cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
ISSN : 25411462     EISSN : 25491717     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) publishes the research relate to the development of social studies and Overseas Education as a form of intellectual property. This journal is published 2 times a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
PENERAPAN MODEL PELATIHAN ON THE JOB TRAINING (MAGANG) DALAM PELATIHAN OTOMOTIF YANG DI SELENGGARAKAN OLEH BALAI PELAYANAN PENDIDIKAN NONFORMAL PROVINSI BANTEN Darmawan, Dadan
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
Publisher : Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.964 KB)

Abstract

PENERAPAN MODEL PELATIHAN  ON THE JOB TRAINING (MAGANG) DALAM PELATIHAN OTOMOTIF YANG DI SELENGGARAKAN OLEH BALAI PELAYANAN PENDIDIKAN NONFORMAL PROVINSI BANTEN Dadan Darmawandadanpls@gmail.comABSTRAK Penilitian ini berjudul Penerapan Model Pelatihan On The Job Training (Magang) Dalam Pelatihan Otomotif  yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal Provinsi Banten , untuk  itu kegiatan pelaksanaan penelitian ini mengkaji masalah (1) Bagaimana proses penerapan model pelatihan On The Job Training (magang) pada pelatihan otomotif yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal Provinsi Banten? . Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan catatan lapangan, sumber data penelitian yaitu penyelenggara, instruktur, dan panitia pelatihan, enam orang peserta pelatihan otomotif yang terdiri dari peserta pelatihan dan satu orang instruktur pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian  menunjukkan bahwa proses pelaksanaan kegiatan pelatihan sudah berjalan cukup baik, dilihat dari tahapan-tahapan: tahapan pertama mengenai perencanaan yang meliputi pembentukan kepanitiaan mengidentifikasi masalah, mementukan tujuan pelatihan menentukan instruktur dan menentukan peserta, Tahap pengorganisasian, yaitu dalam struktur kepanitiaan dalam program pelatihan ini adalah anggota kasi fasilitasi sumber daya Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal yang di bawah naungan kepala dinas Pendidikan Provinsi Banten. Terkait penentuan waktu adalah hasil komunikasi dengan pihak mitra yang di sesuaikan dengan kesanggupan bengkel deller resmi Honda. Tahap Pelaksanaan yaitu para peserta dapat melaksanakan proses magang dengan baik, karena mereka merasakan kondisi langsung bagaimana melayani konsumen dengan baik, dari pihak penyelenggara pun merasa kurang begitu optimal dalam hal monitoring kepada para peserta, dan para peserta pun dapat dan menerapkan materi yang di rasakan pada saat magang. Dari segi instruktur pun mempercayakan proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh kepala bengkel dan dari instruktur pun memberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan konsumen kepada para peserta yang di sesuaikan oleh pihak bengkel resmi Honda. Tahap Evaluasi program dan hasil pelatihan, yaitu pihak penyelenggara harus bisa menjamin peserta lulusan pelatihan otomotif dapat bekerja. Pihak mitra PT Sendang Kemakmuran Dapat menentukan langsung hasil peserta pelatihan yang berkualitas dan merekrutnya sebagai mekanik resmi deller Honda. Kata Kunci : Penerapan, Model Pelatihan On The Job Training, & Pelatihan Otomotif.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ORANG DEWASA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FKIP UNTIRTA Djumena, Irwan
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
Publisher : Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.964 KB)

Abstract

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ORANG DEWASAPADA MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAHFKIP UNTIRTA Irwan DjumenaUniversity of Sultan Ageng Tirtayasa  ABSTRAKProses  belajar orang dewasa memiliki perbedaan dengan proses pembekajaran pada anak-anak ( pedagogi ), dimana pembelajaran pada orang dewasa kegiatan belajar dipandang sebagai proses transformasi  yaitu dalam bentuk mengubah ( modifying), mempelajari kembali ( relearning ),  memperbarui ( up dating ) dan mengamati ( replacing ), sedangkan pembelajaran pada anak  dipandang sebagai proses pembentukan dan perolehan ( aquiring ), pengumpulan , skills, strategi dan nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman. Pendekatan  pembelajaran  antara orang dewasa dan anak berbeda  maka dipandang tepat apabila para pendidik dilingkungan perguruan tinggi memahami dan mampu mengimplementasikan  model pendekatan pembelajaran pada orang dewasa pada setiap mahasiswa. proses pembelajaran dapat memberikan dan menanamkan pembelajaran yang berbasis pembelajaran orang dewasa, dengan  cara menanamkan kepada mahasiswa untuk aktif yaitu’  Pembelajaran Mandiri,  Kerjasama KLP, pemecahan masalah, pembelajaran  InteraktifPenelitian ini difokuskan pada proses pendekatan pembelajaran orang dewasa yang diterapkan oleh para pendidik dilingkungan Untirta, dengan sub fokus masalah  1) perlunya implementasi model pembelajaran orang deawasa pada kegiatan pembelajaran pendidikan luar sekolah,   2) implementasi model pembe-lajaran orang dewasa dipandang tepat untuk menunumbuhkan kemandirian pada mahasiswa Pendidikan Luar sekolahBerdasarkan hasil penelitian dengan focus penelitian  “ Implementasi model pembelajaran orang dewasa pada mahasiswa PLS FKIP   Untirta tahun 2015“,  dapat dinyatakan bahwa implementasi kegiatan pembelajaran andragogik yang dilaksanakan oleh dosen di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FKIP Untirta sudah dilaksanakan dengan katagori baik,  yaitu rerata 0,89 persen dari dosen yang mengajar sudah secara terus menerus melaksanakan kegiatan mengajarnya  berbasis organg dewasa, sedangan 0,11 persen diantara dosen yang mengajar di jurusan pendidikan luar sekolah  dalam kategori belum mencerminkan pendekatan model pembelajaran orang dewasa.  Kata Kunci:  Pembelajaran orang dewasa
PROSES PEMBELAJARAN DALAM PEMBERDAYAAN IBU-IBU MUDA DI HOME INDUSTRY SUSU KEDELAI SOYA BRINTO Aisyiyah Anjar Nugraheni Khomsun Nurhalim
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.959 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i1.2944

Abstract

PROSES PEMBELAJARAN DALAM PEMBERDAYAAN IBU-IBU MUDA DI HOME INDUSTRY SUSU KEDELAI SOYA BRINTO Aisyiyah Anjar Nugraheni, Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd.Jurusan Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Semarang e-mail : aisyiyah66@gmail.com, kh.nurhalim@yahoo.com Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dalam pemberdayaan ibu-ibu muda di home industry susu kedelai Soya Brinto, Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan,  dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam proses pembelajaran dalam pemberdayaan ibu-ibu muda di home industry susu kedelai Soya Brinto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari 6 ibu-ibu muda, dan 1 pemilik. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teori dan sumber. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah proses pembelajaran dalam pemberdayaan ibu-ibu muda di home industry susu kedelai Soya Brinto melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor penghambatnya adalah suasana hati ibu-ibu muda yang kadang kurang baik, serta kurangnya kedisiplinan ibu-ibu muda dalam pembelajaran.Kata kunci: proses pembelajaran, pemberdayaan, home industry
STUDI PENELUSURAN LULUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN KETERKAITAN KEAHLIAN YANG DIPELAJARI DI PERGURUAN TINGGI DALAM DUNIA KERJA Sastra Wijaya
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.982 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i2.2960

Abstract

STUDI PENELUSURAN LULUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN  KETERKAITAN KEAHLIAN YANG DIPELAJARI DI PERGURUAN TINGGI DALAM DUNIA KERJA(Penelitian ini dengan Pendekatan Tracer Study pada alumni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2012) Oleh : Sastra Wijaya Abstrak                                                       Program studi   Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fkip Untirta memiliki akses atau road map dan pelaksanaan penelitian yang menunjang terwujudnya visi dan terlaksananya misi program studi dan institusi, serta akses yang luas terhadap dunia kerja yang menunjang bagi para alumni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fkip Untirta. Dalam proses penelitian yang dilakukan, peneliti beranggapan bahwa pentingnya mengetahui hubungan antara pendidikan tinggi dengan pekerjaan alumni program studi pendidikan luar sekolah (PLS) Fkip Untirta gelombang II tahun 2009, karena keterkaitan tersebut akan mempengaruhi terhadap kualitas dan propesionalitas para lulusan dalam kecakapan dunia kerja. Mengingat pentingnya keterkaitan keilmuan yang dipelajari di perguruan tinggi dengan dunia kerja, karena keterkaitan tersebut akan mempengaruhi terhadap kualitas dan propesionalitas para lulusan dalam kecakapan dunia kerja. Oleh sebab itu program studi pendidikan luar sekolah seharusnya memilki para lulusan atau alumni yang mampu berdaya saing tinggi dan memiliki keterkaitan dunia kerja sesuai dengan keilmuan yang didapatkan di program studi PLS. Penelitian yang dilakukan nantinya diharapkan akan berguna bagi  proses pengembangan pendidikan luar sekolah dan berguna bagi prrguruan tinggi dan para alumni  program studi pendidikan luar sekolah baik yang berkaitan dengan peningkatan karir, informasi kerja, hubungan personal ataupun bentuk-bentuk lainnya. Untuk itu peneliti melakukan penelitian penelusuran (tracer study). Jumlah alumni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fkip Untirta Gelombang II Tahun 2009 yang bekerja sebanyak 32 orang alumni atau sebesar 86,5 %, sedangkan jumlah alumni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fkip Untirta Gelombang II Tahun 2009 yang tidak bekerja sebanyak 5 orang alumni atau sebesar 13,5 %. Dari hasil penelitian telah di ketahui bahwa dari 37 (tiga puluh tujuh) alumni atau lulusan program studi pendidikan luar sekolah (PLS) Fkip Untirta gelombang II tahun 2009 keseluruh alumni pernah berada pada dunia kerja, diantara alumni yang masih berada di dunia kerja atau memiliki pekerjaan hingga penelitian ini dilakukan adalah sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang alumni dan 5 (lima) alumni sudah tidak bekerja. Alumni atau lulusan program studi pendidikan luar sekolah (PLS) Fkip Untirta gelombang II tahun 2009 yang bekerja berada pada jenis institusi pemerintah sebanyak 14 (empat belas) orang alumni, swasta 17 (tujuh belas) orang alumni, dan wirausaha sebanyak 1 (satu) orang alumni, sedangkan status alumni dalam pekerjaan terdiri dari pegawai tetap/ PNS sebanyak 5 (lima) orang alumni, tenaga kerja kontra sebanyak 10 (sepuluh) orang alumni, honorer/ tenaga kerja sementara sebanyak 16 orang, dan sukarelawan sebanyak 1 (satu) orang alumni. Adapun posisi atau jabatan alumni dalam pekerjaan terdiri dari 1 (satu) orang alumni sebagai manajemen puncak, 3 (tiga) orang alumni sebagai manajemen menengah, 6 (enam orang alumni sebagai staf, dan 22 (dua puluh dua) orang alumni sebagai guru dan pisisi atau jabatan lainnya. Kesulitan yang Dihadapi Alumni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fkip Untirta Gelombang II Tahun 2009 dalam Mencari Pekerjaan Pertama adalah 15 (lima belas) orang alumni atau sebesar 40,5% menyatakan bidang minat tidak sesuai, 5 (lima) orang alumni atau sebesar 13,5% menyatakan kemampuan berkomunikasi, tidak ada alumni yang menyatakan IPK (indeks prestasi komulatif) atau sebesar 0%, 1 (satu) orang alumni atau sebesat 2,7% menyatakan kemampuan berbahasa asing, tidak ada atau sebesar 0% alumni yang menyatakan kemampuan penguasaan IPTEK, 8 (delapan) atau sebesar 21,7% orang alumni yang menyatakn gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan, 2 (dua) orang alumni atau sebesar 5,4% menyatakan persyaratan pengalaman pekerjaan, 1 (satu) orang alumni atau sebesar 2,7% yang menyatakan penampilan diri, dan 5 (lima orang) atau sebesar 13,5% orang alumni yang menyatakan Kesulitan yang Dihadapi Alumni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fkip Untirta Gelombang II Tahun 2009 dalam Mencari Pekerjaan Pertama karena lingkungan pekerjaan, jarak dan kesulitan lainnya. Setelah penelitian paparkan pada bagian diatas sebelumnya, pada bagian ini peneliti akan memaparkan saran/ rekomendasi yang kiranya penting dan fositif sebagai bahan pertimbangan kepada phak-pihak terkait, rekomendasi diajukan kepada. Kepada Program studi pendidikan luar sekolah (PLS) fkip untirta, agar melakukan penelitian tracer setudi secara berkelanjutas setiap tahun, sehingga nantinya mampu untuk dijadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikkan proses belajar mengajar institusi dan juga tracer studi dapat menjadi sebagai bahan untuk mengevaluasi kurikulum yang berlaku. yang dievaluasi, sehingga institusi dapat mengetahui  apakah kurikulum sudah sesuai dengan kebutuhan stakeholder atau belum. Selain dari hal tersebut tracer study juga dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengevaluasi materi-materi perkuliahan. Dari informasi tracer study akan diperoleh sesuai atau tidaknya materi perkuliahan dengan kebutuhan di pasar kerja. Bagi para alumni, maka  rencana tracer study ini perlu disosialisasikan kepada mereka. Sosialisasi ini amat berguna agar terbentuk saling pengertian di antara para alumni, sehingga alumni  akan berusaha memberikan informasi secara akurat. Alumni termotivasi membantu tracer study tentu saja karena hasil tracer study nantinya akan berguna bagi  masa depan alumni baik yang berkaitan dengan peningkatan karir, informasi kerja, hubungan personal ataupun bentuk-bentuk lainnya
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT (PKM) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) DI DESA BALONGGANDU KECAMATAN JATISARI KABUPATEN KARAWANG Ratna Sari Dewi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.142 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i2.1161

Abstract

EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT (PKM) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) DI DESA BALONGGANDU KECAMATAN JATISARI KABUPATEN KARAWANG                                                  Ratna Sari Dewi  Program Studi Pendidikan Luar Sekolah,FKIP - Universitas Singaperbangsa Karawangemail : nyixdarmi_indos@yahoo.co.id  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan menganalisis data : 1) proses pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kewirausahaan masyarakat (PKM), dan 2) evaluasi pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kewirausahaan masyarakat (PKM) di desa Balonggandu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) di Desa Balonggandu secara umum cukup matang dalam hal perencanaan  dengan pemilihan kegiatan berdasarkan prioritas kebutuhan kelompok masyarakat. Secara umum pelaksanaannya dapat menunjang keberhasilan kegiatan PNPM Mandiri melalui PKM dalam mengembangkan kewirausahaan terbukti dengan keseriusan UPK Jatisari Mandiri dalam merekrut tutor/instruktur/pelatih yang memiliki kompetensi dasar  yang baik. (2) Evaluasi Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Desa Balonggandu, merujuk pada hasil PNPM Mandiri melalui pendidikan keirausahaan masyarakat di Desa Balonggandu cukup berhasil dalam mengembangkan kewirausahaan  dan meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat.                    Kata kunci : Evaluasi Program, PNPM Mandiri, PKM , Pelatihan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN TERNAK AYAM BROILER DALAM MENINGKATKAN WIRAUSAHA DI PKBM ABDI PERTIWI KELURAHAN PIPITAN KECAMATAN WALANTAKA KOTA SERANG Desi Nasmawati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.632 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i1.1183

Abstract

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN TERNAK AYAM BROILER DALAM MENINGKATKAN WIRAUSAHA DI PKBM ABDI PERTIWI KELURAHAN PIPITAN KECAMATAN WALANTAKA KOTA SERANG Desi NasmawatiUniversitas Sultan Ageng TirtayasaABSTRAK        Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat kita yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Pelatihan adalah sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar semakin terampil dan mampu dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik sesuai dengan standar. Pelatihan dapat membantu membangun masyarakat. Penelitian ini akan meneliti pertama pelaksanaan pelatihan ternak ayam broiler?kedua dampak pelatihan ternak ayam broiler? dan faktor pendukung dan penghambat pelatihan ternak ayam broiler?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan ternak ayam broiler, untuk mengetahui dampak pelatihan ternak ayam broiler dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelatihan ternak ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di PKBM Abdi Pertiwi Kelurahan pipitan Kecamatan Pipitan Kota serang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan teknik pengumpilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini, pertama, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ternak ayam broiler di PKBM Abdi Pertiwi yaitu dengan menyusun perencanaan dengan melakukan identifikassi, merencanakan tujuan, menetapkan sasaran, pengadaan sumber dana, penetapan waktu kegiatan, perekrutan peserta pelatihan dan penyususunan struktur organisasi. menyusun pelaksanaan kegiatan dengan mempersiapkan tahapan kegiatan pada saat kegiatan pelatihan akan dimulai, menentukan metode yang sesuai dengan pelatihan yang akan diselenggarakan, mempersiapkan media pembelajaran, melakukan pengawasan, dan melakukan evaluasi kegiatan,kedua dampak pelatihan ternak ayam broiler menambah ilmu  pengetahuan tentang ternak ayam broiler dari awal ternak ayam dimulai sampai pemanenan dan terciptanya sikap dan prilaku masyarakat untuk mengembangkan dan meningkatkan usahanya,  dapat dikembangkan menjadi usaha, dapat meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat, dan dapat dijadikan sebagai modal usaha. Dapat dilihat dari pembahasan penelitian yang berhasil mengembangkan usaha melalui ternak ayam broiler terdapat 5 orang.Ketigafaktor pendukung meliputi sarana prasarana, lokasi strategis, dan penguasaan instrutur terhadap materi ternak ayam broiler. Faktor penghamabt permodalan awal dan motivasi peserta pelatihan kurang. Kata kunci: Pemberdayaan masyrakat, pelatihan, ternak ayam broiler
PERAN KADER HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM DALAM MEMBANGUN TRADISI ILMIAH DI DALAM KAMPUS (Studi Peran Kader Himpunan Mahasiswa Islam di Universitas Negeri Makassar) Andi Hasdiansyah
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.645 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i2.2955

Abstract

PERAN KADER HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM DALAM MEMBANGUNTRADISI ILMIAH DI DALAM KAMPUS(Studi Peran Kader Himpunan Mahasiswa Islam di Universitas Negeri Makassar) Andi HasdiansyahPendidikan Luar Sekolah, Universitas Muhammadiyah Parepare, Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 6, Kode Pos 91113, Indonesia.Email: ahasdiansyah@gmail.com AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar di Universitas Negeri Makassar, (2) Model Pembangunan Tradisi Ilmiah berciri Himpunan Mahasiswa Islam. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi tidak langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kegiatan. Keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan model interaktif Miles & Hubberman meliputi; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini terdiri 9 (sembilan) orang alumni basic training dan Intermediate Training. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 temuan mendasar: Pertama, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar mampu membangkitkan gairah belajar mahasiswa di Universitas Negeri Makassar. Kedua, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melahirkan beberapa komunitas belajar di setiap fakultas yang ada di Universitas Negeri Makassar. Ketiga, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mampu menghidupkan dan menjaga tradisi ilmiah dengan menggencarkan diskusi terbuka di dalam kampus.Kata Kunci: Peran Kader, Himpunan Mahasiswa Islam, Tradisi Ilmiah
SUPERVISI AKADEMIS TES-RETE DAPAT MENINGKATAKAN MINAT GURU MATEMATIK DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN ( RPP ) DI SEKOLAH BINAAN GUGUS 11 KABUPATEN LEBAK Suwiyono .
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.452 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v3i1.3518

Abstract

SUPERVISI AKADEMIS TES-RETE DAPAT MENINGKATAKAN MINAT GURU MATEMATIK DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN ( RPP )DI SEKOLAH BINAAN GUGUS 11 KABUPATEN LEBAK SUWIYONO.Email. Yon.wiyono84@gmail.com ABSTRAKSupervisi Akademis adalah serakaiaan kegiatan dalam rangka membatu guru dalam melaksanakan tugasnya,sehinggadalam kegiatanini baikdari kegiatan awal maupun setiap siklus dan pada saat Observasi kelas, kunjungan kelas semua kegiatanyaadalah dalam rangka membantu guru untuk memechkan masalah nya dalam pembelajaran. Supervisi akademis setiap tahundi laksanakan akan tetapi karena  jumlah sekolah binaan yang cukup banyak dan jumlah guru juga cukup banyak maka hapir guru merasa belumpernah di supervisisehingga pengawas sering kerepotan, ditambah guru enggan di supervise , kepalasekolah pun sering tidak melakukan kegiatan supervise tersebut sehingga seakan akan beban hanyauntuk pengawas saja, maka dari itu saya selaku pengawas bina mencari solusi untuk mampu melakukan Supervisi akademik yang bermutu dan memudahkan bekerja . Alternatif pengawas dalam hali ini melakukan Supervisi Akademis TES-RETE dimanadalam supervisi  melakukan TElaah Sendiri, Revisi RPP hasil telaah dan TErapkan dalam Pembelajaran. Lalu dalam pembelajran di observasi oleh Guru senior dan Kepala sekolah dengan TUgas Guru senior atau kompetenmelakukan pengamatanKegiatan guru sesuai lembar pengamatanyangtelah disiapkan, Kepala sekolah mengamati  Kegiatan siswa dalam belajar, Pengawas mencataat semua yangdilakukan guru pada saat PMB, Pra PBM,dan Pasca PBM.hari  kegiatan tersebut memperolah hasilyang sangat menggebirakan baik dari catatan pengamatan dari siklus ke 1 hingga siklus ke 3 semua mengalami peningkatanyang luarbiasa, dari gurumatematika 30 dan 28 guru minat  dalam menulis RPP sendiri maupun hasildiskusi menghsil kan dokumen RPP yang telah disesuaikan dengan kondisi sekolah atau siswa dan di terapkan dalam pelaksanaan pembelajran.. Hasil dari setiap siklus baik dalam Observasimaupun Refleksi Guru menyatakan suka kemudian hasil dari Telaah dan Revisi juga menunjukan RPPyangdi susunnya sesui dengan ketentuaan yang berlaku.Yang lebih menggembirakan adalahPadasaat Observasi kelas atau kunjungan kelas hapis semua guru yangdi obsevasi tidak lagi merasa enggan canggung maupun takut mereka malah suka dan berharap sering melakukan kegiatan seperti itu.Sisawa cukup baik menanggapinya karena pada saat Pembelajaran berlangsungsiswa antusias dan semangat.kepala sekolah merasa terbantu dan merasa ada pengalaman baru tentang supervise akademis.Kesimpulan, dari hasil dan pelaksanaan yang di perroleh dari kegiatan setiap siklus dan Observasi kelas atau kunjungan kelas memperloeh beberapa hal yang di dapat dari kegiatan ini.1). Guru meningkat minat dalam menulis atau menyususn RPP baik secara mandiri atau berkelompok.2).Guru taidak lagi enggan dengan Supervisi. 3).kepala sekolah memperoleh pengetahuaan baru dan merasa terbantu dalam pelaksanaan Suprvisi  Akademis. 4). Guru lebih terbuka untuk mengungkap kan kendala dalam PBM. 5). Siswalebih aktif dalam pembelajaran karena guru menggunakan Strategi dalam PBM dilaksanakan. Dengan demikian Supervisi Akademis mampu Meningkatkan Minat Guru matematika dalam menulis atau menyusun Perencanaan Pembelajaran di sekolah binaan Gugus 11 Kab.Lebak terlakasana dengan baik dan menghasilkan supervise yang  dapat membantu  pengawas dalam  melaksanakan kegiatan kepengawasannya. Telaah Sendiri – REvisi – TErapkan
EVALUASI MODEL PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI PADA BEBERAPA TK DI KOTA SEMARANG Utsman Utsman
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.062 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i2.1156

Abstract

EVALUASI MODEL PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI PADA BEBERAPA TK DI KOTA SEMARANG   Utsman Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Semarang (Unnes)utsman@mail.unnes.co.id Abstraks                 Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui model pengembangan kreativitas anak usia dini di beberapa TK di kota Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, dokumen, dan observasi sebagai metode pokok dalam menggali informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pengembangan kreativitas dalam berbahasa pada anak-anak usia dini di TK   tidak   menggunakan waktu  secara khusus, namun dilakukan terintegrasi  dengan pengembangan ranah kognitif, ssial emosional,   dan psikomotor.  Anak berkembang secara alami dalam berbahasa ketika pembelajaran berlangsung, (2) Pengembangan kreativitas seni   menggambar  tidak   menekankan pada kecepatan dalam menggambar, namun lebih menekankan pada kerapian dan keindahan. Umumnya anak-anak diminta untuk menggambar atau mewarnai gambar tertentu tanpa diberikan bimbingan kearah kreatif, dan (3) Kreativitas personal  yang terjadi pada anak-anak TK telah dikembangkan oleh para guru TK,  dan mereka umumnya mengembangkannya melalui berbagai kegiatan anak antara lain kegiatan melipat kertas, berceritera, menyusun balok, dan pazzle.  Atas dasar temuan-temuan tersebut disarankan: (1) Guru hendaknya dalam pembelajaran mengintegrasikan berbagai pengembangan kreativitas anak sesuai dengan potensi yang mereka miliki, dan guru harus juga mengenali semua potensi yang dimiliki oleh anak, dan (2)  Guru perlu memperbanyak pengetahuan tentang cara-cara mengembangkan kreativitas anak.                                                      Kata kunci: Pengembangan; Kreativitas, Usia Dini
EFEKTIVITAS PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN YOGYA PUTRI BAGI PESERTA DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) DEWI PUSPITA KOTA SERANG PROVINSI BANTEN Irwan Djumena Hidayatullah Haila, Sopariah
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.809 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i1.2950

Abstract

EFEKTIVITAS PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN YOGYA PUTRI BAGI PESERTA DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) DEWI PUSPITA KOTA SERANG PROVINSI BANTENIrwan Djumena 1), Hidayatullah Haila 2), Sopariah 3), AbstrakPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana efektivitas pelatihan tata rias pengantin Yogya Putri di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. (2) Bagaimana hasil pelatihan tata rias pengantin Yogya Putri di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pelatihan tata rias pengantin Yogya Putri di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui efektivitas pelatihan tata rias pengantin Yogya Putri di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. (2) Untuk mengetahui hasil yang dapat dijadikan tolak ukur lembaga  pelatihan tata rias pengantin Yogya Putri di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. (3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelatihan tata rias pengantin Yogya Putri di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten. Dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu mendeskripsikan keadaan tentang Efektivitas pelatihan tata rias Pengantin Yogya Putri. Penelitian ini menggunakan kisi-kisi penelitian dan pedoman wawancara untuk mendapatkan data dilapangan mengenai Pelatihan tata rias Yogya Putri. Sumber data dari penelitian yaitu pengelola, instruktur pelatihan, dan warga belajar. Hasil penelitian mengenai efektivitas Pelatihan YogyaPutri menemukan bahwa pelatihan yang di laksanakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dewi Puspita Kota Serang Provinsi Banten, sudah berjalan dengan efektif dilihat dari unsur efektivitas. Unsur efektivitas yang diteliti meliputi Ketepatan penentuan waktu, Ketepatan dalam menentukan pilihan, Ketepatan berpikir, Ketepatan dalam menentukan tujuan, dan Ketepatan sasaran. Hasil pelatihan Yogya Putri yang didapatkan berupa kecakapan kognitif atau pengetahuan, afektif atau sikap, dan psikomotor atau keterampilan. Faktor pendukung dalam Pelatihan Yogya Putri  yaitu instruktur yang sudah kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, motivasi yang baik, dan lokasi yang strategis. Faktor penghambat pelatihan ini yaitu terdapat warga belajar yang menyepelekan pelatihan ini, terutama bagi warga belajar yang sudah pernah mengikuti pelatihan sebelumya, serta faktor penghambat lainnya yaitu instruktur yang sudah memiliki anak. Dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Yogya Putri sudah berjalankan efektif karena unsur efektivitas Pelatihan Yogya Putri sudah berjalan dengan baik sesuai unsur efektivitas. Unsur efektivitas yang dimaksud yaitu ketepatan penentuan waktu, ketepatan dalam menentukan pilihan, ketepatan dalam menentukan tujuan, ketepatan sasaran. Kata Kunci: Efektivitas, Pelatihan, Tata Rias Yogya Putri

Page 2 of 18 | Total Record : 179