cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Karet
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 0852808X     EISSN : 25030469     DOI : -
JURNAL PENELITIAN KARET (Indonesian Journal of Natural Rubber Research, p-ISSN : 0852-808X ; e-ISSN : 2503-0469) is accreditate national scientific journal published by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 West Java Indonesia. The objective of the journal is to disseminate the innovation of rubber research to researcher, practitioner and user of information in general. Authors constribute on the publication of Jurnal Penelitian Karet are coming from Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center and also other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KARET DALAM ROOT TRAINER TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK BRIKET Riko Cahya Putra; Umi Hidayati
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i1.771

Abstract

Pemupukan anorganik memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman karet pada pembibitan root trainer. Pemupukan anorganik pada pembibitan tanaman karet selain diberikan dalam bentuk cair dapat juga diberikan dalam bentuk padat seperti pupuk briket yang memiliki sifat lambat tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman karet pada pembibitan root trainer terhadap pemberian pupuk anorganik briket. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Unit Riset Bogor-Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada bulan April sampai September 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas: 1)kontrol tanpa pemupukan; 2)pupuk cair 2 minggu; 3)briket 5 g/tanaman; 4)briket 10 g/tanaman; 5)briket 5 g/tanaman + pupuk cair 2 minggu; 6)briket 10 g/tanaman + pupuk cair 2 minggu; 7)briket 5 g/tanaman + pupuk cair 4 minggu; 8)briket 10 g/tanaman + pupuk cair 4 minggu. Pemberian pupuk anorganik briket tidak menunjukkan peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, bobot akar, bobot tanaman, dan kandungan hara daun dibandingkan tanpa pemupukan. Efektivitas agronomi relatif tertinggi ditunjukkan pada perlakuan briket 10 g/tanaman + pupuk cair 4 minggu dengan RAE 145%. Hal tersebut berarti bahwa penambahan pupuk anorganik briket 10 g/tanaman dapat mengurangi frekuensi pupuk cair dengan efektivitas agronomi relatif yang sudah lebih tinggi 45% dibandingkan pupuk cair 2 minggu. Kata kunci: pupuk briket; pupuk cair; pembibitan karet; root trainer
KARATERISTIK TANAH SALIN DENGAN PEMBERIAN BOKASHI DAN KESESUAIANNYA UNTUK MEDIA TANAM Priyo Adi Nugroho; Sakiah Sakiah; Ingrid SITOMPUL
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i1.777

Abstract

Pengembangan usaha agribisnis perkebunan saat ini mengarah ke lahan-lahan sub optimal. Keterbatasan topsoil dalam penyiapan bibit polibeg merupakan salah satu konsekuensinya. Penggunaan tanah salin sebagai media pengisi polibeg di lahan pasang surut tidak terlepas dari permasalahan salinitas/DHL dan pH yang alkalis. Penelitian pengaruh aplikasi 3 taraf dosis bokashi limbah kelapa sawit (200, 400, 600 g) dan masa inkubasi (1, 2, 3 bulan) pada media tanam tanah salin telah dilakukan di kampus ITSI, Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor tersebut terhadap konsentrasi N, P, Na, Cl, pH, dan DHL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dosis bokashi secara signifikan memengaruhi perubahan konsentrasi natrium (p-value < 0,01) dan DHL (p-value < 0,05). Kandungan N dan P yang cukup tinggi pada bokashi tidak berbanding lurus dengan kandungan N dan P pada tanah dengan perlakuan bokashi. Menurunnya kinerja mikroorganisme karena kondisi lingkungan yang salin diduga menjadi penyebab melambatnya proses dekomposisi bokashi dan mineralisasi N dan P. Terdapat korelasi yang signifikan antara N dan P (r = 0,69, p-value < 0,01) yang membuktikan bahwa konsentrasi kedua hara tersebut erat kaitannya dengan performa mikroorganisme. Namun demikian, perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini belum dapat memodifikasi kandungan hara N dan P agar sesuai untuk pembibitan karet dan kelapa sawit.
HUBUNGAN SUKROSA DENGAN PRODUKSI LATEKS PADA TANAMAN KARET KLON PB 260 UMUR BERBEDA Yayuk Purwaningrum; Yeni Asbur; Murni Sari Rahayu; Rahmi Dwi Handayani Rambe; Dedi Kusbiantoro; Khairunisyah Nasution
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.752

Abstract

PB 260 atau dikenal dengan klon quick starter memiliki masa gugur daun lebih cepat dibandingkan dengan jenis klon lainnya. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara perbedaan umur tanaman karet klon PB 260 dengan kadar kandungan sukrosa lateks yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Afdeling I, Bandar Betsy, Kabupaten Simalungun, pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut. Tanaman yang diamati yaitu jenis klon PB 260 dengan waktu tahun tanam 2004, 2005, 2010 dan 2011 yang memiliki lingkar batang 60-75 cm dan dihitung dengan tinggi 130 cm di atas permukaan tanah. Metode penelitian ini ditentukan dari analisis uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian diperoleh hubungan antara peran dari kandungan sukrosa terhadap produksi lateks klon PB 260 diperoleh waktu tahun tanam 2004 yang kecil hanya 3%, tahun tanam 2005 sebesar 14%, 2010 dan 2011 sangat kecil hanya 0,3%.
APLIKASI PENGGUNAAN KARET ALAM SEBAGAI ALAT PEREDAM GEMPA PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA Usman Wijaya; RACHMANSYAH Rachmansyah; Adi Cifriadi; Santi Puspitasari; Asron Ferdian Falaah
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.765

Abstract

Konsep desain penggunaan karet peredam gempa adalah energi disipasi, yaitu penyerapan gaya gempa sebelum masuk ke bangunan dengan cara pemisah struktur bangunan diatasnya dari tanah yang merupakan pusat sumber kedatangan gempa. Aspek keamanan pelaksanaan pembangunan terutama untuk perumahan rakyat seringkali terabaikan. Hal ini terutama berkaitan dengan pendetailan tulangan baja yang merupakan aspek penting dalam kriteria bangunan tahan gempa yang kerap kali terabaikan di dalam pelaksanaan baik secara tidak disengaja maupun disengaja dengan dalih menekan biaya pembangunan agar nilai bangunan lebih ekonomis. Dengan pertimbangan kedua permasalahan di atas, maka solusi yang paling elegan dan memungkinkan untuk negara berkembang seperti Indonesia dimana sebagian besar penduduknya menghuni perumahan rakyat daripada apartemen bertingkat adalah mengenalkan penggunaan karet peredam gempa. Karet peredam gempa berfungsi sebagai penyekat atau peredam agar gaya gempa sebelum merambat masuk ke struktur bangunan dapat diredam. Peredam gempa ini dikembangkan mulai dari teknik proses dan pembuatan bahan dasar kompon karet agar tepat sesuai dengan peruntukannya sebagai bahan isolator (pemisah). Untuk perkuatan digunakan lapisan reinforcement woven roving fiberglass sebagai pengganti pelat baja yang secara nilai ekonomi lebih inovatif dan dapat diaplikasikan. Aplikasi penggunaan karet peredam gempa dilakukan dengan pengujian material karet dan menganalisa karet peredam gempa tersebut secara numerik untuk menghasilkan sifat mekanik dan nilai redaman disipasi energi sebesar 9 persen. Nilai rasio redaman tersebut dimasukan ke dalam simulasi bangunan rumah tinggal tahan gempa menggunakan software ETABS dengan sebelas rekaman gempa yang pernah terjadi. Dari hasil simulasi diperoleh perilaku bangunan rumah tinggal menggunakan karet peredam gempa mampu menaikan performa bangunan, dari yang sebelumnya tanpa karet peredam gempa bangunan mengalami kerusakan saat terjadi gempa, setelah diaplikasikan karet peredam gempa bangunan tidak mengalami kerusakan.
SIFAT KARET MENTAH DAN VULKANISAT KARET ALAM DENGAN PENAMBAHAN ASAM AMINO Mohamad Irfan Fathurrohman
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.785

Abstract

Pembuatan karet viskositas mantap biasanya menggunakan hidroksil amine sulfate (HNS) sebagai bahan penstabil viskositas yang ditambahkan ke dalam lateks karet alam. Akan tetapi HNS bersifat korosif sehingga perlu digantikan dengan bahan kimia lain yang tidak korosif seperti asam amino. Pada penelitian ini, penambahan asam amino (glisin dan arginin) ke dalam lateks karet alam diinvestigasi untuk memperbaiki sifat karet mentah, kompon, dan vulkanisat karet alamnya. Pada penelitian ini dosis asam amino (glisin dan arginin) yang digunakan disesuaikan dengan dosis HNS yang biasa diterapkan di dalam praktek, yaitu sebanyak 0,15% berat karet kering. Lateks karet alam dengan kandungan gel tinggi yang didapat dari pohon karet tua digunakan pada penelitian ini. Sifat karet mentah seperti sifat plastisitas, kandungan gel, plasticity retention index (PRI), dan kestabilan pada saat penyimpanan diobservasi. Sementara itu karakteristik pematangan dan sifat vulkanisat karet alam dikarakterisasi dengan menggunakan rheometer dan universal tension machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam amino dapat meningkatkan PRI dan untuk sampel yang mengandung arginin dan penstabil dapat menurunkan kandungan gel dan karet mentah stabil pada saat penyimpanan dibandingkan dengan sampel tanpa penambahan arginin dan penstabil. Dengan adanya penurunan kandungan gel di dalam karet mentah dapat meningkatkan derajat ikatan silang dari vulkanisat karet alam menyebabkan peningkatkan sifat kuat tarik karet alam. Arginin merupakan asam amino polar yang cocok digunakan untuk meningkatkan sifat karet mentah dan memudahkan pemrosesan serta menghasilkan peningkatan sifat kuat tarik vulkanisat karet alamnya.
POTENSI PENGGUNAAN KARET ALAM TERMOPLASTIK (COPOLYMER NR-VYNIL MONOMER) UNTUK ALTERNATIF MODIFIER ASPAL KARET: I. PEMBUATAN KARET ALAM TERMOPLASTIK DARI KARET ALAM DAN MONOMER VINIL SECARA KOPOLIMERISASI CANGKOK EMULSI Santi Puspitasari; Emil Budianto; Dadi Rusadi Maspanger
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.787

Abstract

Aspal karet merupakan salah satu bentuk aspal modifikasi polimer. Umumnya, aspal modifikasi polimer dibuat dengan mencampurkan modifier termoplastik elastomer sintetik jenis stirena butadiene stirena (SBS) ke dalam aspal. SBS berpotensi digantikan oleh karet alam termoplastik (Thermoplastic Natural Rubber, TPNR). Di Indonesia, pengembangan aspal karet skala lapangan telah diinisasi sejak 2016 namun belum menggunakan TPNR. Riset ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik TPNR yang dibuat melalui kopolimerisasi cangkok emulsi karet alam protein rendah (DPNR) dengan kombinasi monomer vinil (MV) stirena (ST) dan metil metakrilat (MMA). Komposisi DPNR/MV diatur pada 60/40 bagian, sedangkan rasio kombinasi MV ditetapkan sebesar 1:2; 1:1; 2:1. Urutan penambahan MV diatur MMA dahulu diikuti ST, dan sebaliknya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa TPNR atau kopolimer cangkok yang disintesis dari DPNR dengan penambahan ST diikuti MMA pada rasio 2:1 (kopoli (DPNR/ST-MMA 2:1)) memiliki sifat yang paling mendekati SBS sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif modifier dalam pembuatan aspal karet.
EFEKTIVITAS PUPUK GLOW GREEN PADA PEMBIBITAN BATANG BAWAH TANAMAN KARET DALAM POLIBEG Riko Cahya Putra; Titik Widyasari; Imam Susetyo
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.793

Abstract

Pemupukan anorganik merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan yang penting pada pembibitan tanaman karet. Pemupukan juga dapat diberikan dalam bentuk cair melalui daun seperti Glow Green, selain dalam bentuk padat melalui akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Glow Green pada beberapa frekuensi pemupukan di pembibitan batang bawah tanaman karet dalam polibeg. Lokasi penelitian di kebun Unit Riset Bogor-Getas, Salatiga yang dilaksanakan pada bulan April hingga September 2020. Sepuluh perlakuan yang diuji adalah kontrol (tanpa pemupukan), pupuk tunggal 100%, Glow Green (setiap 1 dan 2 minggu), kombinasi Glow Green (setiap 1, 2, 3, 4 minggu) dengan pupuk tunggal 50%, dan kombinasi Glow Green (setiap 3 dan 4 minggu) dengan pupuk tunggal 75%. Pemberian Glow Green terbukti dapat mengurangi 50% dosis pupuk tunggal berdasarkan pengamatan tinggi tanaman, diameter batang, bobot tanaman, dan bobot akar yang tidak berbeda nyata terhadap perlakuan pupuk tunggal dosis 100%. Pemberian Glow Green dengan pupuk tunggal pada dosis 50% maupun 75% menunjukkan kandungan N daun yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Efektivitas agronomi relatif tertinggi ditunjukkan pada perlakuan Glow Green setiap 4 minggu + pupuk tunggal dosis 50% (RAE 131%) dengan biaya pemupukan yang lebih rendah 76 IDR per tanaman atau hemat 10% dibandingkan perlakuan standar pupuk tunggal dosis 100%.
KARAKTERISASI ISOLAT PESTALOTIOPSIS PADA KARET (Hevea brasiliensis) MENGGUNAKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER Tri Rapani Febbiyanti; Radite Tistama; Yudiarto Sarsono
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.798

Abstract

Penyakit gugur daun Pestalotiopsis yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp. pada tanaman karet telah menjadi penyakit yang merugikan sejak tahun 2017 di pertanaman karet Indonesia. Hampir semua klon rekomendasi dan semua stadia tanaman karet terserang penyakit yang mengakibatkan penurunan produksi lateks. Informasi patogen mengenai karakter morfologi dan molekuler diperlukan untuk mengetahui siklus hidup dan biologi patogen tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeteksi spesies Pestalotiopsis yang menyerang tanaman karet di wilayah Sumatra Selatan secara morfologi dan molekuler. Sampel daun yang terinfeksi penyakit gugur daun diambil dari Kebun Percobaan Pusat Penelitian Karet, Desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Pusat Penelitian Karet dan Laboratorium Mikologi dan Biomolekuler Karantina Tumbuhan, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP), Jakarta pada bulan April hingga Desember 2019. Metode pada penelitian ini diawali pengambilan sampel dari beberapa tanaman inang yang bergejala, kemudian dilakukan isolasi pada media PDA, dimurnikan, kemudian dilakukan identifikasi morfologi pada masing-masing isolat, selanjutnya dilakukan analisa PCR dan hasil PCR yang terpilih dilanjutkan dengan sequencing. Hasi penelitian ini menunjukkan morfologi Pestalotiopsis dibedakan berdasarkan bentuk konidia, ukuran konidia, jumlah septat, warna pigmen, serta bentuk sel basal dan sel tengah. Spesies Pestalotiopsis yang diperoleh berdasarkan pengamatan morfologi yaitu P. microspore, P. linearis, P. quepinii, P. kunmingensis, P clavate, dan P. cocos. Hasil amplifikasi cendawan daun karet ini diperoleh 7 jenis isolat yang memiliki ukuran pita DNA yang berbeda, dan diperoleh 2 jenis cendawan gugur daun dari hasil sequensing yaitu Pseudopestalotiopsis coccos strain CBS 272,29 dan Neopestalotiopsis cubana strain CBS 600,96.
KONDISI FISIOLOGIS DAN PRODUKSI TANAMAN KARET YANG TERSERANG PESTALOTIOPSIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK DAN APLIKASI FUNGISIDA Tri Rapani Febbiyanti; Radite Tistama
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.799

Abstract

Penyakit gugur daun (PGD) Pestalotiopsis menyebabkan pengguguran daun yang terus-menerus terutama jika patogen menyerang pada periode pembentukan daun muda (flush) setelah gugur daun alami. Pembentukan daun baru yang berulang menyebabkan gangguan fisiologis pada tanaman karet, terutama pada tanaman muda. Pada tanaman belum menghasilkan, pembentukan dan pengguran daun muda yang berulang yang disebabkan oleh penyakit gugur daun seringkali menyebabkan stres fisiologi dan perkembangan lilit batang terhambat sehingga memperlambat matang sadap. Pada tanaman menghasilkan, pembentukan dan pengguguran daun muda yang berulang akibat PGD Pestalotiopsis ini mengakibatkan kerapatan kanopi dan penurunan produksi yang signifikan sehingga perlu diketahui kondisi fisiologis tanaman akibat PGD Pestalotiopsis melalui aplikasi pupuk dan fungisida. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pupuk dan aplikasi fugisida terhadap kondisi fisiologi dan produksi tanaman yang terserang PGD Pestalotiopsis. Penelitian menggunakan klon GT 1 yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Karet Sembawa, Sumatra Selatan. Hasil pengamatan di lapangan terlihat, defoliasi terjadi mulai bulan Januari hingga Mei 2019, pengguguran tajuk lebih dari 60%, sehingga tajuk yang tertinggal di pohon hanya sekitar 30%. Pada bulan Mei 2020 pengguguran mencapai 70% pada perlakuan kontrol. Tingginya intensitas penyakit ini karena kepekatan spora patogen di udara masih tinggi dan sumber infeksi dari inang lain juga masih banyak. Keparahan serangan sangat dipengaruhi kondisi iklim, tahun dengan iklim basah lebih tinggi tingkat serangannya. Hasil lateks diagnosis (LD) pada bulan Juni 2020 menunjukkan kondisi aktivitas metabolisme lateks relatif sama antar perlakuan yaitu optimal dengan maksimal. Hasil produksi memperlihatkan peningkatan setelah Januari 2020 pada semua perlakuan, sedangkan pada hasil perlakuan kontrol sedikit mengalami peningkatan yang memiliki korelasi dengan persentase kanopi. Penurunan kanopi pada Februari 2020 tidak banyak berpengaruh terhadap produksi, bahkan penurunan kanopi mayor di April 2020 belum menurunkan hasil karet. Pengurangan hasil karet terjadi Juni 2020 pada saat gugur daun alami terjadi dan mencapai produksi terendah Agustus sampai September 2020 di saat daun muda mulai muncul. Produksi karet sudah mulai meningkat setelah satu bulan pembentukan daun, dimana pada umur daun ini fotosintesis sudah mulai pulih dan sukrosa sudah didistribusikan dalam jumlah yang cukup ke pembuluh lateks (latisifer). Aplikasi fungisida dengan cara fogging memberikan pengaruh luas kanopi dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
IMPROVEMENT OF PHYSIOLOGICAL CONDITION AND LATEX FLOW OF RUBBER CLONES AFFECTED BY TAPPING PANEL DRYNESS IN RESPONSE TO COMBINATION NAPHTHALENE ACETIC ACID, ASCORBIC ACID, AND NUTRITION TREATMENTS Ade Fipriani Lubis; Radite Tistama
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.800

Abstract

The TPD incident is one of the factors causing rubber estates to lose their production. The objective of this research was to arrange formulation for recovering of tapping panel dryness (TPD) chases, especially on PB 260 and IRR 42 clones. The experiment was divided into two experiments, that were arranged into a split plot design with two treatment factors, first the main plots of rubber plant clones (PB 260 and IRR 42), and second different NAA concentrations in the step 1. The best combination of the first experiment was added with different concentrations of ascorbic acid in the research experiment II. The physiological variables observed were sucrose, inorganic phosphate, thiol, latex production, and biochemical variables were SOD, APX, and POD enzyme activities. The TPD-affected plant could produce latex under treatment of NAA and nutrient for six months NAA 10 ppm treatment significantly affected on Pi content and had positive effect on latex production. Treatment of ascorbic acid also increased production in rubber plants and affected on POD and SOD activities. There were differences respond between high metabolism clone PB 260 and low metabolism clone IRR 42 to combination of NAA, nutrient, and ascorbic acid treatment.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025 JPK : Volume 42, Nomor 2, Tahun 2024 JPK : Volume 42, Nomor 1, Tahun 2024 JPK : Volume 41, Nomor 2, Tahun 2023 JPK : Volume 41, Nomor 1, Tahun 2023 JPK : Volume 40, Nomor 2, Tahun 2022 JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022 JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021 JPK : Volume 39, Nomor 1, Tahun 2021 JPK : Volume 38, Nomor 2, Tahun 2020 JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020 JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 More Issue