cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
ISLAMIC EDUCATION AND CIVIL SOCIETY Iwan Ridwan; Siti Muhibah; Ima Maisaroh; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Madani merupakan wacana yang sedang dikembangkan pada era reformasi sekarang ini. Civil Soceity atau dalam istilah lain masyarakat madani menjadi penting untuk dijadikan sebuah usulan perubahan yang dicita-citakan semua bangsa. Bangunan masyarakat madani membutuhkan berbagai material yang kokoh dan tangguh yang berlandaskan pada pondasi agama. Kunci bangunan tersebut adalah pendidikan Islam. Pendidikan Islam sebagai upaya mencetak generasi unggul yang Islami yang nantinya akan mempersatukan diri membentuk masyarakat yang religious, bermoral, memiliki kualitas tinggi dan kreatif dalam membangun peradaban.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konsep, gagasan dan pola pendidikan Islam dalam masyarakat madani di Indonesia. Di samping itu tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis tentang pendidikan Islam yang difokuskan pada tujuan dan materi pendidikannya yang dapat berperan dalam membangun masyarakat madani, yaitu tujuan dan materi pendidikan Islam yang dapat membentuk manusia-manusia yang berkarakter sebagaimana yang tercakup dalam ciri-ciri masyarakat madani yakni masyarakat yang beradab, memberlakukan nilai-nilai keadilan, prinsip kesetaraan hukum, jaminan kesejahteraan bagi semua warga, serta perlindungan terhadap kelompok minoritas.Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan studi atau telaah terhadap buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menelusuri buku-buku atau tulisan-tulisan lain yang menjadi rujukan utama serta buku-buku dan tulisan-tulisan lain yang mendukung pendalaman dan ketajaman analisis.
MODERASI BERAGAMA DALAM BAHAN AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI PERGURUAN TINGGI UMUM SWASTA (Studi di STIE Putra Perdana Indonesia Tangerang) Abdul Aziz; Najmudin Najmudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui moderasi beragama dalam bahan ajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Swasta dengan loku penelitian STIE Putra Perdana Indonesia Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dosen Pendidikan Agama Islam, observasi dan studi teks bahan ajar. Data yang terkumpul dianalisis dengan model Miles dan Hubermen. Dalam model analisis Miles dan Huberman ada tiga tahap kegiatan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, suplai data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa buku yang dijadikan sebagai rujukan bahan ajar PAI di STIE Putra Perdana adalah buku Pendidikan Agama Islam karya Prof. Dr. Daud Ali. Daud Ali dalam bukunya tidak secara eksplisit membahas tentang tema moderasi beragama, tetapi dalam konten kajiannya terkandung nilai-nilai moderasi. Nilai-nilai moderasi terinternalisasi dalam bahasan Agama dan manusia, agama dan alam semensta, Sumber dasar dasar hukum Agama Islam, kerangka dasar Agama Islam, Akidah, syariah dan Akhlak. 
PENANAMAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN TILAWATI Rt Bai Rohimah; Maya Aufa; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman karakter melalui pembelajaran Al Quran dengan menggunakan metode tilawati? karakter-karakter apa sajakah yang muncul? dan bagaimana mempertahankan karakter baik tersebut? Kita ketahui bersama bahwa Al Quran merupakan kalamullah yang didalamnya terkandung muatan karakter yang tercermin dari sosok Rasulallah Muhammad SAW sebagai tokoh pembaharu yang membawa amanah Al Quran, dan bertanggungjawab terhadap perubahan karakter masyarakat quraisy, yang pada waktu itu masih dalam keadaan jahiliyyah. Meski dalam pembelajaran tilawati, para santri hanya ditekankan pada perbaikan bacaan Al Qurannya terlebih dahulu, namun demikian bahwa diyakini akan muncul karakter-karakter lain setelahnya. Diantara karakter yang muncul adalah karakter gemar membaca Al Quran, termotivasi untuk memahami kandungan Al Quran dan terdorong untuk mengamalkan isi kandungan Al Quran. Penelitian ini menguraikan beberapa hal penting tentang karakteristik dari metode tilawati, dan menganalisa karakter-karakter yang muncul darinya, yaitu 1). Pembelajaran Al Quran diajarkan secara praktis; 2). Irama yang digunakan dalam membaca Al Quran metode tilawati ini menggunakan lagu rost; 3). Al Quran diajarkan secara klasikal dengan menggunakan alat peraga; 4). Dan diajarkan secara individual dengan teknik baca simak menggunakan buku. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan penelitian pada populasi yaitu lembaga pendidikan Islam Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Babul Hidayah Taman Graha Asri yang berada di Kota Serang sebagai lembaga mitra binaan Tilawati Center Kota Serang. Sebagai data primer yaitu data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan para guru dan trainer metode tilawati. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pembelajaran Al Quran dengan menggunakan Metode Tilawati bagi anak-anak usia 5-9 tahun sangat efektif dan dapat menanamkan karakter cinta Al Quran, sikap hormat kepada guru, menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama, sikap gemar bergotong-royong, sikap bertanggung jawab, mandiri, berani, tertib, disiplin, tawakkal kepada Allah, patuh, sikap kerja keras, rasa ingin tahu, semangat dalam belajar, fokus, dan demokratis.
MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS MAJELIS TAKLIM STUDI DI MAJELIS TAKLIM KOTA SERANG Ima Maisaroh; Rahmmawati Rahmmawati; Nurprapti Wahyu Widyastuti
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan Model Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan nonformal keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan. Hal ini perlu dilakukan karena mayoritas jamaah Majelis Taklim adalah kaum perempuan yang membutuhkan pengetahuan keagamaan dan nonkeagamaan serta keterampilan produktif (life skill) untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kesetaraan jender. MajelisTaklimmerupakankearifan lokal sekaligusfaktadan modal sosialpembangunan yang potensialdikembangkan. Dari hasilpengamatan, MajelisTaklimdi Kota Serang padaumumnyamasihdiselenggarakandandikelolasecaratradisional. Olehkarenanyaperlumemperolehperhatiandandukunganseriuspemerintahdanstakeholder. Permasalahan yang munculselamainiadalahBagaimana mengembangkan model penyelenggaraan dan pengelolaan Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan nonformal keagamaan di Kota Serang agar dapat menjadi lembaga pemberdayaan perempuan yang optimal dan efektif memberdayakan jamaahnya?”Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terhadap Majelis Taklim yang tersebar di enam kecamatan yang meliputi 66 kelurahan di Kota Serang. Penelitianinibertujuanuntukmelakukaneksploratif guna menghasilkan: 1) Peta sebaran dan karakteristik Majelis Taklim; 2) Peta persepsi dan kebutuhan jamaah Majelis Taklim terhadap pengetahuan (nonkeagamaan) dan keterampilan produktif.Metode penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini adalah bauran metode penelitian sosial eksploratif (social explorative based research) dan penelitian pengembangan dan penelitian pengembangan (developmental based research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASISMAJELISTAKLIMSTUDI DI MAJELIS TAKLIM KOTA SERANG
GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM, ANTARA PROFESI DAN PANGGILAN DAKWAH Rasnam Rasyidi; Ratu Amalia Hayani; Wardatul Ilmiah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar selain sebagai Transformer Of Knowledge, fasilitator, guru pun dituntut untuk menyesuaikan sikap dan kepribadiannya dimata masyarakat terutama di mata peserta didiknya, karena bagaimanapun sosok guru masih tercermin dengan sikap yang di gugu dan ditiru, baik dalam segi sikap maupun tutur katanya, dan oleh sebab itulah dari dulu hingga sekarang factor kepribadian guru merupakan salah satu kompetensi yang harus dimilikinya. Peran penting seorang guru dalam mencetak peserta didiknya sesuai dengan tujuan hidupnya merupakan salah satu tugas utama bagi seorang guru.  Peran guru dalam dunia pendidikan sangat kompleks, mulai dari Peran dan Tugas Guru di Sekolah dan Masyarakat, Peran guru secara pribadi, Peran, guru dalam pengajaran dan pengadministrasian, Peran guru secara psikologis, Peran guru dalam proses belajar mengajar, Peranan guru terhadap guru lain, Peranan guru dalam masyarakat. Demikian juga dengan tugas guru sangat luas, meliputi Tugas pengajaran atau guru sebagai pengajar, Tugas bimbingan atau guru sebagai pembimbing dan pemberi bimbingan, Tugas Administrasi. Mendidik merupakan amanat yang mulia, berat dan suci, karenanya dalam Islam menggambarkan bagaimana sosok pendidik yang harus memiliki kepribadian yang baik, mulia dan lengkap. Karakter-karakter inilah yang semestinya tertanam dalam jiwa setiap pendidik. Jika hal tersebut tidak ada dalam jiwa setipa pendidik, maka yang ada hanyalah mendapatkan hasil yang kurang dan jauh sekali dari yang diharapkan oleh umat Islam, yakni menjadi manusia yang mampu mendayagunakan nilai-nilai multipotensi kepribadiannya terhadap tujuan allah swt menciptakannya, sebagaimana termaktub dalam QS Al-Zariyat ayat 56 “dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-FATIHAH SEBAGAI CORE VALUE BERPERILAKU Ma’zumi Ma’zumi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah. Nilai-nilai karakter tersebut menjadi core value  berperilaku baik terkait dengan keyakinan, tata atura Allah SWT maupun pengabdian kepada Allah SWT. Untuk memudahkan menganalisis Al-Qur’an Surah Al-Fatihah dalam rangka mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya, penulis membagi dalam tiga bagian: Pertama, Allah sebagai Rabb Al-‘Alamin yang disifati dengan Rahman dan Rahim; kedua: Allah sebagai Malik Yaum Al-Din; dan ketiga: Iyyaka Na’budu, hanya Allah-lah yang patut disembah, Allah sebagai pemberi pertolongan dan yang menuntun ke jalan kebenaran. Artikel ini adalah hasil dari kajian literer (pustaka) tentang nilai-nilai karakter dan tafsir surah Al-Fatihah. Secara kualitatif konseptual dimulai dengan membaca, mencatat (mengumpulkan data), menidentifikasi, menyusunnya dalam satuan-satuan sesuai urutan pola berpikir, kemudian menganalisis hingga pada kesimpulan. Masalah penelitian ini adalah nilai-nilai karakter apa yang terkandung dalam Q.S. Al-Fatihah? Dan nilai-nilai karakter apa yang menjadi core value perilaku?. Hasil penelitian, bahwa nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Q.S. Al-Fatihah adalah syukur,  religius, jujur, toleran, disiplin, mandiri, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, tolong menolong, mendahulukan kewajiban di atas hak, dan bertanggung jawab. Berperilaku dengan nilai-nilai karakter tersebut berada dalam ruang lingkup keimanan kepada Allah sebagai Rabb, Malik dan Ma’bud.
ISLAM WASATHIYAH DALAM BINGKAI KEMAJEMUKAN INDONESIA Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah agama yang moderat di semua aspek kehibupan, pemahaman pada Islam yang kaffah akan melahirkan sikap yang tasammuh (toleransi) dan tidak radikal. Islam wasathiyah dimaknai sebagai sikap pengambilan jalan tengah (moderat) dari berbagai aspek kehidupan menunjukkan jati diri umat Islam yang sesungguhnya; menjaga diri dari sikap melampaui bats (ifrat) dan dari sikap mengurangi ajaran agama (tafrit).Karakteristik Islam wasathiyah sebagai pandangan yang jelas, pemahaman dan praktik amaliyah keagamaan umat Islam dalam konteks kehidupan beragama, bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Yang tujuannya adalah agar nilai-nilai ajaran Islam rahmatan lil alamin dapat melahirkan umat yang terbaik (khaoirul ummah). Dan diantara karakteristik itu adalah : 1) Tasawuth (mengambil jalan tengah), 2) Tawazun (seimbang), 3) I’tidal(lurus dan tegak), 4) Tasammuh (teloransi), 5) Musawwah (egaliter), 6) Syuro (musyawarah), 7) Islah (reformasi), 8) Awlawwiyyat (mendahulukan yang prioritas), 9) Tatawwur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif), 10) Tahaddur (berkeadaban). Pada tataran prakteknya, wasath atau jalan tengah dalam beragama Islam dapat diklasifikasi ke dalam empat lingkup kita beragama, yaitu: 1). Wasath dalam persoalan ‘aqidah; 2). Wasath dalam persoalan ibadah; 3). Wasath dalam persoalan perangai dan budi pekerti; dan 4). Wasath dalam persoalan tasyri’ (pembentukan syari’at).Berdasarkan tinjauan sejarah perkembangannya di nusantara Islamwasathiyah dalam bidang teologi mengikuti paham Asy’ariyah dan Maturidiyah. Bidang fiqih mengikuti 4 madzhab (meskipun mengikuti madzhab Syafi’iyah), bidang tasawuf mengikuti faham al-Ghazali dan Junaidi al-Baghdadi. Hal demikian terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di nusantara.Islam sebagai agama yang populer dengan ajaran wasathiiyahnya apabila mampu diimplementasikan secara tepat, maka akan menciptakan rahmatan lil ‘alamin yang mengantarkan pada kedamaian, inklusif, toleran, kerukunan, keharmonisan dan kemajuan bagi seluruh ummat. Sedangkan apabila ajaran Islam tersebut tidak diimlementasikan secara tepat, maka akan menimbulkan fitnatan ll’alamin yang membawa kerusakan, pertikaian dan dan permusuhan di mana-mana. Role model implementasi ajaran Islam ini sudah di indikasikan oleh Allah dalam al-Qur’an qs al-Anbiya ayat 107 yang artinya “Dan Tiadalah Kami Mengutus Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Pembawa Rahmat Bagi Semsta Alam.”

Page 1 of 1 | Total Record : 7