cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
engembangan media besmart: Inovasi media belajar bangun datar untuk siswa dengan hambatan penglihatan Afina Nur Aisyah Putri; Devinda Nur Fitriany; Dinda Agustina Putri Sadanti; Kamila Nisa Nur Fadilah; Shofiya Qotrunnada
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.16975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu Besmart dengan layak sebagai inovasi pendekatan pemecahan masalah yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi bangun datar dan meningkatkan hasil belajar pada siswa. Penelitian dan Pengembangan (RnD) ini menggunakan Instructional Design (Desain Pembelajaran) dengan pendekatan ADDIE. Uji kelayakan dilakukan dengan menggunakan materi, media, dan siswa dengan pre-test dan post-test untuk mengetahui keefektifan dari media kartu Besmart. Analisis data dilakukan melalui lima langkah, yakni analisis kebutuhan, perencanaan (design), pengembangan, uji coba produk, dan evaluasi. Produk ini dinyatakan layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi bangun datar dan meningkatkan hasil belajar siswa di SLB A YKAB Surakarta. Hasil uji keefektifan dengan menggunakan perhitungan data statistik menunjukkan nilai rata-rata pre-test yaitu 61,5 dan nilai post-test yang menunjukkan progres yang lebih baiki yaitu 81,67, jadi kesimpulannya terdapat peningkatan pemahaman mengenai materi bangun datar dan hasil belajar pada siswa sebelum dan setelah menggunakan media kartu Besmart. 
Pelatihan keseimbangan tubuh pada anak dengan hambatan motorik bagi guru di SLB Bangun Bangsa Surabaya Farcharina Eka Widianti; Diah Anggraeny; Sujarwanto Sujarwanto; Endang Pudjiastuti Sartinah
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.18677

Abstract

Keseimbangan tubuh adalah salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan pada anak sesuai dengan tahapan usia tumbuh kembangnya. Anak dengan hambatan motorik membutuhkan kemampuan untuk mengatur keseimbangan tubuh yang dimiliki sehingga mampu melaksanakan kegiatan fungsional sehari-hari dengan baik. Dalam hal tersebut dibutuhkan metode yang tepat salah satunya dengan balance exercise atau latihan keseimbangan.  Pada sekolah luar biasa, tidak semua guru dapat memahami cara melakukan latihan keseimbangan bagi anak dengan hambatan motorik secara teori dan praktiknya dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu meningkatkan kemampuan Guru di SLB Bangun Bangsa Surabaya dalam bentuk pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari dengan penyampaian materi dan praktik menggunakan Gym Ball, Papan Keseimbangan, Bolster Bulat dan Kotak, serta Kursi Peto. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah peningkatan pemahaman dan kemampuan Guru di SLB Bangun Bangsa Surabaya dalam melatih keseimbangan anak dengan hambatan motorik. Body balance exercise training for children with motor disabilities for teachers at Special School Bangun Bangsa Surabaya Abstract: Body balance is one of the important aspects of growth and development in children according to the age stages of growth and development. Children with motor barriers need the ability to regulate their body balance so that they can carry out functional daily activities properly. In this case, the right method is needed, one of which is balance exercise.  In special schools, not all teachers can understand how to do balance exercises for children with motor barriers in theory and practice well. The purpose of this research is to help improve the ability of teachers in SLB Bangun Bangsa Surabaya in the form of training conducted for 2 days with the delivery of material and practice using a Gym Ball, Balance Board, Round and Square Bolster, and Peto Chair. The result of this training activity is an increase in the understanding and abi
Pengaruh penggunaan media lift-the-flap book dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak berkesulitan belajar membaca kelas III di SD Negeri Pegadingan 1 Risma Febrianti; Yuni Tanjung Utami; Reza Febri Abadi; Neti Asmiati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.16061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai pengaruh penggunaan media lift the flap book dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak berkesulitan belajar membaca kelas III di SD Negeri Pegadingan 1. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan pendekatan single subject research (SSR) dan dengan desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa anak berkesulitan belajar membaca kelas III Sekolah Dasar. Pengumpulan penelitian ini dengan menggunakan observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan lembar instrument yang telah dibuat dengan sebanyak lima soal. Target behavior yang akan diteliti yaitu kemampuan membaca permulaan huruf konsonan yang terdiri dari g, k, n, t dan y. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif. Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh dan dianalisis, menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut dikarenakan adanya perubahan anak sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi atau perlakuan dengan menggunakan media lift the flap book. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan mean level pada setiap fasenya. Data meanlevel pada target behavior I pada fase baseline 1 (A1) sebesar 33%, fase intervensi (B) sebesar 81% dan fase baseline II (A2) sebesar 73%. Mean level pada target behavior II pada fase baseline I (A1) sebesar 33%, fase intervensi (B) sebesar 80%, dan fase baseline II (A2) sebesar 60%. Mean level pada target behavior III pada fase baseline I (A1) sebesar 33%, fase intervensi (B) sebesar 80,8%, dan fase baseline II (A2) sebesar 73,3%. Lalu, mean level pada target behavior IV pada fase baseline I (A1) sebesar 33%, fase intervensi (B) sebesar 80,3%, dan fase baseline II (A2) sebesar 64,5%. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa media lift the flap book dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan kelas III di SD Negeri Pegadingan I.Abstract: This study aims to determine and provide information about the effect of using lift-the-flap book media in improving early reading skills in children with learning difficulties in grade III at SD Negeri Pegadingan 1. This study used an experimental method, with a single subject research (SSR) approach and with ABA design. The subjects in this study were students with learning difficulties in grade III elementary school. The collection of this research uses observation and tests. The data collection instrument in this study was using an instrument sheet that had been made with five questions. The target behavior to be achieved is the ability to read the beginning of consonants consisting of g, k, n, t, and y. The data obtained will be analyzed using descriptive statistics. Based on the data that has been obtained and analyzed, it shows positive results. This is due to changes in the child before the intervention was given and before the intervention was given or treatment using lift-the-flap book media. This can be seen from the calculation results mean the level in each phase. The mean level data on target behavior I in the baseline phase 1 (A1) is 33%, the intervention phase (B) is 81%, and the baseline phase II (A2) is 73%. The mean level of target behavior II in the baseline phase I (A1) is 33%, the intervention phase (B) is 80%, and the baseline phase II (A2) is 60%. The mean level of behavior target III in the baseline phase I (A1) was 33%, the intervention phase (B) was 80.8%, and the baseline phase II (A2) was 73.3%. Then, the mean level of target behavior IV in the baseline phase I (A1) is 33%, the intervention phase (B) is 80.3%, and the baseline phase II (A2) is 64.5%. Based on the results of the analysis, it can be said that the lift-the-flap book media can improve reading skills at the beginning of grade III at SD Negeri Pegadingan I.
Pelatihan program kekhususan orientasi dan mobilitas pada guru sekolah dasar inklusi di Kota Surabaya Acep Ovel Novari Beny; Murtadlo Murtadlo; Sri Joeda Andajani
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.18056

Abstract

The Orientation and Mobility Specialty Program is one of the compensatory services for the visually impaired to be able to carry out their daily activities independently. In inclusive schools, not all classroom teachers or special supervisors fully understand Orientation and Mobility and their practices, so indirectly, the ability of blind students is less than perfect and needs the help of others. The purpose of this training is to improve the Orientation and Mobility of Inclusive Elementary School Teachers and Special Guidance Teachers by using a special training program for the blind, which is carried out for two days with the material presented in the training is mentoring by an alert companion and walking technique using a white cane. The result of this activity is the increasing ability of Orientation and Mobility of Inclusive Elementary School Teachers and Special Guidance Teachers in the City of Surabaya in theory and practice of companion techniques to watch and walk using a white cane which can later be used as a provision in teaching blind students.
Penerapan teknik shaping untuk meningkatkan durasi on-task behavior pada anak dengan masalah konsentrasi Yayu Winengsih; Toni Yudha Pratama; Neti Asmiati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.16057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan teknik shaping dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan durasi on-task behavior pada anak dengan masalah konsentrasi di SKh KORPRI Pandeglang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan  Single Subject Research (SSR) dan desain yang digunakan  adalah A-B-A. Subjek dalam penelitian  ini merupakan anak dengan masalah konsentrasi kelas VII SMPKh berinisial NFA. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu  tes (instrumen), observasi dan dokumentasi, dengan pengumpulan data dalam bentuk durasi. Hasil penelitian yang diperoleh subjek dapat dilihat dari perubahan level data pada analisis antar kondisi pada fase intervensi (B) ke fase baseline-1 (A1) mengalami peningkatan yaitu sebesar (+5,06) atau dikonversikan dalam bentuk menit yaitu 05.06 menit, sedangkan pada fase baseline-2 (A2) ke fase intervensi (B) mengalami penurunan yaitu (-1,67) atau dikonversikan dalam bentuk menit yaitu 01.67 menit (sama dengan 2 menit 7 detik). Namun data yang diperoleh pada fase baseline-2 (A2) lebih tinggi dibandingkan pada fase baseline-1 (A1). Selain itu, persentase data overlap fase intervensi (B) ke fase baseline-1 (A1) dan pada fase baseline-2 (A2) ke fase intervensi (B) adalah 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjawab hipotesis bahwa penerapan teknik shaping dapat meningkatkan durasi on-task behavior anak dengan masalah konsentrasi di SKh KORPRI. Abstract: This research is aimed to determine whether the application of shaping techniques can have an effects in increasing the duration of on-task behavior in children with concentration problems at SKh KORPRI Pandeglang. Kinds of research being used here was experimental research with Singgle Subhect Research (SSR) approach, and A-B-A as the design. The subjects in this study were children with concentration problems class VII SMPKh with the initials NFA. Data collection techniques used are tests (instruments), observation and documentation, with data collection in the form of duration. The results of the research obtained by the subject can be seen from the change in the level of data in the analysis between conditions in the intervention phase (B) to the baseline-1 phase (A1) which increased by (+5.06) or converted into minutes, namely 05.06 minutes. While in the baseline-2 phase (A2) to the intervention phase (B) it decreased by (-1.67) or converted into minutes, namely -01.67 minutes (equal to 2 minutes, 7 seconds). However, the data obtained in the baseline-2 (A2) phase is higher than in the baseline-1 phase (A1). Other than that, the overlapping data percentage in intervention phase (B) to the baseline-1 phase (A1) and from the baseline-2 phase (A2) to the intervention phase (B) is 0%. So it can be concluded that the results of this study can answer the hypothesis that the application of shaping techniques can increase the duration of on-task behavior in children with concentration problems in SKh KORPRI.
Penerapan metode modeling dalam meningkatkan keterampilan memakai sepatu tali pada anak Cerebral Palsy Yuyun Yunengsih
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.17029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode modeling dalam meningkatkan keterampilan memakai sepatu tali pada anak cerebral palsy kelas 5SDLB di SKh KORPRI Pandeglang. Fakta dilapangan menunjukan bahwa anak cerebral palsy belum mampu memakai sepatu tali, salah satu penyebabnya kurangnya kemampuan motoric halus menalikan sepatu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen Single Subject Research (SSR). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan peningkatan dalam kemampuan memakai sepatu tali. Pada fase baseline 1(A1) dilakukan 4 sesi dengan menunjukan kesamaan nilai yang diperoleh yaitu 19. Fase intervensi (B) yang dilakukan 8 sesi menunjukan nilai yang diperoleh yaitu 28, 30, 32, 32, 34, 35, 37, dan 37. Sedangkan fase baseline 2(A2) yang dilakukan 4 sesi menunjukan kesamaan nilai 31. Efektifitas dapat dilihat dari presentase overlap, dari intervensi (B) ke fase baseline 1 (A1) tidak menunjukan data yang tumpang tindih, dan dari fase baseline 2 (A2) ke intervensi (B) juga tidak menunjukan data yang tumpang tindih. Secara keseluruhan penerapan metode modeling dapat meningkatkan keterampilan memakai sepatu tali pada anak cerebral palsy kelas 5 SDLB di SKh KORPRI Pandeglang. Abstract: This study aims to determine the effect of the application of modeling methods in improving the skills of wearing shoelaces in children with cerebral palsy grade 5 SDLB at SKh KORPRI Pandeglang. Facts in the field show that children with cerebral palsy cannot wear shoelaces. One of the reasons is the lack of fine motor skills in tying shoes. The method used in this study is the Single Subject Research (SSR) experimental method. Based on the results of the study showed an increase in the ability to wear lace shoes. In baseline phase 1(A1), four sessions were conducted, which showed the similarity of the values obtained, namely 19. The intervention phase (B), which was conducted in 8 sessions, showed the values obtained were 28, 30, 32, 32, 34, 35, 37, and 37. At the same time, baseline phase 2 (A2), which was carried out for four sessions, showed the same value of 31. The effectiveness can be seen from the percentage overlap from intervention (B) to baseline phase 1 (A1) did not show overlapping data, and from the initial phase 2 (A2) to intervention (B) also did not show overlapping data. Overall, the application of the modeling method can improve the skills of wearing shoelaces in children with cerebral palsy grade 5 SDLB at SKh  KORPRI Pandeglang.
Penggunaan media permainan Whack a Mole untuk meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis Jazilatun Nawa; Sistriadini Alamsyah Sidik; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.19135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal bangun ruang ank autis melalui media permainan whack a mole. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan single subject research (SSR). Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain A-B-A. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ti tampilkan melalui garfik garis. Subjek dalam penelitian ini terfokus pada seorang anak autis kelas V SDLB dengan inisial R. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan media permainan whack a mole dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis kelas V SDLB di SKh Padesan. Hal ini ditunjukan meningkatkannya rata-rata perolehan data pada kedua terget behavior. Hasil yang di dapat target behavior 1 (menunjukan bangun ruang) pada fase A1(baseline-1) adalah 33%, setalah dilakukan intervensi pada fase (B) Rata-rata perolehan data yang didapat meningkat menjadi 85% dan setelah diberikannya intervensi rata-rata perolehan data yang didapat pada fase A2 (baseline-2) adalah 71%. Untuk target behavior 2 (menyebutkan bangun ruang) hasil rata- rata perolehan data yang didapat pada fase A1 (baseline-1) adalah 33% setelah dilakukannya intervensi ada fase (B) rata-rata perolehan data yang didapat meningkat menjadi 85,625%, dan setelah diberikan intervensi rata-rata perolehan data yang didapat pada fase A2 (baseline- 2) adalah 71%. Dengan demikian maka ditarik kesimpulanya bahwa penggunaan media permainan whack a mole dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis kelas V SDLB di SKh Padesan. The use of Whack a Mole game media to improve the ability to recognize the autistic children's roomAbstract: This study aims to determine the increase in the ability to recognize the building space of children with autistic children through the media game What a mole. This experimental study uses a Single Subject Research (SSR) approach. The research design used in this study uses the A-B-A design. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, and IT showed through line Grafik. The subjects in this study were focused on a class of Autistic Class V SDLB with the initials R. Based on the results of the study. It was known that the use of the media, a mole game, could improve the ability to recognize the building space of children with Autistic Class V SDLB in SKh Padesan. This is shown to increase the average data acquisition in the two targets. The results obtained by the target behavior 1 (showing space) in phase A1 (Baseline-1) are 33%. After an intervention in phase (b), the average data acquisition obtained increases to 85%, and after the average intervention is given, The acquisition of data obtained in the A2 phase (baseline-2) is 71%. For target behavior 2 (mentioning the shape of the space), the average results of the acquisition of data obtained in phase A1 (Baseline-1) are 33%. After the intervention, there is a phase (b), the average data acquisition obtained increases to 85.625%, and after giving an average intervention in the acquisition of data obtained in the A2 phase (baseline- 2) is 71%. Thus, it is drawn that the use of the media, a mole game, can improve the ability to recognize the building space of children with Autistic Class V SDLB in SKH Padesan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7