Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

THE USAGE OF KIT-FOR-KIDS IN DISCOVERY LEARNING MODEL TO IMPROVE THE UNDERSTANDING OF SCIENCE TEACHING MATERIALS ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Sigit Setiawan; Andi Suhandi
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 6, No 1 (2020): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpsd.v6i1.7279

Abstract

This research was conducted to find out the increased in understanding  of elementary school students' teaching material through the use of kits for kids on discovery learning models. This research used quasi-experimental method using the matching only pretest and posttest control group design. The learning process in the experimental group applies the discovery learning model with kit for kids while the control group applies traditional learning. Learning take place during two meetings, both in the experimental group and control group. Each learning process is conducted the observation process of the implementation of learning activities. The subjects in the experimental group were 23 students and in the control group were 22 students. The research instrument uses multiple choice tests. Data analysis techniques used n-gain mean data and U Mann-Whitney SPSS Version 22 non-parametric test. The results showed that the increase in understanding of teaching materials on students who received discovery learning model assisted with a kit-for-kid was higher than students who received traditional learning.Keywords: Discovery Learning; Understanding Teaching Material
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA Sigit Setiawan; Lukman Nulhakim; Nana Hendracipta
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaranIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakanselama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Instrumen yang digunakan adalahtes dan observasi. Hasil dari penelitian ini didapat hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaranIPA mengalami peningkatan. Ketuntasan hasil belajar siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasanminimal (KKM) pada prasiklus 20%, siklus I 40%, dan siklus II 93%. Selanjutnya aktivitas belajar siswayang mencapai nilai kategori minimal indikator keberhasilan pada siklus I 60% dan siklus II 93%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan modelcooperative learning tipe group investigation dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.Kata kunci: pembelajaran IPA, cooperative learning tipe group investigation, hasil belajar, aktivitasbelajar
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA Sigit Setiawan; Lukman Nulhakim; Nana Hendracipta
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil dari penelitian ini didapat hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA mengalami peningkatan. Ketuntasan hasil belajar siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada prasiklus 20%, siklus I 40%, dan siklus II 93%. Selanjutnya aktivitas belajar siswa yang mencapai nilai kategori minimal indikator keberhasilan pada siklus I 60% dan siklus II 93%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe group investigation dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.Kata kunci: pembelajaran IPA, cooperative learning tipe group investigation, hasil belajar, aktivitas belajar
Development of Multimedia Teaching Materials through Multiliteration Based Video Scribe and Camtasia Studio Applications in Elementary Schools Sigit Setiawan; Rina Yuliana; Trian Pamungkas Alamsyah
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 4 No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v4i4.29372

Abstract

The low quality at each level and education unit is caused by a lack of learning media that helps students learn. This study aims to develop multimedia teaching materials through the video scribe and Camtasia study applications based on multiliterate elementary school students and to determine the feasibility and responses of students to multimedia teaching materials. This study used the R&D (Research and Development) research method with a modified Borg and Gall research design. The population in the limited trial numbered 20 students. The sampling technique used the purposive sampling technique. The data collection instruments in this study were observation sheets, questionnaire sheets, interviews, and documentation. The results showed that validation by media experts got 90.28% (very feasible), language experts 99.17% (very feasible), material experts 92.11% (very feasible). The results of the student response questionnaire in the field trial showed 96.41% with very feasible criteria. Based on these results, the final product in the form of multimedia teaching materials through the multiliterate-based videoscribe and Camtasia studio applications for elementary school students is very suitable for use for learning activities of fifth-grade elementary school students. The implication of this research is to provide learning media facilities in the form of multimedia teaching materials that can facilitate student learning needs.
Analysis of the Use of Thematic Learning Video Media on the Learning Interest of Fifth-Grade Students at SDN Serang 10 Mudrikah Mudrikah; Trian Pamungkas Alamsyah; Sigit Setiawan; Ana Nurhasanah
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2022): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ebj.v4i2.47105

Abstract

This study discusses the use of thematic learning video media on the learning interest of fifth-grade students at SDN Serang 10. This research focuses on three things: planning in the use of thematic learning videos, implementation of thematic learning videos for fifth grade, and students' learning interests after using thematic learning video media. The method used was descriptive qualitative with data collection techniques of interview, observation, questionnaire, and documentation. This research was carried out at SDN Serang 10 from April to June 2022, with 27 students in the fifth grade as the research subjects. This study’s results revealed that the planning of using instructional video media was good. Educators made their learning video media by improving their abilities, with three stages: pre-production, production, and post-production. Then, implementing the use of learning video media was considered good and effective as a solution to the challenges of educators creating effective learning and realizing students' learning interests. Even though there were obstacles, educators tried to overcome them and find solutions so that learning could be carried out optimally. The instructional video media use also showed that students' learning interest was very good, assessed from the student learning interest questionnaire results with a score of 80.98%. Besides, interviews and observations uncovered a sense of pleasure, interest, attention, and involvement in learning activities. This implementation can be good practice for using media for elementary school teachers
Media Video Animasi Berbasis Pembelajaran Multiliterasi Untuk Melatih Kemampuan Literasi Teti Rahmawati; Rina Yuliana; Sigit Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3625

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media video animasi berbasis pembelajaran multiliterasi untuk melatih kemampuan literasi anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development dengan desain penelitian Sugiyono. Uji kelayakan produk Media Video Animasi Berbasis Pembelajaran Multiliterasi untuk Melatih Kemampuan Literasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Sasaran uji coba produk pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV SDN Palanyar 2 dengan jumlah peserta didik sebanyak 37 orang. Hasil penilaian  validasi dari ahli media dan ahli materi  menunjukkan media yang dihasilkan sangat layak, sedangkan ahli bahasa menyatakan media yang dihasilkan layak. Hasil penilaian para validator ahli pada media video animasi ini menyatakan media termasuk ke dalam kategori sangat layak. Hasil dari respons peserta didik setelah dilakukan uji coba menunjukkan media sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa Media Video Animasi Berbasis Pembelajaran Multiliterasi untuk Melatih Kemampuan Literasi sangat layak dan sangat baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE 3 BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI KELAS IV SD Yuditya Nur Ayudianti; Encep Andriana; Sigit Setiawan; Rina Yuliana
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2007

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses pengembangan media interaktif Articulate Storyline berbasis model pembelajaran kontekstual, 2) mendeskripsikan bagaimana kelayakan media pembelajaran interaktif Articulate Storyline 3 berbasis model pembelajaran kontekstual, 3) mendeskripsikan bagaiaman respon peserta didik terhadap media pembelajaran interaktif Articulate Storyline berbasis model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono menjadi 6 tahapan, yaitu; analisis kebutuhan, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Pengembangan pada penelitian ini melibatkan tim ahli yaitu ; ahli media, ahli materi, ahli bahasa dengan hasil presentase yang diperoleh yaitu 86,57% kategori “Sangat Layak”, lalu respon peserta didik memperoleh skor rata-rata 97,5% kategori “Sangat Baik”. Dengan demikian pengembangan media pembelajaran interaktif Articulate Storyline 3 berbasis model pembelajaran kontekstual sangat layak dan sangat baik digunakan sebagai bahan ajar dalam membantu proses pembelajaran tema 2 subtema 2 fokus utama pada muatan IPA di kelas IV SD.Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif, Articulate Storyline, Model KontekstualABSTRACTThis study aims to: 1) describe the process of developing Articulate Storyline interactive media based on contextual learning models, 2) describe how appropriate the Articulate Storyline interactive learning media is based on contextual learning models, 3) describe how students respond to model based Articulate Storyline interactive learning media contextual learning. This study uses the Borg and Gall method which was modified by Sugiyono into 6 stages, namely; requirements analysis, data collection, product design, design validation, design revision, and product testing. The development of this research involves a team of experts, namely; media experts, material experts, linguists with the percentage result obtained that is 86.57% in the “Very Eligible” category, then the student responses get an average score of 97.5% in the “Very Good” category. This the development of interactive learning media Articulate Storyline 3 based on a contextual learning model is very geasible and very well used as teaching materials in helping the learning process of theme 2 subtheme 2, the main focus on science content in grade IV SD.Keywords: Interactive learning media, Articulate Storyline, contextual learning model
ANALISIS KESULITAN BELAJAR OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA SISWA KELAS 1B Destiyani Safitri; Restiyana Rahmawati; Shifa Shofia Rangkuti; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.937

Abstract

Berbagai guru sering memberikan instruksi selama proses belajar. Belajar matematika adalah salah satunya. Menghitung penjumlahan dan pengurangan adalah batu penjuru dari pendidikan matematika. Namun saat pembelajaran matematika berlangsung tanpa insiden, kendala sering muncul, seperti kesulitan siswa dalam berhitung penjumlahan dan pengurangan pada bilangan. Tujuan dari penelitian ini ialah agar mengetahui penyebab dari kesulitan belajar matematika pada peserta didik. serta faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar peserta didik terkhusus di kelas 1B SDN Tegal Cabe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif serta mendeskripsikan tentang kesulitan siswa dalam belajar matematika. Lokasi dalam penelitian ini yaitu di SDN Tegal Cabe. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa yaitu; rendahnya motivasi belajar pada peserta didik, rendah minat belajar peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran matematika, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran serta penggunaan metode yang kurang tepat. Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Operasi Hitung, Pengurangan dan Penjumlahan.
PERAN PIHAK SEKOLAH DALAM MEMPERTAHANKAN AKREDITASI SDN CIPOCOK JAYA 1 Esra Yohana; Meylinda Ika Sari; Nisa Nurbayan; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai akreditasi sekolah di SDN Cipocok Jaya 1. Akreditasi sekolah merupakan pengakuan dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dalam kaitannya dengan kelayakan dan efisiensi lembaga yang hasilnya berupa pengakuan penilaian kesesuaian bahwa lembaga tersebut sudah memenuhi syarat atau ketentuan yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan beberapa guru yang ada di SDN Cipocok Jaya 1, wawancara dilakukan selama 3 hari dengan narasumber guru kelas, Operator sekolah, dan kepala sekolah. Hasil penelitian ini bahwa SDN Cipocok Jaya telah melakukan akreditasi sebanyak 3 kali dan selalu mendapatkan nilai A dalam akreditasi sekolah. Untuk menghadapi akreditasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 sekolah sedang mempersiapkan dokumen serta memenuhi delapan standar nasional pendidikan. Namun, sekolah mengalami kendala dalam mempertahankan akreditasi sekolah yang didapatkan selama ini.
ANALISIS PERAN AKREDITASI SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN KARANGTUMARITIS Yunita Dewi Lestari; Siti Jumiyanah; Salma Anindya Putri; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1013

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe: sources of information related to SDN Karangtumaritis Accreditation. Researchers examine related 1) the impact of good accreditation activities for schools, 2) what needs to be prepared when going to conduct an assessment of schools or accreditation assessments, 3) what are the eligibility criteria for accreditation given to schools, and 4) factors influencing the school accreditation process. The informant in this study was the Principal of SDN Karangtumaritis. This research uses a type of descriptive qualitative research which aims to describe the characteristics of the phenomenon with a narrative description. Methods of data collection in this study using observation, interviews and documentation. After obtaining the data, the researcher used the Milles and Huberman model to carry out data analysis activities, through three stages, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Keywords: School Accreditation; School Eligibility; Education Quality ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: sumber informasi yang berkaitan dengan Akreditasi Sekolah SDN Karangtumaritis. Peneliti mengkaji terkait 1) dampak dari kegiatan akreditasi baik bagi sekolah, 2) apa saja yang perlu dipersiapkan ketika hendak melakukan penilaian kepada sekolah atau penilaian akreditasi, 3) apa yang menjadi kriteria kelayakan pada akreditasi yang diberikan kepada sekolah, serta 4) faktor yang memengaruhi proses akreditasi sekolah. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SDN Karangtumaritis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik fenomena dengan penjabaran yang bersifat naratif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah didapatkan data, peneliti menggunakan model Milles and Huberman untuk melakukan kegiatan analisis data, melalui tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.