cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ZOO INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
KELIMPAHAN, KOMPOSISI, DAN UKURAN KADAL DI BERBAGAI HABITAT BERBEDA PADA EKOTON HUTAN NANTU, PROVINSI GORONTALO Fata Habiburrahman Faz; Mirza Dikari Kusrini; Agus Priyono Kartono
ZOO INDONESIA Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v28i1.3955

Abstract

KEANEKARAGAMAN JENIS UDANG AIR TAWAR (DECAPODA: CARIDEA) DI PULAU LABOBO, SULAWESI Puji Rahayu; Annawaty Annawaty
ZOO INDONESIA Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v28i2.4096

Abstract

STRUKTUR KOMUNITAS JENIS IKAN ASLI DI WADUK IR. H. DJUANDA, JAWA BARAT Andika Luky Setiyo Hendrawan; Dimas Angga Hedianto; Agus Arifin Sentosa
ZOO INDONESIA Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v27i1.3912

Abstract

STUDI PENDAHULUAN PENENTUAN JENIS PAKAN ALTERNATIF KEONG DARAT ASAL MENOREH, YOGYAKARTA: Amphidromus palaceus, Dyakia rumphii, dan Hemiplecta humphreysiana Ferdian, Pamungkas Rizki; Handayani, Tri Hadi; Amalia, Raden Lia Rahadian; Nurinsiyah, Ayu Savitri
ZOO INDONESIA Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v29i2.4038

Abstract

COMPARISON BETWEEN Trachypithecus auratus AND Trachypithecus cristatus BRAIN SIZE IN INDONESIA Endah Dwijayanti; Anang Setiawan Achmadi; Maharadatunkamsi Maharadatunkamsi; Nanang Supriatna
ZOO INDONESIA Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v29i1.3977

Abstract

Taxonomic studies on Trachypithecus species in Indonesia define that this genus separated into two species that are Trachypithecus auratus and Trachypithecus cristatus with Trachypithecus auratus auratus as a subspecies. To determine relative brain size differences between species of the genus Trachypithecus in Indonesia and to examine clinal variation, a study related to brain size and morphological characters that affect the brain size is carried out. This study analyzes the brain volume between both species and examines its relationship with morphometric measurement and variables such as sex, age, and specimen location. Brain volumes were calculated from braincase volumes using 0.5 mm silica gel as mini beads. This study reveals that there are significant differences in relative brain size inter-species, sex, age and interaction among variable. Overall, T. auratus have a bigger brain size than T. cristatus, and the brain size of males are larger than females. The older individual tends to have similar brain size with younger ones. The different relative brain size on age level influenced by GSL size. Allometric body size affects the size of the brain directly. Also, there is a clinal trend in relative brain size. Trachypithecus auratus brain size is increasing from West Java to Lombok island. Further study is needed to understand the influence of external factor such as ecological and social factors on brain size in Trachypithecus.
Zoo Indonesia Volume 28, Nomor 02, Desember 2019 ZOO INDONESIA
ZOO INDONESIA Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v28i2.4101

Abstract

RAPID ASSESSMENT ON MACRO-MOTH DIVERSITY AT GUNUNG TAMBORA NATIONAL PARK, WEST NUSA TENGGARA Hari Sutrisno
ZOO INDONESIA Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v27i1.3918

Abstract

Rapid assessment on moth fauna with focus on macro-moths was conducted at Gunung Tambora National Park from 16 to 26 April 2015. The aims of the study were to acquire information on macro-moth diversity and to access the composition of the species at this area. The result showed that a short collecting time within two sampling sites recorded only about 77.8% of estimated value in this park (242 of 311 species). Index diversity based on Fisher’s α is low (97.21). In addition, the number of families recorded from this park is also low, only 17 families, or about one third of the moth families that occur in Indo-Malayan region. Camp II site was higher than the base camp Oi Marai sites in term of the diversity index. These two sites have a few species in common as indicated by Jaccard coefficient that was low (13.8%). In general, Noctuidae (26%), Pyralidae (20%), and Geometridae (19%) dominate across all sites. Noctuidae, Geometridae, Lymantriidae were higher in Camp II than those found in Oi Marai. On the other hand,Pyralidae was higher in Oi Marai than those found in Base Camp II.Keywords: Fisher’s α, index diversity, similarity.
KAJIAN RISIKO KEBERADAAN IKAN INTRODUKSI DI WADUK IR. H. DJUANDA, JAWA BARAT Andika Luky Setiyo Hendrawan; Dimas Angga Hedianto; Agus Arifin Sentosa
ZOO INDONESIA Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i1.4066

Abstract

Keberadaan ikan introduksi berpotensi mengganggu struktur komunitas ikan asli di perairan umum daratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko keberadaan ikan introduksi di perairan Waduk Ir. H. Djuanda. Kajian risiko dilakukan menggunakan Freshwater Fish Risk Assessment Model (FRAM) dengan sistem skoring. Analisis FRAM dilakukan terhadap 11 famili, 20 genera, dan 22 spesies ikan introduksi yang tertangkap di Waduk Ir. H. Djuanda dari periode 2007-2017. Nilai risiko menetap, risiko dampak, dan risiko ekologi ikan introduksi menunjukkan terdapat tujuh spesies berpotensi invasif kategori tinggi, yaitu ikan Oskar (Amphilophus citrinellus), nila (Oreochromis niloticus), mujair (Oreochromis mossambicus), oskar hitam (Mayaheros urophthalmus), golsom (Hemichromis elongatus), marinir (Parachromis managuensis), dan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis). Jenis ikan introduksi yang berisiko invasif dominan berasal dari famili Cichlidae. Nilai risiko keberadaan dan risiko dampak jenis-jenis ikan introduksi di Waduk Ir. H. Djuanda menunjukkan hubungan korelasi positif (r = 0,75; P<0,01). Hal tersebut menandakan bahwa keberadaan jenis-jenis ikan introduksi dapat menimbulkan kerugian ekologi terhadap komunitasi ikan asli di Waduk Ir. H. Djuanda.
CATATAN BARU DAN KEANEKARAGAMAN KOPEPODA DI PERAIRAN PANTAI DAN MANGROVE PULAU PANAITAN, TAMAN NASIONAL UJUNG KULON, BANTEN Mulyadi Mulyadi; Rena Tri Hernawati; Ujang Nurhaman
ZOO INDONESIA Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i1.4106

Abstract

Observasi tentang keragaman, kelimpahan, dan sebaran kopepoda di perairan pantai dan mangrove di Pulau Panaitan dilakukan pada bulan November 2008 (musim hujan). Sampel kopepoda diambil dengan jaring plankton secara horizontal dan vertikal pada siang dan malam hari, kemudian disimpan dan diidentifikasi di MZB LIPI. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keanekaragaman dan kelimpahan kopepoda di musim hujan yang mempunyai suhu dan salinitas tertentu. Ditemukan 72 jenis kopepoda dari 37 marga, 24 suku, dari enam bangsa termasuk dua catatan baru, yaitu Pontella forficula dan Pseudodiaptomus incisester. Keanekaragaman kopepoda di pantai dan mangrove tinggi sekitar 0,9473 dan 0,8345 (rentang 0-1). Akan tetapi, jika keduanya dibandingkan maka keanekaragaman kopepoda di pantai lebih tinggi dibandingkan di mangrove (3,584 vs. 2,431). Pontella denticauda dan Temora discaudata yang merupakan tipe neritik ditemukan mendominasi perairan pantai, sedangkan Corycaeus speciosus dan Oncaea conifera yang merupakan tipe neritik mendominasi perairan mangrove. Dominasi jenis oleh kopepoda neritik terjadi karena perairan Pulau Panaitan bersalinitas tinggi dan bersuhu rendah.
PERILAKU NURI BAYAN (Eclectus roratus) TERHADAP PERUBAHAN KOMPOSISI KOLONI DENGAN USIA YANG BERBEDA Sari Rahmah Handayani; Rini Rachmatika; Siti Nuramaliati Prijono; Zuliyati Rohmah; Suparno Suparno; Umar Sofyani
ZOO INDONESIA Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i1.4083

Abstract

Penangkaran penting dilakukan untuk mencegah kepunahan burung bayan yang dilindungi dan banyak dimanfaatkan. Pemeliharaan menentukan keberhasilan dari program penjodohan burung. Salah satunya, pola koloni atau pola pasangan. Selain itu, keberhasilan penangkaran tidak lepas dari aspek pakan dan perilaku. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui respon koloni nuri bayan terhadap penambahan bayan jantan dewasa yang ditinjau dari aspek perilaku dan pakan. Variabel yang diamati adalah perilaku harian, preferensi pakan, serta konsumsi pakan koloni nuri bayan sebelum dan setelah penambahan bayan jantan dewasa. Nuri bayan yang digunakan sebanyak enam ekor yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 4 ekor betina. Pengamatan perilaku harian koloni burung bayan dilakukan di Penangkaran Burung, Pusat Penelitian Biologi-LIPI dengan metode scan sampling dan pencatatan dengan metode instantaneous recording. Pengamatan dilakukan selama 16 hari dengan 2 periode, yaitu kontrol dan perlakuan penambahan bayan jantan (8 hari kontrol dan 8 hari perlakuan) mulai pukul 07.30‒15.30 WIB. Penentuan preferensi dan jumlah konsumsi pakan dilakukan dengan penimbangan sisa setiap jenis pakan. Rata-rata suhu dan kelembaban masing-masing pada pukul 07.30 WIB yaitu 25.78 ℃ dan 65.00%, pada pukul 12.00 WIB yaitu 31.65 ℃ dan 42.83%, serta pada pukul 15.30 WIB yaitu 30.65 ℃ dan 44.83%. Koloni burung bayan dengan perlakuan memiliki frekuensi perilaku bertengger, makan, terbang, memanjat, dan interaksi sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan koloni bayan kontrol. Total rata-rata bahan pakan yang dikonsumsi koloni bayan kontrol berdasarkan berat kering sebanyak 145,24 g/koloni/hari, sedangkan pada koloni dengan perlakuan sebesar 154,56 g/koloni/hari. Bahan pakan yang paling disukai oleh koloni bayan adalah jagung dan jumlah konsumsi pakan koloni bayan perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan koloni bayan kontrol.

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue