara Islam pada prosesi sorong serah aji krama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif perspektif interaksi simbolik melalui desain penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini terungkap bahwa terdapat makna secara Islam dalam sorong serah aji krama seperti menjadi pemimpin, hubungan erat agama dan adat, tanggung jawab suami, kasih sayang serta sopan santun. Simbol yang ada dalam prosesi ini juga terlihat dalam pelaksanaannya, setiap bagian mencerminkan adanya kesadaran diri dan peran keluarga sebagai pewaris nilai. Tradisi ini pula menampilkan keterkaitan yang erat antara budaya dan ajaran agama bagi masyarakat Sasak di Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini berimplikasi terhadap internalisasi nilai-nilai Islam dalam budaya. sehingga memperkuat relasi agama dan budaya dalam lingkup teologis dan sosiologis.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19 No 2 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 19 No 1 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 18 No 2 (2024): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 17, No 1 (2023): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 16, No 2 (2022): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 16, No 1 (2022): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 2 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 1 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 2 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 14, No 1 (2020): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 13, No 2 (2019): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2) Vol 13, No 1 (2019): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2) Vol 12, No 2 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2) Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2) Vol 11, No 2 (2017): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2) Vol 11, No 1 (2017): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2) Vol 10, No 2 (2016): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 10, No 1 (2016): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 9 No 2 (2015): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 9, No 1 (2015): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 9 No 1 (2015): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 8 No 2 (2014): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 8 No 1 (2014): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 6, No 2 (2012): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 6, No 1 (2012): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 18 (2011): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 17 (2011): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 16 (2010): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 15 (2010): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 14 (2009): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 13 (2009): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 12 (2008): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 11 (2008): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 1, No 1 (2002): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies More Issue