cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2017)" : 9 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENILAIAN ALTERNATIF Sutrisno Sadji Evenddy
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menganalisis 18 nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam penilaian alternatif. Penilaian alternatif adalah jenis penilaian otentik. Salah satu kelebihan dari penilaian ini adalah penilian ini memfokuskan pencapaian belajar siswa pada prosesnya. Diharapkan dengan melakukan jenis penilaian ini karakter siswa bisa dibentuk dan ditingkatkan. Jenis dari penilaian yang didiskusikan di dalam artikel ini adalah portofolio, jurnal, dan self dan peer-assessment. Dari hasil analisis ditemukan bahwa ada nilai-nilai pendidikan karakter bangsa Indonesia dalam penilaian alternatif di atas. Dalam portofolio ditemukan karakter jujur, terbuka, berani, demokratis, tanggung jawab, komunikatif, menghargai. Dalam jurnal ditemukan karakter adalah jujur, toleransi, kreatif, demokratis, menghargai prestasi, disiplin, bersahabat/komunikatif dan peduli sosial. Dan dalam self dan peer assessment ditemukan karakter jujur, mandiri, demokratis, komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab.Kata kunci: Penilaian alternatif, nilai, pendidikan karakter,
PERANAN MASJID KAMPUS DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER MAHASISWA DI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasjid kampus, dinilai sangat strategis dalam mewujudkan suasana religius di lingkungan kampus. Sekurang-kurangnya masjid kampus ini dapat mewadahi civitas akademika untuk men- jalankan kewajiban ibadah rutin seperti shalat lima waktu. Bagi civitas akademika yang memiliki latar belakang keagamaan yang kuat serta memiliki keinginan untuk menciptakan suasana kehidupan keagamaan yang lebih kondusif di lingkungan kampus Untirta, masjid kampus merupakan sarana yang sangat efektif untuk pengabdian mereka dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa yang berbasis nilai-nilai agama. Masalah utama yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagai- manakah peranan masjid kampus dan aktivitas keagamaan mahasiswa, serta bagaimana pula suasana kehidupan keagamaan mahasiswa sebagai pencerminan pelaksanaan ajaran agamanya. Dari hasil penelitian ini diperoleh data yang menunjukkan bahwa, masjid kampus sangat berperan besar dalam pembinaan pendidikan karakter mahasiswa terutama ibadah-ibadah harian yang wajib maupun yang sunah. Mesjid kampus sudah seharusnya mewadahi organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang dakwah, agar terjadi sinergi antara mahasiswa dan pengurus mesjid. Program kerja mesjid kampus telah sangat baik melakukan pembinaan terhadap mahasiswa dan Lembaga Dakwah Kampus serta pemilihan pengurus mesjid kampus telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang baik dan menggunakan musyawarah-mufakat dalam pengambilan keputusan.Kata kunci: Masjid Kampus, Pendidikan Karakter
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA Sigit Setiawan; Lukman Nulhakim; Nana Hendracipta
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil dari penelitian ini didapat hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA mengalami peningkatan. Ketuntasan hasil belajar siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada prasiklus 20%, siklus I 40%, dan siklus II 93%. Selanjutnya aktivitas belajar siswa yang mencapai nilai kategori minimal indikator keberhasilan pada siklus I 60% dan siklus II 93%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe group investigation dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.Kata kunci: pembelajaran IPA, cooperative learning tipe group investigation, hasil belajar, aktivitas belajar
KONSEP NASI DALAM BAHASA JAWA DIALEK BANTEN (Studi Antropolinguistik di Kampung Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten) Hanafi Hanafi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep nasi dalam bahasa Jawa dialek Banten. Fokus penelitian ini adalah konsep nasi dalam bahasa Jawa dialek Banten, dengan subfkus (1) klasifikasi dan deskripsi leksikon konsep nasi dalam bahasa Jawa dialek Banten berdasarkan satuan lingual, (2) fungsi leksikon konsep bagi masyarakat Kampung Warung Jaud, dan (3) cerminan gejala kebudayaan yang muncul berdasarkan leksikon konsep nasi yang digunakan oleh masyarakat Kampung Warung Jaud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Ancangan yang digunakan adalah sosiolinguistik dengan menggunakan teori variasi bahasa. Sumber datanya adalah leksikon konsep nasi yang digunakan masyarakat Kampung Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) leksikon konsep nasi pada masyarakat Kampung Warung Jaud dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu (a) kegiatan menanak nasi dan (b) alat dan bahan menanak nasi, (2) leksikon konsep nasi pada masyarakat Kampung Warung Jaud juga dapat dikategorikan menjadi tiga fungsi, yaitu (a) fungsi individual, (b) fungsi sosial , dan (c) fungsi pengetahuan, dan (3) leksikon konsep nasi pada masyarakat Kampung Warung Jaud dapat mengungkap cerminan kearifan lokal. Penggunaan leksikon tersebut memberikan gambaran bahwa masyarakat Kampung Warung Jaud memiliki konsep pemanfaatan alam yang baik dan prinsip interaksi masyarakat yang harmonis.Kata Kunci: konsep nasi, variasi bahasa, dan antropolinguistik.
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM PERSPEKTIF ISLAM Siti Muhibah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKrisis kepemimpinan nampaknya sedang melanda bangsa ini. Sulit rasanya mencari sosok pemimpin yang memiliki kreadibilitas. Pemimpin pada zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri atau kelompoknya dan tidak atau kurang perduli pada kepentingan orang lain atau kepentingan lingkungannya, bahkan pemimpin sekarang selalu ingin dilayani bukan menjadi pelayan masyarakat. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan konsep Islam. Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah, dan pemimpin adalah pelayan ummat. Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik kepemimpinan dalam Islam, diantara yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah. Dan kepemimpinan yang efektif, adalah memiliki ciri-ciri memiliki sifat jujur, amanah, sederhana, ramah, bertanggungjawab dan bertaqwa kepada Allah SW T, serta memiliki berbagai macam keterampilan seperti mampu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain, mampu memecahkan masalah, cerdas, kreatif, memiliki visi kedepan, fleksibel dan memiliki keterampilan social sehingga dapat mencapai tujuan.Kata kunci: Kepemimpinan efektif, Karakteristik Kepemimpinan
MENGUNGKAP PROSES PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN DALAM AL-QURAN Maman Fathurrohman
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendidikan dan pengajaran merupakan kegiatan yang didasarkan pada kemampuan unik manusia untuk berpikir dan menjelaskan sesuatu pada manusia lainnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting bagi peradaban manusia dan diperkirakan telah terjadi sejak awal mula keberadaan manusia di muka bumi. Pada sisi lain, Al-Quran merupakan kitab yang dijadikan sebagai panduan hidup dan seringkali dijadikan sebagai dasar hukum dalam berbagai bidang sekaligus rujukan dalam berbagai urusan kehidupan. Sebagai kitab yang bersifat universal, proses pendidikan dan pengajaran pun tak luput termaktub di dalamnya. Mengingat pentingnya proses pendidikan dan pengajaran bagi umat manusia, maka perlu suatu upaya mengungkap proses pendidikan dan pengajaran yang ada dalam Al-Quran dengan harapan bisa menjadi model dan konsep pendidikan dan pengajaran yang ideal bagi proses pendidikan dan pengajaran, yang saat ini umumnya lebih berorientasi pada negara-negara barat. Berdasarkan hasil kajian tampak bahwa dalam Al-Quran ditegaskan adanya tiga komponen penting pendukung pendidikan dan pengajaran yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati serta adanya pengaruh aqal dan waktu dalam proses tersebut. Dalam Al-Quran juga ditekankan perlunya peranan kitab (sesuatu yang hakikatnya dapat dipandang sebagai media yang dapat merekam pesan atau ilmu pengetahuan) dan qalam (alat untuk menulis atau menyimpan pesan atau ilmu pengetahuan atau untuk mengajarkan sesuatu) dalam proses pendidikan dan pengajaran. Selain itu, Al-Quran juga menjelaskankan tentang eksistensi peserta didik, dan pendidik dalam pendidikan dan pengajaran serta bagaimana seharus- nya proses pendidikan dan pembelajaran tersebut berlangsung, proses ini disertai dua belas etika yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan dan pengajaran. Dan pada bagian akhir diungkap sketsa terjadinya proses pendidikan dan pengajaran pada masa lalu yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi terjadinya proses pendidikan dan pengajaran pada masa sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci: Al-Quran, Pendidikan, Pengajaran.
TAREKAT SYADZILIYAH Perkembangan dan Ajaran-Ajarannya (Studi di Pondok Pesantren manbaul ulum Kesuren Sumur Pecung Serang) Syihabudin Syihabudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTarekat adalah jalan atau metode untuk sampai kepada Allah Swt. Tarekat merupakan metode yang harus ditempuh oleh seorang sufi dengan aturan-aturan tertentu sesuai dengan petunjuk guru agar sedekat mungkin dengan Allah. Tarekat terkait erat dengan tasawuf. Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui keadaan jiwa, baik maupun buruk. Kemudian bertekat untuk mensucikan jiwa tersebut dari sifat-sifat buruk, diisi dengan sifat-sifat yang baik serta berusaha merambah jalan (Suluk) untuk berada dekat disisi Allah Swt. Pemikiran yang mendasari tasawuf adalah karena Allah merupakan dzat yang suci, maka dzat yang suci itu tidak akan dapat didekati kecuali oleh sesuatu yang suci, dalam mendekatkan diri kepada Allah, para sufi biasanya melalui tahapan-tahapan (maqamat). Maqomat menurut al Gojali untuk mencapai kejernihan hati adalah: Takhaliyah (Pengosongan hati) dari selain Allah, Tahali (Pengisian dengan akhlak terpuji), Tajalli (Merasakan adanya tuhan). Ada juga melalui dengan dzikir, riyadoh (melatih), mujahadah, taubat, sabar, ridho, juhud, mahabah dan makrifat. Dalam perjalanan sejarahnya tarekat mengalami perkembangan dari masa ke masa. Periode pertama, tarekat berarti jalan menuju Allah bagi sufi secara individual, kedua tarekat adalah jalan menuju Allah dibawah bimbingan guru atau mursyid, ketiga tarekat menjadi organisasi tasawuf, dimana murid berkumpul disuatu tempat yang biasa disebut ribat, zawiyah, atau khanqahI untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikurullah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat nabi dan membaca dzikir naïf itsbat dan ism dzat secara bersama dibawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (amaliyah), aturan-atuarn (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursyid-mursyid atau antara guru dengan anggota tarekat, wasilah, rabithah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual-ritual seperti bai’ah atau talqin, Khushushiyah, haul dan manaqib. Dan semuanya itu untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Kata kunci: Tarekat Syadziliyah, perkembangan ajaran-ajarannya, Ponpes Manbaul Ulum Serang
PARADIGMA MAHASISWA PEREMPUAN KULIAH DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPesatnya perkembangan ilmu serta teknologi dibidang engineering memerlukan tenaga- tenaga yang handal dengan kualifikasi yang memadai. Permasalahan muncul dalam bidang teknik akhir-akhir ini dirasakan semakin kompleks. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang teknik yang mempunyai kualifikasi yang memadai perlu dipenuhi dengan kualitas sumber daya manusia yang terus ditingkatkan. Perspektif orang ketika berbicara mengenai jurusan yang ada di fakultas teknik adalah lebih banyak melihat mahasiswa laki-laki dibandingkan dengan mahasiswa perempuan, bahkan ada anggapan bahwa fakultas teknik menjadi tempat belajarnya mahasiswa laki-laki, tetapi hal tersebut akan berbeda ketika kita melihat keadaan saat ini banyak mahasiswa perempuan yang berminat untuk melanjutkan kuliah di beberapa jurusan teknik. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu analisa lebih lanjut terkait minat mahasiswa perempuan kuliah di fakultas teknik. Penelitian ini dilakukan di enam jurusan yang ada di lingkungan fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa, yaitu: teknik sipil, teknik mesin, teknik kimia, teknik industri, teknik elektro dan teknik metalurgi. Berdasarkan hasil penelitian perubahan paradigma di mana fakultas teknik identik dengan laki-laki tidaklah berlaku di era sekarang, di mana kaum perempuan juga banyak melanjutkan studi di fakultas teknik UNTIRTA. Faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswi tersebut antara lain pertimbangan karier dan prospek ekonomi di masa depan, lapangan pekerjaan yang luas dan mudah mencari pekerjaan, serta ingin mempelajari pengetahuan yang baru dan senang akan aplikasi dan ilmu terapan.Kata kunci: Paradigma, mahasiswa perempuan, fakultas teknik
BUDAYA MALU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA Wawan Wahyuddin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh se- orang guru, (2) mendekripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang siswa, (3) men- deskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang abdi negara, (4) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan, dan (5) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang guru? (2) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang siswa? (3) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang abdi negara? (4) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan?(5) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin? Penelitian ini meng- gunakan metode kajian pustaka. Kajian pustaka dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah satu bagian penting dari keseluruhan langkah-langkah metode penelitian. Cooper (dalam Creswell) mengemukakan bahwa kajian pustaka memiliki beberapa tujuan, yakni menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Bangsa ini sudah semestinya belajar membudayakan sifat malu. Dengan memiliki rasa malu ini, setiap individu baik rakyat maupun wakil rakyat; politisi maupun pejabat publik, akan mampu mengendalikan diri, mengatur, sekaligus menjaga lisan dan perilakunya, agar tetap terhormat. Seorang politisi atau wakil rakyat misalnya, akan malu jika perilakunya tak mencerminkan, bahkan menciderai kehendak rakyat yang diwakilinya. Begitu pula dengan pejabat publik, akan merasa malu jika dengan jabatannya itu justru menipu rakyat. (2) Tipisnya rasa malu itulah yang kini terasa sangat mengganggu perjalanan bangsa ini. Budaya malu yang sedemikian tipis, bahkan bisa dikatakan sama sekali tak ada itu, telah mendorong para elit politisi negeri ini berlaku tidak pantas: ingin menang sendiri dan tak surut sedikit pun, sekalipun langkah mereka keliru, dan bahkan mengkhianati aspirasi publik. (3) Semesti- nya kita merasa malu jika gagal mengemban amanah. Belajar memiliki rasa malu itu, sesungguhnya amat penting bagi kita untuk memelihara negeri ini. Para pejabat publik, wakil rakyat, juga elit politisi kita, sudah saatnya untuk memulai belajar, dan membudayakan rasa malu itu. Agar mereka terhindar dari perangkap kepentingan-kepentingan pragmatis yang memalukan itu. Mereka mesti memuliakan- nya, untuk kemudian menjadi lentera bagi publik. Budaya malu ini wajib tumbuh dalam dunia politik, pemerintahan, dan kehidupan dalam berbangsa. Selama kita tidak menumbuhkan rasa malu, selama itu pula kita akan gagal menciptakan keadaan yang lebih baik bagi bangsa ini. Bagi politisi dan pe- jabat publik, memiliki rasa malu itu sangat penting untuk kembali menumbuhkan kepercayaan publik. Dengan menjaga rasa malu itu pulalah, kita akan menjadi bangsa yang bermartabat.Kata Kunci: Budaya Malu, Nilai-nilai Pendidikan Budaya, dan Karakter Bangsa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9