cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 1, Tahun 2015" : 22 Documents clear
POTENSI Lactobacillus sp. YANG DIISOLASI DARI SUSU KUDA SUMBAWA DALAM MENGONTROL Candida albicans PENYEBAB KANDIDIASIS I. M. A Sasmitha; Y. Ramona; P. S Yustiantara,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.905 KB)

Abstract

Kandidiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans. Sampai saat ini, pengobatan kandidiasis bergantung pada penggunaan antibiotik  yang diperlakukan per oral atau topikal. Sebagai alternatif terapi, beberapa peneliti menyarankan penggunaan probiotik, sehingga  penggunaan antibiotik dapat dikurangi. Penelitian ini dimulai dengan pengamatan aktivitas antagonis BAL (Bakteri asam laktat) terhadap C. albicans (agen penyebab Candidiasis) secara in vitro diikuti oleh elusidasi  mekanisme yang dilakukan oleh BAL dalam menghambat  C. albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga isolat BAL (Lactobacillus SMM 33, SMM 44, dan SMM 49) menghambat pertumbuhan C. albicans dalam dual culture assay dengan berbagai tingkat hambatan. Dalam uji-uji lebih lanjut, isolat Lactobacillus SMM 44, dan SMM 49 diketahui menghambat C. albicans melalui produksi bakteriosin. Uji susceptibility menunjukkan kedua isolat ini resisten terhadap metronidazol, Hal ini mengindikasikan bahwa kedua isolat tersebut dapat digunakan secara sinergis  dengan antibiotik untuk terapi infeksi yang disebabkan oleh C. albicans.
ANGKA KEJADIAN ANEMIA PADA PASIEN ANAK PENDERITA HIV/AIDS DI RSUP SANGLAH DENPASAR M.R Cahyani; L.P.S.S Sunarti; R. Niruri; K.D Kumara,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.475 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui angka kejadian anemia pada pasien anak penderita HIV/AIDS di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian observasional ini dilakukan di RSUP Sanglah, Denpasar pada periode Desember 2014 sampai Juni 2015. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien anak penderita HIV/AIDS. Anemia ditentukan dengan mengikuti pola anemia berdasarkan WHO-2011. Angka kejadian anemia disajikan secara deskriptif. Pada penelitian ini, terdapat 39 pasien anak penderita HIV/AIDS yang memenuhi kriteria sebagai sampel. Dari 39 pasien, terdapat 26 anak (67%) tidak mengalami anemia, 7 anak (18%) mengalami anemia ringan, 5 anak (13%) mengalami anemia sedang dan satu anak (2%) mengalami anemia berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat angka kejadian non-anemia sebesar 67% dan anemia 33% pada pasien anak penderita HIV/AIDS di RSUP Sanglah Denpasar.
DATA TANAMAN DAN PENGOBATAN PADA LONTAR USADA RARE N.K. Warditiani,; N.P.A. Leliqia,; P.A. Savitri,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.973 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa dengan keanekaragaman budaya warisan nenek moyang. Selain kaya akan budaya, terdapat pula warisan tentang ilmu pengobatan. Di Bali warisan budaya tentang pengobatan dikenal dengan Lontar Usada. Lontar usada rare merupakan salah satu usada yang membahas tentang pengobatan pada anak-anak dengan menggunakan ramuan tanaman. Dalam lontar usada rare hanya memuat tentang nama penyakit dan cara pengolahan ramuan tanaman untuk mengobati penyakit tersebut dengan pendekatan secara empiris. Efek farmakologi dan data toksisitas dari tanaman yang digunakan untuk pengobatan dalam usada rare belum dilakukan inventarisasi. Sehingga ingin dilakukan penambahan data ilmiah khasiat dan toksisitas tanaman obat yang tercantum dalam lontar usada rare. Terdapat 150 jenis tanaman pada lontar usada rare tetapi hanya 10 tanaman yang dilakukan penambahan data kandungan kimia dalam tanaman, efek farmakologi secara ilmiah dan efek toksik.
Hasil Skor Indeks Iritasi Primer Natrium Lauril Sulfat 1% sebagai Bahan Baku Deterjen Sintetik P.A.R. Listiani; I G.N.A. Dewantara; I G.N.J.A Prasetia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.605 KB)

Abstract

Uji iritasi kulit dari bahan baku atau produk akhir sediaan topikal merupakan elemen penting dari prosedur keamanan. Bahan baku deterjen sintetik dapat menginduksi iritasi pada kulit. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan uji iritasi bahan baku deterjen sintetik yang telah beredar di pasaran yaitu natrium lauril sulfat 1% dengan metode patch test untuk mengetahui tingkat keamanan bahan baku deterjen. Uji iritasi dilakukan secara in vivo pada enam kelinci albino dewasa berkelamin jantan yang bulu di bagian punggungnya telah dicukur. Bahan uji diberikan dengan cara dioleskan pada area uji. Setelah dioleskan sediaan uji, area uji lalu ditutup dengan perban yang tidak reaktif. Setelah 24 jam, perban dibuka dan area uji dibersihkan dengan air untuk menghilangkan sisa bahan uji. Pada waktu 24, 48, dan 72 jam diamati perubahannya dan dihitung nilai derajat iritasi. Hasil uji iritasi menunjukan natrium lauril sulfat 1% dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit sehingga kurang aman digunakan secara berkesinambungan.
PENGARUH WAKTU SENTRIFUGASI KRIM SANTAN TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Susanti, N. M. P.; Widjaja, I N. K; Dewi, N. M. A. P.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.455 KB)

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak yang diperoleh dari daging kelapa tua yang memiliki bau khas kelapa segar, tidak tengik ; rasa normal khas minyak kelapa dan tidak berwarna atau kuning pucat; mengandung kadar air maks 0,2% dan kandungan asam lemak bebas maks 0,2%. Adanya kandungan air dalam minyak dapat mengakibatkan terjadinya reaksi hidrolisis lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol yang mengakibatkan bau tengik pada VCO. Untuk mencegah terjadinya rekasi hidrolisis minyak, menggunaan air dalam pembuatan VCO diminimalkan dengan memisahkan bagian skim dan krim santan dengan sentrifugasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu sentrifugasi krim santan terhadap kualitas VCO.VCO dibuat dengan metode enzimatis.menggunakan enzim bromelain sari buah nanas. Santan dibagi menjadi 3 kelompok waktu sentrifugasi (kelompok 0 menit, kelompok 10 menit, kelompok 20 menit). Dari hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan lama waktu sentrifugasi menghasilkan kadar air krim santan yang bervariasi. Ketiga kelompok krim tersebut menghasilkan VCO dengan kualitas yang tidak berbeda dengan Kandungan asam lemak bebas Free Fatty Acid (FFA) di bawah 2 % yaitu 0,073% hingga 0,147%.
Pengaruh Kombinasi Asam Oleat dan Minyak Atsiri Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba) sebagai Permeation Enhancer terhadap Karakter Fisik dan Pelepasan Ketoprofen dari Matriks Patch Transdermal E.I. Setyawan,; N.A. Triani,; D.K. Budiputra,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.812 KB)

Abstract

Ketoprofen adalah obat antiinflamasi non-steroid yang dapat menimbulkan iritasi pada saluran gastrointestinal, sehingga diperlukan jalur pemberian alternatif yaitu dengan patch transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi asam oleat dengan minyak atsiri bunga kamboja cendana (Plumeria alba) sebagai permeation enhancer terhadap karakter fisik dan pelepasan ketoprofen dari matriks patch transdermal. Penelitian ini dilakukan dengan menguji delapan formula yang diperoleh dari software Design Expert versi 7 menggunakan simplex lattice design dengan perbandingan asam oleat:minyak atsiri bunga kamboja cendana sebesar 0:1; 0:1; 0,75:0,25; 0,5:0,5; 1:0; 1:0; 0,25:0,75 dan 0,5:0,5. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian karakter fisik (bobot, ketebalan, susut pengeringan, ketahanan lipatan) dan efisiensi disolusi. Data yang dihasilkan dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA two-way dengan taraf kepercayaan 95%. Formula optimal ditentukan oleh software Design Expert versi 7. Penentuan profil dan fluks ketoprofen dianalisis menggunakan Solver. Hasil uji yang diperoleh dari kedelapan formula untuk bobot, ketebalan, susut pengeringan dan efisiensi disolusi adalah berbeda signifikan secara statistik (p<0,05), namun tidak berbeda signifikan pada uji ketahanan lipatan matriks patch (p>0,05). Formula optimal yang diperoleh yaitu perbandingan komposisi asam oleat:minyak atsiri bunga kamboja cendana sebesar 0:1 dengan bobot sebesar 1,729 gram, tebal 0,414 mm, persentase susut pengeringan sebesar 7,88% dan nilai efisiensi disolusi sebesar 81,18% selama 300 menit. Mekanisme pelepasan ketoprofen dari matriks patch mengikuti kinetika Kosmeyer Peppas dengan nilai R2 sebesar 0,97. Nilai konstanta kecepatan disolusi (k) yang diperoleh adalah sebesar 2,24 mg/jam.cm2 dengan nilai eksponensial difusi (n) sebesar 0,21.
PENGARUH MADU JAMUR TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN N.K. Warditiani; N.P.E. Leliqia; P.A. Pramana,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.827 KB)

Abstract

Masing-masing kelompok mencit jantan Bulb/C diberikan madu jamur dengan dosis 0,39 ml/20 g BB; 0,52 ml/20 g BB dan metformin 5 mg/ 20 g BB. 30 menit berikutnya diberikan glukosa monohidrat 75 mg/20 g BB secara per oral untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah setiap menit ke-0, 30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian glukosa monohidrat. Hasil menunjukkan bahwa pemberian madu jamur dosis 0,39 ml/20 g BB belum dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit  (p > 0,05) sedangkan pemberian madu jamur pada dosis 0,52 ml/20 g BB sudah mampu menurunkan kadar glukosa darah setelah 2 jam pemberian glukosa monohodrat (p < 0,05)
Identifikasi Mutasi Gen rpoB Pada Daerah Hulu RRDR Mycobacterium Tuberculosis Multidrug Resistent Isolat P10 M. A. Pratiwi; K. Ratnayani; S.C. Yowani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.754 KB)

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan tuberculosis yang disebabkan oleh strain M.tuberculosis yang resistan sekurang-kurangnya terhadap obat antituberculosis lini pertama yaitu rifampisin dan isoniazid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutasi dan perubahan asam amino pada isolat MDR-TB P10 fragmen daerah hulu RRDR (Rifampisin Resistance Determining Region) (125-421) Gen rpoB. Amplifikasi dilakukan dengan menggunakan metode Multiplex Polymerase Chain Reaction (Multiplex PCR) dengan menggunakan sepasang primer FrL2 5’CTAAGCTGC GCGAACCACTTGA3’ dan RevL2 5’TGATGAACTCGGCGGTGAC GAA3’. Produk PCR, disekuensing untuk mendapatkan urutan nukleotida. Analisis mutasi dilakukan dengan menggunakan program MEGA4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa metode multiplex PCR telah berhasil mengamplifikasi fragmen target yang berukuran 0,3kb dan 0,5kb. Proses sekuensing yang dilakukan menghasilkan pembacaan nukleotida sebanyak 254 basa. Analisis mutasi nukleotida menunjukkan bahwa ternyata pada isolat P10 tidak terdapat mutasi pada daerah hulu RRDR.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEH KOMBUCHA LOKAL BALI Viviandari, I D. A. A; Leliqia, N.P. E.; Ramona, Y.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.772 KB)

Abstract

Teh kombucha lokal Bali merupakan produk fermentasi teh oleh yeast dan bakteri. Teh kombucha memiliki kandungan metabolit yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Kandungan metabolit dipengaruhi oleh adanya mikroorganisme didalamnya. Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang banyak ditemukan pada produk fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asam laktat pada teh kombucha. Identifikasi bakteri asam laktat berdasarkan pada karakterisasi morfologis, dan biokimiawi Parameter morfologi meliputi bentuk sel dan metode pewarnaan gram. Parameter biokimiawi meliputi uji katalase, uji produksi gas, dan uji motilitas. Hasil penelitian diperoleh 5 isolat yang selnya berbentuk batang, Gram positif, katalase negatif, bersifat homofermentatif, dan non motil. Karakteristik tersebut memiliki kemiripan dengan ciri bakteri asam laktat genus Lactobacillus.
Uji Iritasi Gelling Agent Semi Sintetik HPMC pada Kelinci N. K. A. Trisnayanti,; I. G. N. A. Dewantara,; I. G. N. J. A. Prasetia,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.227 KB)

Abstract

Gel merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi partikel organik maupun anorganik yang berukuran besar ataupun kecil, terpenetrasi dalam suatu cairan. Bahan utama dalam pembuatan gel adalah gelling agent. Sebelumnya telah dilakukan penelitian formulasi gel menggunakan gelling agent HPMC yang optimum secara fisika dan kimia diproleh pada konsentrasi 15%. Namun, penggunaan HPMC pada konsentrasi di atas 5% dapat menimbulkan masalah iritasi kulit serta menimbulkan ketidaknyamanan yaitu rasa lengket selama penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gelling agent semi sintetik HPMC yang optimum secara fisik dan kimia pada konsentrasi 15% menimbulkan iritasi pada kulit kelinci. Pengujian ini di lakukan secara in vivo pada enam kelinci albino dewasa berkelamin jantan yang bulu di bagian punggungnya telah dicukur. Pencukuran ini dilakukan 24 jam sebelum diberi perlakuan. Setelah 24 jam, perban dibuka dan area uji dibersihkan dengan air untuk menghilangkan sisa bahan uji. Pada waktu 24, 48 dan 72 jam setelah pemberian bahan uji, kedua area uji diperiksa dan diamati perubahannya sebagai reaksi kulit terhadap bahan uji dan dinilai dengan cara memberi skor 0 sampai 4 tergantung tingkat keparahan reaksi kulit yang dilihat. Hasil penelitian menunjukkan gelling agent HPMC menghasilkan tingkat iritasi sedikit mengiritasi (0,41-1,9).

Page 2 of 3 | Total Record : 22