cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
ISSN : 25411462     EISSN : 25491717     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) publishes the research relate to the development of social studies and Overseas Education as a form of intellectual property. This journal is published 2 times a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
PENYELENGGARAAN PROGRAM KURSUS MUSIK (STUDI PADA LEMBAGA LILY’S MUSIC SCHOOL SEMARANG) Indah, Achmad Rifai
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.725 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v3i1.3514

Abstract

PENYELENGGARAAN PROGRAM KURSUS MUSIK(STUDI PADA LEMBAGA LILY’S MUSIC SCHOOL SEMARANG) Indah Dwi Astorini, Achmad Rifai Jurusan Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Semarange-mail : indahdwi38@gmail.com, rifaipls@mail.unnes.ac.id Abstrak:Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan penyelenggaraan program kursus musik LKP Lily’s Music School Semarang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah tutor/instruktur, warga belajar, pemilik, dan kepala administrasi. Fokus penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kursus musik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teori, dan metode. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program LKP Lily’s Music School Semarang meliputi:Perencanaan meliputi tutor ahli di bidangnya, kurikulum dibuat sendiri, sarana prasarana memadai, dan anggaran dana dikelola secara ordonator; Pelaksanaan meliputi pembelajaran fleksibel dan sistematis, iklim pembelajaran kondusif, interaksi sosial berlangsung baik, media pembelajaran sesuai kebutuhan, stimulus berupa reward and punishment, monitoring dilakukan secara internal dan eksternal, supervisi belum terealisasi; Evaluasi  menggunakan formative-sumative evaluation model.Kata kunci: pendidikan, kursus musik, dan penyelenggaraan program
USAHA TRANSFORMASI ANAK JALANAN KELUAR DARI POSISI ANAK JALANAN (STUDI PERILAU SOSIAL ANAK JALANAN DI PROVINSI BANTEN) Ahmad Fauzi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.038 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i1.1179

Abstract

USAHA TRANSFORMASI ANAK JALANAN KELUAR DARI POSISI ANAK JALANAN(STUDI PERILAU SOSIAL ANAK JALANAN DI PROVINSI BANTEN) Ahmad FauziEmail: fauziyuwh@gmail.com ABSTRAKHakikat penelitian ini yaitu pemecahan masalah keberadaan anak jalanan dalam usaha merumahkan anak jalanan melalui konsep edukatif Rumah Singgah di Provinsi Banten. Yaitu suatu proses penanganan anak jalanan yang dilakukan dengan cara menampung anak jalanan dan merumahkannya. Melalui usaha merumahkan anak jalanan melalui konsep edukatif  Rumah Singgah ini anak jalanan diberikan bimbingan, pengarahan, pelatihan dan keterampilan.Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui dan mendapatkan data secara langsung kondisi obkektif anak jalanan serta peran dari Dinas Sosial Provinsi Banten dalam mengatasi permasalahan anak jalanan di Provinsi Banten dalam usaha merumahkan anak jalanan melalui konsep edukatif Rumah Singgah serta manfaat yang dapat dirasakan anak jalanan melalui Rumah Singgah dan untuk mengetahui sistem yang dibangun Pemerintah Provinsi Banten dalam usaha transformasi anak jalanan keluar dari posisi anak jalanan.Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih sebagai upaya memperoleh gambaran hasil nyata mengenai usaha transformasi anak jalanan melalui studi perilaku sosial anak jalanan di Provinsi Banten. mendapatkan informasi atau data secara langsung dari latar alami yang dimilki subyek penelitian yang memiliki karakteristik yang berbeda (heterogen) dilihat dari sisi pengalaman, pengetahuan, sikap, perilaku, dan hasil yang diharapkan berupa rumusan atau gagasan yang memungkinkan aplikasinya mendapat dukungan alami dari kondisi empirik.Hasil temuan dalam penelitian ini mengetahui kondisi objektif anak jalanan di Provinsi Banten, analisis lembaga sosial dalam menangani masalah keberadaan anak jalanan, upaya edukatif dalam merumahkan anak jalanan melalui rumah singgah, dan sistem yang dibangun oleh pemerintah Provinsi Banten dalam menangani masalah kesejahteraan sosial. dan Rekomendasi ditujukan kepada Dinas Sosial sebagai pelaksana dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan sosial harus mampu mendorong keberlangsungan Rumah Singgah sebagai solusi konkrit menangani kasus keberadaan anak jalanan melalui upaya merumahkan anak jalanan di Provinsi Banten. Kata kunci: anak jalanan, transformasi dan Rumah Singgah
PEMBELAJARAN KURSUS MENJAHIT DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) NISSAN FORTUNA KABUPATEN KUDUS Ahmad Husein Joko Sutarto
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.278 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i1.2946

Abstract

PEMBELAJARAN KURSUS MENJAHITDI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP)NISSAN FORTUNA KABUPATEN KUDUS Ahmad Husein*, Joko SutartoJurusan Pendidikan Non Formal FIP Universitas Negeri SemarangGedung A2 Kampus Sekaran Gunungpati Telp. 8508019 Semarang 50229E-mail : drinkcoffee420@gmail.com                                                                 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan pentingnya kursus menjahit bagi kaum perempuan yang ingin mempunyai keterampilan untuk berwirausaha sendiri. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai salah satu bentuk pendidikan yang memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran kursus menjahit di LKP Nissan Fortuna , mengetahui hambatan dalam pembelajaran kursus menjahit di LKP Nissan Fortuna. Pendekatan penelitian kualitatif. Subyek penelitian terdiri atas 1 orang pengelola lembaga, 1 orang instruktur kursus menjahit, dan 2 orang warga belajar. Pengumpulan data dengan wawancara, catatan lapangan, foto, dan observasi. Metode analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran ada tiga tahap yaitu perencanaan, yang sudah disesuaikan dengan standart;  pelaksanaan , ada beberapa yang direncanakan dan belum terlaksana;  evaluasi , tertulis dan praktek, 90 menit untuk prakteknya dan 30 menit untuk teori. Hambatan, masalah indisipliner dan alokasi waktu yang kurang efektif. Instruktur dan warga belajar merasa, waktu yang diberikan oleh pihak penyelenggara untuk pembelajaran kursus menjahit masih kurang. Cara mengatasi dengan pendekatan secara personal dan memberikan motivasi belajar, serta jam tambahan untuk pembelajaran kursus menjahit.Kata Kunci : pembelajaran, kursus menjahit, LKP Nissan Fortuna
PENGELOLAAN PENDIDIKAN LIFE SKILLS DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN PANDEGLANG Ahmad Fauzi, Ika Rizqi Meilya Herlina Siregar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.477 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i2.2962

Abstract

PENGELOLAAN PENDIDIKAN LIFE SKILLS DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN PANDEGLANG Ahmad Fauzi,M.Pd.1) ahmadfauzi@untirta.ac.id 1), Ika Rizqi Meilya, M.Pd 2)   ika.rizqi@untirta.ac.id 2), Herlina Siregar, M.Pd.3)  herlina.siregar@untirta.ac.id 3)  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pendidikan life skill di pondok pesantren Kabupaten Pandeglang. Adapun teknik dan pedoman pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, serta mengumpulkan data-data serta fakta-fakta yang terjadi dengan tambahan referensi dari beberapa buku yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal kepada pengelola, kyai, tenaga pengajar dan santri di pondok pesantren  Kabupaten Pandeglang. Adapun hasil penelitian ini adalah pengelolaan pendidikan life skill dilakukan melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan adapun langkah-langkah yang dilakukan antara lain: a) menetapkan tujuan pendidikan life skill; b) mengidentifikasi kebutuhan; c) penyusunan kurikulum pendidikan life skill yang terdiri dari kurikulum penunjang akademik, kurikulum keagamaan, kurikulum vocasional skill dan kurikulum pengabdian masyarakat. Sedangkan pada tahap pelaksanaan langkah-langkah yang dilakukan antara lain: a) pengorganisasian santri; b) pengelolaan kelas yang terdiri dari ruang tempat proses berlangsungnya proses pembelajaran life skill, pengaturan tempat duduk, metode pembelajaran life skill, sarana prasarana dan fasilitas pembelajaran life skill. Terakhir pada tahap evaluasi pendidikan life skill menggunakan evaluasi hasil kerja yang menekankan pada kemampuan santri dalam mentransformasikan nilai-nilai ajaran agama melalui ilmu dari pesantren di masyarakat. Dalam penerapan pendidikan life skills di Pondok Pesantren Kabupaten Pandeglang menggunakan beberapa pinsip, antara lain: a) Etika sosio-religius sedapat mungkin diintegrasikan dalam proses pendidikan; b) menggunakan prinsip learnig to know (belajar untuk mengetahui sesuatu), lerning to do (belajar untuk mengerjakan sesuatu), learning to be (belajar untuk menjadi jati diri sendiri), dan learning to life together atau belajar untuk hidup bersama; c) tetap menggunakan beberapa metode khas pesantren, akan tetapi melakukan pengkombinasian dengan metode-metode modern; d) Potensi daerah sekitar pesantren dapat direfleksikan dalam penyelenggaraan kecakapan hidup (life skills) di pesantren; dan e) Paradigma learning for life (pendidikan untuk kehidupan) learning to work (belajar untuk bekerja) dapat dijadikan sebagai dasar pendidikan, sehingga terjadi pertautan antar pendidikan dengan kebutuhan nyata para santri.Kata Kunci: Pengelolaan Pendidikan, Life Skill, Pondok Pesantren
MODEL KOMUNIKASI ORANG TUA TUNARUNGU YANG MEMILIKI ANAK MENDENGAR Etty Hasmayati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.532 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i2.1163

Abstract

MODEL KOMUNIKASI ORANG TUA TUNARUNGU YANG MEMILIKI ANAK MENDENGAR 2016 Etty Hasmayati  ABSTRAK                 Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan pada tahun 2016. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan model komunikasi orang tua tunarungu yang memiliki anak mendengar. Penelitian dilaksanakan selama tiga tahun. Tahun pertama yaitu mengidentifikasi karakteristik orang tua tunarungu, identifikasi pola komunikasi yang terjadi antara anak yang mendengar dengan orang tua tunarungu, mengkaji secara teori model komunikasi orang tua tunarungu dengan anak mendengar. Metode penelitian meng-gunakan penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Borg and Gall (2008), yang terdiri dari tiga tahapan sebagai berikut: tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap implementasi. Teknik analisa data menggunakan deskritif untuk data kwalitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: telah tersusunnya kajian tentang karakteristik orang tua tunarungu, telah terindentifikasi pola komunikasi yang terjadi anatara anak yang memiliki pendengaran dengan orang tua tunaungu, telah tersusunnya draf model komunikasi orang tua tunarungu dengan anak yang memiliki pendengaran normal.
EFEKTIVITAS PELATIHAN KECAKAPAN HIDUP MODIFIKASI KERUDUNG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KABUPATEN PANDEGLANG. Irma Megawati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.167 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i1.1185

Abstract

EFEKTIVITAS PELATIHAN KECAKAPAN HIDUP MODIFIKASI KERUDUNG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KABUPATEN PANDEGLANG. Irma MegawatiJurusan Pendidikan Luar Sekolah  Universitas Sultan Ageng TirtayasaABSTRAKPenelitian yang dilakukan ini untuk mengetahui (1) Bagaimana efektivitas pelatihan kecakapan hidup modifikasi kerudung dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan warga belajar di SKB Kabupaten Pandeglang? (2) Bagaimana pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup modifikasi kerudung  dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan warga belajar di SKB Kabupaten Pandeglang? (3) Apa faktor pendukung dan penghambat pelatihan kecakapan hidup modifikasi kerudung dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan warga belajar di SKB Kabupaten Pandeglang? Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang menyajikan data dan fakta-fakta yang sesungguhnya mengenai efektivitas pelatihan modifikasi kerudung. Dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif harus didasarkan pada data atau informasi yang diperoleh melalui penelitian sebagai berikut : (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi, pencatatan, dan mengumpulkan data-data serta fakta-fakta yang terjadi dengan tambahan referensi dari beberapa buku yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Adapun teknik pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini diantaranya menyeleksi data, menganalisis data, dan verifikasi. Sebagai akhir dari pembahasan ini, penulis menyampaikan simpulan, sebagai berikut : (1) Efektivitas pelatihan kecakapan hidup modifikasi kerudung dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan warga belajar di SKB Kabupaten Pandeglang kurang efektif dilaksanakan dengan kurangnya kedisplinan warga belajar dan warga belajar yang  dapat menjalankan dan mampu mengembangkan hasil pelatihan tersebut tersebut yaitu hanya 2 orang dari 20 warga belajarhal ini berdasarkan jawaban wawancara pada pelaku kegiatan (2) pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup modifikasi kerudung  dilaksanakan dengan melewati berbagai tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi (3) Faktor pendukung dan penghambat guna mengetahui hal-hal pendukung dan penghambat yang terjadi dalam proses pelatihan.Kata Kunci: Kompetensi Kewirausahaan,  Pelatihan Kecakapan Hidup Modifikasi
PENERAPAN MODEL PELATIHAN ON THE JOB TRAINING (MAGANG) DALAM PELATIHAN OTOMOTIF YANG DI SELENGGARAKAN OLEH BALAI PELAYANAN PENDIDIKAN NONFORMAL PROVINSI BANTEN Dadan Darmawan
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.762 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i2.2957

Abstract

PENERAPAN MODEL PELATIHAN  ON THE JOB TRAINING (MAGANG) DALAM PELATIHAN OTOMOTIF YANG DI SELENGGARAKAN OLEH BALAI PELAYANAN PENDIDIKAN NONFORMAL PROVINSI BANTEN Dadan DarmawanJurusan Pendidikan Luar SekolahFakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sultan Ageng Tirtayasadadanpls@gmail.comABSTRAK Penilitian ini berjudul Penerapan Model Pelatihan On The Job Training (Magang) Dalam Pelatihan Otomotif  yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal Provinsi Banten , untuk  itu kegiatan pelaksanaan penelitian ini mengkaji masalah (1) Bagaimana proses penerapan model pelatihan On The Job Training (magang) pada pelatihan otomotif yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal Provinsi Banten? . Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan catatan lapangan, sumber data penelitian yaitu penyelenggara, instruktur, dan panitia pelatihan, enam orang peserta pelatihan otomotif yang terdiri dari peserta pelatihan dan satu orang instruktur pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian  menunjukkan bahwa proses pelaksanaan kegiatan pelatihan sudah berjalan cukup baik, dilihat dari tahapan-tahapan: tahapan pertama mengenai perencanaan yang meliputi pembentukan kepanitiaan mengidentifikasi masalah, mementukan tujuan pelatihan menentukan instruktur dan menentukan peserta, Tahap pengorganisasian, yaitu dalam struktur kepanitiaan dalam program pelatihan ini adalah anggota kasi fasilitasi sumber daya Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal yang di bawah naungan kepala dinas Pendidikan Provinsi Banten. Terkait penentuan waktu adalah hasil komunikasi dengan pihak mitra yang di sesuaikan dengan kesanggupan bengkel deller resmi Honda. Tahap Pelaksanaan yaitu para peserta dapat melaksanakan proses magang dengan baik, karena mereka merasakan kondisi langsung bagaimana melayani konsumen dengan baik, dari pihak penyelenggara pun merasa kurang begitu optimal dalam hal monitoring kepada para peserta, dan para peserta pun dapat dan menerapkan materi yang di rasakan pada saat magang. Dari segi instruktur pun mempercayakan proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh kepala bengkel dan dari instruktur pun memberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan konsumen kepada para peserta yang di sesuaikan oleh pihak bengkel resmi Honda. Tahap Evaluasi program dan hasil pelatihan, yaitu pihak penyelenggara harus bisa menjamin peserta lulusan pelatihan otomotif dapat bekerja. Pihak mitra PT Sendang Kemakmuran Dapat menentukan langsung hasil peserta pelatihan yang berkualitas dan merekrutnya sebagai mekanik resmi deller Honda. Kata Kunci : Penerapan, Model Pelatihan On The Job Training, & Pelatihan Otomotif.
STRATEGI PENINGKATAN PERAN PKBM DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN HIDUP MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI PKBM PROVINSI BANTEN Irwan, Sudadio, Ahmad, Herlina Dede, Fathin, Didi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.974 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v1i2.1158

Abstract

STRATEGI PENINGKATAN PERAN PKBM DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN HIDUP MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KEARIFAN LOKALDI PKBM PROVINSI BANTEN Irwan, Sudadio, Ahmad, Herlina, Dede, Fathin dan DidiAbstrak Program pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan PKBM sebagai upaya memperluas jangkauan sasaran dan terbentuknya wadah pembinaan pendidikan luar sekolah sampai pada tingkat pedesaan, dengan melibatkan peran serta masyarakat. Dalam pelaksanaan program yang diselenggarakan PKBM tidak terlepas dari permasalahan yang dihadapi. Pelaksanaan pogram PKBM belum memanfaatkan dengan berbagai potensi lokal yang ada di lingkungan masyarakat setempat sehingga dampak program tidak bisa secara langsung membantu permasalahan yang dihadapi warga belajar di masyarakat. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Strategi peningkatan peran PKBM dalam meningkatkan kecakapan hidup masyarakat melalui pendampingan berbasis kearifan lokal di PKBM provinsi Banten. 2)  kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kecakapan hidup masyarakat melalui pendampingan berbasis kearifan local di PKBM Provinsi Banten. 3)  faktor-faktor pendukung dan penghambat strategi peningkatan peran PKBM dalam meningkatkan kecakapan hidup masyarakat melalui pendampingan berbasis kearifan lokal di PKBM provinsi Banten. Kata Kunci : Pusat Kegiatan Belajat Mengajar (PKBM), Kecakapan Hidup, Kearifan Lokal
JALAN PANJANG MENUJU SEKOLAH ALTERNATIF: REFLEKSI PENGALAMAN REMAJA KURANG BERUNTUNG DALAM MERAIH PENDIDIKAN Ila Rosmilawati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.851 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v2i1.2952

Abstract

JALAN PANJANG MENUJU SEKOLAH ALTERNATIF: REFLEKSI PENGALAMAN REMAJA KURANG BERUNTUNG DALAM MERAIH PENDIDIKAN Ila RosmilawatiJurusan Pendidikan Luar Sekolah,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sultan Ageng Tirtayasairosmilawati@gmail.com AbstrakStudi ini mengungkapkan bagaimana remaja kurang beruntung (disadvantaged youth) bisa kembali bersekolah melalui jalur pendidikan alternatif. Konsep perspektif transformatif (Mezirow, 2009) digunakan untuk menganalisa cerita pengalaman siswa mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka kembali ke sekolah melalui pendidikan alternatif. Refleksi pengalaman siswa-siswa pendidikan kesetaraan didokumentasikan dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terbatas yang melibatkan 48 siswa dari tiga sekolah alternatif yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Data kualitatif diolah dengan melakukan lima tahapan; (i) mengorganisasi data, (ii) membaca data dan memberikan catatatan/memo, (iii) mengklasifikasi data kedalam bentuk coding dan tema, (iv) menginterpretasi data dan (v) menyajikan data hasil penelitian (Cresswell 2013). Berdasarkan analisis silang studi kasus tiga sekolah alternatif, hasil penelitian mengungkapkan adanya empat kelompok remaja kurang beruntung yang kembali bersekolah melalui ‘jalan’ atau cara yang berbeda. Keempat kelompok tersebut adalah; (1) Siswa ‘putus-sambung’; (2) Siswa ‘cuti’; (3) Siswa ‘lulus-masuk’; (4) Siswa ‘aktif-pindah’. Temuan penelitian menunjukkan adanya peran perspektif transformasi dalam mempengaruhi jalan siswa kurang beruntung untuk kembali mengenyam pendidikan melalui sekolah alternatif.Kata Kunci: putus sekolah, pendidikan alternatif, pendidikan non formal
UPAYA TUTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN TATABOGA DI LKP GHEA KOTA SERANG Sudadio, Irwan, dan Ayu
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.6 KB) | DOI: 10.30870/e-plus.v3i1.3515

Abstract

UPAYA TUTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN TATABOGA DI LKP GHEA KOTA SERANG Sudadio, Irwan Djumena dan Ayu SultoniaJurusan Pendidikan Non FormalFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UntirtaEmail : dr.dio@untirta.ac.id ABSTRAKUpaya Tutor Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Kecakapan Berwirausaha Melalui Pelatihan Tataboga di LKP Ghea Kota Serang, Jurusan Pendidkan Luar Sekolah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Rumusan masalah yang dikaji adalah Upaya tutor pemberdayaan perempuan, Dampak pemberdayaan perempuan, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tataboga. Pendekatan penelitian secara kualitatif. Subyek penelitian berjumlah 6 orang terdiri dari 1 ketua LKP, 2 tutor dan 3 peserta pelatihan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) Upaya tutor pemberdayaan perempuan dalam pelatihan tataboga yang dberikan tutor kepada warga belajar di LKP Ghea melalui bentuk pemberdayaan dengan pelatihan dasar, pelatihan lanjutan, dan pelatihan wirausaha, sudah berjalan dengan baik. (2) Dampak pemberdayaan perempuan dalam pelatihan tataboga di LKP Ghea yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap (3) faktor pendukung dari pemberdayaan perempuan meliput motivasi peserta dan motivasi turor, penguasaan turor dalam menyampaikan materi dan sarana prasarana yang di miliki LKP Ghea, Faktor penghambat pemberdayaan yaitu pendanaan dan cuaca yang tidak menentu. Penelitian ini adalah proses pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tataboga sesuai dengan tujuan yang diharapkan banyak pihak yaitu memberdayakan perempuan, dengan menetapkan program pemerintah untuk membantu kecakapan hidup masyarakat menuju masyarakat yang cerdas, terampil, dan mandiri dibidang keterampilan.Kata kunci : Pemberdayaan Perempuan, Pelatihan Tataboga

Page 4 of 18 | Total Record : 179